Anda di halaman 1dari 11

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI TT

PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI PUSKESMAS KESUMADADI


KECAMATAN BEKRI LAMPUNG TENGAH TAHUN 2012

Mislianti1 dan Khoidar Amirus2

ABSTRAK

Keluarga Berencana (KB) adalah program nasional yang bertujuan meningkatkan


derajat kesehatan, kesejahteraan ibu, anak dan keluarga khususnya, serta bangsa pada
umumnya. Tahun 2010 Cakupan imunisasi TT di Puskesmas Gunung Sugih sebesar 10%
dari 4637 WUS, Puskesmas Bandar Jaya Sasaran 10.999 cakupan 50%, Puskesmas
Kesumadadi sasaran 10.769 cakupan 5%. Tahun 2011 di Puskesmas Kesumadadi
sasaran 632 cakupan TT1 33,4% dan TT2 33,4%, tahun 2011 sasaran WUS Puskesmas
Kesumadadi 632 orang. Tujuan penelitian adalah diketahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan pemberian imunisasi TT pada Wanita Usia Subur (WUS) di
Puskesmas Kesumadadi Kecamatan Bekri Lampung Tengah Tahun 2012.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional.
Populasi seluruh semua WUS di Wilayah kerja Puskesmas Kesumadadi Kecamatan Bekri
Lampung Tengah Lampung Tengah Tahun 2012 dengan jumlah 632 orang. Sampel 194
responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji Chi Square.
Hasil penelitian menunjukkan responden mendapatkan distribusi frekuensi status
imunisasi TT responden tidak lengkap 62,4%, memiliki pengetahuan tinggi 64,9%, sikap
positif 53,1%, mendapatkan dukungan dari keluarga 62,0%, perilaku petugas
kesehatan dalam kategori mendukung 78,0%. Ada hubungan antara pengetahuan (p
value 0,003 OR 2,497), sikap (p value 0,000 OR 3,843), dukungan keluarga (p value
0,000 OR 7,5), perilaku petugas (p value 0,001 OR 5,897). Saran bagi petugas
kesehatan agar peran petugas kesehatan dalam memberikan informasi mengenai
pentingnya imunisasi TT yang dapan mencegah kejadian tetanus neonatorum.
Mengadakan pelatihan atau kaderisasi sehingga cakupan pemberian informasi dapat lebih
meluas.

Kata Kunci: Pendidikan, Sikap, Dukungan Keluarga, Perilaku petugas, Imunisasi TT

PENDAHULUAN tusuk, luka bakar kotor, patah tulang


Penyakit Tetanus adalah penyakit terbuka dan tali pusat (Achmadi. U.F,
menular yang tidak ditularkan dari 2006).
manusia ke manusia secara langsung. Meskipun Tetanus Neonatorum
Penyebabnya adalah sejenis kuman yang terbukti sebagai salah satu penyebab
dinamakan Clostridium Tetani, kuman ini kesakitan dan kematian neonatal,
terutama spora atau bijinya banyak sesungguhnya dapat dicegah,
berada di lingkungan. Basilus Clostridium pencegahan yang dilakukan diantaranya
Tetani, tersebar luas di tanah dalam adalah pemberian Imunisasi Tetanus
bentuk spora, binatang seperti kuda dan Toksoid (TT) serta perawatan tali pusat
kerbau bertindak sebagai harbour atau yang memenuhi syarat kesehatan.
persinggahan sementara. Kuman tetanus Imunisasi TT seharusnya diperoleh
dalam kehidupannya tidak wanita usia subur sebanyak 5 kali,
memerlukan/kurang oksigen (anaerob). kenyataannya masih belum optimal, hal
Tetanus timbul akibat masuknya spora ini dipengaruhi faktor perilaku (Behavior
Clostridium Tetani masuk lewat Clauses) manusia dari tingkat
pertahanan alamiah tubuh, seperti kulit, kesehatan, ditentukan oleh
mukosa, sebagian besar lewat luka pengetahuan, sikap, kepercayaan,

