Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS KEBUTUHAN POMPA PADA

INSTALASI PENGOLAHAN AIR BERSIH


DI PLTP 2x55 MW

Aji Nugroho Panji Asmoro Bangun

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Pancasila


Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta 12460
panjiute84@gmail.com

ABSTRACT
In the field pump planning obtained efficiency. So the authors want to know by calculating the
existing pump to determine the pump that is in accordance with the specifications or maybe there is
another factor into the value.
To overcome these problems, it is necessary to do an analysis by calculating the pump
specifications in the field and comparing with theoretical calculations. The calculation data is
obtained from existing pump performance data.
From the calculation obtained small specific value of rotation with big head value and small
capacity, it can be concluded that pumps with high total head and small flow capacity tend to have a
small specific price rotation and affect the efficiency of the pump so that by dividing the head value
into multi- Stage then generates a larger specific rotation value.

Keywords: Pumps, specifications, head, Specific rotation of pump.

PENDAHULUAN sebesar 411879.3 Pa pada elevasi discharge


point 9 meter dengan kapasitas 5.50 m3/h.
A. Latar Belakang Masalah
Bagaimana perhitungan dalam penentuan
Instalasi pengolahan air bersih di PLTP spesifikasi pada kebutuhan perencanaan
XYZ dibuat untuk keperluan sanitasi dan pompa yang digunakan untuk transfer air
Water Cooling System (sistem pendingin air) bersih, hingga mencapai kapasitas sebesar
yaitu metode pemindahan panas dari 5.50 m3/h pada elevasi discharge point 9
komponen dan peralatan industri. Sistem meter dengan tekanan maksimum pada
pendingin air ini digunakan untuk pendinginan discharge sebesar 411879.3 Pa.
mesin pembakaran internal dan fasilitas Dalam perencanaan pompa di lapangan
pembangkit tenaga listrik seperti untuk didapat nilai efisiensi yang kecil sebesar 27 %
pendingin oli dan generator. pada performa kurva pompa aktual. Maka
Air baku diambil dari tanah (deep well) penulis ingin mengetahui dengan menghitung
dan sungai (river water intake) lalu ditampung pompa yang ada untuk menentukan pompa
di water reservoir. Air baku ini dipompakan yang dilakukan apakah sudah sesuai dengan
menuju WTP package yang terdiri dari Sand spesifikasinya ataukah mungkin ada faktor
filter, Activated Carbon Filter dan Softening lain yang menjadi nilai efisiensi performa
Filter untuk diproses agar mendapatkan kurva pompa aktual menurun.
kualitas air yang bersih atau memenuhi Pada perencanaan suatu pompa perlu
standar, setelah air sudah memenuhi standar penetapan spesifikasi yang biasanya didahului
air ditampung di Tangki Air Bersih dan oleh penetapan kapasitas, head dan NPSHa.
dipompakan lagi untuk distribusi air bersih Setelah kapasitas, head dan NPSHa
atau air sanitasi di Power Plant. ditentukan, maka langkah selanjutnya yang
Pompa sentrifugal sangat diperlukan ditentukan adalah menentukan daya yang
sekali dalam proses instalasi pengolahan air dibutuhkan, jenis penggerak dan putaran kerja
bersih. Baik untuk pompa yang digunakan untuk mengoperasikan pompa pada kondisi
untuk transfer air baku dan pompa yang yang direncanakan sehingga akan diperoleh
digunakan untuk transfer air bersih. kerja pompa yang efektif.
Direncanakan pompa dirancang untuk Adapun data acuan yang akan diambil
memompakan air bersih dari Tangki Air untuk penulisan Tugas Akhir ini yang berjudul
Bersih ke Tangki Air Pendingin dengan “ Analisis Kebutuhan Pompa Pada Instalasi
tekanan operasi maksimum pada discharge Pengolahan Air Bersih Di PLTP 2x55MW ”

