Anda di halaman 1dari 3

pelaksanaan pelayanan keperawatan perioeratif di kamar operasi melibatkan dua bagian tugas

perawat, yaitu perawat bedah (perawat instrument, perawat sirkuler) dan perawat anestesi.
Perawat anestesi memberikan pelayanan asuhan keperawatan anestesi (ilmu yang
mempelajari tata laksana untuk mematikan rasa) dan reanimasi (menggerakkan kembali =
menghidupkan kembali) sesuai dengan peran dan peraturan yang berlaku di rumah sakit. Saat
ini jumlah perawat anestesi di Indonesia yang terdaftar kurang lebih berjumlah 1700 perawat
(IPAI, 2012) dan jumlah dokter anestesi sebanyak 770 dokter (Susilo, 2010.

Perawat anestesi dalam hal ini bernaung dibawah organisasi Ikatan perawat Anestesi
Indonesia (IPAI) telah memiliki kode etik, standar profesi serta standar pelayanan dan standar
prosedur operasional yang diatur oleh organisasi profesi, kementerian kesehatan dan fasilitas
pelayanan kesehatan terkait

Ketentuan perundangan lain yang berkaitan dengan keperawatan anestesi adalah Peraturan
Menteri kesehatan No 148 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Praktik Perawat, yang
mengatur tentang perizinan dan penyelenggaraan praktik yang dilakukan perawat. Peraturan
Menteri Kesehatan No 519 tahun 2011 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan
Anestesiologi dan Terapi Intensif di Rumah Sakit yang mengatur hubungan dokter anestesi
dengan perawat anestesi dalam pelayanan anestesiologi dan terapi intensif yang didasari oleh
adanya peningkatan kebutuhan pelayanan anestesiologi dan terapi intensif yang tidak
diimbangi dengan jumlah dan distribusi dokter spesialis anestesiologi secara merata di
Indonesia. Dalam hal ini disadari atau tidak bahwa pelayanan keperawatan anestesi
dibutuhkan oleh masyarakat sebagai penerima pelayanan yang mengharapkan keamanan dan
kualitas yang baik, serta dokter spesialis anestesi sebagai tim dalam pelayanan anestesiologi
dan terapi intensif yang mengharapkan perawat anestesi yang memiliki dasar pendidikan dan
keterampilan perawatan anestesi guna menunjang pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan
di seluruh wilayah Indonesia.

Tindakan anestesi adalah tindakan medis yang dilakukan oleh dokter spesialis anestesi dan
atau perawat anestesi di kamar operasi pada pasien yang akan menjalani pembedahan.

Perawat anestesi bertugas :


1. Melakukan persiapan alat dan obat-obatan yang akan dipergunakan untuk tindakan anestesi
pada pasien yang akan menjalani pembedahan di kamar operasi
2. Melakukan tindakan anestesi sesuai prosedur tetap atas petunjuk yang diberikan oleh
dokter spesialis anestesi
3. Melakukan pengawasan atau monitoring pasien selama menjalani tindakan pembedahan
4. Melakukan upaya resusitasi dan pengelolaan apabila diperlukan selama pasien menjalani
pembedahan dan pemulihan.
5. Melakukan konsultasi kepada dokter spesialis anestesi setiap akan melakukan tindakan
anestesi
6. Membuat medical report / pelaporan pada pasien selama menjalani pembedahan.
7. Menambah dan mengembangkan pengetahuan ilmu anestesi yang up to date melalui
kegiatan atau pertemuan ilmiah

Merupakan wewenang dan tanggung jawab dokter anaesthesi yang dibantu oleh perawat
anestesi sesuai dengan bidangnya. Adapun pelayanan anestesi dan reanimasi yang dilakukan
oleh perawat anestesi adalah merupakan pelimpahan wewenang dari dokter anestesi

Adanya kesepakatan dalam melaksanakan tindakan medis, keperawatan sesuai dengan hak
dan kewajibannya

1. Melakukan tindakan anaesthesiologi pada pasien yang akan dilakukan operasi baik di
ruang instalasi bedah sentral ataupun emergency.
2. Tindakan perawatan dari persiapan hingga melakukan pengawasan selama pasien belum
sadar secara penuh.
3. Memberikan obat-obatan anestesi bila diperlukan baik dalam persiapan, selama maupun
pasca pembedahan sesuai perintah dokter anestesi.

Prosedur

1. Jika ada dokter spesialis anestesiologi, maka dapat dimintakan instruksi tertulis serta
berikut parafnya.
2. Jika dokter spesialis anestesiologi tidak ada di tempat tetapi masih dapat dijangkau, maka
dapat dimintakan instruksi secara lisan yang kemudian dapat dikonfirmasikan tertulis berikut
paraf.
3. Jika tidak ada dokter spesialis anestesiologi, maka perawat anestesi mengerjakan sesuai
dengan prosedur tetap yang telah disepakati sebelumnya atas perintah tertulis dari dokter
yang melakukan pembedahan. Tanggung jawab berada pada dokter yang melakukan
pembedahan

Anestesi umum adalah merupakan tindakan medis dengan memberikan obat-obatan yang
mengakibatkan penderita tidak sadar yang bersifat sementara.

Menghilangkan rasa nyeri yang diakibatkan oleh suatu tindakan pembedahan

1. Melakukan tindakan anaesthesiologi pada pasien yang akan dilakukan operasi di ruang
instalasi bedah sentral baik elektif / terencana maupun emergency.
2. Tindakan perawatan dari persiapan hingga melakukan pengawasan selama pasien belum
sadar secara penuh.
3. Memberikan obat-obatan anestesi bila diperlukan baik dalam persiapan, selama maupun
pasca pembedahan sesuai perintah dokter anestesi.