Anda di halaman 1dari 108

PAKET PW 04

PENGAWASAN TEKNIK PRESERVASI REHABILITASI JALAN BTS KAB.


PACITAN - JARAKAN - PONOROGO - DENGOK - BTS KAB.
PONOROGO
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

PENGANTAR PENAWARAN TEKNIS

DAFTAR ISI .................................................................................................................. i

BAB 1 DESKRIPSI PERUSAHAAN........................................................................... 1-1

BAB 2 PEMAHAMAN & TANGGAPAN TERHADAP KAK ......................................... 2-1

BAB 3 PENDEKATAN DAN METODOLOGI ............................................................. 3-1

BAB 4 JADWAL PENUGASAN PERSONIL .............................................................. 4-1

BAB 5 JADWAL RENCANA PELAKSAAN PEKERJAAN .......................................... 5-1

BAB 6 JADWAL PERALATAN DAN FASILITAS ....................................................... 6-1

BAB 7 KOMPOSISI PENUGASAN PERSONIL ......................................................... 7-1

BAB 8 PRA RK3K ..................................................................................................... 8-1

BAB 9 STRUKTUR ORGANISASI............................................................................. 9-1

PT. NUSVEY i
Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB 1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Pengenalan Perusahaan

1.1.1. Data Organisasi Perusahaan PT. Nusvey

PT. NUSVEY merupakan satu perusahaan yang bergerak dalam bidang


pelayanan Konsultansi Teknik, Manajemen Proyek dan Supervisi pada
bidang-bidang Teknik Sipil, Arsitektur, Planologi, Sanitasi, Geodesi,
Pertanian, Geoteknik & Mekanika Tanah, Telekomunikasi, Elektrikal,
Mekanikal.

PT. NUSVEY didirikan pada tahun 1971 oleh tenaga-tenaga profesional Indonesia. Pada
awalnya PT. NUSVEY lebih dominan melayani pekerjaan pengukuran/pemetaan (Teknik
Geodesi), kemudian pada tahun 1974 dengan diperkuat lagi oleh beberapa tenaga ahli
dalam bidangnya, PT. NUSVEY dapat ikut aktif melayani kebutuhan dibidang Teknik
Sipil, Teknik Arsitektur, Teknik Pertanian.

Pekerjaan-pekerjaan yang dipercayakan pada PT. NUSVEY , selain yang dibiayai oleh
Pemerintah Indonesia (APBN, APBD), juga dari swasta nasional maupun dari bantuan
negara sahabat/badan lainnya antara lain International Bank for Reconstruction and
Development (IBRD), Asian Development Bank (ADB) dan Overseas Economic
Cooperation Fund (OECF).

Sampai saat ini, didukung oleh 207 orang yang terdiri dari 65 tenaga ahli (Sarjana /
Sarjana Muda) dan 142 tenaga teknik menengah dan administrasi.

1.1.2. Bidang Pelayanan

PT. NUSVEY memberikan pelayanan dibidang-bidang seperti tersebut di bawah ini :

• Bidang Konsultansi Teknik dan Studi Kelayakan

• Bidang Pengukuran dan Pemetaan,

• Bidang Perencanaan Teknis,

• Bidang Manajemen Proyek,

• Bidang Supervisi.

PT. NUSVEY 1-1


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB 1
1.1.3. Kerjasama

Perusahaan asing yang pernah bekerjasama dengan PT. NUSVEY menangani proyek,
adalah :

• Euroconsult, Belanda
• Mitsui Consultant Ltd. Jepang
• Arga Indoc, Jerman Barat
• Pacific Consultant International (PCI), Jepang
• Nippon Koei, Jepang
• China Engineering Consultant, Inc. Taiwan
• ND. Lea & Associates Ltd. Canada
• STUP Consultants Ltd. India
• WSP International, Inggris
• DAINICHI Cons., Jepang
• KEI KATAHIRA Eng. Cons., Jepang

1.1.4. Struktur Organisasi Perusahaan

Bagan Struktur Organisasi Perusahan PT. NUSVEY akan disampaikan seperti Gambar
1.1 di bawah ini :

PT. NUSVEY 1-2


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB 1

Gambar 1.1. Struktur Organisasi PT. Nusvey

HEAD OFFICE PT. NUSVEY

PT. NUSVEY 1-3


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
PEMAHAMAN DAN
TANGGAPAN KAK
BAB 2

BAB 2
PEMAHAMAN DAN TANGGAPAN TERHADAP KAK

2.1. Pemahaman terhadap KAK (Kerangka Acuan Kerja)

Setelah mempelajari dengan seksama Kerangka Acuan Kerja Paket Pekerjaan


Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab. Pacitan - Jarakan -
Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo maka dalam bab ini Konsultan memberikan
tanggapannya terhadap Kerangka Acuan Kerja yang diterima.

Tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja disampaikan untuk memberikan


gambaran sejauh mana Konsultan memahami aspek penguasaan terhadap materi
pelaksanaan kegiatan yang akan dihadapi.

Berdasarkan substansi penjelasan mengenai ruang lingkup kegiatan Paket


Pekerjaan Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab. Pacitan - Jarakan
- Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo sudah cukup dijelaskan dengan baik dan detail
pada Kerangka Acuan Kerja bahwa konsultan akan melakukan pekerjaan Paket
Pekerjaan Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab. Pacitan - Jarakan
- Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo sesuai pada KAK.

Selain penjelasan pada ruang lingkup, untuk pembagian tugas dan tanggung
jawab untuk pelaksanaan kegiatan juga sudah dijelaskan dengan baik pada bab Tenaga
Ahli, melalui penjelasan detail tugas-tugas dan kewajiban masing-masing tenaga ahli.

Sehingga Usulan Teknis ini tersusun atas dasar pemahaman Konsultan yang
mendalam terhadap Kerangka Acuan Kerja (TOR). Persyaratan Teknis (KAK) tersaji
dengan baik dan telah dimengerti, diharapkan tidak terjadi kesalahan interprestasi,
sehingga pembuatan teknikal proposal ini dapat sesuai dengan yang dimaksudkan
dalam KAK. Hal-hal yang perlu kami sampaikan sehubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan yang berkaitan dengan Kerangka Acuan Kerja adalah :

1. Peta lokasi pekerjaan stasiun awal dan stasiun akhir belum disediakan didalam
KAK, guna untuk memudahkan konsultan dalam melakukan persiapan tenaga
ahli dan mobilisasi.

2. Pealatan dan fasilitas kantor belum dijelaskan secara terperinci di dalam KAK
untuk memudahkan konsultan dalam mempersiapkan pelaksanan di lapangan.

PT. NUSVEY 2-1


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
PEMAHAMAN DAN
TANGGAPAN KAK
BAB 2
3. Kondisi ketersedian data saat ini, apakah mudah untuk melakukan
pengumupulan data dan bahan, serta aksesibilitas lainnya. Pengetahuan kondisi
ini akan berpengaruh pada rencana pelaksanaan kerja dan penentuan peralatan
yang akan dipakai dalam pelaksanaan nantinya.

4. Tenaga Ahli yang dibutuhkan dan waktu belum cukup memadai untuk
berkoordinasi di lapangan dan diharapkan dapat bekerja dengan baik dan
berhasil guna.

Sehingga dalam hal penjelasan mengenai hal – hal yang terkait dengan
pelaksanaan kegiatan, Konsultan sudah dapat memahami dengan baik terkait
pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan nantinya, dan jika Konsultan diberi
kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan ini, maka Tim Teknis akan
melaksanakannya sesuai dengan yang telah dijelaskan di Kerangka Acuan Kerja (KAK).

2.2. Tanggapan Saran Terhadap Fasilitas Pendukung

Bab ini berisi tanggapan Konsultan terhadap Paket Pekerjaan Pengawasan


Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab. Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok -
Bts Kab. Ponorogo dapat dijelaskan sebagai berikut.

Dukungan peralatan kantor serta kebutuhan lainnya yang diperlukan belum


terlihat adanya rincian spesifikasi peralatan pada Rincian Rencana Anggaran
Biaya (RAB) seperti ;

a. Komputer
b. Printer
c. Kamera digital
d. Alat tulis kantor
e. Alat safety
f. Kendaraan roda 2
g. Kendaraan roda 4
h. Kantor
i. Mess

Diharapkan jika pekerjaan ini dilaksanakan nantinya, rincian - rincian tersebut


dapat ditambahkan melalui proses addendum. Dengan ini pada prinsipnya
dokumen KAK telah menguraikan secara jelas atas seluruh kegiatan dan ruang
lingkup pekerjaan ini. Namun terdapat beberapa hal umum yang perlu

PT. NUSVEY 2-2


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
PEMAHAMAN DAN
TANGGAPAN KAK
BAB 2
mendapatkan penjelasan dan pendetilan lebih lanjut seperti yang di jabarkan
pada poin diatas. Hal ini menurut Konsultan adalah sangat penting karena sangat
berpengaruh dengan kualitas layanan jasa Konsultansi pada proses pekerjaan
nanti.

PT. NUSVEY 2-3


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

BAB 3
URAIAN PENDEKATAN DAN METODOLOGI

3.1. Latar Belakang

Direktorat Jenderal Bina Marga Cq. Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan
Jalan Nasional Propinsi Jawa Timur Cq, Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan
Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur, bermaksud untuk mengadakan
Penyedia Jasa Konsultan Pengawasan Teknis Pekerjaan PRESERVASI REHABILITASI
JALAN DAN JEMBATAN BTS KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO – DENGOK
– BTS KAB.PONOROGO di Provinsi Jawa Timur yang akan dilaksanakan oleh Penyedia
pekerjaan konstruksi.

Untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan tersebut sesuai dengan rencana mutu,


biaya, volume dan waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak jasa konstruksi, maka
diperlukan adanya suatu team konsultan bertugas sebagai pengawas pekerjaan
konstruksi yang berperan membantu Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen
Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur didalam
melaksanakan pengawasan teknis pada lokasi kegiatan yang sedang berlangsung.

Team pengawas dimaksud, adalah Penyedia jasa konsultansi pekerjaan


pengawasan teknis / supervisi..

3.2. Maksud dan Tujuan

Maksud pengadaan Penyedia Jasa Konsultansi, Pekerjaan Pengawasan


Supervisi konstruksi ini, adalah untuk :

a. Membantu Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Pengawasan Jalan


Nasional Provinsi Jawa Timur didalam melakukan pengawasan teknik terhadap
kegiatan pekerjaan konstruksi di lapangan oleh Penyedia Jasa Konstruksi
(Kontraktor)..
b. Meminimalkan kendala-kendala teknis yang sering dihadapi oleh Penyedia Jasa
konstruksi di lapangan dalam menerapkan desain yang memenuhi persyaratan
dalam spesifikasinya.
c. Memberi kepastian dan jaminan kepada Pengguna Jasa Konstruksi bahwa

PT. NUSVEY 3-1


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Konstruksi (Kontraktor) sesuai


dengan spesifikasi dan persyaratan teknis yang tercantum dalam dokumen
kontrak.
d. Menyusun revisi/review desain, bilamana terdapat perbedaan antara desain
yang ada dengan kondisi dilapangan.

Adapun tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil pekerjaan konstruksi yang


memenuhi persyaratan yang tercantum di dalam spesifikasi dan dilaksanakan secara
tepat mutu, tepat biaya serta tepat waktu.

3.3. Sasaran

Sasaran pengadaan jasa konsultansi ini, adalah tercapainya hasil pekerjaan


pembangunan preservasi dan rekonstruksi jalan tersebut sesuai dengan isi dokumen
kontrak, sehingga kinerja jalan yang ditangani diharapkan dapat memberikan
layanannya sampai akhir umur rencana.

Disamping itu, sebagian tugas Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan


Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur khususnya dalam hal menyangkut
masalah pengendalian teknis dilapangan dan administrasi teknik pada umumnya,
dilimpahkan kepada Penyedia jasa.

3.4. Lingkup Kegiatan

Lingkup kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Satuan Kerja Perencanaan dan


Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur, Pejabat Pembuat Komitmen
Pengawasan / Supervisi Jalan dan Jembatan Wilayah Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan yang dilaksanakan adalah :
a. Pekerjaan Rutin JALAN BTS KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO
– DENGOK – BTS KAB PONOROGO
b. Rehabilitasi Mayor DENGOK – BTS. KAB. PONOROGO / TRENGGALEK
c. PRESERVASI REHABILITASI JEMBATAN 28.051.018.0 WONOCOYO I,
Cs

a. Lingkup Kegiatan

Lingkup kegiatan ini meliputi :

PT. NUSVEY 3-2


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

1. Persiapan:

a) Menyusun Rencana Mutu Kontrak (RMK) Pengawasan Pekerjaan.


b) Mempelajari hal-hal yang terkait dokumen kontrak pekerjaan konstruksi
berbasis kinerja, termasuk pengendalian manajemen dan keselamatan
lalu- lintas serta SMK3 Konstruksi, dan Dokumen Lingkungan.
c) Membantu PPK Pekerjaan Konstruksi dalam pelaksanaan Rapat
Persiapan Pelaksanaan / Pre Construction Meeting (PCM) dan memeriksa
RMK Penyedia Pekerjaan Konstruksi.
d) Mencatat seluruh kesepakatan dalam PCM dan dituangkan dalam Berita
Acara sebagai Dokumen Kegiatan.
e) Mempersiapkan formulir-formulir isian, antara lain
i. Laporan Harian
ii. Laporan Mingguan
iii. Laporan Bulanan.
iv. Laporan Teknis (jika diperlukan).
v. Pengecekan kesesuaian desain dengan kondisi lapangan.
vi. Laporan inspeksi pemenuhan tingkat layanan jalan dan jembatan.
vii. Rencana monitoring pelaksanaan pekerjaan dan verifikasi laporan
kegiatan yang disiapkan oleh Penyedia pekerjaan konstruksi.
viii. Penjaminan mutu pekerjaan termasuk kriteria pengujian dan
penerimaan hasil pekerjaan.
ix. Bentuk perhitungan perhitungan volume data dan Sertifikat
Pembayaran.
x. Bentuk Request Penyedia untuk memulai pekerjaan dan
pengujian bahan.
f) Menjelaskan Struktur Organisasi Direksi Teknis dan tugas dari masing
masing personil Direksi Teknis kepada PPK Pekerjaan Konstruksi.
g) Menjelaskan rencana kerja pengawasan Pekerjaan Konstruksi kepada
PPK Pekerjaan Konstruksi:
h) Menyampaikan dan mempresentasikan RMK kepada PPK Pekerjaan
Konstruksi pada saat PCM.
i) Membantu PPK Pekerjaan Konstruksi dalam mengkaji rencana
mutu kontrak (RMK) penyedia jasa konstruksi.
j) Menyampaikan pemahaman pasal-pasal utama dalam kontrak terkait
pelaksanaan pekerjaan.

PT. NUSVEY 3-3


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

k) Menandatangani berita acara mobilisasi dan melaporkan pelaksanaan


mobilisasi kepada Direksi Pekerjaan.
l) Melakukan pengawasan, pengujian, pengecekan kuantitas dan kualitas
serta kelayakan peralatan, fasilitas dan perlengkapan yang dimobilisasi
Penyedia Jasa.
m) Mengecek Daftar peralatan, fasilitas dan perlengkapan yang disampaikan
Penyedia Jasa.
n) Mengecek masa laku kalibrasi peralatan yang akan digunakan oleh
Penyedia Jasa.
o) Menyampaikan rekomendasi kepada Direksi Pekerjaan tentang jumlah,
mutu dan kelaikan peralatan, fasilitas dan perlengkapan yang dimobilisasi
Penyedia Jasa.
p) Menyampaikan ketentuan tentang pemenuhan tingkat layanan jalan
berdasarkan indikator kinerja jalan yang ditetapkan dalam dokumen
kontrak.
q) Memberikan rekomendasi terhadap konsep gambar kerja kepada Direksi
Pekerjaan dan Penyedia Jasa.
r) Memeriksa gambar kerja yang terkait dengan metode kerja diajukan oleh
Penyedia Jasa dan kontrol terhadap kuantitas pekerjaan.
s) Melaporkan progres pekerjaan yang telah diselesaikan Penyedia Jasa.
t) Membuat daftar kekurangan (Defect & Dificiencies) berdasarkan hasil
pemeriksaan lapangan.
u) Membantu PPK dalam pengecekan data adminstrasi dan teknis pekerjaan.

2. Pelaksanaan Pengawasan:

a) Turut serta dalam pelaksanaan rekayasa lapangan dan membantu


memeriksa shopdrawing yang disiapkan oleh Penyedia Jasa.
b) Melaksanakan pengawasan teknis pekerjaan konstruksi jalan secara
professional, efektif dan efisien sesuai dengan spesifikasi sehingga
terhindar dari resiko kegagalan konstruksi.
c) Memeriksa dan menyetujui laporan harian dan laporan mingguan
pekerjaan konstruksi.
d) Mengevaluasi dan menyetujui monthly sertificate (MC).
e) Membuat laporan bulanan terkait progress pekerjaan dilapangan
dan membuat rekomendasi setiap permasalahan yang timbul

PT. NUSVEY 3-4


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

dilapangan kepada Pengguna Jasa.


f) Membuat laporan teknis (bila diperlukan) pada setiap terjadinya
perubahan kinerja pekerjaan.
g) Melakukan verifikasi dan validasi hasil pengukuran topografi yang
dilakukan Penyedia.
h) Melakukan inspeksi dan membuat laporan hasil inspeksi pemenuhan
tingkat layanan jalan.
i) Verifikasi hasil inspeksi pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia
pekerjaan konstruksi.
j) Penjaminan mutu pekerjaan dilapangan dengan menerapkan prosedur
kerja dan uji mutu pekerjaan sesuai dokumen kontrak
k) Melakukan verifikasi pemenuhan tingkat layanan jalan yang dilakukan
Penyedia Jasa Konstruksi.
l) Melaksanakan koordinasi dengan Core Team Consultant P2JN dan
Regional Project Management Consultant (RPMC) Balai terkait (bila ada).

3. Pengendalian Pekerjaan Fisik

1) Proses dan Pelaksanaan Kegiatan

Setiap kegiatan pekerjaan selalu memerlukan perencanaan, proses, metode


kerja, dan pelaksanaan kegiatan yang akan diperlukan hingga hasil suatu
kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Untuk setiap unit
kerja / unit pelaksana kegiatan harus merencanakan dan melaksanakan proses
dan pelaksanaan kegiatan secara terkendali yang meliputi :

a. Memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah


ditetapkan dalam rencana mutu unit kerja dan/atau rencana mutu
pelaksanaan kegiatan dan / atau Rencana Mutu Kontrak (RMK).
b. Setiap kegiatan dapat diketahui ketersediaan informasi yang
menggambarkan karakteristik kegiatan dan ketersediaan dokumen kegiatan.
c. Setiap kegiatan memenuhi persyaratan ketersediaan sumber daya
yang diperlukan dalam proses kegiatan.
d. Ketersediaan peralatan monitoring dan pengukuran pelaksanaan pekerjaan
serta mekanisme proses penyerahan dan pasca penyerahan hasil pekerjaan.

Setiap jenis kegiatan harus mempunyai petunjuk pelaksanaan yang


merupakan dokumen standar kerja yang diperlukan guna memastikan

PT. NUSVEY 3-5


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian proses dilakukan secara efektif


dan efisien. Adapun Petunjuk Pelaksanaan sekurang-kurangnya :

a. Halaman Muka berisi :


• Judul dan nomor identifikasi petunjuk pelaksanaan
• Status validasi dan status perubahan.
• Kolom sahkan petunjuk pelaksanaan.

b. Riwayat Perubahan;
c. Maksud dan Tujuan Petunjuk Pelaksanaan;
d. Ruang Lingkup penerapan;
e. Referensi atau acuan yang digunakan;
f. Definisi (penjelasan istilah-istilah) jika diperlukan;
g. Tahapan proses atau kegiatan (dengan bagan alir jika perlu)
h. Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratan - persyaratan yang harus
dipenuhi dalam melaksanakan proses);
i. Tanggung jawab dan wewenang;
j. Kondisi khusus (penyimpangan dsb.);
k. Rekaman / Bukti kerja (yang menjadi persyaratan)
l. Lampiran berupa contoh format rekaman / bukti kerja

Untuk melaksanakan validasi terhadap proses pelaksanaan pekerjaan


dalam kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dan dengan hasil kegiatan
setelah selesai dilaksanakan harus dapat dilakukan pada setiap tahap kegiatan,
jika verifikasi tidak dapat dilakukan secara langsung melalui monitoring atau
pengukuran secara berurutan. Validasi pada pelaksanaan kegiatan harus
mempertimbangkan ketentuan berikut:

- Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan untuk peninjauan dan


persetujuan proses
- Validasi ulang pelaksanaan kegiatan bila hasilnya tidak sesuai dengan
kriteria yang ditetapkan, setelah dilakukan perbaikan atau penyempurnaan.
- Verifikasi kinerja hasil pekerjaan dan pemenuhan tingkat layanan jalan.
- Kriteria pengujian dan penerimaan hasil pekerjaan
Disamping itu setiap unit kerja / unit pelaksana kegiatan harus mampu
mengidentifikasi hasil setiap tahapan kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan
dan mengidentifikasi status hasil kegiatan tersebut. Tujuan identifikasi untuk
memastikan pada hasil kegiatan dapat dilakukan analisis apabila terjadi

PT. NUSVEY 3-6


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

ketidak- sesuaian pada proses dan hasil keluaran pekerjaan. Rekaman hasil
identifikasi harus selalu terpelihara dalam pengendalian rekaman/bukti kerja.
Untuk memastikan bahwa bagian hasil pekerjaan yang telah diterima harus tetap
terpelihara sampai waktu penyerahan menyeluruh. Pada proses penyerahan
hasil pekerjaan, setiap segmen pekerjaan harus mensyaratkan dan menerapkan
proses pemeliharaan hasil pekerjaan dan yang menjadi bagian hasil pekerjaan
agar kinerjanya tetap terjaga.

