Anda di halaman 1dari 8

Telah disetujui Preseptor Klinik Telah disetujui Preseptor Akademik

Hari/ Tanggal : Hari/ Tanggal :


Tanda Tangan : Tanda Tangan :

STASE KEPERAWATAN JIWA


PROGRAM PROFESI NERS

Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Perilaku Kekerasan

LAPORAN PENDAHULUAN

OLEH :
SAPRUDIN, S. Kep
NPM. 162426072 NS

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DEHASEN
BENGKULU 2016-2017
LAPORAN PENDAHULUAN
PERILAKU KEKERASAN (PK)

A. KASUS (MASALAH UTAMA) : Perilaku Kekerasan (PK)


1. Pengertian
Perilaku kekerasan merupakan suatu keadaan dimana seseorang melakukan
tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang
lain, maupun lingkungan (fitria, 2009).
Perilaku kekerasan adalah tingkah laku individu yang ditujukan untuk
melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak menginginkan datangnya
tingkah laku tersebut (Purba dkk, 2008).
Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan
tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang
lain maupun lingkungan. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan perasaan
kesal atau marah yang tidak konstruktif (Stuart dan Sundeen 1995)

2. Tanda dan Gejala


Yosep (2009), mengemukakan bahwa tanda dan gejala perilaku kekerasan
adalah sebagai berikut:
a. Muka merah dan tegang
b. Mata melotot/ pandangan tajam
c. Tangan mengepal
d. Rahang mengatup
e. Postur tubuh kaku
f. Jalan mondar-mandir
g. Bicara kasar
h. Suara tinggi, membentak atau berteriak
i. Mengancam secara verbal atau fisik
j. Mengumpat dengan kata-kata kotor
k. Suara keras
3. Rentang Respon

Respon adaptif Respon Maladaptif

asertif frustasi pasif agresif kekerasan

4. Faktor Predisposisi
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku kekerasan
menurut teori biologik, teori psikologi, dan teori sosiokultural yang dijelaskan
oleh Towsend (1996 dalam Purba dkk, 2008)

5. Faktor Presipitasi
a. klien: klemahan fisik, keputusasaan
b. interaksi: penfhinaan,kekerasan , kehilangan orang yang berarti
c. lingkungan: panas, padat dan bising

6. Mekanisme Koping
a. membrontak: perilaku yang muncul biasanya disertai kekerasan akibat konflik
perilaku untuk penarik perhatian orang lain
b. perilaku kekerasan: tindakan kekerasan atau amuk yang di tujukan kepada diri
sendiri, orang lain maupun lingkungan.

7. Pohon Masalah
Perilaku kekerasan

GPS: Halusinasi

Isolasi Sosial: Menarik Diri

Harga diri rendah kronis


B. MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI
1. Masalah keperawatan
a. perilaku kekerasan
b. GPS: Halusinasi
c. isolasi sosial
d. harga diri rendah kronis

2. Data yang perlu dikaji


Masalah keperawatan Data yang perlu dikaji
Perilaku Kekerasan ( PK Subjektif
) - klien mengancam
- klien mengumpat dengan kata –kata
kotor
- klien mengatakan ingin berkelahi
- klien meremehkan
objektif
- klien melotot dan pandangan tajam
- tangan mengepal
- rahang mengatup
- wajah memerah dan tegang
- suara keras

3. Diagnosa Keperawatan
Perilaku kekerasan
4. Rencana Tindakan Keperawatan
Diagnosa : Perilaku kekerasan
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
DIAGNOSA KRITERIA
TUJUAN INTERVENSI
EVALUASI
Perilaku Pasien mampu : Setelah … kali SP 1
kekerasan pertemuan, pasien dapat  Identifikasi
 mengidentikasi memenuhi penyebab tanda dan
penyebab dan kebutuhannya, mampu: gejala serta akibat
tanda perilaku  Menyebutkan perilaku kekerasan.
kekerasan penyebab, tanda,  latih cara fisik
 menyebut jenis gejala dan akibat 1.tarik nafas dalam.
perilaku perilaku  masukan dalam
kekerasan yang kekerasan. jadwal harian
pernah pasien
dilakukan
 menyebut Setelah ….. kali SP 2
akibat perilaku pertemuan, pasien Evaluasi kegiatan
kekerasan yang mampu : yang lalu (SP 1)
di lakukan  menyebutkan  latih cara fisik 2 :
kegiatan yang pukul kasur atau
Keluarga mampu sudah dilakukan bantal
:  Memperagakan  masukan dalam
 merawat pasien cara fisik untuk jadwal pasien
dirumah sakit mengontrol
perilaku
kekerasan

Setelah …… Kali SP 3
pertemuan pasien  Evaluasi kegiatan
mampu : yang lalu (SP 1 &
 Menyebutkan SP 2)
kegiatan yang  Latih secara sosial
dilakukan atau verbal
 Memperagakan  Menolak dengan
cara sosial / baik
verbal untuk  Meminta dengan
mengontrol baik
perilaku  mengungkapkan
kekerasan. dengan baik
 Masukkan dalam
jadwal harian
pasien
Setelah … kali SP 4
pertemuan, pasien  Evaluasi Kegiatan
mampu : yang lalu Sp 1, 2
 Menyebutkan dan 3
kegiatan yang  Latih secara
sudah dilakukan spiritual (berdoa
 Memperagakan dan sholat.
cara spiritual  Masukkan dalam
jadwal harian
pasien
Setelah …… kali SP 5
pertemuan pasien  Evaluasi Kegiatan
mampu : yang lalu SP 1, 2, 3
 Menyebutkan dan 4
kegiatan yang  Latih patuh obat
sudah dilakukan (minum obat secara
 Memperagakan teratur, susun
cara patuh obat. jadwal minum obat
secara teratur
 Masukkan dalam
jadwal harian
pasien
DAFTAR PUSTAKA

Keliat, Budi Anna. 2006. Kumpulan Proses Keperawatan Masalah Jiwa.


Jakarta : FIK, Universitas Indonesia

Aziz R, dkk. 2003. Pedoman asuhan keperawatan jiwa. Semarang: RSJD Dr. Amino
Gondoutomo.

Tim Direktorat Keswa, 2000. Standar Asuhan Keperawatan Jiwa, Edisi 1, Bandung, RSJP
Bandung,

Kusumawati dan Hartono . 2010 . Buku Ajar Keperawatan Jiwa . Jakarta : Salemba Medika

Stuart dan Sundeen . 2006 . Buku Keperawatan Jiwa . Jakarta : EGC .