Anda di halaman 1dari 52

EDISI 92 APRIL - JUNI 2017

Tema : Waktu Bagi Tuhan

Pem im pin Redaks i


D k . Mark us Gunadi

Redak t u r Pelaks an a
Hermin U to mo

Redak t u r Bah as a & E dit o r


Lidia Setia . D ebo ra Setio
Meliana Tulus

Ran can g G raf is & Tat a L et ak


Fabian

S irku las i
Willy Anto nius

Depar t em en L it erat u r
G ereja Yes u s S ejat i In do n es ia
Jl. D anau Asri T imur Blo k C3 N o . 3 C.
Sunter D anau I ndah, Jak ar ta 1 4 3 5 0
Tel. (0 2 1 ) 6 5 8 3 4 9 5 7
Fax . (0 2 1 ) 6 5 3 0 4 1 4 9
war ta. sejati@ gys. o r. id
www. gys. o r. id

Reken in g
BCA KCP Hasyim Ashari, Jak ar ta
a/ n: Literatur Gereja Yesus Sejati
a/ c : 2 6 2 . 3 0 0 0 . 5 8 3

Seluruh ayat dalam majalah ini dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru (c) LAI 1974 terbitan Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali ada keterangan lain.
Editorial
Sebagai orang Kristen, kita mempunyai akan hilang, namun mengejar kehendak Tuhan,
kewajiban untuk membangun kerohanian dan dan menimbun harta di Surga (Ef. 5:15-16; Mat.
melayani Tuhan. Namun ketika waktu dan tenaga 6:19-21).
terbatas, yang pertama-tama dikorbankan adalah
kesetiaan dan pelayanan kita kepada Tuhan. “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap
Lagipula, kita mengira dapat mendekat kepada hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan
Tuhan nanti, ketika kita punya waktu. Namun segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan
benarkah demikian? kepadamu pada hari ini haruslah engkau
perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya
Di era serba digital ini, waktu luang kita berulang-ulang kepada anak-anakmu dan
mudah sekali dijejali dengan perkara pekerjaan membicarakannya apabila engkau duduk
maupun hal sepele yang menyita perhatian kita. di rumahmu, apabila engkau sedang dalam
Di saat seperti itu, tidak ada lagi Tuhan dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila
benak pikiran kita, apalagi mendekat kepada- engkau bangun.” (Ul. 6:5-7)
Nya. Karena itu, diperlukan tekad seara sadar
untuk meluangkan waktu setiap hari bagi Tuhan, Apabila Tuhan menjadi pusat kehidupan
menjadwalkan liburan kita agar tidak berkenaan kita, maka Ia akan menjangkau dan menerangi
dengan tugas-tugas pelayanan, sehingga setiap bagian hidup kita. Kita dapat memperoleh
pelayanan selalu menjadi prioritas utama, dan kekuatan untuk menyelesaikan pekerjaan atau
menjadikan hidup kita berpusat kepada Tuhan. pendidikan melalui doa setiap hari; Orang
tua dapat mempunyai kesabaran dan hikmat
Kita mungkin mengira dapat meluangkan waktu untuk membesarkan anak-anak mereka dengan
bagi Tuhan dengan kemampuan mengelola waktu. mempelajari firman Allah; kita tidak lagi terbeban
Ini benar, namun tidak sepenuhnya, karena sudut dalam menggunakan kemampuan dan talenta
pandang ini melihat pekerjaan Tuhan sebagai pekerjaan kita untuk mendukung pelayanan.
sekadar “tugas” yang harus “dicentang” setiap
hari, dilakukan secepat mungkin, atau ditunda Kita harus merangkul setiap kesempatan
sampai urutan terakhir bersamaan dengan semua untuk melayani Tuhan dan mendekat kepada-Nya,
hal-hal yang tidak mendesak. selama waktu masih tersedia bagi kita.

Kita diberikan waktu yang terbatas di dunia ini,


jadi kita harus menggunakannya dengan bijaksana
- bukan untuk mengejar kesuksesan duniawi yang
Daftar isi

04 MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK MELAYANI TUHAN - Shawn Chou


Semakin beranjak dewasa, kita merasa waktu berlalu begitu cepat dan hanya tersisa sedikit waktu untuk
melayani Tuhan. Bahkan tidak sedikit yang merasa bahwa ia sama sekali tidak ada waktu untuk melayani Tuhan.
Bagaimanakah caranya agar kita bisa memiliki waktu untuk melayani Tuhan?

12 WAKTUKU? WAKTU TUHAN! - Philip Shee


Selama kita hidup, waktu yang ada tidak bisa ditambahkan sedangkan kegiatan kita terus bertambah dan
mengambil waktu kita. Kita selalu berusaha untuk mengatur waktu kita agar kita dapat menyeimbangkan waktu
untuk kegiatan duniawi dan waktu untuk kegiatan Rohani. Bagaimanakah seharusnya kita mengatur waktu kita?

20 MENUJU KE BETANIA - Meishi Tsai


Peristiwa dimana Yesus kembali ke Betania untuk menyatakan kemuliaan Tuhan dengan membangkitkan Lazarus
dari kematian. Pelajaran dan perenungan apa sajakah yang dapat kita ambil dari peristiwa ini?

28 SEPERTI ANAK KECIL - Manna


Mengapa Yesus mengumpamakan hal masuk Kerajaan Sorga dengan anak kecil? Pengajaran apakah yang Tuhan
Yesus ingin sampaikan dengan perumpamaan seperti anak kecil?

2
32 RASA PUAS DIRI DAN KESOMBONGAN - Jordan Kwok
Ketika kita mencapai sebuah standar dan keadaan yang nyaman, baik itu secara rohani maupun secara jasmani,
rasa puas diri sering datang dan dapat berujung pada kesombongan Rohani maupun jasmani. Di dalam suratnya,
Paulus pun bergumul dengan perasaan ini dan bagaimana menang dari rasa puas diri dan kesombongan.
Bagaimanakah rasa puas diri dapat berujung pada kesombongan? dan teladan apakah yang Paulus berikan untuk
mengatasi hal ini?

38 KEMATIAN Sudut Pandang Seorang Kristen - Anonim


Kematian sering dilukiskan sebagai sesuatu yang gelap dan menakutkan, dan kematian pasti dialami oleh semua
orang suatu saat nanti. Tetapi bagaimanakah sudut pandang seorang Kristen akan kematian itu sendiri?

40 LAPANGKAN KEMAHMU, PANCARKAN TERANG - Jonathan Chou


Gereja Yesus Sejati akan memasuki usia 100 tahun pada tahun ini. Perenungan dan tantangan apa sajakah
yang akan dihadapi oleh gereja dan kita sebagai umat yang percaya di dalam melakukan penginjilan dan
penggembalaan?

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 3


4
A RTI K EL UTA MA

MENYEDIAKAN
WAKTU UNTUK
MELAYANI TUHAN
Shawn Chou - Amerika

ita punya banyak hal untuk dilakukan setiap hari; ada


yang memang perlu, seperti makan, istirahat, tidur,
bekerja, pergi sekolah, atau belajar. Ada juga banyak
hal yang tidak perlu, seperti menonton televisi, menjelajah
internet, atau berbelanja.
Cara kita menggunakan waktu sangatlah penting, karena
waktu adalah sumberdaya yang sangat berharga. Alkitab
memberitahu kita untuk menggunakan waktu yang ada,
dengan bijak menggunakannya untuk Tuhan (Ef. 5:16). Untuk
berbuat demikian, kita harus memahami darimana datangnya
waktu kita.

WARTA SEJATI 91
92 MENERAPKAN
WAKTU BAGI TUHAN
IMAN DALAM HIDUP 5
DARI MANA DATANGNYA WAKTU KITA? PRINSIP MEMBAGI WAKTU
Banyak orang merasa bahwa waktu adalah Untuk menyenangkan Tuhan, kita harus hidup
milik mereka sendiri yang dapat dipergunakan menurut prinsip-prinsip Alkitab. Kolose 3:2
sesuka hati. Alkitab memberitahu kita bahwa mendorong kita untuk mengarahkan pikiran
sesungguhnya waktu bukanlah milik kita, tetapi pada perkara yang di atas, yaitu yang kekal.
milik Tuhan, dan kita hanyalah pengelolanya. Dengan demikian, kita akan mengurangi waktu
Kisah Para Rasul 17:26 mengatakan bahwa yang dipergunakan untuk perkara-perkara
Tuhan telah menetapkan waktu bagi kita duniawi, yang sifatnya sementara. Secara
masing-masing (determined the times before otomatis, kita akan memprioritaskan perkara-
appointed – KJV); maka, bukan kita yang perkara Tuhan di atas perkara-perkara dunia.
mengatur berapa banyak waktu yang kita miliki. Kita mungkin memiliki banyak tujuan, seperti
Yesaya 38:1-8 mencatat bahwa Tuhan memperoleh gelar sarjana, mendapatkan
memberi Raja Hizkia tambahan umur 15 tahun. pekerjaan yang baik, dan membangun keluarga.
Dari sini, kita memahami bahwa Tuhanlah sang Namun, apabila sebagian besar waktu kita
pemberi waktu hidup kita di dunia, dan dengan difokuskan untuk mengejar hal-hal tersebut,
pengetahuan ini, kita harus mengatur waktu kita akan kekurangan waktu untuk perkara-
sesuai dengan kehendak-Nya. perkara yang di atas. Dengan memprioritaskan

6
waktu kita menurut prinsip Alkitab, kita akan Daud
memfokuskan kembali usaha kita pada hal-hal (1Taw. 29:3)
seperti melayani Tuhan, tahu bahwa apapun Daud bertekad untuk membangun Bait untuk
yang kita lakukan untuk-Nya, tidak akan sia-sia Allah. Akan tetapi, Allah ingin agar Salomo
(1Kor. 15:58). anaknya yang menyelesaikan pekerjaan
tersebut. Meskipun demikian, hati Daud yang
SEMANGAT PENGABDIAN penuh pengabdian tidak tergoyahkan. Daud
Karena waktu kita sangatlah berharga, mempersembahkan harta simpanannya
bagaimana kita dapat menyediakan lebih sendiri, bukan harta yang tersimpan di kas
banyak waktu untuk melayani Tuhan, di negara, karena ia mengasihi Tuhan. Akibatnya,
tengah prioritas-prioritas yang saling bersaing? nama Tuhan dipermuliakan. Berdasarkan
Alkitab mengajarkan bahwa ketika kita ingin contoh ini, kita menyadari ada perbedaan yang
melayani Tuhan, kita harus memiliki semangat jelas antara melayani Tuhan karena kewajiban
pengabdian. Dalam Roma 12:1, Paulus dan melayani Tuhan karena kerelaan hati dan
menasihati kita untuk mempersembahkan keinginan untuk menyenangkan-Nya.
tubuh kita sebagai persembahan yang hidup,
yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah. Maria dari Betania
Hanya dengan begitu, kita dapat melayani-Nya (Mrk. 14:3-9)
dengan sepenuh hati. Maria datang kepada Yesus dengan buli-buli
Tanpa hati yang penuh pengabdian, akan pualam berisi minyak narwastu murni yang
sulit bagi kita untuk melayani secara efektif; mahal harganya, memecahkan leher buli-
pelayanan kita bisa jadi sebatas pertunjukan buli tersebut dan menuangkan isinya ke atas
(Kol. 3:22) atau rutinitas (Mat. 16:6). Pelayanan kepala Yesus. Karena minyak ini bisa dijual
kita akan kekurangan tekad, minat, dan kasih, demikian mahalnya, ada yang mengkritik
dan mungkin hanya secara lahiriah, sama Maria, mengatakan bahwa ia menghambur-
seperti orang Farisi yang hafal hukum Taurat, hamburkan uang padahal uangnya bisa
tetapi mengabaikan pengajarannya. Orang diberikan kepada orang miskin. Akan tetapi
yang memiliki hati penuh pengabdian akan Yesus membela dan memuji perbuatan Maria
dengan tekun mempersembahkan waktu di hadapan orang banyak. Kadangkala, kita
mereka untuk melayaniDia. mungkin dikritik atau dihina karena memilih
Jadi apa yang dimaksud dengan hati penuh untuk mempersembahkan waktu dan harta kita
pengabdian? Mari kita pelajari dua tokoh untuk Tuhan daripada mengejar kesenangan
Alkitab berikut ini untuk melihat bagaimana dunia. Tetapi kita harus percaya dengan teguh
mereka mempersembahkan yang terbaik untuk bahwa Yesus akan berkenan dan memuji
Tuhan: persembahan kita yang berharga.

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 7


Daud dan Maria sama-sama mengasihi Oleh karena itu, kita harus menghargai
Tuhan, yang dibuktikan dengan kerelaan kedalaman kasih Tuhan dengan mengenal
mereka untuk mempersembahkan yang anugerah keselamatan-Nya. Dengan berbuat
terbaik. Demikian juga, kita harus mengasihi demikian, kasih-Nya akan memenuhi,
Tuhan dengan sepenuh hati, sehingga kita memotivasi, dan mengilhami kita untuk
dapat membulatkan tekad untuk melayani-Nya. membaktikan apapun yang kita miliki kepada-
Nya dengan penuh kerelaan dan sukacita.
SYARAT UNTUK SUNGGUH-SUNGGUH Ketika kasih Yesus memenuhi kita, dengan
MENGASIHI ALLAH sendirinya kita akan berusaha untuk melayani-
Nya dan membaktikan hidup kita untuk-Nya.
Dipenuhi dengan Kasih Yesus
Dipenuhi oleh Roh Kudus
Dalam Efesus 3:18-19, Paulus berdoa agar
(Ef. 5:18)
jemaat dipenuhi dengankepenuhan Allah.
Kepenuhan ini meliputi kasih berlimpah-Nya Dalam Efesus 3:16-17, Paulus menekankan
yang diwujudkan melalui Yesus Kristus. Kasih pentingnya Roh Kudus, mengatakan bahwa
seperti apakahitu? Roh membantu kita untuk memahami kasih
Kristus serta menjadi berakar dan dibangun
Dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana dalam kasih-Nya, sambil memperkuat manusia
Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu batiniah kita. Jika Roh Tuhan memenuhi kita,
dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita kuasa dan sukacita-Nya akan diwujudkan
sebagai persembahan dan korban yang melalui kita, dan kita tidak akan merasa
harum bagi Allah. terbebani dalam pelayanan kita.
(Ef. 5:2) Ketika kita dipenuhi oleh kasih dan Roh
Tuhan, kita akan mempersembahkan diri
Karena kasih, Kristus mengorbankan diri untuk dipakai oleh Tuhan dengan gembira.
sepenuhnya untuk kita. Kasih yang mirip dengan Kerelaan seperti ini akan mempercepat kita
ini dapat kita lihat pada orangtua yang rela dalam mengatasi keterbatasan, dengan
menanggung kesusahan dan mengorbankan memprioritaskan dan membaktikan waktu
diri tanpa syarat demi anak-anak mereka. Akan yang cukup untuk melayani-Nya.
tetapi, Tuhan kita Yesus Kristus melangkah
lebih jauh lagi, mengasihi kita selagi kita MENGATASI TANTANGAN
masih berdosa. Roma 5:6-8 berkata bahwa Dia
mengasihi orang-orang durhaka yang tidak Menyisihkan Waktu untuk Melayani
mengenal-Nya dan yang tidak mau percaya Banyak dari kita yang ingin melayani Tuhan,
kepada-Nya. Kasih yang penuh pengorbanan tetapi entah bagaimana, waktu berlalu begitu
seperti ini melampaui segalanya. saja, dan kita merasa tidak punya cukup waktu.

8
Jika kita tidak mengatur waktu dengan bijak, melayani-Nya. Setelah itu seberapa pun waktu
30 jam sehari pun akan terasa tidak cukup yang tersisa dapat digunakan untuk kegiatan
untuk menampung kebutuhan-kebutuhan kita. lain. Contohnya, jika kita berencana untuk
Sebaliknya, jika kita mengaturnya dengan bijak, membesuk jemaat pada hari Minggu siang, kita
kita akan mampu melayani Tuhan, ditengah harus mengkhususkan waktu tersebut untuk
kehidupan yang sibuk sekalipun. pekerjaan ini, dan menjadwalkan kegiatan lain
Rasul Paulus mendorong jemaat di Korintus pada waktu-waktu lainnya. Tanpa sikap yang
untuk menyisihkan sebagian harta mereka bagi tepat, kita tidak akan memiliki waktu untuk
Tuhan agar jangan habis tak bersisa sampai melakukan pekerjaan Tuhan.
tidak bisa memberikan persembahan (1Kor.
16:2). Pendekatan ini dapat juga kita gunakan Lepaskan dan Bawa ke Mari
ketika kita ingin menyediakan waktu untuk
melayani Tuhan. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah
Kesulitan yang sering kita hadapi sangatlah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan
berkaitan dengan sistem nilai kita. Ketika kita Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus
dapat memutuskan bahwa menyisihkan waktu menyuruh dua orang murid-Nya dengan
bagi Tuhan adalah prioritas, kita akan mendapati pesan: “Pergilah ke kampung yang di
bahwa kita selalu memiliki waktu untuk depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di
situ, kamu akan segera menemukan seekor
keledai muda tertambat, yang belum
pernah ditunggangi orang. Lepaskan
keledai itu dan bawalah ke mari. Dan
jika ada orang mengatakan kepadamu:
Mengapa kamu lakukan itu, jawablah:
Tuhan memerlukannya. Ia akan segera
mengembalikannya ke sini.”
(Mrk. 11:1-3)

Tuhan Yesus meminta dua orang murid-


Nya untuk membawa anak keledai dari
tempatnya tertambat di desa terdekat.
Setelah mereka melepaskan keledai muda
tersebut dan membawanya kepada Yesus,
Ia menungganginya dan pergi ke Yerusalem,
dengan demikian memenuhi nubuat dalam
Perjanjian Lama (Za. 9:9). Meskipun hewan

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 9


tersebut hanyalah keledai muda yang hina, langsung dari Allah, Adam bekerja untuk
Tuhan Yesus dapat memakainya untuk melayani-Nya; tetapi, setelah Adam berbuat
memenuhi tujuan yang penting. dosa, ia terpaksa bekerja untuk mencukupi
Anak keledai mungkin adalah perlambang kebutuhannya sendiri (Kej. 3:17-19).
dari banyak orang percaya: kita mungkin terikat Hari ini, Tuhan sudah mengampuni dosa-
oleh banyak hal, seperti pelajaran, pekerjaan, dosa kita. Maka kita harus meneladani kondisi
tujuan karir, dan kehidupan keluarga. Ketika Adam sebelum jatuh ke dalam dosa. Meskipun
kita dihambat oleh hal-hal seperti ini, gerakan kita harus melakukan pekerjaan sekuler untuk
kita sangatlah terbatas. Sama seperti anak bertahan hidup, tujuan hidup kita seharusnya
keledai yang tertambat, gerakan kita hanyalah adalah melayani Tuhan. Ketika memilih
sebatas panjangnya tali. Agar dapat digunakan jalur karir kita, pertimbangan utamanya
oleh Tuhan, kita harus melepaskan diri dari seharusnya adalah apakah pekerjaan tersebut
perkara-perkara duniawi. memberi kita waktu untuk melayani Tuhan.
Kita harus memahami mengapa Tuhan Ada pekerjaan-pekerjaan yang mewajibkan
menginginkan kita bekerja untuk-Nya. Ketika kita untuk kerja lembur, di luar jam kerja
Allah menempatkan Adam di taman Eden, biasa. Ketika kasih Tuhan memenuhi hati kita,
Allah memerintahkan Adam untuk memelihara kita akan diilhami untuk memilih karir yang
taman itu (Kej. 2:15). Karena ini adalah perintah bukan hanya menunjang hidup kita, tetapi

10
juga memampukan kita untuk melayani Tuhan untuk lebih taat kepada Tuhan dan panggilan-
dengan bebas. Nya. Begitu kita belajar untuk taat, Tuhan
Kita harus dapat membedakan hal-hal yang akan dengan senang hati membantu kita
perlu dan yang tidak perlu, serta memiliki hikmat menyediakan waktu untuk melayani-Nya.
untuk melepaskan diri dari belitan hal-hal yang
tidak perlu dengan membatasi waktu yang kita Kesimpulan
gunakan untuk itu. Contohnya, jika karir kita Tuhan tidak membutuhkan kita untuk
menguasai seluruh atau sejumlah besar waktu menyelesaikan pekerjaan-Nya. Namun, Dia
kita, maka kita harus mempertimbangkan senang melihat kerelaan hati kita untuk
perlukah berganti pekerjaan. Ketika kita terikat mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya serta
oleh kesibukan mengejar perkara duniawi, menggunakan hidup kita untuk melayani-Nya.
seringkali kita hanya punya sedikit sekali Tuhan Yesus memberikan teladan terbaik saat
atau bahkan sama sekali tidak punya waktu Dia hidup di dunia: “Karena Anak Manusia juga
untuk Tuhan. Sama seperti Yesus baru dapat datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk
menunggangi anak keledai ketika keledai itu melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya
telah dilepaskan, demikian pula kita harus menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk.
dilepaskan dari perkara-perkara duniawi. 10:45).
Terakhir, kita harus dibawa kepada Yesus, Marilah kita selalu merenungkan anugerah
sama seperti anak keledai yang dengan keselamatan dan rahmat-Nya. Kiranya kita diisi
patuh mengikuti orang yang membawanya dengan kepenuhan kasih dan Roh-Nya, dan
kepada Tuhan. Kita tahu bahwa anak keledai kiranya hati kita melimpah dengan ucapan
biasanya keras kepala, dan jika ia tidak mau, syukur sehingga kita rindu untuk melayani-Nya
ia tidak akan bergerak. Tetapi anak keledai lebih banyak lagi.
ini rela dibawa kepada Yesus. Hari ini, ketika
Yesus ingin memakai kita, cukup patuhkah
kita memegang kesempatan untuk menjadi
alat bagi-Nya, ataukah kita menolak dan
keras kepala? Mungkin kita berpikir nanti toh
masih ada waktu untuk melayani Tuhan, atau
mungkin kita tidak mau dan tidak tertarik
untuk berpartisipasi dalam pekerjaan kudus.
Kita bahkan mungkin berulang kali menolak
kesempatan untuk melayani, berpikir bahwa
kita tidak perlu berbuat demikian untuk dapat
masuk ke dalam kerajaan surga. Marilah kita
memeriksa diri sendiri untuk melihat apakah
kita memiliki urat keras kepala, dan belajar

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 11


Philip Shee - Indonesia

12
A RTI K EL UTA MA

aktu bukan hanya berharga, tetapi

W sungguh tak ternilai. Kita sering


meratap bahwa jumlah jam dalam
sehari tidaklah cukup, bahwa waktu cepat sekali
berlalu, dan bahwa hidup ini singkat. Yang kaya
tidak dapat membeli beberapa hari tambahan,
yang berkuasa tidak dapat memperpanjang
jam-jam kehidupannya, dan yang jenius tidak
dapat menciptakan beberapa menit lebih
banyak. Meskipun kita dapat menghemat
waktu dengan melimpahkan tugas-tugas
rutin kepada orang lain, dan menggunakan
teknologi untuk meningkatkan efisiensi,
kita tetap merasa kekurangan waktu.
Ironisnya, orang jadi semakin sibuk
ketika masyarakat semakin maju.
Kita sering mendengar tentang
jemaat yang hidup di daerah
terpencil, pada masa fasilitas dan
kenyamanan mendasar seperti listrik
dan transportasi masih sangat minim.
Mereka bekerja di ladang dari fajar
hingga senja, namun menghadiri doa
pagi dan kebaktian malam merupakan
bagian penting rutinitas harian mereka.
Ketika masyarakat berkembang dan
urbanisasi membawa lebih banyak
kenyamanan dan kemakmuran, banyak
jemaat bergumul mencari waktu untuk
mengikuti ibadah rutin, apalagi berkomitmen
untuk melayani dalam pekerjaan Tuhan.
Inilah tantangan nyata yang dihadapi umat
Kristen dan gereja hari ini. Selagi kita rindu
untuk mencurahkan lebih banyak waktu bagi
kehidupan rohani kita dan melayani Tuhan
dalam pekerjaan-Nya, entah bagaimana, kita
gagal untuk mempertahankan atau bahkan