2) Monitoring dan Pengendalian Kegiatan

Monitoring dan pengendalian Kegiatan merupakan suatu proses


evaluasi yang harus dilaksanakan untuk mengetahui kinerja hasil pelaksanaan
kegiatan, sehingga dapat dilakukan pengukuran atau penilaian hasil dari
produk penyedia jasa. Monitoring merupakan bagian dari pengendalian mutu
hasil pekerjaan, agar semua hasil kegiatan yang diserahkan dapat memenuhi
persyaratan kriteria penerimaan pekerjaan. Hal – hal yang harus diperhatikan
dalam melaksanakan monitoring antara lain :

a. Penanggung jawab untuk tiap-tiap tahapan kegiatan harus menetapkan


metode yang tepat untuk monitoring dan pengukuran hasil pekerjaan dari
setiap tahapan pekerjaan.
b. Monitoring dan pengukuran dilakukan dengan cara memverifikasi bahwa
persyaratan telah dipenuhi.
c. Setiap monitoring dan pengukuran dilaksanakan pada tahapan yang sesuai
berdasarkan pengaturan yang telah direncanakan.
d. Rekaman bukti monitoring dan pengukuran hasil kegiatan harus dipelihara
kedalam pengendalian rekaman / bukti kerja.

Disamping itu setiap unit kerja harus menentukan, mengumpulkan dan


menganalisis data yang sesuai dan memadai untuk memperagakan
kesesuaian dan keefektifan. Analisis data bertujuan untuk mengevaluasi
dimana dapat dilaksanakan perbaikan berkesinambungan dan analisis
harus didasarkan pada data yang dihasilkan dari kegiatan monitoring dan
pengukuran atau dari sumber terkait lainnya. Hasil analisis harus berkaitan
dengan manfaat hasil pekerjaan, kesesuaian terhadap persyaratan hasil
pekerjaan dan karakteristik dari proses-proses kegiatan termasuk peluang
untuk tindakan pencegahan. Sedangkan pengendalian hasil pekerjaan yang
tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan harus di-identifikasi dan

PT. NUSVEY 3-7


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

dipisahkan dari hasil pekerjaan yang sesuai untuk mencegah penggunaan yang
tidak terkendali. Tindakan yang harus dilaksanakan pada pekerjaan yang tidak
memenuhi persyaratan antara lain :

a. Penanggung jawab pada setiap kegiatan harus memastikan bahwa hasil dari
setiap tahapan kegiatan yang tidak memenuhi persyaratan diidentifikasi dan
dikendalikan untuk tindak lanjut tahapan kegiatan yang berhubungan dengan
tahapan sebelumnya.
b. Pelaksanaan pengendalian hasil pekerjaan yang tidak sesuai harus diatur
dalam prosedur pengendalian hasil pekerjaan tidak sesuai yang merupakan
bagian dari prosedur mutu.
c. Pengendalian pekerjaan tidak sesuai harus dilaksanakan dengan
mengesahkan penggunaan dan penerimaannya berdasarkan konsesi oleh
Pengguna atau pemanfaatan hasil pekerjaan.
d. Tindakan korektif yang diambil dalam upaya menghilangkan penyebab
ketidaksesuaian dan mencegah terulangnya ketidaksesuaian.
e. Prosedur hasil pekerjaan yang tidak sesuai minimal harus mencakup :

• Penetapan personil yang kompeten dan memiliki kewenangan untuk


menetapkan ketidaksesuaian hasil pekerjaan untuk setiap tahapan.
• Mekanisme penanganan hasil kegiatan tidak sesuai termasuk tatacara
pelepasan hasil kegiatan tidak sesuai.
• Mekanisme verifikasi ulang untuk menunjukkan kesesuaian dengan
persyaratan yang ditetapkan.

Dalam upaya menghilangkan penyebab ketidaksesuaian dan mencegah


terulangnya hasil pekerjaan yang tidak sesuai, diperlukan tindakan korektif dan
tindakan pencegahan yang diatur dalam prosedur mutu. Prosedur tindakan
korektif minimal harus mencakup kegiatan antara lain :

a. Menguraikan ketidaksesuaian,
b. Menentukan / melakukan kajian terhadap penyebab ketidaksesuaian
c. Menetapkan rencana penanganan untuk memastikan, bahwa
ketidaksesuaian tidak akan terulang dan jadwal waktu penanganan.
d. Menetapkan petugas yang melaksanakan tindak perbaikan.
e. Mencatat hasil tindakan yang dilakukan.
f. Memverifikasi tindakan perbaikan yang telah dilakukan.

PT. NUSVEY 3-8


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Tindakan pencegahan ditetapkan dalam upaya meminimalkan potensi


ketidaksesuaian yang akan terjadi termasuk penyebabnya. Tindakan
pencegahan harus mempertimbangkan dampak potensialnya dan efek dari
tindakan pencegahan kegiatan yang lainnya. Untuk itu perlu mengidentifikasi
potensi ketidaksesuaian dan merencanakan kebutuhan tindakan untuk
mencegah terjadinya ketidaksesuaian serta melakukan verifikasi tindakan
pencegahan yang telah dilaksanakan.

3.4.1. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (SMK3)

Menciptakan dan memelihara Lingkungan Kerja yang selamat dan sehat dengan
melaksanakan sebagai berikut :

1. Penyedia Jasa harus Mengadakan perlengkapan K3K untuk Tenaga Kerja


yang ditugaskan di Kegiatan ini seperti Rompi Safety, Sepatu Safety, Sarung
Tangan, Topi dan Helm Safety.
2. Penyedia Jasa wajib memberikan Asuransi Kecelakaan Kerja untuk Tenaga
Kerja yang ditugaskan di Kegiatan ini.
3. Point (1.) dan (2.) merupakan Syarat pengajuan Invoice Pertama.
4. Menerapkan Peraturan Perundangan tentang Keselamatan dan Kesehatan yang
berlaku secara konsisten.
5. Bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan kerja masing-masing, orang
yang terkait dan orang yang berada di sekitarnya.

Mencegah potensi bahaya di setiap tahapan pekerjaan baik terkait dengan tempat, alat,
maupun proses kerja telah diidentifikasi, dianalisis, dan dikendalikan secara efisien dan
efektif guna mencegah kecelakaan dan sakit akibat kerja.

3.5. Lokasi Kegiatan

Kegiatan pekerjaan ini dilaksanakan di wilayah Negara Kesatuan Republik


Indonesia, Provinsi Jawa Timur :

JALAN DAN JEMBATAN BTS KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO – DENGOK


– BTS KAB.PONOROGO

3.6. Jangka Waktu Pelaksan

Jangka waktu penyeleseian pekerjaan ini adalah selama 11 (sebelas) bulan.

PT. NUSVEY 3-9


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3.7. Tenaga Ahli Dan Tenaga Teknisi

3.7.1. Organisasi Dan Personil

Major Work

Pekerjaan utama (major work) yang digunakan sebagai dasar penyusunan jadwal
waktu pelaksanaan meliputi :

1. Implementation management :
• Persiapan awal
• Koordinasi Konsultan dengan Pengguna Jasa
• Koordinasi team konsultan
• Koordinasi dengan instansi terkait
• Kegiatan Lapangan
2. Tahap Pelaksanaan Teknis
3. Pelaporan

3.7.2. Tugas & Tanggung Jawab Tenaga Ahli (Prof. Staf)

3.7.2.1. Supervision Engineer / Site Engineer

Supervision Engineer / Site Engineer adalah pimpinan fied team konsultan


atau direksi Teknis yang bertanggung jawab langsung kepada PPK PRESERVASI
REHABILITASI JALAN DAN JEMBATAN BTS KAB.PACITAN – JARAKAN –
PONOROGO – DENGOK – BTS KAB.PONOROGO dan Satuan Kerja Pelaksanaan
Jalan Nasional Wilayah II dimana timnya ditugaskan untuk melaksanakan jasa.

Supervision Engineer / Site Engineer sekurang-kurangnya seorang Sarjana


Teknik Sipil (S1) dari suatu perguruan tinggi negeri,perguruan tinggi negeri atau
swasta yang telah disamakan atau perguruan tinggi internasional yang diakui, untuk
perguruan tinggi swasta yang belum disamakan, harus telah lulus ujian negara.

Supervision Engineer / Site Engineer harus memiliki pengalaman selama 5


(lima) tahun dalam bidang pengawasan pelaksanaan pekerjaan jalan dan jembatan
dan mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA) sebagai Ahli Teknik Jalan dan Jembatan –
Madya.

Supervision Engineer / Site Engineer berkedudukan dilokasi kegiatan


bersangkutan, atau disalah satu lokasi kegiatan bila ia bertugas pada lebih dari satu
paket kegiatan.

PT. NUSVEY 3-10


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Tugas-tugas Supervision Engineer / Site Engineer akan meliputi, namun tidak


terbatas pada hal-hal yang tersebut dibawah ini:

1. Mengawasi dan meneliti ketepatan dari semua pengukuran/rekayasa


lapangan yang dilakukan Penyedia Jasa Konstruksi sehingga memudahkan
PPK PRESERVASI REHABILITASI JALAN DAN JEMBATAN BTS
KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO – DENGOK – BTS
KAB.PONOROGO dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II
dalam mengambil keputusankeputusan yang diperlukan, termasuk untuk
pekerjaan pengembalian kondisi dan pekerjaan minor mendahului pekerjaan
utama serta rekayasa terperinci lainnya.

2. Melakukan pengawasan secara teratur dan memeriksa pekerjaan pada


semua lokasi di lapangan dimana pekerjaan konstruksi sedang dilaksanakan
serta memberi penjelasan tertulis kepada Penyedia Jasa Konstruksi
mengenai apa yang sebenarnya dituntut dalam pekerjaan tersebut, bila dalam
kontrak hanya dinyatakan secara umum.

3. Mengupayakan bahwa kontraktor memahami dokumen Kontrak secara benar,


melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi serta gambar-gambar
dan penyedia jasa konstruksi yang tepat / cocok dengan keadaan lapangan
untuk berbagai macam kegiatan pekerjaan.

4. Membuat rekomendasi kepada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional


Wilayah II untuk menerima atau menolak pekerjaan dan material.

5. Memeriksa gambar kerja (shop drawing) dan surat permintaan pekerjaan


(request) yang disertai analisa / perhitungan-perhitungan konstruksi dan
kuantitasnya yang diajukan oleh penyedia jasa konstruksi sebelum
mendapatkan persetujuan dari PPK PRESERVASI REHABILITASI JALAN
DAN JEMBATAN BTS KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO –
DENGOK – BTS KAB.PONOROGO dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan
Nasional Wilayah II.

6. Memeriksa laporan kemajuan pekerjaan setiap hari yang dicapai penyedia


jasa konstruksi pada lembar kemajuan pekerjaan (Progress Schedule)

7. Memonitor secara seksama kemajuan dari semua pekerjaan dan


melaporkannya segera / tepat waktu bila kemajuan pekerjaan terlambat
sebagaimana tercantum pada Buku Spesifikasi Umum dan hal itu benar-benar

PT. NUSVEY 3-11


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

berpengaruh terhadap jadwal penyeleseian yang direncanakan. Dalam hal


demikian, maka Supervision Engineer / Site Engineer juga membuat
rekomendasi secara tertulis bagaimana caranya untuk mengejar
keterlambatan tersebut.

8. Memeriksa dengan teliti semua kuantitas hasil pengukuran setiap pekerjaan


yang telah selesai yang disampaikan oleh Quantity Engineer / Chief Inspector.

9. Memeriksa denga teliti semua kualitas hasil pekerjaan yang disampaikan oleh
Quality Engineer.

10. Memeriksa dengan teliti laporan mengenai K3K terhadap pekerjaan pada saat
bekerja yang disampaikan oleh K3K Engineer.

11. Memeriksa bahwa sebelum penyedia jasa konstruksi diijinkan untuk


melaksanakan pekerjaan berikutnya, maka pekerjaan-pekerjaan sebelumnya
yang akan tertutup atau menjadi tidak tampak harus sudah diperiksa / diuji
dan memenuhi persyaratan dalam Dokumen Kontrak.

12. Memeberi rekomendasi kepada PPK PRESERVASI REHABILITASI JALAN


DAN JEMBATAN BTS KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO –
DENGOK – BTS KAB.PONOROGO dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan
Nasional Wilayah II menyangkut mutu dan jumlah pekerjaan yang telah
diselesaikan dan memeriksa kebenaran dari setiap sertifikat pembayaran
bulanan penyedia jasa konstruksi.

13. Membuat rekomendasi teknis yang membuat perhitungan dan gambar-


gambar yang diperlukan untuk bahan PPK PRESERVASI REHABILITASI
JALAN DAN JEMBATAN BTS KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO –
DENGOK – BTS KAB.PONOROGO dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan
Nasional Wilayah II pada setiap akan memerintahkan perubahan pekerjaan.

14. Memeriksa Gambar Sebenarnya Terbagun / Terpasang (As Built Drawing)


yang telah dibuat oleh penyedia jasa konstruksi.

15. Menyusun / memelihara arsip korespondensi kegiatan, laporan harian,


laporan mingguan, bahan kemajuan pekerjaan, pengukuran, gambar-gambar
dan lainnya.

16. Membuat laporan-laporan seperti tersebut pada bagian 12 Kerangka Acuan


Kerja ini, mengenai kamjuan fisik dan keuangan kegiatan yang ada dibawah

PT. NUSVEY 3-12


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

wewengnya dan menyerahkan kepada PPK Perencanaan dan Pengawasan


Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur, Satuan Kerja Perencanaan dan
Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur, serta instansi lain yang
terkait tepat pada waktunya.

17. Dalam pelaksanaannya Supervision Engineer / Site Engineer bertanggung


jawab kepada PPK PRESERVASI REHABILITASI JALAN DAN JEMBATAN
BTS KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO – DENGOK – BTS
KAB.PONOROGO dan PPK Supervisi Jalan dan Jembatan Wilayah Jawa
Timur, Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi
Jawa Timur.

3.7.3. Tugas & Tanggung Jawab Tenaga Pendukung (Sub Prof. Staf)

3.7.3.1 Inspector

Tenaga Teknisi Inspector seorang Sarjana (S1) / Sarjana Muda D.III T. Sipil
minimal 0 (nol) tahun atau SMK / STM T. Sipil minimal 3 (tiga) tahun, sejak lulus.

Tugas dan Kewajiban Inspector adalah mencakup tetapi tidak terbatas hal-hal
sebagai berikut:

1. Bertanggung jawab kepada Quantity Engineer / Chief Inspector untuk


mengawasi kuantitas dari konstruksi dan memastikan berdasarkan basis harian
bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan dokumen kontrak, spesifikasi,
gambar-gambar kerja yang disahkan oleh Supervision Engineer / Site Engineer
2. Membuat catatan harian tentang aktivitas penyedia jasa konstruksi dan engineer
dengan format laporan standard memberitahukan penyedia jasa konstruksi
secara tertulis terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukannya.
3. Menggambar kemajuan harian yang dicapai penyedia jasa konstruksi pada grafik
(chart) yang telah disetujui
4. Memonitor dan melaporkan setiap kejadian (kecelakaan, kebakaran dan lain-
lain) serta ketidaksesuaian di lapangan kepada Bridge Engineer / Quantity
Engineer
5. Membantu Bridge Engineer / Quantity Engineer dalam membuat laporan dan
serah terima sementara serta pemeriksaan kuantitas di lapangan.

PT. NUSVEY 3-13


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3.7.3.2. Laboratorium Technician

Tenaga Laboratorium Technician seorang Sarjana (S1) / Sarjana Muda D.III T.


Sipil minimal 0 (nol) tahun atau SMK / STM T. Sipil minimal 3 (tiga) tahun, sejak lulus.

Tugas dan kewajiban Laboratorium Technician adalah mencakup tetapi tidak


terbatas hal-hal sebagai berikut:

1. Mengetahui petunjuk teknis dan instruksi dari Quality Engineer


2. Malakukan pengawasan dan pemantauan atas pengaturan personil dan
peralatan laboratorium penyedia jasa konstruksi, agar pelaksanaan pekerjaan
selalu didukung tersedianya tenaga dan peralatan dan pengendalian mutu
dangan persyaratan dalam dokumen kontrak.
3. Melakukan pengawasan setiap hari semua kegiatan pemeriksaan mutu bahan
dan pekerjaan dilaboratorium, serta memberikan laporan kepada Quality
Engineer setiap permasalahan yang timbul sehubungan dengan pengendalian
mutu bahan dan pekerjaan.
4. Melakukan semua tes terhadap semua material yang dipasok untuk struktur
bangunan jembatan sehubungan dengan pengedalian mutu untuk bahan
bagunan jembatan.
5. Melakukan semua tes termasuk semua usulan komposisi campuran (job mix
formula), baik untuk pekerjaan aspal, soil cement, dan beton.
6. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan “Coring” perkerasan jalan yang
dilakukan oleh penyedia jasa konstruksi, sehingga baik jumlah serta lokasi
“Coring” dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan.
7. Menyerahkan kepada Quality Engineer himpunan dalam bulanan pengendalian
mutu paling lambat tangggal 10 bulan berikutnya.
8. Memberi petunjuk kepada staf penyedia jasa konstruksi, agar semua teknisi
laboratorium dan staff pengendali mutu mengenai dan memahami semua
prosedur dan tata cara pelaksanaan test sesuai dengan yang tercantum dalam
spesifikasi.

Selain itu diperlukan tenaga-tenaga pendukung untuk membantu kelancaran


kegiatan yang terdiri dari: 1 (satu) orang Sekretaris, 1 (satu) orang Operator Komputer
dan 1 (satu) orang Office Boy.

Tenaga Pendukung pada posisi Sekretaris, Administrasi, Cad Operator,

PT. NUSVEY 3-14


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Operatos Komputer, untuk membantu operasional kegiatan Team Leader dan engineer
di lapangan / lokasi pekerjaan dengan pendidikan minimal SMA / D3 / S1 yang sesuai
dengan tugasnya dan untuk posisi Office Boy dan Penjaga Kantor dengan minimal
pendidikan SMP / SD.

3.7.4. Syarat Kebutuhan Minimal Tenaga Ahli & Tenaga Teknisi

Syarat spesifikasi minimal untuk tenaga ahli (prof. staf) dan jumlah yang dibutuhkan di
dalam menangani pekerjaan ini adalah seperti tertera pada tabel berikut ini :

Kualifikasi
Jumlah Orang
No Posisi
Tenaga Bulan
Pendidikan Keahlian Pengalaman

Tenaga Ahli

Ahli Madya
Supervision S1 - Teknik Pengawasan
1 5 Thn 1 11
Engineer / SE Sipil Jalan dan
Jembatan

Asisten Tenaga Ahli

STM / D3 /
1 Inspector - 3 Thn 2 12,47
S1

Teknisi STM / D3 /
2 - 3 Thn 1 3
Laboratorium S1

Staff Pendukung

SMA / D3 /
1 Sekretaris - - 1 8
S1

Operator SMA / D3 /
2 - - 1 8
Komputer S1

SMA / D3 /
3 Office Boy - - 1 8
S1

Catatan : Semua tenaga ahli (prof. staf) harus mempunyai sertifikat keahlian yang
dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga
Pengembang Jasa Konstruksi (LPJK)

PT. NUSVEY 3-15


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3.8. Pelaporan

Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah:

a. Laporan Perencanaan Mutu Kontrak


b. Laporan Pendahuluan
c. Laporan triwulan
d. Laporan Bulanan
e. Laporan Khusus / Teknis (jika ada)
f. Laporan Pengujian Mutu
g. Laporan Akhir

Pegiriman disampaikan kepada :

- Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII


- Core Team
- Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur
- Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional
Provinsi Jawa Timur
- Arsip

a. Laporan Pendahuluan

Laporan Pendahuluan dibuat tidak lebih dari 15 (lima belas) hari setelah dimulainya
SPMK Penyedia Jasa Konsultan harus menyerahkan 5 (lima) rangkap / buku
laporan yang berisi jadwal rencana kerja dan tahapan pelaksanaan pekerjaan
secara lengkap dan terperinci termasuk kuantitas masing-masing pekerjaan serta
personil-personil pendukung Penyedia Jasa Konsultan. Laporan ini dibuat dalam
kertas ukuran A4, 80 gr.

b. Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK)

Laporan Rencana Mutu Kontrak diserahkan paling lambat 15 (lima belas) hari
setelah terbitnya SPMK dan dibuat sebanyak 5 (lima) rangkap / buku laporan.
Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK) memuat :

a) Informasi Pengguna dan Penyedia Jasa;


b) Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan;
c) Bagan organisasi pelaksanaan pekerjaan termasuk organisasi Penangguna
Jasa dan penyedia Jasa serta Konsultan Pengawas;
d) Uraian tugas dan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan;

PT. NUSVEY 3-16


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

e) Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan;


f) Prosedur Instruksi Kerja;
g) Bahan Alir kegiatan proyek;
h) Daftar Simak;
c. Laporan Mutu

Laporan Pengujian Mutu dibuat pada setiap akhir Kontrak Bersamaan dengan
laporan Akhir. Laporan ini dibuat sebanyak 5 (lima) rangkap / buku pengujian
bahan dan / atau mutu hasil pekerjaan, baik dilaboratorium maupun dilaksanakan
pada bulan sebelumnya.

