Anda di halaman 1dari 14

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1. TINJAUAN TENTANG ULFRASTRUKTUR, MORFOLOGI DAN FISIOLOGI

KUMAN

A. ULFRASTRUKTUR BAKTERI

Ulfrastruktur bakteri terdiri dari:

a. Struktur bakteri

Bakteri termasuk dalam golongan prokariota, yang strukturnya lebih sederhana dari eukariota,

kecuali bahwa struktur dinding sel prokariota lebih kompleks dari eukariota

b. Inti atau nukleus

Dengan pewarnaan-feulgen, inti sel prokariota dapat dilihat dengan hanya menggunakan

mikroorganisme cahaya biasa. Pewarnaan feulgen sebetulnya mewarnai molekul DNA.

Dengan mikroskop elektron tampak bahwa badan inti tidak mempunyai dinding inti / membran

inti. Di dalamnya terdapat benang DNA (DNA fibril) yang bila diekstraksi, berupa molekul

tunggal dan utuh dari DNA dengan berat molekul 2−3 × 109 . Benang DNA ini disebut

kromosom yang panjangnya kira-kira 1 mm. Ekstraksi DNA dilakukan dengan melisiskan

dinding sel secara hati-hati, kemudian dilakukan sentrifugasi, maka benang DNA akan terpisah

dari materi sel lainnya, dan dapat dimurnikan.

c. Struktur sitoplasma

Sel prokariota tidak mempunyai mitokondria atau kloroplas, sehingga enzim – enzim untuk

transpor elektron tidak bekerja di membran sel.

Bakteri menyimpan pula makanan cadangannya dalam bentuk granula sitoplasma pada beberapa

jenis bakteri menyimpan pula sulfur, fosfat inorganik (= granula volutin) dan granula pada jenis
kuman korine-bakteria disebut granula meta-kromatik, karena granula tersebut bila diwarnai

dengan zat warna biru tua tidak berwarna biru, tetapi berwarna merah. Pada sitoplasma pro-

kariota tidak didapatkan struktur mikrotubulus seperti yang ada pada eukariota.

d. Membran sitoplasma

Membran sitoplasma disebut juga membran sel, yang komposisinya terdiri dari fosfolipid dan

protein. Membran sel dari semua jenis prokariota tidak mengandung sterol, kecuali Genus

Mycoplasma. Ditempat-tempat tertentu pada membran sitoplasma terdapat cekungan / lekukan

ke dalam (convoluted invagination) yang disebut mesosom .

Ada dua jenis mesosom:

1. Sepral mesosom, berfungsi dalam pembelahan sel

2. Lateral mesosom, kromosom bakteri (DNA) melekat pada septal mesosom

B. MORFOLOGI KUMAN

Morfologi kuman dapat dibagi dalam tiga bentuk utama, yaitu: kokus, batang, dan spiral.

1. Kokus: kuman berbentuk bulat dapat tersusun sebagai berikut:

a) Mikrokokus, tersendiri (single).

b) Diplokokus, berpasangan dua- dua.

c) Pneumokokus adalah diplokokus yang berbentuk lanset, gonokokus adalah diplokokus.

d) Tetrade, tersusun rapi dalam kelompok empat sel.

e) Sarsina, kelompok delapan sel yang tersusun rapi dalam bentuk kubus.

f) Streptokokus, tersusun seperti rantai.

g) Stafilokokus, bergerombol tak teratur seperti untaian buah anggur.

1. Basillus: kuman berbentuk batang dengan panjang bervariasi dari 2−10 kali diameter kuman

tersebut:
a) Kokobasilus, batang yang sangat pendek menyerupai kokus

b) Fusiformis, dengan kedua ujung batang meruncing

c) Streptobasilus, sel-sel bergandengan membentuk suatu filamen

2. Spiral:

a) Vibrio, berbentuk batang bengkok

b) Spirilum, berbentuk spiral kasar dan kaku, tidak fleksibel dan dapat bergerak dengan flagel

c) Spirokhaeta, berbentuk spiral halus, elastik dan fleksibel, dapat bergerak dengan aksial

filamen.

Contoh:

a. borrelia, berbentuk gelombang

b. treponema, berbentuk spiral halus dan teratur

c. leptospira, berbentuk spiral dengan kaitan pada satu atau kedua ujungnya.

C. FISIOLOGI PERTUMBUHAN KUMAN

Kuman-kuman merupakan kelompok organisme yang sangat omnivor (memakan segalanya).

