Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

APLIKASI PENERAPAN SISTEM MANEJEMEN K3 DI RUMAH SAKIT


Ditujukan untuk memenuhui salah satu tugas matakuliah K3
Dosen Suparni, ST.,M.KKK

Disusun oleh :
Dianti Eka Saputri 4001130026
Frita Resvaldya 4001130023
Luriyona Rahayu 4001130005
Nuri Nurasiah 4001130050
Nurul Patimah 4001130003
Rizka Utami Khoirini 4001130057
Vian Rahayu 4001130015

S1 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DHARMA HUSADA BANDUNG
2014/2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah
mengenai Aplikasi Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
(SMK3) ini sesuai dengan berbagai sumber informasi dan literatur yang sudah
dikembangkan. Dan juga kami berterimakasih kepada Ibu Suparni, ST., M.KKK
selaku Dosen mata kuliah Dasar Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang
telah memberikan tugas ini.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Aplikasi Sistem
Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) . kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan
jauh dari apa yang diharapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran
dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada
sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi
kami maupun orang yang membacanya. Sebelumnya mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Bandung, November 2014

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................i
DAFTAR ISI...............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1
A. Latar belakang..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah........................................................................................2
C. Tujuan Penulisan...........................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................................3
A. Pengertian Sistem Manajemen K3 di Rumah Sakit....................................3
B. Tujuan Sistem Manajemen K3 di Rumah Sakit...........................................3
C. Bahaya Potensial di Rumah Sakit................................................................3
D. Sistem Manajemen K3 Rumah Sakit...........................................................4
E. Perencanaan.................................................................................................5
F. Pengorganisasian.........................................................................................5
G. Pemantauan dan Evaluasi...........................................................................6
BAB III PEMBAHASAN............................................................................................8
BAB IV PENUTUP....................................................................................................11
A. Kesimpulan..................................................................................................11
B. Saran............................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah
salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman,
sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi
dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang
pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
Kecelakaan kerja tidak saja menimbulkan korban jiwa maupun kerugian
materi bagi pekerja dan pengusaha, tetapi juga dapat mengganggu
proses produksi secara menyeluruh, merusak lingkungan yang pada
akhirnya akan berdampak pada masyarakat luas.
Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja (KK) di
kalangan petugas kesehatan dan non kesehatan kesehatan di
Indonesia belum terekam dengan baik. Jika kita pelajari angka
kecelakaan dan penyakit akibat kerja di beberapa negara maju (dari
beberapa pengamatan) menunjukan kecenderungan peningkatan
prevalensi. Sebagai faktor penyebab, sering terjadi karena kurangnya
kesadaran pekerja dan kualitas serta keterampilan pekerja yang kurang
memadai. Banyak pekerja yang meremehkan risiko kerja, sehingga
tidak menggunakan alat-alat pengaman walaupun sudah tersedia.
Rumah Sakit (RS) termasuk ke dalam kriteria tempat kerja
dengan berbagai ancaman bahaya yang dapat menimbulkan dampak
kesehatan, tidak hanya terhadap para pelaku langsung yang bekerja di
RS, tapi juga terhadap pasien maupun pengunjung RS. Sehingga sudah
seharusnya pihak pengelola RS menerapkan upaya-upaya K3 di RS.
Potensi bahaya di RS, selain penyakit-penyakit infeksi juga ada
potensi bahaya-bahaya lain yang mempengaruhi situasi dan kondisi di
RS, yaitu kecelakaan (peledakan, kebakaran, kecelakaan yang
berhubungan dengan instalasi listrik, dan sumber-sumber cidera