Isi laporan ini berupa kesimpulan yang disertai dengan rekapitulasi dari semua
hasil pengujian tersebut di atas dan salinan bukti pengujian pada formulis
laboratorium / lapangan harus disertakan. Laporan ini diserahkan sebelum tanggal
15 (lima belas) pada bulan berikutnya.

d. Laporan Bulanan

Laporan Bulanan dibuat setiap akhir bulan kalender, jumlah laporan disesuaikan
dengan lamanya masa layanan. Laporan ini merupakan laporan singkat mengenai
kemajuan kegiatan Penyedia Jasa Konstruksi pekerjaan fisik setiap Field Team,
keadaan cuaca, juga permasalahan yang dialami oleh Penyedia Jasa Konstruksi /
Penyedia Jasa Konsultan bila ada (menyangkut administrasi, teknis atau keuangan)
dan memberikan rekomendasi atau saran-saran bagaimana menaggulangi /
menyeleseiakan permasalahan tersebut. Laporan ini dibuat dalam kertas ukuran
A4, 80 gr.

e. Laporan Teknis

Laporan Teknis dibuat sebanyak 4 (empat) rangkap / buku bila pada pelaksanaan
pekerjaan fisik terdapat perubahan (revisi / review) desain yang memerlukan
Justifikasi Teknis pada setiap perubahan desain dan / atau setiap terjadinya
perubahan lingkup pekerjaan (kontrak). Laporan ini diserahkan pada saat ada
perubahan pelaksanaan kontrak dan disusun pada kertas A4, 80 gr. Dan untuk
gambar-gambar pada kertas A3, 80gr.

f. Laporan Akhir

Pada setiap akhir tahun dan akhir masa layanan jasa, Penyedia Jasa Konsultan
harus menyerahkan Laporan Akhir sebanyak 5 (lima) rangkap / buku dan berbentuk

PT. NUSVEY 3-17


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

soft copy yang dimasukan di compact disk (CD) 4 (empat) buah (diakhir kegiatan
untuk PPK Supervisi Jalan Nasional Wilayah Jawa Timur). Laporan harus dilengkapi
dengan foto dokumentasi dan dikirim ke masing-masing instansi terkait.

Isi laporan akhir secara garis besarnya harus menceritakan secara ringkas dan jelas
mengenai metode pelaksanaan konstruksi, realisasi biaya pekerjaan dan
perubahan-perubahan kontrak yang terjadi, lokasi-lokasi sumber material, personil
Penyedia Jasa Konsultan dan Penyedia Jasa Konstruksi yang telah dilaksanakan,
rekomendasi tentang cara pemeliharaan dikemudian hari dan segala permasalahan
yang kemungkinan besar akan timbul pada pekerjaan yang baru saja dilaksanakan,
serta saran-saran tentang perbaikan yang perlu dilakukan.

3.9. Pendekatan Dan Metodologi

3.9.1. Pendekatan Umum

Bagian-bagian pekerjaan yang tercakup dalam pekerjaan ini meliputi:


h. Persiapan
Penyedia Jasa (Konsultan) dalam rangka memberikan dukungan manajemen
kontrak harus memeriksa kelaikan dan konsistensi antara Gambar Rencana,
Daftar Kuantitas untuk masing-masing lingkup dan Spesifikasi yang dipergunakan
pada Kontrak Preservasi Jalan. Khusus untuk preservasi jalan yang kontraknya
menggunakan skema long segment, kuantitas pada lingkup pemeliharaan harus
mencakup prediksi kebutuhan selama masa pelaksanaan. Hasil pemeriksaan
tersebut harus mencakup uraian temuan, dampak, serta rekomendasi tindak lanjut,
dan disampaikan kepada PPK.
Penyedia Jasa (Konsultan) harus mempersiapkan prasarana kerja termasuk hal-
hal berikut:
• Khusus untuk jalan yang termasuk di dalam Lingkup Pemeliharaan pada
preservasi jalan yang kontraknya menggunakan skema long segment, Penyedia
Jasa (Konsultan) harus melakukan inspeksi lapangan untuk memperoleh
informasi terkini yang didukung dengan foto dokumentasi tentang kondisi/
kinerja jalan. Hasil inspeksi tersebut harus mencakup identitas lokasi,
penilaian kondisi jalan berdasarkan indikator kinerja jalan.
• Penetapan Titik-Titik Tunggu (Holding Points) serta Daftar Simak untuk
setiap Titik Tunggu dalam proses pelaksanaan pekerjaan.

PT. NUSVEY 3-18


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Setiap pekerjaan yang menghasilkan Mata Pembayaran adalah merupakan Titik


Tunggu, tetapi tidak semua Titik Tunggu merupakan Mata Pembayaran; namun
pada setiap Titik Tunggu, Penyedia Jasa (Kontraktor) hanya dapat
melaksanakan pekerjaan setelah mendapat persetujuan dari Penyedia Jasa
(Konsultan). Penetapan Titik Tunggu yang bukan merupakan Mata Pembayaran
ditetapkan bersama PPK atau yang mewakili.
Seluruh Daftar Simak untuk setiap Titik Tunggu harus mengacu pada spesifikasi
teknis dari pekerjaan yang bersangkutan sebagaimana terdapat di dalam
Dokumen Kontrak Preservasi Jalan.
• Pembuatan Formulir-Formulir untuk keperluan inspeksi teknis, kinerja jalan, dan
bukti kerja lainnya yang didalamnya tersedia tempat untuk pencatatan temuan,
dampak dan rekomendasi tindak lanjut.
• Penyusunan Daftar Kriteria Keberterimaan terhadap hasil pelaksanaan Kontrak
Preservasi Jalan.
Seluruh prasarana kerja tersebut harus diteruskan kepada Pengendali
Dokumen

i. Pelaksanaan
a) Mengevaluasi kesesuaian RMK Penyedia Jasa (Kontraktor) dengan kondisi
pekerjaan.
Pemeriksaan terhadap RMK Penyedia Jasa (Kontraktor) diawali pada
Rapat Pra Pelaksanaan yang diselenggarakan oleh Penyedia Jasa (Kontraktor)
dan dihadiri oleh Penyedia Jasa (Konsultan) dan PPK atau yang mewakili.
Pemeriksaan ini meliputi aspek legalitas, sistematika, dan substansi isinya.
• Untuk pemeriksaan dari aspek legalitas, dan sistematika RMK Penyedia
Jasa (Kontraktor), harus memenuhi ketentuan sebagaimana diatur didalam
Petunjuk Pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu, termasuk Daftar Simaknya
yang diterbitkan oleh Kepala Balai/Balai Besar Pelaksanaan Jalan terkait.
• Untuk pemeriksaan dari aspek substansi isi RMK Penyedia Jasa (Kontraktor),
harus memenuhi ketentuan sebagaimana diatur di dalam Dokumen Kontrak
Preservasi Jalan untuk kontrak yang bersangkutan.
• Aspek substansi isi RMK Penyedia Jasa (Kontraktor), tidak terbatas namun
harus mencakup aspek-aspek yang tercantum di dalam Daftar Simak
Pemeriksaan RMK Penyedia Jasa (Kontraktor) antara lain:

PT. NUSVEY 3-19


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

- Struktur Organisasi Penyedia Jasa (Kontraktor) dengan mengacu pada


Spesifikasi Umum tentang Manajemen Mutu yang merupakan bagian
dari Dokumen Kontrak Preservasi Jalan.
- Ketersediaan personil inti, dan peralatan yang kelayakannya harus
didukung dengan tanda bukti yang terverifikasi.
- Bagan Alir Standard Operation Procedures (SOP) pelaksanaan
pekerjaan yang menggambarkan peran Penyedia Jasa (Kontraktor)
sebagai unsur pelaksana dan pengendali mutu, serta peran Penyedia Jasa
(Konsultan) khususnya pada tahapan pekerjaan yang merupakan Holding
Points. Setiap simpul pengendalian mutu harus merujuk pada Kriteria
Keberterimaan yang mengacu pada Spesifikasi terkait dan diverifikasi oleh
Penyedia Jasa (Konsultan).
- Jadwal Pelaksanaan yang di dalamnya tergambar jadwal pelaksanaan
pekerjaan sesuai lingkup kontrak. Untuk preservasi jalan yang kontraknya
menggunakan skema long segment, harus menggambarkan jadwal
pelaksanaan masing-masing lingkup dan gabungan seluruh lingkup.
Ketentuan tentang Jadwal Pelaksanaan harus mengacu pada Spesifikasi
Umum 2010 Revisi 3, Divisi 1, Seksi 1.12. Dokumen Kontrak Preservasi
Jalan.
- Jadwal Pemeliharaan Kinerja pada preservasi jalan yang kontraknya
menggunakan skema long segment, harus menggambarkan rencana kerja
Penyedia Jasa (Kontraktor) untuk pemenuhan tingkat layanan jalan
sebagaimana diatur di dalam Spesifikasi Khusus Pemeliharaan Kinerja.

b) Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan RMK Penyedia


Jasa (Kontraktor).
• Setiap ketidaksesuaian RMK Penyedia Jasa (Kontraktor) terhadap Daftar
Simak Pemeriksaan RMK Penyedia Jasa (Kontraktor) harus dibuatkan
kesimpulan dan penjelasan ringkas tentang temuan, dampak, serta
rekomendasi tindak lanjut yang harus dilakukan oleh Penyedia Jasa
(Kontraktor). Tindak lanjut yang direkomendasikan harus sudah
mempertimbangkan dari aspek waktu, dan biaya Kontrak Preservasi Jalan.
• Tindak lanjut atas temuan terkait aspek legalitas, dan sistematika harus
sudah diselesaikan secara tuntas dan disajikan pada revisi RMK Penyedia
Jasa (Kontraktor) yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.

PT. NUSVEY 3-20


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

• Tindak lanjut atas temuan terkait substansi isi RMK Penyedia Jasa
(Kontraktor) dapat dilakukan secara bertahap dengan ketentuan bahwa
setiap tindak lanjut tersebut harus tuntas dalam waktu 2 minggu sebelum
memulai pekerjaan yang terkait, dan sudah dimuat pada revisi RMK.
• Penyedia Jasa (Konsultan) harus membuat Ringkasan Pemeriksaan RMK
Penyedia Jasa (Kontraktor) pada formulir yang telah dipersiapkan
sebelumnya, dan didistribusikan kepada pihak terkait melalui Pengendali
Dokumen.

c) Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan terhadap


pengendalian mutu, waktu, dan biaya pekerjaan.
i. Pemeriksaan Request sebagai penerapan Holding Points.
Dalam melaksanakan pekerjaan Penyedia Jasa (Kontraktor)
bertanggung jawab terhadap pengendalian mutunya, namun pada titik-
titik tunggu (holding points), Penyedia Jasa (Kontraktor) harus
mengajukan permohonan (request) untuk melaksanakan pekerjaan
berikutnya dengan pembuktian mutu dari pekerjaan terdahulu yang akan
tertutup oleh pekerjaan yang dimohonkan. Pemeriksaan terhadap
request dimaksud mencakup hal-hal berikut ini:
• Pekerjaan yang dimohonkan melalui pengajuan Request dapat
lebih dari satu holding points tetapi bagan alir setiap pekerjaan
sudah mendapat persetujuan Penyedia Jasa (Konsultan)
sebagaimana tercantum pada RMK Penyedia Jasa (Kontraktor) yang
mutakhir.
• Pembuktian pemenuhan mutu terhadap hasil pekerjaan
sebelumnya, dan bahan yang akan digunakan, dilakukan melalui
verifikasi oleh Penyedia Jasa (Konsultan) terhadap hasil pengujian
mutu termasuk mutu geometrik yang dilaksanakan oleh Unit Kendali
Mutu Penyedia Jasa (Kontraktor).
• Untuk pekerjaan terdahulu yang peka terhadap cuaca dan / atau
terbuka terhadap pengguna jalan harus dibuktikan adanya
perlindungan yang memadai sampai dilaksanakannya pekerjaan
yang dimohonkan. Pembuktian hal tersebut dilakukan melalui
inspeksi oleh Penyedia Jasa (Konsultan) bersama dengan Penyedia
Jasa (Kontraktor).

PT. NUSVEY 3-21


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

• Kelaikan peralatan produksi dilakukan melalui verifikasi terhadap


tanda bukti yang masih berlaku, yang diterbitkan oleh Institusi yang
berkompeten.
• Jika seluruh ketentuan-ketentuan di atas terpenuhi, maka Penyedia
Jasa (Konsultan) segera menyetujui Request dan menyampaikannya
kepada Penyedia Jasa (Kontraktor).
• Setiap ketidaksesuaian Request Penyedia Jasa (Kontraktor) beserta
lampirannya terhadap ketentuan- ketentuan di atas harus dibuatkan
kesimpulan dan penjelasan ringkas tentang temuan, dampak, serta
rekomendasi tindak lanjut yang harus dilakukan oleh Penyedia Jasa
(Kontraktor). Tindak lanjut yang direkomendasikan harus sudah
mempertimbangkan dari aspek waktu, dan biaya Kontrak Preservasi
Jalan.
• Jika pekerjaan terdahulu tidak memenuhi syarat mutu, maka
rekomendasi Penyedia Jasa (Konsultan) harus mencakup perintah
pembongkaran dan penyingkiran Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai
(HPTS) tersebut ke luar lokasi pekerjaan.
• Jika ketidaksesuaian terkait dengan mutu pekerjaan terdahulu yang
berdasarkan hasil inspeksi, dipandang tidak sesuai dengan tanda
bukti mutu, dan Penyedia Jasa (Kontraktor) berkeberatan untuk
melakukan tindak lanjut yang direkomendasikan maka harus
dilakukan uji mutu secara acak oleh pihak independen di bawah
pengawasan Penyedia Jasa (Konsultan).
• Penyedia Jasa (Konsultan) harus membuat Ringkasan Pemeriksaan
Request Penyedia Jasa (Kontraktor) pada formulir yang telah
dipersiapkan sebelumnya, dan didistribusikan kepada pihak terkait
melalui Pengendali Dokumen.
ii. Pemeriksaan Laporan Kemajuan Pekerjaan.
Khusus untuk jalan yang termasuk di dalam Lingkup Pemeliharaan,
khususnya pada preservasi jalan yang kontraknya menggunakan skema
long segment Penyedia Jasa (Konsultan) sejak awal layanan harus
melakukan inspeksi harian untuk pemutakhiran data kondisi/ kinerja jalan,
dan kemajuan pelaksanaan pekerjaan Penyedia Jasa (Kontraktor),
termasuk tindak lanjut terhadap temuan-temuan yang sudah diterbitkan.

PT. NUSVEY 3-22


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Laporan kemajuan pekerjaan yang dibuat oleh Unit Pelaksana Penyedia


Jasa (Kontraktor), baik yang disampaikan secara mingguan maupun
bulanan harus memuat informasi termasuk Jadwal Pelaksanaan yang
detail dan lengkap atas semua pekerjaan yang sudah dan sedang
dilaksanakan untuk setiap lingkup pekerjaan di dalam Kontrak Preservasi
Jalan termasuk tindak lanjut atas rekomendasi Penyedia Jasa
(Konsultan), dan Pemeliharaan Kinerja Jalan.
Untuk memastikan kelaikan informasi pada Laporan tersebut, Penyedia
Jasa (Konsultan) harus melaksanakan hal-hal berikut ini.

• Melakukan inspeksi lapangan pada lokasi-lokasi pekerjaan yang


dilaporkan sebagai kemajuan pekerjaan telah dilaksanakan. Hal
yang sama juga dilakukan, tetapi secara bersama dengan Penyedia
Jasa (Kontraktor), dan PPK atau yang mewakili melalui Inspeksi
Formal untuk pemeriksaan Sertifikat Bulanan (Monthly Certificate).
• Melakukan kajian terhadap informasi Kemajuan Pelaksanaan dari
Unit Pelaksana Penyedia Jasa (Kontraktor) termasuk Implementasi
Perintah Perubahan, Tindak Perbaikan, Perbaikan Cacat, dan Tindak
Pencegahan, dengan membandingkannya terhadap hasil inspeksi
lapangan, serta Laporan Pengendalian dan Pengukuran Mutu dari Unit
Kendali Mutu Penyedia Jasa (Kontraktor).
• Melakukan kajian terhadap Laporan Pemenuhan Tingkat Layanan
Jalan dengan membandingkannya terhadap hasil inspeksi harian
yang terkini.
• Memeriksa kesesuaian kemajuan pekerjaan dengan pemutakhiran
Jadwal Pelaksanaan dan S-Curve.
• Setiap ketidaksesuaian isi Laporan Kemajuan Pekerjaan Penyedia
Jasa (Kontraktor) terhadap ketentuan-ketentuan di atas harus
dibuatkan kesimpulan dan penjelasan ringkas tentang temuan,
dampak, serta rekomendasi tindak lanjut yang harus dilakukan oleh
Penyedia Jasa (Kontraktor). Tindak lanjut yang direkomendasikan
harus sudah mempertimbangkan dari aspek waktu, dan biaya Kontrak
Preservasi Jalan “Long Segment”.
• Penyedia Jasa (Konsultan) harus membuat Ringkasan Pemeriksaan
Laporan Kemajuan Pekerjaan Penyedia Jasa (Kontraktor) pada

PT. NUSVEY 3-23


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

formulir yang telah dipersiapkan sebelumnya, dan didistribusikan


kepada pihak terkait melalui Pengendali Dokumen.

iii. Uji Petik Secara Acak


Penyedia Jasa (Konsultan) dapat melakukan uji petik secara acak dalam
jumlah terbatas melalui pengujian independen untuk jenis pekerjaan
tertentu sebagai berikut:

a) Pengujian Beton Aspal


Pengujian Beton Aspal dilakukan tes tegel untuk mengetahui gradasi,
ketebalan, dan kadar aspal. Frekuensi pengujian yang dilakukan per
5KM setiap (satu) lajur setiap sampel.
b) Pengujian Lapis Pondasi Atas pada Pelebaran
Pengujian Lapis Pondasi Atas pada Pelebaran dilakukan sand cone test
untuk mengetahui kepadatan (density) berdasarkan hasil pekerjaan
lapangan. Frekuensi yang dilakukan 2 (dua) uji per 5KM setiap arah.
c) Pengujian Bahu Jalan pada Lingkup Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan
Pelebaran
Pengujian Bahu Jalan pada Lingkup Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan
Pelebaran dilakukan sand cone test.
Pembiayaan untuk kegiatan tersebut disediakan oleh Pengguna
Jasa dalam jumlah tertentu. Jumlah tersebut tidak dikompetisikan dalam
proses seleksi Penyedia Jasa (Konsultan).

iv. Uji Mutu Secara Acak


Jika hasil inspeksi mutu dari hasil pekerjaan tidak sesuai dengan tanda
bukti mutu, dan Penyedia Jasa (Kontraktor) berkeberatan untuk melakukan
tindak lanjut yang direkomendasikan maka harus dilakukan uji mutu secara
acak di bawah pengawasan Penyedia Jasa (Konsultan). Uji mutu secara
acak dilakukan dengan menunjuk pihak ketiga melalui PPK PJN dan harus
disepakati bersama Penyedia Jasa (Kontraktor).

v. Pemeriksaan Laporan Pengendalian dan Pengukuran Mutu.


Laporan Pengendalian dan Pengukuran Mutu yang dibuat oleh Unit
Kendali Mutu Penyedia Jasa (Kontraktor), baik yang disampaikan secara
mingguan maupun bulanan harus memuat informasi yang detail dan

PT. NUSVEY 3-24


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

lengkap tentang hasil pengujian dan pengukuran mutu atas semua


pekerjaan yang sudah dilaksanakan untuk setiap lingkup pekerjaan di
dalam Kontrak Preservasi Jalan termasuk tindak lanjut atas rekomendasi
Unit Pengendali Mutu Penyedia Jasa (Kontraktor), atau Penyedia Jasa
(Konsultan).
Untuk memastikan kelaikan informasi pada Laporan tersebut,
Penyedia Jasa (Konsultan) harus melaksanakan hal-hal berikut ini.
• Melakukan inspeksi lapangan pada lokasi-lokasi pekerjaan yang
dilaporkan sebagai kemajuan pengujian dan pengukuran mutu
pekerjaan yang telah dilaksanakan. Hal yang sama juga dilakukan,
tetapi secara bersama dengan Penyedia Jasa (Kontraktor), dan PPK
atau yang mewakili melalui Inspeksi Formal untuk pemeriksaan
Sertifikat Bulanan (Monthly Certificate).
• Melakukan verifikasi terhadap hasil pengukuran dan pengujian yang
di sampaikan oleh Penyedia Jasa (Kontraktor) sebagai tanda bukti telah
dilaksanakannya Pengendalian Mutu.
• Melakukan Penilaian atas Hasil Pelaksanaan dan Pengendalian Mutu
berdasarkan bukti-bukti yang sudah diverifikasi, dengan mengacu pada
Spesifikasi yang ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak Preservasi
Jalan yang terkait.
• Setiap ketidaksesuaian isi Laporan Pengendalian dan Pengukuran
Mutu Penyedia Jasa (Kontraktor) terhadap ketentuan-ketentuan di
atas harus dibuatkan kesimpulan dan penjelasan ringkas tentang
temuan, dampak, serta rekomendasi tindak lanjut yang harus dilakukan
oleh Penyedia Jasa (Kontraktor). Tindak lanjut yang direkomendasikan
harus sudah mempertimbangkan dari aspek waktu, dan biaya Kontrak
Preservasi Jalan.
• Jika berdasarkan hasil inspeksi, mutu hasil pekerjaan dipandang tidak
sesuai dengan tanda bukti mutu, dan Penyedia Jasa (Kontraktor)
berkeberatan untuk melakukan tindak lanjut yang direkomendasikan
maka harus dilakukan uji mutu secara acak di bawah pengawasan
Penyedia Jasa (Konsultan).
• Penyedia Jasa (Konsultan) harus membuat Ringkasan Pemeriksaan
Laporan Kemajuan Pekerjaan Penyedia Jasa (Kontraktor) pada formulir
yang telah dipersiapkan sebelumnya, dan didistribusikan kepada pihak

PT. NUSVEY 3-25


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

terkait melalui Pengendali Dokumen.

vi. Melaksanakan pengawasan waktu dan biaya pelaksanaan.


