Anda di halaman 1dari 17

DIKTAT KULIAH TEKNOLOGI BAHAN I

Ir. Dwi Heru S, MT

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
*)Hanya digunakan untuk kalangan intern FT-Unesa

1
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga
penulis dapat menyelasaikan Buku Teknologi Bahan, sebagai acuan Mata Kuliah Ilmu Bahan
dikalangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya..

Buku ini dibuat sebagai bahan kajian dan acuan pada mahasiswa jurusan teknik agar
dapat meningkatkan pengetahuan dalam bidang Ilmu Bahan yang selama ini saya ampu
sebagai pembelajaran saat mahasiswa mengambil Kuliah Ilmu Bahan. Dalam kesempatan kali
ini tidak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak pimpinan fakultas/jurusan
dan teman – teman sejawat FT- Unesa yang memberi motivasi, dukungan agar semarak proses
pembelajaran dijurusan teknik lebih bergairah untuk mencapai kompetensi bidang keteknikkan
dan pendidikan keteknikan secara umum maupun permesinan secara khusus untuk mencapai
tujuan pendidikan yang ideal. Penulis menyadari bahwa penyusunan buku ini jauh dari
kesempurnaan dan masih banyak kekurangan serta perlu adanya perbaikan. Oleh karena itu
kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca untuk
kesempurnaan Buku Kuliah tentang Teknologi Bahan

Akhir kata, penulis berharap semoga Buku Kuliah tentang Teknologi Bahan yang
sedarhana ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amien

Surabaya : 20-oktober-2008

penyusun

Dwi Heru Sutjahjo

TEKNOLOGI BAHAN

2
Pembagian bahan teknik

Bahan teknik

Bukan logam Logam

Bukan besi Logam besi


Alam Buatan
Karet Plastik
cellulose Karet
syntetic Logam Logam ringan Besi baja Besi tuang
Keramik berat Aluminium Baja halus Besi tuang
Tembaga Magnesium Baja mesin kelabu
Timbal Titanium Baja alat Besi tuang
Nikel Baja tuang noduler
Chrom Besi tuang
paduan

BAJA
Baja kasar mengandung banyak carbon, maka getas. Untuk memperoleh baja, carbon
dikeluarkan (maksimum kadar carbon 2%) dan menambahkan unsur-unsur lain.
Ada 3 macam proses:
1. Proses Oxy
Besi kasar daimasukkan kedalam reaksi, dialiri O2 murni. O2 ini membakar besi dan unsur
lainya. Panas yang timbul besar sekali, sehingga perlu ditambahkan serpihan-serpihan baja
dari luar untuk pendingin. Kapasitas 250 ton.
2. Proses Siemen Martin
Panas untuk proses diberi dari luar dengan pembakaran gas atau minyak. Jalan peleburan
dan reduksi lamban, tetapi mudah dikontrol. Kapasitas 400 ton.
3. Proses baja elektro
Panas untuk melebur dan mereduksi diperoleh dari busur listrik antara carbon batangan dan
isi tungku. Kualitas sangat tinggi. Kapasitas 300 ton.

3
Baja dikelompokkan dalam :
1. Baja konstruksi.
2. Baja mesin.
3. Baja alat.
4. Baja tuang.

1. Baja konstruksi
Kadar carbon 0-0,3% C
Kadar carbonnya rendah maka liat, renggang besar. Mudah diubah bentuknya. Mudah dilas,
tak mudah disayat. Karena liatnya, bentuk asalnya tidak bagus. Dipakai pada: pagar,
jembatan, rangka atap, derek dst.
2. Baja mesin
Kadar carbon 0,3-0,6%
Kadar carbon lebih tinggi, sehingga lebih kuat dan keras dibanding baja konstruksi. Mudah
disayat dan tidak mudah di las. Jenis ini sukar diuabah bentuknya, renggang lebih kecil
dibanding baja konstruksi. Dipakau untuk : bagian-bagian dari mesin misalnya: roda gigi, as,
pasak-pasak, kopling dll. Baja ini dikeraskan dan dimuliakan.
3. Baja liat
Untuk alat pukul, kadar carbon 0,6-0,9%
Baja ini dipakai dalam keadaan dikeraskan dan dimuliakan baja keras dan liat. Gunanya
untuk: bor, palu, pahat dll.
a. Untuk perkakas sayat.
Kadar carbon 0,4-1,2%
Baja ini keras dan sangat liat.
Gunanya untuk : gunting pisau, gergaji dll.
b. Untuk alat ukur.
Kadar carbon 1,2-1,5%
Baja ini harus sangat tahan terhadap keausan, jadi harus sekeras mungkin: keliatan tidak
diperlukan, oleh karena beban tidak besar.
Gunanya untuk : mistar ingsut (caliper), kikir.

