Anda di halaman 1dari 15

BAB IV

PEMBAHASAN

Pada Bab ini akan dibahas masing-masing tahapan proses Asuhan

Keperawatan Komunitas yang telah dilakukan pada Praktek Profesi Keperawatan

Komunitas di wilayah Korong Toboh, yang terdiri dari faktor keperawatan

komunitas dilaksanakan dari tanggal 24 November 2017 sampai dengan 23

Desember 2017, berdasarkan Planning Of Action (POA) yang telah disusun

bersama masyarakat Korong Toboh.

4.1 Tahap Persiapan

Praktek Keperawatan Komunitas bertujuan untuk membantu pelayanan

kesehatan di komunitas dan memberdayakan masyarakat (Community

Empowerment) dalam mengidentifikasi dan menanggulangi masalah

kesehatan yang ada di komunitas. Sebagai tahap awal untuk memulai

pelaksanaan praktek profesi keperawatan di komunitas terdapat beberapa hal

yang telah dilakukan antara lain.

Persiapan surat menyurat dan pengurusan izin pemakaian lokasi

praktek mulai dari Puskesmas, Kecamatan Nagari Lareh Nan Panjang sampai

pihak Korong Toboh tempat praktik profesi keperawatan komunitas dilakukan.

Pada persiapan kegiatan ini didukung oleh adanya kerjasama yang baik

antara anggota kelompok, informasi, arahan dan bimbingan dari Pembimbing

Akademik, dana awal dari mahasiswa dan wilayah yang mudah dijangkau,

transportasi lancar, serta pihak Kecamatan, Kanagarian, Puskesmas, Korong,

yang tidak sulit dihubungi. Pada tahap ini mahasiswa menemukan daerah

125
126

pedalaman dengan jumlah penduduk yang cukup banyak, masyarakat yang

bersifat heterogen, sebagian penduduk memiliki tingkat pendidikan yang

rendah dengan tingkat perekonomian menengah ke bawah dimana warga

banyak bekerja sebagai wiraswasta dan Petani.

Dalam hal ini mahasiswa mendapatkan dukungan dari Lintas Sektoral

seperti adanya dukungan penuh dari pihak Nagari dan Korong Setempat.

Mahasiswa juga mendapatkan dukungan dari pihak Puskesmas menyangkut

kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan dan terprogram dari mahasiswa

maupun pihak Puskesmas Ampalu.

Faktor penghambat yang didapat dilapangan adalah dikarenakan

kesibukan masyarakat dengan pekerjaan mereka sehingga kegiatan mahasiswa

harus disesuaikan dengan waktu luang masyarakat yang ada di daerah

tersebut. Selain itu keterbatasan alat yang digunakan oleh mahasiswa dengan

beberapa kelompok dan berbagai kegiatan dengan jadwal yang berbeda

membuat penyajian beberapa kegiatan kurang maksimal.

Faktor pendukung yang didapat mahasiswa dilapangan selama

melaksanakan program kegiatan adalah partisipasi dan antusias yang penuh

dari masyarakat Korong Toboh yang dapat dilihat dalam setiap kegiatan yang

diadakan oleh mahasiswa STIKes Piala Sakti Pariaman.

4.2 Tahap Pengkajian

Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan dimana perawat

mengkaji klien untuk mengetahui status kesehatan klien dan kebutuhan klien

akan intervensi. Dalam keperawatan komunitas, kebutuhan klien sangat


127

banyak dan bervariasi yang mencakup dimensi biologis, psikologis, dan sosial

dalam komunitas. Tahap pengkajian dapat menggunakan berbagai model

pendekatan keperawatan komunitas. Salah satunya yaitu Model Pendekatan

Keperawatan Komunitas menurut Neuman dalam Mc. Farlane dan Anderson

(2004) yaitu Model Komunitas sebagai Partner. Model ini merupakan contoh

lain dari pengkajian yang menunjukkan bahwa Perawat dapat bekerjasama

dengan Komunitas sebagai Partner.

Model ini menunjukkan perubahan dan perkembangan komunitas

melalui keterlibatan penuh dan pemberdayaan masyarakat. Fokus dari model

ini adalah roda pengkajian yang menunjukkan bahwa setiap orang merupakan

bagian dari komunitas sebagai inti (core) dalam komunitas tersebut yang dapat

dipengaruhi oleh 8 (delapan) sub sistem yaitu Lingkungan fisik, Pelayanan

kesehatan, Ekonomi, Keamanan dan Transportasi, Politik pemerintahan,

Komunikasi, Pendidikan dan Rekreasi.