1
lainnya), radiasi, bahan-bahan kimia yang berbahaya, gas-gas anastesi,
gangguan psikososial dan ergonomi. Semua potensi bahaya tersebut di
atas, jelas mengancam jiwa dan kehidupan bagi para karyawan di RS,
para pasien maupun para pengunjung yang ada di lingkungan RS.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Sistem manejemen K3 di Rumah Sakit?
2. Tujuan Keselamatan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit ?
3. Gambaran umum potensi bahaya di rumah sakit?
4. Bagaimana sistem manajemen K3 rumah sakit?
5. Perencanaan Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja?
6. Pengorganisasian Sistem manajemen K3 di Rumah Sakit ?
7. Pelaksanaan SMK3 di rumah sakit?
8. Pemantauan dan evaluasi SMK3?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan Umum :
Untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah Dasar
Kesehatan Keselamatan Kerja
Tujuan khusus :
Terciptanya cara kerja, lingkungan kerja sehat, aman, nyaman, dan
dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan karyawan Rumah Sakit.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Sistem Manajemen K3 di Rumah Sakit


Upaya untuk memberikan jaminan keselamatan dan
meningkatkan derajat kesehatan para pekerja dengan cara pencegahan
kecelakaan dan penyakit akibat kerja, pengendalian bahaya di tempat
kerja, promosi kesehatan, pengobatan dan rehabilitasi.

2
Managemen K3 di Rumah Sakit adalah Suatu proses kegiatan
yang dimulai dengan tahap perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengendalian yang bertujuan untuk membudayakan
K3 di rumah sakit

B. Tujuan Sistem Manajemen K3 di Rumah Sakit


1. Bagi Rumah Sakit :
a. Meningkatkan mutu pelayanan
b. Mempertahankan kelangsungan operasional Rumah Sakit
c. Menigkatkan citra Rumah Sakit
2. Bagi Karyawan Rumah Sakit :
a. Melindungi karyawan dari Penyakit Akibat Kerja (PAK)
b. Mencegah terjadinya Kecelakaan Akibat Kerja (KAK)
3. Bagi Pasien dan Pengunjung
a. Mutu layanan yang baik
b. Kepuasan pasien dan pengunjung

C. Bahaya Potensial di Rumah Sakit


Bahaya potensial di Rumah Sakit dapat mengakibatkan penyakit
dan kecelakaan akibat kerja. Yaitu disebabkan faktor biologi (virus,
bakteri dan jamur); faktor kimia (antiseptik, gas anestasi); faktor
ergonomi (cara kerja yang salah ); faktor fisika (suhu, cahaya bising,
listrik,getaran dan radiasi) faktor psikososial ( kerja bergilir, hubungan
sesama karyawan/ atasan). Bahaya potensial yang dimungkinkan ada di
RS, diantaranya adalah mikrobiologik, sdesain/fisik, kebakaran,
mekanik, kimia/gas/karsinogen, radiasi dan risiko hukum/keamanan.

D. Sistem Manajemen K3 Rumah Sakit


Komitmen dan kebijakan

3
Komitmen diwujudkan dalam bentuk kebijakan (policy) tertulis,
jelas dan mudah dimengerti serta diketahui oleh seluruh karyawan RS.
Manajemen RS mengidentifikasi dan menyediakan semua sumber daya
esensial seperti pendanaan, tenaga K3 dan sarana untuk terlaksannya
program K3 di RS. Kebijakan K3 di RS diwujudkan dalam bentuk wadah
K3 RS dalam struktur organisasi RS

Untuk melaksanakan komitmen dan kebijakan K3 Rs perlu disusun


strategi antara lain :

1. Advokasi sosialisasi program K3 RS


2. Menetapkan tujuan yang jelas
3. Organisasi dan penugasan yang jelas
4. Meningkatkan SDM profesional di bidang K3 RS pada setiap unit
kerja di lingkungan RS
5. Sumberdaya yang harus didukung oleh manajemen puncak
6. Kajian risiko secara kualitatif dan kuantitatif
7. Membuat program kerja K3 RS yang mengutamakan upaya
peningkatan dan pencegahan
8. Monitoring dan evaluasi secara berkala

