Anda di halaman 1dari 12

ADMINISTRASI PEMBANGUNAN

(MAKALAH)

Nama : Elva Nur Yanti

NIM : C1A1 15 041

Mata Kuliah : Administrasi Pembangunan

Jurusan : Ilmu Administrasi Negara

UNIVERSITAS HALU OLEO

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

KENDARI

2016

i
KATA PENGANTAR

Dengan penuh kerendahan hati penulis sadar akan keterbatasan


kemampuan, perkenankanlah penulis mengawali rasa terima kasih dengan
mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas izin-
Nya lah sehingga tugas penyusunan Makalah dengan judul “Ruang Lingkup
Administrasi Pembangunan”, dapat terselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Makalah ini masih banyak


kekurangan. Kritik dan saran yang membangun akan penulis terima dengan
senang hati demi perbaikan penulis dimasa yang akan datang. Semoga Makalah
ini dapat bermanfaat bagi semua pihak baik pembaca dan dunia pendidikan.

Akhir kata semoga penyusunan Makalah ini dapat bermanfaat bagi semua
pihak demi kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang Ilmu Administrasi Negara
khususnya.Amin.
Wassalamualaikum Wr.Wb

Kendari, 27 September 2016


Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL................................................................................. i
KATA PENGANTAR .............................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................ 3
1.3 Tujuan .................................................................................. 3
1.4 Manfaat ................................................................................ 3

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Ruang Lingkup Administrasi ............................................... 4
2.2 Ciri, Perumusan, dan Runag Lingkup Administrasi
Pembangunan ....................................................................... 9

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan .......................................................................... 11
3.2 Saran .................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Administrasi pembangunan berkembang karena adanya kebutuhan di
negara-negara yang sedang membangun untuk mengembangkan lembaga-lembaga
dan pranata-pranata sosial, politik dan ekonominya, agar pembangunan dapat
berhasil. Oleh karena itu, pada dasarnya administrasi pembangunan adalah bidang
studi yang mempelajari sistem administrasi negara di negara yang sedang
membangun serta upaya untuk meningkatkan kemampuannya. Dari sudut praktik,
administrasi pembangunan merangkum dua kegiatan besar dalam satu pengertian,
yakni administrasi dan pembangunan.

Dalam telaahan administrasi pembangunan dibedakan adanya dua


pengertian, yaitu administrasi bagi pembangunan dan pembangunan administrasi.
Administrasi bagi pembangunan, dalam konteks ini digunakan pendekatan
manajemen. Maka dapat dikatakan bahwa masalah administrasi bagi pembangun
adalah masalah manajemen pembangunan. Sedangkan untuk menerangkan
pembangunan administrasi akan digunakan pendekatan organisasi.

Untuk analisis manajemen pembangunan dikenal beberapa fungsi yang


cukup nyata, yakni perencanaan, pengerahan sumber daya, pengarahan partisipasi
langsung oleh pemerintah,koordinasi,pemantauan dan evaluasi, dan pengawasan.
Pendekatan terhadap fungsi-fungsi tersebut dilengkapi dengan peran informasi
yang amat penting sebagai instrumen atau perangkat bagi manajemen.

Heady (1995) menunjukkan ada lima ciri administrasi yang indikasinya


ditemukan secara umum di banyak negara berkembang. Pertama, pola dasar
administrasi public bersifat jiplakan dari pada asli. Kedua, birokrasi dinegara
berkembang kekurangan sumber daya manusia terampil yang dibutuhkan untuk
menyelenggarakan pembangunan. Ketiga, birokrasi lebih berorientasi pada hal-hal
lain dari pada mengaruh pada yang benar-benar menghasilkan. keempat, ada
kesenjangan yang lebar apa yang dinyatakan atau yang hendak ditampilkan

iv
dengan kenyataan. Kelima, birokrasi dinegara berkembang acap kali bersifat
otonom, artinya lepas dari proses politik dan pengawasan masyarakat. Analisis
Heady ini dapat ditambahkan dua karakteristik lagi hasil dari pengamatan Wallis
(1989). Pertama, dibanyak negara berkembang birokrasi sangat lamban dan makin
bertambah birokratik.Kedua, unsur-unsur nonbirokratik sangat berpengaruh
terhadap birokrasi. Misalnya hubungan keluarga,hubungan-hubungan primordial
lain seperti suku dan agama, dan keterkaitan politik mempengaruhi birokrasi.
Keadaan-keadaan inilah yang mendorong pentingnya pembangunan atau
pembaharuan administrasi.