Pada tahap pengkajian ini telah dilakukan kegiatan antara lain

penyebaran kuesioner sebanyak 54 kepala keluarga, sekaligus Observasi dan

Wawancara pada masyarakat di wilayah Korong Toboh pada tanggal 27

November 2017 sampai dengan 23 Desember 2017. Data yang diperoleh

kemudian ditabulasikan dan dianalisa serta dirumuskan masalah keperawatan

dari tanggal 27 November 2017 sampai dengan 23 Desember 2017. Kemudian

rumusan masalah yang diperoleh disepakati bersama dengan masyarakat pada

saat MMK (Musyawarah Masyarakat Korong) tanggal 16 Desember 2017 jam

10.00 WIB.
128

Proses pengkajian yang telah dilakukan pada masyarakat dapat

memberikan informasi tentang masalah kesehatan yang ada di masyarakat.

Hal ini sesuai dengan pendapat Stanhope & Landcaster (2004) dimana pada

saat kita melakukan pengkajian komunitas perlu adanya persiapan serta

bagaimana kita melakukan pengkajian komunitas sehingga didapatkan suatu

masalah. Adapun faktor pendukung, Penghambat dan Rencana Tindak Lanjut

yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Faktor Pendukung

Faktor pendukung pada tahap ini adalah masyarakat berpartisipasi

aktif dalam memberikan informasi saat dilakukan wawancara. Selain itu

adanya dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama di Korong

Toboh. Pada kesempatan ini mahasiswa juga mendapatkan dukungan dan

kerjasama yang baik dari Lintas Program (Puskesmas) dan Lintas Sektoral

(Kecamatan dan perangkatnya).

b. Faktor Penghambat

Faktor penghambat pada tahap ini adalah sebagian besar penduduk

bekerja sebagai Buruh, Petani dan swasta sehingga pada pagi hingga siang

hari penduduk jarang berada dirumah. Hal ini menyebabkan sulitnya

warga ditemui pada pagi dan siang hari sehingga data yang didapatkan

hanya berasal dari anggota keluarga yang berada di rumah saat pengkajian

dilakukan. Namun demikian, hal tersebut tidak menjadi hambatan yang

berarti bagi kelompok dalam melakukan pengkajian.


129

Berdasarkan hasil pengkajian kesehatan masyarakat di wilayah

Korong Toboh, mahasiswa dan masyarakat telah menemukan beberapa

masalah kesehatan yang terjadi antara lain :

a. Resiko peningkatan penularan penyakit akibat lingkungan yang tidak

sehat di Korong Toboh Nagari Lareh Nan Panjang Kecamatan VII

Koto Sungai Sariak berhubungan dengan rendahnya pengetahuan dan

informasi masyarakat dalam pengelolaan sampah/limbah serta

kurangnya motivasi dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan

bersih.

b. Resiko penurunan status kesehatan lansia di Korong Toboh Nagari

Lareh Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai Sariak berhubungan

dengan kurangnya pengetahuan dan rendahnya informasi lansia

mengenai cara mempertahankan status kesehatan.

Rencana Tindak Lanjut

a. Pihak Korong Toboh Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, diharapkan

dapat bekerjasama dengan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama dalam

mengatasi masalah kesehatan yang ada di wilayah tersebut.

b. Puskesmas diharapkan lebih tanggap terhadap masalah kesehatan yang

ada di wilayah kerjanya, khususnya dalam hal Kesehatan Lansia.

c. Kader Posyandu diharapkan mampu secara mandiri dan tanggap dalam

mengatasi masalah kesehatan yang terjadi di lingkungan masyarakatnya.

d. Korong diharapkan peka terhadap masalah kesehatan yang ada di

masyarakatnya.
130

4.3 Tahap Diagnosa Keperawatan

Diagnosa Keperawatan Komunitas merupakan suatu pernyataan yang

menggambarkan masalah kesehatan yang terjadi dalam suatu komunitas.

Diagnosa Keperawatan yang valid harus berdasarkan dari Pengkajian yang

telah dilakukan. Menurut Anderson & Farlane (2006), pembagian dari

diagnosa keperawatan yaitu: Diagnosa Keperawatan Aktual, yaitu

menggambarkan adanya masalah kesehatan yang dialami oleh klien. Diagnosa

keperawatan risiko tinggi yaitu menggambarkan potensial berkembangnya

masalah kesehatan disebabkan adanya faktor risiko yang ada dan diagnosa

keperawatan sejahtera (wellness), yaitu menggambarkan keadaan klien yang

berada pada level teratas atau sejahtera.

