Anda di halaman 1dari 9

TURBOCHARGER

Diagram kerja Turbo Secara Sederhana

Kita hendak membahas Perangkat Turbo Pada sebuah Mobil.Sebelumnya, Anda


perlu memahami dasar-dasar pembakaran internal pada sebuah mesin dahulu.
Setiap Mesin adalah "Bernapas" ketika hidup. Artinya, Mesin menyedot udara dan
bahan bakar untuk dibakar menjadi energi. Udara dan bahan bakar kemudian
dimampatkan oleh piston untuk kemudian diubah menjadi Energi Gerak. Setelah
itu, limbah pembakaran yang tercipta dikeluarkann melalui knalpot / exhaust
manifold. Semua ini biasanya dinamakan dengan empat stroke piston.

Skema Turbocharger di mesin


Turbocharger pada dasarnya adalah sebuah pompa udara. Gas panas yang
meninggalkan mesin setelah pembakaran yang diarahkan langsung ke sisi roda
turbin dari turbocharger untuk membuatnya berputar. Turbin dihubungkan dengan
poros ke roda kompresor. Rotasi dari roda kompresor akan menyedot di udara dan
dikompresikan yang untuk selanjutnya dikirim ke Intake Manifold.
Sudah Jelas Ya, Perangkat Turbocharger ini ternyata mempunyai Kelemahan yaitu
yang namanya Turbo Lag. Turbo Lag adalah jeda sesaat saat mesin berakselerasi
dimana terjadi kevakuman di intake manifold ( pada waktu Gas Mendadak ) Mesin
sudah membutuhkan udara didalam intake manifold, akan tetapi Turbo belum
bekerja ( mengapa belum bekerja ) tentu karena turbo membutuhkan Gas buang dari
knalpot untuk memutar turbin yang selanjutanya digunakan untuk memutar
kompresor.
Untuk mengurangi Turbo Lag bisa digunakan unit Turbo yang turbinnya kecil,
karena kecil maka ketika mesin idle pun sudah menghasilkan boost Turbo, akan
tetapi dengan turbo kecil tentunya udara yang dihasilkan juga sedikit, sehingga
tenaga yang diperolehpun tidak maksimal.

Dengan Berjalannya waktu dan dengan tehnologi yang semakin maju maka
ditemukan lah yang Namanya VGT Variable Geometri Turbo.

VGT (Variable Geometry Turbo) adalah Turbo yang dilengkapi dengan


sirip-sirip kecil di sekitar Turbin (baling-baling di jalur exhaust) yang mana sudut
sirip-sirip tersebut bisa berubah-ubah tergantung pada putaran dan beban mesin.
Fungsi sirip-sirip tersebut adalah untuk mengarahkan arus gas buang agar semburan
gas buang untuk mendorong Turbin bisa lebih kencang, khususnya saat mesin
berputar pada RPM rendah, dengan tujuan meminimalisir Turbo Lag atau membuat
Turbo bekerja seawal mungkin.

Pada zaman yang berkembang ini Mitsubishi pada tanggal 27 Februari 2014
meluncurkan varian terbaru dari legenda Double Cabin 4X4 di Indonesia, yaitu
Mitsubishi Strada Triton Exceed Hi Power. Kehadiran Mitsubishi Strada Triton
Exceed Hi‐Power menggantikan varian Strada Triton Exceed M/T dan A/T yang
telah ada sebelumnya. Perbedaan paling signifikan adalah pada bagian mesin,
Mesin diesel DI‐D 2.5 L DOHC 16 Valve kini semakin prima dengan penambahan
teknologi VGT. Fungsi dari VGT adalah untuk mengoptimalkan kinerja turbin
untuk mencapai torsi tinggi pada kecepatan rendah dan mengeluarkan kekuatan
maksimal pada kecepatan tinggi, sehingga dapat menghasilkan performa mesin
yang lebih optimal dan tangguh, yaitu 178 PS pada 4.000 rpm, serta torsi maksimum
35.7 Kgm / 1800‐3500 rpm untuk varian Automatic Transmission, dan 40.8 Kgm /
2000‐2850 rpm untuk varian Manual Transmission. Meningkat dibanding
pendahulunya yang tidak menggunakan Variable Geometry Turbo yang hanya
menelurkan power sebesar 136 PS pada 3500 Rpm serta torsi maksimum yang
hanya sebesar 32.0 Kgm/ 2000 Rpm.