• Jadwal pelaksanaan yang mencakup lingkup pekerjaan, baik untuk
masing-masing lingkup maupun gabungan khususnya untuk preservasi
jalan yang kontraknya menggunakan skema long segment.
• Ketersediaan tenaga kerja, peralatan, dan bahan yang konsisten
dengan jadwal pelaksanaan.
• Antisipasi menghindari keterlambatan waktu penyelesaian pekerjaan.

d) Memastikan pekerjaan Penyedia Jasa (Kontraktor) diselesaikan sesuai


persyaratan kontrak.
Pemeriksaan Sertifikat Bulanan dan data pendukungnya. Pembuatan
Sertifikat Bulanan (Monthly Certificate) untuk Kontrak Preservasi Jalan
harus mengacu pada Spesifikasi Umum 2010 Revisi 3, Divisi 1 Seksi 1.6
Sertifikat Bulanan. Melalui layanan Penyedia Jasa (Konsultan)
Pengawasan Penjaminan Mutu, harus dipastikan bahwa pembayaran
kepada Penyedia Jasa (Kontraktor) hanya untuk hasil pekerjaan yang
memenuhi syarat mutu.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Penyedia Jasa (Konsultan) harus
memeriksa Sertifikat Bulanan dan data pendukungnya sebagai berikut.
• Berkas Sertifikat Bulanan yang dibuat dan diserahkan Penyedia Jasa
(Kontraktor) terdiri dari:
- Sertifikat Bulanan yang berisi Lembar Rekapitulasi perhitungan
pembayaran bulanan untuk Kontrak Preservasi Jalan “Long Segment”,
dan lembar-lembar rincian perhitungan kemajuan pekerjaan yang
ditagihkan untuk masing-masing lingkup yang disusun berdasarkan Divisi
dan Mata Pembayaran, serta rincian pemotongan pembayaran untuk
masing-masing lingkup.
- Data Pendukung Kuantitas (Back Up Quantity) Sertifikat Bulanan yang
ditagihkan.
- Data Pendukung Kualitas (Back Up Quality) Sertifikat Bulanan yang
ditagihkan.
• Memeriksa kebenaran perhitungan pada Sertifikat Bulanan dan
konsistensinya dengan perhitungan pada lembar- lembar rinciannya.

PT. NUSVEY 3-26


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

• Memeriksa Data Pendukung Kuantitas dengan membandingkannya


terhadap Laporan Kemajuan Pekerjaan terkini, dan data pemutakhirannya.
• Memeriksa Data Pendukung Kualitas dengan membandingkannya
terhadap Laporan Pengendalian dan Pengukuran Mutu Pekerjaan terkini,
dan data pemutakhirannya.
• Memeriksa konsistensi isi Sertifikat Bulanan terhadap Data Pendukungnya
termasuk pemotongan pembayaran akibat kegagalan Penyedia Jasa
(Kontraktor) dalam memenuhi tingkat layanan jalan.
• Secara bersama-sama dengan Penyedia Jasa (Kontraktor) dan PPK
melakukan Inspeksi Formal untuk memastikan tagihan yang akan dibuat
Penyedia Jasa (Kontraktor) hanya untuk hasil pekerjaan yang memenuhi
syarat mutu, dan tingkat layanan jalan.
• Jika isi berkas Sertifikat Bulanan memenuhi ketentuan- ketentuan di
atas, maka Penyedia Jasa (Konsultan) membubuhkan tanda-tangan pada
tempat-tempat yang tersedia serta tanda paraf pada setiap lembar dari
Sertifikat Bulanan. Pembubuhan tanda-tangan dan paraf dimaksud adalah
sebagai tanda bukti bahwa berkas Sertifikat Bulanan beserta Data
Pendukungnya telah diperiksa kebenarannya secara bertanggungjawab.
• Setiap ketidaksesuaian isi berkas Sertifikat Bulanan terhadap ketentuan-
ketentuan di atas harus dibuatkan kesimpulan dan penjelasan ringkas
tentang temuan, dampak, serta rekomendasi tindak lanjut yang harus
dilakukan oleh Penyedia Jasa (Kontraktor). Tindak lanjut yang
direkomendasikan harus sudah mempertimbangkan dari aspek waktu, dan
biaya Kontrak Preservasi Jalan.
• Penyedia Jasa (Konsultan) harus membuat Ringkasan Pemeriksaan
Sertifikat Bulanan dan data pendukungnya pada formulir yang telah
dipersiapkan sebelumnya, dan didistribusikan kepada pihak terkait melalui
Pengendali Dokumen.

e) Melaksanakan dukungan manajemen kontrak kepada PPK.

Dukungan ini disediakan di dalam layanan Penyedia Jasa (Konsultan) ini


adalah untuk membantu PPK dalam melaksanakan manajemen kontrak
dengan menghindari terjadinya konflik kepentingan terhadap fungsi
Penjaminan Mutu, antara lain:

PT. NUSVEY 3-27


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

• Melakukan kajian terhadap RMP Pengguna Jasa.

- Pelimpahan Tugas Penyedia Jasa (Konsultan) Pengawas


Penjaminan Mutu Kontrak Preservasi [perlu diatur tentang Rapat Pra
Layanan Penyedia Jasa (Konsultan) dengan melibatkan PPK PJN dan
PPK P2JN]

- Prosedur Pembayaran Sertifikat Bulanan.

- Ketentuan dan penerapan Kontrak Kritis (Show Cause Meeting)

• Melakukan kajian terhadap dokumen teknis yang merupakan bagian


dari Kontrak Preservasi Jalan yang menjadi rujukan dalam penyusunan
RMK Penyedia Jasa (Kontraktor).

• DED, Kajian Teknis Lapangan, Review Desgin.

• Melakukan kajian terhadap perubahan pekerjaan meliputi:

- Perubahan Kontrak,

- Perubahan Standar Mutu Teknis,

- Perubahan penerapan Indikator Kinerja, dan Tingkat Layanan Jalan


khususnya untuk preservasi jalan yang kontraknya menggunakan
skema long segment.

• Melakukan pengendalian dokumen teknis dan bukti kerja Pengawasan


Penjaminan Mutu Preservasi Jalan.

Kegiatan Team Supervisi Lapangan dilaksanakan bersama - sama dengan


Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur .
Pengawasan Teknis pekerjaan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perencanaan dan
Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini bertindak sebagai
"Engineer" yang dibantu dan mendelegasikan sebagian tugasnya kepada Team
Pengawas Teknis yang dalam hal ini bertindak sebagai "Engineering Representative"
sesuai dengan pengertian yang disebutkan didalam dokumen Kontrak Fisik. Untuk
mencapai hasil kerja yang maksimal dan dapat terciptanya kondisi kerja yang baik, maka
hubungan antara konsultan dengan lembaga -lembaga yang terkait dengan proyek itu
sangatlah penting mengingat pihak Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan
Nasional Provinsi Jawa Timur sebagai Kepala Pelaksana, Konsultan sebagai pihak
pengawas dan kontraktor sebagai pihak pelaksana, masing - masing merupakan bagian

PT. NUSVEY 3-28


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

yang tak terpisahkan didalam penentuan lancar Satuan Kerja Perencanaan dan
Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur adalah berupa tugas - tugas yang
berkaitan dengan masalah Teknis dan Kontrak tidaknya pelaksanaan proyek.

3.9.2. Hubungan Kerja dan Koordinasi

Team Supervisi yang terdiri dari Site Engineer, Teknisi (Inspector dan Labotarium
Technician) serta tenaga pendukung Sekretaris, Operator Komputer, dan Office Boy.
Team Supervisi berkedudukan didekat lokasi pekerjaan sebagai upaya untuk dapat
memonitor secara langsung dan terus menerus mengenai perkembangan dan kemajuan
pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor serta mengupayakan agar segala
pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan / spesifikasi yang ada.

Team Supervisi akan membuat laporan kemajuan dan aktifitas Kontraktor sebagai
pelaksana fisik. Pekerjaan - pekerjaan ini juga mencakup hal - hal seperti pembuatan
Rekayasa Lapangan, Contract Change Order, menganalisa klaim Kontraktor,
memeriksa pengajuan Sertifikat Pembayaran Bulanan (Monthly Certificate) lengkap
dengan back up datanya, serta penyiapan Professional Hand Over (PHO). Koordinasi
kegiatan Team Pengawas Lapangan akan dilaksanakan oleh Team Supervisi yang
dalam hal ini akan diwakili oleh Site Engineer akan bersama - sama dengan Satuan
Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur.

3.9.3. Hubungan Koordinasi dengan Kontraktor

Dalam hubungan ini Konsultan adalah bertindak sebagai wakil dari Kepala Satuan
Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur atau biasa
disebut dengan "Engineer Representative". Konsultan didalam melaksanakan tugasnya
akan memberikan saran - saran kepada Kontraktor mengenai masalah - masalah yang
berkaitan dan timbul didalam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu Konsultan juga akan
membantu Kontraktor dengan memberikan saran - saran mengenai metode kerja,
organisasi, pemilihan dan penempatan staf / tenaga, pemilihan dan penempatan
peralatan kerja yang digunakan dan membantu monitoring pelaksanaan kerja dan lain -
lain.

Selain itu terhadap masalah - masalah yang diperkirakan akan timbul didalam
pelaksanaan pekerjaan, akan didiskusikan secara bersama - sama antara konsultan,

PT. NUSVEY 3-29


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

kontraktor dan Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional
Provinsi Jawa Timur termasuk didalamnya apabila diperlukan adanya revisi desain
(review design) ataupun desain ulang (redesign). Konsultan akan memberikan saran,
alternatif pemecahan masalah serta rekomendasi didalam upaya untuk pengambilan
keputusan, dimana keputusan ini nantinya harus disetujui oleh Kepala Satuan Kerja
Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur sebelum
dilaksanakan dilapangan. Periodic Meeting, sedikitnya sekali dalam seminggu diadakan
bersama - sama dengan kontraktor dan bilamana perlu dengan Kepala Satuan Kerja
Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur untuk mengevaluasi
pelaksanaan kerja minggu sebelumnya, serta membuat program kerja minggu
berikutnya.

3.9.4. Metodologi

Secara umum tugas dari Team Pengawas Teknik adalah melakukan supervisi /
pengawasan. Pekerjaan - pekerjaan ini dapat dikelompokkan dalam pekerjaan -
pekerjaan berikut :

3.9.4.1. Supervisi Lapangan (Field Supervision)

Team Supervisi yang dipimpin oleh Site Engineer akan secara continue melaksanakan
supervisi atas pekerjaan - pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor, dimana seluruh
pekerjaan ini harus sesuai dengan yang disyaratkan di dalam dokumen kontrak
pekerjaan fisik (spesifikasi). Supervisi ini meliputi pekerjaan - pekerjaan seperti :

• Kontrol kualitas campuran


• Produksi dari plant
• Kontrol penghamparan
• Pencatatan kejadian - kejadian yang timbul sehari - hari
• Survei lapangan dan desain ulang (Review Design)
• Memfile catatan - catatan tentang kuantitas pembayaran
• Memfile gambar - gambar kerja dan revisi yang mungkin dilaksanakan
• Menganalisa hasil pekerjaan kontraktor
• Mengadakan pertemuan koordinasi rutin dengan kontraktor
• Pengawasan data cuaca dan data hujan

PT. NUSVEY 3-30


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

• Membuat / memelihara administrasi proyek


• Mencatat dan menganalisa peralatan kontraktor
• Memeriksa dan merekomendasi/menyetujui gambar kerja (Shop drawing) dan
gambar detail
• Penyiapan Contract Change Order
• Negosiasi Pekerjaan dengan kontraktor
• Pembuatan laporan - laporan
• Memeriksa dan menyetujui estimasi pembayaran bulanan (Monthly Certificate)
• Pengontrolan Anggaran Proyek
• Melaporkan keterlambatan serta kemajuan pekerjaan

3.9.4.2 . Survey Engineering

Setiap desain awal dari suatu proyek pada umumnya selalu mengalami revisi - revisi
pada saat pelaksanaannya, hal ini biasanya diakibatkan kondisi lapangan yang
sesungguhnya telah mengalami perubahan - perubahan kondisi dibandingkan dengan
kondisi pada saat survey untuk pembuatan desain, atau dikarenakan kesalahan -
kesalahan kecil baik pada saat survey ataupun kesalahan desain itu sendiri. Perubahan
/ revisi ini dapat berupa revisi yang kecil (penambahan atau pengurangan), tetapi dapat
pula dalam suatu pelaksanaan terjadi revisi desain yang besar sampai kepada
penggantian desain itu sendiri. Untuk menanggulangi masalah - masalah diatas, maka
pada awal pekerjaan, sebelum pekerjaan konstruksi dilakukan, Kontraktor dibawah
pengawasan Team Supervisi harus melaksanakan pekerjaan Staking Out dan revisi
pengukuran, pemasangan patok dan Bench Mark serta survei - survei lain yang
diperlukan. Kegiatan survei ini meliputi Pengukuran Horizontal, Vertikal, Titik Kontrol
Survei, Survei Elemen Struktur, Tiang Pancang, Telapak Pondasi dan Beton kopel Tiang
(Footings and Pile Caps), Kolom, Balok Melintang Ujung (Crosshead), Landasan, Balok
dan Gelegar, Lantai dan Parapet Jembatan (Tembok Sedada).

3.9.4.3 . Pengawasan / Pemeriksaan (Inspection)

Pengawasan / Pemeriksaan merupakan bagian pokok dari program kerja konsultan


yakni berupa monitoring secara continue segala pekerjaan Kontraktor serta hasilnya.
Metoda pelaksanaan kerja Kontraktor di monitor agar sesuai dengan persyaratan yang
dikehendaki di dalam spesifikasi, dan apabila terdapat cara pelaksanaan yang

PT. NUSVEY 3-31


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

menyimpang dari ketentuan yang ada, Kontraktor harus dapat menjelaskan dan
memberikan argumentasi bahwa metoda pekerjaan yang diterapkan tidak akan
mengurangi kualitas pekerjaan. Inspektor ataupun anggota Team Supervisi yang lain
akan membuat laporan harian mengenai pelaksanaan konstruksi, masalah - masalah
yang timbul, revisi - revisi pekerjaan yang telah dilakukan, lokasi pekerjaan, tenaga kerja
yang ada, peralatan yang dipakai, estimasi kuantitas hasil pekerjaan dan bilamana perlu
konsep dan sket gambar serta ukuran serta total kuantitas, kondisi cuaca serta kondisi
lokasi pekerjaan. Pekerjaan pengawasan akan dilakukan secara teliti dan terkendali
untuk masing - masing item pekerjaan, dengan menggunakan prosedur pengawasan
yang lazim digunakan dan dengan menggunakan tata cara dan flow chart yang berlaku.

Selama Kontraktor melaksanakan pekerjaan, Team Supervisi akan selalu memonitor


mengenai pembuatan profil konstruksi, pengukuran - pengukuran awal, kualitas
material, pemadatan, pekerjaan elemen struktur, pondasi dan lain - lain. Team Supervisi
akan secara bersama memonitor, memberikan saran - saran teknis apabila diperlukan
dan tindakan alternatif yang biasa ditempuh apabila terdapat kesulitan - kesulitan
pelaksanaan pekerjaan. Untuk pekerjaan pondasi akan dilakukan monitoring terhadap
cara dan sistem pemadatannya, penggaliannya, tanah, kemiringan, pengaruh air tanah,
kemiringan bersebelahan (adjacent slope), beban miring atau eksentris dan lapisan
tanah lunak di bawah dan lain - lain. Untuk pekerjaan struktur akan dilakukan monitoring
terhadap kestabilannya, pelaksanaan, komposisi dan lain - lain. Untuk pekerjaan
pengaspalan / pelapisan ulang akan dilakukan monitoring terhadap cara dan sistem
pemadatannya, material / agregatnya tidak tersegregasi, gradasinya, kerataan
perkerasan, temperatur aspal, stabilitas dan lain - lain. Hasil pemantauan pekerjaan
akan selalu dicatat dalam catatan harian (daily record) yang dilakukan baik pada saat
awal, selama dan setelah pekerjaan dilaksanakan. Pengukuran kuantitas hasil
pekerjaan akan dilakukan bersama - sama antara Konsultan, Kontraktor dan Pihak
Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa
Timur dimana pengukuran ini dilakukan setelah pekerjaan tersebut dan dapat diterima
baik dari segi hasil pekerjaan (performance) maupun mutu, pelaksanaan pekerjaan.
Prosedur pembayaran yang dilakukan akan mengikuti ketentuan yang disebutkan di
dalam dokumen kontrak.

PT. NUSVEY 3-32


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3.9.4.4 . Pelaksanaan Pekerjaan di Lapangan (Construction Method)

Beberapa hal yang menyangkut masalah metode pelaksanaan (construction


method) yang harus diperhatikan oleh Konsultan Pengawas sebagai Team Supervisi
pada Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab. Pacitan - Jarakan -
Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo akan diuraikan seperti dibawah ini.

PT. NUSVEY 3-33


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Tabel 3.1 : Pelaksanaan Pekerjaan di Lapangan (Construction Method)

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

1 Pekerjaan Persiapan a. Survey • Dilakukan survey untuk menetapkan letak quarry tanah yang diperlukan untuk
Lapangan material timbunan yang memenuhi syarat kualitas dan kuantitas. Dan lokasi
untuk disposal area, yang diperlukan untuk tempat pembuangan tanah bekas
galian yang tidak memenuhi syarat sebagai material timbunan.

• Dilakukan survey untuk menetapkan letak quarry sirtu yang memenuhi syarat
.

• Dilakukan survey sejumlah titik kontrol pengukuran yang harus dikaitkan pada
suatu sistem koordinat yang tetap dan sistem koordinat yang sama

• Dilakukan survey untuk menetapkan letak quarry batu, bila pengadaan batu
pecah akan diproduksi sendiri dengan stone crusher, untuk bahan aggegate.

• Dilakukan survey untuk menetapkan letak Base Camp yang paling


menguntungkan.

• Survey-survey ini biasanya telah dilakukan pada waktu proses perhitungan


biaya (cost estimate), tetapi terkadang perlu dilakukan survey ulang untuk
meyakinkan survey pertama atau mencari alternatif yang lebih bagus.

PT. NUSVEY 3-34


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Dilakukan Field Survey untuk review design sesuai pekerjaan yang akan
dilakukan, termasuk untuk Mutual Check Nol (MC O)

Catatan-catatan yang perlu diperhatikan :

• Situasi letak Plant harus direncanakan sebaik-baiknya, agar lalu lintas Dump
Truck yang memasukkan bahan baku (raw material), tidak saling mengganggu
dengan Dump Truck yang membawa keluar hasil produk (hot mix), caranya
adalah dengan menyusun site plan yang baik.

• Jalan masuk/keluar Dump Truck harus dibuat cukup kuat, untuk menjamin
kelancaran transportasi material/hot mix.

• Dibuat drainase lingkungan yang baik, agar lokasi base camp tidak terganggu
pada musim hujan.

• Alat-alat yang menggunakan ukuran (berat, volume, temperatur, dan lain-lain)


agar menggunakan kalibrasi yang masih berlaku, termasuk alat laboratorium.

• Dibuat Mix Design untuk Hot Mix sesuai spesifikasi yang ada, dengan
menggunakan material yang akan dipakai.

b. Pekerjaan Pengukuran pada pekerjaan dilapangan terdiri dari 2 pengukuran yaitu :


Pengukuran
• Pengukuran Horizontal

PT. NUSVEY 3-35


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Pengukuran Vertikal

Pada dasarnya pekerjaan pengukuran (setting out) ini adalah untuk mengetahui :

• Batas-batas Pekerjaan Lapangan

• Trace Rencana Jembatan

• Lokasi bangunan yang ada

• Posisi dan Lokasi setiap bangunan yang akan dibangun

• Menentukan elevasi pekerjaan setiap bangunan yang akan dibangun.


Pengukuran juga akan dilakukan sepanjang proses pelaksanaan pekerjaan.
Hasil pengukuran juga dipakai untuk menentukan progres pekerjaan yang
berhubungan dengan pembayaran.

c. Pengaturan Jika pekerjaan berupa pelaksanaan pembangunan jembatan, dimana jembatan


Lalu Lintas masih digunakan untuk arus lalu lintas, maka perlu dilakukan Pengaturan Lalu
lintas. Pengaturan Lalu lintas bertujuan untuk memberikan keamanan dan
kenyamanan berlalu lintas bagi pengguna jalan. Target minimal adalah
memelihara kuantitas dan kualitas lalu lintas yang ada dan
menghilangkan/mengurangi gangguan lalu lintas akibat pelaksanaan pekerjaan.

Papan pemberitahuan akan dipakai sebagai sarana pemberitahuan (penyebaran


informasi) kepada masyarakat akan adanya pekerjaan pembangunan jembatan,

PT. NUSVEY 3-36


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

sehingga masyakat pengguna fasilitas tersebut dapat menyesuaikan dan


memahami adanya kemungkinan gangguan terhadap arus lalu lintas. Papan
pemberitahuan akan diletakkan pada tempat-tempat yang strategis dan mudah
dilihat bagi pengguna jalan.

Pengaturan lalu lintas (traffic management) akan dikonfirmasikan kepada pihak


yang berwenang dan pihak-pihak terkait. Konsultan akan memantau dan
memeriksa Kontraktor dalam memelihara jalan yang berpengaruh kepada area
operasional dengan kondisi yang baik. Konsultan akan mengecek kesiapan
Kontraktor dalam hal penyiapan fasilitas pengaturan lalu lintas, alat-alat atau
fasilitas tersebut antara lain meliputi :

• Rambu-rambu

• Rubber cone

• Pengarah pengalihan jalan dan petunjuk jalan

• Pagar penghalang sementara

• Bendera-bendera

• Papan pemberitahuan

PT. NUSVEY 3-37


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

Konsultan juga akan selalu mengawasi kerja kontraktor berkaitan dengan


penyingkiran tumpahan tanah dan material pada badan jalan dan proses
pengembalian kondisi jalan pada kondisi semula.

d. Peralatan Sebelum konstruksi dimulai, Konsultan akan melakukan pengecekan terhadap


peralatan yang dimobilisasi oleh Kontraktor. Peralatan tersebut meliputi peralatan
konstruksi dan peralatan laboratorium ringan.

Peralatan laboratorium ringan meliputi : perkakas yang akan digunakan sebagai


pengambilan sampel di lapangan (core drill) dan alat pengujian tanah (sand cone,
troxler, dll). Peralatan laboratorium tersebut harus sudah dalam keadaan siap
pakai dan sudah terkalibrasi.

2 Pekerjaan Pembersihan Pekerjaan Pembersihan Tempat Kerja meliputi pekerjaan clearing, grubbing dan
Tempat Kerja stripping. Clearing mencakup pekerjaan tebang pohon dan tanaman perdu,
peralatan yang dipakai adalah chain saw parang dan alat potong yang lain.

Grubbing mencakup pekerjaan pembuangan kotoran baik hasil clearing maupun


kotoran lain yan ada di lokasi pekerjaan. Stripping merupakan pekerjaan
pembersihan lokasi dan lapisan humus yang menutupi lokasi pekerjaan.