E. Perencanaan
RS harus membuat perencanaan yang efektif agar tercapai
keberhasilan penerapan sistem manajemen K3 dengan sasaran yang
jelas dan dapat diukur. Perencanaan K3 di RS dapat mengacu pada
standar sistem manajemen K3 RS diantaranya self assesment akreditasi
K3RS dan SMK3.
Perencanaan meliputi :
1. Identifikasi sumber bahaya penilaian dan pengendalian faktor risiko
2. Membuat peraturan
3. Tujuan dan sasaran
4. Indikator kerja
5. Program kerja

F. Pengorganisasian

4
Pelaksanaan K3 di RS sangat bergantung dari rasa tanggung
jawab manajemen dan petugas, terhadap tugas dan kewajiban masing-
masing serta kerja dalam pelaksanaan K3. Tanggung jawab ini harus
ditanamkan melalui adanya aturan yang jelas. Pola pembagian
tanggung jawab, penyuluhan kepada semua petugas, bimbingan dan
latihan serta penegakkan disiplin. Ketua organisasi pelaksana K3 RS
secara spesifik harus mempersiapkan data dan informasi pelaksanaan
K3 di semua tempat kerja, merumuskan permasalahan serta
menganalisi penyebab timbulnya masalah bersama unit-unit kerja,
sehingga dapat dilaksanakan dengan baik. Selanjutnya memonitor dan
mengevaluasi pelaksanaan program, untuk menilai sejauh mana
prorgam yang dilaksanakan telah berhasil. Kalau masih terdapat
kekurangan, maka perlu diidentifikasi penyimpangannya serta dicari
pemecahannya.
Pelaksanaan SMK3 di Rumah Sakit
1. Penyuluhan K3 ke semua Petugas Rumah Sakit
2. Pelatihan K3 yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam
organisasi rumah sakit
3. Melaksanakan program K3 sesuai peraturan yang berlaku
a. Pemeriksaan keselamatan petugas
b. Penyediaan Alat Pelindung Diri dan Keselamatan Kerja
c. Penyiapan pedoman pencegahan dan penanggulangan
keadaan darurat
d. Penempatan pekerja pada pekerjaan yang sesuai kondisi
kesehatan
e. Pengobatan pekerja yang menderita sakit
f. Menciptakan lingkungan kerja yang higienis secara teratur
g. Melaksakan biologikal monitoring
h. Melaksanakan surveilas kesehatan pekerja

G. Pemantauan dan Evaluasi


Pada dasarnya pemantauan dan evaluasi K3 di rumah sakit
adalah salah fungsi manajemen K3 di rumah sakit yang berupa suatu
langkah yang diambil untuk mengetahui dan menilai samapai sejauh

5
mana proses kegiatan k3 itu berjalan dan mempertanyakan efektivitas
dan efisiensi pelaksanaan dari suatu kegiatan K3 RS dalam mencapai
tujuan yang ditetapkan.
Pemantauan dan evaluasi melalui :
1. Pencatatan dan pelaporan K3 terintegrasi kedalam sistem
pelaporan Rumah Sakit
2. Insfeksi dan Pengujian merupakan suatu kegiatan untuk menilai
keadaan K3 secara umum dan tidak terlalu mendalam
3. Melaksanakan Audit K3
Audit K3 yang meliputi falsafah dan tujuan, administrasi
dan pengelolaan, karyawan dan pimpinan, fasilitas dan
peralatan, kebijakan dan prosedur, pengembangan karyawan
dan program pendidikan, evaluasi dan pengendalian.
Tujuan Audit K3 :
a. Untuk menilai potensi bahaya, gangguan kesehatan dan
keselamatan
b. Memastikan dan menilai pengelolaan K3 telah
dilaksanakan sesuai ketentuan
c. Menentukan langkah untuk mengendalikan bahaya
potensial serta pengembangan mutu

