Anda di halaman 1dari 9

RPP BIOLOGI KURIKULUM 2013 3.

10
Menganalisis data perubahan lingkungan
dan dampak dari perubahan perubahan
tersebut bagi kehidupan.
RENCANA PELAKSAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X (Sepuluh) / 2
Materi Pokok : Perubahan Lingkungan dan Daur Ulang Limbah
Pertemuan ke :1&2
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

PETENSI INTI :
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,
gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR :
1.1 Mengagumi, menjaga, melestarikan keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang ruang
lingkup, obyek dan permasalahan Biologi menurut agama yang dianutnya
1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses
1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan
sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur sesuai data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli
dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan
berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat
secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam
melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar
kelas/laboratorium.
2.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja
saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar.

3.10 Menganalisis data perubahan lingkungan dan dampak dari perubahan perubahan tersebut bagi
kehidupan.

4.10 Memecahkan masalah lingkungan dengan membuat desain produk daur ulang limbah dan upaya
pelestarian lingkungan.

INDIKATOR :

1. Menjelaskan pengertian pencemaran


2. Menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan gangguan keseimbangan lingkungan
3. Menyebutkan beberapa jenis pencemaran lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitar
4. Mengalisis penyebab terjadinya pencemaran udara
5. Menjelaskan tentang etika lingkungan
6. Menjelaskan tentang pengertian limbah
7. Menjelaskan perbedaan tentang limbah organik dan limbah anorganik
8. Mengidentifikasi jenis limbah yang mungkin dapat di daur ulang menurut jenisnya
9. Menentukan penanganan limbah menjadi produk yang bermanfaat
10. Membuat produk yang berasal dari limbah.
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa mampu menjelaskan pengertian pencemaran secara mandiri dengan benar
2. Siswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan gangguan keseimbangan
lingkungan secara mandiri dengan benar
3. Siswa mampu menyebutkan beberapa jenis pencemaran lingkungan yang terjadi di lingkungan
sekitar secara mandiri dengan benar
4. Siswa mampu mengalisis penyebab terjadinya pencemaran udara secara berkelompok dengan
benar melalui video
5. Siswa dapat menjelaskan tentang etika lingkungan dengan benar secara mandiri
6. Siswa dapat menjelaskan tentang pengertian limbah secara mandiri dengan benar
7. Siswa mampu menjelaskan perbedaan tentang limbah organik dan limbah anorganik secara
mandiri dengan benar
8. Siswa mampu mengidentifikasi jenis limbah yang mungkin dapat di daur ulang menurut
jenisnya secara berkelompok sesuai dengan informasi atau permaslahan yang ada
9. Siswa dapat menentukan penanganan limbah menjadi produk yang bermanfaat sesuai dengan
informasi yang ada secara benar
10. Siswa mampu membuat produk yang berasal dari limbah secara mandiri sesuai prosedur dengan
benar.

II. MATERI AJAR / BAHAN AJAR

PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN DAUR ULANG LIMBAH

Kegiatan manusia dalam mengeksploitasi alam ternyata menimbulkan masalah karena


dapat merusak dan mencemari lingkungan. Segala kegiatan manusia yang dapat mengurangi
keanekaragaman hayati merupakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan,
seperti :
1. Penebangan hutan ( Deforestasi )
Hutan ditebangi dan dan dibuka untuk beragam kepentingan, misalnya lahan pertanian,
pemukiman, industry dan pembuatan jalan. Kayu hutan juga bernilai ekonomi karena bermanfaat
sebagai bahan bangunan, bahan pembuatan kertas atau tekstil dan alat rumah tangga. Kegiatan
deforestasi yang tidak diikuti dengan upaya pelestarian dapat mengakibatkan kesuburan tanah
berkurang, erosi, banjir, hilangnya habitat hewan, punahnya spesies tumbuhan dan hewan serta
terbentuknya gurun.
2. Eksploitasi berlebihan terhadap Sumber Daya Alam
Eksploitasi sumber daya abiotik ( misalnya air atau bahan tambang ) secara besar-besaran
tanpa memperhatikan kondisi lingkungan dapat mempengaruhi ekosistem secara keseluruhan.
Eksploitasi air yang berlebihan dapat menyebabkan kekeringan. Kerusakan lingkungan akibat
kegiatan pertambangan terbuka antara lain kerusakan pada hutan dan area kegiatan
pertambangan.
3. Pencemaran lingkungan ( populasi )
Pencemaran lingkungan adalah masuknya bahan polutan berbahaya kedalam lingkungan.
Pencemaran lingkungan menimbulkan permasalahan kesehatan dan kesejahteraan manusia.
a) Macam-macam pencemaran
 Pencemaran tanah
 Pencemaran udara
Berbagai faktor yang menyebabkan pencemaran udara yaitu faktor alamianatara lain badai pasir,
kebakaran hutan, dan letusan gunung berapi. Faktor lain yang disebabkan oleh aktivitas manusia
seperti :
1) Asap
2) Karbon monoksida
3) Karbon dioksida
4) Sulfur Dioksida
5) Nitrogen Oksida
6) Timah
 Pencemaran Air
1. Limbah Air
2. Limbah Beracun Anorganik
3. Pestisida
4. Minyak

