Anda di halaman 1dari 35

USULAN PENELITIAN

MODEL PENGATURAN HAK ATAS MEREK


SEBAGAI JAMINAN KEBENDAAN BERGERAK
(FIDUSIA) PADA PERBANKAN STUDI
KOMPARATIF PADA NEGARA MAJU DAN
NEGARA BERKEMBANG

I GEDE AGUS KURNIAWAN

PROGRAM DOKTOR ILMU HUKUM


FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2017

i
USULAN PENELITIAN

MODEL PENGATURAN HAK ATAS MEREK


SEBAGAI JAMINAN KEBENDAAN BERGERAK
(FIDUSIA) PADA PERBANKAN STUDI
KOMPARATIF PADA NEGARA BERKEMBANG DAN
NEGARA MAJU

I GEDE AGUS KURNIAWAN


NIM. 1590971018

PROGRAM DOKTOR ILMU HUKUM


FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2017

ii
USULAN PENELITIAN

MODEL PENGATURAN HAK ATAS MEREK


SEBAGAI JAMINAN KEBENDAAN BERGERAK
(FIDUSIA) PADA PERBANKAN STUDI
KOMPARATIF PADA NEGARA MAJU DAN
NEGARA BERKEMBANG
PRASYARAT GELAR

Usulan Penelitian Disertasi diajukan untuk memperoleh Gelar Doktor


Pada Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Udayana

I GEDE AGUS KURNIAWAN


NIM 1590971018

PROGRAM DOKTOR ILMU HUKUM


FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2017

iii
Persetujuan Promotor/Ko-Promotor
Lembar Persetujuan Promotor/Ko-Promotor
USULAN PENELITIAN DISERTASI INI DISETUJUI PADA
TANGGAL 12 Juni 2017
Promotor

Prof. RA. Retno Murni, SH., MH., Ph.D.


NIP. 194411261980032001

Ko-Promotor I, Ko-Promotor II,

Dr. I Made Sarjana, SH., MH. Dr. Desak Putu Dewi Kasih, SH., M.Hum.
NIP. 196112311986011001 NIP. 196404021989112001

Dekan Ketua Program Satudi Doktor Ilmu Hukum


Fakultas Hukum Fakultas Hukum
Universitas Udayana Universitas Udayan

Prof. Dr. I Made Arya Utama, SH., M.Hum. Prof. Dr. I Ketut Rai Setiabudhi, SH., MS.
NIP. 196502211990031005 NIP.195309141979031002

iv
Usulan Penelitian Disertasi IniTelah Diuji dan Dinilai
Oleh Panitia Penguji pada
Fakultas Hukum Universitas Udayana
Pada tanggal : 12 Juni 2017

Berdasarkan SK Rektor Universitas Udayana


No.: 42/UN14.2.4.5/HK/2017, Tanggal : 2 Juni 2017

Panitia Penguji Usulan Disertasi ini adalah :


Ketua : Prof. R.A. Retno Murni, SH., MH., Ph.D.
Anggota :
1. Dr. I Made Sarjana, SH., MH.
2. Dr. Desak Putu Dewi Kasih, SH., M.Hum.
3. Prof. Tomi Suryo Utomo, SH., LLM., Ph.D.
4. Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, SH., M.Hum.
5. Dr. I Wayan Wiryawan, SH., M.Hum.
6. Dr. I Ketut Westra, SH., MH.

v
DAFTAR ISI

Halaman

PRASYARAT GELAR .......................................................................................... iii


Persetujuan Promotor/Ko-Promotor....................................................................... iv
Usulan Penelitian Disertasi IniTelah Diuji dan Dinilai........................................... v
DAFTAR ISI .......................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 7
1.1
Latar Belakang ................................................................................ 7
1.2
Rumusan Masalah ......................................................................... 13
1.3
Tujuan Penelitian .......................................................................... 13
1.3.1 Tujuan Umum ................................................................... 13
1.3.2 Tujuan Khusus .................................................................. 14
1.4 Manfaat Penelitian ........................................................................ 14
1.4.1 Manfaat Teoritis ................................................................ 14
1.4.2 Manfaat Praktis ................................................................. 15
1.5 Orisinalitas Penelitian ................................................................... 15
1.6 Kajian Pustaka dan Kerangka Berpikir ......................................... 19
1.7 Metode Penelitian.......................................................................... 23
1.7.1 Jenis Penelitian .................................................................. 24
1.7.2 Sumber Bahan Hukum ...................................................... 25
1.7.3 Teknik Pengumpulan Bahan Hukum ................................ 26
1.7.4 Teknik Analisis Bahan Hukum ......................................... 26
1.7.5 Rencana Alur Pemikiran Sistematika Disertasi ................ 26
1.7.6 Rencana Alur Pemecahan Masalah 1 ................................ 27
1.7.7 Rencana Alur Pemecahan Masalah 2 ................................ 28
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 29

vi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di era globalisasi, suatu hal yang tidak dapat dihindari bahwa Indonesia

harus bergerak mengikuti arus globalisasi. Sementara ini, para pengusaha Indonesia

hanya bersaing dengan diri sendiri atau bersaing dengan kompetitor dari usaha

bangsa diri sendiri, akan tetapi sudah harus mengembangkan usaha dengan segala

potensi kualitas dan kreatifitasnya dalam memenangkan segala sektor industri di

dunia global ini. Terlebih Indonesia telah masuk dalam persaingan antar negara

Asia yakni Masyarakat Ekonomi Eropa yang berarti bahwa segala potensi dan

dukungan dari semua pihak dibutuhkan agar para usahawan Indonesia

diperhitungkan oleh kompetitor dari negara lain.

Untuk dapat memenangkan globalisasi dari segi perekonomian,

pemerintah Indonesia sangat menyadari bahwa investasi adalah salah satu faktor

penting untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Pengakuan internasional

terhadap prospek pasar di Indonesia terlihat dari kenaikan peringkat beberapa

perusahaan domestik dari lembaga pemeringkat kredit internasional. 1 Pemerintah

Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo terus melakukan upaya-

upaya untuk mendukung investasi yang kondusif di Indonesia, diantaranya dengan

mengeluarkan 15 jilid Paket Kebijakan Ekonomi. Paket-paket tersebut diantaranya

tentang pembentukan konsosrsium berbasis ekspor dan ekonomi kreatif & UMKM,

1
Diding S. Anwar dan Toto Pranoto, 2015, Industri Penjaminan Menatap Indonesia
Gemilang, Lembaga Management FEB UI, Jakarta, h. 4

7
8

e-commerce serta peluang bagi generasi muda untuk membangun

bidang ekonomi kreatif, khususnya industri kreatif digital.2

Selain modal yang dimiliki oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah

(UMKM) dan pengusaha yang lebih besar berupa harta yang bergerak dan tidak

bergerak, perusahaan atau para pengusaha juga memilik aset yang tidak kelihatan

(intangible assets) yang dipakai mendukung pengembangan usahanya. Para

pengusaha mempergunakan merek yang dimilikinya untuk mempromosikan

produk-produk yang dihasilkannya. Terbukti dari usaha para pengusaha untuk

memperkenalkan merek secara terus-menerus melakukan promosi dengan biaya

sangat besar agar produknya dikenal oleh masyarakat luas. Dari usaha-usaha

tersebut banyak merek milik pengusaha Indonesia yang sudah mempunyai reputasi,

diantaranya : Top Kopi, Sido Muncul, Ikan Bakar Cianjur, JNE, Susi Air, Bebek

Tepi Sawah dan merek lainya.