1. Puskesmas Kesumadadi Kabupaten Lampung Tengah


2. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati B. Lampung
tradisi orang/masyarakat yang Jaya Sasaran 10.999 cakupan 50%,
bersangkutan disamping lingkungan Puskesmas Kesumadadi sasaran 10.769
fisik, ketersediaan fasilitas, (sarana- cakupan 5% (Profil Dinas Kesehatan
sarana kesehatan) sikap dan perilaku Lampung Tengah, 2010). Tahun 2011 di
para petugas kesehatan (Notoadmodjo, Puskesmas Kesumadadi sasaran 632
S. 2003). cakupan TT1 33,4% dan TT2 33,4%,
Tetanus neonatorum merupakan tahun 2011 sasaran WUS Puskesmas
masalah kesehatan masyarakat yang Kesumadadi 632 orang (Profil
serius disebagian besar negara Puskesmas Kesumadadi, 2011).
berkembang dimana cakupan pelayanan Rendahnya cakupan TT antara lain
kesehatan antenatal dan imunisasi disebabkan oleh pengetahuan ibu hamil
Tetanus Toxoid (TT) kepada ibu hamil tentang imunisasi TT masih rendah serta
masih rendah. Selama lima tahun sikap yang belum mendukung untuk
terakhir insidens tetanus neonatorum di melaksanakan praktek imunisasi TT
negara-negara berkembang menurun (Syabirin, 2003). Penelitian menurut
dengan drastis karena pemberian Purwanto (2001) yang berjudul “Faktor-
imunisasi TT kepada ibu hamil walaupun faktor yang Berhubungan dengan status
telah terjadi penurunan drastis namun imunisasi TT pada wanita usia subur di
World Health Organization (WHO) masih Puskesmas Anyer Kabupaten Serang
mencatat sekitar 500.000 kematian Tahun 2001” menunjukkan beberapa
tetanus neonatorum terjadi setiap tahun variabel mempunyai hubungan yang
di negara-negara berkembang (Depkes bermakna secara statistik dengan status
RI, 2003). imunisasi TT WUS (p<0,05). Variabel
Angka Kematian Bayi (AKB) yang mempunyai hubungan bermakna
disebabkan oleh tetanus neonatorum di tersebut adalah umur (OR=3,60), status
Indonesia masih tinggi dimana setiap perkawinan (5,60), pengetahuan (3,60),
tahunnya 9,8% dari sekitar 184.000 bayi sikap (4,45), anjuran petugas kesehatan
baru lahir meninggal disebabkan oleh (2,63), anjuran petugas non kesehatan
tetanus neonatorum. Cakupan imunisasi (7,14) dan kebutuhan terhadap
tetanus WUS (usia 15-39 tahun) di pelayanan kesehatan (2,89). Sementara
Indonesia masih jauh dari target yang variabel persepsi tentang jarak, tingkat
diharapkan minimal 80% (Wagimin, pendidikan, dan status pekerjaan tidak
2009). Rendahnya hasil cakupan menunjukkan hubungan yang bermakna
imunisasi TT lengkap pada ibu hamil secara statistik (p>0,05).
berarti akan mengurangi daya guna Hasil presurvei pada bulan
imunisasi ini dalam menimbulkan November tahun 2011 yang dilakukan
kekebalan dan melindungi bayi dan ibu terhadap 10 WUS di wilayah kerja
hamil dari penyakit tetanus. Keadaan ini Puskesmas Kesumadadi Kecamatan
dengan sendirinya akan mengurangi Bekri Lampung Tengah didapatkan data
keberhasilan program imunisasi secara bahwa terdapat 4 orang (40%) yang
keseluruhan (Fitriadi, 2005). tidak tahu tentang imunisasi TT karena
Berdasarkan profil kesehatan belum pernah ada petugas kesehatan
Provinsi Lampung diketahui cakuran TT I yang menganjurkan untuk imunisasi TT,
sebesar 80,84% dan cakupan TT II dan 6 orang (60%) yang mengetahui
sebesar 75,44%, sedangkan untuk tentang imunisasi TT, tetapi hanya 2
wilayah Kabupaten Lampung Tengah dari orang yang telah imunisasi TT karena
15.791 WUS termasuk ibu hamil, dukungan keluarga, sedangkan 4 orang
cakupan TT1 sebesar 67,5%, TT2 tidak imunisasi karena merasa imunisasi
sebesar 62,1%, TT3 sebesar 9,38%, TT4 tidak penting.
8,77% dan cakupan TT5 16,35% dan Berdasarkan fenomena tersebut
merupakan kabupaten dengan cakupan maka penulis tertarik untuk melakukan
imunisasi TT terendah di Provinsi penelitian tentang “Faktor-faktor yang
Lampung (Profil Kesehatan Provinsi berhubungan dengan pemberian
Lampung, 2011). imunisasi TT pada Wanita Usia Subur
Tahun 2010 Cakupan imunisasi TT (WUS) di Puskesmas Kesumadadi
di Puskesmas Gunung Sugih sebesar Kecamatan Bekri Lampung Tengah
10% dari 4637 WUS, Puskesmas Bandar Tahun 2012”. Adapun tujuan dari
penelitian ini adalah diketahui faktor- Lampung Tengah Tahun 2012 dengan
faktor yang berhubungan dengan jumlah 632 orang.
pemberian imunisasi TT pada Wanita Metode sampling yang digunakan
Usia Subur (WUS) di Puskesmas adalah random sampling dengan teknik
Kesumadadi Kecamatan Bekri Lampung Cluster sampling, yaitu dengan membagi
Tengah Tahun 2012. atau mengelompokkan subjek populasi
kedalam beberapa stratus, kemudian
METODE PENELITIAN dibuat daftar subjek dari tiap stratum,
Penelitian ini merupakan jenis lalu memilih subjek dari masing-masing
penelitian kuantitatif. Penelitian ini sub populasi dengan tehnik random
menggunakan pendekatan cross sampling (Notoatmodjo, 2005). Di
sectional. Penelitian cross sectional Puskesmas Kesumadadi jumlah WUS
(Potong lintang) adalah suatu penelitian 632 orang dari 8 Desa. Sampel yang
dengan cara pendekatan, observasi atau digunakan pada penelitian ini sebanyak
pengumpulan data sekaligus pada saat 245 WUS.
itu (point time approach). Variabel dependen dalam penelitian
Penelitian dilakukan pada bulan ini adalah pengetahuan, sikap, dukungan
Desember 2011 di Puskesmas keluarga, perilaku petugas kesehatan.
Kesumadadi Lampung Tengah. Populasi Sedangkan variabel independen dalam
penelitian adalah semua WUS di Wilayah penelitian ini adalah perilaku WUS
kerja Puskesmas Kesumadadi melakukan imunisasi TT.
Kecamatan Bekri Lampung Tengah