1
adalah pompa yang digunakan untuk distribusi Setelah kapasitas, head dan NPSHa
air bersih pada sistem pemompaan di ditentukan, maka langkah selanjutnya yang
pengolahan air bersih di PLTP XYZ. ditentukan adalah menentukan daya yang
dibutuhkan, jenis penggerak dan putaran
A. Tujuan
kerja untuk
Tujuan dari penelitian ini adalah analisis pada kondisi yang direncanakan sehingga
untuk mendapatkan spesifikasi pada akan diperoleh kerja pompa yang efektif.
kebutuhan perencanaan pompa distribusi air Adapun langkah-langkah perhitungannya
bersih yang sesuai dengan kebutuhan di sebagai berikut :
lapangan dengan menghitung spesifikasi
pompa yang dipakai, kemudian 1. Kapasitas Pompa
membandingkan dengan perhitungan teoritis, Banyaknya cairan yang dapat
meliputi : dipindahkan oleh pompa setiap satuan
1.Nilai Nominal Pipe Size (NPS) dan waktu.
ketebalan pipa yang diperlukan dalam sistem (1)
perpipaanya. Persamaan kontinuitas dapat dinyatakan :
2.Nilai head yang dibutuhkan.
3.Nilai NPSH yang tersedia dan NPSH yang (2)
diperlukan. Keterangan :
4.Daya yang dibutuhkan. = Aliran massa (kg/s)
5.Jenis impeller yang tepat. = Kecepatan (m/s)
= Massa jenis (kg/m3)
LANDASAN TEORI V = Volume (m3)
A. WTP (Water Treatment Plant) A = Area Pipa (m2)
T = Waktu (s)
Water Treatment Plant (Instalasi = Kapasitas volume (m3/s)
Pengolahan Air) adalah sebuah sistem yang
difungsikan untuk mengolah air dari kualitas 2. Head
air baku yang kurang bagus agar mendapatkan Energi spesifik per satuan massa
kualitas air pengolahan standar yang di yang harus disediakan untuk
inginkan atau ditentukan dan siap untuk di mengalirkan sejumlah fluida (zat cair)
konsumsi. yang direncanakan sesuai dengan kondisi
WTP atau instalasi pengolahan air
instalasi pompa.
merupakan sebuah sarana yang terdiri dari
Bentuk persamaan Bernoulli dalam
beberapa unit alat kerja yang memiliki fungsi
head fluida (zat cair) dapat dinyatakan :
yang berbeda-beda, namun saling
berhubungan dalam menunjang proses
(3)
pengolahan air baku menjadi air bersih. Pada
dasarnya tiap proses pengolahan air yang
Namun pada kenyataannya selalu ada
dilakukan oleh sebuah WTP memiliki tahapan
rugi energi (losses) atau head losses
proses yang sama yaitu terdiri dari koagulasi,
(hLs). Maka head total dapat dinyatakan
flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi.
sebagai berikut :
B. Pompa Sentrifugal
Pompa sentrifugal sangat diperlukan sekali
(4)
dalam proses instalasi pengolahan air bersih.
Baik untuk pompa yang digunakan untuk
Keterangan :
transfer air baku dan pompa yang digunakan
ℎ = Head Total (J/kg)
untuk transfer air bersih.
Pd = Tekanan sisi tekan (Pa)
Pompa Sentrifugal adalah salah satu mesin
Ps = Tekanan sisi masuk (Pa)
turbo aliran radial yang paling umum atau
= Massa jenis (kg/m3)
jenis pompa yang paling banyak digunakan
dan memiliki kelebihan diantaranya karena V d =Kecepatan disisi tekan (m2/s2)
2