Presiden Joko Widodo bahkan menghimbau para tokoh muda Indonesia

untuk terus berkarya dan berkreasi dengan mengembangkan ekonomi kreatifnya.

Dengan mengembangkan ekonomi kreatif ini diharapkan karya-karya intelektual

semakin banyak menjadi milik para pengusaha UMKM terutama para pengusaha

tokoh muda Indonesia. Karya-karya intelektual tersebut dapat menjadi aset

berharga milik pengusaha Indonesia yang sangat berperan dalam pengembangan

pembangunan masyarakat Indonesia di masa yang akan datang.

..........

2
http://www.antaranews.com/berita/525371/paket-kebijakan-ekonomi-kreatif--ceo-
shavuot-peluang-bagi-pemuda-jadi-netpreneur-sukses
9

Fenomena atas hak atas merek yang belum mendapatkan perlindungan

hukum sebagai jaminan di Indonesia, dikaji secara akademis dapat diuraikan

menjadi beberapa problematik, sebagai berikut :

a. Problematik Filosofis

Dalam filsafat ilmu terdapat tiga komponen pendekatan, yaitu : Ontologi,

Epistemologi dan Aksiologi. Terkait dengan penulisan ini problematik filosofis

yang mengemuka adalah :

1. Ontologi

Ontologi adalah melakukan pemikiran dan telaah kritis, radikal dan


3
komprehensif terhadap hakikat ilmu. Ontologimerupakan bagian

dari filsafat ada.4

Secara ontologi bahwa perlindungan terhadap hak milik

seharusnya dapat memaksimalkan kesejahteraan masyarakat

banyak. Dalam pengkajian tentang perlindungan HKI, tidak hanya

ditujukan semata-mata bagi kebahagiaan masyarakat, akan tetapi

termasuk di dalamnya masyarakat dalam sosoknya sebagai individu.

Merek sebagai salah satu hak kekayaan mendapatkan perlindungan

hukum dan diberikan kekuatan untuk menjadi jaminan kredit

perbankan.

Selama ini pemilik hak kekayaan atas merek di Indonesia

belum mendapatkan hak yang pantas dan atau optimal atas jerih

3
Lasiyo, 2006, Hand Out Filsafat Ilmu pengetahuan, Sekolah Pascasarjana Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta, h.1
4
Ida Bagus Wyasa Putra, 2015, Filsafat Ilmu : Filsafat Ilmu Hukum,Udayana University
Press, Denpasar, h. 124-125
10

payahnya baik dari segi waktu dan finansial terutama penghargaan

kepada pemilik merek untuk mendapatkan dana atau modal dalam

pengembangan usahanya.

2. Epistemologi

Epistemologi adalah melakukan pemikiran dan telaah kritis, radikal

dan kompresensif terhadap cara yang benar untuk mendapatkan

ilmu.5

Dari aspek epistemologi, jaminan kredit perbankan dengan

hak atas merek adalah suatu cara untuk memberikan salah satu cara

atau prinsip bagi pihak perbankan agar kredit yang diberikan dengan

menggunakan jaminan hak atas merek bagi debitur dapat dilunasi

dengan baik dan tepat waktu.

Seperti halnya jaminan kebendaan yang ada, hak merek

belum menjadi jaminan yang diperhitungkan dalam dunia

perbankan.

3. Aksiologi

Aksiologi pada dasarnya adalah melakukan pemikiran dan

telaah kritis serta komprehensif terhadap kegunaan / manfaat suatu

ilmu.6

Dari aspek aksiologi, hak kekayaan atas merek di Indonesia

belum mendapat dukungan penuh dari segi kebijakan yang ada,

5
Lihat juga Ida Bagus Wyasa Putra, Ibid.
6
Lihat juga, Ida Bagus Wyasa Putra, Ibid.
11

sehingga pihak perbankan belum sepenuhnya menerima merek

sebagai jaminan untuk kredit perbankan. Masyarakat pengusaha /

UMKM tidak mendapatkan haknya untuk mendapatkan modal dari

perbankan dalam pengembangan usahanya. Dari segi ekonomis

pemilik hak merek membutuhkan asetnya berupa hak merek

tersebut diterima dalam pembiayaan dengan memakai merek

sebagai jaminan dalam dunia perbankan di Indonesia. Hal ini akan

menambah modal pemilik hak merek dalam memanfaatkan atau

memproduktifkan salah satu asetnya yang berupa hal merek

tersebut dalam menngembangkan usahanya sehingga dapat lebih

bersaing di dunia bisnis secara internasional.

b. Problematika Yuridis

Berdasarkan undang-undang, hak Cipta dan hak atas paten dapat dijadikan

sebagai objek jaminan fidusia. Sedangkan hak merek berdasarkan UU No. 20 tahun

2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dan hak kekayaan intelektual lainnya

sampai saat ini belum diatur secara tegas terkait dapat dijadikannya sebagi obyek

jaminan.

Dalam Undang-Undang No. 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (UUJF)

disebut dalam Pasal 1 ayat (2) bahwa Jaminan Fidusia adalah hak jaminan atas

benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak

bergerak khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan

sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 4 tahun 1996 tentang Hak

Tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan Pemberi Fidusia, sebagai agunan
12

pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada

Penerima Fidusia terhadap Kreditor lainnya.

Dari ketentuan UUJF diatas hanya disebutkan salah satu benda bergerak

yang bisa dijaminkan sebagai obyek Jaminan Fidusia yaitu benda bergerak yang

tidak berwujud. Tidak disebutkan secara spesifik bahwa benda bergerak tidak

berwujud tersebut adalah hak kekayaan intelektual. Sehingga belum ada regulasi

khusus mengenai hak kekayaan intelektual merek sebagai objek jaminan.

