Anda di halaman 1dari 14

Disusun oleh :

Poedji Haryanto

Pendahuluan
Mekanika I yang telah membahas tentang gaya, resultan gaya, gaya reaksi, momen,
beam, keseimbangan gaya, keseimbangan momen, gaya batang.

500 N
F

Ditanyakan,
1m 2m Berapa gaya F dari
2 kontruksi
tersebut
F

500 N

2m
1m

Mekanika Teknik II
Kekuatan Bahan (Strength of matherials) ilmu yang mempelajari tentang hubungan
antara gaya luar yang bekerja dan pengaruhnya terhadap gaya dalam benda,
selanjutnya benda tidak lagi dianggap sebagai kaku ideal, deformasi meskipun kecil
merupakan sasaran utama. Sifat bahan suatu struktur atau mesin mempengaruhi
pemilihan dan ukuran yang memenuhi kekuatan dan kekakuan.
Tujuan utama mekanika bahan adalah untuk menentukan tegangan (stress),
regangan (strain), dan peralihan (displacement) pada struktur dan komponen-
komponennya akibat beban yang bekerja padanya.
Mekanika II meliputi :
1. Tegangan sederhana (Simple Stress)
2. Tegangan dan Regangan ( Stress and Strain)
3. Momen Inersia Luasan (Momen Inertia Of Area)
4. Tegangan Bengkok (Bending Stress)
5. Tegangan Puntir ( Torsion stress)
6. Tegangan kombinasi (Combinned stress)
7. Lenturan (Deflection)
8. Tekuk (Buckling)
1. Tegangan Sederhana (Simple Stress)
Tegangan (stress) adalah suatu kemampuan (keuatan/Strength) suatu batang yg
sisebabkan oleh adanya pembebanan luar setiap satuan luasan
Gaya
Tegangan 
Luas. penampang

Satuan tegangan adalah N/mm2, N/m2, Pa(Paskal), MPa.

F F

Macam-macam tegangan
Macam-macam tegangan sederhana meliputi,
1. Tegangan Akasial Tarik ( Axial tensile stress) ( t) (sigma)
2. Tegangan Aksial Tekan (Axial compression stress) ( c) (sigma)
3. Tegangan geser (Shear strss)()(tau)
Tegangan aksial adalah tegangan yang disebabkan oleh gaya yang bekerja pada
sumbu batang dan tegak lurus penampang

Gaya tarik
Gaya tekan

Gaya geser
Contoh soal:
1. Sebuah connecting rod yang menerima beban 30 kN, tentukan tegangan
yang terjadi pada batang dan pada pin ? jika penampang batang 120 mm x
30 mm dan diameter pin 20 mm.

batang
pin

2. Sebuah pulley sebagai pemindah gaya yang mempunyai komponen belt dan pasak
tentukan ukuran lebar pasak tersebut ? jika tegangan geser spi 70 Mpa. Jika panjang
pasak 75mm, tebal 10 mm diameter poros 80 mm.
10 kN

Fp

750 mm

75mm

6 kN
3. Suatu konstruksi trus dari bahan kayu, hitunglah
(a) ukuran b apabila tegangan geser izin 900 kPa
(b) ukuran c sehingga tegangan dukung tidak melebihi 7 MPa

50 kN

30o

b
150 mm

c
2. Regangan (Strain)

Sebuah batang yang mendapat gaya luar pada arah aksial tidak hanya mengalami
tegangan, tetapi juga akan mengalami perubahan bentuk (deformasi) yang berupa
regangan (starin).

Kita ambil contoh suatu batang yang mengalami regangan akibat pembebanan
tarik aksial,

Lo
F F

Lo+dL
F+dF F+dF

patah

Hubungan Teganga dan Regangan

Tegangan batas maksimum

batas mulur
batas elastis

batas proporsional batas patah

Regangan(strain)
Diagram
Diagramtegangan-regangan
tegangan-regangan
Keterangan gambar:

Kondisi batang uji (specimen) dengan ketentuan, berpenampang tetap, bahan homogen,
beban yg bekerja beban aksial yang menghasilkan tegangan merata. Pengujian ini
dilakukan oleh Robert Hooke pada tahun 1675.

1. Batas proporsional masih berupa garis lurus, menyatakan bahawa tegangan


sebanding dengan regangan. Kesebandingan ini berakhir pada batas proporsional.
Tegangan yang terjadi tegangan proporsional

2. Batas elastis, yaitu batas tegangan dimana bahan tidak kembali lagi ke bentuk
semula apabila beban dilepas akan tetap pada deformasi tetap (permanent).
Tegangan yang terjadi tegangan elastis

3. Titik mulur , dimana bahan memanjang mulurtanpa pertambahan beban, tegangan


yang terjadi tegangan mulur ( yield)

4. Tegangan maksimum

5. Tegangan patah

Tegangan
Baja karbon tinggi

Besi cor

Aluminium

beton

Regangan
pertambahanpanjang
Re gangan 
panjang .mula  mula



o

Hukum Hooke

  .