HASIL PENELITIAN
Karakteristik Responden: Umur Ibu
Tabel 4.1
Distribusi Responden Menurut Umur di Puskesmas Kesumadadi

Mean Min-
Variabel Std. Deviasi CI 95%
Median Max
Umur 26.6 4.166 17-34 25.79-27.46
26

Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui tertua 34 tahun, dengan tingkat


bahwa rata-rata umur responden adalah kepercayaan 95% diyakini usia
26,61 tahun dengan nilai tengah 26 responden dalam rentang 25,79 tahun
tahun, usia termuda adalah 17 dan hingga 27,46 tahun.

Pendidikan Responden
Tabel 4.2
Distribusi Responden Menurut Pendidikan di Puskesmas Kesumadadi

Pendidikan Jumlah Persentase


SD 67 27.3
SMP 101 41.2
SMA 73 29.8
Perguruan Tinggi 4 1.6
Jumlah 245 100,0

Berdasarkan tabel 4.2 diketahui Pertama (SMP) yaitu sebanyak 101


bahwa sebagian besar responden responden (41.2%).
berpendidikan akhir Sekolah Menengah
Analisa Univariat
Status Imunisasi TT
Tabel 4.3
Distribusi Responden Menurut Status Imunisasi TT

Status Imunisasi TT Jumlah Persentase


Tidak Lengkap 153 62.4
Lengkap 92 37.6
Jumlah 245 100,0

Berdasarkan Tabel 4.3 diketahui responden yang status imunisasi TT nya


bahwa sebagian besar status imunisasi lengkap sebanyak 92 responden
TT responden tidak lengkap yaitu 153 (37.6%).
responden (62.4%), sedangkan

Pengetahuan
Tabel 4.4
Distribusi Responden Menurut Pengetahuan

Pengetahuan Jumlah Persentase


Rendah 86 35.1
Tinggi 159 64.9
Jumlah 245 100,0

Berdasarkan Tabel 4.4 diketahui orang (64,9%), sedangkan responden


bahwa sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan rendah
memiliki pengetahuan yang tinggi sebanyak 96 orang (35.1%).
tentang imunisasi TT yaitu sebanyak 159

Sikap
Tabel 4.5
Distribusi Responden Menurut Sikap di Puskesmas Kesumadadi

Sikap Jumlah Persentase


Negatif 115 46.9
Positif 130 53.1
Jumlah 245 100,0

Berdasarkan Tabel 4.5 diketahui 130 orang (53,1%), sedangkan


bahwa responden yang memiliki sikap responden yang memiliki sikap negatif
positif terhadap imunisasi TT sebanyak sebanyak 115 responden (46,9%).

Dukungan Keluarga
Tabel 4.6
Distribusi Responden Menurut Dukungan Keluarga

Dukungan Keluarga Jumlah Persentase


Tidak Mendukung 93 38.0
Mendukung 152 62.0
Jumlah 245 100,0
Berdasarkan Tabel 4.6 diketahui responden (62.0%), sedangkan
bahwa sebagian besar responden responden yang tidak mendapatkan
mendapatkan dukungan dari keluarga dukungan dari keluarganya sebanyak 93
untuk imunisasi TT yaitu sebanyak 152 responden (38.0%).
Perilaku petugas kesehatan
Tabel 4.7
Distribusi Responden Menurut Perilaku petugas kesehatan di Puskesmas
Kesumadadi

Perilaku petugas kesehatan Jumlah Persentase


Tidak Baik 54 22.0
Baik 191 78.0
Jumlah 245 100,0

Berdasarkan Tabel 4.7 diketahui (44,6%) status imunisasinya lengkap.