Mereka mampu melaksanakan proses-proses metabolisme dengan memanfaatkan segala macam

sumber bahan makanan, mulai substrat anorganik sampai bahan organik yang sangat kompleks.

Substansi yang yang umum diperlukan oleh kumanantara lain:

a) Air

Kuman memerlukan air didalam konsentrasi tinggi (cukup) disekitarnya karena diperlukan

bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan. Air merupakan pengantar semua bahan gizi yang

diperlukan sel dan untuk membuang semua zat-zat yang tak diperlukan ke luar sel. Selain untuk

melancarkan reaksi-reaksi metabolik, air juga merupakan bagian terbesar dari protoplasma.

b) Garam-garam mineral anorganik,


Garam-garam mineral anorganik diperlukan untuk mempertahankan keadaan kolonidial dan

tekanan osmotik di dalam sel dan untuk memelihara keseimbangan asam-basa serta berfungsi

sebagai bagian enzim atau aktivator reaksi enzim.

c) Mineral

Selain karbon dan nitrogen, sel-sel hidup memerlukan sejumlah mineral-mineral lainnya

untuk pertumbuhannya seperti belerang (sulfur), Fosfor-fosfat (PO4 ) dan aktivator enzim

d) Sumber nitrogen

Banyak isi sel terutama protein mengandung nitrogen. Pada kuman, nitrogen mencapai 10%

berat kering sel kuman. Nitrogen yang dipakai oleh kuman, diambil dalam bentuk : NO3 , NO2 ,

NH3 , N2, dan R−NH2 (R-radikal organik). Kebanyakan mikroorganisme dapat menggunakan

NH3 sebagai satu-satunya sumber nitrogen.

e) C02

C02 diperlukan dalam proses-proses sintesa dengan timbulnya asimilasi co2 di dalam sel.

berdasarkan sumber C yang diperlukan, kuman dibagi dalam dua golongan:

1. kuman autotrof (litotrof) adalah kuman yang hanya memerlukan air, garam inorganik dan

co2 sebagai sumber C bagi pertumbuhannya, mensintesa sebagian besar metabolik

organiknya dari co2

2. kuman heterotrof adalah memerlukan C dalm senyawa organik, karbohidrat, untuk

pertumbuhannya. Dalam golongan ini termasuk semua jenis kuman yang patogen bagi

manusia

f) O2

Berdasarkan keperluan akan oksigen ( O2 ), kuman dibagi dalam lima golongan:

1. kuman anaerob obligat, hidup tanpa O2 , O2 toksis terhadap golongan kuman ini.

2. kuman anaerob aeroleran, tidak mati dengan adanya O2


3. kuman anaerob fakultatif, mampu tumbuh baik dalam suasanan dengan atau tanpa O2

4. Kuman aerob obligat, tumbuh subur bila ada O2 dalam jumlah besar

5. Kuman mikroaerofilik, hanya tumbuh baik dalam tekanan O2 yang rendah

g) Temperatur

Tiap-tiap kuman mempunyai temperatur optimum yaitu dimana kuman tersebut tumbuh

sebaik-sebaiknya, dan batas-batas temperatur dimana pertumbuhan dapat terjadi. Pembelahan sel

terutama sangat peka terhadap pengaruh merusak dari temperatur tinggi. Bentuk –bentuk besar

dan ganjil (bizarre = aneh) sering dijumpai pada biakan-biakan pada suhu yang lebih tinggi

daripada suhu optimum.

Berdasarkan batas-batas suhu pertumbuhan, kuman dibagi atas golongan-golongan:

a) psikrofilik : −5 sampai + 30℃ dengan optimum 10−45℃ dengan optimum 10−20℃

b) mesofilik : 10−45℃ dengan optimum 20−40℃

c) termofilik : 25−80℃ dengan optimum 50−60℃

Temperatur optimum biasanya merupakan refleksi dari lingkungan normal organisme

tersebut. Oleh karena kuman-kuman yang patogen bagi manusia biasanya tumbuh dengan baik

pada 37℃. Salah satu contoh yang baik adalah pada pembiakan kuman Mycobacterium leprae.

