Anda di halaman 1dari 3

Contoh Hukum Internasional

Contoh hukum internasional yang akan diurai melalui artikel ini adalah beberapa
contoh peraturan dalam hukum internasional. Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel dari
kami yang sebelumnya bahwa hukum internasional merupakan bagian hukum yang mengatur
aktivitas entitas yang ruang lingkupnya internasional (lintas Negara).

Sehubungan dengan hal tersebut maka terdapat beberapa peraturan hukum internasional
yang dapat dijelaskan sebagai contoh hukum internasional, diantaranya adalah Piagam PBB,
Piagam Mahkamah Internasional (International Court of Justice), Resolusi Majelis Umum
Perserikatan Bangsa-Bangsa tanggal 18 September 2000 tentang Deklarasi Milenium
Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan lain sebagainya.

Contoh Hukum Internasional bidang HAM

Contoh hukum internasional yang pertama adalah deklarasi universal hak asasi manusia.
 Deklarasi universal terhadap hak asasi manusia ini diselenggarakan di Kota San Fransisco,
Amerika Serikat pada tanggal 10 Desember 1948.

Deklarasi universal terhadap hak asasi manusia tersebut merupakan dokumen tertulis
pertama mengenai hak asasi manusia yang diterima oleh semua negara. Oleh karena itu, majelis
umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut deklarasi HAM Universal tahun 1948
sebagai pencapaian standar bersama bagi semua orang dan bangsa di dunia.

Deklarasi universal terhadap hak asasi manusia ini kemudian menjadi nafas dan inspirasi
bagi semua instrumen hukum internasional yang terkait dengan Hak Asasi Manusia. Dokumen
deklarasi universal terhadap hak asasi manusia tahun 1948 menjadi acuan pokok dalam
penyusunan dua pilar utama hukum internasional yang terkait dengan Hak Asasi Manusia, yakni
Konvensi Internasional Mengenai Hak-Hak Sipil dan Politik Tahun 1966 dan Konvensi
Internasional Mengenai Hak-Hak Sosial, Ekonomi dan Budaya tahun 1966.

Selanjutnya dapat disebutkan beberapa contoh hukum internasional yang berkaitan


dengan hak asasi manusia, antara lain: Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan
Politik (International Covenant on Civil and Political Rights), Konvensi
Genosida (Convention on the Prevention and Punishment of the Crime of Genocide), Konvensi
Menentang Penyiksaan (Convention against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading
Treatment or Punishment), Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminsasi
Rasial (International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination),
Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on the
Elimination of All Forms of Discrimination against Women), Konvensi Hak Anak (Convention
on the Rights of the Child), Konvensi Mengenai Status Pengungsi (Convention relating to the
Status of Refugees), dan masih banyak lagi yang lainnya.

Beberapa contoh hukum internasional yang disebutkan diatas merupakan contoh hukum
internasional yang berkaitan dengan hak asasi manusia. Selain yang berkaitan dengan hak asasi
manusia, contoh hukum internasional juga dapat kita lihat pada bidang lainnya.
Contoh Hukum Internasional Bidang Lingkungan Hidup

Contoh hukum internasional di bidang lingkungan hidup relatif banyak. Dewasa ini
jumlah perjanjian internasional di bidang lingkungan hidup, baik yang sifatnya mulitirateral atau
bilateral dan regional maupun global telah berkembang hingga mencapai 300 jenis. Bahka dalam
world bank report 1995, disebutkan bahwa telah terdapat lebih dari 700 perjanjian internasional
multirateral dan 1000 perjanjian internasional bilateral yang didesain untuk mengatur
permasalahan terkait dengan bidang lingkungan hidup, baik dalam bentuk konvensi, protocol
maupun amandemen.

Beberapa contoh hukum internasional terkait dengan bidang lingkungan hidup adalah
Konvensi PBB mengenai Hukum Laut Tahun 1982, Konvensi Perlindungan Lapisan Ozon
Tahun 1985, Konvensi PBB mengenai Perubahan Iklim Tahun 1992, Konvensi PBB mengenai
Keanekaragaman Hayati (United Nations Convention on the Biological Diversity/UNCBD),
Konvensi Stockholm mengenai Persistens Organic Pollutans (POPs) dan lain sebagainya.

Contoh Hukum Internasional Yang Berkaitan Dengan Perang

Beberapa contoh hukum internasional yang berkaitan dengan perang diantaranya adalah The
Fourth Geneva Convention Relative to the Protection of Civilian Persons in Time of War of 12
August 1949, Protocol Additional to the Geneva Conventions of 12 August 1949, and relating to
the Protection of Victims of Non-International Armed Conflicts (Protocol II), 8 June 1997 dan
Rome Statute of the International Criminal Court.

Ketentuan mengenai hukum perang sebagaimana diatur dalam The Fourth Geneva
Convention Relative to the Protection of Civilian Persons in Time of War of 12 August 1949
mengikat juga untuk diberlakukan di Negara Indonesia, oleh karena Negara Indonesia telah
menjadi anggota Geneva Conventions 1949 sebagaimana diratifikasi melalui Undang-Undang
No. 59 Tahun 1958 tentang Ikut Serta Negara Republik Indonesia dalam Seluruh Konvensi
Jenewa Tanggal 12 Agustus 1949.
Contoh Hukum Internasional Regional Hukum Internasional yang berlaku/terbatas daerah lingkungan
berlakunya, seperti Hukum Amerika / Amerika Latin, seperti konsep landasan kontinen (Continental
Shelf) dan konsepperlindungan kekayaan hayati laut (conservation of the living resources of the sea)
yang mula-mula tumbuh di Benua Amerika sehingga menjadi hokum Internasional Umum.

2. Hukum Internasional
Khusus
Hukum Internasional
dalam bentuk kaedah
yang khusus berlaku bagi
negara-negara tertentu
seperti Konvensi Eropa
mengenai HAM sebagai
cerminan keadaan,
kebutuhan, taraf
perkembangan dan
tingkat integritas yang
berbeda-beda dari
bagian masyarakat yang
berlainan. Berbeda
dengan regional yang
tumbuh melalui proses
hukum kebiasaan.

Contoh Hukum Iinternasional:

a) Konvensi-konvensi den haag 1899 dan 1907 mengenai Hukum Perang dan
Penyelesaian Sengketa Secara Damai.
b) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, 1945.
Di samping itu terdapat sejumlah perjanjian mengenai kawasan bebas senjata
nuklir yang bersifat regional yaitu:
1) Treaty of Tlatelolco yang meliputi wilayah Amerika Latin dan Karibia (1967).
2) Treaty of Rarotongan meliputi kawasan Pasifik Selatan (1986)