Anda di halaman 1dari 5

Etnobotani Tradisi Syariat di Kampung Adat Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya,

Kabupaten Bogor

Muhammad Qais Izzuddin1), Rodiyati Azrianingsih2)


1),2)
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang 65145, Jawa
Timur, Indonesia. Telp. & Fax. : +62-341-575841
1)
m.qais1992@gmail.com dan 2)rodiyati@ub.ac.id

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses tradisi syariat dan pemanfaatan tumbuhan
terkait tradisi syariat. Penelitian dilakukan pada bulan Nopember 2013 sampai Mei 2014. Metode
etnobotani yang digunakan yaitu metode survei, dibagi menjadi wawancara (semiterstruktur) dan
observasi. Penentuan responden menggunakan snowball sampling dengan informan kunci Kepala Adat
Urug Pusat dan Tengah. Observasi dilakukan dengan pengamatan langsung kegiatan syariat di rumah
Kepala Adat Urug. Data disampaikan secara kualitatif dalam bentuk deskripsi. Kegiatan syariat
menggunakan media khusus berupa panglay (Zingiber cassumunar Roxb.) atau air putih. Kegiatan ini
diawali dengan peminta doa menyampaikan maksud/tujuan kepada Kepala Adat. Kepala Adat
memanjatkan doa kepada Allah SWT berdasarkan tujuan peminta doa menggunakan media panglay atau
air putih, kemudian diakhiri dengan mendekatkan media tersebut ke kepala dan dua sisi dada beliau, dan
meludahinya. Setelah itu, Kepala Adat menjelaskan tata cara penggunaan dan penyimpanan media
tersebut berdasarkan tata cara Kampung Adat Urug. Penggunaan media panglay dengan cara dihisap
sebelum dan sesudah melakukan tujuan. Penggunaan media air putih dengan cara diminum sebelum
melakukan tujuan. Penggunaan rimpang panglay untuk syariat akan mempengaruhi kesehatan seperti
antiinflamasi (antiradang), analgesik dan chondroprotektif. Tradisi syariat secara aspek konservasi
menjaga eksistensi panglay melalui penanaman tumbuhan tersebut di pekarangan warga.

Kata kunci: air, Allah SWT, kesehatan, kristal, panglay.

ABSTRACT
This research purposed to find out process and utilization plant about syariat tradition.
Ethnobotanical survey was conducted from November 2013 until May 2014 using interview (semi-
structured) and observation activities. The respondents were determinated by snowball sampling with
Head of Central and Middle Urug as key person. The observation was conducted syariat activity directly.
Data gained from this activity was qualitatively described. Syariat activity is used purple ginger (Zingiber
cassumunar Roxb.) or fresh water as specific media. This activity started with prayer requestor
communicate purpose to Head of Kampung Urug. Head of Kampung Urug prayed to Allah SWT based
on purpose prayer requestor using purple ginger or fresh water, then terminated with closer it to head
and chest and than spit it by Head of Kampung Urug. After that, Head of Kampung Urug explain media
use and storage procedures based on procedure in Kampung Urug. The technique is used purple ginger
media by inhaled before and after do purpose. The technique is used water media by drunk before do
purpose. Ulitilization purple ginger rhizome for syariat will be affect health like antiinflamatory, analgesic
and chondroprotective. Syariat tradition based on conservation aspect can keep purple ginger existence
through planting that plant in resident yard.

Key words: Allah SWT, crystal, health, purple ginger, water.

PENDAHULUAN dari kanan. Kata “Guru” berdasarkan etimologi


rakyat atau kirata basa adalah akronim dari
Kampung Adat Urug merupakan salah digugu ditiru. Seorang guru harus digugu dan
satu Kampung Adat yang berada di Propinsi ditiru, artinya dipatuhi dan diteledani segala
Jawa Barat. Masyarakat Urug meyakini bahwa petuahnya [1].
mereka merupakan keturunan dari Prabu Kampung Adat Urug memiliki tradisi
Siliwangi (Raja Kerajaan Pajajaran Bogor). yang masih dipegang kuat. Salah satunya
Nama Urug pada Kampung Urug berasal dari melalui upacara adat. Upacara Adat di
kata “Guru” yang diubah cara membacanya Kampung Adat Urug yaitu Upacara Seren