Keadaan tersebut menimbulkan resiko yang cukup besar bagi pihak

perbankan untuk dapat menerima hak merek sebagai suatu obyek jaminan.

Sehingga terdapat norma kosong dalam pengaturan jaminan fidusia terkait jaminan

hak kekayaan merek dalam dunia perbankan.

c. Problematik Sosiologis

Masyarakat dan pengusaha yang mempunyai kreatifitas yang berasal dari

kemampuan intelektualnya sehingga memiliki hak kekayaan merek bahkan telah

mengembangkannya menjadi merek bereputasi dan terkenal tidak bisa menikmati

modal dari hasil kreatifitas intelektual pemilik merek. Hal ini menghambat

pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam rangka bersaing dalam dunia

perekonomian secara global.

Sehubungan dengan penulisan disertasi ini, akan dilakukan studi komparatif

dengan beberapa negara maju dan negara berkembang untuk mendapatkan

perbandingan konstruksi model pengaturan hak atas merek sebagai jaminan

kebendaan bergerak di negara-negara tersebut. Studi komparatif pada negara maju,

yaitu negara dalam kategori maju yang telah memiliki pengaturan merek sebagai
13

jaminan, dan studi komparatif pada negara berkembang, yaitu negara dalam

kategori berkembang yang telah memiliki pengaturan merek sebagai jaminan pada

negara tersebut. Dari studi ini akan dianalisis pengaturan hak atas merek yang

dianaut oleh negara-negara tersebut, untuk selanjutnya dipakai acuan untuk

diadopsi, ditiru atau membuat model pengaturan baru terkait hak merek sebagai

jaminan kebendaan pada dunia perbankan di Indonesia.

Berdasarkan atas uraian diatas, judul dalam penulisan ini adalah MODEL
PENGATURAN HAK ATAS MEREK SEBAGAI JAMINAN KEBENDAAN
BERGERAK (FIDUSIA) PADA PERBANKAN STUDI KOMPARATIF
PADA NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan

2 (dua) masalah pokok sebagai berikut :

1. Apakah pengaturan perlindungan merek yang merupakan transformasi

standar internasional WTO-TRIPS agreement sudah mengakomodir nilai

keadilan dan kemanfaatan bagi pemilik merek di Indonesia dalam kaitannya

dengan merek sebagai jaminan kebendaan bergerak (fidusia) pada

perbankan ?

2. Bagaimanakah konstruksi model pengaturan hak atas merek sebagai

jaminan kebendaan bergerak (fidusia) pada perbankan di Indonesia pada

masa yang akan datang ?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum


14

a. Mengetahui pengaturan perlindungan merek yang merupakan

transformasi standar internasional WTO-TRIPS Agreement di Indonesia

serta nilai-nilai filosofinya;

b. Mengetahui dan memahami konstruksi model pengaturan merek

jaminan kebendaan bergerak beserta nilai-nilai dan filosofinya di negara

berkembang dan negara maju.

c. Dalam rangka kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya

pengajaran dan penelitian, sebagai persyaratan untuk memperoleh Gelar

Doktor pada Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas

Udayana.

1.3.2 Tujuan Khusus

Tujuan khusus yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah:

a. Menganalisis pengaturan perlindungan merek di Indonesia yang merupakan

transformasi standar internasional WTO-TRIPS agreement khususnya

berkaitan dengan keberadaan nilai keadilan dan kemanfaatan bagi pemilik

merek, sektor perbankan dan nasabah penyimpan dana dalam kaitannya

dengan merek sebagai jaminan kebendaan bergerak (fidusia) pada perbankan;

b. Mengkonstruksi konstruksi model pengaturan merek yang relevan, berkaitan

dengan hak atas merek sebagai jaminan kebendaan bergerak (fidusia) pada

perbankan di masa yang akan datang di Indonesia.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Teoritis


15

1. Bagi para akademisi sebagai bahan referensi terkait perkembangan

hukum di bidang Hak Kekayaan Intelektual khususnya dalam dimensi

perbandingan negara maju dan negara berkembang.

2. Bagi para akademisi dan peneliti untuk menambah khasanah

pengetahuan berkaitan dengan pengaturan yang relevan dengan merek

sebagai objek jaminan kebendaan fidusia sebagaimana diatur dalam

Undang-undang tentang Merek dan Indikasi Geografis, Undang-undang

tentang Jaminan Fidusia, Undang-undang tentang Perbankan beserta

peraturan delegasinya.

1.4.2 Manfaat Praktis

1. Hasil dari penelitian dapat digunakan sebagai masukan dalam

mengkontruksi regulasi bagi pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat

terkait perlindungan hukum pada merek sebagai jaminan kebendaan

bergerak pada perbankan dan kemanfaatannya bagi masyarakat pada

masa yang akan datang di Indonesia.

2. Bagi sektor perbankan, menambah wawasan tentang relevansi

pemanfaatan hak merek sebagai jaminan kebendaan bergerak pada

perbankan.

1.5 Orisinalitas Penelitian


16

Berdasarkan hasil penelusuran kepustakaan yang dilakukan ada beberapa

hasil penelitian ang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu berkaitan dengan

penulisan ini.

Secara akademik, orisinalitas judul ini, dapat dipertahankan, karena

meskipun sudah ada beberapa penelitian tentang merek dan judul jaminan fidusia,

namun isi, pembahasan serta arah luaran yang dihasilkan berbeda. Adapun kajian

yang ada, sebagai berikut :

Bambang Kesowo, Progam Doktor Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada,

2005, Lisensi Wajib di Bidang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Prospek

Penerapannya di Indonesia, membahas terkait bagaimana pelisensian wajib HAKI

di bidang paten mengenai pengaturan dan penerapannya, apakah pelisensian wajib

diperlukan bagi pengembangan hukum HAKI di Indonesia, dan bagaimana prospek

pelisensian wajib di masa depan serta kebutuhan penataan ulang berikut arahannya

di Indonesia.

Kholis Roisah, Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas

Diponegoro, mengkaji tentang : Membangun Prinsip-prinsip Perlindungan Hukum

Hak Kekayaan Intelektual Berbasis Kearifan Lokal (Studi Perbandingan Hukum

terhadap Ekspresi Budaya Tradisional Indonesia). Tulisan ini melakukan kajian

tentang: a. Prinsip-prinsip perlindungan hukum kekayaan intelektual di Indonesia

yang belum mampu memberikan perlindungan terhadap EBT/ekspresi folklor;

b. Kearifan lokal dalam membangun prinsip-prinsip perlindungan hukum kekayaan

intelektual dalam rangka memberikan perlindungan terhadap EBT/Ekspresi folklor;


17

c. Membangun prinsip-prinsip perlindungan hukum kekayaan intelektual Indonesia

berbasis kearifan lokal dalam rangka memberikan perlindungan EBT.