6
BAB III
PEMBAHASAN

Berdasarakan beberapa literatur mengenai aplikasi penerapan SMK3 di


indonesia dapat dilihat dari beberapa perbandingan RS dalam
mengaplikasikan penerapan SMK3 di ketahui bahwa Pengetahuan karyawan
RS tentang pengertian serta manfaat K3RS sudah cukup baik, akan tetapi
pengetahuan karyawan RS belum mengetahui semua peraturan yang
digunakan RS, struktur organisasi K3 belum ada karena belum terbentuk,
namun pihak manajemen RS sudah mempunyai orang yang menangani
masalah itu yaitu sebagian besar dilakukan oleh pihak HRD dan Direktur RS.
Namun pihak ada beberapa RS pihak manajemen sudah menyediakan fasilitas
yang terkait tentang K3, akan tetapi fasilitas yang diberikan belum lengkap,
fasilitas diberikan sesuai dengan anggaran RS tentang K3. Tapi dilihat dari
perbandingan tersebut untuk masalah kesehatan dan keselamatan di RS
sudah hamper berjalan sesuai dengan KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA NO : 432/MENKES/SK/IV/2007 tentang Pedoman
manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (k3) di Rumah Sakit, seperti :
“Pemeliharaan Kesehatan Petugas IGD , Pemakaian Alat Pelindung Diri,
Pencegahan Bahaya atau Kecelakaan Kerja , Pemeriksaan Kesehatan Berkala
telah ada di beberapa RS yang ada di Indonesia. Selain itu fasilitas sarana dan
prasarana yang ada telah jauh lebih baik untuk menjamin kesehatan dan
keselamatan di RS.”
Kesegaran jasmani dan rohani merupakan faktor penunjang untuk
meningkatkan produktifitas seseorang dalm bekerja. Kesegaran tersebut
dimulai sejak memasuki pekerjaan dan terus dipelihara selama bekerja, bahkan
sampai setelah berhenti bekerja. Kesegaran jasmani dan rohani bukan saja
pencerminan kesehatan fisik dan mental, tetapi merupakan gambaran adanya
keserasian penyesuaian seseorang dengan pekerjaannya, yang sangat
dipengaruhi oleh kemampuan, pengalaman, pendidikan dan pengetahuan

7
yang dimiliki. mengenai program pemeliharaan kesehatan petugas Instalasi
Gawat Darurat sejauh ini sudah dilaksanakan dengan baik oleh para petugas
seperti halnya telah diuraikan bahwa sudah ada jaminan kesehatan terhadap
para petugas dari rumah sakit tersebut, dan sudah dilakukan screening
kesehatan tiap tahun untuk seluruh petugas Instalasi Gawat Darurat tersebut
secara baik.
Adapun penggunaan alat pelindung diri di Instalasi Gawat Darurat
sudah dilaksanakan tetapi belum maksimal atau kurang disiplin digunakan
pada waktu melakukan pekerjaan. Ketidakdisiplinan petugas Instalasi Gawat
Darurat terhadap penggunaan alat pelindung diri disebabkan karena faktor
kebiasaan petugasnya masing-masing. Di Instalasi Gawat Darurat sendiri
penggunaan alat pelindung diri seharusnya digunakan pada waktu melakukan
tindakan atau pada pemeriksaan darurat tetapi hal ini selalu diabaikan oleh
para petugas (faktor kebiasaan). Hal ini nantinya akan menyebabkan
kemungkinan terjadinya bahaya penyakit akibat kerja atau kecelakaan kerja.
jadi sebagian besar Rumah Sakit di Indonesia telah mengaplikasikan
SMK3 RS, tapi ada pula sebagian RS yang masih kurang dalam
mengaplikasikan SMK3 di RS. Tapi meskipun telah diterapkan dengan baik
seringkali selalu ada kecelakan dan bahaya yang masih terdapat di dalam RS.
Hal tersebut terjadi karena sebagian karyawan RS tersebut tidak menuruti
peraturan yang telah ada, sehingga sampai saat ini masih banyak karyawan RS
yang menderita penyakit akibat kerja.
Karena meskipun pihak rumah sakit telah membuat peraturan–
peraturan tentang kesehatan keselamatan kerja di RS jika karyawan atau
orang-orang yang ada di dalam lingkungan RS tersebut tidak menyadari
bahwa bahkan di rumah sakit pun terdapat bahaya yang bisa terjadi
peraturan-peraturan tersebut hanya akan menjadi wacana saja tanpa ada
dukungan dari seluruh komponen dari RS tersebut. Kesadaran dari semua
pihak yang terkait dalam membuat peraturan – peraturan tersebut terwujud

