Anda di halaman 1dari 6

SPESIFIKASI TEKNIS

Kegiatan : Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan


Pekerjaan : Paket 9, Peningkatan Ruas Jalan Pk. Buluh–Manistutu Munduk
Tumpeng–Munduk Waru
Ruas : Jalan Pk. Buluh – Manistutu (P=1,450 Km, L=3,50 m)
Jalan Munduk Tumpeng – Munduk Waru (P=0,600 Km, L=2,60 m)
Lokasi : Kecamatan Melaya
Prop/Kab/Kodya : Bali/Jembrana

Spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi mengacu pada spesifikasi umum 2010 (revisi 3) pekerjaan
jasa pelaksanaan konstruksi dengan kontrak harga satuan. Adapun jenis pekerjaan yang akan
dilaksanakan yaitu :

A. Divisi 1. Umum
Divisi ini meliputi persiapan awal kegiatan, yaitu :
 Pemberitahuan secara tertulis kepada pihak terkait dengan akan dimulainya pelaksanaan
pekerjaan tersebut
 Penyiapan gambar – gambar kerja
 Penyiapan jadwal pelaksanaan yang lebih detail
 Penyiapan dokumentasi 0 %
 Penyiapan cara pelaporan (laporan harian, mingguan dan bulanan)
 Mobilisasi dan demobilisasi peralatan
 Penyiapan fasilitas lainnya untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaan (rambu lalu
lintas, papan nama pekerjaan, dan pembersihan lapangan)
 Pekerjaan Survey (investigasi dan aktual cek lapangan)

B. Divisi 2. Drainase
Divisi ini meliputi pekerjaan galian untuk selokan

Peralatan yang diperlukan :


 Pekerjaan galian untuk selokan, drainase dan saluran air menggunakan alat excavator,
dump truck dan alat bantu, jika tidak memungkinkan menggunakan excavator dapat
dikerjakan dengan tenaga manusia.

Tenaga kerja yang digunakan :


 Pekerjaan galian untuk selokan, drainase dan saluran air menggunakan tenaga mandor dan
pekerja.

Metode kerja/prosedur pelaksanaan pekerjaan :


- Pekerjaan galian untuk selokan, drainase dan saluran air.
Penggalian dilakukan dengan menggunakan excavator. Selanjutnya excavator menuangkan
material hasil galian ke dalam dump truck. Dump truck membuang material hasil galian
keluar lokasi. Sekelompok pekerja akan merapikan hasil galian.

C. Divisi 3. Pekerjaan tanah


Divisi ini meliputi pekerjaan Galian Biasa, pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber galian,
pembersihan dan pengupasan lahan.
Bahan/material yang diperlukan :
- Pekerjaan timbunan Pilihan menggunakan bahan tanah atau batu yang memenuhi semua
ketentuan sebagai timbunan pilihan. Timbunan pilihan dapat berupa timbunan batu atau kerikil
lempungan bergradasi baik atau lempung pasiran atau lempung berplastisitas rendah. Bahan
untuk timbunan pilihan tidak boleh mengandung daun- daunan, rumput-rumputan, akar, dan
sampah.
Peralatan yang diperlukan :
- Pekerjaan galian biasa menggunakan alat dump truck, excavator dan alat bantu apabila
tidak memungkinkan menggunakan excavator dapat dikerjakan dengan tenaga manusia.
- Pekerjaan timbunan pilihan dari sumber galian menggunakan alat dump truck, wheel
loader, motor grader, tandem, water tanker dan alat bantu.
- P e m b e r s i h a n d a n p e n g u p a s a n l a h a n menggunakan alat bantu.

Tenaga kerja yang digunakan :


- Pekerjaan galian biasa, timbunan pilihan, pembersihan dan pengupasan lahan
menggunakan tenaga mandor dan pekerja.

Metode kerja/prosedur pelaksanaan pekerjaan :


- Pekerjaan galian biasa.
Tanah yang digali umumnya berada di sisi jalan. Penggalian dilakukan dengan
menggunakan excavator. Selanjutnya excavator menuangkan material hasil galian ke dalam
dump truck. Dump Truck membuang material hasil galian keluar lokasi.
- Pekerjaan timbunan pilihan.
Wheel loader memuat bahan timbunan pilihan ke dalam dump truck. Dump truck
mengangkut timbunan pilihan dari sumber galian ke lapangan. Material dihampar
dengan motor grader. Material hamparan disiram dengan water tanker sebelum
pemadatan. Pemadatan dilakukan dengan tandem. Selama pemadatan sekelompok
pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat
bantu.
- Pekerjaan pembersihan dan pengupasan lahan.
Alat tebang atau alat bantu lainnya digunakan untuk menebang tanaman dari atas sampai
bagian bawah. Pengangkatan akar tanaman dengan linggis dan sekop. Dump Truck
mengangkut tanaman/rumput bongkaran ke tempat pembuangan.