Adi Sulistiyono, Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas

Diponegoro, mengkaji tentang : Membangun Paradigma Penyelesaian Sengketa

Non-Litigasi dalam Rangka Pemberdayaan Alternatif Penyelesaian Sengketa

Bisnis/Hak Kekayaan Intelektual. Pembahasannya terkait : a. Langkah-langkah

yang harus dilakukan agar PnLg bisa menjadi salah satu pilihan pendekatan yang

dipercaya masyarakat untuk menyelesaikan sengketa bisnis (Hak Kekayaan

Intelektual); b. Alternatif penyelesaian sengketa yang dapat dikembangkan di

Indonesia sehingga mendapat kepercayaan dari pelaku bisnis atau kuasanya untuk

dimanfaatkan menyelesaikan sengketa bisnis (Hak Kekayaan Intelektual).

Surach Winarni, Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada

Yogyakarta, menulis tentang : Hubungan hukum Antara Issuing Bank dengan

Pemohon yang Tidak Memiliki Dana Sebesar Nilai Letter of Credit sebagai

Jaminan dan Perlindungan Hukumnya. Masalah pokok yang ditelitinya : a.

Bagaimanakah hubungan hukum antara Bank Penerbit L/C (Issuing Bank) dengan

pemohon L/C yang tidak memiliki dana sebesar nilai L/C sebagai jaminan dalam

pembukaan L/C ? b. Bagaimanakah perlindungan hukum bagi para pihak ?

M. Shidqon Prabowo, Program Doktor Ilmu Hukum Univeritas Diponegoro

Semarang, menulis tentang : Urgensi Adopsi Nilai-nilai dan Prinsip-prinsip Good

Corporate Governance (GCG) dalam Tata Kelola Penyelenggaraan Ibadah Haji

Bagi Perlindungan Hukum Jama’aj Haji Indonesia. Permasalahan pokok dalam

tulisan ini adalah : a. Bagaimanakah substansi formulasi peraturan dan pelaksanaan


18

Penyelenggaraan Ibadah Haji di Indonesia khususnya mengenai perlindungan

hukum kepada Jamaah Haji ? b. Bagaimana urgensi prinsip-prinsip Good

Corporate Governance (GCG) pada tata kelola Penyelenggaraan Ibadah Haji di

Indonesia dalam upaya memberikan perlindungan hukum kepada jamaah haji ?

Bagaimanakah model dan format Prinsip-prinsip GCG dalam tata kelola

penyelenggaraan Ibadah Haji yang akuntabel ?

Inge Dwisvimiar, Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada

Yogyakarta, membahas terkait : Konsep Dilusi Merek sebagai Upaya Perlindungan

Hukum Merek Terkenal di Indonesia. Permasalahan yang dibahas, adalah : a.

Bagaimana konsep dilusi merek sebagai cara pemberian perlindungan hukum bagi

pemegang merek terkenal dalam peraturan perundang-undangan Indonesia dan

negara lain serta Konvensi Internasional ? b. Bagaimana pelaksanaan tanggung-

gugat terhadap pelaku dilusi merek di Indonesia dan negara lain ? c. Apakah di

Indonesia perlu dilakukan pengaturan dilusi merek atau tidak ?

Haryono, Program Doktor Ilmu Hukum Univeritas Diponegoro Semarang,

menulis tentang : Rekonstruksi Perlindungan Hukum Hak Cipta Berbasis Nilai

Kearifan Lokal dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (Studi tentang

Perlindungan Batik Tulis di Jawa Tengah). Studi ini menyimpulkan : a.

Perlindungan hukum hak cipta lebih mengutamakan kepentingan individual,

ekonomi, sehingga tidak menjangkau perlindungan hak cipta berbasis nilai kearifan

lokal (komunal). b. Nilai kearifan lokal dapat dijadikan basis dalam membangun

hukum hak cipta karena mempunyai keunggulan seperti toleransi, kerjasama dan

mau berbagi. c. Melalui kerangka teori prismatic society dan legal pluralism dan
19

dialektika antara hukum hak cipta ideal dan existing dapat membentuk hukum ideal

yang prismatic dan pluralism.

Andeta Surya Asmara, Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Gadjah

Mada Yogyakarta, menulis tentang : Perlindungan Hukum Hak Cipta atas Program

Aplikasi dan Database di Direktorat Jendral Perbendaharaan Dep. Keuangan. Hasil

kajiannya adalah :a. Perlu adanya kostruksi hukum atas perlindungan program

komputer dengan pendekatan Hermeneutik Hukum. b. Konstruksi perlindungan

hukumnya Database tersebut bersifat individualis dan monopilis. Pihak lain yang

menggunakannya harus izin pencipta atau pemegang hak.

Setelah membaca beberapa judul tulisan dan rumusan permasalahan dari

beberapa tulisan terdahulu, dapat penulis ketahui bahwa judul dan rumusan masalah

yang telah diteliti berbeda dengan yang sedang penulis teliti. Bertitik tolak dari latar

belakang yang telah disebutkan diatas, maka penulisan tulisan ini berjudul

MODEL PENGATURAN HAK ATAS MEREK SEBAGAI JAMINAN

KEBENDAAN BERGERAK (FIDUCIA) PADA PERBANKAN STUDI

KOMPARATIF PADA NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG.

Dengan 2 (dua) masalah pokok sebagai berikut : Apakah pengaturan perlindungan

merek yang merupakan transformasi standar internasional WTO-TRIPS Agreement

sudah mengakomodir nilai keadilan dan kemanfaatan bagi pemilik merek di

Indonesia ? dan, bagaimanakah konstruksi model pengaturan hak atas merek

sebagai jaminan kebendaan bergerak pada perbankan di Indonsia ?

1.6 Kajian Pustaka dan Kerangka Berpikir


20

Teori hukum adalah suatu keseluruhan pernyataan yang saling berkaitan

berkenaan dengan sistem konseptual aturan-aturan hukum dan keputusan-

keputusan hukum, yang untuk suatu bagian penting sistem tersebut memperoleh

bentuk dalam hukum positif.7 Teori sangat diperlukan dalam suatu penelitian agar

dicapainya kesimpulan yang kongkrit dan baik. Landasan teori merupakan butir-

butir pendapat, teori, mengenai suatu permasalahan (problem) yang menjadi bahan

perbandingan, pegangan teoritis yang mungkin disetujui ataupun tidak disetujui.

UMKM dan pengusaha Indonesia banyak mempunyai hak kekayaan

intelektual, salah satunya merek. Akan tetapi sampai saat ini hak kekayaan merek

tersebut belum mendapatkan dukungan penuh dalam memperoleh modal dalam

bentuk kredit perbankan dalam rangka meningkatkan permodalan pemilik hak

merek untuk meningkatkan investasi pengembangan usahanya.