bahwa sebagian besar responden Hasil uji statistik diperoleh nilai p value
berpendapat bahwa perilaku petugas 0,000 maka dapat disimpulkan secara
kesehatan dalam kategori baik yaitu statistik ada hubungan antara sikap
sebanyak 191 responden (78,0%), dengan status imunisasi TT pada WUS.
sedangkan responden yang berpendapat Secara persentase WUS yang bersikap
bahwa dukungan keluarga petugas negatif lebih besar yang melakukan
kesehatan tidak baik sebanyak 54 imunisasi TT secara tidak lengkap
responden (22,0%). dibandingkan dengan WUS yang
bersikap positif.
Analisis Bivariat Derajat nilai keeratan dari
Hubungan Pengetahuan dengan hubungan dapat dilihat dari nilai OR
Status Imunisasi TT 5.897 (CI 95% 3.258-10.673) artinya
Berdasarkan hasil penelitian responden yang bersikap negatif
diketahui bahwa dari 86 responden mempunyai resiko 5,897 kali lebih besar
dengan pengetahuan rendah, sebanyak tidak melakukan imunisasi TT secara
65 orang (75,6%) status imunisasinya lengkap dibandingkan dengan responden
tidak lengkap, sedangkan dari 159 yang bersikap positif.
responden yang berpengetahuan tinggi
sebanyak 88 orang (55,3%) status Hubungan Dukungan Keluarga
imunisasinya lengkap. Hasil uji statistik dengan Status Imunisasi TT
diperoleh nilai ρ-value 0.003 maka dapat Berdasarkan hasil penelitian
disimpulkan secara statistik ada diketahui bahwa dari 93 responden yang
hubungan antara pengetahuan dengan keluarganya tidak mendukung, sebanyak
status imunisasi TT pada WUS. Secara 81 orang (87,1%) status imunisasinya
persentase WUS yang berpengetahuan tidak lengkap, sedangkan dari 152
rendah lebih besar yang melakukan responden yang keluarganya
imunisasi TT secara tidak lengkap mendukung, sebanyak 72 orang
dibandingkan dengan WUS yang (47,4%) status imunisasinya tidak
berpengetahuan tinggi. lengkap. Hasil uji statistik diperoleh nilai
Derajat nilai keeratan dari p value 0,000 maka dapat disimpulkan
hubungan dapat dilihat dari nilai OR secara statistik ada hubungan antara
2.497 (CI 95% 1.394-4.473) artinya dukungan keluarga dengan status
responden dengan pengetahuan rendah imunisasi TT pada WUS. Secara
mempunyai resiko 2,497 kali lebih besar persentase WUS yang tidak
tidak melakukan imunisasi TT jika mendapatkan dukungan keluarga, lebih
dibandingkan dengan responden yang besar yang melakukan imunisasi TT
berpengetahuan tinggi. secara tidak lengkap dibandingkan
dengan WUS yang mendapatkan
Hubungan Sikap dengan Status dukungan keluarganya.
Imunisasi TT Derajat nilai keeratan dari
Berdasarkan hasil penelitian hubungan dapat dilihat dari nilai OR 7,5
diketahui bahwa dari 115 responden (CI 85% 3.782-14.875) artinya
dengan sikap negatif, sebanyak 95 orang responden yang tidak mendapatkan
(82,6%) status imunisasinya tidak dukungan keluarga mempunyai resiko
lengkap, sedangkan dari 130 responden 7,5 kali lebih besar tidak melakukan
yang bersikap positif, sebanyak 58 orang imunisasi TT dibandingkan dengan
responden yang mendapat dukungan responden (65.3%) belum mendapatkan
keluarganya. imunisasi TT dengan lengkap (hingga TT
5) mereka sebagian besar hanya
Hubungan Perilaku Petugas melakukan TT hingga TT 3 kali
Kesehatan dengan Status Imunisasi suntikan/dosis.
TT Pemberian pelayanan imunisasi TT
Berdasarkan hasil penelitian masih banyak dilakukan dalam kegiatan
diketahui bahwa dari 54 responden yang sweeping WUS. Artinya, secara aktif
berpendapat bahwa perilaku petugas petugas kesehatan berkunjung ke
kesehatan tidak baik, sebanyak 45 orang lapangan. Kegiatan pelayanan imunisasi
(83,3%) status imunisasinya tidak TT dengan sweeping WUS masih menjadi
lengkap, sedangkan dari 191 responden alternative terbaik untuk meningkatkan
yang berpendapat bahwa perilaku cakupan imunisasi TT.
petugas kesehatan mendukung, Pemberian imunisasi TT yang
sebanyak 108 orang (56,5%) status sesuai dengan jadwal yang ditetapkan
imunisasinya lengkap. Hasil uji statistik menemui beberapa hambatan baik dari