4
4. Baja tuang
Kadar C = 0,15-0,35%.
a. Lebih kuat dan liat dari besi tuang biasa.
b. Susut tuang 2%.
c. Titik lebur tinggi.
d. Ditambah Mn untuk menaikkan kekuatan tanpa mengurangi keliatan.

BESI TUANG
Jenis-jenis utama :
1. Besi tuang abu-abu.
2. Besi tuang putih.
3. Besi tuang noduler.
4. Besi tuang yang dapat ditempah.

1. Besi tuang abu-abu


a. Bidang patah berwarna abu-abu.
b. Grafit berupa celah-celah kelabu. Adanya celah-celah ini menyebabkan terjanya
konsentrasi tegangan sehingga kuat tarik rendah.
c. Modulus elastilitas tarik rendah, karena adanya celah-celah sehingga kelihatannya
regangan besar.
Gunanya untuk : kepala silinder, motor diesel, penyangga jembatan dll.
2. Besi tuang putih
a. Bidang patah berwarna putih.
b. Grafit terdapat dalam bentuk cementitie.
c. Keras (karrena adanya grafit sebagai cementitie), sehingga hanya dapat dikerjakan
dengan mengasah.
d. Tahan ausan.
e. Didapat dengan pendinginan mendadak.
f. Didapat dengan pendinginan mendadak dengan Mn yang tinggi, kadar silikon rendah.
Gunanya untuk : bola canai, pelat-pelat yang tahan aus.
3. Besi tuang noduler
a. Mudah dituang.
b. Harga relatif murah.

5
c. Dibuat dengan menambahkan Mg (dalam bentuk paduan), kebahan dasar murni (besi
kasar yang kotorannya hanya sedikit). Proses pelebuuran dengan busur listrik.
d. Grafir terpisah dalam bentuk bulat.
Daerah pemakaian luas.
4. Besi tuang dapat ditempa
Besi tuang putih mengandung carbon dalam bentuk cementite. Carbon ini dapat
ditransformasikan. Pada transformasi ada dua hal sebagai berikut:
a. Carbon bergerak kepinggiran benda dan hilang (kelur dari benda tuang), jenis ini disebut
besi tuang murni.
b. Carbon melepas diri dari cementite, membentuk carbon bebas. Jenis ini disebut besi
tuang muda.

Besi tuang murni :


Carboan telah keluar dari benda tuang sehingga benda tuang murni. Bahan ini liat (kareana tidak
adanya cementite dan kuat karena tidak ada lamel-lamel). Dapat dibentuk (karena rengangan
besar), oleh karena itu dapat ditempa. Kadar carbon kecil sehingga sifat mekanik hampir seperti
baja.

Besi tuang muda :


Carbon melepaskan diri dalam bentuk repih-repih. Repih lebih menguntungkan dari pada lamel.
Repih tersebut diseluruh badan, sehingga lebih kuat dan liat, maka dapat di tempa.

Sifat-sifat dari besi tuang yang merugikan


1. Kekuatan rendah (kecuali besi murni dan besi tuang muda).
2. Getas (kecuali besi tuang murni, muda dan noduler).
3. Tak dapat dilas (kecuali besi tuang murni).
4. Pemijaran mahal.

Sifat-sifat yang menguntungkan


1. Penyusutan kecil pada penuangan, karena rongga-rongga grafit (kecuali besi tuang murni
dan besi tuang muda).
2. Mudah dituang.

6
3. Sifat luncur yang baik, karena rongga-rongga grafit berfungsi sebagai minyak, selain grafit
sendiri mempunyai efek pelumasan.
4. Harga murah.
5. Mudah dikerjakan.
6. Mudah dikeraskan.
7. Tahan korosi.

