Anda di halaman 1dari 5

MATERNITAS

“MANAJEMEN NYERI PERSALINAN”

DISUSUN OLEH :
Anita Indahniati
Asni Astuti Simanullang
Noviyanti
Taufik Azhari Agi

GEDUNG STIKES BANTEN


JL. RAWA BUNTU NO; 10, BSD CITY – SERPONG 15318
MANAJEMEN NYERI PERSALINAN
A. Definisi
Nyeri adalah suatu sensori yang tidak menyenangkan dari satu pengalaman
emosional yang disertai kerusakan jaringan secara actual/potensial. (Medical Surgical
Nursing ).
Nyeri kontraksi atau nyeri persalinan adalah gerakan memendek dan menebal otot-
otot rahim yang terjadi untuk sementara waktu. Kontraksi rahim menyebabkan kontraksi
pada mulut rahim (segmen atas rahim) dan menimbulkan rasa nyeri, dan juga rahim
bagian bawah (segmen bawah rahim) mengalami dilatasi (peregangan).
B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nyeri Kontraksi
1. Intensitas dan lamanya kontraksi rahim.
2. Besarnya janin dan keadaan umum pasien.
3. Pasien dengan primipara pada usia tua dan pada usia muda.
4. Besarnya janin atau jalan lahir yang sempit.
5. Kelelahan dan kurang tidur.
C. Tahapan Persalinan dan cara Mengatasi Nyeri Kontraksi pada tahapan Persalinan
1. Kala I dibagi mejadi 2 fase:
a. Fase Laten
Kontraksi uterus teratur yang menghasilkan perubahan pada servik biasanya
dilatasi cervik (biasanya dilatasi cervik 3-4 cm) pada primipara lamanya
pembukaan hingga lengkap 12-14 jam, sedangkan multipara 6-8 jam.
b. Fase Dilatasi Aktif
Ditandai dengan dilatasi sampai servik terdilatasi penuh. Pada primipara
kecepatan dilatasi cervik biasanya meningkat sampai 1.2 cm setiap jam. Pada
multipara 1,5 cm/ jam sampai pembukaan 9-10 cm.
Cara mengatasi nyeri kala I:
1. Menekan torakal 11-12.
2. Menekan sakral 2, 3 dan 4.
3. Terapi sentuhan.
2. Kala II
Menyatakan periode dari dilatasi cervik lengkap sampai kelahiran janin. Nyeri
diakibatkan oleh tekanan kepala janin pada pelvis, Distensi struktur pelvis dan
tekanan pada pleksus lumbosakralis.
Cara mengatasi nyeri kala II :
a. Distraksi
Memfokuskan perhatian pasien pada sesuatu selain pada nyeri merupakan
mekanisme yang bertanggung jawab pada teknik kognitif afektif lainnya. Distraksi
diduga dapat menurunkan persepsi nyeri dengan stimulasi nyeri yang di
tranmisikan ke otak, distraksi dapat berkisar dari hanya pencegahan monoton
sampai menggunakan aktivitas fisik dan mental yang sangat kompleks. Kunjungan
dari keluarga dan teman melihat film layar lebar dengan surround sound melalui
headphone bermain catur yang membutuhkan konsentrasi.
b. Relaksasi
Relaksasi otot skeletal dipercaya dapat menurunkan nyeri dengan
merelaksasikan ketegangan otot yang menunjang nyeri terdiri atas nafas abfomen
dengan frekuensi lambat dan berirama. Pasien memejamkan mata dan bernafas
dengan perlahan-lahan dan nyaman. Irama konstan di pertahankan dengan
menghitung dalam hati dan lambat bersama setiap inhalasi hirup “dua tiga” dan
ekshalasi hembuskan “dua tiga” pada saat mengajarkan teknik ini akan sangat
membantu bila menghitung dengan keras bersama pasien pada awalnya.
c. Hipnotik
Hipnotik dapat mengurangi sensasi nyeri untuk wanita dalam prosess
melahirkan caesaria. Metode ini tidak afektif untuk semua orang, dipilih yang ada
manfaatnya untuk wanita. Hipnotik fleksibel tidak ada yang tahu efeknya, seperti
hipotensi, muntah respirasi bayi dengan depresi.
Hal-hal yang harus diperhatikan pada nyeri kala II:
a. Jangan menahan ikut saja mengikuti kontraksi.
b. Langsung mengedan kearah bawah.
c. Selalu mengambil napas dalam untuk mengisi awal dan akhir kontraksi.
d. Jangan mengejan terlalu panjang tanpa mengambil napas. Rileks pada saat tidak
ada kontraksi.