Dari masalah keperawatan yang ditemukan maka dapat dirumuskan

diagnosa keperawatan sebagai berikut :

1. Resiko peningkatan penularan penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat

di Korong Toboh Nagari Lareh Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai

Sariak berhubungan dengan rendahnya pengetahuan dan informasi masyarakat

dalam pengelolaan sampah/limbah serta kurangnya motivasi dalam

menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.

2. Resiko penurunan status kesehatan lansia di Korong Toboh Nagari Lareh

Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai Sariak berhubungan dengan

kurangnya pengetahuan dan rendahnya informasi lansia mengenai cara

mempertahankan status kesehatan


131

Untuk kedua diagnosa di atas ada beberapa faktor pendukung, penghambat,

dan rencana tidak lanjut. Adapun faktor pendukung, penghambat, dan rencana

tindak lanjut yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Faktor Pendukung

Pada tahap ini masyarakat berpartisipasi aktif dalam memberikan

informasi kesehatannya sehingga dapat dirumuskan masalah kesehatan

yang ada serta adanya dukungan dari masyarakat sekitar, Kader, Kepala

Korong dan tokoh masyarakat maupun tokoh agama di Korong Toboh

Nagari Lareh Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.

2. Faktor Penghambat

Dalam merumuskan masalah keperawatan, mahasiswa tidak

menemukan hambatan yang berarti. Hal ini disebabkan oleh adanya kerja

sama yang baik antara mahasiswa dan masyarakat di Korong Toboh

Nagari Lareh Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.

3. Rencana Tindak Lanjut

a. Pihak Kecamatan diharapkan dapat memfasilitasi setiap kegiatan yang

dilakukan oleh pelayanan kesehatan yang ada di wilayahnya untuk

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di Korong

Toboh Nagari Lareh Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.

b. Pihak Puskesmas diharapkan sebagai pemberi pelayanan kesehatan agar

dapat lebih tanggap dalam memberikan pelayanan dan penyuluhan

kesehatan kepada masyarakat sehingga derajat kesehatan masyarakat

yang optimal tercapai.


132

c. Pihak Korong serta perangkatnya mampu bekerjasama dalam menjaga

kesehatan dan tanggap terhadap masalah kesehatan yang terjadi di

lingkungannya.

d. Pihak kader dapat berperan aktif dalam kesehatan Balita Lansia.

4.4 Tahap Perencanaan

Setelah dirumuskan diagnosa keperawatan komunitas yang ditemukan

pada masyarakat di wilayah Korong Toboh Nagari Lareh Nan Panjang

Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, maka dilanjutkan dengan kegiatan

menyusun rencana atau intervensi keperawatan komunitas mulai dari

memprioritaskan masalah, menetapkan tujuan dan rencana intervensi.

Penyusunan intervensi bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada

tersebut bersama masyarakat, dimana mahasiswa merencanakan beberapa

kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan yang ditemukan.

Rencana kegiatan keperawatan komunitas dalam bentuk Planning Of

Action (POA) disusun bersama-sama masyarakat pada kegiatan MMK

(Musyawarah Masyarakat Korong) yang dihadiri oleh Wali Nagari, Wali

Korong, Dosen Pembimbing, pihak Puskesmas Ampalu, tokoh masyarakat dan

masyarakat Korong Toboh.

Pada perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan dan diintervensi

oleh mahasiswa dan masyarakat perlu adanya penyusunan rencana yang

matang seperti merancang kegiatan yang akan dilakukan, strategi yang

digunakan, sasaran dan target intervensi serta peralatan yang dibutuhkan. Ada

beberapa strategi intervensi keperawatan komunitas, yaitu pendidikan


133

kesehatan, proses kelompok, kerja sama Lintas Program dan Lintas Sektoral,

pemberdayaan masyarakat (empowerment), dan Intervensi Profesional

Keperawatan (Mc. Farlane & Anderson, 2004). Penyusunan rencana intervensi

berdasarkan pada prinsip intervensi dalam model pendekatan keperawatan

komunitas menurut Neuman yaitu memperkuat garis pertahanan diri melalui 3

(tiga) level preventif yaitu primer, sekunder dan tersier (Mc. Farlane &

Anderson, 2004).

