Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

Ecological Indicators For Assessment Of


Ecosystem Health
Second Edition

OLEH :
KELOMPOK 1
AGUSTINA UTA TABANG KALUA (P1803216019)
KHARTINI KALUKU (P1803216018)
NAZIHAH MUKHTAR (P1803216023)
IRMA (P1803216006)

KONSENTRASI GIZI
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
PASCASARJANA UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016
PENILAIAN EKOSISTEM KESEHATAN
DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

Penilaian ekosistem Kesehatan dalam pengelolaan lingkungan hidup sangat bervariasi tergantung
pada faktor penyebab atau pencetus terjadinya penyakit tersebut yang tergambar melalui
beberapa indikator seperti : Indikator ekologi dan penilaian kesehatan berdasarkan ekosistem
(EHA)

PENERAPAN INDIKATOR UNTUK PENILAIAN EKOSISTEM KESEHATAN


Kriteria Seleksi Indikator Ekologi EHA
Menurut Von Bertalanffy (1952) evolusi sistem empat bagian yaitu : Progresif integrasi
(pengembangan Integratif, usia antara berbagai jenis biota, habitat dan iklim), progresif
diferensiasi (progresif spesialisasi sebagai sistem berkembangnya biotik), progresif mekanisasi
(mencakup meningkatnya jumlah pakan), Progresif sentralisasi (ekosistem dan perkembangan
adaptasi antara organisme)

Definisi konsep ekosistem kesehatan (Costanza et al.,1992) adalah : (1) homeostasis, (2) tidak
adanya penyakit, (3) keanekaragaman hayati, (4) stabilitas atau ketahanan, (5) semangat atau
cakupan untuk pertumbuhan dan (6) keseimbangan antara komponen sistem.

Kriteria indikator ekologi untuk penilaian kesehatan sesuai manajemen lingkungan adalah : (1)
Sederhana dan mudah dipahami oleh orang awam, (2) Relevan dalam konteks, (3) Secara ilmiah
dibenarkan (4) Kuantitatif dan (5) Murah.

Klasifikasi Indikator Ekosistem Kesehatan, indikator ekologi diterapkan dalam konteks yang
berbeda, untuk ekosistem yang berbeda, dan untuk masalah yang berbeda dapat digolongkan jadi
8 tingkatan yaitu : (1) meliputi spesies tertentu (2) menggunakan rasio antara kelas organisme,
(3) didasarkan pada konsentrasi senyawa kimia, (4) konsentrasi seluruh tingkat tropik, (5)
menggunakan proses tarif, (6) mencakup indikator komposit, (7) meliputi indikator holistik dan
(8) adalah variabel termodinamika
Indeks Berdasarkan Spesies Indikator, spesies indikator dibedakan menjadi 2 yaitu spesies
indikator dan bioaccumulative spesies (studi Toksikologi).
1. Ekologi Berdasarkan Indeks Strategi, Indeks strategi ekologi didasarkan atas efek
lingkungan dengan organisme yang berbeda.
2. Indeks Berdasarkan Nilai Keanekaragaman, keragaman merupakan konsep yang berfokus
pada kenyataan dan hubungan sebagai penurunan sebagai tingkat stress yang pertama.

Indikator Berdasarkan Spesies Biomassa, pendekatan lain untuk variasi organisme biomassa
sebagai gangguan lingkungan. terdiri dari perbandingan antara kurva yang dihasilkan dari
peringkat spesies sebagai fungsi dari keterwakilan biomassa dalam hal kelimpahan dan biomassa
mereka.

Indikator Mengintegrasikan Semua Informasi Lingkungan, indeks yang setidaknya mencoba


untuk mengintegrasikan semua informasi lingkungan.. Indikator ini jarang digunakan dalam
cara yang umum karena mereka biasanya dikembangkan untuk aplikasi dalam sistem tertentu
atau area, yang membuat mereka tergantung pada jenis habitat dan musiman. Di sisi lain,
mereka sulit untuk menerapkan karena mereka memerlukan sejumlah besar data dari hakekat
yang berbeda