Perbankan sebagai lembaga mediasi, yaitu lembaga yang menghimpun dana

masyarakat selanjutnya menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit.

Perbankan dalam menyalurkan kreditnya kepada pengusaha atau debitur

mempunyai beberapa prinsip yang harus diterapkannya agar kredit yang

disalurkannya menjadi aman. Prinsip-prinsip tersebut yaitu : Prinsip 5 C, Prinsip

Kehati-hatian (Prudent Banking Principle) dan GCG (Good Corporate

Governance). Prinsip-prinsip tersebut dipakai sebagai perlindungan bagi

masyarakat penyimpan dana, kreditur (bank itu sendiri) serta perlindungan bagi

debiturnya.

7
J.J.H.Bruggink, 1999, Refleksi Tentang Hukum, terjemahan Arief Sidharta, PT.Citra
Aditya Bakti, Bandung, h. 4.
21

Untuk membahas permasalahan yang ada pada pra proposal ini maka

diperlukan landasan teori sebagai berikut:

3. Teori Hak Kekayaan Intelektual

Pengkajian tentang aspek hukum pengaturan Hak Kekayaan Intelektual dan

perlindungan hukum terhadap merek, tidak bisa dilepaskan dari pengakajian

tentang konsep, teori hukum, serta tujuan hukum itu sendiri. Dalam rangka

perlindungan hukum terhadap karya-karya hak milik intelektual, aspek-aspek

hukumnya sangat terkait dengan transformasi hukum global yang ada.

........

3. Teori Keadilan

Di dalam literatur Inggris istilah keadilan disebut dengan “justice”, kata

dasarnya “jus”. Perkataan “jus” berarti hukum atau hak. Dengan demikian

salah satu pengertian dari justice adalah hukum. Dalam makna keadilan

sebagai hukum, kemudian berkembang arti dari kata justice sebagai

“lawfulness” yaitu keabsahan menurut hukum. 8

Istilah keadilan (iustitia) berasal dari sebuah kata “adil” dengan imbuhan ke

dan an, yang mempunyai arti yaitu memihak yang benar, tidak berat sebelah,

sepatutnya, tidak berbuat sewenang-wenang. Dari beberapa arti dan definisi

keadilan dapat diartikan bahwa keadilan adalah semua hal atau tindakan yang

8
Bahder Johan Nasution, 2004, Hukum Ketenagakerjaan Kebebasan Berserikat Bagi
Pekerja, Mandar Maju, Bandung, h. 48.
22

berkenaan dengan hak dan kewajiban manusia dalam suatu hubungan antar

manusia. Keadilan berisi tuntutan agar sesamanya memperlakukannya sesuai

dengan hak dan kewajibannya. Menempatkan sesuatu dengan proporsional dan

persamaan hak sesuai dengan kapasitas dan kemampuan seseorang.9

.......

4. Teori Peraturan Perundang-undangan

Indonesia sebagai negara yang berdasarkan atas hukum, maka segala aturan

hukum yang ada harus didasarkan pada hukum yang berlaku. Dengan demikian

setiap jenis peraturan yang baru dirancang, dikonsep, dan diundngkan hendaknya

dilakukan secara benar serta berdasarkan prosedur atau tata cara yang sah.

........

5. Teori Hukum Progresif

Dogmatisme dan positivisme yang menawarkan kebenaran mutlak hukum

pada kenyataannya tidak mampu membuat sistem hukum menjadi manusiawi dan

berpihak kepada manusia itu sendiri. Hukum yang pada mulanya milik manusia,

pada akhirnya karena perlakuan yang tidak terkontrol mengakibatkan hukum

menjadi asing bagi pemiliknya. Disinilah kemudian hukum tidak lagi memihak

kepada fakta, akan tetapi lebih memihak kepada tulisan-tulisan, naskah-naskah.

Jika kondisi ini terus menerus berlangsung, maka hukum pada akhirnya akan

9
Yatimin Abdullah, 2006, Pengantar Studi Etika, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, h.
537.
23

mengalami kebuntuan/kemandegan di dalam dirinya. Hukum akan menjadi diam

dan bagaikan robot hukum akan dikelola oleh kepentingan di luar dirinya.

.........

6. Teori Transplantasi Hukum diganti Teori Harmonisasi Hukum

Negara berkembang dalam pembangunan yang dilakukannya dibutuhkan

peran hukum yang optimal dan sistematis. Dalam negara-negara berkembang dalam

perkembangannya sangat membutuhkan adanya hukum yang sistematis yang dapat

mengantisipasi pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi. Menurut Cheryl W.

Gray, jika ingin memperbaiki pertumbuhan ekonomi di suatu negara berkembang

adalah memperbaharui sistem hukum dan menentukan arah pembangunan secara

jelas dan terarah.10........

1.7 Metode Penelitian


Kata “metode”dalam arti harafiahnya berarti “cara”, sedangkan penelitian

adalah suatu kegiatan bersengaja dan bertujuan serta pula berprosedur alias

bermetode. Dengan demikian yang disebut metode penelitian adalah cara mencari

dan menemukan pengetahuan yang benar yang dapat dipakai untuk menjawab suatu

masalah.11 ............

10
Cheryl W. Gray, 1997, Reforming Legal System in Developing and Transition Countries
Finance & Development, http://www.imf.org/external/pubs/it/fandd/1997/09/pdf/gray.pdf dalam
Indra Rahmatullah, Aset Hak Kekayaan Intelektual sebagai Jaminan dalam Perbankan, Deepublish,
Yogyakarta, h. 13
11
Sulistowati, Irianto dan Shidarta, 2009, Metode Penelitian Hukum: Konstelasi dan
Refleksi, Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta, h. 96-97.
24

Dalam melakukan penelitian ilmiah termasuk dalam penulisan ini didukung

oleh metode tertentu, sehingga penelitian tersebut dapat berlangsung secara

terencana dan teratur. Van Peursen menterjemahkan pengertian metode secara

harfiah, mula-mula metode diartikan sebagai suatu jalan yang harus ditempuh

menjadi penyelidikan atau penelitian, berlangsung menurut suatu rencana

tertentu.12

Suatu penelitian hukum sesungguhnya berkaitan dengan bagaimana

memahami hukum (what is the law ? how to understand the law ?) dan bagaimana

mengetahui sumber hukumnya (sources of law).13 Berkaitan dengan pemahaman

tentang penelitian hukum seperti tersebut di atas, dalam penelitian metode

penelitiannya sebagai berikut :