V2s = Kecepatan disisi masuk (m2/s2)


pengoperasiannya yang mudah, perawatan
yang tidak terlalu mahal dan tidak berisik. = Percepatan gravitasi (m/s²)
Pada perencanaan suatu pompa perlu = Head statis disisi tekan (m)
penetapan spesifikasi yang biasanya didahului = Head statis disisi isap (m)
oleh penetapan kapasitas, head dan NPSHa. HLs = Head Losses Total (J/kg)

2
3. NPSH (Net Positive Suction Head) Daya pompa adalah besarnya energi
NPSH dapat dinyatakan sebagai persatuan waktu atau kecepatan melakukan
ukuran keamanan pompa terhadap kerja. Ada beberapa pengertian daya, yaitu :
kavitasi atau digunakan untuk
menunjukkan kondisi atau kemampuan a) Daya Hidrolik
suction suatu pompa (Sularso, 2000). Daya air atau disebut juga daya hidrolik
Ada 2 macam NPSH yaitu : adalah daya yang dibutuhkan untuk
a) NPSHa adalah NPSH yang tersedia atau mengalirkan sejumlah zat cair. Daya ini
yang ada pada sistem dimana pompa dapat dihitung dengan rumus :
akan bekerja. Untuk menghitung NPSHa
(7)
menggunakan persamaan berikut :
(5) Keterangan :
Keterangan : = Massa jenis fluida (kg/m3)
ℎ = NPSH yang tersedia (m2/s2) = Kapasitas ( m3/s )
ha = head atmosfer (m2/s2) H = Head pompa (m)
hST = head statis (m2/s2) = Percepatan gravitasi ( m/s2 )
ℎ = head Loss (m2/s2) = Daya hidrolik (kW)
hvp = head tekanan uap (m2/s2)
b) Daya Poros
b) NPSHr adalah NPSH yang diperlukan
Daya poros atau daya yang dibutuhkan
atau energi yg dibutuhkan di suction atau disebut juga adalah daya yang
pompa atau nilai NPSH spesifik pompa diperlukan untuk menggerakkan sebuah
agar bekerja dengan normal, yang pompa adalah sama dengan daya air
diberikan oleh pembuat (vendor) atau ditambah kerugian daya di dalam pompa.
pabrik berdasarkan hasil pengetesan. Besarnya daya poros sesungguhnya
adalah sama dengan efisiensi pompa atau
4. Putaran Spesifik dapat dirumuskan sebagai berikut :
Bentuk dari impeller pompa dapat
ditentukan dengan menggunakan satuan
(8)
besaran yang disebut putaran spesifik (NS).
Dengan kata lain harga (NS) dipakai sebagai
Keterangan :
parameter untuk menentukan jenis impeller
P = Daya Poros (kW)
pompa, jadi apabila harga putaran spesifik
Pw = Daya hidrolik (kW)
pompa sudah ditentukan maka bentuk impeller
dapat ditentukan pula. = Efisiensi pompa (%)

METODE PENELITIAN
A. Diagram Alir Metode Penelitian

Gambar I. Nilai Putaran Spepesifik Impeller


Dalam Satuan Head (m)
Besarnya nilai putaran spesifik pompa
dapat ditentukan dengan persamaan sebagai
berikut :
(6)

Keterangan :
NS =Putaran spesifik pompa (rpm)
n =Putaran pompa (rpm)
=Kapasitas pompa ( m3/s )
h =Head total pompa (m)