1. Pengertian Limbah
Lingkungan di sekitar kita terdiri dari lingkungan biotik dan abiotik, dimana kita sebagai
manusia selalu berinteraksi dengan lingkungan yang merupakan daya dukung dalam
kelangsungan hidup manusia. Daya dukung tersebut meliputi udara, air, makanan, sandang,
papan yang kesemuanya itu diperoleh dari lingkungan hidup disekitar kita.
Suatu lingkungan hidup dikatakan baik apabila komponen-komponen lingkungan tersebut
dalam keadaan seimbang. Dalam memenuhi kebutuhannya maka manusia harus mengambil dan
menggunakan sesuatu dari lingkungan sekitarnya dan kemudian melepas sisa-sisa aktivitas
kelingkungan juga. Sisa kegiatan manusia tersebut menjadi salah satu penyebeb pencemaran
lingkungan (environmental pollution) yang dapat mempengaruhi kualitas lingkungan. Jadi
pencemaran lingkungan terjadi karena adanya sisa suatu usaha atau kegiatan manusia atau
limbah yang dibuang kedalam lingkungan hingga daya dukung terlampaui.
Limbah merupakan suatu barang (benda) sisa dari sebuah kegiatan produksi yang tidak
bermanfaat/bernilai ekonomi lagi. Limbah sendiri dari tempat asalnya bisa beraneka ragam, ada
yang limbah dari rumah tangga, limbah dari pabrik-pabrik besar dan ada juga limbah dari suatu
kegiatan tertentu. Dalam dunia masyarakat yang semakin maju dan modern, peningkatan akan
jumlah limbah semakin meningkat. Logika yang mudah seperti ini, dahulunya manusia hanya
menggunakan jeruk nipis untuk mencuci piring, namun sekarang manusia sudah menggunakan
sabun untuk mencuci piring sehingga peningkatan akan limbah tak bisa di elakkan lagi.Dengan
konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah sangat merugikan bagi kita semua, sehingga
perlu penanganan limbah yang serius. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah
tergantung pada karakteristik limbah.
Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah :
1. Volume limbah
2. Kandungan bahan pencemar
3. Frekuensi pembuangan limbah.

Limbah sendiri dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:


1. Berdasarkan Wujudnya
Pada pengelompokan limbah berdasarkan wujud lebih cenderung di lihat dari fisik limbha
tersebut.
- Limbah padat, disebut limbah padat karena memang fisiknya berupa padat, contohnya: Bungkus
jajanan, plastik, ban bekas, daun, dan lain-lain.
- Limbah Gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh limbah dalam bentuk Gas
antara lain: Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), SO2,HCL,NO2 (asap industri)
- Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat cair misalnya: Rembesan AC,
Air cucian, air sabun, minyak goreng buangan, dan lain-lain.
2. Berdasarkan sumbernya
Pada pengelompokan limbah menurut sumbernya ini lebih difokuskan kepada dari mana
limbah tersebut dihasilkan. Berdasarkan sumbernya limbah bisa berasal dari:
- Limbah industri, limbah yang dihasilkan oleh pembuangan kegiatan industri. Sampah ini berasal
dari seluruh rangkaian proses produksi (bahan-bahan kimia serpihan / potongan bahan ),
perlakuan dan pengemasan produk (kertas, kayu, plastik). Sampah industri yang berupa bahan
kimia dan beracun memerlukan perlakuan khusus sebelum dibuang. Misalnya : limbah industri
tekstil
- Limbah Pertanian, limbah yang ditimbulkan karena kegiatan pertanian dan perkebunan.
Misalnya : Senyawa organik dari bahan kimia yang digunakan untuk kegiatan pertanian (pupuk
dan pertisida), limbah organik yang dihasilkan dari sisa – sisa tumbuhan sayur
- Limbah pertambangan adalah limbah yang asalnya dari kegiatan pertambangan. Misalnya :
Material tambang seperti logam dan batuan
- Limbah domestik, limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar, rumah sakit, restoran dan
pemukiman-pemukiman penduduk yang lain. Contohnya : kertas, kardus, dan sisa-sisa obat.