1.7.1 Jenis Penelitian


Dalam suatu penelitian, termasuk penelitian hukum sebagai cara kerja

keilmuan salah satunya ditandai dengan penggunaan metode (Inggris; method,

Latin; methodub, Yunani; methodus).14

Penelitian itu sendiri merupakan suatu kegiatan ilmiah yang berkaitan

dengan analisa dan konstruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis dan

konsisten.15

Usulan proposal ini menggunakan penelitian hukum normatif. Penelitian

hukum normatif adalah penelitian yang membahas tentang substansi hukum yang

12
Johnny Ibrahim, 2006, Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif, Bayu
Publishing, Malang, h. 26.
13
Attorney Stephen Elias , 2009, Legal Research How to Find & Understand the Law,
Nolo, California, USA, p. 4-5.
14
Jhony Ibrahim, Ibid., h. 26.
15
Johny Ibrahim, Ibid, h.57.
25

terdiri dari norma, doktri-doktrin dari pendapat ahli hukum, asas-asas,16 konsep-

konsep hukum dan hukum positif yang berlaku yang berkaitan dengan HKI dan

Merek.17

Di dalam penelitian hukum terdapat beberapa pendekatan. Dengan

pendekatan tersebut, akan diperoleh informasi dari berbagai aspek mengenai isu

yang sedang dihadapi. Pendekatan-pendekatan tersebut yaitu:18

a. Pendekatan Kasus (The Case Approach)

b. Pendekatan Perundang-undangan (The Statue Approach)

c. Historis (Historical Approach)......

Permasalahan penelitian dikaji dengan mempergunakan interpretasi dan

argumentasi hukum berdasarkan teori azas dan konsep hukum yang relevan dengan

permasalahan penelitian.

1.7.2 Sumber Bahan Hukum

Bahan hukum yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari bahan

hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tertier. Bahan hukum

dimaksud dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Bahan hukum Primer, yaitu bahan hukum yang mempunyai


kekuatan mengikat yakni ........

16
Hadin Mudjad HM. dan Nunuk Nuswardani, 2012, Penelitian Hukum Indonesia
Kontemporer, Genta Publishing, Yogyakarta, h. 10.
17
Dwi Rezki Sri Astarini, Op.Cit, h.24
18
Peter Mahmud Marzuki, 2005, Penelitian Hukum, Prenada Media, Jakarta, h. 96-155
26

b. Bahan hukum Sekunder, yaitu bahan hukum yang memberikan

penjelasan terhadap bahan hukum primer, dan membantu proses

pemahaman dan penganalisisan bahan hukum primer yaitu meliputi:

1. Buku-buku yang membahas mengenai Hak Kekayaan

Intelektual khususnya mengenai merek, ......

c. Bahan hukum Tertier, yaitu ......

1.7.3 Teknik Pengumpulan Bahan Hukum

Bahan hukum yang ada dikumpulkan melalui studi dokumen, yang diawali

dengan kegiatan inventarisasi terhadap .......

1.7.4 Teknik Analisis Bahan Hukum

Dari bahan-bahan hukum yang berhasil dikumpulkan, baik bahan hukum

primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tertier, ..............

1.7.5 Rencana Alur Pemikiran Sistematika Disertasi

MODEL PENGATURAN HAK ATAS MEREK


SEBAGAI JAMINAN KEBENDAAN BERGERAK (FIDUSIA)
PADA PERBANKAN STUDI KOMPARATIF PADA NEGARA
MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Latar Belakan Rumusan Landasan Metode


Masalah Masalah Teori Penelitian

Problematik Filosofis 1. Apakah pengaturan 1. Jenis Penelitian


Ontologi : Selama ini pemilik hak perlindungan merek Penelitian Hukum
 Teori HKI Normatif
kekayaan atas merek di Indonesia yang merupakan
belum mendapatkan hak yang transformasi standar  Teori Hukum Jaminan 2. Pendekatan Penelitian
27

1.7.6 Rencana Alur Pemecahan Masalah 1


28

1.7.7 Rencana Alur Pemecahan Masalah 2


29

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku-buku

Abdul Rahman, 1995, Ilmu Hukum tata Negara, Teori Hukum Dan Ilmu
Perundang-Undangan,Citra Aditya Bakti, Bandung

Agus Santoso, 2014, Hukum, Moral & Keadilan, Kencana Prenada Media Group,
Jakarta

Agus Sardjono, 2006, Hak Kekayaan Intelektual dan Pengetahuan Tradisional, PT


Alumni, Bandung

Andi Hamzah dan Senjun Manullang, 1987, Lembaga Fidusia dan Penerapannya
di Indonesia, cet.pertama, Ind-Hill Co, Jakarta

Anthon F. Susanto, 2008, Menggugat Pondasi Filsafat Ilmu Hukum Indonesia,


Dalam Butir-Butir Pemikiran dalam Hukum, Refika Aditama, Bandung

Arthur R. Miller dan Michael H. Davis, 1990, Intellectual Proeperty Patent,


Trademarks, and Copyright, Second Edition, West Publishing, USA

Attorney Stephen Elias , 2009, Legal Research How to Find & Understand the Law,
Nolo, California, USA

Bahder Johan Nasution, 2004, Hukum Ketenagakerjaan Kebebasan Berserikat


Bagi Pekerja, Mandar Maju, Bandung

Bambang Kesowo,1995, Pengantar Umum Mengenai Hak Atas Kekayaan


Intelektual, Makalah pada Peraturan Hukum Dagang diselenggarakan oleh
Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 21 Januari 1995

Brata Kusuma & Solihin, 2002,Otonomi Daerah Penyelenggaraan Pemerintah


Daerah, Gramedia utama, Jakarta

Burhan Ashofa, 2004,Metode Penelitian Hukum, Rineka Cipta, Jakarta

Charles Sampford, 1989, The disorder of Law, Critique of Legal theory, Basil
Blackwell, Oxford

D.Y. Witanto, 2015, Hukum Jaminan Fidusia dlam Perjanjian Pembiayaan


Konsumen (Aspek Perikatan, Pendaftaran dan Eksekusi), Mandar Maju,
Bandung
30

Dewa Rudy, 2015, Pengaturan Hak Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (Umkm)
Atas Akses Modal Di Bidang Usaha Pariwisata,Disertasi, Program
Pascasarjana Universitas Udayana

Diding S. Anwar dan Toto Pranoto, 2015, Industri Penjaminan Menatap Indonesia
Gemilang, Lembaga Management FEB UI, Jakarta

Djamal, 2009, Hukum Acara Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia, Penerbit


Pustaka Reka Cipta, Bandung

Dudu Duswara Machmudin, 2003, Pengantar Ilmu Hukum, Sebuah Sketsa, Cetakan
Kedua, PT. Refika Aditama, Bandung

Dwi Rezki Sri Astarini, 2009, Penghapusan Merek Terdaftar Berdasarkan UU No.
15 Tahun 2001 tentang Merek dihubungkan dengn TRIPS – WTO, Alumni,
Bandung

E. Utrecht, 1964, Pengantar Dalam Hukum Indonesia, Cetakan VIII, PT.


Penerbitan Dan Balai Buku ‘Ichtiar’, Djakarta

Fernando M. Manullang E., 2007, Menggapai Hukum Berkeadilan, PT. Kompas


Media Nusantara, Jakarta

Frederick Schauer, 2000, The Politics and Incentives of Legal Transplantations,


CID (Center for International Development at Harvard University) Working
Paper No. 44. April 2000.