Komponen pada Variable Geometry Turbo adalah


1. Turbine wheel( Roda turbin)
Roda turbin berguna untuk memutar roda kompresor melalui yang
menghubungkan roda turbin dan roda kompresordengan
memanfaatkan tekanan gas buang. Tekan gas buang yang memutar
roda turbin ini diatur tekananya oleh komponen yang di sebut nozzle
vane.
2. Roda kompresor
Roda kompresor berguna untuk mendorong gas baru menuju ke
silinder dengan meneruskan putaran dari roda turbin. Putaran roda
kompresor ini tergantung putaran roda turbin.
3. Nozze vane
Berguna untuk mengtur tekanan gas buang yang memutar roda turbin
dengan cara mengatur jalan gas buang yang menuju roda turbin.
Nozzle vane ini akan akan berubah ubah sudutnya. Nozzle vane
digerakan oleh motor DC dan membuka dan menutup sesuai dengan
keaadaan mesin.
4. Motor driver
Komponen yang berguna untuk menerima sinyal dari ECU agar nozzle
vane membuka berapa derajat. Dan untuk arah dan berapa derjat nozzle
vane akan digerakan itu bergantung sinyal yang diterima dari nozzle
position sensor. Dari masukan tersebut motor driver akan
menggerakan motor DC
5. Motor DC
Komponen ini berfungsi untuk menggerakan bukaan nozzle vane
berdasarkan kondisi mesin.motor dc ini akan diber snyal oleh control
unit agar nozzle vane bergerak berapa derajat sesuai kondisi mesin
6. Menggerakan Nozzle position sensor
Berguna untuk mendeteksi posisi pembukaan nozzle vane dan
mengirimkanya ke motor driver agar mortor driver dapat menentukan
kearah mana dan berapa derajat nozzle vane akan digerakan.
Pada strucktur Turbocharge VGT ada semacam mekanisme yang disebut
“VARIABLE VANES” atau bilah /baling-baling variable yang dapat bergerak
pada porosnya, dimana pergerakan ini diatur oleh actuator solenoid setelah
mendapat perintah dari ECU (Engine Control Unit) berdasarkan info dari putaran
mesin.

CARA KERJA VGT:


1. SAAT PUTARAN MESIN RENDAH.

Baling-baling variable akan berada pada posisi hampir menutup, sehingga udara
segar yang masuk akan melewati bilah seperti terkompresi dan berkecepatan
tinggi pada akhirnya dapat tetap menggerakkan turbin yang ada, dalam hal ini
gejala turbo lag bisa dihindari. Kita tau turbocharge biasa akan bekerja pada
putaran RPM tertentu.

2. SAAT PUTARAN TINGGI.


Baling-baling variable akan membuka lebar, turbo kompresor berputar lebih cepat
sehingga udara segar masuk dengan leluasa dan langsung menggerakkan turbin
yang ada, menyuplai kebutuhan mesin.
Sebuah turbocharger Turbin Variable Geometry juga dikenal sebagai turbocharger
geometri variabel (VGT) adalah sebuah turbocharger dilengkapi dengan Geometri
Turbin Variabel memiliki baling-baling bergerak sedikit yang dapat mengarahkan
aliran gas buang ke bilah turbin. Sudut pisau disesuaikan melalui aktuator. Sudut
baling-baling bervariasi di seluruh rentang RPM mesin untuk mengoptimalkan
perilaku turbin.

Pada ilustrasi 3D di atas, Anda bisa melihat baling-baling di sudut yang hampir
tertutup. Saya telah menyoroti baling-baling variabel sehingga Anda tahu yang
mana. Posisi ini dioptimalkan untuk kecepatan RPM mesin rendah, pre-boost.
Dalam diagram gambar potongan, Anda dapat melihat arah aliran gas buang
ketika baling-baling variabel berada dalam sudut hampir tertutup. Bagian yang
sempit gas buang harus mengalir melalui mempercepat gas buang terhadap pisau
turbin, membuat mereka berputar lebih cepat. Sudut baling-baling juga
mengarahkan gas untuk memukul pisau pada sudut yang tepat.
Di atas adalah bagaimana baling-baling VGT terlihat seperti ketika mereka
terbuka. Baling-baling di gambar ini sudah tidak diperlihatkan lagi karena Anda
sudah tahu di mana mereka. Indah bukan.

Diagram gambar potongan menunjukkan aliran gas buang ketika baling-baling


turbin variabel sepenuhnya terbuka. Aliran gas buang tinggi pada kecepatan mesin
tinggi sepenuhnya diarahkan ke sudut turbin oleh baling-baling variabel.