D. Divisi 5. Perkerasan Berbutir


Divisi ini meliputi pekerjaan lapis pondasi agregat klas A. Pekerjaan lapis pondasi pada divisi ini
dilaksanakan untuk pekerjaan perkerasan pada badan jalan yang meliputi pemasokan,
pemrosesan, pengangkutan, penghamparan, pembasahan dan pemadatan agregat di atas
permukaan yang telah disiapkan.

Bahan/material yang diperlukan :


- Pekerjaan lapis pondasi agregat klas A menggunakan agregat klas A dimana agregat harus
bebas dari bahan organik dan gumpalan lempung atau bahan-bahan lain yang tidak
dikehendaki dan setelah dipadatkan harus memenuhi ketentuan gradasi (menggunakan
pengayakan secara basah) yang terdapat dalam Tabel 1 dan memenuhi sifat-sifat yang
diberikan dalam Tabel 2 berikut :

Tabel 1. Gradasi Lapis Pondasi Agregat


Ukuran Ayakan Persen Berat Yang Lolos
ASTM (mm) Kelas A Kelas B Kelas S
2” 50 100
1 ½” 37,5 100 88 - 95 100
1“ 25,0 79 - 85 70 - 85 77 - 89
3/8” 9,50 44 - 58 30 - 65 41 66
No.4 4,75 29 - 44 25 - 55 26 - 54
No.10 2,0 17 - 30 15 - 40 15 - 42
No.40 0,425 7 - 17 8 - 20 7 - 26
No.200 0,075 2-8 2-8 4 - 16
Tabel 2. Sifat-sifat Lapis Pondasi Agregat
Sifat – sifat Kelas A Kelas B Kelas S
Abrasi dari Agregat Kasar 0 - 40% 0 - 40% 0 - 40%
(SNI 2417:2008)
Indek Plastisitas (SNI 0-6 0 - 10 4 - 15
1966:2008)
Hasil kali Indek Plastisitas maks. - -
dng. % Lolos Ayakan 25
No.200
Batas Cair (SNI 0 - 25 0 - 35 0 - 35
1967:2008)
Bagian Yang Lunak (SNI 0-5% 0-5% 0-5%
03-4141-1996)
CBR (SNI 03-1744-1989) min.90 min.60 min.50
% % %

Peralatan yang diperlukan :


- Pekerjaan lapis pondasi agregat klas A menggunakan alat dump truck, wheel loader, motor
grader, tandem roller, water tangker dan alat bantu.

Tenaga kerja yang digunakan :


- Pekerjaan lapis pondasi agregat klas A menggunakan tenaga mandor dan pekerja.

Metode kerja/prosedur pelaksanaan :


- Pekerjaan lapis pondasi agregat klas A metode kerjanya yaitu wheel loader mencampur
dan memuat agregat ke dalam dump truck di base camp. Dump truck mengangkut agregat
ke lokasi. Pekerjaan dan dihampar dengan motor grader. Hamparan agregat dibasahi
dengan water tanker truck sebelum dipadatkan dengan tandem roller. Selama pemadatan
sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan
menggunakan alat bantu.

E. Divisi 6. Perkerasan Aspal


Divisi ini meliputi pekerjaan lapis resap pengikat, lapis perekat, laston lapis aus (AC-WC) dan
lapis pondasi/perata penetrasi macadam.

Bahan/material yang diperlukan :


- Pekerjaan lapis resap pengikat dan lapis perekat menggunakan bahan aspal semen
Pen.80/100 atau Pen.60/70, memenuhi AASHTO M20 dan minyak tanah (kerosen).
- Pekerjaan laston lapis aus (AC-WC) menggunakan bahan aspal, agregat kasar, agregat
halus dan filler yang dicampur di AMP.
- Pekerjaan lapis pondasi/perata penetrasi macadam menggunakan bahan aspal, agregat
halus dan agregat kasar.

Peralatan yang diperlukan :


- Pekerjaan lapis resap pengikat dan lapis perekat menggunakan aspal distributor dan
compressor.
- Pekerjaan laston lapis aus (AC-WC) menggunakan dump truck, wheel loader , AMP, genset,
asphalt finisher, tandem roller, tire roller dan alat bantu.
- Pekerjaan lapis pondasi/perata penetrasi macadam menggunakan dump truck, wheel
loader, three wheel roller, aspal sprayer dan alat bantu.

Tenaga kerja yang digunakan :


- Pekerjaan lapis resap pengikat, lapis perekat, laston lapis aus (AC-WC) dan
lapis pondasi/perata penetrasi macadam menggunakan tenaga mandor dan
pekerja.

Metode kerja/prosedur pelaksanaan pekerjaan :


- Pekerjaan lapis resap pengikat dan lapis perekat.
Aspal dan minyak flux dicampur dan dipanaskan sehingga menjadi campuran aspal
cair. Permukaan yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran dengan air
compressor. Campuran aspal cair disemprotkan dengan asphalt distributor ke atas
permukaan yang akan dilapis.
- Pekerjaan laston lapis aus (AC-WC).
Wheel loader memuat agregat ke dalam Cold Bin AMP. Agregat dan aspal dicampur dan
dipanaskan dengan AMP untuk dimuat langsung kedalam dump truck dan diangkut ke lokasi
pekerjaan. Campuran panas AC dihampar dengan finisher dan dipadatkan dengan tandem
dan tire roller. Selama pemadatan, sekelompok pekerja akan merapikan tepi
hamparaan dengan menggunakan alat bantu.
- Pekerjaan lapis pondasi/perata penetrasi macadam.
Permukaan dasar dibersihkan dan disemprot aspal cair. Agregat kasar dimuat ke
dalam dump truck menggunakan wheel loader (di base camp). Agregat kasar ditebarkan
(manual)
sesuai tebal yang diperlukan dan dipadatkan dengan three wheel roller (6-8 Ton) minimum
6 lintasan. Aspal disemprotkan di atas agregat kasar yang telah diratakan
menggunakan aspal sprayer. Agregat pengunci ditebarkan dan dipadatkan dengan cara
yang sama dengan pemadatan agregat kasar.

F. Divisi 7. Struktur
Divisi ini meliputi pekerjaan beton mutu rendah fc’15 MPa, pasangan batu, baja tulangan U
24 polos, dan pasangan leneng.

Bahan/material yang diperlukan :


- Pekerjaan beton mutu rendah fc’15 MPa menggunakan semen, agregat kasar, pasir beton.
- Pekerjaan pasangan batu menggunakan batu kali, semen dan pasir pasang.

- Pekerjaan baja tulangan U 24 polos menggunakan besi dan kawat


- Pekerjaan pasangan leneng menggunakan batu kali, semen dan pasir pasang.

Peralatan yang diperlukan :


- Pekerjaan beton mutu rendah fc’15 Mpa, pasangan batu dan pasangan
leneng menggunakan concrete mixer, water tanker dan alat bantu.
- Pekerjaan baja tulangan menggunakan alat bantu.

Tenaga kerja yang digunakan :


- Pekerjaan beton mutu rendah fc’15 MPa, pasangan batu, baja tulangan, leneng
menggunakan tenaga mandor, tukang dan pekerja.

Metode kerja/prosedur pelaksanaan pekerjaan :


- Pekerjaan beton mutu rendah fc’15 MPa.
Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk menjadi beton dengan
menggunakan concrete mixer. Beton dicor ke dalam bekisting yang telah disiapkan.
Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan.
- Pekerjaan pasangan batu dan leneng.
Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi mortar dengan menggunakan
concrete mixer. Batu dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya sebelum
dipasang. Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan.
- Pekerjaan baja tulangan
Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai ukuran. Besi tulangan
dipasang/disusun sesuai dengan gambar pelaksanaan dan persilangannya diikat kawat.

G. Divisi 8. pengembalian kondisi dan pekerjaan minor


Divisi ini meliputi pekerjaan Lapis Penetrasi Macadam untuk pekerjaan minor.

Bahan/material yang diperlukan :


- Pekerjaan penetrasi macadam untuk pekerjaan minor menggunakan bahan aspal dan
agregat kasar.

Peralatan yang diperlukan :


- Pekerjaan penetrasi macadam untuk pekerjaan minor menggunakan dump truck, wheel
loader, three wheel roller, aspal sprayer dan alat bantu.

Tenaga kerja yang digunakan :


- Pekerjaan P enetrasi Macadam untuk pekerjaan minor menggunakan tenaga mandor
dan pekerja.