LOGAM-LOGAM BUKAN BESI


1. Tembaga
a. Masa jenis 8900 kg/m3. Titik lebur 1083°C.
b. Penghantar baik untuk panas dan listrik.
c. Tahan korosi.
d. Tembaga murni mudah dibentuk (cocok untuk bahan perapat).
e. Sukar dilas (karena penghantar panas sehingga panas sukar terkumpul).
f. Tidak dapat dipotong (disayat).
g. Tidak dapat dituang, sebab waktu dalam keadaan cair menyerap gas, waktu dingin
berpori-pori.
h. Dapat dilas dan ditarik dingin, karena renggangan besar.
Penggunaan :
a. Industri (tahan korosi)
b. Alat-alat (konduktor)

Paduan-paduan tembaga :
a. Perunggu : paduan antara Cu dan Sn (Sn max 20%)
Supaya mudah dihitung ditambah Zn dan Pb (contoh perunggu universal) :
Cu = 85%, Zn = 5%, Sn = 5%.
Gunanya untuk : bantalan, pitting pipa, mur poros, roda gigi cacing, balingbaling kapal.
Sifat mudah dituang.
b. Kuningan : paduan Cu + Zn (Zn maximum 40%)
1) Mudah dituang
2) Mudah ditempah
3) Tahan terhadap korosi
Gunanya : extrusi kuningan, kran gas, kran air kempaan panas, dll.

7
c. Monel : paduan antara {Cu (30%) + Ni (67%) + Fe dll}
Sifat : warna putih, tahan korosi
Gunanya : instalatair sanitair
2. Timbal (timah hitam)
Sifat-sifat :
a. Masa jenis 11350 kg/m3.
b. Titik lebur 327°C.
c. Kekuatan rendah, tidak dapat dipakai sebagai bahan konstruksi.
d. Merayap karena beratnya sendiri.
e. Tahan korosi, baik untuk penutp atap, alat-alat industri kimia.
f. Berrat jenisnya besar, dipakai untuk pemberat.
g. Tahan sinar radio aktif.
h. Peredam yang baik terhadap suara dan geteran.
i. Tidak larut dalam logam lain.
j. Titik lebur rendah, dipakai sebagai patri dan bahan bantalan (sebagai pelumas darurat).

3. Aluminium
a. Masa jenis 2700 kg/m3, temasuk logam ringan (masa jenis logam ringan lebih kecil dari
5000 kg/m3).
b. Titik lebur 658°C.
c. Kekuatan aluminium rendah. Dinaikkan dengan Age hardening.
d. Tahan korosi (baik untuk dinding luar, bingkai jendela dll).
e. Tidak beracun (dipakai untuk panci-panci dll), dan tidak berbau.
f. Tahan terhadap zat-zat kimia (dipakai sebagai bahan dalam industri kimia).
g. Penghantar listrik yang baik.
h. Tak dapat dituang, karena susutnya besar.
i. Mudah ditempa dan digilas.
j. Tak dapat dilas.

8
Paduan-paduan aluminium :
a. Duraluminium : paduan (Al + Cu dll)
(Cu 5%, Si 1,5%, Zn 1,5%, dan Mg 2,5%)
1) Masa jenis 2800 kg/m3.
2) Tak adapat dilas, harus dikeling.
3) Tahan terhadapat korosi berkurang dibandingkan Al, maka bagian luar dilapisi
aluminium.
Gunanya : bagian pesawat terbang.
b. Silumin
1) Paduan Al + Si (12-13%).
2) Kekuatan lebih kecil dari duraluminium.
3) Dapat dituang.
4) Tahan korosi.
Gunanya : torak, kepala silinder, pelek dll.
c. Alumag
1) Tahan korosi.
2) Banyak digunakan dalam arsitektur.

4. Magnesium
a. Masa jenis 1740 kg/m3.
b. Titik lebur 650°C.
c. Kekuatan rendah (Mg murni tidak berarti apa-apa). Mg selalu dipakai dalam paduan.
d. Mudah terbakar (harus hati-hati dalam pengerjaan).
e. Tidak tahan korosi (harus dicat).
Sebagai konstruksi dipakai sebagai bahan pesawat, mobil balap. Juga dalam industri
petasan, lampu kilat.

5. Titan
Sifat :
a. Masa jenis 4500 kg/m3.
b. Titik lebur 1668°C.
c. Sangat kuat.
d. Tahan panas (sampai suhu 500°C).

9
e. Tahan korosi.
f. Sukar disayat, sukar dituang, diremas.
g. Sangat mahal (karena ongkos pembuatannya yang mahal) pembuatan dari bijih dilebur
dalam vacum.
Gunanya : untuk penyambung tulang dan pesawat ruang angkasa.

6. Nikel
a. Penting untuk ketahanan terhadap korosi (tahan terhadap larutan soda kausatik, sedikit
asam dan netral). Tahanjuga terhadap stress corotion.
b. Tidak tahan terhadap sulfur.
c. Tidak tahan terhadap larutan yang mengandung oksidator.
d. Liat.
Gunanya untuk industri bahan makanan.

