Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif
dan rehabilitatif bagi pasien merupakan salah satu tugas rumah sakit. Rumah
sakit berkewajiban untuk memberi pelayanan kesehatan yang aman, efektif dan
bermutu dengan mengutamakan kepentingan pasien (UU No.44 Th. 2009).
Perawat dalam peran dan fungsinya memiliki banyak kewajiban terhadap
pelayanan keperawatan yang diberikan. Salah satu peran yang dilakukan perawat
adalah melakukan pengkajian, menetapkan diagnosa keperawatan,
malaksanakan implementasi keperawatan dan membuat evaluasi keperawatan.
seiring berkembangnya teknologi dan perkembangan zaman semakin maju
diagnosa keperawatan juga semakin maju di tandai dengan setiap tahun diagnosa
keperawaan berubah atau dimodifikasi.
Sebelum mangangkat diagnosa keperawatan perawat harus mengetahui
kondisi atau keadaan umum pasien dengan cara melakukan pengkajian yang
menyeluruh secara Hand to to kepada pasien, dari hasil pengkajian yang
didapatkan serta keluhan pasien yang diperoleh perawat mengangkat diagnosa
keperawatan dan menetapkan intervensi yang tepat untuk pasien kelolaannya.
Untuk itu perawat harus mengetahui dan mengikuti perkembangan tentang
diagnosa keperawatan terbaru setiap tahunnya.
Pada pratek kerja dilapangan umumnya parawat secara keseluruhan tidak
mengatahui perkembangan diagnosa keperawatan terbaru setiap tahunnya,
perawat hanya berpatokan pada teori lama atau diagnosa dan intervensi lama
yang pernah didapatkan sebelumnya. Berdasarkan hasil surfei yang terdapat
dilapangan perawat masih berfokus pada diagnosa yang tertera pada format
pengkijan dan tidak terdapatnya perbedaan diagnosa peroritas dan diagnosa
bukan preroirtas. Berdasarkan fenomena tersebut, kami memutuskan untuk
memberikan inofasi Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Keperawatan terbaru
edisi 2015-2017 di ruangan Bernadeth IIa Rumah Sakit Stella Maris Makassar.
B. Tujuan
1. Tujuan umum
Setelah dilakukan inovasi diharapkan perawat mampu mengetahui diagnosa
keperawatan dan intervensi keperawatan edisi 2015-2017.
2. Tujuan khusus
a. Perawat mampu memahami diagnosa keperawatan
b. Perawat mampu memahami intervensi keperawatan
c. Perawat mampu menetapkan intervensi keperawatan NOC & NIC
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Inovasi
Istilah inovasi memang selalu diartikan secara berbeda-beda oleh beberapa
ahli.Menurut Suryani (2008:304), Inovasi dalam konsep yang luas sebenarnya
tidak hanya terbatas pada produk. Inovasi dapat berupa ide, cara-cara ataupun
obyek yang dipersepsikan oleh seseorang sebagai sesuatu yang baru. Inovasi
juga seringdugunakan untuk merujuk pada perubahan yang dirasakan sebagai hal
yang baru oleh individu, kelompok dan masyarakat yang mengalami.
Menurut Yogi dalam LAN (2007:115), inovasi biasanya erat kaitannya
dengan lingkungan yang berkarakteristik dinamis dan berkembang. Pengertian
inovasi sendiri sangat beragam, dan dari banyak perspektif. Menurut Rogers
dalam LAN (2007:115) menjelaskan bahwa inovasi adalah sebuah ide, praktek,
atau objekyang dianggap baru oleh individu satu unit adopsi lainnya. Sedangkan
menurut Damanpour bahwa sebuah inovasi dapat berupa produk atau jasa yang
baru,tekonologi proses produk yang baru, sistem struktur dan administrasi baru
atau rencana baru bagi anggota organisasi.

B. Pemahaman Konsep Keperawatan


Pengetahuan tentang konsep utama adalah fokus utama, atau fokus diagnosis
keperawatan, diperlukan sebelum memulai pengkajian. Memahami konsep
tersebut memungkinkan perawat untuk mengidentifikasi pola dalam data dan
mendiagnosa secara adekuat. Bidang utama yang perlu dipahami, misalnya pada
nyeri, termasuk manefestasi dari rasa neyri, teori nyeri, populasi beresiko, konsep
patofisiologi, dan manajemen nyeri. Pemahaman penuh konsep kunci juga
diperlukan untuk membedakan diagnosisi. Misalnya untuk memahami hipotermi
dan hipertermi, perawat harus memahami inti status termal dan termoregulasi.
Perawat dapat mengumpulkan sejumlah data, tetapi tanpa pemahaman yang
cukup tentang konsep inti, maka data yang diperlukan untuk mendiagnosisi yang
akurat mungkin terabaikan.
Gambar 1.2 Modifikasi proses keperawatan

Teori/ilmu
keperawatan yang
mendasar
Evaluasi ulang

Pasien, Keluerga,
Kelompok &
Pengkajian &
Masyarakat
riwayat klien

implementasi

Perencanaan
(Diangnosa NOC &
NIC)