H. Salim HS dan Erlies Septiana Nurbani, 2015, Penerapan Teori Hukum pada
Penelitian Disertasi dan Tesis (Buku Kedua), Rajagrafindo Persada, Depok

Hadin Mudjad HM. dan Nunuk Nuswardani, 2012, Penelitian Hukum Indonesia
Kontemporer, Genta Publishing, Yogyakarta

Hans Kelsen, 2006, Teori Umum tentang Hukum dan Negara, diterjemahkan oleh
Raisul Muttaqien, Cetakan I, Penerbit Nusamedia & Penerbit Nuansa,
Bandung

---------------, 2011, Pure Theory of Law, penerjemah Raisul Muttaqien, Teori


Hukum Murni, Cetakan IX, Nusa Media, Bandung

---------------, 2012, Introduction to the Problems of Legal Theory, penerjemah Siwi


Purwandari, Pengantar Teori Hukum, Nusa Media, Bandung

Hartono Hadisaputro, 1984, Seri Hukum Perdata, Pokok-pokok Hukum Perdata


dan Hukum Jaminan, Liberty, Yogyakarta

Hector Mac Queen,et.al.,2007,Contemporary Intellectual Property:Law and


Policy, Oxford University Press, New York
31

Hilaire McCoubrey & Nigel D. White, 1996, Jurisprudence, Blackstone Limited,


Second Edition, London

Ibnu Miskawaih, 1995, Menuju Kesempurnaan Ahlak, Mizan, Bandung

Ida Bagus Wyasa Putra, 2015, Filsafat Ilmu : Filsafat Ilmu Hukum, Udayana
University Press, Denpasar

---------------, 2016, Teori Hukum dengan Orientasi Kebijakan (Policy Oriented


Theory of Law) : Pemecahan Problem Konteks dalam Proses Legialasi
Indonesia,Udayana University Press, Denpasar

Indra Rahmatullah, 2016, Aset Hak Kekayaan Intelektual sebagai Jaminan dalam
Perbankan, Deepublish, Yogyakarta

J.J.H.Bruggink, 1999, Refleksi Tentang Hukum, terjemahan Arief Sidharta,


PT.Citra Aditya Bakti, Bandung

Jhony Ibrahim, 2006, Teori dan Metode Penelitian Hukum Normatif, Bayu
Publishing, Malang

John Rawls, 2006, Teori Keadilan Atau Theory of Justice (Terjemahan Pustaka
Pelajar), Pustaka Pelajar, Yogyakarta

John Rawls, 2006, Teori Keadilan Dasar-Dasar Filsafat Politik Untuk


Mewujudkan Kesejahteraan Sosial dalam Negara, diterjemahkan oleh
Uzair Fauzan dan Heru Prasetyo, Pustaka Pelajar, Yogyakarta

John Stuart Mill, 1957, dalam Karen Lebacqz, 2011, Teori-Teori Keadilan Six
Theories of Justice, diterjemahkan oleh Yudi Santoso, Nusa Media,
Bandung

Johny Ibrahim, 2008, Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif, Cetakann
kedua, Edisi Revisi, Bayu Media Publishing, Malang

Joseph E. Stigliz,2007,Making Globalization Work : Menyiasati Globalisasi


Menuju Dunia Yang Lebih Adil, terjemahan Edrijani Azwaldi, Misan
Pustaka, Bandung

Kaelan, 2007, Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi, Paradigma,


Yogyakarta

Karen Lebacqz, Teori-Teori Keadilan Six Theories of Justice, diterjemahkan oleh


Yudi Santoso, 2011, Nusa Media, Bandung

Ketut Rindjin, 2012, Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi, PT.


Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
32

L. J. van Apeldoorn, 1990, Pengantar Ilmu Hukum (Inleiding tot de studie van het
Nederlandse recht), terjemahan Oetarid Sadino, Cet. Keduapuluhempat,
Pradnya Paramita, Jakarta

Lasiyo, 2006, Hand Out Filsafat Ilmu pengetahuan, Sekolah Pascasarjana


Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Lasiyo, 2006, Hand Out Filsafat Ilmu pengetahuan, Sekolah Pascasarjana


Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Lawrence M. Friedman, 1977, Law and Society, an Introduction, Printice Hall, New
Jersey

Lili Rasjidi dan IB Wyasa Putra, 1993, Hukum Sebagai Suatu Sistem, Remaja
Rosdakarya, Bandung

Maria, S. W. Sumardjono, 1996, Argumentasi Hukum, Gadjah Mada University


Press, Yogyakarta

Mariam Darus Badrulzaman, 2010, Mencari Sistem Hukum Benda Nasional,


Alumni, Bandung

Munir Fuady,2000, Jaminan Fidusia, cet. Pertama, PT. Citra Aditya Bakti,
Bandung

NK supasti Dharmawan, 2011, Hak Kekayaan Intelektual Dan harmonisasi Hukum


Global, Universitas Diponegoro, Semarang

Otong Rosadi, 2012, Hukum Ekologi dan Keadilan Sosial Dalam Perenungan
Pemikiran (Filsafat) Hukum, Thafa Media, Yogyakarta

Peter Mahmud Marzuki, 2008, Pengantar Ilmu Hukum, Kencana, Jakarta

Peter Van Den Bossche, 2008, The Law and Policy of the World Trade
Organization Text, Cases and Materials, Second Ediition,Cambridge
University Press, New York

Romli Atmasasmita, 2012, Teori Hukum Integratif Rekonstruksi Terhadap Teori


Hukum Pembangunan dan Teori Hukum Progresif, Genta Publishing,
Yogyakarta

Roscoe Pound, 1982, Pengantar Filsafat-Hukum, Mohammad Rajab,


(penerjemah), Batara Karya Aksara, Jakarta

Rosjidi Ranggawidjaja, 1998, Pengantar Ilmu Perundang-undangan Indonesia,


Mandar Maju, Bandung
33

Satjipto Rahardjo, Hukum Progresif: Hukum yang Membebaskan. Jurnal Hukum


Progresif, Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro,
Semarang, Vol. 1/No. 1/April 2005