Ikhtisar Indikator ekologi yang berlaku untuk EHA, indikator semua yang berlaku dalam
sembilan studi kasus penggunaan Indikator ekologi untuk EHA. Secara luas EHA digunakan
untuk sungai dan juga dapat digunakan dalam ekosistem. Demikian pula, konsentrasi senyawa
kimia jelas untuk menggunakan untuk semua kondisi yang tidak sehat yang disebabkan oleh zat
beracun. Secara konseptual, kesehatan ekosistem terkait dengan integritas dan keberlanjutan .
Sebuah ekosistem yang sehat adalah salah satu yang mempertahankan kedua sistem struktur dan
fungsi.
Kesehatan ekosistem mungkin terkait dengan totalitas struktur ekosistem dan fungsi dan hanya
dapat dipahami dalam kerangka itu.
Kondisi ekosistem di dalamnya sangat terkait dengan tingkat aktivitas manusia . Manusia yang
didominasi kegiatan dan terutama di intensitas penggunaan lahan dapat mempengaruhi ekosistem
melalui langsung dan kumulatif dampak ( Brown dan Vivas 2005) .
Dalam prakteknya, konservasi keanekaragaman hayati mempertahankan keragaman spesies di
ekosistem seperti yang direncanakan oleh kegiatan manusia yang mempengaruhi kesehatan
ekosistem.
Secara umum, keanekaragaman hayati adalah ukuran dari keragaman relatif antara organisme
hadir dalam ekosistem yang berbeda-beda. "Diversity" dalam hal ini termasuk keanekaragaman
di dalam spesies ( yaitu, keanekaragaman genetik ), di antara spesies dan ekosistem

Konsep ekosistem kesehatan memiliki banyak keterkaitan dengan kesehatan manusia dan
didefinisikan dalam hal kekuatan, ketahanan, dan organisasi (Mageau et al. 1995).
Konsep kesehatan ekosistem dibangun di atas dasar prinsip kehati-hatian dan penerapan
pendekatan ekosistem melalui pengelolaan terpadu terhadap dampak aktifitas manusia agar
tercapai pemanfaatan berkelanjutan yang disediakan ekosistem dengan tetap memelihara
struktur, fungsi dan keutuhan ekosistem.

Pengertian tentang ekosistem kesehatan dan integritas merupakan sesuatu yang berbeda tetapi
terkait konstruksi intelektual, sehingga ekosistem yang utuh juga sehat, tetapi ekosistem yang
sehat belum tentu ditandai dengan integritas dan keberlanjutan . Sebuah ekosistem yang sehat
mampu mempertahankan kedua sistem struktur dan fungsinya.
Kesehatan ekosistem mungkin terkait dengan totalitas struktur ekosistem dan fungsi dan hanya
dapat dipahami dalam kerangka ekosistem tersebut. Emergy dan transformity meminjamkan
beberapa wawasan pemahaman, pengukuran, dan mengukur kesehatan ekologi (Ulgiati dan
Brown 2009).

Kondisi lanskap dan ekosistem di dalamnya sangat terkait dengan tingkat aktivitas manusia .
Manusia yang didominasi kegiatan dan terutama di intensitas penggunaan lahan dapat
mempengaruhi ekosistem melalui langsung dan dampak secara keseluruhan. Kebanyakan
lanskap terdiri dari patch tanah dikembangkan dan patch ekosistem liar . Meskipun tidak secara
langsung dikonversi , ekosistem liar sering mengalami dampak sekunder kumulatif yang berasal
di daerah berkembang dan menyebar keluar- menangkal ke sekitarnya dan tanah yang belum
dikembangkan yang berdekatan. Semakin masih terbelakang lanskap, semakin besar intensitas
dampak (Brown dan Vivas 2005)
2. Fakta Masalah

Di sekitar kita terdapat berbagai komponen lingkungan yang saling berinteraksi antara
satu dengan yang lainnya. Interaksi tersebut telah terjalin sekian lama, sehingga terbentuk sebuah
keseimbangan. Namun sayangnya berbagai intervensi manusia telah merusak tatanan dan
keseimbangan yang terjadi, sehingga diperlukan waktu yang lama untuk memulihkannya.
Manusia bersama tumbuhan, hewan dan jasad renik menempati suatu ruang tertentu. Kecuali
makhluk hidup, dalam ruangan itu terdapat juga benda tak hidup, seperti misalnya udara yang
terdiri atas bermacam gas, air dalam bentuk uap, cair dan padat, tanah dan batu. Ruang yang
ditempati suatu makhluk hidup bersama dengan benda hidup dan tak hidup didalamnya disebut
lingkungan hidup.Masalah lingkungan merupakan masalah yang telah lama terjadi dan sering
terjadi. Kerusakan dan pencemaran lingkungan makin dipercepat karena meningkatnya aktifitas
manusia.
Dalam makalah ini kita mengangkat beberapa masalah yang terjadi dalam lingkungan
yaitu masalah logam berat yang terpapar pada susu domba di daerah yang terpapar mercuri,
dampak polusi logam berat pada keamanan pangan di Cina, Bagaimana paparan logam timbal
cadmium dalam jajanan pempek, dan serangga sebagai spesies hewan khusus dijadikan sebagai
makanan sumber protein alternative.
3. Pertanyaan Masalah
1. Bagaiman dampak logam berat sebagai salah satu indikator kontaminasi tanah terhadap
keamanan pangan?
2. Bagaiamana analisis dampak paparan logam timbal dan cadmium dalam jajanan
pempek?
3. Bagaimana dampak logam berat terhadap susu domba yang tercemar pada daerah
mercuri
4. Bagaimana dampak konsumsi spesies serangga sebagai sumber protein alternative?

