Anda di halaman 1dari 3

Pemimpin Dambaan

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, dimana tentu saja dan tak ada yang akan
meragukan, manusia yang masih bisa menghembuskan nafas untuk tetap berpijak di muka bumi
ini, tak akan pernah bisa hidup sendiri. Percayalah! Meskipun dia memiliki tenaga sekuat
apapun, akan tetapi pasti suatu saat membutuhkan bantuan orang lain yang ada di sekitarnya,
untuk lebih mempermudah urusannya, dalam mencapai tujuan yang ia gagaskan dalam susunan
saraf pikirannya

Sudah pasti dalam dunia ini tidak mudah menjalani kehidupan secara berkelompok mengingat
masing-masing individu mempunyai kepentingan dan keinginan yang berbeda. Terkadang,
masalah antarindividu maupun antarkelompok pun tidak dapat dihindari. Diperlukan sosok jiwa
kepemimpinan yang sejati dalam kehidupan ini. Jiwa yang haus untuk menegakkan keadilan,
jiwa yang penuh dengan semangat dan kecerdasan sehingga mampu mengatasi masalah rumit
yang terjadi sekalipun.

Pada dasarnya dalam diri setiap manusia memiliki jiwa kepemimpinan karena ini memang
merupakan anugerah dari-Nya. Minimal, seorang manusia harus dapat memimpin dirinya
sendiri. Hendak berbuat apakah dirinya untuk kebaikan dan kualitas hidupnya. Jika seseorang
telah mampu memimpin dirinya ke jalan yang benar, berarti ia mampu menjadi contoh bagi
orang lain. Kepemimpinan yang sejati telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu’alahi
wasallam. Pemimpin ala Rasulullah ialah pemimpin yang mampu memberikan keteladanan yang
baik yaitu mampu memberikan contoh yang baik bagi orang-orang sehingga dapat mencetak
pemimpin-pemimpin hebat selanjutnya.

Pemimpin yang sukses, yang hebat, dan yang baik tidak muncul secara kebetulan. Pemimpin
yang hebat dan sukses adalah pemimpin yang senantiasa menghayati karir kepemimpinan,
pemimpin yang senantiasa mau untuk berproses. Pemimpin yang sukses senantiasa berupaya
menciptakan dan mengambil langkah inspiratif dan menarik dari orang-orang yang dipimpinnya.
Setiap pemimpin ingin menjadi pemimpin yang terbaik. Namun tidak semua pemimpin memiliki
kiat dan instrumen untuk menjadi pemimpin yang terbaik. Mungkin banyak pemimpin yang
mengklaim bahwa dirinya adalah pemimpin terbaik, namun itu hanyalah klaim pribadi sehingga
ada kemungkinan salahnya.

Harry Purnama, dkk. (2009:7) memberi kiat-kiat untuk menjadi pemimpin yang hebat, pertama;
tingkatkan pengaruh Anda secara luar biasa, jangan tanggung-tanggung, kedua; Anda harus lebih
bermanfaat (amanah) kepada banyak orang dalam tim Anda, melangkahlah lebih, dan ketiga;
lakukanlah langkah nyata, Anda harus berubah, mencintai pekerjaan Anda lebih baik lagi dan
cintailah tim kerja Anda lebih baik lagi hari ini.
Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang dapat bekerja secara efektif dengan
mempertimbangkan sisi-sisi kemanusiaan bagi orang-orang yang dipimpinnya sebagai wujud
pelayanan dari seorang pemimpin.
Selain itu ada beberapa pula hal tentang ciri-ciri pemimpin berkarakter yakni sebagai berikut:
1. Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Jujur dengan kekuatan diri dan kelemahan dan
usaha untuk memperbaikinya.
2. Pemimipin harusnya berempati terhadap bawahannya secara tulus.
3. Memiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain merasa aman dalam
menyampaikan umpan balik dan gagasan-gagasan baru secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat
kepada pemimpinnya.
4. Bersikap transparan dan mampu menghormati pesaing dan belajar dari mereka dalam situasi
kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.
5. Memiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja secara professional
keilmuan dalam jabatannya.
6. Memiliki rasa kehormatan diri dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa
tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya.
7. Memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat " team work ", kreatif, percaya diri, inovatif
dan mobilitas.
Serta memiliki jenis dan macam gaya kepemimpinan yang diantaranya :
1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala
keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas
dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan
hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas
kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu
tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi
tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
3. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang
secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.

Dari penjelasan diatas dapat dirangkum atau disimpulkan sisi kepemimpinan bisa dilihat dalam
tiga aspek penting yakni:
1. Perubahan karakter dari dalam diri (character change)
2. Visi yang jelas (clear vision)
3. Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence)
Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasa bertumbuh,
belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal,
kemampuan teknis, pengetahuan, dll) maupun dalam hubungannya dengan orang lain
(pengembangan kemampuan interpersonal dan metoda kepemimpinan).

Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell: ”The only way that I can keep leading is to keep
growing. The day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is the way it
always it.” Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa
bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan
tersebut.