5. Daya Pompa

3
B. Kondisi Operasi sehingga pipa dengan tebal tersebut masuk ke
Fluida adalah air bersih dengan dalam kategori pipa 2 inch SCH, STD.
temperatur air sebesar 30 oC dan temperatur (Tabel I)
lingkungan 20 oC dengan kapasitas desain
pompa sebesar 5.50 m3/h pada kondisi tekanan
uap sebesar 4242.32 Pa dan densitas sebesar
995.7 kg/m3.
Perencanaan ini menggunakan pipa
carbon steel galvanized dengan diskripsi (2
inch SCH, STD, A53-B SMLS, TE, ASME
B36.10M, GALV) dengan panjang pipa aktual
3. Kecepatan Aliran Dalam Pipa
pada sisi isap (suction) 10 m dan sisi tekan
Sebenarnya (VS)
(discharge) 200 m pada kondisi tekanan
operasi 411879.3 Pa, viskositas kinematik Kecepatan aliran dalam pipa yang
8x10-7 m2/s dan kekasaran absolut pipa sebenarnya pada pipa isap (suction) dan pipa
0.04572 mm. tekan (discharge) yaitu sebesar :
. ∶
ANALISIS DAN PERHITUNGAN VS =
( . / )
1. Tentukan Kondisi Kapasitas Pompa VS = 0.71 m/s
(QV)
Dimana kapasitas volume Tangki Air 4. Perhitungan Head Pompa
Pendingin sebesar 5 m3, dengan menggunakan a. Head Statis
persamaan (1),maka banyaknya cairan yang
dapat dipindahkan oleh pompa setiap satuan Besarnya head pompa yang
waktu adalah = 5 m3/h pada kondisi normal, direncanakan didasarkan pada kondisi
adapun kapasitas yang diminta adalah +10% instalasi pemompaan, maka besarnya
dari kondisi normal yaitu 5.50 m3/h. Jadi head statis adalah :
acuan kapasitas desain pompa sebesar 5.50
m3/h.

2. Tentukan Nominal Pipa Size (NPS) b. Head Losses


Diameter pipa isap (suction) dan pipa Kerugian total pada sistem perpipaan
tekan (discharge) dapat dihitung dengan adalah :
persamaan sebagai berikut :

= V. A atau = . .
. : Dengan menggunakan persamaan (4) maka
=
. . head total adalah :
= 0.04650 m = 46.50 mm dibulatkan
menjadi 60 mm (2 inch).
Dengan mengacu kepada ASME Code for
Pressure Piping, B31.1 maka ketebalan pipa
5. Perhitungan NPSHa
dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan di bawah ini sehingga : Setelah head isap statis, head atmosfer,
head tekanan uap, dan head loss sudah
diketahui semua, maka dengan menggunaka
. . .
tm= persamaan (5) nilai NPSHa dapat dicari, yaitu
( . . . . ) sebesar :

= 9.912 x 10-5 mm

Pipa dengan tebal 9.912 x 105 mm tidak Nilai NPSHr harus diperoleh dari pabrik
ada di pasaran, berdasarkan (Tabel I) (vendor) pompa yang bersangkutan, adapaun
diperoleh, maka dibulatkan menjadi 3.91 mm, nilai NPSHr sudah diketahui sebesar 3.75 m.

4
Perhitungan NPSHa dan informasi NPSHr sebesar 60%. Jadi akan direkomendasikan
dari vendor pompa berguna untuk mencegah pompa dengan tipe multi-stage (5 tingkat) dan
terjadinya kavitasi di pompa. dengan mengacu pada (Gambar I) tipe
Dan diketahui nilai NPSHr lebih kecil dari impeller pompa termasuk jenis tipe high head
NPSHa (NPSHr<NPSHa), sehingga pada impeller.
instalasi bagian isap pompa (suction) tidak
terjadi kavitasi.

6. Putaran Motor
Pada umumnya frekuensi listrik di
Indonesia adalah 50 Hz, maka putaran motor
dapat dinyatakan dengan persamaan berikikut
:

Gambar II. Kurva Hubungan Efisiensi ( )


dan Putaran Spesifik (NS)