PT. NUSVEY 3-38


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

Stripping dilakukan dengan mengupas lapisan permukaan tanah dari sisa-sisa


akar pohon dan humus setebal 20 cm sesuai kondisi tanah setempat. Hasil ketiga
aktivitas tersebut diatas harus dibuang keluar lokasi pekerjaan.

3 Pekerjaan Galian & Timbunan a. Pekerjaan • Untuk menetapkan batas-batas galian, dapat dipasang patok-patok pembantu
Galian dan atau tali yang menghubungkan dua profil yang berdekatan.

• Berpedoman pada tali batas galian, maka galian kasar dapat dilaksanakan
dengan Excavator. Jumlah Excavator yang diperlukan dihitung berdasarkan
kapasitas alat dan waktu yang tersedia.

• Galian dari Excavator langsung dimuat ke Dump Truck yang telah disiapkan
(jumlah kebutuhan Dump Truck harus disesuaikan dengan kapasitas
Excavator), dan kemudian diangkut ketempat yang ditentukan. Usahakan
posisi Dump Truck sedemikian rupa sehingga swing dari Excavator bersudut
kecil.

• Bila karena suatu hal profil rusak atau berubah posisi, maka sebelum galian
finishing dilakukan, profil tersebut diperbaiki dengan pedoman patok-patok
bantuan yang selalu terjaga.

PT. NUSVEY 3-39


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Galian finishing dilakukan oleh tenaga orang dengan cangkul. Sebenarnya


dengan kerja sama yang baik antara pelaksana dan operator excavator yang
mahir, dapat langsung dilakukan penggalian sampai garis / bidang finishing.

b. Pekerjaan Didalam pekerjaan timbunan, unsur yang perlu dicermati adalah masalah
Timbunan pemadatan. Pemadatan tanah sangat dipengaruhi oleh kadar air tanah pada saat
pemadatan. Dari percobaan di laboratorium yang menggunakan sampel-sampel
tanah, diperoleh kadar air yang diperkenankan untuk mencapai kepadatan yang
dipersyaratkan (Optimum Moisture Content, OMC).

Didalam praktek tidak mudah menetapkan berapa banyak air yang diperlukan
pada saat pemadatan, kecuali Pelaksana yang sudah berpengalaman sekali.

Tetapi untuk pedoman kasar, adalah sebagai berikut:

• Bila selama pemadatan timbul debu, berarti kadar air kurang

• Bila selama pemadatan, tanah keluar airnya (becek), berarti kadar airnya
terlalu tinggi.

Hal-hal yang berpengaruh terhadap kepadatan, adalah :

• Tebal lapisan tanah lepas, yang akan dipadatkan

• Berat dan energi Alat Pemadat

PT. NUSVEY 3-40


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Banyaknya lintasan pemadatan

• Kadar air

Adapun urutan pelaksanaan pemadatan akan diulas sebagai berikut :

1. Percobaan Pemadatan

• Hamparkan tanah lepas setebal yang kita kehendaki, diatas permukaan


yang telah dipadatkan seperlunya (biasanya dalam spesifikasi teknik
ditetapkan tidak boleh lebih dari 20 cm)

• Semprotkan air, bila dirasakan hamparan tanah kadar airnya masih


kurang (tetapi lebih baik agak kurang dari pada kelebihan)

• Kemudian dipadatkan dengan alat pemadat Vibro Roller atau Sheep Foot
Roller dan dicoba misalnya dengan 6 lintasan. Sesudah itu diambil sampel
tanah dan diukur kepadatannya (berat volume keringnya, δk). Bila ternyata
masih kurang padat, maka lintasan pemadatan ditambah lagi, misalnya
ditambah dua lintasan. Bila tingkat kepadatannya telah dicapai, maka cara
- cara tersebut dipakai sebagai pedoman selanjutnya.

2. Pemadatan Timbunan

• Dasar tanah yang akan ditimbun, dipadatkan seperlunya, sesuai


persyaratannya.

PT. NUSVEY 3-41


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Tanah timbunan yang diambil dari quarry, atau lokasi galian, dibawa
dengan Dump Truck, ditumpahkan di lokasi tempat timbunan yang telah
dipersiapkan. Jarak tumpukkan diatur sedemikian, sehingga bila dihampar
dengan ketebalan 20 cm seluruh permukaan dapat tertimbun.

• Tumpahan tanah dari Dump Truck digusur/diratakan dengan Bulldozer


atau Grader untuk mencapai ketebalan hamparan kurang lebih 20 cm.
Perhatikan kadar airnya secara visual.

• Bila musim hujan, sebaiknya hamparan tanah dibatasi seperlunya saja,


dan dilindungi/ditutupi dengan terpal. Bila hujan cukup deras, pekerjaan
harus dihentikan.

• Lapisan pertama tersebut sebaiknya melebihi lebar kaki timbunan kurang


lebih 50 cm, dikanan dan dikiri. Kemudian setelah kadar air dinilai cukup,
langsung dipadatkan dengan Vibro Roller atau Sheep Foot Roller dengan
lintasan sebanyak percobaan pemadatan yang telah dilakukan.

• Bidang pemadatan harus overlapping kurang lebih 15 cm, agar seluruh


permukaan terpadatkan. Lapisan pertama yang telah selesai dipadatkan,
diambil sampelnya setiap jarak 50 meter (atau sesuai spesifikasi), dan
diperiksa kepadatannya.

PT. NUSVEY 3-42


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Bila kepadatannya telah memenuhi syarat, maka lapisan berikutnya baru


diperbolehkan untuk dihampar.

• Timbunan dan pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis untuk


menjamin mutu timbunan.

4 Pekerjaan Pondasi 1. Pondasi Langsung (SPREAD FOOTING)

Pondasi Iangsung, menyebarkan beban secara langsung pada dasar galian


yang kedalamannya relatif kecil berbeda dengan pondasi tiang pancang yang
meneruskan beban pada tanah

2. Untuk pekerjaan tanah perlu penyesuaian terhadap tekanan yang diizinkan


(bearing pressure) dengan memperhitungkan pengaruh air tanah, kemiringan
bersebelahan (adjacent slope), beban miring atau eksentris dan.lapisan tanah
lunak di bawah. Jika terdapat tanah dengan kekuatan lebih rendah (sangat
lunak hingga keras dan sangat lepas hingga padat sedang), penurunan
mungkin merupakan kriteria yang menentukan perencanaan yang prinsip dan
bukannya daya dukung

3. Untuk pekerjaan batuan wajib memperhitungkan siar lempung, daerah


lapukan (zona highly weathered) dan patahan (fracturing). Tekanan yang

PT. NUSVEY 3-43


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

dipikul (Bearing pressure) harus dipakai bersamaan dengan "unconfined


compressive test" dan percobaan pembebanan titik (point load test).

4. Pekerjaan Perapihan (Trimming) dan Persiapan

5. Penggalian dilakukan sekurang-kurangnya 150 mm ke dalam lapisan padat


(solid strata). Setelah dasarnya diratakan dan pinggir galian dipotong sesuai
ukuran pada gambar, dasarnya disapu dan disemprot agar dapat diperiksa.
Pada tahap ini, untuk telapak (footing) dengan pembebanan besar harus
diambil contoh (core) di bawah dasarnya untuk diperiksa. Kedalaman yang
disarankan adalah 1,5 kali ukuran terkecil dari telapak (footing) itu. Ini dapat
dilengkapi dengan lubang bor berdiameter kecil untuk mengambil kerokan
tanah. Bila mutu batuan diragukan, mungkin diperlukan pengujian tekan
(compression test) pada contoh core. Pada umumnya, makin berat
pembebanan pada footing makin diperlukan pengujian. Siar lempung yang
tampak pada batuan harus dibersihkan dan diganti dengan beton masif. Jika
bahan bermutu rendah harus dibuang dari satu bagian telapak, dasar dari
telapak harus diberituk tangga (stepped) secara vertikal, bagian tangga diisi
dengan beton masif.

5 Pekerjaan Tiang Pancang a. Pemilihan


• kerangka pemancangan tiang untuk menyangga (menopang) pemandu (leader)
Peralatan

PT. NUSVEY 3-44


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• pemandu untuk menyangga tiang pancang dan memberi arah pada waktu
pemancangan penumbuk - dari jenis jatuh bebas, uap atau udara bertekanan
atau tenaga diesel

• Topi tiang (helmet) yang juga diarahkan, untuk memindahkan pukulan


penumbuk pada tiang

• Katrol atau crane untuk mengangkat tiang pada posisinya dan mengangkat
penumbuk.

b. Pengeboran Kegiatan pengeboran harus dilakukan dengan ketepatan letak, arah vertikal dan
Awal kemiringan dan untuk kedalaman yang telah ditentukan. Diameter lubang tidak
boleh lebih besar dari pada ukuran diagonal tiang dikurangi 50 mm. Pengeboran
(Pre-boring)
melebihi kedalaman (over depth) harus dihindari. Kedalaman akhir mungkin harus
ditentukan dengan percobaan. Tujuannya adalah mencapai kalendering yang
ditentukan, bilamana ujung tiang mencapai kedalaman yang direncanakan.
Lazimnya pengeboran awal berhenti satu meter di atas kedalaman ujung tiang
rencana. Pada akhir pemancangan, lubang-lubang di sekeliling tiang diisi pasir
bersih, diisi menggunakan sekop, sambil disemprot atau digenangi air.

PT. NUSVEY 3-45


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

c. Alat Untuk 1. Tiang yang Dipancang dan Dicor Ditempat


Tiang yang
Pipa pancang terbuat dari komponen berat, dirancang untuk dipancang dari
Dicor di tempat
atas oleh penumbuk jatuh atau diesel, tetapi tiang Franki dipancang
menggunakan penumbuk jatuh internal. Pemandu (Leader) dari kerangka tiang
sering disesuaikan untuk memasukan pengarah (guide) untuk wadah
pengecoran. Tiang selubung baja, yang dirancang untuk diisi beton, lebih
efektif bila dipancang dengan penumbuk yang beroperasi dari atas dari pada
oleh penumbuk jatuh bebas internal yang bekerja pada beton penyumbat di
dasar. Selain itu tiang pancang yang dipancangkan dari atas dapat dipancang
dengan ujung terbuka, yang dapat mengurangi daya dukung ujung (end
bearing resistance) pada waktu pemancangan

2. Tiang yang Dibor dan Dicor Setempat

Peralatan pengeboran biasanya dinaikan di atas crane atau truck tetapi


kadang-kadang dipergunakan juga peralatan yang dinaikan di atas
tongkang/ponton (barge) atau sled khusus. Kedalaman lubang dibatasi oleh
panjang "kelly bar" (batang yang menyangga alat penggali pada dasar lubang),
sehingga biasanya diambil nilai kedalaman maksimum 50 m. Kedalaman dan
diameter lubang yang dapat dibor tergantung pada sistem pengeboran yang
dipakai dan tenaga peralatan bornya. -Penggali berputar (rotary) dengan
memakai mata bor dan ember bor (drilling bucket) adalah cara yang paling

PT. NUSVEY 3-46


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

cepat dan ekonomis bila keadaan tanahnya memungkinkan. Cara ini cocok
untuk memasang tiang yang dibor dalam tanah lempung dan dapat dipakai
untuk penggalian terbuka (open) atau dilapisi (lined), atau untuk penggunaan
bentonite pada batuan lunak dan pada bahan selain batuan.

6 Pekerjaan Beton a. Unit Pracetak Mengecek bahwa komponen pemancangan sudah terpasang dengan benar dan
tidak bergerak selama penempatan dan penggetaran beton. Jika digunakan
(Bangunan Atas Dari Beton)
perawatan uap air, baut penahan (fixing) harus dilepas setelah pengerasan awal
dan sebelum penguapan dimulai untuk memungkinkan pergerakan diferensial
antara acuan dan beton. Perubahan warna dapat terjadi karena kurang
kesesuaian campuran perawatan, zat tambahan (aditive) tahan air dan bahan
pelepas acuan. Pengujian pra-produksi dari kombinasi bahan kimia tersebut,
sebaiknya dilakukan dengan kondisi pabrik, dan termasuk pengaruhnya pada
bahan pelapis yang dipakai pada acuan

b. Pelat Lantai Lantai kantilever dan trotoar adalah bagian yang paling kelihatan dari jembatan.
Gelegar jembatan melendut pada waktu pelat lantai sedang dicor, dan landutan
ini harus diperhitungkan pada waktu memasang acuan pinggir, sehingga pinggir
lantai merupakan garis menerus, lurus atau dengan lawan lendut (camber) pada
bentang tengah. Acuan lantai harus disangga dari gelegar dan bukan dari tanah,
pilar atau kepala jembatan. Pada waktu lantai dicor, penting untuk melindungi

PT. NUSVEY 3-47


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

gelegar luar dan landasan terhadap pengaruh momen torsi yang disebabkan oleh
perputaran lantai kantilever dan trotoar. Ini dilakukan dengan mengikat bagian
atas gelegar menjadi satu dengan batang penguat yang dilas dan perkuatan
(strutting) pada permukaan flens bawah

c. Penulangan Setalah acuan untuk pelat lantai telah selesai dan diperiksa kekuatannya,
pengerjaannya, kerapatan adukan, ketinggian dan kebersihan, penulangan dapat
dipasang. Perlu untuk sering memeriksa ukuran pada waktu pembengkokan di
lokasi, atau tepat sesudah pengiriman ke lokasi jika tulangan dibengkokan di luar
lokasi. Penggunaan kayu, rak baja atau penyangga lain adalah supaya
penulangan tidak mengenai tanah atau lumpur sampai siap dipakai. Cat, minyak,
lemak, lumpur, mill scale lepas atau karat lepas akan mengurangi sifat pelekatan
dari batang sederhana khususnya dan harus dilepas. Penutup (selimut) sangat
penting terutama pada pelat lantai yang relatif tipis, kurangnya selimut dapat
mengakibatkan berkaratnya batang dan terkikisnya beton, sedangkan terlal-u
banyak selimut dapat mengakibatkan kekuatan rencana diperkirakan dari pelat
tidak tercapai.

d. Pengecoran Pengecoran dilakukan Melintang - dimulai pengecoran beton di tengah, bergerak


keluar secara

PT. NUSVEY 3-48


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

seimbang/teratur. Memanjang - pengecoran beton sedemikian sehingga lendutan


maksimum

terjadi pada awal, sehingga bila pengerasan awal terjadi beton tidak akan
terpengaruh oleh lendutan yang disebabkan pengecoran beton kemudian. Bila
pelat yang sedang dicor tidak lurus, biasanya dalam praktek dikerjakan dari titik
terendah menuju titik tertinggi

7 Pekerjaan Permukaan a. Permukaan Permukaan harus dipadatkan dan ditekan untuk menaikkan adukan ke
permukaan, diratakan dan terakhir diratakan dengan penghalus kayu sampai
permukaannya rata. Harus diperhatikan drainase/ pengeringan atau pengalihan
air yang muncul pada permukaan. Pemberian adukan di atasnya tidak
diperbolehkan.

b. Bangunan • Bagian belakang kepala jembatan, gorong-gorong dan tembok sayap harus
Bawah memperoleh" penyelesaian permukaan Kelas 1.

• Semua permukaan yang tampak (exposed) dari kepala jembatan, tembok


sayap dan pilar dengan kedalaman minimum 300 mm di bawah permukaan
tanah harus mendapatkan penyelesaian permukaan Kelas 2, kecuali bahwa
pada struktur sel (cellular), hanya muka-muka tembok sayap dan ujung pilar
atau dinding yang menerima penyelesaian permukaan kelas 2. Permukaan

PT. NUSVEY 3-49


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

atas dari dasar (pedestal) landasan beton harus memperoleh penyelesaian


permukaan Kelas 2.

c. Bangunan Atas • Lantai Balok dan Pelat

Sisi bawah dari lantai di antara balok-balok, dan muka vertikal dari balok
kecuali muka luar dari balok luar harus mendapat penyelesaian permukaan
Kelas 1. Muka luar dan sisi bawah dari balok, pinggir dan sisi bawah pelat lantai
kantilever, muka dalam dan luar dari kereb dan permukaan atas dari kereb
harus menerima penyelesaian permukaan Kelas 2.

• Gelegar Box

Permukaan dalam dari badan, lantai dan dek gelegar box harus mendapat
penyelesaian permukaan Kelas 1. Semua permukaan luar dari gelegar box,
termasuk kereb dan tidak termasuk permukaan lantai, harus menerima
penyelesaian permukaan Kelas 2.

• Di atas Lantai

Semua permukaan di atas kereb harus menerima penyelesaian permukaan


Kelas 3. Tiang akhir harus menerima penyelesaian permukaan Kelas 3. Unit
parapet pracetak dan beton dicor di tempat yang berhubungan harus mendapat
penyelesaian Kelas 3.

PT. NUSVEY 3-50


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

d. Beton Pracetak Unit crown pracetak harus diberi penyelesaian Kelas 1. Unit parapet pracetak
harus diberi penyelesaian Kelas 3. Unit pracetak lain selain yang disebut di atas
harus menerima penyelesaian Kelas 2. Semua unit pracetak harus menerima
penyelesaian ini dalam jangka waktu empat puluh delapan jam setelah acuan
dibongkar.

8 Pekerjaan Pemasangan • Pemasangan Gelegar


Struktur Baja
• Pemasangan Rangka (Trus Erection)

• Perkuatan melintang (Cross-Bracing)

9 Pekerjaan Penyelesaian Penyelesaian akhir termasuk pekerjaan pinggir (edging), sambungan,


Akhir penghalusan (floating), perataan (trowelling), dan penyapuan. Kegiatan ini tidak
boleh dimulai sebelum pengerasan awal berlangsung, yang ditandai oleh
hilangnya air permukaan bebas dan hilangnya kilap (sheen) permukaan. Dalam
kondisi banyak angin, mungkin perlu menutup retak pada permukaan dengan

penyelesaian kembali. Semen tidak boleh dipakai untuk menyerap air permukaan
karena ini dapat berakibat permukaan lemah, atau permukaan berbubuk.

PT. NUSVEY 3-51


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

10 Pekerjaan Bagian – bagian baja disambungkan pada tempatnya apakah dengan baut
Penyambungan di berkekuatan tinggi (high strength friction grip) atau dengan pengelasan di
lapangan lapangan. Penggunaan sistem pengelasan dilapangan memerlukan tersedianya
operator las yang terlatih. Baut berkekuatan tinggi dapat diklasifikasikan atas dua
tipe “friction grip” dengan tanpa geseran dan tipe “bearing” dimana suatu geseran
awal diperkenankan

11 Pekerjaan Pagar (Railings) a. Pagar Baja Pemasangan pagar baja yang panjang, menerus tanpa sambungan pemuaian
Dan Pembatas (Barriers) kadang menyebabkan kesulitan dalam mempertahankan profil yang benar karena
perubahan temperatur. Dalam keadaan itu sambungan – pemuaian harus tidak
lebih daripada kira – kira 45 m dari pusat ke pusat.

b. Pagar Aluminium Pemasangan pagar aluminium serupa dengan pemasangan pagar baja dengan
perbedaan hanya pada tindakan pencegahan tambahan terhadap aluminium
harus dilindungi secara efektif dari beberapa perlengkapan tetap (fixture) baja
seperti bantalan baut untuk mencegah aktivitas galvanisasi, pita plastik, pipa
(sleeve) dan ring (washer)

c. Pagar dan
Pagar ini dicetak sebagai bagia dari ujung tembok sedada (parapet), bila ada
Pembatas
tambahan pagar metal bagian atas diperlukan atau mungkin untuk membentuk
Beton

PT. NUSVEY 3-52


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

pembatas pada suatu trotoar bagian dalam, dan dapat juga digunakan sebagai
median baik untuk jembatan maupun jalan raya .

12 Pekerjaan Sub Grade Persiapan tanah dasar berada pada lapis timbunan terakhir atau pada galian.
(Persiapan Tanah Dasar) Tanah dasar merupakan bagian pekerjaan yang disiapkan untuk lapis pondasi
(bisa pondasi bawah, sub base). Sub grade harus selebar badan jalan termasuk
bahu jalan.

Pekerjaan penyiapan tanah dasar (sub grade) dilaksanakan setelah pekerjaan


saluran gorong-gorong, pipa drainase yang berada dibawahnya selesai
dikerjakan. Bila tanah dasar berada didaerah galain, permukaan galain harus
dibentuk sesuai dengan penampangnya dan dipadatkan. Jika tanah dasar berada
di daerah timbunan, maka tanah dasar adalah lapis terakhir dari proses timbunan
dan harus dipotong sesuai dengan bentuk penampang jalan dan dipadatkan.

Permukaan tanah dasar harus dipadatkan hingga 100%, sedangkan untuk yang
berada pada timbunan dengan elevasi kurang dari 20 cm, pemadatannya sampai
95%.

Pekerjaan persiapan tanah dasar, tahapannya adalah sebagai berikut :

• Marking tiap 50 m di centerline rencana jalan dan harus di cek posisinya secara
periodik.

PT. NUSVEY 3-53


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Ditches, drains dan outlet untuk drainase disisi kiri dan kanan sepanjang
konstruksi subgrade harus dibuat dan dijaga untuk melindungi tanah dasar dari
kerusakan karena air permukaan/hujan.

• Pemotongan hingga permukaan sesuai elevasi dan bentuk penampang jalan.

• Pemadatan tanah dasar menggunakan Vibro Roller hingga mencapai


kepadatan sesuai spesifikasi.

13 Pekerjaan Sub Base Course Didalam konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement), lapisan sub base bisa
(Lapis Pondasi Bawah) hanya ada satu bisa ada dua lapis, untuk yang menggunakan dua lapis bisa
disebut dengan Lapis Agregat Base A dan Lapis Agregat Base B.

Langkah-langkah Pekerjaan Sub base antara lain adalah sebagai berikut :

• Pada permukaan subgrade yang telah siap, dipasang patok batas subbase,
berpedoman dari patok As.

• Material yang telah disiapkan untuk lapisan sub base, diangkut dengan Dump
Truck dan ditumpahkan sepanjang jalan.