Soetandyo Wignjosoebroto, 2002, Transplantasi Hukum Ke Negara-negara Yang


Tengah Berkembang , Khususnya Indonesia, dalam Hukum : Paradigma,
Metode dan Masalah, Elsam dan Huma, Jakarta

---------------, 2002, Hukum : Paradigma, Metode dan Masalah, Elsham dan HuMa,
Jakarta

Sri Soedewi M. Sofwan, 1980, Beberapa Masalah Pelaksanaan Lembaga Jaminan


Fidusia di Dalam Praktik dan Perkembangan di Indonesia, Fakultas Hukum
UGM, Yogyakarta

Sri Walny Rahayu, 2000, Perlindungan Hak Ekonomi Pencipta Terhadap Karya
Ciptaan Musik dan Lagu di Indonesia Berdasarkan Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 1997 Dikaitkan Dengan Perjanjian TRIPs-WITO,Program
Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung
Subagio Gigih Wijaya, 2010, Hak Cipta sebagai Jaminan Utang, Universitas
Sebelas Maret, Surakarta.

Sudargo Gautama, 1990, Segi-segi Hukum Hak Milik Intelektual, Eresco, Bandung

Sudikno Mertokusumo, 2007, Mengenal Hukum Suatu Pengantar, Liberty,


Yogyakarta

Sulistowati, Irianto dan Shidarta, 2009, Metode Penelitian Hukum: Konstelasi dan
Refleksi, Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta

Tan Kamelo, 2006, Hukum Jaminan FidusiaSuatu Kebutuhan yang Didambakan,


Alumni, Bandung

The Liang Gie., 1979, Teori-Teori keadilan, Penerbit Super, Yogyakarta

Tomi Suryo Utomo, 2010, Hak Kekayaan Intelektual Sebuah Kajian


Kontemporer,Graha Ilmu, Yogyakarta

Violetta Simatupang,2009, Pengaturan Hukum Kepariwisataan Indonesia


berdasarkan GATs /WTO dikaitkandengan UU No. 10 Tahun 2009 tentang
Kepariwisataan, Alumni, Bandung

Wignjosoebroto, 2002, Hukum: Paradigma, Metode, dan Dinamika Masalahnya,


ELSAM dan HuMa, Jakarta

Yatimin Abdullah, 2006, Pengantar Studi Etika, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta
34

B. Jurnal dan artikel

A. Zuhdi Muhdlor, 2016, Kajian Politik Hukum Terhadap Transplantasi Hukum di


Era Global, Jurnal Hukum dan Peradilan, Volume 5 Nomor 2

Alphonso Van Aardt Smit and Olawale Olufunso Fatoki, 2012, Debt financing to
new small ventures in South Africa: The impact of collateral, ethics and
the legal system African, Journal of Business Management Vol. 6(3), , 25
January, 2012 Available online at www.academicjournals.org/AJBM
DOI: 10.5897/AJBM11.2582 ISSN 1993-8233, Academic Journal

Anthon F. Susanto, 2008, Menggugat Pondasi Filsafat Ilmu Hukum Indonesia,


Dalam Butir-Butir Pemikiran dalam Hukum, Refika Aditama,
BandungRahardjo, Hukum Progresif: Hukum yang Membebaskan.
Jurnal Hukum Progresif, Program Doktor Ilmu Hukum Universitas
Diponegoro, Semarang, Vol. 1/No. 1/April 2005,

Cheryl W. Gray, 1997, Reforming Legal System in Developing and Transition


Countries Finance & Development,
http://www.imf.org/external/pubs/it/fandd/1997/09/pdf/gray.pdf
Faiz, Pan Mohamad, 2012, Teori Keadilan John Rawls, Jurnal Konstitusi: Vol. 6.
No. 1., Jakarta
Fattah, Damanhuri, 2013, Teori Keadilan Menurut John Rawls, Jurnal TAPIs Vol.
9. No. 2., Yogyakarta

Fence M. Wantu, 2011, Peranan Hakim Dalam Mewujudkan Kepastian Hukum,


Keadilan dan Kemanfaatan di Peradilan Perdata, Disertasi, Program
Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Jawahir Thontowi,2012,Pengembangan Ilmu Hukum berbasis Religious Science :


Dekonstruksi Filosofis Pemikiran Hukum Positivistik, dalam Pandecta,
Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, Universitas Negeri Semarang, Vol. 7,
Nomor 2, Juli 2012

Made Sarjana, Desak Putu Dewi Kasih dan I Gusti Ayu Kartika, 2015, Menguji
Asas Droit De Suite dalam Jaminan Fidusia, Jurnal Magister Hukum
Udayana, September 2015,ISSN: 2302-528X
Satjipto Rahardjo, 2005, Hukum Progresif: Hukum yang Membebaskan. Jurnal
Hukum Progresif, Program Doktor Ilmu Hukum Universitas
Diponegoro, Semarang, Vol. 1/No. 1/April 2005

Sri Mulyani,2014, Realitas Pengakuan Hukum terhadap Hak Atas Merek sebagai
Jaminan Fidusia pada Praktik Perbankan di Indonesia,Jurnal Hukum
dan Dinamika Masyarakat, Vol. 11 No. 2 April 2014, Semarang
35

TrisadiniPrasastinah Usanti, 2012, Lahirnya Hak Kebendaaan, Jurnal Perspektif


Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Vol. XVII No. 1 Tahun 2012
Edisi Januari 2012, Surabaya

William Fisher, 1999, Theories of Intellectual Property, available in English at


http://www.law.harvard.edu/Academic_Affairs/coursepages/tfisher/iphi
story.pdf

C. Internet

http://www.antaranews.com/berita/525371/paket-kebijakan-ekonomi-kreatif--ceo-
shavuot-peluang-bagi-pemuda-jadi-netpreneur-sukses

http://www.yrci.or.id/indonesia-negara-pelanggar-hak-cipta-terbesar-keempat-di-
dunia/

Environment Issue : Sustainable Development https://


www.wto.org/english/tratop_e/envir_e/sust_dev_e.htm diakses 18 Mei
2017

Part I General Provisions and Basic Principles https: //


www.wto.org/english/docs_e /legal_e/27-trips_03_e.htm diakses 18 Mei
2017

D. Peraturan Perundang-undangan

Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-undang Nomnor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek

Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia

Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan Undang-


undang Nomor 10 Tahum 1998 tentang Perbankan

Undang-undang No. 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-


undangan

TRIPs Agreement