diperoleh nilai p value 0.001 maka dapat pihak provider maupun sasaran.
disimpulkan secara statistik ada Beberapa kemungkinan kendala yang
hubungan antara dukungan petugas dapat muncul dari provider adalah
dengan status imunisasi TT pada WUS. terlambatnya logistik, terutama
Secara persentase WUS yang penyediaan alat suntik atau kesibuhan
berpendapat bahwa perilaku petugas ganda dari petugas karena adanya
kesehatan tidak mendukung lebih besar prioritas program lain. Sementara
yang melakukan imunisasi TT secara hambatan dari WUS terutama adalah
tidak lengkap dibandingkan dengan WUS ketidakpatuhan untuk mengikuti jadual
yang berpendapat bahwa perilaku pelayanan yang ditetapkan.
petugas kesehatan mendukung.
Derajat nilai keeratan dari Pengetahuan
hubungan dapat dilihat dari nilai OR Hasil penelitian diketahui bahwa
3.843 (CI 95% 1.778-8.305) artinya sebagian besar responden memiliki
responden yang berpendapat bahwa pengetahuan yang tinggi tentang
perilaku petugas kesehatan tidak imunisasi TT yaitu sebanyak 159 orang
mendukung mempunyai resiko 3,843 (64,9%), sedangkan responden yang
kali lebih besar tidak mendapatkan memiliki pengetahuan rendah sebanyak
imunisasi TT dibandingkan dengan 96 orang (35.1%).
perilaku petugas kesehatan mendukung. Secara teori pengetahuan adalah
merupakan hasil “tahu”, dan ini terjadi
PEMBAHASAN setelah orang melakukan penginderaan
Univariat terhadap suatu obyek tertentu.
Status Imunisasi Penginderaan terjadi melalui
Hasil penelitian diketahui bahwa pancaindera manusia, yakni: indera
sebagian besar status imunisasi TT penglihatan, pendengaran, penciuman,
responden tidak lengkap yaitu 153 rasa, dan raba. Sebagian besar
responden (62.4%), sedangkan pengetahuan manusia diperoleh melalui
responden yang status imunisasi TT nya mata dan telinga (Notoatmodjo, 2005).
lengkap sebanyak 92 responden Hasil penelitian ini sama dengan
(37.6%). penelitian Purwanto (2002) yang
Besarnya jumlah proporsi yang menunjukkan bahwa 77,7%
belum memperoleh imunisasi TT 5 kali, pengetahuan responden tentang
disebabkan oleh berbagai faktor imunisasi TT dalam kategori baik.
terutama faktor pengetahuan, sikap, Hampir sebagian besar responden telah
serta ada tidaknya anjuran dari petugas mendengar dan memahami imunisasi
kesehatan atau orang terdekat TT, termasuk manfaat dan jumlah dosisi
responden untuk memberikan dukungan. imunisasi TT yang sebaiknya diberikan
Hasil penelitian ini sama dengan kepada WUS.
penelitian Purwanto (2002) yang Sebagian besar informasi
menunjukkan bahwa lebih dari separuh mengenai imunisasi TT diperoleh
responden dari petugas kesehatan pada keluarga memandang bahwa orang yang
saat menerima pelayanan kesehatan bersifat mendukung selalu siap
atau melakukan pemeriksan kehamilan. memberikan pertolongan dan bantuan
Beberapa responden juga menyatakan jika diperlukan.
bahwa orang-orang di sekitar rumah Bentuk dukungan keluarga yang
seperti kader dan keluarga memberikan dapat diberikan meliputi dukungan
informasi berkaitan dengan imunisasi TT. informasional seperti nasehat, usulan,
Adanya sumber informasi dari berbagai saran, petunjuk dan pemberian informasi
pihak menyebabkan responden semakin mengenai imunisasi TT pada WUS,
mengerti dan memahami pentingnya mengusulkan tempat untuk melakukan
imunisasi TT, dan secara tidak langsung imunisasi TT, dukungan penilaian yaitu
akan berpengaruh terhadap perilaku. mensuport WUS untuk melakukan
imunisasi TT, memberikan perhatian
Sikap pada WUS saat akan melakukan
Hasil penelitian diketahui bahwa imunisasi TT.
responden yang memiliki sikap positif Bentuk dukungan lainya adalah
terhadap imunisasi TT sebanyak 130 instrumental, dalam hal ini keluarga
orang (53,1%), sedangkan responden bersedia mengantar kan WUS saat akan
yang memiliki sikap negatif sebanyak imunisasi TT atau menyiapkan biaya
115 responden (46,9%). untuk imunisasi TT. Dan dukungan lain