Dalam kerangka pembaharuan administrasi sebagai lanjutan dari


pembangunan administrasi, yang pertama perlu menjadi perhatian adalah
prubahan sikap birokrasi yang cukup mendasar sifatnya. Didalamnya terkandung
berbagai unsur. Pertama, birokrasi harus dapat membangun partisipasi rakyat.
Kedua, birokrasi hendaknya tidak cenderung berorientasi kepada yang kuat, tetapi
harus lebih kepada yang lemah dan kurang berdaya. Ketiga, peran birokrasi harus
bergeser dari mengendalikan menjadi mengarahkan, dan dari memberi menjadi
memberdayakan.keempat, mengembangkan keterbukaan dan kebertanggung
jawaban. Pembaharuan memerlukan semangat yang tidak mudah patah. Semangat
dan tekad diperlukan untuk mengatasi inersia birokrasi dan tantangan yang datang
dari kelangan mereka yang akan dirugikan kerena perubahan. Oleh karena itu,
pembaharuan harus dilakukan secara sistematis dan terarah, didukung oleh
political will yang kuat, konsisten, dan konsekuen. Tidak selalu harus segera
menghasilkan perubahan besar, tetapi dapat secara bertahap, namun konsisten.

v
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud Ruang lingkup Administrasi ?
2. Apa sajakah Ciri, Perumusan, dan Ruang Lingkup Administrasi
Pembangunan ?

1.3 Tujuan
Untuk mengetahui apa yang dimaksud Ruang Lingkup Administasi dan
mengetahui ciri-ciri perumusan dan ruang lingkup administrasi pembangunan.

1.4 Manfaat
Hasil dari penyusunan makalah ini di harapkan dapat memberi manfaat
baik bagi objek, atau peneliti. Manfaat yang dapat diambil dari penulisan
makalah ini adalah untuk pengembangan ilmu pengetahuan bahwa Ruang
lingkup Administrasi pembangunan memiliki pembaharuan harus dilakukan
secara sistematis dan terarah, didukung oleh political will yang kuat,
konsisten, dan konsekuen. Tidak selalu harus segera menghasilkan
perubahan besar, tetapi dapat secara bertahap, namun konsisten.

vi
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Ruang lingkup Administrasi


A. Pengertian Administrasi dan pembangunan
Administrasi negara adalah species dari genus administrasi, dan
administrasi itu sendiri berada dalam keluarga kegiatan kerjasama antar
manusia. Waldo (1992) menyatakan yang memebedakan administrasi dengan
kegiatan kerjasama antar manusia lainnya adalah derajat rasionalitasnya yang
tinggi. Derajat rasionalitasnya yang tinggi ini ditunjukkan oleh tujuan yang
ingin dicapai serta cara untuk mencapainya.
Pengertian pembangunang dapat ditinjau dari berbagai segi. Kata
pembangunan secara sederhana sering diartikan sebagai proses perubahan ke
arah keadaan yang lebih baik. Seperti dikatakan oleh Seers (1969) disini ada
pertimbangan nilai yang menguntungkan.
Pembangunan sering dikaitkan dengan modernisasi dan industrialisasi.
Seperti dikatakan Goulet (1977), ketiga-tiganya menyangkut proses
perubahan. Pembangunan adalah salah satu bentuk perubahan
sosial,medernisasi adalah suatu bentuk khusus dari pembangunan, dan
industrialisasi adalah salah satu segi dari pembangunan. Dari pengertian ini
dapat disimpulkan bahwa pembangunan lebih luas sifatnya dari pada
modernisasi, dan modernisasi lebih luas dari pada industrialisasi.

B. Perkembangan Ke arah Administrasi Pembangunan


Perkembangan ini menitikberatkan pada dua hal yaitu administrasi bagi
negara-negara yang sedang berkembang atau yang sedang mengalami
perubahan (dari masyarakat tradisional agraris ke arah masyarakat maju dan
mulai memperkembangkan industri). Yang kedua adalah pethatian kepada
masalah interelasi antara administrasi sebagai ilmu maupun sebagai praktek
dibidang-bidang kehidupan yang lain.

vii
Kemudian dalam perkembangan studi kompratif ilmu administrasi
negara,terdapat kurang lebih empat kecenderungan dasar dalam ilmu
administrasi negara. Kecenderungan pertama,adalah perhatian administrasi
negara tethadap masalah-masalah pelaksana dan pencapaian tujuan-tujuan
pembangunan. Kedua, adalah pendekatan behavioral. Kecenderungan ketiga
adalah pendekatan manajemen dalam administrasi negara. Kecenderungan
keempat adalah studi komparatif ilmu administrasi negara yang memeberikan
tekanan kepada ekologi sosial dan kultural.
Dibawah ini beberapa ciri-ciri perbedaan antara administrasi negara
dengan administrasi pembangunan:
Administrasi negara :
1. Lebih banyak terkait dengan lingkungan masyarakat negara-negara
maju.
2. Terdapat kelompok yang cenderung berpendapat turut berperannya
administrasi negara dalam proses perumusan kebijaksanaan, tapu
peranan itu masih kurang ditekankan.
3. Lebih menekankan kepada pelaksanaan yang tertib/efisien dari unit-unit
kegiatan pemerintah pada waktu ini dan berorientasi masa kini.
4. Lebih menekankan kepada tugas-tugas umum dalam rangka pelayanan
masyarakat dan tertib pemerintahan.administrasi negara lebih bersikap
sebagai “balancing agent”
5. Sebagai akibat dari hal yang disebutkan di atas, maka administrasi
negara lebih menengok kepada kerapian aparatur administrasi itu
sendiri.
6. Dalam administrasi negara seakan-akan ada kesempatan administrator
dalam aparatur pemerintah sekadar sebagai pelaksana
7. Lebih berpendekatan legalistis

