Anda di halaman 1dari 7

RETENSI KARYAWAN

RSU KASIH IBU DENPASAR


DESEMBER 2015

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dewasa ini mobilitas para karyawan semakin meningkat. Beberapa karyawan
potensial dengan cepat dapat berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Hal
ini tentu saja tidak menguntungkan bagi perusahaan yang ditinggalkan. Untuk itu
penting bagi perusahaan untuk melakukan berbagai upaya dalam mempertahankan
karyawannya.
Upaya untuk mempertahankan karyawan telah menjadi persoalan utama dalam
banyak organisasi. Oleh karena itu sangatlah penting organisasi mengakui bahwa
retensi karyawan merupakan perhatian SDM yang berkelanjutan dan tanggung
jawab signifikan bagi semua supervisor dan manajer. Istilah retensi terkait dengan
istilah perputaran (turnover) yang berarti proses dimana karyawan- karyawan
meninggalkan organisasi dan harus digantikan (Mathis dan Jackson, 2009).
Perputaran secara sukarela atau karyawan meninggalkan lembaga karena keinginannya
sendiri dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk peluang karier, gaji,
pengawasan, geografi, dan alasan keluarga/ pribadi.

B. Tujuan
1. Memahami pentingnya retensi karyawan.
2. Memahami tujuan pelaksanaan retensi karyawan bagi perusahaan.
3. Mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi retensi karyawan.
4. Memahami strategi dalam melaksanakan upaya retansi karyawan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Retensi Karyawan


Retensi karyawan (employee retention) adalah praktek dan kebijakan yang
dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja yang membuat karyawan ingin tetap
bersama organisasi, sehingga mengurangi perputaran karyawan.
Pemeliharaan Karyawan atau Retensi karyawan/Employee Retention merupakan
kemampuan perusahaan untuk mempertahankan karyawan potensial yang dimiliki
perusahaan untuk tetap loyal terhadap perusahaan. Pengembangan program Employee
Retention haruslah merupakan komponen yang krusial bagi Rumah Sakit. Jika
Employee Retention buruk, maka akan meningkatkan employee turnover yang secara
negatif mempunyai dampak terhadap pelayanan terhadap pelanggan, standar produksi
kerja dan profitability. Secara umum, hubungan antara Employee Retention terhadap
kinerja sangatlah kompleks, terdapat bukti bahwa kinerja dapat menurun jika Employee
Retention karyawan buruk dan ada kemungkinan terdapat stagnasi karyawan jika
turnover terlalu rendah (Abelson dan Baysinger, 1984 serta Glebbek dan Back, 2004).

B. Tujuan Retensi Karyawan


Menurut Hasibuan (2000) pemeliharaan karyawan harus mendapat
perhatian yang sungguh-sungguh. Jika pemeliharaan karyawan kurang diperhatikan,
semangat kerja, sikap dan loyalitas karyawan akan menurun. Pemeliharaan adalah
usaha mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan sikap
karyawan, agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya
tujuan perusahaan. Lebih lanjut dikatakan tujuan pemeliharaan adalah:
1. Untuk meningkatkan produktifitas kerja karyawan
2. Meningkatkan loyalitas dan menurunkan turnover karyawan
3. Memberikan ketenangan, keamanan, dan kesehatan karyawan
4. Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya
5. Memperbaiki kondisi fisik, mental dan sikap karyawan
6. Mengurangi konflik serta menciptakan suasana yang harmonis
7. Mengefektifkan pengadaan karyawan

3
Sedangkan metode-metode pemeliharaan adalah: (1) komunikasi; (2)
insentif; (3) kesejahteraan karyawan; (4) kesadaran dan keselamatan kerja; dan (5)
hubungan industrial (Hasibuan, 2000).

RENCANA KEGIATAN

A. SASARAN
Tercapainya kegiatan Retensi karyawan di lingkungan RSU Kasih Ibu Denpasar.

B. FOKUS PROGRAM KEGIATAN


1. Peluang Karir
a. Pelatihan berkelanjutan
b. Pengembangan dan Bimbingan
c. Perencanaan karir
2. Penghargaan
a. Penghargaan kinerja
3. Hubungan Karyawan
a. Perlakuan yang adil/tidak diskriminatif
b. Dukungan dari supervisor/manajemen
c. Hubungan rekan kerja
4. Kegiatan Outbond untuk semua level staf.

4
A. Jadwal

RENCANA

RENCANA WAKTU
N PROGRA
SASARAN INDIKATOR PENCAPAI KEGIATAN TW- TW TW TW RAB
O M
AN 1 -2 -3 -4
1 -
2 - -
3 - -
- -
- -
- -

Denpasar, Desember 2015


Mengetahui
Direktur Kasih Ibu Denpasar KPS Kasih Ibu Denpasar

dr. I Gusti Ngurah Rai, M.M Swandajani B. Mahamurty

5
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Upaya untuk mempertahankan karyawan telah menjadi persoalan utama dalam
banyak organisasi. Oleh karena itu sangatlah penting organisasi mengakui bahwa
retensi karyawan merupakan perhatian SDM yang berkelanjutan dan tanggung jawab
signifikan bagi semua supervisor dan manajer. Employee Retention atau pemeliharaan
adalah usaha mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan sikap
karyawan, agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya
tujuan perusahaan.

B. Saran
Mengelola karyawan yang mempunyai potensi bagi perusahaan adalah suatu
keharusan karena akan menjadikan keuntungan bagi perusahaan di masa mendatang,
Employee Retention harusnya dilaksanakan semenjak proses rekrutmen karyawan.
Dengan melakukan seleksi karyawan yang tepat sesuai dengan kebutuhan kerja, serta
melakukan rekrutmen karyawan yang mempunyai skill/kemampuan yang memang
dibutuhkan oleh perusahaan.

6
7