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 13


memulai komitmen ini. Kita menghibur teman-teman, minat pribadi, serta Tuhan dan
diri bahwa kita akan melakukannya nanti, pelayanan-Nya. Juga, ada yang mengatakan
setelah menyelesaikan ini atau itu, tetapi kita bahwa keseimbangan berubah sejalan dengan
mendapati diri menundanya lagi dan lagi ketika perkembangan setiap tahap kehidupan kita—
tantangan-tantangan dan tujuan-tujuan hidup seorang pelajar akan memusatkan perhatian
yang baru berdatangan. sepenuhnya pada pencapaian akademis,
Bagaimana kita dapat memutus lingkaran seorang yang baru lulus pada membangun
setan ini? Kita dapat memulainya dengan karir, dan seorang paruh-baya pada penyediaan
mengatur ulang orientasi hidup kita agar Tuhan kehidupan yang nyaman bagi keluarga dan
menjadi pusat dari segala yang kita lakukan. menabung untuk pensiun. Selama periode
ini, waktu luang yang ada pun dibagi antara
KESEIMBANGAN ATAU POROS? hiburan, keluarga, teman, dan Tuhan. Apakah
Sering dikatakan bahwa kita dapat ini formula terbaik jika kita ingin meluangkan
mengatur waktu dengan lebih baik jika waktu bagi Tuhan? Tuhan sendiri sudah
tercapai keseimbangan sempurna antara meninggalkan petunjuk berikut:
berbagai komitmen dalam hidup kita. Ini
mengindikasikan bahwa kita membagi rata Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan

waktu antara pekerjaan atau sekolah, keluarga, kebenarannya... (Mat. 6:33a)

14
Perbedaannya adalah bahwa Tuhan
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada bukan sekadar salah satu komponen dalam
dua tuan. Karena jika demikian, ia akan kehidupan kita, yang setara dengan kegiatan
membenci yang seorang dan mengasihi yang dan komitmen kita yang lain. Melainkan,
lain, atau ia akan setia kepada yang seorang Tuhan adalah komitmen utama kita, dan
dan tidak mengindahkan yang lain. (Mat. 6:24a) bagian lain yang menuntut waktu dan tenaga
kita mengorbit di seputar komitmen ini. Kita
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap mungkin mencurahkan lebih banyak waktu
hatimu dan dengan segenap jiwamu dan pada beberapa area melebihi yang lain, dan
dengan segenap akal budimu. ada saat ketika kita sepenuhnya melepaskan
(Mat. 22:37) komitmen-komitmen tertentu. Kehidupan kita
mungkin tidak seimbang merata, tetapi dengan
Meskipun konteks dari ayat-ayat ini Tuhan sebagai poros kita, apapun yang kita pilih
bukanlah mengenai cara menggunakan waktu, untuk lakukan, sepenuhnya digerakkan oleh
prinsip yang mendasarinya sangatlah relevan. Tuhan. Seluruh kegiatan kita akan berpusat
Ayat-ayat ini mengungkapkan harapan Tuhan pada Tuhan, seperti yang Paulus tuliskan:
atas ketetapan hati, tekad, dan pengabdian
total kita kepada-Nya. Jika kita tidak dapat Siapa yang berpegang pada suatu hari yang
mengabdi kepada dua tuan pada waktu yang tertentu, ia melakukannnya untuk Tuhan. Dan
sama, bagaimana mungkin kita dapat melihat siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan,
Tuhan sebagai salah satu dari banyak komitmen sebab ia mengucap syukur kepada Allah.
yang harus kita jaga keseimbangannya dalam Dan siapa tidak makan, ia melakukannya
kehidupan kita? Kasih kita kepada-Nya harus untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur
membalut segenap hati, jiwa, dan pikiran kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun di
kita, bukan hanya pada bagian yang sudah antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri,
kita alokasikan. Maka tidak heran jika Allah dan tidak ada seorangpun yang mati untuk
memerintahkan kita untuk mencari dahulu dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita
kerajaan dan kebenaran-Nya—dan dengan hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita
melakukannya, kita akan menerima semua mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati,
yang kita butuhkan sebagai berkat dari Allah, kita adalah milik Tuhan.
bukan melalui usaha tak kenal lelah kita sendiri. (Rm. 14:6-8)
Hal ini mengindikasikan bahwa rumus idealnya
bukanlah mencapai keseimbangan rata antara Dan segala sesuatu yang kamu lakukan
Tuhan dan komponen lain dalam hidup kita. dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah
Melainkan, Tuhan harus menjadi pusat tempat semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus...
seluruh hidup kita berporos di seputarnya. (Kol. 3:17a)

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 15


waktu dan kondisi untuk menerima Ilham
PRAKTIK HIDUP UNTUK KRISTUS dari Tuhan untuk menulis empat surat yang
Jika kita mengerti bahwa Tuhan harus menjadi bagian dari kitab Perjanjian Baru
menjadi poros kita, bagaimana kita dapat hari ini. Surat-surat ini telah menjangkau, dan
menerapkannya dalam kehidupan? Kita dapat terus menjangkau, banyak orang di seluruh
melihat empat langkah untuk mencapainya: dunia. Dampak surat-surat tersebut telah
jauh melampaui segala yang pernah dilakukan
(1) Paulus dalam perjalanan penginjilan langsung
Tetap Selaras dengan Tuhan yang ditempuhnya semasa hidupnya.Maka, kita
dapat melihat bagaimana tuntunan langsung
Gagasan bahwa Tuhanlah yang duduk di
Tuhan membantu kita memberikan dampak
kursi pengemudi harus kita tanamkan
maksimum dengan waktu yang terbatas. Dan
sebagai fondasi utama dalam kehidupan kita.
titik awalnya pastilah persembahan waktu yang
Selagi Paulus mengabdikan hidupnya untuk
terus-menerus untuk berdoa dan firman Tuhan
mengabarkan Injil, jalannya dan ke mana ia
sebagai penuntun. Ketika kita tetap selaras
menghabiskan waktunya diatur sepenuhnya
dengan Tuhan, jalan kita akan diarahkan oleh-
oleh Roh Kudus. Contohnya, suatu kali Roh
Nya.
Kudus melarangnya mengabarkan Injil di Asia
atau pergi ke Bitinia, sebaliknya menuntunnya
(2)
ke Makedonia (Kis. 16:6-12). Pada akhirnya, ia
Menyederhanakan Hidup Kita
dipimpin ke Yerusalem, dengan pengetahuan
jelas yang berasal dari Roh Kudus bahwa Satu ironi besar adalah bahwa ketika kemajuan
penjara dan sengsara menunggunya (Kis. teknologi membuat dunia lebih efisien, hidup
20:22-24). Bukannya mendebat bahwa kita tampaknya jadi semakin sibuk. Untuk
waktu dan hidupnya lebih baik dihabiskan keluar dari kondisi kontradiktif ini, pertama-
untuk melakukan perjalanan penginjilan tama kita harus mengerti bagaimana kita
selanjutnya, ia taat pada tuntunan Tuhan tanpa menjadi seperti ini. Pertama, ketika hal-hal
mempertanyakan. diselesaikan lebih cepat, kita sering mencari
Belakangan, kita dapat melihat pengaturan lebih banyak hal lagi untuk diselesaikan. Kedua,
Tuhan yang menakjubkan: dengan kita sangat sigap mengisi waktu luang untuk
menghabiskan waktu sebagai tahanan rumah mengejar pencapaian tahap berikutnya. Ketiga,
di Roma, Paulus dapat menyebarkan Injil kita selalu siap untuk merangkul hal-hal baru
kepada orang-orang yang datang ke rumah yang dihadirkan dunia, termasuk perangkat
sewaannya, tanpa harus bepergian ke mana- baru, restoran baru, tujuan liburan baru, dan
mana (Kis. 28:30-31). Yang lebih penting kegiatan bersantai baru.
lagi, sebagai tahanan rumah ia jadi punya Kunci untuk mengatasi tantangan ini
adalah menyederhanakan hidup kita. Alkitab

16
namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup,
melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.
Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging,
adalah hidup oleh iman
dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku
dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

- Galatia 2:20 -

mendorong kita “anggaplah sebagai suatu memprioritaskan komitmen-komitmen kita,


kehormatan untuk hidup tenang, untuk terutama jika kita tidak dapat menemukan
mengurus persoalan-persoalan sendiri” (1Tes. waktu untuk melayani Tuhan. Dengan Tuhan
4:11a). Memang, jika kita dapat mengatur sebagai pusat kehidupan kita dan semua
ambisi kita dengan tidak menetapkan pikiran komitmen lainnya dibangun di sekeliling-Nya,
kita pada “perkara-perkara yang tinggi” (Rm. maka waktu untuk melayani Tuhan akan selalu
12:16), menghentikan pengejaran tiada akhir tersedia.
akan prestasi-prestasi sekuler, dan mencari Ketika Yesus mengunjungi suatu kampung,
kepuasan dalam pemenuhan keperluan sehari- Marta menyambut Dia ke rumahnya. Selagi
hari (1Tim. 6:6-8), kita akan dapat meluangkan ia memilih untuk menyibukkan diri melayani
waktu untuk pelayanan Tuhan. tamu, Maria saudara perempuannya memilih
untuk menghabiskan waktu di kaki Yesus,
(3) mendengar pengajaran-Nya. Ketika Marta
Memprioritaskan mengeluh, Yesus mengoreksi dia dengan
Komitmen-Komitmen Kita memuji Maria yang telah memilih bagian
Ketika permintaan atas waktu kita semakin yang terbaik (Luk. 10:38-42). Meskipun Marta
bertambah, sangatlah penting untuk melayani Yesus, ia dianggap memiliki prioritas

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 17


yang salah. Oleh karena itu, ketika membagi sibuk dengan ujian dan seorang dewasa yang
sedikit waktu yang kita miliki, kuncinya ialah bekerja punya proyek dengan tenggat waktu,
mempertimbangkan bagaimana Tuhan ingin mereka tidak boleh memprioritas ulang hal-hal
kita memprioritaskannya. tak terganggu-gugat seperti doa dan menghadiri
Ketika Yesus memanggil orang yang ibadah gereja. Sebagai tambahan, kegiatan
mengikuti Dia, seseorang meminta izin untuk lain ini seharusnya dicapai hanya dengan pola
mengubur ayahnya terlebih dahulu. Yang lain pikir bahwa tujuannya untuk melayani Tuhan
meminta izin untuk pergi dan berpamitan dulu secara lebih efektif. Seorang murid mengejar
dengan orang-orang di rumahnya. Walaupun pendidikan untuk memperlengkapi diri lebih
kedua permintaan tersebut tampak masuk akal baik dalam melayani Tuhan, bukan demi
dari sudut pandang sekuler, tanggapan Yesus kekayaan atau kesuksesan. Setiap kegiatan
kurang baik—Ia menyimpulkan bahwa orang- yang hanya sedikit atau tidak memberikan nilai
orang ini tidak layak untuk kerajaan Allah (Luk. tambah pada pekerjaan Tuhan seharusnya
9:59-62). Karena itu, dibandingkan dengan berada di urutan terbawah daftar tugas kita.
melayani Tuhan secara langsung, komitmen- Hal-hal ini bisa berupa menonton serial televisi
komitmen sekuler kita menjadi tidak penting, secara berlebihan, menjelajah internet tanpa
atau bahkan tidak relevan. tujuan, atau kecanduan games komputer.
Pada saat memprioritaskan komitmen-
komitmen kita, kegiatan-kegiatan yang (4)
merupakan pelayanan kepada Tuhan haruslah Mengerjakan Karunia Kita
tidak bisa diganggu-gugat. Contohnya, kita
harus teguh berkomitmen untuk menghadiri “Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh
ibadah-ibadah rutin dan kebaktian kebangunan yang satu dan yang sama, yang memberikan
rohani di gereja, melaksanakan tugas-tugas karunia kepada tiap-tiap orang secara
yang diberikan gereja, dan menyediakan waktu khusus, seperti yang dikehendakiNya.”
untuk berdoa dan membaca Alkitab setiap (1Kor. 12:11)
hari. Setelah hal-hal ini mendapat jadwal tetap,
maka kita dapat mengalokasikan waktu untuk Ayat Alkitab ini menyoroti bahwa Tuhan
kegiatan lainnya. Kegiatan yang harus kita memberikan karunia atau bakat yang berbeda-
prioritaskan adalah yang berkontribusi secara beda kepada setiap orang. Kita juga mungkin
tidak langsung terhadap pelayanan kita kepada mendapat keunggulan dan keterampilan
Tuhan. Contohnya, seorang murid seharusnya yang berbeda-beda melalui pendidikan
mencurahkan waktu sepenuhnya pada dan pengalaman kerja. Kita harus proaktif
pelajarannya dan orang dewasa harus bekerja menggunakan karunia-karunia ini untuk
keras dalam pekerjaannya, asalkan mereka melayani Tuhan. Jika kita memilih untuk
tidak dialihkan dari pelayanan langsung kepada melayani Tuhan di bidang yang tidak sejalan
Tuhan. Oleh karena itu, sekalipun seorang murid