F 
 E.
A 

F .
 
A.E

 = pertambahan panjang ( l1 - lo )
E = Modulus Elastisitas (MPa)
A = Luas penampang

1  0
Regangan :  x100%
0

A0  A1
Kontraksi : C x100%
A0

Contoh soal

1. Sebuah batang aluminium dengan diameter 25 mm, E = 70 GPa, hitung


deformasi total batang tersebut?

35 kN 15 kN 30kN 10 kN

0,8 m 1m 0,6 m

2. Tentukan deformasi yang terjadi? D= 20 mm, E = 70 MPa


10kN 15 kN 30kN 35kN

0,8 m 1m 0,6 m

3. Tentukan harga F jika deformasi yang terjadi tidak boleh melebihi 2mm,
atau tegangan baja 140 MPa, E baja = 200 GPa, tegangan aluminium 80
MPa, E aluminium = 70 GPa, tegangan perunggu 120 MPa, Eperunggu = 83
GPa.

Perunggu Aluminium baja


A=450mm2 A=600mm2 A=300mm2
3F
4F 2F
F

0,6 m 1m 0,8 m

4. Batang kaku yang dipisahkan oleh rol pada C dan engsel pada A dan D. Sebuah
batang baja pada B mendukung beban 50 kN. Hitunglah perpindahan tegak rol pada C?

Batang baja
50 kN

2m 2m
A
B
C
3m 1,5 m C

Batang baja mempunyai A= 300 mm2, L= 3 m, E = 200 GPa


4. Batang mendatar dengan massa diabaikan, di engsel pada A dan dianggap kaku,
disokong oleh batang perunggu panjang 2 m, , batang baja panjang 1 m, , dengan
menggunakan tabel berikut, hitunglah tegangan pada setiap batang?

Batang perunggu

Batang baja

0,6 m 1 m 0,8 m

50 kN
Fb Fp

Kedudukan awal
Rah 0,6 m 1m 0,8 m

δp
δb
Rav
Kedudukan
akhir

50 kN

BAJA PERUNGGU
2
Luasa (mm ) 600 300
E (GPa) 200 83
Batas Proporsional (MPa) 240 140

Jawab:
a. Kesetimbangan momen ∑MA = 0 0,6 Fb + 1,6 Fp = 2,4 ( 50. 103 )
c. Kesetimbangan gaya ; ∑F=0 , - Rav + Fb + Fp – F = 0
b p
b. Deformasi 0,6  1,6
5. Sebuah batang terdiri dari bahan aluminium dan baja ditumpu pada dua ujungnya
tanpa deformasi, Carilah tegangan dan deformasi pada setiap bagian batang yang
disebabkan oleh F = 200 kN.
300 mm
200 mm
F

Aluminium
D = 35 mm Baja
E = 70 GPa D = 45 mm
E = 200GPa

6. Sebuah batang terdiri dari tiga segmen menerima beban F 1 = 120 kN, F2 = 50 kN.
Tentukanlah tegangan dan deformasi pada setiap bagian batang apabila dinding kaku?

600 mm
400 mm
300 mm
F1 F2

Aluminium Baja
Perunggu D = 40 mm D = 30 mm
D = 50mm E = 70 GPa E = 200 GPa
E = 83 GPa

7. Jika konstruksi seperti pada soal nomor 6, apabila dinding mengalami pergeseran
sebesar 0,6 mm, tentukan tegangan yang terjadi pada setiap elemen batang?

8. Sebuah batang kaku dengan masa diabaikan yang di dukung oleh dua buah batang.
Carilah pergerakan F apabila F = 120 kN dan tegangan yg terjadi pada masing2
batang?

Baja
D = 30 mm Aluminium
E = 200 GPa D = 35 mm
L=4m E = 70GPa
L=3m

3m 2m 1m

F
9. Batang kaku dengan massa diabaikan. Berapakah F maksimum yang dapat
diberikan tanpa melebihi tagangan baja 120 MPa, atau perunggu 70 Mpa?

Baja
D = 35 mm Prunggu
E = 200 GPa D = 20 mm
L=3m E = 83GPa
L=2m

2m 3m 1m

The values of E ( i.e. modulus of elasticity ) of materials :

Material Modulus of Elasticity Modulus of rigidity in


In kg/cm2 Kg/cm2
Steel 2.0 x 106 to 2.2 x 106 0.8 x 106 to 1.0 x 106
Wrought iron 1.9 x 106 to 2.0 x 106 0.8 x 106 to 0.9 x 106
Cast Iron 1.0 x 106 to 1.6 x 106 0.4 x 106 to 0.5 x 106
Copper 0.9 x 106 to 1.1 x 106 0.3 x 106 to 0.5 x 106
Brass 0.8 x 106 to 0.9 x 106 0.3 x 106 to 0.5 x 106
Aluminium 0.6 x 106 to 0.8 x 106
Timber 0.1 x 106 0.1 x 106