Anda di halaman 1dari 15

PENGABDIAN MASYARAKAT

PENYULUHAN TENTANG CARA PENGELOLAAN SAMPAH DI


DESA LELEDE WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUMULEK,
KABUPATEN LOMBOK BARAT

Oleh :

Sukardin,S.Kep.,Ners NIDN : 0830098502


Chairun Nasirin NIDN : 0822116802
Suriah
Handayani
Muhaimin
Irianti

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram


2016

1
PROPOSAL PENGABDIAN MASYARAKAT
1.a. Judul : Penyuluhan tentang Cara Pengelolaan
Sampah di Desa Lelede wilayah kerja
Puskesmas Banyumulek, Kabupaten
Lombok Barat
b. Organisasi : STIKES Maaram
2 Ketua :
a. Nama : Sukardin,S.Kep.,Ners.
b. Jenis kelamin : Laki-Laki
c. Gol/Pangkat : IIIA/Penata Muda
d. Jabatan : Asisten Ahli
3 Jumlah Anggota : 5 orang
4 Lokasi Pengabdian : Desa Lelede, Kabupaten Lombok Barat

5 Luaran yang dihasilkan : Meningkatnya pengetahun masyarakat


tentang tentang Pengelolaan Sampah.
6 Jangka waktu : 1 Bulan
7 Biaya : Rp 2.100.000
8 Sumber dana : STIKES Mataram

Mengetahui, Mataram, 24 Desember 2016


Ketua Prodi Keperawatan Ketua Tim Pengusul

Dina Fithriana,S,Kep.,Ners,.M.Si,Med Sukardin,S.Kep.,Ners.,MNS


NIDN. 0806018401 NIDN. 0830098502

Menyetujui,
Ketua Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat STIKES Mataram

dr. Nurhidayati.,M.Kes

2
PENYULUHAN TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS MENINTING, KABUPATEN LOMBOK BARAT

Abstrak

Keterbatasan lahan pembuangan akhir sampah di Senggigi dapat menyebabkan


persoalan baru bagi lingkungan. Peningkatan sampah yang terjadi tiap tahun harus
dikelola dengan cara baru untuk mengurangi timbulan sampah yang dapat
memperpendek umur pakai TPA. Paradigma pengelolaan sampah dengan sistem lama
tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu sudah saatnya diganti dengan sistem baru.
Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis 3R merupakan pendekatan sistem yang
patut dijadikan sebagai solusi pemecahan masalah persampahan.
Pengelolan sampah yang ada di Kecamatan Ngaliyan saat ini masih bertumpu pada pola
lama, yaitu sampah dikumpulkan dari sumbernya, diangkut ke TPS (Tempat
Penampungan Sementara), dan dibuang ke (TPA) tempat pembuangan akhir. Sampah
yang dihasilkan bila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan pencemaran
lingkungan, mengganggu keindahan dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Konsep pengolahan sampah secara terpadu berbasis 3R dilaksanakan dengan
melakukan reduksi sampah semaksimal mungkin dengan cara pengolahan sampah di
lokasi sedekat mungkin dengan sumber sampah dengan pendekatan melalui aspek
hukum (peraturan), aspek organisasi (kelembagaan), aspek teknis operasional, aspek
pembiayaan (retribusi), serta aspek peran aktif masyarakat.