18
dengan karunia, bakat, atau keterampilan alami Jika kita menerapkan langkah-langkah
kita, kita tidak akan dapat menggunakan waktu praktis yang disarankan di atas, kita tetap
kita yang terbatas secara bijak. Karenanya, selaras dengan Tuhan, menyederhanakan hidup
agar dapat memanfaatkan waktu dengan baik kita, memprioritaskan komitmen-komitmen
untuk Tuhan, sebaiknya kita tidak memusatkan kita, dan mengerjakan karunia-karunia kita,
perhatian pada area yang jelas-jelas lebih cocok maka menyediakan waktu untuk Tuhan akan
dilakukan oleh orang lain. Jika kita masing- menjadi sesuatu yang tidak relevan karena
masing mencurahkan waktu untuk melayani seluruh hidup kita dan cara kita menghabiskan
Tuhan di bidang yang kita paling siap untuk waktu akan berpusat di seputar Dia. Dengan
melakukannya, maka pelayanan kolektif kita pemahaman ini, marilah kita berusaha keras
akan memberikan dampak maksimum dalam menggunakan waktu kita dengan bijak untuk
waktu yang minimum. memenuhi maksud Tuhan bagi kita; selagi
kita masih hidup, dan selagi kita masih punya
KESIMPULAN waktu.
Akhirnya, selagi kita melanjutkan hidup
dengan berusaha memanfaatkan waktu sebaik
mungkin, kita perlu menyadari bahwa waktu
kita, dan hidup kita, sepenuhnya ada di tangan
Tuhan. Oleh karena itu Yakobus mengingatkan
kita: “Jadi sekarang, hai kamu yang berkata:
‘Hari ini atau besok kami berangkat ke kota
anu, dan disana kami akan tinggal setahun dan
berdagang serta mendapat untung’; sedang
kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama
seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu
lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: ‘Jika
Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan
berbuat ini dan itu’” (Yak. 4:13-15). Kesadaran
akan hal ini membuat kita tak bisa tidak
menempatkan Tuhan sebagai poros kehidupan
kita. Dan ketika kehidupan kita berpusat pada
Tuhan, kita dapat meminimalkan gangguan dan
memastikan kegiatan kita secara alamiah tetap
berada dalam batasan yang ditunjukkan oleh-
Nya.

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 19


embangkitan Lazarus di Yohanes 11 juga harus bertanya: Apakah ratapan Yesus

P adalah salah satu catatan yang paling


nyata dan dramatis di kitab-kitab Injil.
adalah karena kasihnya kepada Lazarus, atau
karena alasan lain? Di bagian ini kita dapat
Pembelajaran yang mendalam pada bagian melihat bagaimana Tuhan Yesus menunjukkan
ayat ini akan membantu kita melihat dua tema etika kerja-Nya dan mengajar murid-murid-Nya
yang berdiri berdampingan: ketidakmengertian pada waktunya. Dan lebih penting lagi, Jalan ke
murid-murid Yesus dan ratapan Yesus di Betania adalah perjalanan menuju perwujudan
kubur Lazarus. Sebelum mempelajarinya, ada kemuliaan Bapa Surgawi dan ke dunia
beberapa pertanyaan yang harus dijawab ketidakpercayaan yang kemudian dijawab oleh
terlebih dahulu: Mengapa murid-murid Yesus.
seringkali tidak mengerti maksud Tuhan Yesus
yang sesungguhnya? Apakah karena mereka MARI KITA KEMBALI LAGI KE YUDEA
harus melihat dahulu kebangkitan Yesus dan (YOH. 11:7)
menerima Roh Kudus untuk memahami firman Yesus telah mengetahui bahwa Lazarus sakit
dan perbuatan Yesus? Atau apakah ada maksud keras, tetapi tetap diam di seberang Yordan
pengajaran tertentu dengan menunjukkan beberapa hari (Yoh. 11:6). Sebagai acuan,
bahwa pengetahuan dan iman para murid orang akan mengira Yesus, tokoh yang sering
tidak mencapai standar ilahi? Selain itu kita

20
P EM A H A MA N A L K I TA B

MENUJU KE BETANIA
Meishi Tsai - Kanada

menyembuhkan orang sakit, untuk segera 7:8) dan Allah membiarkan segala sesuatu di
mengunjungi Lazarus. Dari banyaknya orang dunia mengerjakan hal yang baik bagi orang-
yang datang kepada-Nya (Yoh 10:41-42), orang orang yang mengasihi Dia (Rm. 8:28). Seperti
dapat menganggap Yesus sibuk memberitakan yang dialami oleh Ayub, penderitaan dapat
Injil dan menyembuhkan orang sakit. Ketika menyadarkan orang yang congkak rohani
mendengar sakitnya Lazarus, Ia segera kepada Allah yang maha kuasa (Ayb. 42:5-
berkomentar bahwa Lazarus tidak akan mati 6), sementara Yusuf yang difitnah melihat
(Yoh. 11:4). Maksud Allah yang lebih tinggi keselamatan yang tidak hanya disediakan
seringkali membingungkan pengertian manusia bagi orang-orang Mesir di masa kekeringan,
(ref. Yes. 55:8-9). Begitu pula, Yesus punya tetapi juga keluarganya (Kej. 50:19-21).
waktu-Nya sendiri. Ia sudah melihat apa yang Sekarang, ketika waktunya tiba barulah Yesus
akan terjadi sejak permulaannya, sehingga Ia mulai pergi mengunjungi Lazarus. Di sana Ia
terus melanjutkan pekerjaan-Nya di seberang akan melakukan mujizat yang indah, untuk
Yordan. Kita dapat mengingat kembali membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan atas
bagaimana penderitaan Yusuf dan Ayub kehidupan dan kebangkitan, dan memuliakan
dijelma menjadi penggenapan keselamatan Allah Bapa di surga.
Allah. Seperti dinyatakan oleh Kitab Suci, akhir Ketika Ia hendak berangkat, murid-murid-
suatu hal lebih baik dari pada awalnya (Pkh. Nya berusaha mencegah-Nya pergi, karena

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 21


orang-orang Yahudi mungkin akan merajam- di 1Ptr. 1:11, yang bersama-Nya Musa siap
Nya. Tidak lama sebelumnya Yesus menuai menderita di Ibr. 11:26, dan Roh Kristus
kontroversi dengan orang-orang Yahudi yang mendorong Nuh untuk memberitakan
oleh karena kepribadian dan kewenangan- pesan kebenaran di 1Ptr. 3:19-20). Setelah
Nya (Yoh. 8). Orang-orang Yahudi mengaku mendengarkan Yesus mengatakan itu semua,
sebagai keturunan Abraham, tetapi merusak orang-orang Yahudi marah dan berusaha
pengakuan mereka dengan perbuatan yang merajam-Nya.
jahat. Sebaliknya, Yesus bukanlah keturunan Kekuatiran para murid dengan keselamatan
Abraham yang sejati; Ia bahkan lebih mulia Yesus mengingatkan kita pada Simon Petrus,
daripada Abraham (Yoh. 8:53). Yesus berasal yang dari sudut pandang manusia berusaha
dari atas (Ref. Yoh. 3:13) dan bahkan Abraham mencegah Yesus pergi ke Yerusalem untuk
pun bersukacita ketika bertemu dengan- disalibkan dan menggenapi maksud penebusan
Nya (Yoh. 8:56). Tampaknya Yesus merujuk Allah (Mat. 16:21-23; Mrk. 8:32-33). Sekarang
pernyataan ini pada ke-Allah-an-Nya dan kuasa Yesus harus pergi ke Yudea. Di sana Lazarus
kekal-Nya sebagai Bapa sendiri di Perjanjian mati demi kemuliaan Allah dan agar Anak Allah
Lama yang disambut oleh Abraham di kemah dimuliakan (Yoh. 11:4). Seperti kebiasaan-Nya
di Mamre (disebutkannya Roh Kristus yang memberikan perintah di waktu yang tepat
mengilhamkan nabi-nabi Perjanjian Lama kepada murid-murid-Nya (Ref. Mat. 12:46-

"
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama
masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang
dapat bekerja.

- Yohanes 9:4 -

22
48; 10:10-23, 36-43; 16:13-21; Yoh. 6:66-70), dengan hati teguh pergi ke Yerusalem untuk
Yesus mengajarkan mereka bahwa orang harus melaksanakan kehendak Allah Bapa (Ref.
bekerja ketika masih siang. Di waktu terang Luk. 9:51; 13:22, 31-35; 17:11; 18:31; 19:11).
kita bebas bergerak, namun di waktu malam Sekarang di Betania, sebuah desa dekat Kota
segala kegiatan terhenti karena minimnya Yerusalem, kebangkitan Lazarus menjadi suatu
pencahayaan. Begitu juga, pelayanan Yesus pendahuluan atas kebangkitan-Nya sendiri dan
mempunyai jangka waktu, jadi Ia harus pengharapan hidup kekal bagi orang-orang
memanfaatkan seluruh waktu yang tersedia percaya.
bagi-Nya untuk bekerja, walaupun dihadang Bagi Paulus, seorang prajurit Kristus yang
oleh penganiayaan (Ref. Yoh. 9:4). Lebih lanjut berani, belenggu dan penderitaan senantiasa
Ia mengajarkan bahwa sementara hari terang mengancamnya. Namun ia siap menerima
(dalam kiasan siang sebagai hidup dan malam tantangan demi Kristus (Rm. 8:35-39; 2Kor. 5:14-
sebagai kematian), suatu ungkapan kiasan 15; 2Tim. 4:7-8). Komentar tentang perjalanan
tentang waktu-waktu perkenanan (2Kor. 6:2), sahid yang akan ia tempuh ke Yerusalem
setiap orang harus melakukan kehendak Allah dengan jelas mengungkapkan perasaannya:
Bapa, Tidak ada yang dapat bekerja ketika
hidupnya telah berakhir atau ketika hari “Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku
kedatangan Tuhan Yesus telah tiba. Di ayat pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa
ini Yesus memberikan jawaban yang jelas dan yang akan terjadi atas diriku di situ selain dari
positif pada pertanyaan di ayat 8. Kita harus pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke
menyadari bahwa “waktu” dan “terang” yang kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara
disediakan Tuhan Yesus mendesak kita untuk menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan
bekerja demi kemuliaan-Nya (Ref. Kis. 4:29-30; nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat
26:18; 2Tim. 4:2; Flp. 2:1-5; 1Tes. 5:5-8; 1Kor. mencapai garis akhir dan menyelesaikan
15:58). pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan yesus
Jadi, murid-murid Yesus Kristus harus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang
memberitakan Injil, tidak boleh terjerat dengan Injil kasih karunia Allah.” (Kis. 20:22-24)
keadaan apa pun, karena penderitaan adalah
suatu keharusan (1Tes. 3:3). Tetapi mereka PEMIKIRAN MURID-MURID
harus mempunyai hikmat dan keberanian (Yoh. 11:11-13)
untuk menghadapi tantangan. Yesus telah Perbedaan pola pikir Yesus dengan murid-
berjanji bahwa Ia akan menyertai mereka muridnya mulai mengemuka dalam percakapan
dan mengutus Penghibur untuk mengajar dan dan interaksi mereka. Komentar Yesus tentang
menuntun mereka (Ref. Mat. 10:16-20); Yoh. kematian Lazarus dengan menyebutnya “tidur”
16:33; 17:12). Dengan tidak menghiraukan (Yoh. 11:11) dianggap oleh murid-murid-Nya
bahaya penganiayaan dan kematian, Yesus sebagai tidur istirahat biasa. Mungkin ungkapan