Setelah bertahun-tahun mengalami kegagalan, kuman tersebut baru dapat dibiakkan pada telapak

kaki mencit yang mempunyai suhu badan rendah. Hasil ini diperoleh dari kenyataan bahwa pada

manusia, kelainan-kelainan penyakit lepra biasanya terdapat pada kulit, sedangkan organ-organ

dalam tidak terkena.


h) pH

pH perbenihan juga mempengaruhi pertumbuhan kuman. Kebanyakan kuman yang patogen

mempunyai pH optimum 7,2−7,6. Meskipun suatu perbenihan pada pada permulaannya baik

bagi suatu kuman, tetapi pertumbuhan selanjutnya juga akan terbatas karena produk

metabolisme kuman-kuman itu sendiri. Hal itu terutama dijumpai pada kuman-kuman yang

bersifat fermentatif yang menghasilkan sejumlah besar asam-asam organik yang bersifat

menghambat. (Staff pengajar FK UI, 1993)

3. TINJAUAN TENTANG KANDUNGAN MIKROBA DI DALAM UDARA

Meskipun tidak ada organisme yang mempunyai habitat asli udara, tetapi udara disekeliling

kita sampai beberapa kilometer diatas permukaan bumi mengandung berbagai macam jenis

mikroba dalam jumlah yang beragam.

a. Udara di dalam ruangan

Tingkat pencemaran udara di dalam ruangan oleh mikroba dipengaruhi oleh faktor-faktor

seperti laju ventilasi, padatnya orang, dan sifat serta taraf kegiatan orang-orang yang menempati

ruang tersebut. Mikroorganisme terhembuskan dalam bentuk percikan dari hidung dan mulut

selama bersin, batuk bahkan bercakap-cakap. Titik-titik air yang terhembuskan dari saluran

mempunyai ukuran yang beragam dari mikrometer sampai milimeter. Titik-titik air yang

ukurannya jatuh dalam kisaran mikrometer yang rendahan tinggal dalam udara sampai beberapa

lama, tetapi yang berukuran besar segera jatuh kelantai atau permukaan benda lain. Debu dari

permukaan ini sebentar-sebentar akan berada dalam udara selama berlangsungnya kegiatan

dalam ruangan tersebut.

b. Udara diluar (Atmosfer)


Permukaan bumi, yaitu daratan dan lautan merupakan sumber kebanyakan mikroorganisme

yang ada dalam atmosfer. Angin menimbulkan debu dari tanah, partikel-partikel debu tesebut

membawa mikroorganisme yang menghuni tanah. Sejumlah besar air dalam bentuk titik-titik air

memasuki atmosfer dari permukaan laut, teluk, dan kumpulan air alamiah lainnya. Disamping

itu, ada banyak fasilitas pengolahan industri, pertanian, baik lokalm maupun regional

mempunyai potensi menghasilkan aerosol berisikan mikroorganisme. (Koes Irianto, 2006)

4. TINJAUAN TENTANG RUMAH SEHAT

A. PERUMAHAN

Perumahan yang sehat dan baik terdiri dari kumpulan rumah yang dilengkapi dengan

berbagai fasilitas pendukungnya seperti sarana jalan, saluran air kotor, tempat sampah, sumber

air bersih, lampu jalan, lapangan tempat bermain anak-anak, Sekolah, tempat ibadah, balai

pertemuan, dan pusat kesehatan masyarakat, serta harus bebas banjir. Standar arsitektur

bangunan terutama untuk perumahan umum (public housing) pada dasarnya ditujukan untuk

menyediakan rumah tinggal yang cukup baik dalam bentuk desain, letak, dan luas ruangan, serta

fasilitas lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga atau dapat memenuhi persyaran

rumah tinggal yang sehat (healthy) dan menyenangkan (comfortable) . (Budiman chandra, 2006)

B. SYARAT-SYARAT UMUM RUMAH SEHAT

Dalam UU No. 4/1992 tentang perumahan dan pemukiman terdapat istilah rumah, perumahan

dan pemukiman.

Yang dimaksud rumah dalam undang-undang tersebut adalah bangunan yang berfungsi sebagai

tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga, sedangkan perumahan adalah

kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang

dilengkapi dengan sarana lingkungan.


Pemukiman adalah bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan lindung, baiak berupa kawasan

perkotaan maupun pedesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan

hunian dan tempat yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.

Untuk mendapatkan kondisi perumahan/pemukiman yang dapat memberikan jaminan kepada

penghuninya sebagaimana dimaksud dalam definisi tersebut maka perlu persyaratan tertentu

untuk perumahan/pemukiman yang sehat. Beberapa peryaratan yang harus dipenuhi menurut

WHO dan American Public health association (APHA) adalah yang menyangkut pemenuhan

terhadap kebutuhan fisiologis, psikologis, mencegah penularan penyakit, dan mencegah

terjadinya kecelakaan. Disamping itu perumahan dan pemukiman sehat sebagai institusi budaya

harus menjamin aspek pemenuhan sosial bagi penghuninya.

