Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

Untuk menilai keberhasilan program pengendalian TB nasional, diperlukan


evaluasi terhadap beberapa indikator penilaian meliputi angka keberhasilan
pengobatan yang merupakan salah satu indikator utama dan beberapa indikator
penunjang lainnya seperti proporsi pasien TB terkonfirmasi di antara terduga TB
dan proporsi pasien terkonfirmasi bakteriologis yang diobati di antara terkonfirmasi
bakteriologis.
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui persentase angka
keberhasilan pengobatan TB di Puskesmas Medan Labuhan tahun 2016 dan 2017.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional study
menggunakan form TB yang tersimpan di Puskesmas Medan Labuhan sebagai
sumber data seluruh pasien TB di wilayah kerja puskesmas tersebut. Dari populasi,
30 pasien untuk tahun 2016 dan 52 pasien untuk tahun 2017 memenuhi kriteria
penelitian. Selanjutnya data dianalisa dan disajikan dalam bentuk distribusi
frekuensi serta dilakukan perhitungan terhadap proporsi pasien TB terkonfirmasi di
antara terduga TB, proporsi pasien terkonfirmasi bakteriologis yang diobati di
antara terkonfirmasi bakteriologis dan angka keberhasilan pengobatan TB.
Proporsi pasien TB terkonfirmasi bakteriologis di antara terduga TB pada
tahun 2016 adalah 81,81% dan pada tahun 2017 adalah 61,76%. Proporsi pasien
TB terkonfirmasi bakteriologis yang diobati di antara pasien TB terkonfirmasi
bakteriologis pada tahun 2016 adalah 85,71% dan pada tahun 2017 adalah 64,1%.
Angka keberhasilan pengobatan TB pada tahun 2016 adalah 83,33% dan pada
Tahun 2017 adalah 72,72% yang mana kedua angka tersebut tidak mencapai target
keberhasilan (85%). Angka keberhasilan pengobatan pada tahun 2017 pada
dasarnya tidak representatif lebih dari separuh pasien TB yang diobati masih belum
menyelesaikan pengobatan saat penelitian dilakukan.

Kata kunci: TB, Angka Keberhasilan Pengobatan, Puskesmas Medan Labuhan


ABSTRACT
To measure the success rate of the national TB control program, some
indicators such as treatment success rate as one of main indicators and some
supporting indicators such as proportion of bacteriological confirmed TB patients
amongs suspect TB patients and also proportion of treated bacteriological
confirmed TB amongs bacteriological confirmed TB are needed to be evaluated.
The goal of this study was to measure the TB treatment success rate at
Puskesmas (local health center) Medan Labuhan in 2016 and 2017. This was a
descriptive cross sectional study which used TB forms of 2016 and 2017 which are
stored at Puskesmas Medan Labuhan to collect data of all patients. From the
population, 30 patients of 2016 data forms and 52 patients of 2017 data forms met
the researchcriteria. Data was analyzed and presented as frequency distribution and
proportion of bacteriological confirmed TB patients amongs suspect TB patients,
proportion of treated bacteriological confirmed TB amongs bacteriological
confirmed TB and treatment success rate were calculated.
Proportion of bacteriological confirmed TB patients amongs suspect TB
patients in 2016 is 81,81% and in 2017 is 61,76%. Proportion of treated
bacteriological confirmed TB amongs bacteriological confirmed TB in 2016 is
85,71% and in 2017 is 64,1%. Treatment success rate in 2016 is 83,33% and in
2017 is 72,72%, both of rates are not reached the success target (85%). Treatment
success rate in 2017 actually wasn’t representative because most of the patient
didn’t finish the treatment yet.

Keywords: TB, Treatment Sucess Rate, Puskesmas Medan Labuhan