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 23


kiasan tentang kematian tidak terpikir oleh Kristen pada hari ini (Ref. Flp. 1:9-10; Kol. 2:10-
mereka, namun salah tafsir ini menunjukkan 14; Ef. 5:17).
bahwa mereka tidak memperhatikan maksud Ketiga, di satu kesempatan Yesus
Guru mereka. Di bagian-bagian Alkitab lain memperingatkan murid-murid-Nya tentang
kita dapat menemukan berbagai kesempatan bahaya ragi orang Farisi dan Saduki. Mereka
ketika ketidakmengertian murid-murid tampak mengiranya sebagai sindiran karena lupa
jelas di hadapan Tuhan Yesus. Berikut adalah membawa roti (Mat. 16:5-12). Di saat itu
contoh-contohnya. Tuhan mengingatkan mereka bahwa Ia telah
Pertama, ketika orang-orang di Samaria menunjukkan kemahakuasaan-Nya dengan
menolak Yesus, Yakobus dan Yohanes memecah-mecah roti dan ikan. Lebih lanjut, Ia
menjawabnya dengan sikap keras. Mereka menyatakan kesalahpahaman mereka dengan
menuntun pembalasan dan meminta api menjelaskan bahwa ragi tidak menunjukkan
dari langit untuk membakar habis orang- roti, tetapi kemunafikan, pengajaran yang
orang Samaria. Yesus menegur mereka dan didasari pada pola pikir manusia, dan segala
menyatakan bahwa Ia tidak datang untuk macam kejahatan.
menghancurkan, tetapi untuk menyelamatkan
(Luk. 9:51-56). Tuhan Yesus penuh belas kasihan AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP
(Mat. 9:36; 12:17-21), mengasihi musuh-Nya (Yoh. 11:25)
(Mat. 5:38-44); Luk. 23:34; Rm. 12:17-21), dan Secara terus terang Yesus mengatakan bahwa
merendahkan diri-Nya untuk melayani semua Lazarus sudah mati. Ia merasa lega diri-
orang (Mat. 20:28; Flp. 2:5-11). Sayangnya, Nya tidak berada di sana saat Lazarus mati,
murid-murid Yesus rabun jauh, gegabah, dan karena melalui perjalanan ke Betania dan
tidak punya kasih (Ref. yak. 1:20; Yoh. 18:10- mujizat, Tuhan Yesus hendak menyatakan
11). identitas, kuasa, dan wewenang-Nya sebagai
Kedua, Yesus mengajarkan banyak Tuhan. Sekarang di tepi desa, Marta, saudara
perumpamaan tentang rahasia Kerajaan Surga: perempuan Lazarus, bercakap-cakap
penabur; ilalang, kawanan domba, dan lain-lain dengan Tuhan. Di tiga percakapan ini, Marta
(Mat. 13:2-9, 24-30, Yoh. 10:1-4). Namun murid- menunjukkan kekeliruan pemikiran yang sama
murid gagal paham (Mat. 13:10, 36; Yoh. 10:6). dengan yang diperlihatkan murid-murid Yesus.
Pada semuanya ini Yesus tetap berada jauh Pertama, Marta berkata kepada Yesus,
dari jangkauan pemahaman mereka, termasuk “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku
pada perihal penderitaan dan kematian Yesus pasti tidak mati” (Yoh. 11:21). Marta sepenuhnya
(Luk. 9:43-45; 18:31-34). Menerima Roh Kudus sadar bahwa Yesus mempunyai kuasa untuk
adalah kunci pengertian murid-murid pada arti menyembuhkan, dan ada semacam keluh kesah
pelayanan Yesus, namun gagal paham mereka dalam perkataannya, karena ia ingin agar Yesus
berlaku sebagai peringatan bagi semua orang datang lebih awal. Namun iman Marta terlihat

24
"
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup;
barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup
walaupun ia sudah mati,

- Yohanes 11:25 -

melalui permohonannya agar Yesus berdoa dalam janji Yesus, bahwa Ia sanggup memberi
kepada Bapa. kehidupan, seperti yang Ia lakukan pada anak
Menjawab Marta, Yesus berkata, perempuan Yairus (Luk. 8:49-56) dan anak
“Saudaramu akan bangkit” (Yoh. 11:23), seorang janda (Luk. 7:11-17).
yang maksudnya, Lazarus akan dibangkitkan Setelah itu, Yesus mengucapkan suatu
sekarang juga, di Betania. Namun Marta perkataan yang mungkin merupakan salah
menanggapinya dari sudut pandang historis satu ucapan yang paling indah dalam Alkitab,
sebagai manusia yang fana: “Aku tahu bahwa ia khususnya di Injil Yohanes: “Akulah kebangkitan
akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit dan hidup” (Yoh. 11:25). Untuk menyelamatkan
pada akhir zaman” (Yoh. 11:24). Hingga saat ini, dunia yang telah ditentukan untuk hancur,
sayangnya Marta masih tidak mengharapkan Yesus sebagai Firman yang menjadi manusia
Yesus akan membangkitkan Lazarus di saat itu harus datang menjadi “kebangkitan dan
juga (Yoh. 11:4, 11). Maka Marta tidak merasa hidup”, sumber dan alasan keberadaan hidup.
mendapatkan penghiburan yang berarti dari Kehadiran-Nya di Betania dan janji-Nya tidak
perkataan Yesus, karena pikirannya ada pada saja menunjukkan Hari Penghakiman, tetapi
dunia yang terbatas dan masa depan yang tidak juga saat ini. Setelah menyatakan kebenaran
pasti. Ia tidak melihat kebenaran yang penting ini, Yesus berkata kepada Marta, “Barangsiapa

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 25


percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun orang-orang Yahudi yang tidak mencapai
ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup apa yang seharusnya telah mereka sadari,
dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mengingat betapa banyaknya mujizat dan
mati selama-lamanya” (Yoh. 11:25-26). Di pekerjaan ajaib yang Yesus lakukan di hadapan
bagian pertama, Ia merujuk pada Lazarus mereka. Yesus merasa frustasi mengeluh (He
secara khusus, dan bagian kedua pada semua groaned in the spirit and was troubled – NKJV).
orang, termasuk Marta, Maria, dan orang- Orang-orang Yahudi tidak menyadari atau pun
orang percaya yang masih hidup dan percaya percaya pada momen historis ini. Di Betania ini,
kepada Yesus, tidak akan melihat kematian tidak jauh dari Yerusalem dan kayu salib, Yesus
kekal di kerajaan Allah Bapa (Yoh. 5:28-29; akan melakukan tanda mujizat terakhirnya
14:1-3; 1Yoh. 2:25; 5:11-12). Yesus menutup demi kemuliaan Bapa dan menunjukkan bahwa
pernyataan ini dengan bertanya kepada Marta, Dia adalah Bapa.
“Percayakah engkau akan hal ini?” (Yoh. 11:26). Ketika Yesus mendekati kubur, seseorang
Ia menanyakan apakah Marta memahami dua di tengah kerumunan berkata, “Ia yang
sisi kebangkitan: pada Lazarus yang saat ini memelekkan mata orang buta, tidak
mati secara jasmani, dan pada kehidupan kekal sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini
yang akan diterima oleh orang-orang benar. tidak mati?” (Yoh. 11:37). Melihat konteksnya,
Tampaknya tidak menyadari maksud yang orang ini mungkin menyindir tanpa menyadari
diarahkan Yesus, Marta mengarahkan imannya apa yang ia ucapkan. Mendengarnya, Yesus
bukan pada kehadiran Yesus di saat itu dan kembali gusar melihat orang-orang ini tidak
kuasa kebangkitan yang Ia miliki, tetapi pada menyadari bahwa mereka sedang menyaksikan
status dan wewenang-Nya dan apa yang akan pendahuluan tugas historis Mesias yang indah.
Ia lakukan di masa depan sebagai Hakim (Yoh. Yesus berhenti di depan kubur Lazarus
11:27). Marta sama sekali tidak memahaminya. dan menyuruh agar batu yang menutupi
Marta kembali ke desa. Maria segera kubur diangkat. Marta maju dan tanpa sadar
menghampiri Yesus, mengulangi perkataan menghalangi-Nya dengan berkata, “Tuhan,
saudara perempuannya (Yoh. 11:32, 22), ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia
sembari tersungkur di hadapan-Nya. Melihat mati” (Yoh. 11:39). Yesus menjadi kesal dan
Maria dan orang-orang meratap, Yesus sangat menegurnya, “Bukankah sudah Kukatakan
tersentuh oleh kasih mereka yang besar kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau
kepada Lazarus, tetapi di saat yang sama Ia akan melihat kemuliaan Allah?” (Yoh. 11:40).
juga bersedih melihat kegagalan iman dan Marta yang telah tenggelam dalam kesedihan
pengetahuan murid-murid dan kedua saudari dan pikirannya sendiri, telah lupa bahwa Tuhan
ini. Ungkapan perasaan Yesus di Yoh. 11:33, atas hidup (Ref. Luk. 7:11-17; 8:49-56), yang
“maka masygullah hati-Nya”, menurut catatan menciptakan alam semesta dan menenangkan
asli berbahasa Yunani juga berarti “gusar”, yang badai, dapat dengan mudahnya memanggil
menunjukkan bahwa Ia merasa kecewa dengan Lazarus untuk hidup kembali. Oleh karena

26
ketidaktahuannya, Marta menghalangi Yesus
dari pekerjaan ajaib yang akan menunjukkan Renungkanlah pengajaran-pengajaran ini
bahwa Ia adalah Anak Allah yang melakukan sebagai ringkasan pengajaran Yohanes 11:
kehendak Bapa (Yoh. 11:41-42). Dengan teguran - Jangan menggambarkan kehendak dan
keras Yesus, cerita ini tiba pada puncaknya. pemikiran Anda sebagai kehendak Allah
(Kis. 21:14). Renungkanlah Doa Bapa Kami
KESIMPULAN (Mat. 6:10) dan doa dan ketaatan Yesus
Kita melihat bahwa di perjalanan menuju Betania, pada kehendak Bapa di Getsemani (Mat.
murid-murid Yesus dan juga Marta, Maria, dan 26:42).
orang-orang Yahudi (pendeknya, semua orang),
gagal dalam iman dan pengetahuan mereka - Bangunlah iman Anda di atas dasar Firman
tentang kehendak Allah. Di balik klimaks yang Allah yang sejati (Mat. 7:24-26), dan
emosional ini, kita dapat melihat kesedihan sungguh-sungguh mengenal-Nya (Mat.
dan kekecewaan Yesus. Dalam perumpamaan, 16:16; 24:32-33; Ef. 4:13; 5:18; Flp. 1:9-11;
Yesus menyamakan angkatan ini seperti anak- Kol. 1:9-12; Yak. 1:22; Yud. 20-21).
anak yang bermain di pasar (Luk. 7:31-35). Satu
kelompok memainkan seruling dan menyanyi - Jangan mendukakan Roh Kudus (Ef. 4:30).
kidung duka sembari meminta kelompok lain
menari dan berduka, namun tidak ada yang - Pahamilah apa yang dikehendaki Allah bagi
mau mengikuti permintaan satu sama lain. Anda (Kis. 22:10).
Yesus menggunakan perumpamaan ini untuk
menunjukkan bagaimana orang-orang Yahudi - Muliakanlah Allah (1Kor. 6:20).
tidak mau menanggapi pesan yang dibawakan
kepada mereka oleh Yohanes Pembaptis
maupun Yesus, yang menyuruh mereka
untuk berduka dan bertobat. Mereka pun
menyuruh Yohanes untuk makan dan minum,
menyuruh Yesus untuk berduka, tetapi Yesus
dan Yohanes tidak dapat memuaskan mereka.
Dunia dan pembawa pesan Allah tidak dapat
berjalan beriringan, karena angkatan ini adalah
angkatan yang bengkok iman dan keras hati.
Bahkan Marta pun yang telah menunjukkan
bahwa ia percaya bahwa Kristus adalah Allah, ia
tidak berhasil menunjukkan iman yang murni.