Jurnal Biotropika | Vol. 2 No. 3 | 2014 169


Taun, Salametan Ngabuli, Rewah, Salametan Observasi. Observasi dilakukan dengan
Maulud, sedekah bumi, dan Salametan Puasa mengamati secara langsung kegiatan syariat di
dan Lebaran [2]. rumah Kepala Adat. Selain itu, tujuan meminta
Tradisi lain yang masih dipertahankan di syariat juga diperhatikan dan dicatat.
Kampung Adat Urug yaitu syariat atau jampe.
Syariat atau jampe merupakan bacaan yang Analisis Data. Penelitian ini
digunakan untuk menyembuhkan penyakit menggunakan data kualitatif. Data kualitatif
atau bahaya kecelakaan [3]. Syariat juga diperoleh dari hasil wawancara dan observasi
terdapat di beberapa Kampung Adat Jawa yang disajikan dalam bentuk deskripsi.
Barat yaitu Kampung Adat Naga, Kampung
Adat Dukuh dan Kampung Adat Kuta. Tradisi HASIL DAN PEMBAHASAN
ini merupakan tradisi non upacara yang masih
Menurut pemuka agama setempat (Ki
belum pernah dikaji di Kampung Adat Urug.
Arif), syariat atau jampe merupakan suatu
Hasil penelitian terkini mengenai syariat
kegiatan meminta doa kepada Allah SWT
di beberapa Kampung Adat lainnya, syariat di
melalui perantara tokoh tertentu. Tokoh
Kampung Adat Naga, Tasikmalaya biasa
tersebut biasanya adalah Kepala Adat. Kepala
dimanfaatkan untuk mengobati sakit yang
Adat di Kampung Adat Urug terdapat 3 tokoh
bersifat sasalad (medis) dan kabadi (magis)
yaitu Abah Ukat (Kepala Adat Urug pusat),
serta digunakan ketika hendak melakukan
Abah Amat (Kepala Adat Urug tengah) dan
sesuatu. Bacaan yang digunakan meliputi
Abah Kudil (Kepada Adat Urug atas). Namun
Bahasa Sunda Buhun (kuno), Jawa Kuno dan
menurut Abah Ukat, secara adat hanya dua
Arab. Media yang digunakan meliputi cai
Kepala Adat yang diakui yaitu Kepala Adat
barokah (air berkah), sawen dan wafak [3].
pusat dan tengah. Kepala Adat atas tidak
Syariat di Kampung Adat Dukuh, Garut biasa
termasuk karena ayah dari generasi
dimanfaatkan untuk mengobati penyakit magis
pertamanya bukan berasal dari Kampung Adat
(disebabkan pelanggaran tata cara hidup)
Urug.
melalui kuncen (kepala adat di Kampung
Berdasarkan hasil observasi, media yang
Dukuh). Kuncen akan berdoa dan membacakan
digunakan yaitu rimpang panglay (Zingiber
jampi-jampi. Media yang digunakan adalah air
cassumunar Roxb.). Rimpang panglay dapat
dan biji beras [4]. Syariat di Kampung Adat
mudah ditemukan di sekitar. Hal ini
Kuta biasa dimanfaatkan untuk mengobati
dikarenakan setiap warga kampung Urug
penyakit karena kondisi lingkungan dan salah
menanam tumbuhan ini di pekarangannya. Jika
makan. Media yang digunakan meliputi
sudah tidak ada panglay, orang tersebut akan
tumbuhan-tumbuhan hasil rekomendasi
meminta kepada tetangga yang masih
kokolot dan air [5]. Sejauh ini, belum ada
menananam tumbuhan ini. Keperluan
penelitian mengenai syariat di Kampung Adat
pemakaian rimpang panglay tergolong sedikit
Urug. Hal ini yang menjadi dasar perlunya
karena syarat syariat hanya potongan kecil
dilakukan penelitian mengenai syariat di
panglay. Alternatif lain jika pengunjung tidak
Kampung Adat Urug.
membawa atau memiliki panglay, Kepala Adat
Tujuan penelitian ini adalah untuk
menyiapkan paket berupa potongan kecil
mengetahui proses syariat dan pemanfaatan
panglay yang dibungkus amplop kecil.
tumbuhan terkait syariat.
Berdasarkan aspek konservasi dari tradisi
syariat, masyarakat Adat Urug menjadikan
METODE PENELITIAN
panglay sebagai tanaman utama di pekarangan
Wawancara. Wawancara dilakukan sehingga bahan baku syariat ini tidak akan
dengan metode wawancara semiterstruktur. habis hingga generasi selanjutnya (eksistensi
Penentuan responden menggunakan teknik panglay terjaga). Eksistensi panglay akan
snowball sampling. Teknik snowball sampling berimplikasi terhadap kelestarian tradisi
dipilih karena struktur pemerintahan adat syariat di masa mendatang.
memiliki akses yang kuat terhadap
masyarakatnya. Total responden yang
diwawancarai sebanyak 12 orang.