5. Tujuan
1. Untuk mengetahui dampak logam berat sebagai salah satu indikator kontaminasi tanah
terhadap kemanaan pangan?
2. Untuk mengetahui dampak paparan logam timbal cadmium dalam jajanan pempek
3. Untuk mengetahui dampak logam berat terhadap susu dombayang tercemardi area mercuri
4. Untuk mengetahui dampak konsumsi spesies serangga sebagai sumber protein alternative
5. Pembahasan
Tabel Hasil Rekap Penelitian

No Nama Mahasiswa Aspek Aspek Gizi


INDIKATOR
LINGKUNGAN

1. Agustina Uta T.K Kadar logam timbal Kandungan logam dalam makanan yang melebihi
dan cadmium dalam baku mutu akan berdampak negative terhadap
Pempek Rebus di kesehatan khususnya risiko bayi BBLR dan
Tempat Jajanan stunting.serta menurunkan nafsu makan.
2. Irma Sekitar 2000 Serangga dikonsumsi sebagai sumber energi dan
spesies serangga
protein alternatif yang memuaskan, memenuhi
yang dimakan di
seluruh dunia, kebutuhan asam amino bagi manusia
terutama di negara-
negara tropis
( Serangga sebagai
spesies indikator
3. Khartini Kaluku Logam Berat yang Dengan adanya paparan logam berat berdampak pada
terdapat bahan keamanann pangan dimana ketika seseorng
pangan. mengkonsumsi pangan yang terkontaminasi dengan
logam berat dapat menimbulkan masalah keracunan
pangan
4. Nazihah Mukhtar Logam berat Dengan adanya keterpaparan logam berat di susu
(cadmium) yang domba dalam hal ini logam yang paling banyak
terpapar di suatu terpapar yaitu cadium, dimana cadim tersebut jika
susu domba di berinteraksi dengan zat gizi
wilayah yang seng,besi,tembaga,selenium,kalsium,piridoksin,as
terpapar oleh am askorbat dan protein yang interaksinya
mercuri. bersifat antagonism. Dimana jika seseorang
defesiensi Fe maka akanterkena penyakit anemia.

Kesimpulan : Dari beberapa jurnal diatas dapat disimpulkan bahwa beberapa indikator lingkungan
yaitu paparan beberapa logam berat pada pangan yang dapat menyebabkan risiko penyakit pada
manusia jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka panjang dan adanya hewan khusus yang
menjadi indicator kondisi lingkungan.

Dampak Polusi Logam Berat Tanah Pada Keamanan Pangan di Cina


Logam berat dapat berdampak pada kesehatan terutama pada system metabolisme tubuh
manusia (termasuk timbal (Pb), kadmium (Cd), mercury (Hg), Arsenic (As), tembaga (Cu), nikel
(Ni), Zinc (Zn), dan kromium (Cr). Terdapat pengaruh yang besar terhadap lingkungan dan
beresiko untuk mengganggu kesehatan. Zat beracun tertular pada manusia melalui berbagai jalur
penyerapan makanan, kontak kulit, sumber pangan yang berasal dari tanah, sistem pernafasan
dan asupan oral.
Dalam sistem pertanian dan pangan, banyak bahan makanan lebih didominasi oleh
paparan logam berat kepada manusia. Tanah adalah sumber penting pertumbuhan tanaman dan
sayuran karena akar tanaman dapat menyerap polusi dari tanah dan mentransfernya ke biji.
Selain pengurangan cepat tanah yang subur, kontaminasi tanah oleh logam berat menimbulkan
ancaman yang sering diabaikan tapi tidak diperhatikan untuk ketahanan pangan.
Untuk mencegah polusi logam berat di tanah pemerintah menetapkan langkah-langkah
yang efektif untuk memulihkan kontaminasi logam, penting untuk memahami daerah yang
terkontaminasi dan sumber-sumber polutan dalam skala nasional.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi sumber-sumber potensial logam berat
di tanah pertanian, (2) memperoleh distribusi spasial dari tanah pertanian yang terpengaruh oleh
logam berat, dan (3) mengevaluasi pengaruh logam berat terhadap ketahanan pangan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Cd memiliki tingkat polusi tertinggi 7,75%,
diikuti oleh Hg, Cu, Ni dan Zn, Pb dan Cr memiliki tingkat polusi terendah di lebih rendah dari
1%. Hal ini mencemari tanah pertanian dari berbagai kegiatan manusia seperti pertambangan dan
peleburan, industri, irigasi dengan air limbah, pembangunan perkotaan, dan aplikasi pupuk
logam berat. Dari variasi produksi gabah, sekitar 13.86% produksi gabah yang terpengaruh
karena polusi logam berat di tanah pertanian. Hasil ini banyak memberikan informasi yang
berharga untuk pengelolaan tanah pertanian dan perlindungan keamanan pangan di Cina.