3. Berdasarkan senyawa
 Berdasarkan senyawanya limbah dibagi lagi menjadi dua jenis :
a. Limbah Organik, adalah limbah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik
aerob atau anaerob. Limbah organik mudah membusuk, seperti sisa makanan, sayuran, daun-
daunan kering, dan sebagainya. Limbah organik terdiri atas bahan-bahan yang besifat organik.
Limbah ini juga bisa dengan mudah diuraikan melalui proses yang alami. Limbah organik
mempunyai sifat kimia yang stabil sehingga zat tersebut akan mengendap kedalam tanah, dasar
sungai, danau, serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme yang hidup didalamnya.
b. Limbah Anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk di uraikan
(tidak bisa membusuk),sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh
alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama.Contoh
limbah anorganik adalah plastik, botol plastik, botol kaca, kaleng, alumunium, baja, dll.
 Penanganan Limbah
A. Penanganan Limbah Cair
1. Sistem penanganan limbah cair industri, salah satunya dengan penanganan sistem setempat yaitu
industri membuat instalasi pengolahan limbah sendiri. Limbah yang dihasilkan di usahakan
sedikit mungkin dan dapat dimanfaatkan kembali.
B. Penanganan Limbah Padat
Minimalisasi limbah padat yang berpedoman pada konsep pelaksanaan pembangunan
berkelanjutan yang menghemat penggunaan sumber daya alam dapat dilakukan melalui cara
antara lain :
- Reuse(memanfaatkan kembali barang bekas tanpa harus memprosesnya terlebih dahulu),
misalnya menggunakan gelas air mineral bekas untuk tempat pembibitan tanaman.
- Reduce (mengurangi limbah), misalnya dengan membawa tas belanja dari rumah saat berbelanja
di pasar sehingga mengurangi penggunaan kantong plastik.
- Recycle (mendaur ulang limbah), misalnya mendaur ulang kertas bekas.
Dalam penanganan limbah padat dibagi dalam beberapa cara yaitu :
1. Penimbunan tanah (landfill)
2. Sanitary landfill
Merupakan metode pengelolaan limbah secara terkontrolmelalui sistem sanitasi yang baik.
3. Penghancuran
4. Insinerasi (Pembakaran)
5. Pengomposan, sampah-sampah organik (dedaunan, sisa sayuran, kulit buah, kotoran hewan)
dibusukkan dengan menggunakan bakteri hingga menjadi pupuk kompos.
C. Penanganan Limbah Gas
Untuk penanganan limbah gas lebih ditekankan pada bagaimana mencegah gas
pencemar tersebut tidak mencemari lingkungan, misalnya dengan memasang filter (penyaring)
pada knalpot kendaraan bermotor, mengontrol emisi gas buang dan lain-lain.

 Macam-macam limbah yang dapat didaur ulang


Berikut adalah beberapa jenis limbah atau material yang dapat dimanfaatkan melalui daur
ulang.
1. Kertas, semuajenis kertas dapat didaur ulang seperti kertas koran dan kardus.
2. Limbah gelas / piring pecah dapat digunakan untuk membuat botol, gelas, atau piring yang baru.
4. Baja, baja sisa kontruksi bangunan akan berguna sebagai bahan baku pembuatan baja baru.
5. Plastik, limbah plastik dapat diproses lagi menjadi bahan pembungkus (pengepakan) untuk
berbagai keperluan. Misalnya dijadikan tas, sandal, topi, botol minyak pelumas, dll.