7. Molybden
a. Tahan terhadap HF, HCl dan H2SO4.
b. Teroksidasi dalam HNO3.
c. Merupakan MoO3 (volatile) di udara pada suhu 1300°F.
d. Modulus elastisitasnya tinggi sekali.
e. Tahan benturan (dibanding baja).

8. Chrom
a. Pada baja alat, struktur halus.
b. Pengerasan mudah.
c. Dapat ditempa.
d. Kuat, tahan ausan.
e. Tahan korosi (oleh lapisan pasifasi).
f. Warna bagus.
Gunanya : lapisan pada logam lain, inhibitor korosi.

9. Wolfram
a. Titik lebur sangat tinggi dibanding semua logam.
b. Pada suhu tinggi tetap kuat.

10
c. Tahan asam dan basa.
d. Tetap keras pada suhu tinggi dan putaran cepat (pada baja pelat).
Gunanya : antara lain untuk filamen pada lampu listrik.

10. Mangan
Pada baja tuang dan baja konstruksi menaikkan kekuatan tarik, tanpa mengurangi keliatan.

Pemberian nama pada baja :


Baja paduan bisa didefinisikan sebagai baja memiliki sifat berbeda dari penyusun-
penyusunannya.
Ternary steel adalah baja yang sifatnya tergantung dari adanya tambahan elemen dari luar, selain
carbon dan besi.
Quarternary steel adalah baja yang sifatnya tergantung dari dua elemen lain.
Ternary alloy :
a. Baja nikel e. Baja tembaga
b. Baja mangan f. Baja molybden
c. Baja silikon g. Baja chrom
d. Baja wolfram h. Baja vanadium
Baja Quarternary steel :
a. Baja chrom nikel e. Baja chrom silikon
b. Baja chrom vanadium f. Baja chrom aluminium
c. Baja chrom molybden g. Baja aluminium chrome
d. Baja chrom wolfram h. Baja nikel molybdenum

Elemen-elemen pencampur ini dibedakan menjadi dua golongan. Golongan pertama yang
membentuk carbide, mislnya : mangan, chroom, wolfram, molybdenum dan anadium.
Golongan kedua yang tidak membentuk carbide : nikel, silikon, Cu.
Paduan lebih dari dua elemen dapat dibuat, yaitu dengan heat treating.

11
Diagram Fase :
Bahan Berfasa tunggal dan ganda

Banyak jenis logam yang digunakan secara meluas tapi hanya terdiri dari satu fasa.
Seperti logam murni logam murni komersial satu komponen contohnya ; kawat
listrik dari tembaga, aluminium untuk rumah tangga dan seng lembaran untuk
saluran air atap bangunan. Bisa juga untuk menambah kekuatan ditambah dengan
logam lain seperti kuningan dan perunggu, paduan antara tembaga dan seng,
tembaga dan timah putih

Paduan adalah : logam fasa tunggal bila batas larutnya tidak dilampaui.

Sifat paduan fasa tunggal :

Sifat paduan berbeda dengan sifat logam murninya, karena untuk kuningan
peningkatan kekuatan dan kekerasan karena adanya atom-atom terlarut
menghambat pergerakan dislokasi dalam kristal sewaktu deformasi plastis. Ketidak
murnian sedikit saja akan mengurangi daya hantar listrik dan daya hantar panas.

0,4 Ag Mg

(Watt/m2) 0,3 Al
(oC/mm) Mg
kuningan
perunggu
0,2 Fe
Pb

0,1

0 50 100
Daya hantar listrik σ, 106 ohm-1 m-1

12
Pemrosesan Paduan fasa Tunggal.

Pross permulaan yang dialami logam adalah pengecoran. Dalam keadaan cair
logam-logam tersebut dimurnikan secara kimia, untuk menghilangkan ketidak
murnian. Pada paduan seperti kuningan dan perunggu seng atau timah putih
ditambahkan pada tembaga cair, pada keadaan cair Zn atan Sn dapat bercampur
secara merata. Proses berikutnya logam cairan dimasukkan dalam cetakan dan
dibiarkan membeku. Cetakan dapat berupa ingot maupun benda akhir jika
diperlukan pengolahan lanjutan berupa pengerjaan mekanik menjadi batang,
kawat, pipa, pelat, benda tempa, dan sebagainya.