PENENTUAN KONSENTRASI LOGAM BERAT PADA SUSU DOMBA YANG TERCEMAR DI AREA
MERCURY
Susu dan produk susu mengandung banyak nutrisi penting dan dianjurkan untuk dikonsumsi
secara rutin khususnya bagi anak-anak. Susu domba memiliki kandungan vitamin dan mineral
dibandingkan dengan susu sapi. Dalam beberapa tahun terakhir hasil laporan menunjukkan
kehadiran logam berat pada susu dan hasil produksi susu.
Karena kenyataannya susu merupakan minuman yang sering ditemukan, sehingga kita harus
melakukan upaya untuk mengontrol susu tersebut, dan memperhatikan lingkungan yang
memiliki risiko untuk terpaprnya logam berat.
Dari hasil studi yang dilakukan dengan sampel sebanyak 53 susu, diperoleh hasil bahwa
sampel yang terpapar mercuri namun kadar mercuri dalam ambang batas normal namun
kandungan logam berat yang tinggi ditemukan ialah cadmium. Penelitian ini juga diperoleh hasil
Dalam beberapa jam setelah menghisap,korban akan mengeluh gangguan saluran pernafasan,
muntah,kepala pusing dan sakit pinggang. Kematian disebabkan karena terjadinya oedema paru-
paru. Apabila pasien tetap bertahan hidup, akan terjadi emfisema atau gangguan paru-paru dapat
jelas terlihat.
Cadmium lebih beracun bila terhisap melalui saluran pernafasan dari pada melalui saluran
pencernaan. Kasus keracuan akut kadmuim kebanyakan dari menghisap debu dan asap kadmium,
terutama kadmium oksida(CdO). Keracunan kronis terjadi bila inhalasi Cd dosis kecil dalam
waktu lama dan gejalanya juga berjalan kronis. Kadmium dapat menyebabkan nefrotoksisitas
(toksik ginjal) yaitu gejala proteinuria,glikosuria dan aminoasiduria disertai dengan penurunan
laju filtrasi glumerulus ginjal. Kasus keracunan Cd kronis juga menyebabkan gangguan
kadrdivaskuler dan hipertensi. Hal tersebut terjadi karena tingginya afinitas jaringan ginjal
terhadap kadmium. Kadmium juga dapat

ANALISIS KANDUNGAN TIMBAL DAN KADMIUM DALAM PEMPEK REBUS DARI BEBERAPA
TEMPAT JAJANAN
Bahan baku dari makanan pemepek yaitu sagu dan ikan giling. Kualitas ikan giling sangat
ditentukan oleh pempek itu sendiri. Keamanan pangan merupakan kondisi dan upaya yang
diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, benda lain yang
dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

Keberadaan ikan di perairan sangat dipengaruhi oleh adanya zat-zat pencemar yang berasal dari
aktivitas manusia seperti limbah industri, aktivitas transportasi, aktivitas pertanian, dan
perkebunan. Limbah industri dan pertanian merupakan sumber bahan pencemar dalam perairan
sungai dan estuaria. Logam berat merupakan salah satu bahan pencemar yang perlu mendapat
perhatian karena sifatnya yang sulit ter degradasi, sehingga mudah terakumulasi ke dalam
lingkungan dan organism lain. Kandungan logam berat yang menumpuk pada air dan sediman
akan masuk ke dalam system rantai makanan dan berpengaruh pada kehidupan organism.
Melalui proses rantai makanan akan terjadi bioakumulasi pada tingkat pemangsaan yang lebih
tinggi. Bila organism ini dimakan secara terus menurus oleh manusia, akan dapat membahyakan
kesehatan.