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 27


Manna

esus berkata sembari membawa tidak berubah. Mereka masih menggunakan


seorang anak-anak di tengah-tengah kacamata duniawi. Tuhan ingin agar mereka
murid-murid-Nya, “Aku berkata dilahirkan kembali, menjadi seperti anak-anak.
kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak Untuk menjadi seperti anak-anak, kita
bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, harus dilahirkan menjadi manusia baru.
kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Nikodemus, seorang pemimpin Yahudi, datang
Sorga” (Mat. 18:2-3). Di kesempatan lain, Ia juga kepada Yesus di malam hari dan berbicara
berkata, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tentang perkara Kerajaan Surga. Yesus berkata
barangsiapa tidak menyambut Kerajaan kepadanya bahwa manusia harus dilahirkan
Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan kembali agar mereka dapat masuk ke dalam
masuk ke dalamnya” (Mat. 10:15). Pengajaran- Kerajaan Surga. Namun Nikodemus tidak dapat
pengajaran ini tidak dimaksudkan bagi orang memahami hal ini. Ia bertanya, “Bagaimanakah
banyak, tetapi khusus kepada murid-murid- mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah
Nya. Mereka bertengkar mengenai siapa yang tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam
terbesar di Kerajaan Surga. Mereka melarang rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab
anak-anak mendekati Yesus. Walaupun mereka Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
telah cukup lama mengikut Yesus, mereka jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh,

28
P ENY EGA RA N RO H A NI

ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. rupa, mengenakan pakaian kumel, hidup
Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, susah, tinggal di rumah yang reot, tidak punya
dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh” banyak harta, namun anak tetap mencintai
(Yoh. 3:1-8). mereka. Apabila ada orang kaya mengimingi
Dilahirkan dari air berarti dibaptis di dalam seorang anak berbagai macam mainan, pakaian
air. Dilahirkan dari Roh berarti menerima yang indah-indah, dan sekarung permen dan
baptisan Roh Kudus. Jadi hanya setelah kita coklat, apakah anak itu akan mengikuti orang
dibaptis di dalam air dan menerima Roh Kudus, kaya yang tidak ia kenal? Tidak. Seorang anak
barulah kita dapat menjadi seperti anak-anak. mungkin suka dengan hal-hal itu, tetapi ia
Yesus berkata, “Siapa yang percaya dan tidak akan menukar orang tuanya, karena ia
dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang mencintai mereka di atas segalanya.
tidak percaya akan dihukum” (Mat. 16:16). Bila Kita adalah anak-anak Allah. Kita harus
begitu, maka langkah keselamatan pertama mencintai Allah Bapa kita. Alkitab berkata,
adalah percaya dan dibaptis. Paulus “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan
mendorong hal ini lebih jauh dengan segenap hatimu dan dengan segenap
berkata, “Atau tidak tahukah kamu, jiwamu dan dengan segenap akal
bahwa kita semua yang telah dibaptis budimu dan dengan segenap
dalam Kristus, telah dibaptis dalam kekuatanmu” (Mrk. 12:30; Mzm.
kematian-Nya? Dengan demikian 73:25).
kita telah dikuburkan bersama-sama Anak-anak tidak ingin
dengan Dia oleh baptisan dalam meninggalkan orang tuanya.
kematian, supaya, sama seperti Memberi permen dan mainan kepada
Kristus telah dibangkitkan dari antara anak yang tersesat mungkin dapat
orang mati oleh kemuliaan Bapa, menenangkannya untuk sementara
demikian juga kita akan hidup dalam hidup waktu, tetapi nanti ia akan menangis lagi,
yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu sampai ia bertemu kembali dengan orang
dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, tuanya. Karena itu, kita tidak boleh memisahkan
kita juga akan menjadi satu dengan apa yang diri dari Allah Bapa kita.
sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita Yesus berkata, “Akulah pokok anggur dan
tahu, bahwa manusia lama kita telah turut kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa
disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia
kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak
lagi kepada dosa” (Rm. 6:3-7). dapat berbuat apa-apa” (Yoh. 15:5). Sungguh,
Tetapi seperti apakah anak-anak? Mereka kita bukanlah apa-apa apabila kita terputus dari
mencintai orang tua mereka. Di mata seorang belas kasih dan anugerah Allah. Kita tidak dapat
anak, tidak ada yang lebih diagungkan daripada berbuat apa-apa. Paulus berkata, “Siapakah
orang tuanya. Orang tuanya bisa saja berburuk yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 29


Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, syukur. Damai sejahtera Allah,
atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya yang melampaui segala akal,
atau pedang? …Sebab aku yakin, bahwa baik akan memelihara hati dan
maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, pikiranmu dalam Kristus
maupun pemerintah-pemerintah, baik yang Yesus” (Flp. 4:6-7).
ada sekarang, maupun yang akan datang, atau Apabila kita dapat
kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang beriman kepada Allah, Ia
di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan menganugerahkan
akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, damai sejahtera dan berkat-
yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Rm. berkat-Nya kepada kita. Daud
8:35-39). Apa pun yang terjadi kita tidak boleh percaya kepada Tuhan. Ia hanya
meninggalkan Tuhan kita yang sejati. membawa sebatang tongkat dan
Anak-anak bergantung pada orang tua. lima batu untuk berperang melawan raksasa
Terlebih lagi kita, harus bersandar pada Filistin. Daud berkata, “Engkau mendatangi
Allah karena Allah adalah kasih (Yoh. 3:16; aku dengan pedang dan tombak dan lembing,
1Yoh. 4:8). Kasih Allah bagi kita bahkan lebih tetapi aku mendatangi engkau dengan nama
besar daripada kasih orang tua kita. Jadi TUHAN semesta alam, Allah segala barisan
Allah Bapa, Yesus Kristus, Tuhan kita yang Israel yang kautantang itu” (1Sam. 17:45). Pada
sejati-lah sandaran yang dapat kita andalkan. akhirnya Daud menghancurkan musuhnya
Alkitab memberitahukan bahwa Tuhan adalah dengan bersandar kepada Allah. Karena itu,
tempat bernaung dan berlindung. Ia akan apabila kita dapat menjadi seperti anak-anak,
menyelamatkan kita dari jerat si jahat. Ia percaya sepenuhnya kepada Allah, Ia akan
akan mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk memelihara kita dan memberkati segala usaha
menjaga kita (Mzm. 91:2-11). Nabi Yesaya kita (Mzm. 37:5; 1Ptr. 5:7).
memberitahukan kita bahwa apabila kita Anak-anak mengasihi saudara-saudaranya.
percaya kepada Allah, kita akan hidup dalam Apabila seseorang berkata kepada seorang
damai sejahtera (Yes. 26:3). Sering anak bahwa kakak atau adiknya akan diberikan
kita melihat saudara-saudari kita kepada orang lain, ia akan marah atau pun
mengandalkan usahanya sendiri sedih. Ia tidak ingin kehilangan saudaranya.
ketika menghadapi kesulitan. Gereja adalah rumah Allah (1Tim. 3:15). Setiap
Namun Paulus berkata, orang yang bertobat dan dibaptis menjadi
“Janganlah hendaknya kamu bayi yang baru dilahirkan dalam Tuhan (Yoh.
kuatir tentang apa pun juga, 1:12-13; Yak. 1:18). Kasih seorang anak kecil
tetapi nyatakanlah dalam pada adik bayinya sangatlah murni, tidak ada
segala hal keinginanmu maksud lain selain kasih semata-mata.
kepada Allah dalam doa dan Petrus berkata, “Karena kamu telah
permohonan dengan ucapan menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada

30
kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan melihat apa yang dilakukan orang dewasa dan
kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah juga akan melakukannya. Begitu juga, Tuhan
kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi Yesus ingin agar kita menjadi seperti anak
dengan segenap hatimu” (1Ptr. 1:22). Namun kecil, sehingga kita dapat belajar dari para
patut disayangkan ada saja saudara atau pendahulu iman kita. Paulus berkata, “Jadilah
saudari yang tampaknya beriman, melayani pengikutku, sama seperti aku juga menjadi
Tuhan dengan tekun, tetapi memusuhi seorang pengikut Kristus” (1Kor. 11:1). Dan “Saudara-
saudara atau saudari. Bagi mereka, Alkitab saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah
menasihati: “Jikalau seorang berkata: “Aku mereka yang hidup sama seperti kami yang
mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, menjadi teladanmu” (Flp. 3:17). Tuhan Yesus
maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa sendiri juga berkata, “Aku berkata kepadamu,
tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan
tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia
dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang
Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak”
mengasihi saudaranya” (1Yoh. 4:20-21). Jadi (Yoh. 5:19). Dan Petrus berkata, “Sebab untuk
apabila kita sungguh-sungguh mengasihi Allah, itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah
kita harus menjadi seperti anak kecil yang murni menderita untuk kamu dan telah meninggalkan
dan tidak mempunyai motivasi tersembunyi, teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-
mengasihi saudara-saudarinya dengan tulus. Nya” (1Ptr. 2:21). Karena itu, ikutilah teladan
Apabila kita saling mengasihi, maka dunia akan yang telah ditinggalkan oleh Tuhan kita dan
mengetahui bahwa kita adalah murid-murid para rasul-rasul.
Yesus (Yoh. 13:34-35). Kiranya Roh Tuhan Yesus memenuhi kita
Anak-anak suka meniru. Mereka belajar untuk membantu kita menjadi seperti anak-
dari orang-orang yang lebih dewasa. Mereka anak.

Matius 18:3
lalu berkata: "Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan
menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak
akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 31


32
P ENY EGA RA N RO H A NI

Rasa Puas Diri


dan Kesombongan Jordan Kwok - Inggris

i sebuah diskusi dengan topik iman, Kehidupan kita yang damai dan pelayanan

D salah seorang pemuda memberikan


pertanyaan mengenai mengatasi
kita kepada Tuhan membuat kita merasa
seakan-akan telah benar dalam iman dan lebih
rasa puas diri dan kesombongan dalam iman baik daripada orang lain yang tidak melakukan
dan pelayanan kita kepada Tuhan. Sebagai sebanyak yang kita lakukan. Tetapi jika kita
pemuda-pemuda yang baru mulai memegang melabuhkan perasaan kita dalam kepuasan
berbagai tanggung jawab di gereja, kita dapat seperti ini, hal ini dapat mengakibatkan kita
dengan mudah memiliki rasa percaya diri dan menjadi sombong. Untuk mengatasi rasa puas
rasa bangga pada iman kita. Kita puas dengan dan sombong, kita harus mengerti pandangan
kehidupan iman kita karena kita selalu ada di Alkitab dan menggunakan pola pikir yang
gereja; kita menghadiri setiap kebaktian dan rendah hati.
persekutuan, dan melakukan banyak perbuatan
baik.

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 33


BAGAIMANA RASA PUAS DIRI BERUBAH Sebaliknya, tolok ukur Allah-lah yang harus
MENJADI KESOMBONGAN? menjadi patokan kita. Yesus memberitahukan

Rasa puas diri adalah perasaan puas akan kita bahwa kita diakui dari buah-buah yang

kemampuan kita atau situasi yang menghalangi kita hasilkan: pohon yang baik menghasilkan

anda untuk berusaha lebih keras. Perasaan buah yang baik, sementara pohon yang tidak

ini tumbuh ketika kita menjadi puas dengan baik menghasilkan buah yang tidak baik (Mat.

kehidupan rohani kita. Kita merasa puas 7:16-20). Sebagai murid Yesus, menghasilkan

dengan keadaan kita sekarang – dalam iman, buah yang baik akan membedakan kita dari

hubungan kita dengan Tuhan, pelayanan kita orang-orang di dunia dan memuliakan Allah

di gereja – dan kita tidak melihat perlunya (Yoh. 15:8). Alkitab berulang kali menekankan

peningkatan. pertumbuhan rohani dengan menghasilkan


buah. Sebagai murid Yesus, kita bertanggung

“Memang kita tidak berani menggolongkan jawab untuk mengejar kesempurnaan rohani

diri kepada atau membandingkan diri dengan dan menjadi seperti Dia.

orang-orang tertentu yang memujikan diri Dengan pengertian ini, kita dapat bercermin

sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan dengan pertanyaan ini: Apakah menghadiri

ukuran mereka sendiri dan membandingkan setiap ibadah dan kegiatan gereja dapat

dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah membuat kita menghasilkan buah yang baik

bodohnya mereka!” (2 Kor. 10:12). dan menjadi lebih baik daripada orang-orang
yang tidak menghadirinya?

Di sini Paulus menyebutkan tentang


beberapa jemaat di gereja Korintus yang MENGHASILKAN BUAH
memuji diri sendiri dengan membandingkan Untuk menghasilkan buah, Alkitab menjelaskan
diri mereka dengan orang lain. Demikian juga, kepada kita bahwa kita harus berjalan dalam
ketika kita merasa puas diri, kita cenderung Roh (Gal. 5:16), dipimpin oleh Roh (Gal. 5:18)
untuk membandingkan diri kita dengan orang serta mendengar dan mengerti firman-Nya
lain dalam komunitas iman kita. (Mat. 13:23). Pertama-tama, kita harus taat
Dan ketika kita membanding-bandingkan, pada Roh. Ketaatan membutuhkan kerendahan
kita membuka pintu pada kesombongan dan hati untuk menyangkal diri sendiri dan
kejatuhan. Kita mengira diri kita kuat dan menyadari kelemahan kita. Selama hidup-
meremehkan orang-orang lain yang tidak Nya di dunia, Yesus menyatakan bahwa “Anak
seperti kita. Paulus memperingatkan bahwa tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya
perbandingan seperti itu tidak sehat, karena sendiri” (Yoh. 5:19) dan “Bapa yang di dalam
patokan yang kita gunakan untuk menghakimi Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya”
orang lain juga akan digunakan untuk (Yoh. 14:10). Demikian juga, kita tidak dapat
menghakimi kita. tumbuh dan menghasilkan buah tanpa Tuhan,

34
hiduplah oleh Roh,
maka kamu tidak akan
menuruti keinginan daging.