3
PENYULUHAN TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENINTING, KABUPATEN
LOMBOK BARAT

A. LATAR BELAKANG
Dengan meningkatnya laju pembangunan, pertambahan penduduk, serta
aktivitas dan tingkat sosial ekonomi masyarakat telah memicu terjadinya
peningkatan jumlah timbulan sampah. Hal ini menjadi semakin berat dengan
hanya dijalankannya paradigma lama pengelolaan yang mengandalkan kegiatan
pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan, yang kesemuanya
membutuhkan anggaran yang semakin besar dari waktu ke waktu, yang bila tidak
tersedia akan menimbulkan banyak masalah operasional seperti sampah yang
tidak terangkut, fasilitas yang tidak memenuhi syarat, cara pengoperasian
fasilitas yang tidak mengikuti ketentuan teknis, dan semakin habisnya lahan
pembuangan. Pengelolaan sampah yang umumnya dilakukan saat ini adalah
menggunakan sistem open dumping (penimbunan secara terbuka) serta tidak
memenuhi standar yang memadai. Keterbatasan lahan Tempat Pembuangan
Akhir (TPA) sampah di kota besar dan metropolitan juga berpotensi menimbulkan
persoalan baru. Daerah pinggiran kota masih dianggap sebagai tempat paling
mudah untuk membuang sampah. Sehingga daerah tersebut kehilangan peluang
untuk memberdayakan sampah, memanfaatkannya serta meningkatkan kualitas
lingkungannya. Apabila hal ini tidak tertangani dan dikelola dengan baik,
peningkatan sampah yang terjadi tiap tahun itu bisa memperpendek umur TPA
dan membawa dampak pada pencemaran lingkungan, baik air, tanah, maupun
udara. Di samping itu, sampah berpotensi menurunkan kualitas sumber daya
alam, menyebabkan banjir dan konflik sosial, serta menimbulkan berbagai
macam penyakit.Penanganan sampah tersebut harus segera ditanggulangi.
Apabila ditangani secara serius, maka sampah bukan lagi musuh tapi sahabat,
karena bisa didaur ulang, dan dapat menghasilkan peningkatan
ekonomi. Pengelolaan sampah berbasis 3R yang saat ini merupakan konsensus
internasional yaitu reduce, reuse, recycle atau 3M (Mengurangi, Menggunakan
kembali, dan Mendaur Ulang) merupakan pendekatan sistem yang patut
dijadikan sebagai solusi pemecahan masalah persampahan. Di dalam Undang-
undang No.18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah disebutkan bahwa
setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis
sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara
yang berwawasan lingkungan. Untuk mengantisipasi permasalahan sampah dan
bahaya pencemaran lingkungan yang semakin parah dikemudian hari, perlu
dikembangkan pengelolaan sampah dengan konsep pengolahan sampah secara
terpadu berbasis 3R. Pengelolaan sampah terpadu dengan konsep 3R
diharapkan dapat memenuhi konsep pengelolaan sampah menuju zero waste.
Konsep 3R yang berprinsip mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur
ulang sampah dapat mereduksi timbulan sampah, sehingga dengan
diterapkannya sistem pengelolan sampah terpadu berbasis 3R diharapkan dapat
menciptakan kondisi kebersihan, keindahan, dan kondisi kesehatan masyarakat,

4
yang akhirnya berpengaruh pada perkembangan fisik perkotaan Kawasan
Kecamatan Ngaliyan.

TAHAPAN PERENCANAAN

Tahapan perencanaan pada tugas akhir ini dapat dilihat pada gambar sebagai
berikut :
Mulai

Identifikasi Masalah

Studi Literatur § volume timbulan


sampah
§ Komposisi sampah
§ Peta
Persiapan § Data kependudukan
§ Kuesioner § Tata organisasi
§ Dokumentasi institusi pelaksana
dan teknik operasiona
Survey
§ RUTRK/ RTRW

Data Data
Primer Sekunder

Kondisi eksisting 5 aspek pengelolaan


sampah

Analisis Data

Perencanaan pengelolaan sampah terpadu


berbasis 3R yang meliputi kegiatan
perencanaan 5 aspek, perencanaan TPST,
SOP, dan RAB

Kesimpulan &
Saran

Selesai

Gambar 1. Bagan Alir Perencanaan

B. TUJUAN DAN MANFAAT


TUJUAN
1. Masyarakat dapat mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk
organik/kompos.
2. Masyarakat dapat menggunakan barang produksi yang menimbulkan
sampah sedikit mungkin, dapat diguna ulang, didaur ulang dan/atau mudah
diurai oleh proses alam

5
3. Masyarakat dapat mereduksi sampah me-lalui penggunaan ulang barang yang
dapat diguna ulang dan pengolahan sam-pah organik dengan teknologi yang
ada

