Anda di halaman 1dari 2

Selangkah lebih

Jantungku saat itu berdegub kencang, keringat dingin seakan bercucuran keluar dari
tubuh ini, tak terasa moment perdana itu telah berlalu, dan sekarang ku berada jauh dari
tanah kelahiran, jauh dari rumah dan tempat asal ku berada, entah kenapa jadi malu
mengutarakannya, karena ini adalah pertama kalinya, sebuah pengalaman yang berharga bagi
orang kampung seperti aku yang belum pernah menaiki benda terbang ini.

Ketika hendak naik, kuperhatikan dengan cermat posisi yang mulai perlahan naik dan
naik menuju ke langit, dan sekilas terlihat lampu-lampu kota yang menghiasi indahnya malam,
ada yang kuning, merah, putih, berkerlap kerlip seperti ketika ku tadahkan kepala melihat
ribuan bintang diatas langit, sesekali sambil bercakap dengan sahabat seperjuangan ku yang
duduk di samping jendela, lalu Dosen Pembimbingku yang sangat luar biasa membagikan
pengalaman dan hal-hal menarik di kota asal nya tersebut. Lalu kakak-kakak senior ku yang
lainnya duduk didepan, ku lihat mereka tampak lelah dan menikmati perjalanannya bersama
mimpi.

Sejenak ku terdiam, sambil menunjuk langit yang mulai menghitam, dan perlahan tak
terlihat lagi di jendela itu, lalu sesekali ku tutup mata, merasakan pergerakan mesin terbang
itu, perjalanan ke kota Gudeg yang menjadi perjalanan pertama dan terjauh dalam hidupku.

“ Kalau disana makanan yang enak nya apa ya Pak ? “ sahut sahabatku Aka

“ Ohh disana banyak nak… ada Gudeg, dan lain-lainnya. “

“ Wahh iya pak.. saya juga pernah makan itu jadi ingin makan lagi hehe “

“ Kalau di sana itu makanannya banyak yang manis-manis nak.. “

“ Wahh.. iya ya pak.. saya pertama kalinya pergi sejauh ini hehe “ jawab ku

“ nanti kalau sempat kita pergi makan sebentar nak.. bapak tunjukan tempat makanan
yang enak “

“ wahh terima kasih pakk… “ sahut ku dan Aka sambil memegang beberapa kertas
petunjuk yang terletak di belakang bangku, ku lihat disana terdapat petunjuk pada
keselamatan perjalanan.

Perlahan waktu berlalu, akhirnya mesin terbang itu mulai kelelahan dan mendarat di tempat
tujuan kami, suasana malam dan udara yang berbeda terasa disekujur tubuh ini, sambil
menunggu barang-barang dijemput sesekali aku bersama Aka, memotret beberapa foto untuk
kenangan dan sahabat-sahabat lainnya yang tampak kelelahan duduk diujung tempat tunggu,
sekarang ini kami harus menunggu jemputan dari salah seorang LO yang memang ditugaskan
menjemput kami, pada awalnya kami mulai bingung , karena sebelumnya aku yang bertanggung
jawab memesan Hotel saat itu, aku mencoba menghubungi pihak Hotel, apakah ada menjemput
kami dari pihak Hotel,

“ Permisi mas.. saya mau bertanyaa ini.. dari pihak hotel ada yang menjemput kah ? “

“ ohh iya pakk sebentar yaa saya tanyakan dulu.. nanti kami telpon lagi “

“ baik mas “

Beberapa lama kemudian kami tak mendapatkan kepastian , hingga LO datang , namun kami
masih mengira akan ada pihak hotel yang akan menjemput, dua jam menunggu kepastian di
Bandara dengan perut keroncongan, LO kemudian mengkonfirmasi pada pihak hotel, dan
ternyata kami menunggu seseorang yang sudah ada bersama kami, yaitu LO itu sendiri, Sontak
! aku pun terkejut bahwa ternyata orang yang ku tunggu ada disampingku sendiri,

“ hahahaha … ternyata orang yang kita tunggu ada disini.. “ ucap Aka

“ saya pun juga tak sadar mas .. ehhehe “ ucap LO itu

Malam mulai semakin kelam, kami mulai berangkat menuju hotel, diperjalanan ku lihat