Jurnal Biotropika | Vol. 2 No. 3 | 2014 170


Penggunaan dengan cara dihisap secara
langsung akan mempengaruhi kesehatan.
Ekstrak metanol rimpang panglay memiliki
aktivitas antiinflamasi (anti radang) dan
analgesik [7]. Aktivitas lain yang dimiliki yaitu
chondroprotektif untuk menekan penyebab
erosi tulang rawan [8]. Minyak panglay juga
berpotensi untuk pengobatan alzheimer [9].
Beberapa hasil penelitian tersebut
menunjukkan bahwa tradisi syariat dapat
Gambar 1. Tumbuhan Panglay di pekarangan membangun masyarakat menjadi lebih sehat.
warga. Aktivitas antiinflamasi akan mencegah
peradangan pada tubuh yang berpotensi
Panglay dibungkus menggunakan tiga menyebabkan demam, sedangkan analgesik
pilihan wadah antara lain kertas, amplop atau akan menjaga kondisi tubuh dari rasa nyeri
daun pisang, kemudian diberikan kepada yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kepala Adat. Kepala adat membacakan doa Potensi sebagai pengobatan alzheimer
berbahasa Arab dengan media panglay di menunjukkan bahwa semakin sering
depan wajahnya, kemudian diakhiri dengan penggunaan panglay untuk syariat akan
gerakan mendekatkan ke kening serta dua sisi mencegah masyarakat Urug menjadi pelupa
dadanya dan meludahi media tersebut. Kepala atau pikun. Kesehatan daya ingat akan
Adat akan memberikan syarat penggunaan dan memudahkan penyampaian pengetahuan adat
penyimpanan panglay karena setiap ke generasi selanjutnya.
permintaan yang diminta memiliki tata cara Selain panglay, media lain yang juga
penggunaan tersendiri. Terakhir, peminta doa dimanfaatkan adalah air putih. Air putih dapat
akan memberikan sumbangan seiklasnya dibawa dari rumah atau disediakan oleh Kepala
kepada Kepala Adat. Adat. Berdasarkan hasil observasi di rumah
Panglay di daerah lain di Jawa Barat Abah Amat, prinsip dasarnya sama dengan
memiliki peran yang vital untuk ibu yang media panglay namun hanya didoakan tanpa
melahirkan. Selama masa kehamilan, ibu gerakan mendekatkan ke kening dan dada.
tersebut diwajibkan membawa bawang putih, Tujuan dari orang yang meminta syariat
peniti dan panglay diyakini untuk menghindari tersebut adalah meminta keselamatan pergi ke
gangguan setan. Saat melahirkan, ibu tersebut kota. Cara penggunaannya dengan meminum
diwajibkan meminum ramuan, dimana panglay air putih tersebut sebelum berangkat ke kota.
merupakan salah satu bahannya [6]. Pada prinsipnya, doa merupakan
Berdasarkan hasil observasi di rumah kegiatan utama dari tradisi syariat. Doa dapat
Abah Ukat, masyarakat Adat Urug datang diwujudkan dalam bentuk simbolisasi
meminta syariat kepada beliau setiap hari. tumbuhan [11]. Bahasa simbol tumbuhan dapat
Tujuan meminta syariat beragam dan dilihat dari sudut pandang arsitektur, bahasa,
umumnya bersifat pribadi, antara lain bentuk dan manfaat tumbuhan [12]. Panglay
kelancaran pernikahan, kelulusan anak, bagi masyarakat sunda erat kaitannya dengan
keselamatan pergi ke kota dan gunung, dan menghindari gangguan setan atau bencana [6].
tujuan lainnya. Salah satu peran penting Salah satu refleksi dari menolak bencana
syariat tercermin pada bercocok tanam di adalah menolak penyakit. Panglay dijadikan
Kampung Adat Urug. Menurut Bu Atik (Kader simbol dari sudut pandang manfaatnya karena
Posyandu), syariat dijadikan petani untuk menolak penyakit melalui penggunaannya
melancarkan hasil panen. Cara penggunaannya yang dihisap secara langsung oleh peminta
yaitu panglay yang telah didoakan dihisap oleh doa.
petani dan disimpan di sawah tersebut. Ketika Tradisi Syariat memiliki keunggulan
akan memanen hasil pertanian, panglay bukan hanya dari segi tujuan yang ingin
tersebut dihisap kembali dan dibawa pulang. dicapai orang tersebut, tetapi aspek ketuhanan,
Cara penggunaan yang umum digunakan yaitu adat, kesehatan dan konservasi. Aspek
dengan cara dihisap. Cara penyimpanannya ketuhanan terbentuk melalui keyakinan bahwa
ditentukan berdasarkan rekomendasi dari setiap tercapai atau tidaknya tujuan merupakan
Kepala Adat. kehendak Allah SWT. Aspek adat terbentuk