Adapun faktor pendukung, penghambat, dan rencana tindak lanjut yang

harus dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Faktor Pendukung

Faktor pendukung dalam pelaksanaan intervensi adalah masyarakat

menyadari bahwa masalah kesehatan yang ditemukan harus diatasi segera

dengan melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator untuk kegiatan-kegiatan

yang telah disepakati bersama berdasarkan prioritas masalah. Selain itu,

adanya kerjasama yang baik dengan Lintas Program (Dinas Kesehatan,

Puskesmas) dan Lintas Sektoral (Kecamatan) yang mendukung dalam

pelaksanaan kegiatan di masyarakat Korong Toboh.

2. Faktor Penghambat

Faktor penghambat yang ditemukan oleh mahasiswa dalam

pelaksanaan kegiatan yaitu kesibukan yang berbeda-beda dari masing-

masing keluarga dan masyarakat sehingga membuat pelaksanaan kegiatan

terkadang menjadi terlambat dari waktu yang telah direncanakan. Hal

tersebut dapat diantisipasi oleh mahasiswa dengan merencanakan kegiatan


134

lebih awal dari jadwal yang direncanakan dan dilakukan pada waktu

senggang.

3. Rencana Tindak Lanjut

a. Pihak Kecamatan diharapkan dapat mendukung dalam setiap kegiatan

yang dilakukan oleh mahasiswa Praktek Profesi dan Tenaga Kesehatan

yang ada di wilayah Korong Toboh.

b. Pihak Puskesmas sebagai pemberi pelayanan kesehatan diharapkan

lebih memperhatikan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat agar

masalah kesehatan yang ada dapat diatasi dengan segera.

c. Pihak korong mampu bekerjasama dalam mempertahankan status

kesehatan masyarakat yang optimal dan tanggap terhadap masalah

kesehatan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

d. Pihak POKJAKES bersama kader diharapkan bisa menjalankan fungsinya

sebagai wadah untuk memandirikan masyarakat dalam mengenal masalah

kesehatan dan mempertahankan status kesehatan masyarakat yang

optimal.

4.5 Tahap Implementasi

Setelah disusun perencanaan yang telah disepakati bersama masyarakat,

maka dilakukan implementasi dari rencana tersebut. Pelaksanaan kegiatan

dilakukan selama kurang lebih 3 (Tiga) hari dengan partisipasi masyarakat.

Menurut teori Mc. Farlane & Anderson (2004), dalam melakukan suatu

tindakan perlu penyusunan rencana yang matang seperti merancang kegiatan

yang akan dilakukan, strategi yang digunakan, sasaran dan target intervensi

serta peralatan yang dibutuhkan. Ada beberapa strategi intervensi keperawatan


135

komunitas, yaitu pendidikan kesehatan, proses kelompok, kerjasama lintas

program dan lintas sektoral, pemberdayaan masyarakat (empowerment ), dan

intervensi profesional keperawatan.

Berikut ini akan diuraikan faktor pendukung, faktor penghambat, dan

rencana tindak lanjut dari setiap diagnosa keperawatan yang telah dilakukan

implementasi dalam upaya menyelesaikan masalah yang telah ditemukan di

masyarakat, yaitu:

1. Resiko peningkatan penularan penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat

di Korong Toboh Nagari Lareh Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai

Sariak berhubungan dengan rendahnya pengetahuan dan informasi

masyarakat dalam pengelolaan sampah serta kurangnya motivasi dalam

menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.

a. Melaksanakan gotong royong dengan seluruh masyarakat Korong

Toboh Nagari Lareh Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.

Melaksanakan kegiatan gotong royong yang dilaksanakan pada hari

minggu, tanggal 17 Desember 2017 dimulai pukul 09.00 WIB s/d

selesai. Di mulai dari bersih bersih mesjid raya Toboh, halaman

mesjid, seluruh pekarangan dan menyapu, membersihkan rumput,

sampai laga-laga dan lingkungan Korong Toboh dan masyarakat dan

Wali Korong antusias dalam gotong royong bersama.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan

kemauan masyarakat dalam lingkungan sehat dan bersih.


136

b. Pemberian tempat sampah

1) Faktor Pendukung

Faktor pendukung dari kegiatan ini adalah adanya peran serta aktif

dari masyarakat dalm mengikuti kegiatan gotong royong dilingkungan

sekitar yang terlihat dari penyediaan peralatan gotong royong oleh

warga dan keterlibatan para ibu dalam menyediakan makanan.

2) Faktor Penghambat: faktor penghambat dalam kegiatan gotong royong

ini terlihat tidak semua semua masyarakat yang ikut berpartisipasi

untuk membersihkan lingkungan. Masih terlihat masyarakat yang

sibuk dengan kegiatan sehari hari seperti berjualan dan ada juga

sebagian warga yang hanya duduk dirumah.