- Galatia 5:16 -

sama seperti ranting tidak dapat menghasilkan membiarkan Roh memimpin kita dalam segala
buah tanpa pokoknya (Yoh. 15:1-8). Tanpa Roh hal yang kita lakukan. Roh Allah memampukan
Allah, kita hanyalah daging, yang hanya dapat kita untuk bertindak sesuai dengan kehendak
menghasilkan pekerjaan daging (Gal. 5:19-21), Allah dan hidup kudus. Melalui doa yang rutin,
yang bertentangan dengan Roh. kita akan dikuatkan oleh Tuhan, terlepas dari
Pendeknya, setiap buah yang kita hasilkan segala tantangan yang mungkin kita hadapi
adalah karena Allah dan dari Allah. Kesadaran dalam kehidupan kita sehari-hari dan dalam
akan prinsip ini merupakan langkah awal pelayanan kita kepada Tuhan.
menuju kerendahan hati. Kerendahan hati juga Akhirnya, untuk menghasilkan buah kita
membantu kita untuk menyadari kasih dan harus mendengar dan mengerti firman Tuhan.
anugerah Allah yang besar; Ia memberikan Roh Yang lebih penting dari menghadiri kebaktian
Kudus bagi kita sehingga kita dapat melayani dan dengan giat mempelajari Alkitab adalah
dan bertumbuh, walaupun kita adalah orang- kita harus merenungkan pengajaran Alkitab
orang berdosa. dan menerapkannya dalam kehidupan kita
Selanjutnya, untuk menghasilkan buah, sehari-hari. Dengan berbuat demikian, kita
kita harus taat dan dipimpin oleh Roh. Kita bukan hanya akan memiliki iman, namun
harus hidup secara aktif dalam kehidupan juga perbuatan. Melalui kerendahan hati
rohani, bergandengan tangan dengan Tuhan, dalam pengembangan rohani, Tuhan akan

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 35


membiarkan buah kita bertumbuh. Dengan kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana
mengerti standar Tuhan dan mempertahankan aku ada sekarang, dan kasih karunia yang
pola pikir yang rendah hati, kita dapat dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia.
mengalahkan rasa puas diri, bahkan sebelum ia Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari
muncul dan mencegah kesombongan terbentuk pada mereka semua; tetapi bukannya aku,
di dalam diri kita. melainkan kasih karunia Allah yang menyertai
aku. (1 Kor. 15:9-10).
TELADAN PAULUS Paulus mengerti bahwa karena masa
Di dalam surat-suratnya, Paulus membagikan lalunya, dia tidak layak untuk melayani Tuhan
bagaimana dia mengalahkan kesombongan ataupun disebut sebagai seorang rasul. Dia
yang berasal dari kepuasan diri. Paulus adalah tahu bahwa karena anugerah Tuhan, dia dapat
seorang rasul hebat yang telah bekerja dengan menjadi rasul dan melayani seperti yang dia
giat untuk Tuhan. Sangatlah wajar jika orang- lakukan saat itu. Kesadaran diri seperti ini serta
orang melihat dan mengikutinya sebagai rahmat dan kasih Tuhan telah memotivasinya
pemimpin rohani dan memuji dia atas imannya. untuk bekerja dalam pekerjaan Tuhan. Di dalam
Penghargaan demikian akan sangat mudah kitab Efesus, Paulus berulang kali mengatakan
membuat Paulus menjadi sombong. Tetapi bahwa dia adalah yang terkecil dari semua
sesungguhnya, apa yang dia pikirkan? Karena jemaat, dan bahwa hanya karena anugerah
aku adalah yang paling hina dari semua rasul, Tuhan, dia dapat memberitakan Injil (Ef. 3:8).
bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku Ini merupakan kerendahan hati Paulus.
telah menganiaya jemaat Allah. Tetapi karena

36
KESIMPULAN adalah kerendahan hati, menyadari bahwa

Menggunakan setiap kesempatan untuk semua yang kita lakukan, dari melayani hingga

menghadiri kebaktian dan persekutuan, menghasilkan buah, semuanya adalah melalui

serta berpartisipasi dalam pekerjaan gereja tangan Tuhan. Sama seperti Yesus dan Rasul

adalah baik dan berperan penting dalam Paulus, dengan rendah hati, kita taat kepada

pengembangan rohani. Tetapi jika kita tidak Roh dan hidup dengan dipenuhi buah-buah

waspada, kita akan sangat mudah jatuh ke kebaikan, keadilan dan kebenaran (Ef. 5:9).

dalam jerat rasa puas diri. Dan ketika kita Ketika kita dapat menghasilkan buah, Tuhan

membiarkan rasa puas diri tumbuh, ini dapat akan senang kepada kita (Mzm 147:11; 149:4).

mengarah pada kesombongan. Sebaliknya, Kiranya Tuhan memimpin kita untuk menguji

jika kita mengerti bahwa standar Tuhan itu diri kita ( 2 Kor. 13:5) dan memastikan bahwa

jauh di atas standar kita, kita akan mengejar kita tidak membandingkan diri kita dengan

pertumbuhan rohani melalui pengembangan orang lain dengan menggunakan standar

kerohanian; kita tidak akan pernah merasa manusia, melainkan biarlah kita bertumbuh

puas diri, tetapi berjuang untuk menghasilkan dengan rendah hati dalam terang firman-Nya.

buah demi kemuliaan Tuhan.


Sebagai kesimpulan, kunci untuk
mengalahkan rasa puas diri dan kesombongan

Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman.


Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa
Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian,
kamu tidak tahan uji.

- 2 Korintus 13:5 -

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 37


KEMATIAN
Sudut Pandang Seorang Kristen
anonim

38
H
P ENY EGA RA N RO H A NI

idup ini singkat. Kematian adalah akan lagi naik kembali untuk memberitahukan
penghujung jalan yang tidak dapat pengalaman mereka.
kita hindari. Tidak ada orang yang
lebih mencintai saya daripada nenek. Ia Namun orang Kristen tidak takut.
senantiasa ingat hari ulang tahun saya. Ia
selalu mengantarkan saya ke gereja. Paulus berkata, “Karena kami tahu, bahwa
Saya tidak pernah dapat melupakan hari itu, jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini
saat ia tiba-tiba jatuh dan mengalami keadaan dibongkar, Allah telah menyediakan suatu
koma. Beberapa hari kemudian, ia dipanggil tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu
Tuhan. tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat
Saat itulah pertama kalinya saya mengecap oleh tangan manusia… tetapi hati kami tabah,
apakah itu kematian. dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini
Sebelumnya, saya sudah mengunjungi untuk menetap pada Tuhan” (2Kor. 5:1, 8).
beberapa pemakaman tanpa ada sedikitpun Kematian menjanjikan hal-hal yang lebih
rasa sedih. Waktu sungguh telah memperdalam baik bagi seorang Kristen. Kematian adalah
pemahaman saya tentang hidup, dan juga pintu gerbang menuju dunia yang baru, bebas
kematian. dari penderitaan. Ia adalah kebahagiaan bagi
Saat saya menyentuh jenazah nenek, ia orang Kristen.
diam saja, tidak bereaksi, seakan segalanya Karena itulah, Paulus dengan percaya diri
berhenti begitu saja. Dan tubuhnya yang tak menyatakan, “Karena bagiku hidup adalah
bernyawa akan segera berlalu dari bumi ini. Kristus dan mati adalah keuntungan.Tetapi
Orang yang saya kasihi dan hormati telah jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti
meninggalkan saya. Saat itulah dari lubuk hati bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang
saya menangis. Kapankah kami bertemu lagi? harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari
Orang bilang bahwa dunia ini adalah dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-
panggung sandiwara, dan semua orang adalah sama dengan Kristus—itu memang jauh lebih
aktornya. Seperti aktor, mereka sebentar saja baik;tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini
ada di panggung, lalu tidak kelihatan lagi. karena kamu” (Flp. 1:21-24).
Ada berbagai jenis orang, masing-masing Saat kita masih hidup dan mampu berbuat
berusaha menemukan identitas mereka sesuatu, kita harus melakukan apa yang
sendiri, tetapi hal yang tragis adalah banyak sepatutnya, dan apa pun yang kita lakukan,
di antara mereka yang tidak tahu siapakah lakukanlah dengan segenap kekuatan. Kita
mereka sesungguhnya. lakukan dengan sebaik-baiknya bagi Allah yang
Seorang Kristen sepenuhnya menyadari maha tinggi. Hiduplah demi kebaikan orang
bahwa suatu saat para aktor harus lain, dan warisan kehidupan kekal.
meninggalkan panggung, cepat atau lambat. Maka, bila kita hidup, kita hidup demi
Dan mereka yang meninggalkan panggung tidak Tuhan, dan bila kita mati, kita mati demi Tuhan.

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 39


Jonathan Chou - Amerika Serikat

40
SERB A -SERB I

ada tanggal 14 Mei 1948, negeri

P Palestina mengibarkan bendera


Bintang Daud dan negara Israel pun,
yang sudah musnah selama hampir dua ribu
tahun, secara resmi didirikan kembali. Akan
tetapi, pada tingkat rohani, nubuat tersebut
berlaku untuk pemulihan gereja sejati, Israel
yang rohani.
Pada penghujung zaman rasul-rasul, Tuhan
menarik kembali Roh Kudus karena kebenaran
telah berubah. Namun, seiring dengan nubuat
Alkitab mengenai pemulihan gereja sejati, Roh
Kudus mendirikan kembali gereja sejati zaman
akhir dengan nama Gereja Yesus Sejati di
Beijing, Cina, pada tahun 1917. Sejak itu, gereja
semakin bertumbuh dan dengan bimbingan
Tuhan, kini gereja telah tersebar ke seluruh
dunia, menggenapi nubuat Alkitab bahwa “Injil
Kerajaan ini akan diberitakan diseluruh dunia
menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah
itu barulah tiba kesudahannya” (Mat. 24:14).
Dipercaya dengan amanat untuk
memberitakan Injil keselamatan yang
sepenuhnya, dan dibimbing oleh kuasa Roh
Kudus, para pekerja awal kita menyebarkan
Injil dengan segera. Mereka berdoa dan
bekerja bersama-sama, dan dengan satu
hati, mengadakan rapat untuk membahas,
merencanakan, dan memperluas pekerjaan
penginjilan.
Pada konferensi di Nanjing, Cina, tahun
1926, para utusan gereja menetapkan resolusi
untuk membuat sistem majelis pusat, memulai
kursus pelatihan teologi, dan menerbitkan
literatur gereja. Keputusan tersebut berdampak
luas terhadap perkembangan gereja, dan Injil

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 41


tersebar cepat ke seluruh Cina dan ke wilayah- Kongres Internasional tahun 2013 yang
wilayah Asia lainnya. Namun, sejak tahun 1950, diselenggarakan tanggal 26 Maret sampai 7
karena pergolakan politik dalam negeri, gereja April di gereja Irvine, Los Angeles, California,
di Cina kehilangan kontak dengan gereja-gereja mengusung tema “Membuat Bangsa Ini
di wilayah Asia lainnya. Bertambah-tambah, Memperluas Negerinya”
Pada tahun 1967, Majelis Pusat di Taiwan (Yes. 26:15), melanjutkan tema sebelumnya,
menyelenggarkan Kongres Internasional “Penerus.” Diskusi difokuskan pada
pertama yang dihadiri oleh utusan-utusan mengembangkan kerajaan Tuhan dengan cara
dari berbagai negara di mana pun Gereja secepatnya mengabarkan Injil sepenuhnya ke
Yesus Sejati berada. Tak lama kemudian, seluruh penjuru dunia dan menyiapkan diri
Majelis Internasional (MI) pun didirikan untuk untuk menyambut kedatangan Tuhan yang
mengkoordinir sumber daya manusia dan kedua kalinya. Selagi gereja mendekati usia
materi gereja secara menyeluruh. Hasilnya, satu abad, ia menghadapi masyarakat yang
misi penginjilan berkembang secara aktif dan berubah pesat, yang berpengaruh besar pada
Injil keselamatan mencapai kelima benua di iman masing-masing jemaat. Dibutuhkan
dunia. Ketika Cina kembali membuka pintu- wawasan luas dalam pekerjaan penginjilan
pintunya kepada dunia pada tahun 1980-an, dan penggembalaan untuk menguatkan iman
gereja di Cina pun bangkit kembali, banyak jemaat dan meningkatkan pertumbuhan gereja.
saudara-saudari seiman dari Cina pindah ke
negara lain, dan gereja secara keseluruhan
semakin berkembang. Tuhan membimbing dan
memberkati setiap perkembangan tersebut.
Kita percaya bahwa Injil yang sepenuhnya ini
akan terus dikabarkan sampai ke ujung dunia.
Saat ini, Kongres Internasional
diselenggarakan dua tahun sekali selama kira-
Pekerjaan
kira dua minggu setiap kalinya. Acara kongres Penginjilan dan
mencakup Rapat Panitia MI, Rapat Dewan Pengembalaan
Eksekutif MI, Rapat Panitia Peneliti Kebenaran belum selesai
MI, Simposium Penginjilan dan Penggembalaan
sampai
MI (disebut juga Simposium Pekerjaan Kudus
MI), Kongres Internasional, Rapat Panitia
kedatangan
Pelayanan Pemuda Internasional, Rapat Tuhan Yesus
Panitia Penasihat Program Pelayanan Internet, yang kedua
dan banyak kegiatan lainnya, termasuk
mengunjungi gereja-gereja di lingkungan
tersebut.