• Satu tumpahan Dump Truck mewakili daerah seluas yang diperhitungkan. Bila
material untuk perkerasan bahu jalan tidak sama dengan material subbase,
maka material bahu jalan di drop lebih dahulu.

PT. NUSVEY 3-54


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Material subbase dihampar/diratakan dengan menggunakan Motor Grader


dengan cara menyetel ketinggian dan kemiringan bladenya sesuai yang
diperlukan dalam gambar design.

• Matetrial sub base yang telah diratakan dengan Motor Grader, diperiksa
ketinggiannya/kerataannya (bila ada yang kurang atau lebih dapat diselesaikan
dengan tenaga orang). Segera diikuti dengan pekerjaan pemadatan dengan
Vibro Roller.

• Pemadatan pertama, sekaligus dipakai sebagai percobaan pemadatan untuk


dapat memperoleh data, berapa lintasan yang diperlukan agar mencapai
tingkat kepadatan yang disyaratkan, dan berapa % faktor pemadatan yang
terjadi dari material lose (lepas) menjadi material padat. Data ini nantinya
dipergunakan sebagai pedoman dalam pekerjaan sub base seterusnya.

• Pada saat penghamparan dan pemadatan harus diperhatikan kadar air


optimumnya.

• Untuk mencapai keseragaman kepadatan, terutama pada batas-batas jalur


pemadatan, maka pemadatan satu jalur dengan jalur sebelahnya harus
dilakukan overlaping selebar kurang lebih 15 cm.

Material yang biasa digunakan untuk Sub Base adalah :

PT. NUSVEY 3-55


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

Cement Treated Base (CTB), bahan campuran yang terdiri dari aggregat halus
dan kasar, semen dan air. Kadar air yang digunakan sangat minim sehingga
menghasilkan beton dengan slump nol.

CTB ini walaupun wujudnya adalah beton, bukan merupakan perkerasan kaku
(rigid pavement), tetapi merupakan mengembangan dari soil cement, yang
biasanya digunakan untuk sub base atau base pada jalan flexible pavement.
Penggunaan CTB sebagai sub base atau base course, mempunyai kelebihan-
kelebihan dibandingkan dengan aggregat biasa, maupun struktur beton biasa.

Soil Cement, pada umumnya bahan yang banyak digunakan untuk lapisan
subbase atau base pada struktur jalan, adalah aggregate. Tetapi pada daerah
tertentu dimana aggregate sulit diperoleh atau terpaksa harus didatangkan dari
tempat lain yang jauh, sehingga perlu biaya yang sangat mahal, maka perlu dicari
bahan alternatif yang lain. Salah satu alternatif yang sering dipilih untuk digunakan
sebagai bahan lapisan subbase maupun base adalah “Soil Cement “.

14 Pekerjaan Base Course (Lapis Pekerjaan lapisan base ini dilaksanakan berdasarkan data yang diperoleh dari
Pondasi) percobaan penghamparan dan pemadatan. Dengan data yang diperoleh dalam
proses percobaan pemadatan yang telah ditetapkan sebagai pedoman, maka
proses penghamparan untuk lapisan base ini, dilaksanakan sama dengan proses
pemadatan pada percobaan.

PT. NUSVEY 3-56


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

Jenis perkerasan yang digunakan untuk lapis base ini biasanya berupa campuran
beraspal (Asphalt Treated Base, ATB). Jenis ini menggunakan sistem campuran
panas (hot mix). Untuk mendukung sistem pengerjaannya, harus disediakan alat
komunikasi antara tempat penghamparan hot mix dengan AMP (HT, radio dan
lain-lain), hal ini adalah untuk memastikan sistem kontrol pada suhu campuran,
jangan sampai terjadi proses menunggu, sehingga menyebabkan suhu campuran
akan turun dan suhu pemadatan dibawah yang disyaratkan dalam spesifikasi.
Penghamparan hot mix, tidak boleh dilakukan pada waktu hujan, karena akan
mengurangi mutu dari campuran beraspal yang dihasilkan.

15 Pekerjaan Surface Course Material surface dibuat dari aspal beton, hanya ukuran aggregatenya lebih halus
(Lapis Pemukaan) dan voidnya lebih kecil karena berfungsi sebagai lapisan kedap air juga. Lapis
permukaan ini bisa hanya terdiri dari satu lapis atau dua lapis. Untuk dua lapis,
lapis yang bawah biasa disebut dengan Binder Course (AC-BC) dan untuk lapis
yang paling atas biasa disebut dengan Wearing Course (AC-WC).

16 Pekerjaan Tes Sampling Test terhadap sampel hotmix hasil pekerjaan, dilakukan baik di AMP maupun
yang telah dipadatkan dilapangan. Di unit AMP setiap hari produksi, selalu diambil
sampelnya untuk ditest dilaboratorium.

Dilapangan, hotmix yang telah dipadatkan juga ditest dengan cara diambil
sampelnya menggunakan core drill, untuk setiap jarak 50 meter atau ditetapkan

PT. NUSVEY 3-57


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

dalam persyaratan. Sampel yang diambil, ditest kepadatannya dan juga lainnya
sesuai persyaratan. Biasanya sampel core drill juga diukur ketebalannya dari
lapisan yang diambil.

17 Pekerjaan Bahu Ditepi jalan (bahu jalan), biasanya juga dipadatkan dengan lapisan subbase.

• Pekerjaan bahu dimulai dengan pengembalian kondisi/lebar bahu sesuai


dengan gambar rencana, biasanya dilakukan clearing.

• Ditepi perkerasan, ditumpuk material untuk bahu jalan. Jarak tumpukan


dihitung seperti tumpukan material subbase.

• Tumpukan material untuk bahu jalan ditebar dan diratakan dengan Motor
Grader dengan cara menyerongkan bladenya/pisaunya. Kemudian diikuti
dengan pemadatan menggunakan Mini Vibro Roller.

18 Pekerjaan Marka Untuk pekerjaan yang kecil, marking (dengan cat) dapat dikerjakan tenaga orang
dengan cara menggunakan mal dari lembaran karet atau karton.

Untuk pekerjaan marking (marka) yang cukup banyak, biasanya digunakan alat
yang dipasang pada mobil. Untuk mengoperasilkan alat ini, perlu guide line yang
dikuti oleh mobil. Alat tersebut dapat disetel untuk membuat marka jalan yang
putus-putus maupun yang menerus,

PT. NUSVEY 3-58


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

Pelaksanaan dengan alat yang dipasang di mobil dapat diselesaikan dengan


kecepatan 10 km/jam. Marka jalan ini biasanya menggunakan cat khusus, yang
lebih tahan terhadap geseran. Sebelum pekerjaan marka dilaksanakan,
permukaan aspal harus dibuat bersih dan kering, dengan menggunakan
compressor.

PT. NUSVEY 3-59


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3.9.4.5. Monitoring Kemajuan Pekerjaan

Konsultan akan mengevaluasi rencana kerja (Schedule) Kontraktor untuk


disesuaikan terhadap factor - faktor yang mempengaruhinya seperti waktu yang
tersedia, kondisi cuaca, ketersediaan peralatan, tenaga kerja dan material.

Melakukan monitoring dan pengecekan perlu dilakukan secara terus menerus


sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan termasuk keterlambatan pencapaian target
fisik, serta usaha - usaha penanggulangan dan tindakan yang diperlukan dengan terlebih
dahulu berkonsultasi dengan Kepala SKPD BM.

Pada umumnya monitoring dilakukan berpedoman kepada Kurva – S yang dibuat


untuk mengetahui posisi kemajuan/progres pekerjaan dibandingkan dengan target
rencana yang telah disepakati sebagai tolak ukur “behind or ahead schedule”.

3.9.4.6. Program Pengendalian BMW (Biaya, Mutu & Waktu)

a. Pengendalian Biaya (BOQ)

Dengan sistem Kontraktor Utama maka harga konstruksi bersifat lump sump, tidak
terikat pada Daftar Volume (Bill of Quantity – BOQ) melainkan ‘yang tertera /
tercantum’ di dalam Dokumen Perencanaan (Gambar dan Spesifikasi). Adanya
selisih antara jumlah volume dan kedua dokumen di atas menjadi tanggung jawab
internal pelaksana pekerjaan untuk mengendalikan biaya tambahan yang
ditimbulkannya.

Kemungkinan perubahan harga konstruksi yang menjadi beban Pemberi Tugas


terjadi karena beberapa faktor antara lain :

• Eskalasi harga beberapa butir pekerjaan tertentu seperti pekerjaan beton yang
dikaitkan dengan fluktuasi harga besi dan semen
• Pekerjaan tertentu yang volumenya dinyatakan sebagai (profesional) oleh
pertimbangan khusus. Misal pekerjaan pondasi yang sangat tergantung kondisi
tanah, sebenarnya bukan berdasarkan hasil tes random semata
• Peningkatan biaya Overhead Pelaksana Pekerjaan (di dalam Bill dari Bill of
Quantity) untuk menutupi perpanjangan waktu pelaksanaan yang disebabkan
pekerjaan tambah kurang

PT. NUSVEY 3-60


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

• Beberapa faktor lain yang tentunya terdapat dalam dokumen kontrak / rencana
kerja dan syarat - syarat (RKS) seperti masalah ‘force major’ yang tak terduga /
darurat.
Pengendalian tambahan biaya oleh faktor pada butir 1) (eskalasi harga) biasanya
cukup mengacu pada aturan pemerintah yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan
tentang eskalasi harga bagi proyek - proyek pemerintah. Pengendalian tambahan
biaya oleh faktor yang dilakukan melalui proses ‘negosiasi’ antara Pemberi Tugas
dan Pelaksana Pekerjaan yang bersangkutan dengan mengacu Rencana Kerja dan
Syarat - Syarat (RKS) dalam dokumen kontrak.

b. Pengendalian Mutu

Program jaminan dan tindakan pengendalian kualitas meliputi hal - hal :

• Pengendalian Dokumen yang berhubungan dengan :

a) Pendistribusian dokumen dengan cepat dan tepat kepada pihak yang


berkepentingan termasuk pengendalian mengenai berbagai macam dokumen
baik asli maupun revisinya sehingga penggunaan dokumen yang salah dapat
dicegah
b) Pengidentifikasian seluruh status dokumen termasuk status revisi, distribusi
dan kondisi dokumen yang salah
c) Penyimpanan (filling system) seluruh dokumen pengendalian kualitas seperti
dokumen perencanaan, testing, manufacturing instalasi, konstruksi, prosedur,
manual, gambar dan dokumen petunjuk jaminan kualitas.
• Pengendalian Perencanaan Proses pengendalian perencanaan berupa :

a) Evaluasi, analisis, rekomendasi, instruksi dan pengarahan yang menjamin


bahwa seluruh aktivitas pembangunan terencana dengan baik dan sistematis
b) Penjabaran yang tepat dari persyaratan - persyaratan, standard codes dan
sebagainya di dalam gambar, spesifikasi teknis, prosedur dan manual
c) Persyaratan dan jaminan bahwa seluruh proses perubahan perencanaan
mengikuti seluruh tahapan prosedur review dan persyaratan lain yang sama
seperti proses perencanaan awalnya
d) Sistem dan pengendalian bahwa hanya dokumen yang absah (valid) yang
digunakan.
• Pengendalian Pengadaan Bahan dan Peralatan terutama ditinjau dari segi waktu
pengadaan dan pemasangan terhadap seluruh jadwal pelaksanaan.

PT. NUSVEY 3-61


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Permasalahan Pengendalian Kualitas :

a) Gambar - gambar, spesifikasi teknis dan persyaratan perencanaan yang


berlaku
b) Peraturan standard dan ‘codes’ yang berlaku sesuai program jaminan kualitas
QA Program yang harus dipenuhi oleh pemasok
c) Data / catatan QA yang perlu dibuat dan dikendalikan oleh pemasok
d) Persyaratan khusus, persyaratan test dan inspeksi termasuk kriteria
penerimaan barang sesuai spesifikasi teknis
e) Persyaratan identifikasi barang dan peralatan
f) Persyaratan pengangkut, pengemasan dan pengiriman barang.

Pengendalian Pengujian dan Pengawasan (Inspeksi)

a) Program dan prosedur test dan inspeksi tersedia dan disusun dengan baik
b) Adanya personil untuk tugas tersebut yang berkualitas dan berpengalaman
cukup
c) Identifikasi dari seluruh aktivitas dan karakteristik yang akan diinspeksi
d) Penyusunan standar penerimaan dan kriteria penolakan sesuai spesifikasi
teknis
e) Uraian rinci mengenai metode inspeksi atau test yang harus dilaksanakan
f) Persyaratan kondisi peralatan ukur dan persyaratan lingkungan yang khusus
(kalibrasi alat, macam - macam kondisi, kondisi temperatur / tekanan udara
dan sebagainya)
g) Pelaksanaan tindak lanjut atas keputusan mengenai modifikasi, perbaikan
dan penggantian item barang / komponen sesuai hasil inspeksi dan pengujian.

Dengan selesainya proses pelelangan lengkap dengan penunjukan kontraktor


utama, maka secara kontraktual standar mutu dimaksud dalam dokumen
perencanaan (Gambar dan Spesifikasi) menjadi ‘valid’ terhadap batas waktu dan
harga konstruksi yang ditawarkan kontraktor utama. Dengan demikian program
pengendalian mutu dimaksudkan untuk mengamankan dokumen perencanaan
dalam penerapannya di lapangan. Namun tidak dapat dihindari dengan sistem
kontrak pemborongan yang lump sump dimana unsur spekulasi antara mutu dan
harga cukup besar menempatkan program pengendalian mutu kembali seperti
kondisi semula yang perlu didekati secara komprehensif dengan

PT. NUSVEY 3-62


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

mempertimbangkan faktor waktu dan biaya. Dari sini terlihat benturan kepentingan
antara Konsultan Supervisi Konstruksi, Kontraktor dan sub - subnya.

Misal suatu hasil pengecoran beton yang terbukti keropos (honey comb) tidak
selalu harus langsung dibongkar dan dibangun kembali melainkan dicoba alternatif
lain yang tidak meminta tambahan waktu misalnya dengan injeksi (grouting) bahan
plasticizer tetapi hasilnya harus diuji kembali.

Telah lazim dimaklumi bahwa kualitas mutu pekerjaan di lapangan tidak


tergantung kemampuan teknis kontraktor semata melainkan juga pada kondisi
perencanaan misalnya suatu detail perencanaan yang rumit yang berada di luar
standard kemampuan teknis kontraktor. Hal serupa terjadi pada pemilihan bahan
lokal sebagai satu - satunya pilihan yang biasanya tidak memuaskan. Perubahan
perencanaan juga merupakan faktor lain yang mempengaruhi mutu pekerjaan di
lapangan karena mengakibatkan pekerjaan bongkar pasang selain juga
menurunnya mental para pekerja untuk menghasilkan sesuatu yang baik. Idealnya
program pengendalian mutu direncanakan secara terpadu, mulai saat
perencanaan, pelelangan, pelaksanaan bahkan sampai masa perawatan, suatu
sistem yang lebih dikenal sebagai Quality Assurance memberi kesempatan
adanya umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan proses sebelumnya.

c. Pengendalian Waktu

Berdasarkan waktu yang ditentukan Pemberi Tugas untuk pelaksanaan pekerjaan


maka dibuatkan ‘Master Construction Schedule’ mencakup keseluruhan pekerjaan
yang ditawarkan dalam satu paket Kontraktor Utama. Master Construction Schedule
dibuat dalam bentuk ‘barchart’ kecuali untuk kepentingan praktis seperti pembuatan
jadwal penempatan personil dan lain - lain. Konsultan sengaja tidak membuat CPM
(Capital Path Method) selain tidak disyaratkan juga terlalu riskan bila hal ini tidak
match dengan jadwal kontraktor karena bagaimanapun baiknya sebuah Network
Planning harus diuji oleh kontraktor sebagai pelaku konstruksi yang dominan.
Berdasarkan ‘Master Construction Schedule’ yang dapat berupa jadwal rinci setiap :

a) Bangunan atau fasilitas fisik,


b) Disiplin / paket pekerjaan,
c) Kegiatan tertentu (misal proses pelelangan)
Untuk keperluan monitoring dan pengendalian proyek secara total dapat pula
diuraikan lebih lanjut dalam bentuk :

PT. NUSVEY 3-63


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

1) Daftar aktivitas kritis,


2) Jadwal aktivitas per periode tertentu (bulanan, mingguan dan sebagainya).

Konsultan menggunakan Microsoft Project dan hardware yang diperlukan untuk


pengendalian waktu. Dalam hal terjadi perubahan baik perlambatan atau percepatan,
dilakukan beberapa penyesuaian (updating) dari program - program antara lain
penyesuaian jalur kritis dengan jalur lainnya yang tidak kritis sehingga record
keseluruhan akhir waktu aktivitas tetap sama seperti rencana semula. Secara ringkas
tindakan yang diambil bila terjadi kelambatan penyelesaian suatu pekerjaan adalah :

a) Meneliti sebab kelambatan,


b) Meningkatkan tenaga kerja (baik keahlian maupun jam kerjanya),
c) Proses kebutuhan harus dipercepat,
d) Merevisi jadwal pelaksanaan,
e) Mempertimbangkan / mencoba usulan yang lebih baik yang disepakati bersama.
f) Pembahasan bersama dengan penyelenggara proyek dilakukan melalui Rapat
Lapangan maupun Rapat Kordinasi.

3.9.4.7. Rapat Lapangan dan Rapat Koordinasi

Rapat Lapangan adalah membahas mengenai persoalan - persoalan yang timbul


sehubungan dengan pekerjaan misalnya seperti jadwal testing, inspeksi / survey
lapangan dan lain sebagainya. Demikian pula apabila timbul masalah dengan hasil test
yang tidak memenuhi syarat, maka perlu didiskusikan tentang bagaimana mengatasinya
atau perbaikan apa yang perlu dilakukan.

Selama jangka waktu pelaksanaan pekerjaan secara berkala seminggu sekali


diadakan Rapat Lapangan kecuali ditentukan lain. Rapat Lapangan dihadiri oleh:

a) Pemberi Tugas,
b) Konsultan Supervisi,
c) Konsultan Menejemen Konstruksi,
d) Pelaksana Pekerjaan,
e) Pihak Lain yang ada sangkut pautnya dengan pelaksanaan pekerjaan.
Keputusan dalam rapat lapangan dituangkan / dicatat dalam berita acara / risalah rapat
lapangan yang disusun oleh Konsultan Menejemen Konstruksi. Keputusan ini sifatnya
mengikat dan dalam waktu 2 (dua) hari setelah rapat lapangan dimaksud harus sudah
disampaikan kepada semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan pekerjaan yaitu,

PT. NUSVEY 3-64


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

a) Pemberi Tugas,
b) Konsultan Perencana / Pengawas,
c) Pelaksana Pekerjaan,
d) Pihak Lain yang ada sangkut pautnya dengan pelaksanaan pekerjaan.

Dalam rapat lapangan berikutnya selalu dipantau sampai sejauh mana


keputusan tersebut di atas telah dilaksanakan. Biaya rapat sepenuhnya ditanggung oleh
pelaksana.

Rapat Koordinasi adalah untuk membahas masalah yang timbul berkaitan


dengan rencana kerja dalam pelaksanaan, sasaran proyek dan program kerja. Ditinjau
dari obyek permasalahan, rapat koordinasi dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis rapat
yaitu :

a) Rapat Menejemen
b) Rapat Teknis.

Setiap rapat koordinasi Konsultan Menejemen Konstruksi membuat risalah rapat


sebagai pegangan kerja bagi semua pihak yang terlibat. Yang ikut dalam rapat
koordinasi adalah :

a) Pemberi Tugas.
b) Konsultan Pengawas.
c) Pelaksana (Kontraktor).
d) Supplier / pihak terkait yang dapat memberikan penyelesaian yang dibutuhkan.

3.9.4.8. Administrasi

Seperti halnya pekerjaan pengawasan, pekerjaan administrasi harus


diselenggarakan dengan tertib, karena prosedur administrasi ini sangat penting artinya
didalam mendapatkan catatan - catatan secara tertulis mengenai pekerjaan yang
sedang dilaksanakan. Dalam kaitan ini, Team Supervisi berkewajiban untuk membuat
Seluruh prosedur pekerjaan fisik mengikuti dan mempunyai catatan - catatan baik pada
saat pengajuan pekerjaan oleh Kontraktor (Request of Work), catatan - catatan hasil
pengawasan baik secara visual di lapangan maupun hasil test laboratorium, termasuk
juga perhitungan quantitas hasil pekerjaan sebagai bahan pembayaran, dimana catatan
- catatan ini harus disimpan dan di–file-kan dengan tertib. Surat - menyurat dengan
Kontraktor ataupun dengan Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan
Nasional Provinsi Jawa Timur baik yang menyangkut administrasi biasa maupun

PT. NUSVEY 3-65


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

administrasi teknis akan diselenggarakan dengan baik dan tertib sesuai dengan
ketentuan didalam dokumen kontrak.

a. Perintah Perubahan (Change Orders)

Menyiapkan rekomendasi sehubungan dengan adanya perubahan desain sampai


dengan penerbitan Addenda akibat dari perubahan tersebut.