Menurut Notoatmodjo (2003) yang dapat diberikan keluarga adalah
bahwa sikap adalah merupakan reaksi dukungan emosional yaitu keluarga
atau respon seseorang yang masih memberikan kesempatan pada WUS
tertutup terhadap suatu stimulus atau untuk menceritakan atau perasaannya
objek. Sikap seseorang terhadap objek saat akan melakukan imunisasi TT.
adalah perasaan mendukung atau
memihak (positif) maupun perasaan Perilaku Petugas Kesehatan
tidak mendukung (negatif) pada objek Hasil penelitian diketahui bahwa
tertentu. sebagian besar responden berpendapat
Hasil penelitian ini sesaui dengan bahwa perilaku petugas kesehatan
penelitian Purwanto (2001) yang dalam kategori mendukung yaitu
menunjukkan bahwa sebagian besar sebanyak 191 responden (78,0%),
mereka menyatakan setuju bahwa sedangkan responden yang berpendapat
wanita usia subur perlu dilakukan bahwa perilaku petugas kesehatan tidak
imunisasi TT (98,9%). Sikap positif yang mendukung sebanyak 54 responden
ditunjukkan oleh sebagian besar (22,0%). Secara teori perilaku petugas
responden ini dipengaruhi adanya kesehatan adalah wujud realisasi
pengetahuan yang baik dari responden tindakan petugas pelayanan terhadap
tentang manfaat dari imunisasi TT. WUS, baik fisik maupun non fisik
Pengetahuan responden tentang (Notoatmodjo, 2007).
manfaat imunisasi TT akan membentuk Perilaku petugas kesehatan dapat
sikap dan keyakinan secara positif dikatakan baik jika petugas kesehatan
terhadap imunisasi TT. menjelaskan tentang manfaat imunisasi
TT, menyediakan waktu untuk berdiskusi
Dukungan Keluarga tentang manfaat imunisasi TT,
Hasil penelitian diketahui bahwa mengingatkan ibu untuk melakukan
sebagian besar responden mendapatkan imunisasi TT ulang sesuai jadwal,
dukungan dari keluarga untuk imunisasi menjelaskan tentang imunisasi TT
TT yaitu sebanyak 152 responden dengan bahasa yang mudah dimengerti
(62.0%), sedangkan responden yang dan petugas kesehatan bersikap ramah
tidak mendapatkan dukungan dari setiap kali ibu datang untuk imunisasi TT
keluarganya sebanyak 93 responden atau hanya sekedar untuk berkonsultasi.
(38.0%).
Menurut Friedman (1998), Hubungan Pengetahuan dengan
dukungan keluarga adalah sikap, Status Imunisasi TT
tindakan dan penerimaan keluarga Hasil uji statistik diperoleh nilai p
terhadap penderita yang sakit. Anggota value 0,003 artinya lebih kecil
dibandingkan dengan nilai alpha (0,003 Hal ini sejalan dengan dengan teori
< 0,05). maka dapat disimpulkan secara yang dikemukan oleh Azwar (2005)
statistik ada hubungan antara bahwa sikap menunjukan bagaimana
pengetahuan dengan status imunisasi TT perilaku atau kecenderungan berperilaku
pada WUS di Puskesmas Kesumadadi yang ada dalam diri seseorang yang
Kecamatan Bekri Lampung Tengah berkaitan dengan objek sikap yang
Tahun 2012. dihadapinya. Kaitan ini didasarkan oleh
Sejalan dengan pemikiran tersebut, asumsi bahwa kepercayaan dan
maka upaya untuk memberikan perasaan banyak mempengaruhi
kesadaran dan pengetahuan yang perilaku.
bersifat intensif berkaitan dengan Kecenderungan berperilaku secara
imunisasi TT termasuk manfaatnya, konsisten selaras dengan kepercayaan
diharapkan akan memberikan perubahan dan perasaan ini membentuk sikap
dan ketertarikan (interest) pada sasaran individual. Sikap sering diperoleh dari
program, sehingga mereka berani untuk orang lain yang paling dekat. Sikap
mencoba dan mengadopsi secara membuat seseorang mendekati atau
langgeng perilaku yang diharapkan menjauhi orang lain atau objek lain.
tersebut. Sikap positif terhadap nilai-nilai
Hasil penelitian ini sejalan dengan kesehatan tidak selalu terwujud dalam
penelitian yang dilakukan Goniyah suatu tindakan nyata. Hal ini sesuai
(2009) yang menunjukkan hasil ada dengan pendapat Notoatmodjo (2003)
pengetahuan mempunyai koefisien bahwa sikap merupakan reaksi atau
regresi sebesar 0,410 yang berarti respon yang masih tertutup dari
mempunyai hubungan bermakana seseorang stimulus atau objek. Karena