42
Untuk menyikapi hal-hal ini, MI telah banyak tempat. Di tingkat lokal, hamba-hamba
merancang serangkaian sub-tema dengan topik Tuhan ditahbiskan dan para pekerja pun diutus
yang lebih luas yaitu “Perkembangan Global untuk membimbing gereja setempat supaya
Gereja Yesus Sejati” yang akan didiskusikan menjadi mandiri. Ketika jumlah gereja pelan-
pada Simposium-Simposium Pekerjaan Kudus. pelan bertambah, Yerusalem dan Antiokhia
Pada kongres tahun 2013, diskusi difokuskan menjadi pusat koordinasi pekerjaan kudus.
pada “Tinjauan and Pandangan Gereja Kini, perkembangan gereja pun sama. Ketika
Yesus Sejati Memasuki Usia Satu Abad,” dan suatu gereja baru didirikan, pertama-tama kita
para peserta kongres menyumbangkan ide, perlu memupuk tiang-tiang penopang gereja
pengetahuan, dan pengalaman mereka, yang tersebut dan membantunya untuk mampu
akan disusun dan diterbitkan secara khusus. mengatur, membiayai, dan menyebarkan
Injil sendiri. Dengan bertambahnya jumlah
RENUNGAN TERHADAP KONGRES gereja, dewan koordinasi dan majelis pusat
INTERNASIONAL 2013 pun didirikan, sebagai pusat koordinasi
dan komunikasi. Majelis Internasional juga
didirikan dengan prinsip serupa. Sekarang ini
Majelis Internasional terdiri dari tujuh majelis
Organisasi Gereja yang Sehat pusat, enam dewan koordinasi, dan sejumlah
wilayah penginjilan yang ditangani langsung
Gereja adalah lembaga rohani yang harus
oleh MI.
diorganisir sesuai dengan Alkitab. Sebelumnya,
Kongres Internasional dwitahunan
Panitia Peneliti Kebenaran telah meloloskan
ini merupakan wadah untuk membahas
resolusi bahwa organisasi gereja tidak boleh
kebenaran, mengkoordinir pekerjaan kudus,
menyimpang dari prinsip-prinsip Alkitab. Kita
dan saling membantu. Selama kongres, para
harus mengurus keluarga Allah sebagai hamba
pekerja dipilih untuk merencanakan dan
yang mengemban amanat, dengan kebenaran
menjalankan pekerjaan kudus. Saat ini, MI
sebagai prinsip penuntun. Selain itu, prinsip
memiliki enam departemen dan dua kantor.
organisasi gereja haruslah mengikuti semangat
Satu kantor berada di Taiwan (belahan bumi
Yesus dalam mengurus seisi rumah-Nya (Mat.
Timur) sementara yang satunya berpusat di
20:25-28; Mrk. 10:42-45): dengan sukarela
Amerika Serikat (belahan bumi Barat).
dan tidak sok berkuasa atas mereka yang
Karena “tuaian banyak, tetapi pekerja
dipercayakan kepada kita tetapi hendaklah
sedikit”, MI menyikapi meningkatnya
menjadi teladan bagi kawanan domba itu (1Ptr.
kebutuhan pekerja ini dengan menyediakan
5:1-4; Kis. 20:28-30).
berbagai jenis pelatihan, termasuk secara
Gereja rasul-rasul zaman awal didirikan di
aktif merekrut dan melatih pendeta dan
atas fondasi para rasul dan para nabi. Dengan
sukarelawan untuk pekerjaan penginjilan dan
menyebarnya Injil, gereja pun didirikan di lebih
penggembalaan. Selama Kongres Internasional

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 43


2013, MI telah menambah tenaga kerja pada Kristus (Ef. 4:13). Hamba-hamba Tuhan
setiap departemen dengan juga memilih wakil harus menyampaikan firman Allah, berterus
direktur pada departemen tersebut untuk terang memberitakan perkataan kebenaran,
memastikan kelancaran pekerjaan kudus dan agar manusia dapat kembali mempelajari
menyediakan jalur-jalur pelayanan tambahan. kebenaran, melakukan perbuatan baik, dan
Kelompok-kelompok pekerja juga didirikan diselamatkan. (1Ptr. 4:11; 2Tim. 2:15). Gereja
untuk memfasilitasi pelatihan dan persiapan harus waspada terhadap ajaran sesat dan
calon-calon pekerja kudus. ajaran palsu—kebenaran termodifikasi yang di
permukaannya tampak benar—karena semua
ini akan mengacaukan iman kita, menghambat
kesatuan gereja, dan mengakibatkan gereja
Berpegang Teguh pada Kebenaran, kehilangan hadirat Allah (1Tim. 1:3,19; 4:1,6;
Menjaga Kesatuan Gereja 2Yoh. 9).
Gereja merupakan tiang penopang dan dasar Dasar kepercayaan gereja kita diberikan
kebenaran (1Tim. 3:15); agar bertumbuh, ia kepada para pekerja awal gereja melalui
harus mencapai kesatuan iman dan tingkat wahyu Kristus (Gal. 1:12). Setiap wahyu harus
pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan diperiksa dengan seksama untuk menentukan

44
apakah itu berasal dari Tuhan dan sesuai selama beberapa tahun terakhir ini, dan, sering
dengan Alkitab atau tidak. Jika ada dasar Alkitab kali, mencapai kata mufakat dan mensahkan
yang cukup, kita harus mengabarkan dan kepercayaan umum gereja kita.
menjalankan ajaran tersebut dengan sepenuh
hati. Dalam segala hal, kita harus menimbang
dan membedakan dengan seksama, karena
kita tidak dapat berbuat apa-apa melawan Penerus dan Pelayanan Pemuda
kebenaran; yang dapat kita perbuat ialah untuk Pemuda-pemudi kita adalah calon pekerja
kebenaran (2Kor. 13:8). gereja di masa depan. Oleh karena itu, gereja
Oleh karena itu, Panitia Peneliti Kebenaran memupuk mereka dengan berbagai cara.
MI pun dibentuk untuk mempertahankan Pada tahun 1981, MI membentuk Persekutuan
kebenaran Alkitab dan mencegah ajaran- Pemuda Internasional (PPI) untuk meningkatkan
ajaran sesat agar tidak mengacaukan jemaat. komunikasi antar kaum muda di seluruh dunia.
Syukur kepada Tuhan, dengan bimbingan Kemudian, PPI menyelenggarakan kursus
Roh Kudus dan melalui penyelidikan yang pelatihan teologi pemuda serta kegiatan-
seksama serta pemeliharaan kebenaran, kegiatan persekutuan.
anggota panitia tersebut dapat menjernihkan Pada Kongres Internasional tahun 2011,
perbedaan pandangan mengenai kebenaran PPI diganti menjadi Panitia Pelayanan Pemuda
Internasional (PPPI). PPPI bertujuan untuk
melatih kaum muda dan mendorong mereka
berpartisipasi dalam pekerjaan kudus di gereja
masing-masing serta di daerah perintisan. Selain
itu, pada tahun 2011, rapat PPPI pertama dan
Simposium Pekerjaan Kudus diselenggarakan
secara serentak. Para anggota PPPI juga bisa
Karena aku bukan
menghadiri Simposium Pekerjaan Kudus untuk
menerimanya dari manusia,
memahami perkembangan pekerjaan gereja
dan bukan manusia yang secara global dan bagaimana mereka bisa
mengajarkannya kepadaku, membantu dalam pekerjaan tersebut. Kita
tetapi aku menerimanya berharap semakin banyak pemuda-pemudi
terlatih yang bergabung dalam pekerjaan
oleh penyataan Yesus
penginjilan dan penggembalaan untuk
Kristus.
memajukan pekerjaan kudus.
- Galatia 1:12 - Pada saat yang sama, gereja harus terus
menunjukkan kepeduliannya terhadap iman
dan kehidupan pemuda-pemudi kita. Kita

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 45


harus menasihati mereka tentang pernikahan, kaya dan informasinya teramat berharga.
keluarga, dan pergaulan sosial agar mereka Panitia penyelenggara juga menyajikan
diperlengkapi dengan sikap yang sehat proposal tentang visi perkembangan gereja
terhadap kehidupan, bisa membangun rumah secara global.
tangga Kristen, dan menjadi tenaga pendukung Para peserta simposium mengusulkan
yang mapan untuk pekerjaan kudus. untuk membentuk “Pusat Penelitian dan
Pengembangan Pekerjaan Kudus” untuk
pemupukan rohani, diskusi, pelatihan,
penyebaran, dan penelitian. Dewan Eksekutif
Pekerjaan Kudus MI memutuskan untuk membentuk “Panitia
Rencana dan Perkembangan Jangka Panjang Pengembangan Pekerjaan Kudus” untuk
Selama berlangsungnya Simposium Pekerjaan meneliti dan merancang perkembangan
Kudus, para utusan saling membagikan pekerjaan kudus di masa depan.
perkembangan gereja sejati di negara masing-
masing dan rencana serta pandangan gereja di
masa depan. Pembicaraan tersebut sangatlah

46
melengkapi media cetak dan penyelidikan
mendalam terhadap kebenaran. Bahan-bahan
tertulis tentang doktrin dan dasar kepercayaan
kita dalam berbagai bahasa daerah target
Menghadapi Zaman Pelayanan Internet
perintisan akan sangat berharga.
Internet telah menjadi alat penginjilan dan Kesimpulannya, gereja menghadapi banyak
penggembalaan yang sangat bermanfaat (ref. tantangan menjelang usianya yang satu abad.
Mat. 13:47; Why. 14:6-7). Selain menampilkan Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita
doktrin-doktrin kita secara tertulis, gereja untuk tetap berjerih-lelah demi Injil yang
harus mempertimbangkan penggunaan multi- sepenuhnya dengan satu hati dan satu pikiran.
media untuk mengenalkan iman kita. Di banyak
negara, informasi mudah sekali diakses dan
tersedia melalui internet. Dengan perencanaan
yang seksama dan pelaksanaan yang
sistematik, internet dapat berkontribusi dalam
pekerjaan penginjilan. Walaupun tidak dapat
digunakan sebagai pengganti, internet dapat

WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 47


Terima kasih atas dukungan dari Saudarai. Laporan
Persembahan
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan
dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia
(1Kor. 15:58b).

SEPTEMBER 2016
Bagi Saudara-i yang tergerak untuk
mendukung dana bagi pengembangan Halianto 200,000

majalah Warta Sejati, dapat menyalurkan Tianggur Sinaga 900,000


NN 1,000,000
dananya ke:
Simarjati 500,000
NN 300,000

Bank Central Asia (BCA)


OKTOBER 2016
KCP Hasyim Ashari - Jakarta
NN 690,125
a/n : Literatur Gereja Yesus Sejati
Simarjati 250,000
a/c : 2623000583
Simarjati 250,000
Tianggur Sinaga 883,000

dan kirimkan data persembahannya melalui


NOVEMBER 2016
amplop yang kami sertakan. Kasih setia dan
Tianggur Sinaga 854,000
damai sejahtera Tuhan menyertai Saudara-i
Simarjati 500,000
Ong Sie Pin 1,000,000
EW Bogor 1,000,000
perhatian:
Lim Tjing Pey 300,000
Saudara/i diharapkan untuk tidak
mengirimkan dana melalui amplop pos DESEMBER 2016
untuk menghindari
Tianggur Sinaga 988,000
hal-hal yang tidak diinginkan
NN 200,000
Inggrid Suhana 200,000
Simarjati 500,000

MAJALAH INI TIDAK DIPERJUALBELIKAN


WARTA SEJATI 92 WAKTU BAGI TUHAN 49
50