Dari hasil penelitian diperoleh bahan baku pempek yaitu sagu tidak terdeteksi adanya logam
timbal,sedangkan ikan giling sebagai bahan baku memperlihatkan kadar logam timbale yang
bervariasi, dengan kadar timbale terendah sebesar 0,450mg/kg. dan kadar timbale ikan tenggiri
sebesar 8,630mg/kg yaitu ikan giling gabus. Kadar logam timbale yang bervariasi dalam ikan
giling tersebut menunjukkan adanya perbedaan kandungan logam timbale di dalam perairan
tempat habitat berbagai jenis ikan giling tersebut.

Kadar rata-rata logam timbal yang terdapat dalam empek empek sudah melebihi baku mut (0,3
mg/kg). Fakta ini harus diwasapadai karena akan berdampak negative terhadap kesehatan apabila
konsumsi secara terus menerus. Mskipun jumlah timbale yang diserap oleh tubuh sangat sedikit
namun logam timbal sangat berbahaya karena timbale dapat memberikan efek racun dalam
tubuh. Dalam tubuh manusia logam Pb dapat terikat dengan gugus SH dalam molekul protein
sehingga menghambat kerja enzim yang terlbiat dalam pembuatan Hb.

SERANGGA BERKONTRIBUSI SEBAGAI MAKANAN UNTUK KEAMANAN PANGAN

Karena meningkatnya permintaan untuk daging dan menurunnya ketersediaan lahan pertanian,
ada kebutuhan mendesak untuk menemukan sumber protein alternatif. serangga dimakan dapat
diproduksi dengan dampak lingkungan kurang dari ternak. makan serangga dapat menggantikan
tepung ikan langka sebagai bahan pakan, khususnya di industri akuakultur berkembang pesat.
serangga dimakan dapat meringankan masalah pembuangan limbah dengan menumbuhkan
mereka di organik oleh-produk. Sekitar 2000 spesies serangga yang dimakan di seluruh dunia,
terutama di negara-negara tropis. Mereka memiliki jumlah protein yang cukup dan kualitas dan
kandungan tinggi asam lemak tak jenuh dan mineral seperti besi dan seng.

Penggunaan serangga sebagai indikator kondisi lingkungan atau ekosistem yang ditempatinya
telah lama dilakukan. Jenis serangga telah banyak diteliti karena bermanfaat untuk mengetahui
kondisi kesehatan suatu ekosistem. Produksi ternak saat ini sedang menghadapi tantangan serius:
(1) luas lahan global tidak cukup untuk memenuhi peningkatan permintaan untuk protein
hewani. (2) Target pengurangan emisi gas rumah kaca tidak mungkin dengan strategi mitigasi.
perubahan pola makan yang diperlukan. Serangga sebagai mini-ternak menawarkan banyak
manfaat lingkungan dibandingkan dengan ternak konvensional, dengan kualitas gizi yang mirip.
Manfaat dalam hal emisi gas rumah kaca, luas lahan yang dibutuhkan, efisiensi konversi pakan
dan potensi untuk tumbuh pada produk oleh-organik. Lebih dari 2000 spesies serangga sudah
dimakan di negara-negara tropis, kebanyakan dari mereka dipanen dari alam. Tepung ikan
sebagai pakan dalam budidaya menjadi langka, dan larva lalat merupakan sumber protein
alternatif yang lebih baik daripada bahan dari sayuran. Jika serangga dipromosikan sebagai
makanan dan pakan, mereka harus bertani. Seperti unggas, babi dan ikan menggunakan lebih
dari 75% dari pakan global yang dihasilkan, potensi industri untuk menghasilkan serangga
sebagai sumber protein baru sangat besar. Di seluruh dunia perusahaan start-up terlibat dalam
ini. Ketika tumbuh di organik oleh-produk, masalah keamanan pangan perlu dipertimbangkan
karena mungkin kontaminan. Penerimaan serangga sebagai makanan keuntungan momentum di
negara-negara Barat dan sejumlah strategi untuk meyakinkan konsumen bekerja seperti
memasukkan mereka ke produk asing. Sebuah pertanian baru Sektor ini muncul, tetapi masih
dalam dasar tahap.