dengan cakupan imunisasi TT. itu adalah logis untuk mengharapkan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seseorang akan dicerminkannya
bahwa seorang ibu yang memiliki dalam bentuk tendensi perilaku terhadap
pengetahuan baik mengenai imunisasi objek.
TT, akan mengerti tentang manfaat dari Hasil penelitian ini sama dengan
imunisasi TT tersebut, baik bagi dirinya penelitian menurut Purwanto (2001)
maupun bagi janin yang sedang yang menunjukkan beberapa variabel
dikandungnya. Hal tersebut membuat mempunyai hubungan yang bermakna
ibu mau melakukan imunisasi TT secara secara statistik dengan status imunisasi
lengkap. TT WUS (p<0,05), antara lain sikap
Rogers (1974) menyatakan bahwa (4,45), anjuran petugas kesehatan
perubahan atau adopsi perilaku melalui (2,63).
beberapa tahapan proses yang sangat Sikap yang berhubungan dengan
berurutan. Upaya untuk memberikan perilaku ibu untuk melakukan imunisasi
pengetahuan dan kesadaran akan TT menunjukkan bahwa seorang ibu
pentingnya perilaku tersebut merupakan yang telah menerima informasi tentang
faktor utama dalam tahapan proses imunisasi TT akan berpikir dan berusaha
tersebut. Adanya kesadaran dan supaya dapat merasakan manfaat dari
pengetahuan tersebut selanjutnya akan imunisasi TT tersebut, sehingga ibu mau
membangun minat dan usaha untuk melakukan imunisasi TT secara lengkap.
mencoba perilaku yang diinginkan
(Notoatmodjo, 2003). Hubungan Dukungan Keluarga
dengan Status Imunisasi TT
Hubungan Sikap dengan Status Hasil uji statistik diperoleh nilai p
Imunisasi TT value 0.000 maka dapat disimpulkan
Hasil uji statistik diperoleh nilai p secara statistik ada hubungan antara
value 0.000 maka dapat disimpulkan dukungan keluarga dengan status
secara statistik ada hubungan antara imunisasi TT pada WUS di Puskesmas
sikap dengan status imunisasi TT pada Kesumadadi Kecamatan Bekri Lampung
WUS di Puskesmas Kesumadadi Tengah Tahun 2012
Kecamatan Bekri Lampung Tengah Dari hasil penelitian ini dapat
Tahun 2012. diketahui bahwa dengan adanya
dukungan keluarga terhadap WUS
dimana anggota keluarga siap KESIMPULAN
mengantarkan WUS untuk melakukan 1. Distribusi frekuensi status imunisasi
imunisasi TT, menyiapkan dana untuk TT responden tidak lengkap yaitu
imunisasi TT membuat WUS tersebut 153 responden (62,4%).
mau melakukan imunisasi TT. 2. Distribusi Frekuensi responden
Pada masyarakat, peran orang memiliki pengetahuan tinggi tentang
terdekat khusunya keluarga masih imunisasi TT yaitu sebanyak 159
sangat besar dalam menentukan orang (64,9%).
perubahan perilaku seseorang. Keluarga, 3. Distribusi frekuensi responden yang
teman dekat atau orang yang paling memiliki sikap positif terhadap
dekat akan mempengaruhi secara imunisasi TT sebanyak 130 orang
normatif terhadap seseorang sehingga (53,1%).
dapat mengakibatkan efek yang 4. Distribusi frekuensi responden
memudahkan dalam proses pengaturan mendapatkan dukungan dari
diri terhadap perubahan perilaku. keluarga untuk imunisasi TT yaitu
sebanyak 152 responden (62,0%).
Hubungan Perilaku Petugas 5. Distribusi frekuensi responden
Kesehatan dengan Status Imunisasi berpendapat bahwa perilaku petugas
TT kesehatan dalam kategori
Hasil uji statistik diperoleh nilai p mendukung yaitu sebanyak 191
value 0.001 maka dapat disimpulkan responden (78,0%).
secara statistik ada hubungan antara 6. Ada hubungan antara pengetahuan
perilaku petugas kesehatan dengan dengan status imunisasi TT pada
status imunisasi TT pada WUS di WUS di Puskesmas Kesumadadi
Puskesmas Kesumadadi Kecamatan Kecamatan Bekri Lampung Tengah
Bekri Lampung Tengah Tahun 2012 Tahun 2012 (p value 0,003 OR
Peran petugas kesehatan dalam 2,497).
perubahan prilaku WUS untuk 7. Ada hubungan antara sikap dengan
melakukan imunisasi TT adalah dengan status imunisasi TT pada WUS di
memberikan informasi-informasi tentang Puskesmas Kesumadadi Kecamatan
manfaat imunisasi TT, dengan demikian Bekri Lampung Tengah Tahun 2012