Slip yang diijinkan (∝) = (1% sampai 2%) Dari perhitungan diperoleh bahwa head
lebih kecil dari nilai n, maka ditetapkan nilai n total yang tinggi dan kapasitas aliran yang
sebesar 2895 rpm. kecil cenderung mempunyai harga ( ) yang
kecil, dengan nilai ( ) yang rendah akan
7. Putaran Spesifik Dan Jenis Impeller menghasilkan efisiensi yang kecil, seperti
pada gambar (Gambar II), maka dengan
Dari data yang sudah ditentukan jumlah membagi head menjadi beberap stage akan
pompa yang akan digunakan yaitu berjumlah menghasilkan nilai ( ) besar.
satu untuk pompa utama dan satu pompa
untuk cadangan. Dan ditetapkan kecepatan
putar sebesar 2895 rpm.
Dengan menggunakan persamaan (6) dengan
head dibuat dulu dalam satuan metric,
sehingga perhitungan putaran spesifik (NS)
adalah :

Dari perhitungan yang didapatkan nilai Gambar III. Kurva Operasi Pompa
( ) sebesar 5.68 rpm, Dapat disimpulkan Maka dalam perencanaan pompa
bahwa pompa dengan head total yang tinggi berikutnya akan dipilih pompa dengan Multi-
dan kapasitas aliran yang kecil cenderung stage dengan jenis impeler radial tipe high
mempunyai harga ( ) yang kecil (Sularso, head.
2000).
Nilai ( ) yang baik adalah tidak kurang
dari 10, karena dengan nilai ( ) yang rendah
akan menghasilkan efisiensi yang kecil dan
menyebabkan kerugian gesekan yang besar
dan perfoma pompa tersebut tidak ekonomis.
Oleh karena itu sebaiknya digunakan pompa
dengan multi-stage untuk menghasilkan nilai
( ) yang lebih besar.
Gambar IV. Jenis Impeler Radial Tipe High
Head