Jurnal Biotropika | Vol. 2 No. 3 | 2014 171


melalui eksistensi Kepala Adat dalam hal [2] Disbudpar. 2009. Data Kampung Adat di
membimbing masyarakat Adat yang Jawa Barat. Bidang Kebudayaan
berketuhanan. Aspek kesehatan terbentuk Disbudpar Jabar. Bandung.
melalui pencegahan penyakit oleh panglay dan [3] Yusep. 2014. Pelestarian Tradisi Jampe
mekanisme aksi kristal air terhadap tubuh. pada Masyarakat Kampung Naga
Aspek konservasi terbentuk melalui Tasikmalaya. Jurusan Sejarah dan
penanaman tumbuhan panglay di pekarangan Kebudayaan Islam Universitas Islam
warga untuk menjaga eksistensi panglay Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta.
sebagai bahan baku utama tradisi syariat. Skripsi.
[4] Sathyami & E. Sulistyawati. 2008.
KESIMPULAN Etnobotani Tumbuhan Obat oleh
Masyarakat Kampung Adat
Syariat merupakan suatu kegiatan
Dukuh,Garut, Jawa Barat. SITH
meminta doa kepada Allah SWT melalui
ITB.Bandung.
perantara tokoh tertentu, umumnya Kepala
[5] Efendi, R., D.R. Safitri, J. Firmansyah, T.
Adat. Media yang digunakan berupa potongan
Ilmiyah & M.A. Syauqi. 2010. Kampung
rimpang panglay (Zingiber cassumunar Roxb.)
Kuta dalam Teropong Antropologi
atau air putih. Kegiatan ini diawali dengan
Kesehatan. Jurusan Antropologi Fakultas
peminta doa menyampaikan maksud/tujuan
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
kepada Kepala Adat. Kepala Adat
Pajajaran. Jatinangor. Laporan.
memanjatkan doa kepada Allah SWT
[6] Rahayu, S.K., N.Toyamah, S.A.,
berdasarkan tujuan peminta doa menggunakan
Hutagalung, M.Rosfadhila & M.Syukri.
media panglay atau air putih, kemudian
2008. Studi Baseline Kualitatif PNPM
diakhiri dengan mendekatkan media tersebut
Generasi dan PKH: Ketersediaan dan
ke kepala dan dua sisi dada beliau, dan
Penggunaan Pelayanan Kesehatan Ibu
meludahinya. Cara penggunaan syariat untuk
dan Anak dan Pendidikan Dasar di
media panglay yaitu dihisap, sedangkan
Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Nusa
penggunaan untuk media air yaitu diminum.
Tenggara Timur. Lembaga Penelitian
Cara penyimpanan panglay bergantung
SMERU. Jakarta.
rekomendasi Kepala Adat. Cara penggunaan
[7] Ozaki, Y., N. Kawahara & M. Harada.
dengan dihisap secara langsung akan
1991. Anti-inflammatory effect of
mempengaruhi kesehatan, melalui aktivitas
Zingiber cassumunar Roxb. and its active
farmakologi antiinflamasi, analgesik dan
principles. Chem Pharm Bull (Tokyo).
chondroprotektif. Potensi panglay sebagai
Vol.39(9):2353-6.
pengobatan alzheimer mencegah masyarakat
[8] Chaiwongsa, R., S. Ongchai, P. Boonsing,
Urug menjadi pelupa atau pikun sehingga
P. Kongtawelert, A. Panthong & V.
berimplikasi terhadap penyampaian
Reutrakul. 2013. Active Compound of
pengetahuan adat pada generasi selanjutnya
Zingiber Cassumunar Roxb. Down-
oleh orang tua dan Tetua Adat.
Regulates the Expression of Genes
Involved in Joint Erosion in a Human
UCAPAN TERIMA KASIH
Synovial Fibroblast Cell Line. Afr J
Penulis mengucapkan terima kasih Tradit Complement Altern Med. Vol.
kepada Abah Ukat (Kepala Adat Kampung 10(1): 40–48.
Urug), Prita Ayuningtyas, Purnomo, dan Alfin [9] Okonogi, S & W. Chaiyana. 2012.
Nur Laily Kurniawati serta teman-teman yang Enhancement of anti-cholinesterase
telah mendukung dan membantu dalam activity of Zingiber cassumunar essential
penelitian ini. oil using a microemulsion technique.
Drug Discov Ther. Vol. 6(5):249-55.
DAFTAR PUSTAKA [10] Emoto, M. 2010. What is the Photograph
of Frozen Water Crystals.
[1] Disbudpar. 2011. Kampung Urug.
http://www.masaruemoto.net/english/wate
http://disparbud.jabarprov.go.id/wisata/de
r-crystal.html diakses pada tanggal 18
st-det.php?id=22&lang=id diakses pada
Agustus 2014.
tanggal 18 Agustus 2014.