viii
Administrasi Pembangunan :
1. Lebih memberikan perhatian terhadap lingkungan masyarakat yang
berbeda-beda, terutama bagi lingkungan masyarakat negara-negara
baru berkembang.
2. Mempunyai peran aktif, pengaruh dan berkepentingan terhadap tujuan-
tujuan pembangunan, baik dalam perumusan kebijaksanaannya
maupun dalam pelaksanaannya.
3. Berorientasi kepada usaha-usaha yang mendorong perubahan-
perubahan ke arah keadaan yang dianggap lebih baik untuk suatu
masyarakat dimasa depan. Jadi berorientasi pada masa depan.
4. Lebih berorientasi kepada pelaksanaan tugas-tugas pembangunan dari
pemerintah. Administrasi pembangunan lebih bersikap sebagai
“development agent”
5. Administrasi pembangunan merupakan administrasi dari kebijaksanaan
dan isi program-program pembangunan.
6. Dalam administrasi pembangunan administrator dalam aparatur
pemerintah juga bisa merupakan penggerak perubahan.
7. Lebih berpndekatan lingkungan, berorientasi pada kegiatan dan bersifat
pemecahan masalah.
2.2 Ciri, Perumusan, dan Runag Lingkup Administrasi Pembangunan
Ciri pokok yang pertama, adalah orientasi kepada usaha-usaha ke
arah perubahan-perubahan keadaan yang dianggap lebih baik. Bahkan
administrasi pembangunan dimaksudkan untuk membantu mendorong ke
arah perubahan-perubahan besar diberbagai kegiatan/bidang kehidupan
yang saling berkaitan dan akan memberikan hasil akhir terdapatnya proses
pembangunan. Ciri pokok kedua pendekatan administrasi pembangunan
adalah bahwa perbaikan dan penyempurnaan administrasi dikaitkan
dengan aspek perkembangan dibidang-bidang lain seperti ekonomi, sosial,
politik dan lain-lain.

ix
Ruang lingkup administrasi pembangunan yaitu:
1. Ruang lingkup administrasi pembangunan mempunyai dua fungsi yaitu
penyususnan kebijaksanaan penyempurnaan administrasi negara.
Dalam hal ini usaha penyempurnaan organisasi, pembinaan lembaga
yang diperlukan, kepegawaian, tata kerja dan pengurusan sarana-
sarana administrasi lainnya (the development of administration).
2. Fungsi lainnya dalah merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan dan
program-program pembangunan serta pelaksanaannya secara efektif
(the administration of development).
Kedua administrasi untuk prmbangunan ini dapat pula dibagi dalam
dua sub fungsi. Pertama adalah perumusan kebijaksanaan
pembangunan dan yang kedua adalah pelaksanannya secara efektif.
Jadi uraian diatas, bahwa secara garis besar yang menjadi ruang
lingkup administrasi pembangunan adalah pertama, penyempurnaan
administrasi negara (the development administration) dan kedua,
penyempurnaan administrasi perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan (the administration of development).
Tujuan Pembangunan :
1. Mencapai perkembangan sosial ekonomi yang mantap
2. Meningkatkan pendapatan per kapita
3. Mengadakan perubahan struktur ekonomi
4. Perluasan kesempatan kerja
5. Pemerataan pembangunan
6. Meningkatkan kemampuan nasional
7. Pembinaan kelembagaan

x
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bahwa administrasi pembangunan merupakan perkembangan
administrasi negara, atau administrasi negara yang diterapkan dalam
pembangunan di negara-negara berkembang. Disamping itu administrasi
pembangunan sangat diperlukan dalam penentuan alternatif-alternatif
kebijakan. Pelaksanaan pembangunan dengan komposisi peran yang tepat
antara pemerintah dan masyarakat, serta mengarahkan tujuan pembangunan
pada filosofi bangsa indonesia terutama dalam konteks persaingan abad.
3.2 Saran
Saya menyarankan, agar pembaca dapat meluruskan atau pun
menambah beberapa pendapat yang diharapkan dapat memperluas
penafsiran atas makalah ini.

xi
DAFTAR PUSTAKA

Tri Widodo W.utomo. Administrasi Pembangunan.1998.Lembaga


Administrasi Negara. Jawa Barat.

http://erhynugroho.blogspot.com

http://ilmanmilanist.blogspot.co.id

xii