Dengan nilai ( ) tersebut dengan


menggunakan Grafik Rendemen Effektif ( )
diperoleh efisiensi pompa kurang lebih

5
KESIMPULAN [8] Church, Austin H.,Pompa dan
Berdasarkan hasil analisis perhitungan Blower Sentrifugal, Jakarta, Erlangga,
1993.
kebutuhan spesifikasi yang sudah dilakukan,
[9] J.K. Venard and R.L. Street., Elementary
maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut :
Fluid Mechanics, 5th ed., Wiley, New
1. Dengan Data spesifikasi kebutuhan York,1975.
pompa: [10] Cengel, Yunus A. & Cimbala, John M.,
No Keterangan Spesifikasi Pompa Fluid Mechanics : Fundamentals and
1 Head Total Pompa (H) 529.11 J/kg = 53.9 m.
2 Putaran Spesifik (Ns) 19.021 rpm
Applications, New York, McGraw-Hill
3 Efisiensi Pompa 60% Book Company, 2006.
4 Daya yg dibutukan (P) 1.34 kW
[11] Igor J. Karassik, Joseph P. Messina, Paul
5 kapasitas (Qv) 5.50 m3/h
6 Nominal Pipa Size (NPS) pipa isap (suction ) 52.5 mm SCH STD Cooper, Charles C. Heald., .Pump Hand
7 Nominal Pipa Size (NPS) tekan (discharge ) 52.5 mm SCH STD Book, McGraw-Hill Book Company, USA,
8 NPSHr 3.75 m
9 NPSHa 6.85 m
1976.
10 Putaran Motor (n) 2895 rpm [12] Robert H. Perry, Don W. Green, James
11 Jenis Impeller Impeler radial tipe high head
12 Jumlah Impeller Multi-stage
O. Maloney., Perry’s Chemical
Engineers’ Hand Book, McGraw-Hill
2. Dapat disimpulkan bahwa pompa dengan Book Company, 7th ed., New York, San
head total yang tinggi dan kapasitas aliran Francisco, Tokyo, 1997.
yang kecil cenderung mempunyai harga [13] Roy A. Parisher, Robert A. Rhea., .Pipe
( ) yang kecil. Drafting and Design, Gulf Professional
3. Nilai ( ) yang baik adalah tidak kurang Publishing, 2th ed, Boston, Oxford,
dari 10, karena dengan nilai ( ) yang Melbourne, New Delhi, 2002.
rendah akan menghasilkan efisiensi yang [14] Astu Pudjana & Djati Nursuhud.,Mesin
kecil dan menyebabkan kerugian gesekan Konversi Energi, Edisi 3, Jakarta, Andi
yang besar dan perfoma pompa tersebut Offset, 2013.
tidak ekonomis. [15] Raswari., Tekonologi Dan Perencanaan
4. Nilai NPSHr lebih kecil dari NPSHa Sistem Perpipaan, Jakarta, UI Press, 1986.
(NPSHr<NPSHa), sehingga pada instalasi [16] Ir.Teguh Puji Hartanto., Buku Pegangan
bagian isap pompa (suction) tidak terjadi Mahasiswa Sistem Pemipaan, Jakarta,
kavitasi. Universitas Mercubuana, 2009.
5. Spesifikasi pompa akan dipilih pompa [17] US Department of Energy (DOE), Office
of Industrial Technologies. Pump Life
dengan multi-stage dengan jenis impeler
Cycle Costs: A guide to LCC analysis for
radial tipe high head. pumping systems. DOE/GO-102001-1190.
2001.
[18] Suprihatin, Romli M, Standart
DAFTAR PUSTAKA Operational Procedure (SOP) dan Sistem
[1] ASME B31.1, 2012 - Power Piping, Monitoring dan Record, Bogor, IPB, 2002.
ASME Code for Pressure Piping. [19] Crane., “Flow of Fluids trough Valves,
[2] ASTM A53 - Standard Specification for Fittings, and Pipe”., New York, Crane
Carbon Steel Forgings for Piping CO, 1982.
Applications. [20] Sebayang, P., Muljadi, Tetuko, A.P.,
[3] Dietzel, Fritz., Turbin, Pompa dan Kurniawan, C. Sari, A.Y., Nurdiyansah,
Kompresor, Dakso Sriyono (alih Bahasa), L.F.,“Teknologi Pengolahan Air Kotor dan
Jakarta, Erlangga, 1988. Payau Menjadi Air Bersih dan Layak
[4] Bruce R. Munson, Donald F. Young, Minum”, Jakarta, LIPI press, 2015.
Theodore H., Mekanika Fluida jilid 2, [21] Melati wahyu rizki pratami.,
Okiishi,2005. “Perencanaan Sistem Pengolahan
[5] TORISHIMA., Torishima Pump Hand Lumpur IPA Pejompongan I & II
Book, Jakarta, PT.Torishima Guna Jakarta”, Skripsi Tugas Akhir Teknik
Indonesia, 1994. Lingkungan Universitas Indonesia,
[6] Sularso & Haruo Tahara., Pompa dan Depok, Juni 2011.
Kompresor : Pemilihan, Pemakaian dan [22] Budi Apriyanto., “Analisis Kebutuhan
Pemeliharaan, Jakarta, PT Pradnya Air Dan Head Loss Pada Distribusi
Paramita,2004. AirBersih Di Kampus IPB Darmaga”,
[7] Wibowo Paryatmo., Pompa, Jakarta., Skripsi Tugas Akhir Teknik Mesin dan
Universitas Pancasila Press, 2005. Biosistem,IPB, Bogor, Agustus 2011.

6
[23] Ubaedilah, 2016. “Analisa Kebutuhan .
Jenis Dan Spesifikasi Pompa Untuk
Suplai Air Bersih Di Gedung Kantin
Berlantai 3 PT Astra Daihatsu Motor”.
Jurnal Teknik Mesin, Fakultas Teknik –
Universitas Mercu Buana Jakarta. ISSN
2089-7235.
[24]http://arandityonarutomo.blogspot.com/20
12/04/aliran-laminar-dan-aliran-turbulen
pada.html, di akses pada 5 april 2017
pukul23.20 WIB.