Jurnal Biotropika | Vol. 2 No. 3 | 2014 172


[11] Sukenti, K. 2002. Kajian Etnobotani
terhadap Serat Centini. Institut
Pertanian Bogor. Bogor. Thesis.
[12] Purnomo. 2013. Tanaman Kultural dalam
Perspektif Adat Jawa. UB Press.
Malang.

Lampiran 1. Perbedaan Syariat di Kampung Adat Urug dan Kampung Adat Lainnya.
Parameter Kampung Urug Kampung Naga Kampung Dukuh Kampung Kuta
Tujuan 1.Mengobati sakit 1. Mengobati sakit 1.Mengobati sakit 1. Mengobati
(alami atau magis) (alami dan magis) (magis) (Sathyami & sakit alami
2.ingin melakukan 2. hendak Sulistyawati,2008) (lingkungan dan
suatu kegiatan, melakukan sesuatu salah makan)
3.meminta (Yusep, 2014) (Efendi et al.,
kelancaran* dan 2010 )
4.segala bentuk doa
terkait kehidupan
bermasyarakat*.
Perantara 1.Kepala Adat Kuncen (Kepala Kuncen (Sathyami & Kuncen (Efendi et
Urug Pusat Adat) (Yusep, Sulistyawati,2008) al., 2010 )
2.Kepala Adat 2014)
Urug Tengah*
Media 1.Rimpang 1.Cai barokah, 1.Biji beras 1.Tumbuhan hasil
panglay* 2.sawen (ketupat 2.Air (Sathyami & rekomendasi dan
2.air (dari sumber) dengan 5 sudut) Sulistyawati, 2008) 2.air (Efendi et
3.wafak (Yusep, al., 2010 )
2014)
Bahasa 1.Sunda 1.Sunda Buhun - -
2.Arab (Kuno)
2.Jawa kuno
3.Arab (Yusep,
2014)
Cara 1.Dihisap* 1.Diminum (air 1.- 1Diracik Kuncen
penggunaan (panglay) berkah) 2.diminum (air) dan dikonsumsi
2.Diminum (air) 2.disimpan di pintu oleh pasien (baik
rumah (sawen) diminum atau
(Andayani, 2008). dimakan)
(tumbuhan)
(Efendi et al.,
2010 ),
2. Diminum (air)
Ket: *= Pembeda Kampung Adat Urug dengan Kampung Adat lain.

Jurnal Biotropika | Vol. 2 No. 3 | 2014 173