3. Kala III
Menyatakan periode dari kelahiran janin sampai rahim, berkontraksi lagi untuk
melepaskan plasenta dari dindingnya.
Cara mengatasi nyeri kala III:
a. Distraksi
b. Relaksasi
c. Hipnotik
4. Kala IV
Dimulainya setelah lahirnya plasenta sampai kurang lebih 1 jam kemudian.
Biasanya dilakukan penjahitan kembali luka guntingan perinium.
Cara mengatasi nyeri kala IV :
a. Distraksi
b. Relaksasi
c. Perubahan Suhu
d. Terapi Air
Metode ini dilakukan dengan cara berendam dengan air hangat yang akan
menyebabkan vasodilatasi dan otot dimana tekanan darah akan menurun,
mengurangi trauma perineal, emosi membaik, membebaskan nyeri dan
menstimulasi dilatasi servikal.
D. Intensitas Nyeri
Menurut Fundamental of Nursing, intensitas nyeri dibedakan menjadi: 0 : adalah
tidak nyeri.
1-2 : Nyeri ringan.
3-5 : Moderat/ sedang
6-7 : Severe/ berat.
8-10 : Sangat berat.
E. Metode Pengendalian Nyeri Non Farmakologis
Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mengatasi (memanaje) nyeri saat
persalinan, yaitu salah satunya dengan memberikan terapi non farmakologis.
Terapi non-farmakologis yaitu terapi yang digunakan yakni dengan tanpa
menggunakan obat-obatan, tetapi dengan memberikan berbagai teknik yang setidaknya
dapat sedikit mengurangi rasa nyeri saat persalinan tiba. Beberapa hal yang dapat
dilakukan ialah :
a. Relaksasi
Relaksasi adalah teknik untuk mencapai kondisi rileks. Maksudnya ketika
seluruh sistem saraf, organ tubuh, dan panca indra kita beristirahat untuk melepaskan
ketegangan yang ada, kita pada dasarnya tetap sadar salah satu cara yang paling
umum gunakan adalah control pernapasan. Dengan menarik nafas dalam-dalam kita
mengalirkan oksigen ke darah yang kemudian dialirkan ke seluruh bagian tubuh.
Hasilnya kita menjadi lebih tenang dan stabil.
b. Psikoanalgesia
Pada dasarnya cara yang dilakukan adalah melatih ibu agar mempunyai respon
yang positif terhadap persalinan sehingga nyeri persalinan tidak menimbulkan hal-hal
yang mempersulit lahirnya bayi. Latihan-latihan yang diberikan dapat dengan
mengadakan latihan pernapasan ataupun dengan melakukan konsentrasi pada saat
persalinan. Latihan pernapasan pada persalinan kadang-kadang dapat pula
menimbulkan hyperventilasi pada ibu.
c. Hipnosis
Adalah suatu proses sederhana agar diri kita berada pada kondisi rileks, tenang
dan terfokus guna mencapai suatu hasil atau tujuan.
d. Imajinasi
Imajinasi terbimbing melibatkan wanita yang menggunakan imajinasi untuk
mengontrol dirinya. Hal ini dicapai dengan menciptakan bayangan yang mengurangi
keparahan nyeri.
e. Akupressure
Merupakan salah satu teknik nonfarmakologi yang paling efektif dalam
manajemen nyeri persalinan. Akupresur disebut juga akupunktur tanpa jarum, atau
pijat akupunktur. Teknik ini menggunakan tenik penekanan, pemijatan, dan
pengurutan sepanjang meridian tubuh atau garis aliran energi. Teknik akupresur ini
dapat menurunkan nyeri dan mengefektifkan waktu persalinan.Akupuntur lasik
mendapat dasar teori dari pengobatan cina tradisional. Konsep pentingnya adalah
bahwa kesehatan bergantung pada keseimbangan antara kekuatan energy yang
berlawanan, sehingga sakit-sehat atau penyakit diakibatkan oleh ketidakseimbangan
energi.
f. Massase
Masasse adalah melakukan tekanan tangan pada jaringan lunak, biasanya otot, atau
ligamentum, tanpa menyebabkan gerakan atau perubahan posisi sendi untuk
meredakan nyeri, menghasilkan relaksasi, dan / atau memperbaiki sirkulasi. Masase
adalah terapi nyeri yang paling primitivedan menggunakan refleks lembut manusia
untuk menahan, menggosok, atau meremas bagian tubuh yang nyeri.