III. METODE PEMBELAJARAN


mbelajaran : Scientific Approach
lajaran : Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab, Penugasan dengan model Inquiry Learning

IV. MEDIA, ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN


1. Media
 Pertemuan ke-1
Video pencemaran, LKS, Power Point
 Pertemuan ke-2
Gambar-gambar/Foto tentang Limbah, LKS, Power Point
2. Alat/Bahan
 Pertemuan ke-1
LCD dan Laptop
 Pertemuan ke-2
LCD dan Laptop, Barang Bekas (Limbah plastik/kertas),
3. Sumber Pembelajaran
1. Buku-buku
Aryulina, Diah. Et al. 2007. BIOLOGI 1. Jakarta : Erlangga
Nuryani, dkk. 2009. Biologi 1 untuk kelas X SMA/MA. Jakarta : Pusat Perbukuan
Setyawan, Dedi. 2012. Pengertian limbah: pengelompokan limbah dan contoh-contohnya.
http://Wordpress.com.
2. Buku-buku lain yang relevan
3. Internet
Download untuk gambar jenis – jenis limbah dan daur ulangnya
V. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan ke-1
A. Pendahuluan (10 menit)
 Guru menggali pengetahuan siswa dengan menampilkan suatu gambar pencemaran lingkungan
dan menanyakan pencemaran yang terjadi di lingkungan sekitar
 Guru memotivasi siswa dengan memberikan gambaran atau penjelasan tentang pencemaran
sebagai sebab perubahan lingkungan
 Guru mengkomunikasikan pada siswa tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menguraikan
materi secara garis besar dengan menggunkan peta konsep

B. Inti (70 menit)


 Guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok belajar
 Guru melakukan tanya jawab untuk menggali pengetahuan siswa tentang pencemaran untuk
menemukan konsep pencemaran sebagai sebab perubahan lingkungan
 Siswa melakukan kajian litertur yang dibimbing oleh guru untuk menemukan faktor-faktor
penyebab gangguan keseimbangan lingkungan
 Siswa menemukan macam-macam pencemaran yang terjadi dilingkungan sekitar dengan
bimbingan guru
 Siswa berdiskusi untuk menemukan penyebab terjadinya pencemaran udara dan menggali apa
saja dampak yang dihasilkan dari video yang ditayangkan oleh guru

C. Penutup (15 menit)


 Siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari
 Guru memberikan tugas rumah pada siswa untuk mencari penyebab terjadinya pencemaran pada
air dan tanah serta dampaknya
 Guru memberikan pengayaan untuk mencari refrensi dari berbagai sumber tentang etika
terhadap lingkungan
 Melaksanakan post test

Pertemuan ke-2
A. Pendahuluan (10 menit)
 Guru menggali pengetahuan siswa dengan menampilkan suatu gambar limbah dan menanyakan
limbah-limbah yang terdapat di lingkungan sekitar
 Guru memotivasi siswa dengan memberikan gambaran atau penjelasan tentang limbah dan
dampaknya terhadap lingkungan
 Guru mengkomunikasikan pada siswa tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menguraikan
materi secara garis besar dengan menggunkan peta konsep
B. Inti (70 menit)
 Guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok belajar
 Guru melakukan tanya jawab untuk menggali pengetahuan siswa tentang limbah untuk
menemukan konsep limbah
 Siswa berdiskusi untuk mengidentifikasi jenis limbah yang mungkin dapat di daur ulang secara
kelompok sesuai dengan informasi yang ada dengan saling menghargai pendapat teman (LKS 2)
 Siswa melakukan studi literatur tentang jenis-jenis limbah dan penangannya menjadi produk
yang bermanfaat
 Siswa melakukan studi literatur tentang limbah organik dan anorganik dan menyebutkan
contohnya masing-masing sesuai LKS 1 yang telah dibagikan
 Guru membimbing siswa dalam melakukan diskusi
 Guru menilai keaktifan siswa dalam kegiatan diskusi
 Siswa berdiskusi untuk menentukan limbah yang dapat di daur ulang menurut sumber ataupun
jenisnya dan merumuskan konsep daur ulang
 Siswa menyimpulkan dan menyampaikan secara lisan hasil diskusi tentang macam-macam
limbah yang dapat di daur ulang menjadi produk yang bermanfaat
 Guru membimbing siswa dalam menyimpulkan hasil diskusinya

C. Penutup (15 menit)


 Siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari
 Guru memberikan tugas rumah pada siswa untuk membuat suatu hasil karya daur ulang limbah
yang dapat bermanfaat
 Guru memberikan pengayaan untuk mencari refrensi dari berbagai sumber tentang cara
penanganan limbah menjadi suatu produk yang bermanfaat
 Melaksanakan post test

VI. PENILAIAN
 Jenis dan Teknik penilaian
1. Jenis : Tugas individu, Tugas kelompok (diskusi)
2. Teknik : Test (tertulis dan lisan), Penugasan

 Instrumen Penilaian
- Observasi (Lembar pengamatan)
- Test (bentuk pilhan ganda dan uraian)

- Penugasan