1. Pengkajian
Pengkijian terdiri dari pengumpulan informasi subjektif dan objektif dan
peninjauan informasi riwayat pasien pada rekam medik. Dasar dari diagnosa
keperawatan adalah penelaran klinis. Penalaran klinis diperlukan untuk
membedakan yang normar dari data abnormal, mengelompokan data terkait,
menyedari data yang kurang, mengidentifikasi data yang tidak konsisten dan
membuat kesimpulan. Penilaian klinis adalah interpretasi atau kesimpulan
tentang kebutuhan pasien, keprihatinan, masalah kesehatan dan keputusan
dalam mengambil tindakan.
2. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinis tentang respons manusia
terhadap gangguan kesehatan/proses kehidupan, atau kerentanan respons
dari seorang individu, keluarga, kelompok, atau komunitas. Perawat
mendiagnosis masalah kesehatan, menyatakan resiko dan kesiapan untuk
promosi kesehatan. Diagnosis berfokus masalah tidak boleh dipandang lebih
penting dari pada diagnosis resiko, karena diagnosis resiko bisa menjadi
diagnosis preoritas utama.
3. Perencanaan/ Intervensi
Diagnosis keperawatan digunakan untuk mengidentifikasi hasil yang
diharapkan dari perawatan dan merencanakan tindakan keperawatan yang
spesifik secara berurutan. Kriteria hasil keperawatan megacu pada perilaku
yang terukur presepsi yang ditunjunkan oleh seorang individu, keluarga,
kelompok, atau komonitas yang responsif terhadap tindakan keperawatan.
NOC (Nursing Outcome Classification) adalah suatu sistem yang dapat
digunakan untuk memilih hasil yang berhubungan dengan diagnosis
keperawatan. NIC (Nursing interventoins Classifications) adalah taksonomi
tindakan komprehensif berbasis bukti tindakan keperawatan yang telah
dilakukan kepada pasien.
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN INOVASI

A. Mekanisme kegiatan
1. Topik : Modifikasi Diagnosa keperawatan, NIC & NOC
2. Sasaran : Perawat Ruangan Bernadeth IIA
3. Hari/tanggal : Rabu / 26 April 2017
4. Waktu : 40 menit
5. Materi : Diagnosa Keperawatan, NOC & NIC
6. Metode
a. Diskusi:
b. Tanya jawab
7. Media
a. Materi Diagnosa keperawatan, NOC & NIC

B .Pelaksanaan Kegiatan
Tahap Kegiatan Waktu Tempat Pelaksana

Persiapan  Mengucapkan salam 5 Nurse Mahasiswa


 Menjelaskan tujuan menit station ners STIK
pertemuan SM
 Membuat kontrak waktu
Pelaksanaan  Menjelaskan Diagnosa 30 Nurse Mahasiswa
Keperatan, NOC & NIC menit station ners STIK
 Meminta pendapat perawat SM
tentang Diagnosa
Keperawatan, NOC & NIC
 Memberi kesempatan
perawat untuk bertanya
 Meminta persetujuan
berkaitan diagnosa
keperawatan, NOC & NIC
terbaru

Penutup  Mengucapkan salam penutup 5 Nurse Mahasiswa


menit station ners STIK
SM
Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Laporan telah terkordinasi sesuai rencana
b. Tempat dan media sesuai rencana
c. Sasaran menghadiri pertemuan
2. Evaluasi proses
a. Pelaksananaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan
b. Peran dan tugas sesuai dengan perencanaan
c. Pelaksanaan sesuai dengan waktu yang direncanakan
d. Sasaran mengikuti kegiatan sampai selesai dan berperan aktif selama
kegiatan berjalan
3. Evaluasi hasil
Perawat mempertimbangkan mengenai penggunaan Diagnosa Keperawatan,
NOC & NIC terbaru yang dipresentasikan oleh pemateri.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Perawat dalam peran dan fungsinya memiliki banyak kewajiban terhadap
pelayanan keperawatan yang diberikan. Salah satu peran yang dilakukan perawat
adalah membuat diagnosa, membuat rencana keperawatan dan
mengimplemetasikan serta mendokumentasikan yang telah diimplementasikan.
Untuk itu perawat harus mengikuti perkembangan dari diagnosa, NIC dan
NOC terbaru untuk menunjang pekerjaan perawat dalam malakukan ASKEP yang
efektif dan efisien untuk pasien.

B. Saran
Diharapkan agar perawat dapat mengetahui, memahami dan menerakan
diagnosa, NOC & NIC terbaru yang telah didiskusikan bersama.
DAFTAR PUSTAKA

Chesca. 1990. Perencanaan Pulang Pasien. Makalah Kuliah untuk Ners. Jakarta.
Keliat, BA. 1995. Peran serta Keluarga dalam Keperawatan Pasien di Rumah Sakit.
Jakarta: EGC.
Long, B. 1996. Keperawatan Medikal Bedah III. Pajajaran. Bandung
Nursalam. 2007. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan
Profesional. Jakarta: Salemba Medika.
Swenberg. 2000. Pengantar Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan untuk
Keperawatan Klinis. Jakarta: EGC