Anda di halaman 1dari 5

PRAKTIKUM KOMUNIKASI DATA

BAB I : KODE ASCII, BIT PARITAS, DAN BLOK DATA


A. Kode ASCII
Sebuah standar Amerika untuk menunjuk sebuah karakter diberi nama American Standard
Code for Information Interchange (ASCII), standar ini dapat digunakan untuk membuat kode
sejumlah 128 buah karakter. Kode ASCII pertama digunakan tahun 1963, karena ada penambahan
kode beberapa karakter maka kode ini disempumakan pada tahun 1967. Setiap kode ASCII
dinyatakan dalam bilangan heksa, kode ini merupakan cikal bakal sistem komunikasi digital antar
perangkat komputer dan merupakan sistem kode yang pertama kali digunakan dalam sistem
komputerdan komunikasinya. Sampai saat ini setiap komputer yang diproduksi menggunakan
kode ASCII, baik pada komputer personal, laptop maupun jenis komputer lainnya.
Tabel 1 merupakan sistem kode ASCII yang disusun secara matrik, bit ke 1 sampai bit ke 4
menunjukan kode belakang dan bit ke 5 sampai bit ke 7 menunjukan kode depan. Kode ASCII
berdasarkan Tabel 1 tersebut merupakan bilangan heksa desimal, jadi untuk karakter A (kapital)
dari kolom menunjukan 100 berarti sama dengan 4 dan dari baris menunjukan 0001 yang berarti
nilai 1 sehingga kode huruf A adalah 41 dalam bilangan heksa.
Tabel 1. Kode ASCII
Misal ditanyakan berapa kode huruf b dalam heksa berdasarkan kode ASCII, maka jawabnya
dilihat pada Tabel 1 dari kolom = 110 dan dari baris diperoleh 0010 sehingga diperoleh kode 110
0010 = 62 dalam heksa.

B. Bit Paritas
Kode ASCII yang terdiri dari 7 bit akan memiliki pengkodean karakter sejumlah 27 = 128,
yaitu mulai dari 000 0000 sampai dengan 111 1111. Pemanfaatan kode ASCII dalam transmisi
data adalah dengan menambahkan 1(satu) bit lagi sehingga kode karakter menjadi 8 bit, fungsi
dari bit ke delapan adalah untuk memberikan identitas paritas pada data terkirim.Penambahan satu
bit pariti ini dapat dimanfaatkan untuk menguji apakah data berupa karakter terkirim dengan benar
atau tidak, atau dengan kata lain berfungsi untuk deteksi kesalahan bit pada data berupa kode
ASCII terkirim. Dalam menentukan paritas karakter dapat dipilih, yaitu menggunakan paritas
genap (even parity) atau diinginkan menggunakan paritas ganjil (odd parity).
Bit pariti akan menjadi bit MSB kode ASCII, sehingga dengan penambahan 1 bit setiap
karakter akan membentuk jumlah logika 1(satu) pada kode tersebut. Jika diharapkan kode dengan
paritas ganjil maka jumlah logika 1(satu) harus ganjil, demikian juga jik diharapkan kode
berparitas genap maka jumlah logika dalam kode tersebut berjumlah genap.

C. Blok Data
Misalkan dalam satu blok data disusun dari 7 buah karakter, dan isi data berupa pesan
berbunyi “selamat” maka paritas dapat dicari dengan cara sebagai berikut:

Dari blok data yang terbentuk dari pesan selamat dicari kode ASCII setiap karakter, kemudian
dicari paritasnya dalam kode ini diambil paritas genap dan dituliskan pada bit-7. Setelah ditemukan
semua paritas dari setiap karakter pembentuk pesan dan dituliskan pada bit-7, maka langkah
selanjutnya adalah mencari paritas dari setiap kolom mulai bit-0 sampai bit-7 dan dituliskan secara
mendatar pada baris BCC.
Adapun fungsi dari paritas pada bit-7 adalah sebagai kunci uji data untuk mencari error setiap
karakter secara horisontal, istilah deteksi error secara horizontal adalah longitudinal redundancy
check (LRC). Sedang fungsi paritas pada BCC sebagai baris penutup blok data difungsikan sebagai
deteksi error secara vertikal, istilah deteksi vertikal adalah vertical redundancy check (VRC). Dari
kedua paritas inilah terbentuk model matrik deteksi error yaitu kombinasi dari deteksi LRC dan
deteksi VRC.
Langkah Praktikum
1. Paritas tunggal. Dengan menggunakan kode ASCII 7 bit, konversikan 7 karakter terakhir dari
NIM anda ke dalam kode binernya!
a. Gunakan paritas ganjil dan cantumkan nilai hexa dari masing-masing karakter.
Bit Bit data
No Char Hexa
Paritas 1 2 3 4 5 6 7
1
… … … … … … … … … … …
7
b. Gunakan paritas genap dan cantumkan nilai hexa dari masing-masing karakter.
Bit Bit data
No Char Hexa
Paritas 1 2 3 4 5 6 7
1
… … … … … … … … … … …
7

2. Blok data. Tuliskan data 7 karakter NIM anda ke dalam bentuk blok data!
a. Gunakan paritas ganjil
Bit Data
No Char
1 2 3 4 5 6 7
1
… … … … … … … … … …
7
BCC
b. Gunakan paritas genap
Bit Data
No Char
1 2 3 4 5 6 7
1
… … … … … … … … … …
7
BCC