8
dengan baik sehingga bahaya atau penyakit akibat kerja di rumah sakit dapat
berkurang. Sehingga pegawai RS seperti dokter, perawat, bahkan pasien pun
dapat nyaman dan merasa terlindungi saat berada di RS, sehingga akan
meningkatkan kesehatan yang jauh lebih baik lagi. Peraturan tentang
kesehatan dan keselamatan kerja di RS akan berjalan lancar jika didukung oleh
pihak pihak terkait karena penerapan SMK3 RS di Indonesia belum
diaplikasikan dengan baik, karena masih ada beberapa RS bahkan belum
membentuk komite dan pelaksanan tentang k3, mengingat Keselamatan kerja
merupakan usaha untuk menciptakan suasana rasa aman kerja, bebas dari
segala ancaman bahaya, seperti; kebakaran, penyakit akibat kerja, cacat akibat
kerja, dan kematian akibat kerja.sehingga jika k3 tidak ada para pegawai tidak
akan merasa terlindungi di tempat kerjanya.

BAB IV
PENUTUP

9
A. Kesimpulan

Aplikasi penerapan Sistem Manajemen K3 di Rumah Sakit adalah


Suatu proses kegiatan yang dimulai dengan tahap perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian yang bertujuan untuk
membudayakan K3 di rumah sakit. Peraturan SMK3 RS sudah merupakan
pedoman di setiap rumah sakit di Indonesia. Tetapi dalam pelaksanaanya
belum dilakukan dengan semestinya, dikarenakan dengan berbagai faktor
yang ada di lapangan menunjukkan masih banyak kecelakaan yang terjadi
di Rumah sakit. hal tersebut dikarenakan banyaknya pegawai yang masih
lalai untuk mematuhi peraturan yang telah dibuat. Meskipun pihak rumah
sakit telah membuat peraturan yang sesuai dengan acuan peraturan
menteri kesehatan aplikasi SMK3 tidak akan terwujud dengan baik karena
rendahnya kesadaran dari pihak terkaitnya.

B. Saran

Agar management k3 dirumah sakit dapat diaplikasikan sesuai


regulasi yang telah ada, harus ada dukungan dari pihak-pihak yang terkait
seperti Direktur Rumah Sakit itu sendiri sampai pada para pegawainya.
Bukan hanya peraturan yang harus ada di dalam Rumah Sakit itu sendiri,
tapi sikap dari para pegawainya harus memahami terlebih dahulu apa
bahaya akibat kerja di Rumah Sakit. Agar pegawai Rs lebih bisa mentaati
peraturan yang ada dan lebih sadar akan bahaya yang ada di Rs
tempatnya bekerja. Sehingga dapat menggurangi angka kecelakaan
akibat kerja di RS.

DAFTAR PUSTAKA

10
Jurnal “PENERAPAN MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (MK3)
DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
“. Puji Winarni Rahayuningsih, Widodo Hariyono Fakultas Kesehatan
Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

KES MAS Vol. 5, No. 1, Januari 2011


Jurnal “KAJIAN ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3RS
DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG”. Novie E. Mauliku. Stikes A. Yani
Cimahi.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


432/menkes/sk/iv/2007. Tentang Pedoman manajemen kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) di Rumah Sakit.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1087/menkes/sk/viii/2010. Tentang Standar Kesehatan dan Keselamatan
Kerja di Rumah Sakit.
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-journal), Volume 2, Nomor 1, Januari 2014.
Analisa Komitmen Manajemen Rumah Sakit terhadap Keselamatan dan
Kesehatan Kerja pada RS Prima Medika Pemalang. Azza Ivana, Baju
Widjasena, Siswi Jayanti. Mahasiswa Peminatan K3 Universitas Undip.

11