6
mulai tingkat rumah tangga dan kelompok masyarakat.
4. Masyarakat dapat memilah dan memisah-misahkan sampah dengan kategori
dapat didaur ulang untuk bisa di setorkan ke pabrik daur ulang sampah
Masyarakat dapat menerapkan teknologi sederhana dan tepat guna untuk
mengolah sampah
MANFAAT
a. Penghematan sumber daya alam
b. Penghematan energy
c. Penghematan lahan TPA
d. Lingkungan asri (bersih, sehat, nyaman)
C. PERMASALAHAN DAN SOLUSI YANG DITAWARKAN
PERMASALAHAN
Beberapa persoalan yag muncul di Desa Demangan, sebagai wilayah
dengan mata pencaharian penduduk sebagian besar pertanian, diantaranya adalah
harga pupuk yang mahal dan langka, padahal limbah pertanian melimpah yang
belum dimanfaat-kan yang dapat diolah menjadi pupuk organik/ kompos.
Masalah lain berkaitan dengan sampah rumah tangga adalah bahwa selain
mengandung sampah organik juga terkandung sampah pabrikan hasil modifikasi
sintetis kimia seperti plastik, karet, styrofoam, logam, kaca dan sebagainya.
Sampah jenis tersebut tidak dapat/sulit diuraikan oleh alam, sehingga kalau tidak
dikelola dengan baik akan ber-bahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Keadaan
yang demikian dan dibarengi kebiasaan-kebiasaan buruk masyarakat dalam
mengelola sampah seperti pembakaran sampah dan pembuangan sampah
sembarangan mulai menimbulkan permasalahan. Permasalahan sampah yang
dihadapi masyarakat terutama petani adalah pencemaran lingkungan, semakin
banyaknya sampah yang masuk ke lahan persawahan mereka, mulai dari jenis
sampah plastik, kaca, kaleng, bungkus makanan dan lain-lain. Secara nyata
sampah-sampah tersebut sangat mengganggu dan merugikan para petani. Padahal
jika dikelola dengan baik dapat menjadi solusi terhadap permasalahan yang
dihadapi masyarakat, yaitu dengan mengolah limbah pertanian dan sampah
organik rumah tangga menjadi pupuk organik/kompos.

7
SOLUSI YANG DITAWARKAN

Usaha untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya


mengelola dan memanfaatkan sampah perlu dilakukan untuk mendaptkan
kualitas lingkungan yang lebih baik. Tujuan diadakannya kegiatan
penyuluhan ini secara umum adalah memanfaatkan limbah pertanian yang
melimpah dan mewujudkan pengelolaan sampah rumah tangga yang
berwawasan lingkungan, berkelanjutan, dan terpadu sehingga dapat me-
ningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan
sampah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi.

D. TARGET LUARAN
a) Masyarakat dapat mengolah sampah organik rumah tangga menjadi
pupuk organik/kompos.
b) Masyarakat dapat menggunakan barang produksi yang menimbulkan
sampah se-dikit mungkin, dapat diguna ulang, didaur ulang dan/atau
mudah diurai oleh proses alam
c) Masyarakat dapat mereduksi sampah me-lalui penggunaan ulang barang
yang dapat diguna ulang dan pengolahan sam-pah organik dengan
teknologi yang ada

8
mulai tingkat rumah tangga dan kelompok masyarakat.
d) Masyarakat dapat memilah dan memisah-misahkan sampah dengan
kategori dapat didaur ulang untuk bisa di setorkan ke pabrik daur ulang
sampah
e) Masyarakat dapat menerapkan teknologi sederhana dan tepat guna
untuk mengolah sampah`

E. PENDEKATAN / METODE PELAKSANAAN KEGIATAN


SASARAN
Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat di wilayah kerja Puskesmas
Meninting, khususnya kader kesehatan. Pemilihan sasaran ini karena peran
dari kader adalah membantu Puskesmas untuk meningkatan program kerja
Puskesmas dan mempunyai motivasi dan kesadaran untuk berperan aktif
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Jumalh kader yang dilibatkan
adalah 30 orang kader.
KETERKAITAN
Kegiatan penyuluhan ini mempunyai keterkaitan erat dengan berbagai
institusi diantaranya Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok
Barat.
METODA KEGIATAN
Metoda kegiatan yang akan dilakukan untuk pelaksanaan kegiatan ini
adalah penyuluhan kesehatan dengan bantuan LCD dan diskusi.
RANCANGAN EVALUASI
Evaluasi dilakukan dengan mengevaluasi proses dengan mencatat daftar
hadir dan melihat animo serta respon peserta yang diwujudkan dalam
bentuk pertanyaan selamam sesi diskusi, serta pengisian kusioner oleh
perserta dan perwakilan Puskesmas.

F. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Rencana kerja dan jadual pelaksanaan ditargetkan selama 20 hari dari
tanggal 1-20 Maret 2012 yang dapat dilihat seperti di bawah ini

9
MINGGU KE
NO URAIAN KEGIATAN
1 2 3
1 Persiapan V
2 Pelaksanaan kegiatan V
3 Penyusunan laporan V
G. BIAYA KEGIATAN
Jumlah Persentas
No Rencana Pembiayaan
(Rp) e
1 Bahan Habis Pakai dan Peralatan
penunjang
ATK( alat tulis, kusioner dan kertas
300.000
HVS)
20 %
Sewa LCD 100.000
Sewa sound system 150.000
Spanduk 50.000
SUBTOTAL 600.000
2 Pelaksanaan kegiatan
Penggandaan Materi
150.000
( 30 rangkap)
60 %
Konsumsi (30 X Rp 10.000) 300.000
Transportasi audien (30 x Rp 20.000) 450.000
SUBTOTAL 900.000
3 Laporan dan Lain-lain
Perbanyakan Proposal dan Laporan 300.000
penelitian
Seminar publikasi 200.000 20 %

Dokumentasi 100.000
SUBTOTAL 600.000
TOTAL 2.100.000 100 %

10
11
DAFTAR PUSTAKA

Brown, D.T. 2008. A Conceptual Framework for Sustainable Integrated Waste


Management. Dept. Of Tourism and Environment. Brock University.
Ontario. Canada.
Tim Paguyuban “Sukunan Bersemi”. 2008. Sistem Pengelolaan Sampah
Mandiri dan Produktif Berbasis Masyarakat - Dusun Sukunan.
Sleman Yogyakarta
Ujang Solihin Sidik. 2008. Indonesia Solid Waste Policy and
Management.Solid Waste Mnagement Division, Minister of
Environment Indonesia.
Undang Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan
Sampah.

12
ORGANISASI TIM PENGUSUL
KETUA
1. NAMA : Sukardin,S.Kep.Ners.,MNS
2. JENIS KELAMIN : Laki-laki
3. NIDN : 0830098502
4. GOLONGAN/PANGKAT : IIIA/Penata Muda TK I
5. JABATAN FUNGSIONAL : Asisten Ahli
6. FAKULTAS : Keperawatan
7. ALAMAT KANTOR : Jl. Swakarsa III No.10-13 Gerisak
Kekalik Mataram
ANGGOTA 1
1. NAMA : Chairun Nasirin
2. NIDN : 0822116802
3. JABATAN FUNGSIONAL : LEKTOR
4. JENIS KELAMIN : Laki-Laki
5. JABATAN : KETUA STIKES MATARAM

ANGGOTA 2
1. NAMA : Suriah
2. JENIS KELAMIN : Perempuan
3. JABATAN : Mahasiswa

ANGGOTA 3
1. NAMA :Handayani
2. JENIS KELAMIN : Perempuan
3. JABATAN : Mahasiswa

ANGGOTA 4
1. NAMA : Muhaimin
2. JENIS KELAMIN : Laki-Laki

13
3. JABATAN : Mahasiswa

ANGGOTA 5
1. NAMA : Irianti
2. JENIS KELAMIN : Perempuan
3. JABATAN : Mahasiswa

14
Susunan Organisasi Tim Pengusul dan pembagian tugas
No Nama NIDN Uraian Tugas
1 Sukardin 0010067802 Mengkoordinasi seluruh
kegiatan pengabdian pada
masyarakat, berkoordinasi
dengan Puskesmas,
menyiapkan materi dan
memberikan materi
2 I Komang Kecen Sunarna menyiapkan materi dan
memberikan materi
3 Suriah Mengkoordinasi pembuatan
taman percontohan
4 Handayani Mengkoordinasi evaluasi
kegiatan
5 Muhaimin Mengkoordinasi
penyusunan laporan dan
publikasi
6 Irianti Mengkoordinasi persiapan
lokasi pengabdian,
penggandaan materi,
dokumentasi kegiatan

15