pengetahuan WUS akan meningkat, (p value 0,000 OR 3,843).
selanjutnya dengan pengetahuan- 8. Ada hubungan antara dukungan
pengetahuan itu akan menimbulkan keluarga dengan status imunisasi TT
kesadaran mereka, dan akhirnya akan pada WUS di Puskesmas
menyebabkan orang berperilaku sesuai Kesumadadi Kecamatan Bekri
dengan pengetahuan yang dimilikinya itu Lampung Tengah Tahun 2012 (p
(Notoatmodjo, 2007). value 0,000 OR 7,5).
Hasil penelitian ini sejalan dengan 9. Ada hubungan antara perilaku
penelitian menurut Purwanto (2001) petugas dengan status imunisasi TT
yang menunjukkan beberapa variabel pada WUS di Puskesmas
mempunyai hubungan yang bermakna Kesumadadi Kecamatan Bekri
secara statistik dengan status imunisasi Lampung Tengah Tahun 2012 (p
TT WUS (p<0,05), antara lain anjuran value 0,001 OR 5,897).
petugas kesehatan (2,63).
Adanya dukungan berupa anjuran SARAN
atau dukungan dari petugas kesehatan Bagi Puskesmas Kesumadadi
menjadi informasi yang akan Meningkatkan peran petugas kesehatan
membentuk pengetahuan dan sikap dalam memberikan informasi mengenai
responden sehingga termotivasi untuk pentingnya imunisasi TT yang dapan
melakukan imunisasi TT. Hasil penelitian mencegah kejadian tetanus neonatorum.
ini menunjukkan bahwa perilaku petugas Mengadakan pelatihan atau kaderisasi
kesehatan yang baik selama melakukan sehingga cakupan pemberian informasi
pemeriksan kehamilan akan berdampak dapat lebih meluas.
pada keinginan ibu untuk melakukan Bagi institusi pendidikan
imunisasi TT ulang sehingga tercapai Memberikan informasi mengenai
imunisasi TT yang lengkap pentingnya imunisasi TT pada peserta
didik sebagai bahan saat mahasiswa Green (2005). Health program planing:
akan mengaplikasikan ilmunya di an aduantional and ecological
masyarakat. approach/ Lawrence W. Green.
Bagi penelitian selanjutnya Marshal W. Kreuter. 4th-ed
Melakukan penelitian selanjutnya yang Hastono (2001) Analisa Data. Depok.
berhubungan dengan perilaku imunisasi Fakultas Kesehatan Masyarakat
TT pada WUS dengan variabel yang Universitas Indonesia.
berbeda seperti, nilai, kepercayaan, Idanati, Rukna., 2005. TT Pregnancy,
persepsi, kebijakan atau undang-undang http://adln.lib.unair.ac.id,
yang mengatur tentang pemberian Notoatmodjo, Soekidjo, 2007.
imunisasi TT, keahlian, kemampuan Pendidikan dan Perilaku Kesehatan.
sumber daya kesehatan, dan Jakarta : Rineka Cipta
ketersediaan sarana dan prasarana. Profil Puskesmas Kesumadadi, 2010
Pusdiknakes, WHO John Hokins
DAFTAR PUSTAKA University (JHPIEGO) 2001. Analisa
Alimul H, A. Aziz (2003). Riset Situasi Anak dan Wanita di
Keperawatan Dan Tehnik Penelitian Indonesia. Jakarta: Pemerintah RI-
Ilmiah, Jakarta : Salemba Medika UNICEF.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Purwanto (2001) Faktor-faktor yang
Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Berhubungan dengan status
Jakarta : Rineka Cipta imunisasi TT pada wanita usia subur
Azwar, S. 2002. Penyusunan Skala di Puskesmas Anyer Kabupaten
Psikologi. Yogyarkarta : Pustaka Serang Tahun 2001 dalam
Pelajar. repository.ui.ac.id/doc/abstrak/111
Depkes RI (2010) Profil Dinas Kesehatan Saifuddin, dkk. 2001. Buku Acuan
Provinsi Lampung Tahun 2010 Nasional Pelayanan Kesehatan
Deswita, 2005, Imunisasi TT Maternal dan. Neonatal. Jakarta:
pada Ibu Hamil, dalam EGC
http://putriazka.wordpress.com Walgito, Bimo (2006) Pengantar
Fitriadi, 2005, Faktor yang psikologi umum. Yogyakarta: Andi
mempengaruhi drop-out imunisasi Offise
TT ibu hamil dalam Wagimin, 2009 Hubungan tingkat
http://www.tempointeraktif.com. pengetahuan dengan kepatuhan
Friedman, M.M, 1998, Keperawatan WUS dalam melakukan imunisasi di
Keluarga Teori dan Praktek, EGC, Puskesmas Wonosari II
Jakarta. Gunungkidul,
Goniyah (2009) Faktor-faktor yang http://www.rudieart.blogspot.com
berhubungan dengan cakupan
imunisasi TT pada wanita usia subur
dalam
www.skripsistikes.wordpress.com/20
09/05/03