ASPEK GIZI KESEHATAN MASYARAKAT

Dari beberapa masalah indikator lingkungan yang telah dibahas dalam jurnal ditemukan
beberapa aspek indikator lingkungan yang ditimbulkan yaitu logam berat, dimana logam berat
yang terpapar dalam jurnal kami ialah:
 Logam Cadmium, logam cadmium mempunyai penyebaran sangat luas di alam jika
logam cadmium terpapar dalam waktu lama maka akan menyebabkan risiko penyakit
kronis yakni penyakt ginjal, kardiovaskuler,hipertensi. Beberapa unsur nutrisi yang
berpengaruh terhadap hadirnya Cd dalam tubuh ialah seng, besi, tembaga, selenium,
kalsium, piridoksin, asam askorbat dan protein yang interaksinya bersifat antagonisme.
Kebanyakan toksisitas Cd terjadi karena adanya defisiensi unsur tersebut diatas yang
mengakibatkan meningkatnya absorpsi Cd. Pada umumnya rendahnya intake unsur
nutrisi esensial mengakibatkan bertambah parahnya toksisitas Cd, sedangkan intake yang
tinggi dari unsur nutrisi esensial mengakibatkan berkurangnya efek toksisitas Cd.
Beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ada hubungannya antara
absorpsi Cd dengan cadangan Fe dalam tubuh. Percobaan pada orang(pria dan wanita
sukarelawan) yang diberi sarapan pagi mengandung 25 microgram Cd dalam bentuk
CdCl2, menunjukkan bahwa 8,9% orang terlihat gejala adanya deposit Fe yang rendah,
yang pada analisi serum feritin ditemukan kurang dari normal(<20 microgram/ml). Pada
penelitian lain, menunjukkan baha pemberian suplemen asam askorbat(0,5% dalam diet)
dan substansi Fe dapat menurunkan konsentrasi Cd dalam hati atau ginjal.
 Dampak logam timbal bagi kesehatan manusia sangat berbahaya diantaranya dapat
menurunkan jumlah sel darah merah, meningkatkan logam Fe diplasma darah dan umur
sel darah merah jadi pendek sehingga dapat menyebabkan resiko Anemia pada ibu hamil.
Pada ibu hamil , timbal dapat masuk lewat tali plasenta dan mempengaruhi janin dalam
dikandungan, sehingga berisiko melahirkan bayi BBLR yang apabila tidak ditangani
dengan tepat maka akan menjadi anak gizi buruk. Timbal juga berisiko mengganggu
pertumbuhan dan perkembangan sehingga postur tubuh anak jadi pendek ( Stunting ).

SOLUSI

Pencegahan utama dalam penanggulangan keracunan logam pada manusia dapat ditangani
dengan :

 Menjaga lingkungan sekitar dengan hidup yang bersih


 Diet yang tepat adalah penentu untuk kesehatan yang dapat mengurangi dampak bahaya
polusi. Nutrisi yang baik seperti vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin D, omega-3
yang dapat ditemukan pada bahan makanan sayur dan buah memiliki pelindung efek
kerusakan oleh polusi.
 Menjaga keseimbangan ekosistem serangga dengan memperhatikan ketersediannya di
alam.

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kualitas pangan ditentukan dari berbagai faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi
kualitas pangan yaitu terkontaminasi logam berat dalam pangan. Dimana jika pangan
terkontaminasi dan dikonsumsi secara terus menerus oleh manusia dalam janga waktu
yang lama dapat menyebabkan risiko gangguan kesehatan.
2. Serangga sebagai spesies hewan khusus yang menjadi salah satu indikator kondisi
lingkungan dijadikan sumber protein alternative dalam menjaga ketahanan pangan di
beberapa Negara-negara tropis.
3. Saran,

DAFTAR PUSTAKA

Agustina Uta T.K : Rismansyah Eduan, Budianta Dedik, Pambayun Rindit. 2015. Analisis
Kandungan Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Dalam Pempek Rebus dari Beberapa Tempat
Jajanan di Kota Palembang Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains.

Khartini Kaluku : Zhang Xiuying, Zhoug Taiyang, Liu, Lei. 2015. Impact Of Soil Heavy Metal
Pollution on Food Safety in China. Plos One.

Nazihah Mukhtar : Stanovic Radovan, Arvay Julius, dkk. 2016. Determination of Heavy Metals
Concentration In Raw Sheep MilkFrom Mercury Polluted Area. Potravinarstvo® Scientific
Journal for Food Industry.

Irma : Arnold van Huis. 2015. Edible insects contributing to food security. Journal Agriculture
and Security.