2. Resiko penurunan status kesehatan Lansia di Korong Toboh Nagari Lareh

Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai Sariak berhubungan dengan

kurang pengetahuan dan rendah informasi lansia mengenai cara

mempertahankan status kesehatannya.

a. Penyuluhan tentang Rematik

Penyuluhan kesehatan tentang Penyuluhan Rematik dilaksanakan

pada hari Senin, tanggal 18 Desember 2017 Jam 10.30 WIB s/d selesai

Di Laga-laga Korong Toboh Nagari Lareh Nan Panjang Kecamatan VII

Koto Sungai Sariak. Jumlah lansia yang ikut dalam penyuluhan ini

sebanyak 23 orang. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan

dapat meningkatkan pengetahuan Lansia tentang Rematik.


137

1) Faktor Pendukung

Faktor pendukung dari kegiatan ini adalah adanya peran serta aktif

dari Lansia dalam pelaksanaan kegiatan.

2) Faktor Penghambat

Tidak ada

b. Penyebaran leaflet

c. Melakukan pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan asam urat

pada Lansia.

d. Mendemonstrasikan jus mentimun yang bertujuan untuk menurunkan

tekanan darah jika ada yang memiliki penyakit hipertensi.

Rencana Tindak Lanjut

1) Pihak kecamatan diharapkan dapat mengkoordinir dan memfasilitasi

setiap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan di Korong Toboh

Kenagarian Lareh Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai

Sariak, serta memberikan kontribusi dibidang kesehatan yang dapat

meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayahnya dalam menjaga

lingkungan agar tetap bersih dan dapat meningkatkan serta

mempertahankan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

2) Puskesmas sebagai pemberi pelayanan kesehatan diharapkan lebih

meningkatkan upaya promotif dan preventif seperti pendidikan

kesehatan, melalui penyuluhan tentang kesehatan lingkungan

sehingga pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya di

Korong Toboh Kenagarian Lareh Nan Panjang Kecamatan VII

Koto Sungai Sariak.


138

3) Pihak Korong, POKJAKES dan kader diharapkan dapat bekerjasama

dalam memandirikan masyarakat khususnya di Korong Toboh

Kenagarian Lareh Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.

Dan mampu menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk mengatasi

masalah kesehatan yang ada di wilayahnya.

4.6 Tahap Evaluasi

Tahap evaluasi merupakan kegiatan menilai pelaksanaan intervensi dan

implementasi yang telah dilaksanakan. Pada tahap implementasi keperawatan

semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan sangat baik. Hal ini berkat

kerjasama yang baik antara mahasiswa dengan masyarakat di Korong Toboh

Kenagarian Lareh Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.

1. Faktor Pendukung

Faktor pendukung dari kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan adalah

adanya kerjasama yang baik dengan lintas sektoral dan lintas program,

serta adanya kesadaran dan motivasi dari masyarakat Toboh Kenagarian

Lareh Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. untuk meningkatkan

derajat kesehatannnya.

2. Faktor Penghambat:

Faktor penghambat dalam setiap kegiatan yang telah dilakukan umumnya

adalah pekerjaan warga yang bervariasi sehingga menyebabkan pelaksanaan

kegiatan terkadang diundur dari waktu yang sudah direncanakan dan

pekerjaan tersebut tidak bisa ditinggalkan saat kegiatan dilaksanakan.


139

Adapun faktor penghambat lain yang dihadapi seperti cuaca yang kurang

mendukung dalam pelaksanaan beberapa kegiatan.

3. Rencana Tindak Lanjut

a. Dinas Kesehatan diharapkan dapat membuat kebijakan di bidang

kesehatan yang dapat mendukung peningkatan derajat kesehatan

masyarakat melalui program kerja yang dilaksanakan pihak puskesmas.

b. Puskesmas diharapkan mendukung dan memfasilitasi kegiatan yang

dilakukan oleh masyarakat dalam mencegah terjadinya penyebaran

penyakit di lingkungannya serta dapat lebih meningkatkan pelayanan

kesehatan kepada warga diwilayah kerjanya sehingga status kesehatan

masyarakat dapat dicapai secara optimal.

c. Pihak Kecamatan diharapkan mampu mengkoordinir setiap pelaksanaan

kegiatan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

d. Korong diharapkan mampu menjalankan kegiatan-kegiatan yang dapat

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayahnya.