Anda di halaman 1dari 4

Nama : Gusliana Sari

Nim : 291324949

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG:

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting yang tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan manusia. Melalui pendidikan pula manusia dapat mencapai kehidupan
yang lebih baik. Selain itu, pendidikan juga merupakan hal yang sangat penting bagi
kemajuan suatu bangsa, karena dengan adanya pendidikan suatu bangsa dapat
mencapai suatu kemajuan seperti dalam bidang pengembangan sumber daya manusia
maupun dalam pengelolaan sumber daya alam. Pendidikan nasional berdasarkan
pancasila UUD 1945 bab II pasal 3 menjelaskan bahwa pendidikan memiliki fungsi
mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat
manusia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan bertujuan
berkembangnya kemampuan peserta didik agar menjadi manusia beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, masyarakat Indonesia dianjurkan
dapat menempuh pendidikan minimal 12 tahun sesuai dengan peraturan pemerintah.
Masyarakat yang telah menempuh pendidikan minimal 12 tahuh telah dijamin oleh
pemerintah mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan kemampuannya.
Masyarakat tidak hanya dapat menempuh pendidikan selama 12 tahun saja tetapi
masyarakat juga dapat melanjutkan hingga ke perguruan tinggi untuk mendapatkan
ilmu, pengalaman serta diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang
lain sehingga dapat memberikan kehidupan yang lebih baik.
Didalam bidang pendidikan sangat banyak bidang-bidang ilmu yang terus
berkembang. Salah satunya adalah Ilmu kimia. Ilmu kimia merupakan salah satu
cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang merupakan bidang studi yang biasanya
dipelajari pada tigkat SMA/MA. Ilmu kimia mempelajari bangun (struktur) materi
dan perubahan-perubahan yang dialami materi ini dalam proses-proses alamiah
maupun dalma eksperimenyang telah direncanakan. Pelajaran kimia pada hakekatnya
adalah pelajaran yang sangat hubungannya dalam kehidupan sehari-hari dan telah
memberikan banyak manfaat bagi manusia.
Dibandingkan dengan bidang lain, kimia sering terkesan lebih sulit.
Terdapat beberapa alasan yang menjadikan kimia itu terkesan sulit. Salah satunya,
kimia memiliki perbendaharaan kata yang sangat khusus. Kesulitan dalam memahami
istilah timbul karena kebanyakan siswa hanya menghafal istilah dan tidak memahami
dengan benar maksud istilah yang sering digunakan dalam pelajaran kimia. Selain itu,
beberapa konsepnya bersifat abstrak dan kompleks sehingga siswa dituntut untuk
memahami konsep-konsep ilmu kimia secara benar dan mendalam,. Sehingga apabila
belajar kimia dilakukan dengan ketekunan, pelajaran ini dapat diselesaikan dan
terasa menyenangkan.
Menurut Muhibbin Syah (1997 : 132) belajar di pengaruhi oleh beberapa
faktor yaitu: faktor internal (faktor yang berasal dari dalam diri siswa), faktor
eksternal (faktor yang berasal dari luar diri siswa), dan faktor pendekatan belajar.
Diantara beberapa faktor yang menjadi penghambat belajar bagi siswa faktor yang
paling terpenting ialah faktor yang ada didalam diri siswa itu sendiri yaitu dorongan
kuat yang disertai dengan adanya perasaan, kemauan yang keras, serta keinginan
untuk meningkatkan hasil belajar, maka kita sering mengenalnya dengan istilah
minat.
Minat timbul karena adanya dorongan dan kemauan yang kuat yang berasal
dari dalam diri sendiri. Selain adanya dorongan dan kemauan dari dalam diri sendiri
minat juga muncul karena adanya dorongan ataupun dukungan dari luar seperti
lingkungan keluarga dan lingkungan sosial. Ini diperlukan agar siswa tersebut
memiliki semangat belajar yang lebih kuat agar tercapainya tujuan dari belajar itu
sendiri. Oleh sebab itu minat belajar siswa sangat mempengaruhi hasil prestasi belajar
siswa itu sendiri.
Dalam kegiatan belajar minat memiliki peran sebagai kekuatan yang akan
mendorong siswa tersebut untuk belajar. Siswa yang memiliki minat dalam belajar
dalam dirinya akan terus tekun belajar berbeda dengan siswa yang hanya menerima
pelajaran yang hanya tergerak untuk belajar tanpa adanya minat dalam dirinya, maka
untuk terus tekun belajar itu tidak ada. Ini disebabkan karena tidak adanya dorongan
minat dalam dirinya.
Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, bahwa minat belajar merupakan
suatu kecenderungan perasaan seseorang yang senang terhadap sesuatu. Maka apabila
siswa tersebut tekun dalam belajar hasil yang didapat pun akan memuaskan.
Demikian pula, minat siswa terhadap pelajaran kimia. Apabila siswa mempunyai
minat belajar terhadap pelajaran kimia, maka siswa pun akan tekun mempelajari
pelajaran kimia tersebut yang pada akhirnya akan berdampak pada prestasi belajar
yang dicapai secara memuaskan.
Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian yang berjudul “Pengaruh Minat Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar
Pada Studi Kimia Di SMAN 2 Meulaboh Tahun Ajaran 2015/2016”.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah di jelaskan diatas, maka dapat
diidentifikasi permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana minat belajar siswa terhadap studi kimia Di SMAN 2 Meulaboh
Tahun Ajaran 2015/2016?
2. Seberapa besar pengaruh minat belajar siswa pada mata pelajaran kimia
terhadap prestasi siswa?
3. Adakah hubungan minat belajar siswa terhadap kesulitan mata pelajaran
kimia?
C. Tujuan penelitian
1. Untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap studi kimia Di SMAN 2
Meulaboh Tahun Ajaran 2015/2016
2. Untuk mengetahui pengaruh minat belajar siswa pada mata pelajaran
kimia terhadap prestasi siswa
3. Untuk mengetahui hubungan minat belajar siswa terhadap kesulitan mata
pelajaran kimia

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini berdasarkan tujuan yang telah dikemukakan


diatas , maka penulis mengharapkan penelitian ini bermanfaat:

1. Bagi pihak sekolah diharapkan mampu memperbaiki sarana dan


prasarana dalam menunjang proses pembelajaran, sehingga akan
timbul minat dalam diri siswa untuk terus belajar
2. Bagi guru kimia hasil penelitian dapat bermanfaat sebagai dasar untuk
memilih pendekatan dan perlakuan yang sesuai dengan kondisi siswa
dalam proses belajar kimia siswa dalam rangka meningkatkan prestasi
belajar kimia siswa
3. Bagi siswa hasil penelitian ini dapat dijadikan pengetahuan sekaligus
sebagai sarana untuk memotivasi siswa agar lebih giat dan sungguh-
sungguh dalam belajar sehingga prestasi belajarnya dapat meningkat
4. Bagi orang tua sebagai bahan acuan dalam memberikan arahan kepada
anaknya agar anaknya terus berminat dalam belajar