Metode kerja/prosedur pelaksanaan pekerjaan :


- Pekerjaan penetrasi macadam untuk pekerjaan minor
Permukaan dasar dibersihkan dan disemprot aspal cair. Agregat kasar dimuat ke dalam
dump truck menggunakan wheel loader (di base camp). Agregat Kasar ditebarkan (manual)
sesuai tebal yang diperlukan dan dipadatkan dengan three wheel roller (6-8 Ton) minimum
6 lintasan. Aspal disemprotkan di atas agregat kasar yang telah diratakan
menggunakan aspal sprayer. Agregat pengunci ditebarkan dan dipadatkan dengan cara
yang sama dengan pemadatan agregat kasar.
H. Ketentuan gambar kerja
Gambar kerja merupakan acuan/gambaran awal dalam pelaksanaan pekerjaan. Gambar kerja
ini selanjutnya ditinjau kembali pada saat investigasi lapangan. Investigasi lapangan ini adalah
survey (pengukuran) awal dari keadaan lapangan untuk peninjauan kembali terhadap perkiraan
kuantitas yang tercantum dalam kontrak. Dari hasil investigasi itu diadakan perhitungan kembali
untuk mendapatkan hasil sesuai kondisi lapangan yang baru dan membuatkan gambar kerja
baru dengan tetap mengacu kepada kontrak awal. Apabila penyedia b a r a n g / jasa
melaksanakan pekerjaan diluar dari gambar kerja baru yang telah ditetapkan, maka
pekerjaan tersebut tidak dapat dihitung untuk pembayaran.

I. Perhitungan perhitungan prestasi kerja untuk pembayaran


Dasar pembayaran kepada penyedia barang/jasa meliputi pembayaran uang muka
dan pembayaran prestasi kerja didasarkan atas berita acara pemeriksaan fisik pekerjaan yang
telah
disetujui bersama dalam kontrak.

1) Uang muka
- Uang muka dapat diberikan untuk mobilisasi alat, tenaga kerja, pembayaran uang
tanda jadi kepada pemasok barang/material dan/atau persiapan teknis lain yang
diperlukan.
- Uang muka dapat diberikan dengan ketentuan yaitu untuk usaha kecil paling tinggi 30%
(tiga puluh perseratus) dari nilai kontrak.
- Nilai jaminan uang muka secara bertahap dapat dikurangi secara proporsional sesuai
dengan pencapaian prestasi pekerjaan.
2) Pembayaran prestasi kerja
- Pembayaran prestasi pekerjaan dapat diberikan berdasarkan tahapan
penyelesaian pekerjaan (termin).
- Pembayaran prestasi kerja diberikan setelah dikurangi angsuran pengembalian
uang muka dan denda apabila ada, serta pajak.
- Pembayaran termin untuk pekerjaan kontruksi, dilakukan maximal senilai pekerjaan yang
telah terpasang.
- PPK dapat menahan sebagian pembayaran prestasi pekerjaan sebagai uang
retensi untuk jaminan pemeliharaan pekerjaan konstruksi.
J. Laporan pelaksanaan
Laporan pelaksanaan kegiatan yang disiapkan antara lain :
- Laporan harian, mingguan dan bulanan
- Struktur organisasi
- Time shchedule, re-schedule (bila terjadi perubahan volume dan waktu pekerjaan)
- Adendum/perubahan kontrak bila terjadi perubahan volume dan nilai pekerjaan
- Request pekerjaan
- Shop drawing
- Asbuilt drawing
- Back up data quantity
- Back up data quality
- Final quantity
- Data laboratorium
- Foto dokumentasi kegiatan (kondisi 0%, 50% dan 100%)
- Buku direksi
- Buku tamu

K. Penerapan manajemen K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) konstruksi


- Perlengkapan dan pelayanan lalu lintas harus disediakan untuk mengendalikan dan
melindungi karyawan penyedia jasa, direksi pekerjaan, dan pengguna jalan yang melalui
daerah konstruksi, termasuk lokasi sumber bahan dan rute pengangkutan.
- Rambu–rambu lalu lintas yang diperlukan dan perlengkapan lalu lintas lainnya harus
disediakan, sepanjang lokasi kegiatan pada setiap saat selama periode pelaksanaan.
- Semua pengaturan lalu lintas yang disediakan dan dipasang harus dikaji oleh direksi
pekerjaan agar sesuai dengan ukuran, lokasi, reflektifitas (daya pantul), visibilitas (daya
penglihatan), kecocokan, dan penggunaan yang sebagaimana mestinya.
- Membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk identifikasi bahaya, penilaian risiko
dan pengendaliannya secara berkesinambungan sesuai dengan Rencana K3 Kontrak
(RK3K) yang telah disetujui oleh Direksi.
- Peralatan P3K harus tersedia di tempat kerja.
L. Ketentuan Lain-lain
- Hal-hal yang belum tercamtum dalam spesifikasi teknis ini tetap mengacu pada spesifikasi
umum 2010 revisi 3.

Negara, 19 Juli 2017


CV. AYU DHARMA

EMA AFYUNI
Direktris