Pembuatan Contract Change Order (Perintah Perubahan Kontrak) akan disiapkan


dan dibuat sesuai dengan persyaratan dalam spesifikasi yang dilengkapi dengan
alasan - alasan dan argumentasi dilakukan perubahan, perhitungan - perhitungan,
sket / gambar -gambar, dan usulan mengenai perpanjangan waktu (apabila
diperlukan) yang berkaitan dengan perubahan tersebut. Seluruh dokumen kontrak,
gambar - gambar hasil survei, gambar desain / redesain serta gambar - gambar kerja
dan gambar terlaksana, catatan - catatan hasil pekerjaan pengawasan, test
laboratorium, akan disimpan secara rapi di kantor Team Supervisi dan dapat dilihat /
diperlukan setiap saat. Setiap klaim yang diajukan oleh Kontraktor, seperti
permintaan perpanjangan waktu pelaksanaan, permintaan pembayaran atas hasil
pekerjaan akan selalu dipelajari dan dicek terhadap hasil monitoring pekerjaan, serta
didiskusikan terlebih dahulu sebelum diambil keputusan. Saran - saran teknis,
rekomendasi, serta alternative - alternatif terhadap pemecahan setiap masalah yang
timbul, akan selalu diberikan oleh team Supervisi kepada Kepala Satuan Kerja
Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur baik secara lisan
maupun tertulis.

b. Sertifikat Pembayaran Bulanan (Monthly Certificates)

Pemeriksaan dilakukan terhadap setiap tagihan pembayaran oleh Kontraktor melalui


sertifikat pembayaran bulanan (Monthly Certificates) kemudian menanda -
tanganinya. Pengajuan Pembayaran Bulanan (Monthly Certificate) oleh Kontraktor
akan dicocokkan dan dipelajari dengan melihat catatan - catatan harian Inspector
lapangan dan hasil pengukuran dan perhitungan bersama (joint measurement).

PT. NUSVEY 3-66


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

BAGAN ALIR
PENGAJUAN PEMBAYARAN OLEH
KONTRAKTOR

Gambar 3.1. Bagan Alir Pengajuan Pembayaran oleh Kontraktor

PT. NUSVEY 3-67


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3.9.4.9 . Pengukuran Kuantitas & Pembayaran

Pengukuran kuantitas dilakukan sesuai spesifikasi terhadap setiap pekerjaan yang telah
selesai dikerjakan dengan telah memenuhi standar kualitas yang ditentukan untuk
diberikan pembayaran.

Kontraktor harus menyiapkan tambahan informasi yang diperlukan antara lain titik-titik
referensi untuk membantu “staking out” berupa bench mark dan sebagainya. Penentuan
titik-titik tersebut akan diawasi dan dicek dengan teliti.

Dalam hal pembayaran yang diberikan secara berangsur, maka survey terhadap
pekerjaan yang telah diselesaikan akan dilakukan oleh Kontraktor dibawah pengawasan
tim supervisi.

3.9.4.10. Pengelolaan Aspek Lingkungan

Dalam Peraturan Menteri PU No. 69/PRT/1995 tentang Pedoman Teknis AMDAL


Proyek Bidang PU, diperlukan pertimbangan lingkungan dalam setiap tahap siklus
proyek.

Kegiatan ini akan meliputi penjabaran Rencana Pengelolaan dan Pemantauan


Lingkungan kedalam pelaksanaan pekerjaan dan secara terus menerus dilakukan
monitoring dan evaluasi pengaruh pelaksanaan konstruksi terhadap kondisi lingkungan
didalam lokasi dan sekitar proyek.

Di dalam pekerjaan campuran beraspal harus memperhatikan dan menjaga


kelestarian lingkungan di sekitar lokasi kerja. Persyaratan mengenai dampak lingkungan
diuraikan dalam Standar tersendiri. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara
lain adalah sebagai berikut :

a) Pada saat menetapkan lokasi pendirian unit produksi campuran beraspal (AMP) dan
unit produksi batu (stone crusher) harus telah melaksanakan studi kelayakan
AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan), UKL (Upaya Kelola Lingkungan),
dan UPL (Upaya Penataan Lingkungan), dan telah disetujui oleh instansi yang
berwenang.

b) Selama proses produksi polusi udara dan kebisingan yang terjadi harus berada di
bawah ambang batas yang disyaratkan. Polusi udara dapat di cegah dengan
mengoperasikan pengumpul debu (dust collector) sesuai persyaratan. Limbah dari

PT. NUSVEY 3-68


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

pengumpul debu jenis basah (wet scrubber dust collector) harus ditampung dalam
kolam penampungan.

c) Limbah - limbah lain yang berbahaya harus ditempatkan pada lokasi yang aman
sedemikian rupa sehingga tidak mencemari lingkungan.

d) Pada saat pekerjaan selesai dan lokasi kerja akan ditutup, maka daerah bekas
lokasi kerja tersebut harus dikembalikan ke fungsinya semula, seperti misalnya
kembali menjadi daerah tegalan.

e) Persyaratan - persyaratan yang harus dipenuhi tercantum dalam Keputusan Menteri


(KEPMEN) tentang tata cara dan persyaratan teknis penyimpanan dan
pengumpulan limbah bahan berbahaya dan beracun, KEPMEN tentang indeks
standar pencemaran udara, dan KEPMEN tentang tingkat kebisingan.

3.9.4.11. Penyerahan Pekerjaan Konstruksi (Provisional Hand Over, PHO)

Pada akhir dari pekerjaan konstruksi, maka kontraktor akan mengajukan


permintaan PHO (Provisional Hand Over) kepada Kepala Satuan Kerja Perencanaan
dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur. Keterlibatan Team Supervisi
dalam hal ini adalah membantu memberikan penjelasan-penjelasan teknis mengenai
pekerjaan, saran - saran teknis, informasi mengenai test laboratorium, kuantitas
pekerjaan, gambar - gambar desain / revisi desain, dan lain - lain. Disamping itu, Team
Supervisi juga akan membuat usulan pekerjaan-pekerjaan yang perlu diperbaiki oleh
Kontraktor dalam bentuk daftar kerusakan yang masih menjadi tanggung jawab
Kontraktor selama periode pemeliharaan atau biasa disebut "Defect and Defeciancies"
dan penyerahan berkas - berkas teknis dan administrasi kepada Kepala Satuan Kerja
Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur.

Adapun dokumen - dokumen yang harus ada pada saat serah terima pekerjaan
sementara antara lain adalah seperti tertera pada Tabel pada halaman berikut.

Tabel 3.2 : Kelengkapan Dokumen Administrasi yang Harus Ada pada Saat PHO

NO. URAIAN
DASAR HUKUM PEMERIKSAAN
1. Berita Acara Serah Terima Sementara (PHO)
I
2. Surat Perjanjian Pemborongan dan Lampiran
3. Contract of Change (CCO) jika ada

PT. NUSVEY 3-69


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

NO. URAIAN
4. Addendum jika ada

5. Surat Penugasan Direksi Pihak Konsultan kepada Site Engineer dalam hal PHO

6. Pengajuan Serah Terima Sementara (PHO), dari :


- Kontraktor
- Konsultan
- Dari proyek ke Panitia
7. SK Pembentukan Panitia PHO / FHO
DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN FISIK
1. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)
2. Berita Acara Serah Terima Lahan
II 3. Gambar Konstruksi
- Gambar Rencana / Design Drawing
- Gambar Kerja / Shop Drawing
- Gambar Terlaksana / As Built Drawing
KELENGKAPAN ADMINISTRASI KERJA
1. Contactor’s All Risk
2. Jaminan Pelaksanaan Awal
3. Jaminan Pelaksanaan Addendum

4. Jamsostek
III
5. Jaminan Uang Muka
6. Sertifikat :
- MC
- Laporan Quantity Control
- Laporan Quality Control
DOKUMEN PELENGKAP
1. Struktur Organisasi Kontraktor Masa Pelaksanaan
2. Laporan Harian dan Mingguan
3. Laporan Mingguan, Bulanan, dan Triwulan
IV
4. Laporan Teknis
5. Laporan Pengujian Mutu
6. Jadwal Rencana Kerja (S-Curve)
7. Foto Dokumentasi (0%, 50%, 100%)

PT. NUSVEY 3-70


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3.9.4.12. Penyusunan Program Pemeliharaan

Program pemeliharaan perlu disusun untuk dijadikan pedoman bagi Pemberi


Tugas dalam melakukan pemeliharaan fisik agar proyek ini dapat dimanfaatkan sesuai
umur rencananya. Konsultan akan menyusun program pemeliharaan ini dengan
dilengkapi data teknis yang diperlukan termasuk hal - hal yang perlu dilakukan
Kontraktor selama masa pemeliharaan (warranty period).

PT. NUSVEY 3-71


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4

BAB 4
PENUGASAN PERSONIL

4.1. Penugasan dan Tanggung Jawab Personil

4.1.1. Tugas dan Tanggung Jawab Personil

Pada pekerjaan ini personil yang dibutuhkan adalah seperti tertera dalam tabel berikut
ini :

Tenaga Ahli Yang Dibutuhkan dalam Pelaksanaan Pekerjaan

Kualifikasi
Jumlah Orang
No Posisi
Tenaga Bulan
Pendidikan Keahlian Pengalaman

Tenaga Ahli

Ahli Madya
Supervision S1 - Teknik Pengawasan
1 5 Thn 1 11
Engineer / SE Sipil Jalan dan
Jembatan

Asisten Tenaga Ahli

STM / D3 /
1 Inspector - 3 Thn 2 12,47
S1

Teknisi STM / D3 /
2 - 3 Thn 1 3
Laboratorium S1

Staff Pendukung

SMA / D3 /
1 Sekretaris - - 1 8
S1

Operator SMA / D3 /
2 - - 1 8
Komputer S1

SMA / D3 /
3 Office Boy - - 1 8
S1

Adapun tugas dan tanggung jawabnya untuk masing-masing posisi adalah sebagai
berikut :

PT. NUSVEY 4-1


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
4.2. Tenaga Ahli
4.2.1. Supervision Engineer / Site Engineer

Supervision Engineer / Site Engineer adalah pimpinan fied team konsultan


atau direksi Teknis yang bertanggung jawab langsung kepada PPK PRESERVASI
REHABILITASI JALAN DAN JEMBATAN BTS KAB.PACITAN – JARAKAN –
PONOROGO – DENGOK – BTS KAB.PONOROGO dan Satuan Kerja Pelaksanaan
Jalan Nasional Wilayah II dimana timnya ditugaskan untuk melaksanakan jasa.

Supervision Engineer / Site Engineer sekurang-kurangnya seorang Sarjana


Teknik Sipil (S1) dari suatu perguruan tinggi negeri,perguruan tinggi negeri atau
swasta yang telah disamakan atau perguruan tinggi internasional yang diakui, untuk
perguruan tinggi swasta yang belum disamakan, harus telah lulus ujian negara.

Supervision Engineer / Site Engineer harus memiliki pengalaman selama 5


(lima) tahun dalam bidang pengawasan pelaksanaan pekerjaan jalan dan jembatan
dan mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA) sebagai Ahli Teknik Jalan dan Jembatan –
Madya.

Supervision Engineer / Site Engineer berkedudukan dilokasi kegiatan


bersangkutan, atau disalah satu lokasi kegiatan bila ia bertugas pada lebih dari satu
paket kegiatan.

Tugas-tugas Supervision Engineer / Site Engineer akan meliputi, namun tidak


terbatas pada hal-hal yang tersebut dibawah ini:

1. Mengawasi dan meneliti ketepatan dari semua pengukuran/rekayasa


lapangan yang dilakukan Penyedia Jasa Konstruksi sehingga memudahkan
PPK PRESERVASI REHABILITASI JALAN DAN JEMBATAN BTS
KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO – DENGOK – BTS
KAB.PONOROGO dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II
dalam mengambil keputusankeputusan yang diperlukan, termasuk untuk
pekerjaan pengembalian kondisi dan pekerjaan minor mendahului pekerjaan
utama serta rekayasa terperinci lainnya.

2. Melakukan pengawasan secara teratur dan memeriksa pekerjaan pada


semua lokasi di lapangan dimana pekerjaan konstruksi sedang dilaksanakan
serta memberi penjelasan tertulis kepada Penyedia Jasa Konstruksi
mengenai apa yang sebenarnya dituntut dalam pekerjaan tersebut, bila dalam
kontrak hanya dinyatakan secara umum.

PT. NUSVEY 4-2


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
3. Mengupayakan bahwa kontraktor memahami dokumen Kontrak secara benar,
melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi serta gambar-gambar
dan penyedia jasa konstruksi yang tepat / cocok dengan keadaan lapangan
untuk berbagai macam kegiatan pekerjaan.

4. Membuat rekomendasi kepada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional


Wilayah II untuk menerima atau menolak pekerjaan dan material.

5. Memeriksa gambar kerja (shop drawing) dan surat permintaan pekerjaan


(request) yang disertai analisa / perhitungan-perhitungan konstruksi dan
kuantitasnya yang diajukan oleh penyedia jasa konstruksi sebelum
mendapatkan persetujuan dari PPK PRESERVASI REHABILITASI JALAN
DAN JEMBATAN BTS KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO –
DENGOK – BTS KAB.PONOROGO dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan
Nasional Wilayah II.

6. Memeriksa laporan kemajuan pekerjaan setiap hari yang dicapai penyedia


jasa konstruksi pada lembar kemajuan pekerjaan (Progress Schedule)

7. Memonitor secara seksama kemajuan dari semua pekerjaan dan


melaporkannya segera / tepat waktu bila kemajuan pekerjaan terlambat
sebagaimana tercantum pada Buku Spesifikasi Umum dan hal itu benar-benar
berpengaruh terhadap jadwal penyeleseian yang direncanakan. Dalam hal
demikian, maka Supervision Engineer / Site Engineer juga membuat
rekomendasi secara tertulis bagaimana caranya untuk mengejar
keterlambatan tersebut.

8. Memeriksa dengan teliti semua kuantitas hasil pengukuran setiap pekerjaan


yang telah selesai yang disampaikan oleh Quantity Engineer / Chief Inspector.

9. Memeriksa denga teliti semua kualitas hasil pekerjaan yang disampaikan oleh
Quality Engineer.

10. Memeriksa dengan teliti laporan mengenai K3K terhadap pekerjaan pada saat
bekerja yang disampaikan oleh K3K Engineer.

11. Memeriksa bahwa sebelum penyedia jasa konstruksi diijinkan untuk


melaksanakan pekerjaan berikutnya, maka pekerjaan-pekerjaan sebelumnya
yang akan tertutup atau menjadi tidak tampak harus sudah diperiksa / diuji
dan memenuhi persyaratan dalam Dokumen Kontrak.

PT. NUSVEY 4-3


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
12. Memeberi rekomendasi kepada PPK PRESERVASI REHABILITASI JALAN
DAN JEMBATAN BTS KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO –
DENGOK – BTS KAB.PONOROGO dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan
Nasional Wilayah II menyangkut mutu dan jumlah pekerjaan yang telah
diselesaikan dan memeriksa kebenaran dari setiap sertifikat pembayaran
bulanan penyedia jasa konstruksi.

13. Membuat rekomendasi teknis yang membuat perhitungan dan gambar-


gambar yang diperlukan untuk bahan PPK PRESERVASI REHABILITASI
JALAN DAN JEMBATAN BTS KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO –
DENGOK – BTS KAB.PONOROGO dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan
Nasional Wilayah II pada setiap akan memerintahkan perubahan pekerjaan.

14. Memeriksa Gambar Sebenarnya Terbagun / Terpasang (As Built Drawing)


yang telah dibuat oleh penyedia jasa konstruksi.

15. Menyusun / memelihara arsip korespondensi kegiatan, laporan harian,


laporan mingguan, bahan kemajuan pekerjaan, pengukuran, gambar-gambar
dan lainnya.

16. Membuat laporan-laporan seperti tersebut pada bagian 12 Kerangka Acuan


Kerja ini, mengenai kamjuan fisik dan keuangan kegiatan yang ada dibawah
wewengnya dan menyerahkan kepada PPK Perencanaan dan Pengawasan
Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur, Satuan Kerja Perencanaan dan
Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur, serta instansi lain yang
terkait tepat pada waktunya.

17. Dalam pelaksanaannya Supervision Engineer / Site Engineer bertanggung


jawab kepada PPK PRESERVASI REHABILITASI JALAN DAN JEMBATAN
BTS KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO – DENGOK – BTS
KAB.PONOROGO dan PPK Supervisi Jalan dan Jembatan Wilayah Jawa
Timur, Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi
Jawa Timur.

4.2.2. Inspector

Tenaga Teknisi Inspector seorang Sarjana (S1) / Sarjana Muda D.III T. Sipil
minimal 0 (nol) tahun atau SMK / STM T. Sipil minimal 3 (tiga) tahun, sejak lulus.

PT. NUSVEY 4-4


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
Tugas dan Kewajiban Inspector adalah mencakup tetapi tidak terbatas hal-hal
sebagai berikut:

1. Bertanggung jawab kepada Quantity Engineer / Chief Inspector untuk


mengawasi kuantitas dari konstruksi dan memastikan berdasarkan basis harian
bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan dokumen kontrak, spesifikasi,
gambar-gambar kerja yang disahkan oleh Supervision Engineer / Site Engineer
2. Membuat catatan harian tentang aktivitas penyedia jasa konstruksi dan engineer
dengan format laporan standard memberitahukan penyedia jasa konstruksi
secara tertulis terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukannya.
3. Menggambar kemajuan harian yang dicapai penyedia jasa konstruksi pada grafik
(chart) yang telah disetujui
4. Memonitor dan melaporkan setiap kejadian (kecelakaan, kebakaran dan lain-
lain) serta ketidaksesuaian di lapangan kepada Bridge Engineer / Quantity
Engineer
5. Membantu Bridge Engineer / Quantity Engineer dalam membuat laporan dan
serah terima sementara serta pemeriksaan kuantitas di lapangan.

4.2.3. Laboratorium Technician

Tenaga Laboratorium Technician seorang Sarjana (S1) / Sarjana Muda D.III T.


Sipil minimal 0 (nol) tahun atau SMK / STM T. Sipil minimal 3 (tiga) tahun, sejak lulus.

Tugas dan kewajiban Laboratorium Technician adalah mencakup tetapi tidak


terbatas hal-hal sebagai berikut:

1. Mengetahui petunjuk teknis dan instruksi dari Quality Engineer


2. Malakukan pengawasan dan pemantauan atas pengaturan personil dan
peralatan laboratorium penyedia jasa konstruksi, agar pelaksanaan pekerjaan
selalu didukung tersedianya tenaga dan peralatan dan pengendalian mutu
dangan persyaratan dalam dokumen kontrak.
3. Melakukan pengawasan setiap hari semua kegiatan pemeriksaan mutu bahan
dan pekerjaan dilaboratorium, serta memberikan laporan kepada Quality
Engineer setiap permasalahan yang timbul sehubungan dengan pengendalian
mutu bahan dan pekerjaan.

PT. NUSVEY 4-5


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
4. Melakukan semua tes terhadap semua material yang dipasok untuk struktur
bangunan jembatan sehubungan dengan pengedalian mutu untuk bahan
bagunan jembatan.
5. Melakukan semua tes termasuk semua usulan komposisi campuran (job mix
formula), baik untuk pekerjaan aspal, soil cement, dan beton.
6. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan “Coring” perkerasan jalan yang
dilakukan oleh penyedia jasa konstruksi, sehingga baik jumlah serta lokasi
“Coring” dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan.
7. Menyerahkan kepada Quality Engineer himpunan dalam bulanan pengendalian
mutu paling lambat tangggal 10 bulan berikutnya.
8. Memberi petunjuk kepada staf penyedia jasa konstruksi, agar semua teknisi
laboratorium dan staff pengendali mutu mengenai dan memahami semua
prosedur dan tata cara pelaksanaan test sesuai dengan yang tercantum dalam
spesifikasi.

4.3. Tenaga Pendukung

Selain itu diperlukan tenaga-tenaga pendukung untuk membantu kelancaran


kegiatan yang terdiri dari: 1 (satu) orang Sekretaris, 1 (satu) orang Operator Komputer
dan 1 (satu) orang Office Boy.

Tenaga Pendukung pada posisi Sekretaris, Administrasi, Cad Operator,


Operatos Komputer, untuk membantu operasional kegiatan Team Leader dan engineer
di lapangan / lokasi pekerjaan dengan pendidikan minimal SMA / D3 / S1 yang sesuai
dengan tugasnya dan untuk posisi Office Boy dan Penjaga Kantor dengan minimal
pendidikan SMP / SD.

4.4. Nama Personil

Adapun untuk pekerjaan ini Konsultan memasukkan nama-nama untuk diusulkan


sebagai tenaga ahli sebagai berikut :

Proffesional Staf

No Posisi Nama

1 Supervision Engineer / SE Ir. Nadar SJ. Albaar

PT. NUSVEY 4-6


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
4.5. Jadwal Penugasan Personil

Penugasan personil untuk Pekerjaan ini berpedoman pada Kerangka Acuan Kerja
(K.A.K.) dengan jumlah personil yang telah ditetapkan. Rincian mengenai waktu
penugasan personil konsultan dapat dilihat pada Bar Chart berikut :

PT. NUSVEY 4-7


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
Jadwal Penugasan Personil

Paket Pekerjaan : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab. Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab.
Ponorogo
PT. NUSVEY
Waktu Pelaksanaan JUMLAH
NO POSISI NAMA PERSONIL BULAN I BULAN II BULAN III BULAN IV BULAN V BULAN VI BULAN VII BULAN VIII BULAN IX BULAN X BULAN XI ORANG KET
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 BULAN
I PROF STAFF

1 Ketua Tim (Site Engineer) Ir. Nadar SJ. Albaar 11,00

SUB TOTAL I 11,00

II SUB PROF STAFF

1 Inspector - 1 To Be Name 6,47

2 Inspector - 2 To Be Name 6,00

3 Lab. Technician - 1 To Be Name 3,00

SUB TOTAL II 15,47

1 Sekretaris To Be Name 8,00

2 Operator Komputer To Be Name 8,00

3 Office Boy To Be Name 8,00


SUB TOTAL III 24,00

TOTAL PERSONIL 50,47

PT. NUSVEY 4-8


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
RENCANA KERJA
BAB 5

BAB 5
RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN

5.1. Umum

Program kerja atau rencana kerja disusun berdasarkan ruang lingkup pekerjaan
serta batasan waktu penyelesaian untuk setiap tahap pekerjaan yang ditentukan dalam
Dokumen Lelang dan Adendumnya. Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini
diperkirakan 11 bulan kalender tahun anggaran 2018 untuk Teknis Pelaksanaan
konsultan akan menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan untuk setiap pekerjaan baik
rencana maupun Pelaksanaannya dalam Paket ini.