Keseimbangan Bahan Berfasa ganda

Sekarang beralih dari logam berfasa tunggal ke bahan berfasa ganda. Kita akan
mempelajari penggunaan diagram fasa serta kegunaannya:

 Untuk meramalkan fasa apa yang berada dalam keseimbangan untuk


komposisi paduan tertentu pada suhu yang telah ditentukan.
 Untuk menentukan komposisi kimia setiap fasa.
 Untuk menghitung kuantitas dari setiap fasa yang ada.
 Untuk merancang penggunaan khusus/mengetahui stabilitas bahan bila
merancang produk untuk lingkungan tertentu.
Banyak sekali bahan teknik yang terdiri dari satu fasa akan tetapi banyak pula yang
terdiri dari beberapa fasa seperti Baja, timah pateri, Batu gerinda, cat dan plastik.
Campuran yang terdiri dari dua fasa atau lebih memungkinkan terjadinya interaksi
antar fasa, dan sifat yang dihasilkan umumnya berbeda sifat masing-masing fasa,
juga merubah sifat tersebut dengan merubah bentuk atau distribusi fasa-fasa tadi.

Laruta dan Campuran :

Komposisi larutan banyak ragamnya karena :

a) Atom dapat digantikan oleh atom lainnya pada letak kisi dari struktur fasa.
13
b) Atom dapat menempati tempat sisipan dalam struktur
Suatu campuran mengandung lebih dari satu fasa (pola struktur ) contoh pasir dan
air, karet dengan bahan pengisi karbon, carbida tungsten dengan pengikat cobalt.

Batas Daya Larut :

Kurva daya larut dibawah antara gula dalam air. Semua komposisi yang
berada disebelah kiri garis lengkung hanya membentuk satu fase, karena gula
seluruhnya larut dalam air membentuk sirop. Bila kadar gula tinggi sebelah kanan
garis lengkung tidak mungkin dapat melarutkan gula seluruhnya. Hasilnya kita

akan dapatkan campuran dari dua fasa, gula padat dan sirop cair. (contoh ini
memperlihatkan hubungan daya larut dan suhu dan memperlihatkan suatu cara
yang mudah untuk menggambarkan suhu (atau variabel lain) sebagai fungsi
komposisi.

100

Batas daya larut

Suhu oC

50

Larutan cair (sirop) Cairan +

Gula padat

0 10 20 40 60 80 100

% gula Komposisi

14
100

Larutan Cair

(Air garam)

Batas daya larut

50

Cairan + garam padat

0 20 40 60 80 100 % NaCL

10
Larutan cair (Air Garam)
15
0
Suhu oC -10 23,3 % Garam
Es + Air Garam -21 oC NaCl +Air Ga-
-20 ram
Es dan Garam
0 5 10 15 20 25 30
% NaCl Komposisi
. Gambar diatas terlihat batas daya larut NaCl dalam air. Terdapat suatu daerah
yang mengandung larutan cair, yang lebih rendah dari pada es murni Terdapat
batas daya larut yang meningkat dengan naiknya suhu. Sebelah kanan batas daya
larut terdapat daerah cairan ditambah garam padat.

-- Batas daya larut NaCl dalam air garam turun dengan turunnya suhu.
-- Batas daya larut H2O dalam air garam juga turun dengan turunnya suhu.
-- Komposisi antara mempunyai titik cair yang lebih rendah
dari pada es murni (0oC)
Suhu Eutektik dan Komposisi :
Kedua garis solubilitas diatas akan berpotongan pada suhu -21oC dan pada
76,7 H2O – 23,3 NaCl. Ini adalah suhu terrendah dimana larutan garam masih
berupa cairan dan dinamakan suhu eutektik. Dengan komposisi eutektik.

Paduan Eutektik :

Sejak dulu sudah diketahui bahwa dari campuran dua atau lebih jenis
logam tertentu dapat dibuat paduan dengan titik cair yang lebih rendah. Contoh
paduan Timah patri (60 Sn dan 40 Pb) Paduan ini mempunyai titik cair pada 183
o
C dengan komposisi eutektik. Timah patri banyak digunakan pa mematri
16
rangkaian listrik, karena diperlukan pemanasan yang minimal. Bila paduan
mengandung (80 Pb – 20 Sn), cairan akan jenuh dengan timah hitam pada suhu
280 oC dan 183 oC terdapat daerah dimana dijumpai campuran cairan dan padat.

Timah, % (atom)
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
350 327 oC
300oC
250 ά ά+cairan β+ Cairan 232 oC
200 183oC 61,9 97,5 β
150 19,2
100 ά+ β
50
0
0 20 40 60 80 Sn %berat
Pb 80 60 40 20 0

17