1. Syarat Fisiologs

Perumahan harus memenuhi persyaratan fisiologis agar kebutuhan faal tubuh terpenuhi

melalui fasilitas yang tersedia. Yang termasuk di dalam kebutuhan fisiologis untuk perumahan

adalah:

a. Pencahayaan

Pencahayaa n yang diperlukan untuk suatu ruangan di dalam rumah dapat berbentuk cahaya

alami (sinar matahari) dan cahaya buatan (sinar lampu). Cahaya yang diperlukan per orang

yang tinggal didalamnya.

b. Penghawaan

Penghawaan untuk suatu ruangan di dalam rumahharus diperhitungkan aliran udara yang

masuk dan kapasitas ruangan untuk suatu hunian atau jumlah udara yang diperlukan per

orang yang tinggal didalamnya

c. Kebisingan (Noise)

Tidak ada gangguan ketenangan akibat kebisingan baik yang bersumber dari luar maupun

dari dalam rumah.


d. Ruangan (space)

Tersedia ruang yang cukup untuk kegiatan bermain bagi anak-anak, dan untuk belajar di

samping ruangan utama untuk ruang tamu, ruang makan, ruang tidur, dan sebagainya.

2. Syarat psikologis

Rumah menjamin ketenangan, ketentaraman serta kenyamanan secara psikologis.

Diantaranya yang menyangkut:

a. Menjamin privacy

Tiap anggota keluarga terjamin ketenangan dan kebebasannya (privacy), sehingga tidak

terganggu baik oleh keluarga yang lain, tetangga maupun orang yang kebetulan lewat diluar.

b. Tersedianya ruang keluarga.

Ruang keluarga sangat penting untuk saling melepaskan kerinduan atau malah psikologis

yang lain. Ruang keluarga adalah sarana untuk menjalin hubungan sosial maupun emosional

keluarga.

c. Lingkungan yang sesuai

Lingkungan pemukiman yang tidak sesuai dengan keadaan sosial penghuninya akan

menimbulkan masalah secara psikologis. Tempat hunian real state dibangun untuk berbagai

berbagai strata sosial. Seseorang akan dapat memilih hunian mana yang sesuai dengan strata

sosial keluarganya. Kesenjangan strata antar penghuni atau pemukiman akan menimbulkan

rasa tidak nyaman.

d. Tersedia sarana yang sifatnya memerlukan “privacy”

Rumah dilengkapi dengan kamar mandi dan kloset sendiri. Tidak etis bila seseorang mandi

atau berhajat di fasilitas milik tetangganya. Setidaknya tersedia sarana tersebut.


e. Jumlah kamar tidur yang cukup

Jumlah kamar tidur disesuaikan dengan usia penghuninya. Usia di bawah 2 tahun boleh satu

kamar dengan orang tua. Anak di atas 10 tahun harus di pisahkan antara laki-laki dan

perempuan. Sedangkan anak umur 17 tahun ke atas diberikan kamar tersendiri.

f. Mempunyai halaman yang dapat ditanami pepohonan atau taman.

Disamping menimbulkan rasa keindahan juga untuk membersihkan udara dan menahan

/melindungi pencemaran udara dari luar.

g. Hewan peliharaan (pet) dibuatkan kandang tersendiri terpisah dari rumah

Untuk menghindari tertularnya penyakit zoonosis, ataupun keributan yang ditimbulkan oleh

binatang kesayangan, sebaiknya dibuatkan kandang terpisah dari kamar yang biasa dihuni.

3. Mencegah penularan penyakit

Pada dasarnya persyaratan perumahan harus dipertimbangkan agar tidak menimbulkan

gangguan kesehatan, baik secara jasmani, rohani maupun sosial. Beberapa persyaratan berikut

berkaitan dengan tersedianya fasilitas sanitasi agar kesehatan penghuninya tetap terjaga, tidak

tertular penyakit infeksi baik antar penghuni maupun dengan kehadiran anggota warga lain dari

sekitar.

a. Tersedianya persediaan air bersih / air minum

Air bersih sangat diperlukan baik sebagai sarana pembersih maupun sebagai bahan untuk air

minum . Penyediaan air bersih harus memenuhi syarat kualitas maupun kuantitas.