5.2. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Sebagai tindak lanjut dari Metodologi yang telah dikembangkan dalam bab
sebelumnya, maka Konsultan menganggap perlu untuk membuat suatu Jadwal
Pelaksanaan Pekerjaan yang disusun sesuai dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan
dengan memperhatikan faktor-faktor sumber daya manusia dan batasan waktu yang
tersedia, serta sajian maksimal yang diharapkan semua aktivitas-aktivitas selama
pelaksanaan pekerjaan dapat terkontrol dengan baik sehingga pelaksanaan dapat
dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu. Seperti yang ada pada Tabel 5.1

PT. NUSVEY 5-1


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
RENCANA KERJA
BAB 5
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Paket Pekerjaan : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab. Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab.
Ponorogo
PT. NUSVEY
Bulan Ke -
NO URAIAN KEGIATAN BULAN 1 BULAN 2 BULAN 3 BULAN 4 BULAN 5 BULAN 6 BULAN 7 BULAN 8 BULAN 9 BULAN 10 BULAN 11 Keterangan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44
I PEKERJAAN PENGAWASAN
1 PERSIAPAN
Mobilisasi
Rapat Pra-Konstruksi
Review Design
2 PELAKSANAAN KEGIATAN
Pengendalian Pelaksanaan Lapangan
Pengendalian Mutu
Monitoring Kemajuan Pekerjaan
Rapat Lapangan & Rapat Koordinasi
Pengukuran Kuantitas dan Pembayaran
Perintah Perubahan (CCO & Addendum)
Sertifikasi Pembayaran Bulanan (MC)
Pengaturan Lalu-lintas
Pengelolaan Aspek Lingkungan
Memeriksa As-built Drawings
Serah Terima Pekerjaan Sementara (PHO)
Menyusun Program Pemeliharaan
II PELAPORAN
1 Laporan RMK (1 x 5 buku)
2 Laporan Pendahuluan (1 x 5 buku)
3 Laporan Teknis (1 x 4 buku)
4 Laporan Pengujian Mutu (1 x 5 buku)
5 Laporan Bulanan (1 x 5 x 11 buku)
6 Laporan Akhir (1 x 5 buku)

PT. NUSVEY 5-2


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
PERALATAN DAN FASILITAS
PENDUKUNG
BAB 6

BAB 6
PERALATAN DAN FASILITAS PENDUKUNG

6.1. Fasilitas Pendukung

Barang-barang yang akan disediakan oleh penyedia jasa dengan cara sewa :

Sewa Kantor
Sewa Mess
Sewa Komputer
Sewa Printer
Sewa Kamera Digital
Sewa Kendaraan Roda 4
Sewa Kendaraan Roda 2

6.2. Jadwal Peralatan dan Fasilitas


Penyedia jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan
yang dipergunakan untuk kelancaran kegiatan pekerjaan. Barang-barang yang
disediakan oleh penyedia jasa untuk pekerjaan ini sebagaimana dapat dilihat pada Tabel
6.1.

PT. NUSVEY 6-1


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
PERALATAN DAN FASILITAS
PENDUKUNG
BAB 6
Jadwal Penggunaan Peralatan dan Fasilitas
Paket Pekerjaan : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab. Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab.
Ponorogo

PT. NUSVEY
TAHUN ANGGARAN 2018
NO JENIS PERALATAN KUANTITAS BULAN 1 BULAN 2 BULAN 3 BULAN 4 BULAN 5 BULAN 6 BULAN 7 BULAN 8 BULAN 9 BULAN 10 BULAN 11 KET

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
A. PERALATAN KANTOR
1 Sewa Komputer 1 Unit 11 bln
2 Sewa Printer 1 Unit 11 bln
3 Sewa Kamera Digital 1 Unit 11 bln
4 Alat Tulis Kantor Bln 11 bln
5 Alat Safety K3 Ls 11 bln
6 Komunikasi Kantor Bln 11 bln
B. FASILITAS KANTOR
1 Sewa Kantor 1 Unit 11 bln
2 Sewa Mess 1 Unit 6,5 bln
3 Sewa Kendaraan Roda 4 1 Unit 11 bln
1 Unit 6,5 bln
4 Sewa Kendaraan Roda 2 1 Unit 6 bln
1 Unit 3 bln

PT. NUSVEY 6-2


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7

BAB 6
KOMPOSISI PENUGASAN PERSONIL

2.1. Penugasan Tim

Penugasan personil dalam Paket Pekerjaan Pengawasan Teknik Preservasi


Rehabilitasi Jalan Bts Kab. Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
menjelaskan tentang tugas dan wewenang tiap tenaga personil dalam melaksanakan
pekerjaan. Personil terdiri atas Tenaga Ahli, Tenaga Pendukung, dan Tenaga
Penunjang dalam pelaksanaan tersebut. Komposisi dan penugasan personil pada
pelaksanaan Paket Pekerjaan tersebut ditampilkan pada tabel 7.1 dibawah ini

PT. NUSVEY 7-1


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
DAFTAR PERSONIL

Paket Pekerjaan : Pengawasan Preservasi Jalan Lumut - Pd. Gebak; Dalam Kota Pangkalpinang; Namang-Koba; dan

Jembatan Mesu Cs

Tabel 7.1 Komposisi Tim dan Penugasan

TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing

1 Ir. Nadar SJ. PT. Nusvey Lokal Teknik Sipil Supervision Engineer • Mengawasi dan meneliti ketepatan dari semua 11.00
Albaar / SE pengukuran/rekayasa lapangan yang
dilakukan Penyedia Jasa Konstruksi sehingga
memudahkan PPK PRESERVASI
REHABILITASI JALAN DAN JEMBATAN BTS
KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO –
DENGOK – BTS KAB.PONOROGO dan
Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional
Wilayah II dalam mengambil
keputusankeputusan yang diperlukan,
termasuk untuk pekerjaan pengembalian
kondisi dan pekerjaan minor mendahului
pekerjaan utama serta rekayasa terperinci
lainnya.
• Melakukan pengawasan secara teratur dan
memeriksa pekerjaan pada semua lokasi di
lapangan dimana pekerjaan konstruksi
sedang dilaksanakan serta memberi
penjelasan tertulis kepada Penyedia Jasa
Konstruksi mengenai apa yang sebenarnya
dituntut dalam pekerjaan tersebut, bila dalam
kontrak hanya dinyatakan secara umum.

PT. NUSVEY 7-2


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing
• Mengupayakan bahwa kontraktor memahami
dokumen Kontrak secara benar,
melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan
spesifikasi serta gambar-gambar dan
penyedia jasa konstruksi yang tepat / cocok
dengan keadaan lapangan untuk berbagai
macam kegiatan pekerjaan.
• Membuat rekomendasi kepada Satuan Kerja
Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II untuk
menerima atau menolak pekerjaan dan
material.
• Memeriksa gambar kerja (shop drawing) dan
surat permintaan pekerjaan (request) yang
disertai analisa / perhitungan-perhitungan
konstruksi dan kuantitasnya yang diajukan
oleh penyedia jasa konstruksi sebelum
mendapatkan persetujuan dari PPK
PRESERVASI REHABILITASI JALAN DAN
JEMBATAN BTS KAB.PACITAN – JARAKAN
– PONOROGO – DENGOK – BTS
KAB.PONOROGO dan Satuan Kerja
Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II.
• Memeriksa laporan kemajuan pekerjaan
setiap hari yang dicapai penyedia jasa
konstruksi pada lembar kemajuan pekerjaan
(Progress Schedule)
• Memonitor secara seksama kemajuan dari
semua pekerjaan dan melaporkannya segera
/ tepat waktu bila kemajuan pekerjaan
terlambat sebagaimana tercantum pada Buku

PT. NUSVEY 7-3


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing
Spesifikasi Umum dan hal itu benar-benar
berpengaruh terhadap jadwal penyeleseian
yang direncanakan. Dalam hal demikian,
maka Supervision Engineer / Site Engineer
juga membuat rekomendasi secara tertulis
bagaimana caranya untuk mengejar
keterlambatan tersebut.
• Memeriksa dengan teliti semua kuantitas hasil
pengukuran setiap pekerjaan yang telah
selesai yang disampaikan oleh Quantity
Engineer / Chief Inspector.
• Memeriksa denga teliti semua kualitas hasil
pekerjaan yang disampaikan oleh Quality
Engineer.
• Memeriksa dengan teliti laporan mengenai
K3K terhadap pekerjaan pada saat bekerja
yang disampaikan oleh K3K Engineer.
• Memeriksa bahwa sebelum penyedia jasa
konstruksi diijinkan untuk melaksanakan
pekerjaan berikutnya, maka pekerjaan-
pekerjaan sebelumnya yang akan tertutup
atau menjadi tidak tampak harus sudah
diperiksa / diuji dan memenuhi persyaratan
dalam Dokumen Kontrak.
• Memeberi rekomendasi kepada PPK
PRESERVASI REHABILITASI JALAN DAN
JEMBATAN BTS KAB.PACITAN – JARAKAN
– PONOROGO – DENGOK – BTS
KAB.PONOROGO dan Satuan Kerja

PT. NUSVEY 7-4


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing
Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II
menyangkut mutu dan jumlah pekerjaan yang
telah diselesaikan dan memeriksa kebenaran
dari setiap sertifikat pembayaran bulanan
penyedia jasa konstruksi.
• Membuat rekomendasi teknis yang membuat
perhitungan dan gambar-gambar yang
diperlukan untuk bahan PPK PRESERVASI
REHABILITASI JALAN DAN JEMBATAN BTS
KAB.PACITAN – JARAKAN – PONOROGO –
DENGOK – BTS KAB.PONOROGO dan
Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional
Wilayah II pada setiap akan memerintahkan
perubahan pekerjaan.
• Memeriksa Gambar Sebenarnya Terbagun /
Terpasang (As Built Drawing) yang telah
dibuat oleh penyedia jasa konstruksi.
• Menyusun / memelihara arsip korespondensi
kegiatan, laporan harian, laporan mingguan,
bahan kemajuan pekerjaan, pengukuran,
gambar-gambar dan lainnya.
• Membuat laporan-laporan seperti tersebut
pada bagian 12 Kerangka Acuan Kerja ini,
mengenai kamjuan fisik dan keuangan
kegiatan yang ada dibawah wewengnya dan
menyerahkan kepada PPK Perencanaan dan
Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa
Timur, Satuan Kerja Perencanaan dan
Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa
Timur, serta instansi lain yang terkait tepat

PT. NUSVEY 7-5


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing
pada waktunya.
• Dalam pelaksanaannya Supervision Engineer
/ Site Engineer bertanggung jawab kepada
PPK PRESERVASI REHABILITASI JALAN
DAN JEMBATAN BTS KAB.PACITAN –
JARAKAN – PONOROGO – DENGOK – BTS
KAB.PONOROGO dan PPK Supervisi Jalan
dan Jembatan Wilayah Jawa Timur, Satuan
Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan
Nasional Provinsi Jawa Timur.
2 To be Name PT. Nusvey Lokal Teknik Sipil Inspector – 1 • Bertanggung jawab kepada Quantity Engineer / 6.47
To be Name Inspector – 2 Chief Inspector untuk mengawasi kuantitas dari 6.00
konstruksi dan memastikan berdasarkan basis
harian bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai
dengan dokumen kontrak, spesifikasi, gambar-
gambar kerja yang disahkan oleh Supervision
Engineer / Site Engineer
• Membuat catatan harian tentang aktivitas
penyedia jasa konstruksi dan engineer dengan
format laporan standard memberitahukan
penyedia jasa konstruksi secara tertulis
terhadap penyimpangan-penyimpangan yang
dilakukannya.
• Menggambar kemajuan harian yang dicapai
penyedia jasa konstruksi pada grafik (chart)
yang telah disetujui
• Memonitor dan melaporkan setiap kejadian
(kecelakaan, kebakaran dan lain-lain) serta
ketidaksesuaian di lapangan kepada Bridge
Engineer / Quantity Engineer

PT. NUSVEY 7-6


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing
• Membantu Bridge Engineer / Quantity Engineer
dalam membuat laporan dan serah terima
sementara serta pemeriksaan kuantitas di
lapangan.

3 To Be Name PT. Nusvey Lokal Teknik Sipil Lab. Teknisi – 1 • Mengetahui petunjuk teknis dan instruksi dari 3.00
Quality Engineer
• Malakukan pengawasan dan pemantauan atas
pengaturan personil dan peralatan laboratorium
penyedia jasa konstruksi, agar pelaksanaan
pekerjaan selalu didukung tersedianya tenaga
dan peralatan dan pengendalian mutu dangan
persyaratan dalam dokumen kontrak.
• Melakukan pengawasan setiap hari semua
kegiatan pemeriksaan mutu bahan dan
pekerjaan dilaboratorium, serta memberikan
laporan kepada Quality Engineer setiap
permasalahan yang timbul sehubungan dengan
pengendalian mutu bahan dan pekerjaan.
• Melakukan semua tes terhadap semua material
yang dipasok untuk struktur bangunan jembatan
sehubungan dengan pengedalian mutu untuk
bahan bagunan jembatan.
• Melakukan semua tes termasuk semua usulan
komposisi campuran (job mix formula), baik
untuk pekerjaan aspal, soil cement, dan beton.
• Melakukan pengawasan atas pelaksanaan
“Coring” perkerasan jalan yang dilakukan oleh
penyedia jasa konstruksi, sehingga baik jumlah
serta lokasi “Coring” dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan dan persyaratan.

PT. NUSVEY 7-7


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing
• Menyerahkan kepada Quality Engineer
himpunan dalam bulanan pengendalian mutu
paling lambat tangggal 10 bulan berikutnya.
• Memberi petunjuk kepada staf penyedia jasa
konstruksi, agar semua teknisi laboratorium dan
staff pengendali mutu mengenai dan memahami
semua prosedur dan tata cara pelaksanaan test
sesuai dengan yang tercantum dalam
spesifikasi.

4 To Be Name PT. Nusvey Lokal - Sekretaris Membantu Team Leader dalam menyelesaikan 8.00
administrasi dan surat menyurat kantor.
5 To Be Name PT. Nusvey Lokal - Operator Komputer Bertanggung jawab kepada Ketua Tim di dalam 8.00
surat menyurat pekerjaan dan pengelolaan
operasional komputer.

6 To Be Name PT. Nusvey Lokal - Office Boy Bertanggung jawab terhadap pengelolaan kantor 8.00

PT. NUSVEY 7-8


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
PRA-RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN
Jalan Jamuju No. 11, BANDUNG 40114 KERJA KONTRAK
Telp. (022) 7205523 Fax : (022)
7205547 (PRA-RK3K)

1. KEBIJAKAN K3

Komitmen K3 dari PT. Nusvey adalah berupaya secara berkesinambungan dalam menjaga dan memelihara
kondisi kerja agar senantiasa selamat dalam bekerja dan terhindar dari resiko kecelakaan kerja.
PT. Nusvey akan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam
melaksanakan kegiatan konstruksi, antara lain :
1. PT. Nusvey akan bertanggung jawab penuh untuk semua pelaksanaan K3 dengan persyaratan K3 untuk
aktifitas konstruksi dan/atau pemeliharaan.
2. PT. Nusvey bertanggung jawab untuk menunjukkan kinerjanya dengan berlaku aman dan baik sesuai
persyaratan K3 dalam kegiatan konstruksi.
3. PT. Nusvey akan melakukan usaha-usaha sistematis untuk meningkatkan keselamatan kerja.

PRA RK3K - 1
2. PERENCANAAN

1. Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Bahaya

NO. JENIS/TYPE IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA RATING RATING DAMPAK Eksposure Tingkat
PENGENDALIAN RISIKO K3
PEKERJAAN & RISIKO K3 PROBABILITAS KEPARAHAN Resiko Resiko
1. Mobilisasi & 1) Kecelakaan dan K R 4 Risiko 1) Menyediakan kantor
Demobilisasi gangguan kesehatan Rendah lapangan dan tempat
tenaga kerja akibat tinggal pekerja yang
tempat kerja kurang memenuhi syarat,
memenuhi syarat, 2) Menyediakan lahan,
Risiko
2) Kecelakaan dan K R 4 gudang dan bengkel
Rendah
gangguan kesehatan yang memenuhi syarat,
pekerja akibat
penyimpanan peralatan
kurang memenuhi
syarat,

2. Instalasi Listrik 1) Kabel tidak memadai S R 6 Risiko 1) Penahan (Resistor) yang


Moderat memenuhi syarat
2) Gunakan pemutus arus
2) Beban jaringan terlalu S R 6
berlebihan Risiko 3) Lindungi kabel yang
Moderat bermuatan listrik
4) Tutup panel listrik
3) Kabel tidak diisolasi
S R 6 Risiko
dengan baik 5) Pasang label lockout /
Moderat tagout

4) Kerusakan perkakas dan


alat listrik B S 12 Risiko
Moderat

PRA RK3K - 2
3. Tempat Pekerja Terjangkit Penyakit K S 6 Risiko 1) Lokasi tempat bekerja
Moderat harus memenuhi standar
(Ruang Kerja)
kesehatan memiliki MCK
2) Tersedianya kebutuhan
air yang bersih / sehat
3) Lokasi cukup memadai
untuk ditempati
sejumlah personil
(pekerja) dan cukup
terhindar dari lokasi
tempat berkembangnya
bibit penyakit
(pembuangan
sampah/lokasi yang
tergenang

4. Keamanan Kerusuhan & Pencurian S RS 3 Risiko 1) Mengadakan sosialisasi


Lingkungan Rendah kepada masyarakat pada
Pekerjaan saat memulai
2) Selama pelaksanaan
kegiatan, membina
hubungan dengan
instansi/aparat terkait
demi kelancaran dan
keamanan

Keterangan : Tingkat Resiko

EXSPOSURE RISIKO TINGKAT RISIKO


1 s.d 4 RISIKO RENDAH
5 s.d 12 RISIKO MODERAT
12 s.d 25 RISIKO TINGGI

PRA RK3K - 3
Keterangan : Rating Probabilitas Vs Rating Dampak Keparahan

RATING DAMPAK/KEPARAHAN
Ringan
Ringan Sedang Berat Sangat Berat
RATING PROBABILITAS Sekali
RS R S B SB
1 2 3 4 5
Sangat Besar SB 5 M M T T T

Besar B 4 R M M T T

Sedang S 3 R M M T T

Kecil K 2 R R M M T

Sangat Kecil SK 1 R R R R M

PRA RK3K - 4
2. Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya
Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang wajib dipunyai dan dipenuhi dalam
melaksanakan paket pekerjaan ini adalah :
a. UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
b. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
c. Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang PU.
d. Undang-undang No. 14 tahun 1969, tentang Perlindungan terhadap Tenaga Kerja dan Pembinaan
Norma Keselamatan Kerja.
e. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per. 01/Men/1980 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
pada Konstruksi Bangunan.
f. Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja No. Kep.174/Men/1986 dan Menteri Pekerjaan Umum
No. Kep/104/Men/1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Kegiatan Konstruksi
Bangunan.
g. Kepmenker No.Kep.75/Men/2002

3. SASARAN K3 DAN PROGRAM K3


1. Sasaran K3
a. Tidak ada kecelakan kerja yang berdampak korban jiwa (Zero Fatal Accident)
b. Tingkat penerapan elemen SMK3 minimal 80 %
c. Jika ada kunjungan lapangan personil di haruskan memakai APD yang sesuai bahaya dan risiko
pekerjaannya masing-masing.
d. Meminimalisasikan resiko kecelakaan atau penyakit pada tenaga kerja di kantor.
e. Meminimalisasikan resiko kebakaran di kantor.

2. Program K3
a. Melakukan inspeksi secara rutin terhadap kondisi dan cara kerja berbahaya
b. Pemeliharaan kantor secara periodik dan memisahkan tempat untuk peralatan survey dll.
c. Tersedianya alat pemadam kebakaran, tersedianya saluran air yang cukup dengan tekanan besar
dan pelatihan bagi sebagian tenaga kerja dalam menggunakan peralatan pemadam kebakaran.

PRA RK3K - 5
3. Organisasi K3

PENANGGUNG JAWAB K3
(Team Leader)

KEADAAN DARURAT PPPK KEBAKARAN


(Tenaga Ahli/Ass) (Tenaga Ahli/Ass) (Tenaga Ahli/Ass)

PRA RK3K - 6
STRUKTUR ORGANISASI
BAB 9

BAB 9
STRUKTUR ORGANISASI

9.1. Struktur Organisasi Pekerjaan

Agar mekanisme dari Pekerjaan ini dapat berjalan dengan baik, serta pembagian
tugas dan koordinasi antar personil menjadi jelas, maka dibuat Struktur Organisasi
Pelaksanaan Pekerjaan seperti pada Gambar 9.1 dan Gambar 9.2.

PT. NUSVEY 9-1


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
STRUKTUR ORGANISASI
BAB 9
Struktur Organisasi Pekerjaan

Paket Pekerjaan : PW 04 - Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab. Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab.
Ponorogo

SITE ENGINEER

Ir. Nadar SJ. Albaar

1. SEKRETARIS (1 org)
2. OPERATOR KOMPUTER (1 org)
3. OFFICE BOY (1 org)

INSPECTOR LAB TECHNICIAN

2 org 1 org

Gambar 9.1. Struktur Organisasi Pekerjaan

PT. NUSVEY 9-2


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo
STRUKTUR ORGANISASI
BAB 9
Hubungan Koordinasi Pelaksanaan

Paket Pekerjaan : PW 04 - Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab. Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab.
Ponorogo

SATUAN KERJA PERENCANAAN DAN


PENGAWASAN JALAN NASIONAL
PROVINSI JAWA TIMUR

PEJABAT PEMBUAT
KOMITMEN

MANAJEMEN KOORDINASI SITE ENGINEER KOORDINASI PROJECT OFFICER


PT. NUSVEY (PO)
Ir. Nadar SJ. Albaar

1. SEKRETARIS (1 org)
2. OPERATOR KOMPUTER (1 org)
3. OFFICE BOY (1 org)

INSPECTOR LAB TECHNICIAN

2 org 1 org

Gambar 9.2. Hubungan Koordinasi Pelaksanaan Pekerjaan

PT. NUSVEY 9-3


Paket PW 04 : Pengawasan Teknik Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kab.
Pacitan - Jarakan - Ponorogo - Dengok - Bts Kab. Ponorogo