b. Bebas dari vektor ataupun binatang pengerat

Keadaan rumah maupun halaman serta lingkungannya menjamin tidak terdapatnya sarang

vektor ataupun binatang pengganggu lainnya. Hal ini terkait dengan konstruksi maupun

keadaan dan kelengkapan fasilitas yang digunakan seperti adanya tempat penyimpanan

sampah yang baik, kebersihan yang selalu terjaga dan sebagainya.

c. Tersedianya tempat pembuangan tinja dan air limbah yang memenuhi syarat sanitas.i
d. Luas / ukuran kamar yang tidak menimbulkan suasana “crowded”

Luas kamar minimum ukuran 2,5 m × 3 m dengan ketinggian langit-langit 2,75 – 3 m.

Sanitasi perumahan, khususnya yang menyangkut kepadatan penghuni kamar dan luas jendela

berpengaruh terhadap timbul dan menularnya penyakit pneumonia. Sekalipun pencahayaan

alami juga berperan penting dalam menekan kejadian penyakit dalam saluran pernafasan.

e. Fasilitas untuk pengolahan makanan / memasak dan penyimpanan makanan yang terbebas

dari pencemaran maupun jangkauan vektor maupun binatang pengerat.

4. Mencegah terjadinya kecelakaan

Beberapa hal untuk menhindari timbulnya kecelakaan misalnya adalah:

a. Adanya ventilasi di dapur. Untuk mengeluarkan gas seandainya terjadi kebocoran gas.

Seandainya terjadinya terjadi kebocoran gas untuk memasak, maka akan segera diketahui dari

baunya. Jangan sekali-kali menyalakan alat elektronika maupun lampu baik lampu minyak

atau listrik apabila diketahui ada kebocoran gas. Percikan api sekecil apapun akan memicu

ledakan karena terbakarnya gas dalam suatu ruangan. Bukalah jendela agar gas segera dapat

keluar dari ruangan

b. Cukup intestitas cahaya, untuk menghindari kecelakaan seperti tersandung, Teriris / tersayat,

tertusuk jarum waktu menjahit dan sebagainya.

c. Jauh dari pohon besar, Bangunan rumah jauh dari pepohonan besar yang mudah tumbang

atau runtuh.

d. Garis rooi. Bangunan harus mengikuti garis rooi (garis sempadan). Jarak pagar dengan

bangunan minimal 1⁄2 lebar jalan.

e. Lantai yang selalu basah (kamar mandi, kamar kecil) tidak licin, baik karena konstruksinya

maupun pemeliharaannya.

f. Bagian bangunan yang dekat api atau listrik terbuat dari bahan tahan api
g. Cara mengatur isi ruangan / meletakkan barang. Pengaturan ruangan memberikan keleluasaan

bergerak, terutama untuk keselamatan anak-anak.

Cara menyimpan bahan beracun. Hindarkan dari jangkauan anak atau kekeliruan

pengambilan bahan pestisida, min yak tanah, deterjen, obat-obatan dan sebagainya.(Didik

Sarudji,2010)

C. DI INDONESIA, TERDAPAT SUATU KRITERIA UNTUK RUMAH SEHAT

SEDERHANA (RSS)

Kriteria untuk Rumah Sehat Sederhana (RSS), yaitu:

a. Luas tanah antara 60-90 meter.

b. Luas bangunan antara 21-36 meter persegi.

c. Memiliki fasilitas kamar tidur, WC (kamar mandi), dan dapur.

d. Berdinding batu bata dan diplester

e. Memiliki lantai dari ubin keramik dan langit-langit dari triplek.

f. Memiliki sumur atau air PAM

g. Memiliki fasilitas listrik minimal 450 watt

h. Memiliki bak sampah dan saluran air kotor. (Budiman Chandra, 2006)
D. KERANGKA TEORI

Kondisi rumah 1. Kualitas


udara
2. Kenyamanan

- Suhu
Kualitas fisik
- Kelembababan
rumah
- Pencahayaan
- Ventilasi
- Kepadatan Jumlah
penghuni

Angka kuman

1. Gangguan saluranpernafasan
(Iritasi hidung seperti bersin, hidung gatal, sakit
tenggorokan)
2. Iritasi mata
3. Gangguan paru
(pernafasan seperti ISPA dan TBC, batuk,rasa
berat didada)
4. Gangguan perilaku
(gangguan saluran kencing, sulit belajar)