Anda di halaman 1dari 5

Geologi Pulau Button

Anhar:

salam kenal mas,,


saya mau tanya kalau tentang cara keterdapatan aspal di pulau buton? Apa ada kemiripan dengan
minyak atau bagaimana? Tolong dijelaskan mengenai pola strukturnya dan batuan reservoarnya?
Terimakasih sebelumnya,,

Salam,,

Alva:

Salam kenal juga Mas Anhar,

Secara umum pulau buton pada waktu lampau adalah gugusan pulau yang mengalami perubahan
akibat kegiatan tektonik yang intensif. Perubahan itu dapat tercermin dari perlipatan dan
pengangkatan terumbu karang. Endapan aspal terbentuk akibat proses tektonisme intensif yang
menekan endapan hutan purba dan zat lainnya sehingga terjadi metamorfosis dari endapan zat
organik tersebut.

Tentang strukturnya secara umum terdiri dari uplifting-uplifting dan geantiklin. Menurut Katili
dalam bukunya Tectonics of Indonesia (1985) dan Geologi (1963), Pulau Buton mengalami
tetonika yang kompleks dalam kurun waktu tersier. Aktivitas neotectonic memnyebabkan
terjadinya perubahan batimetri dimana terdapat daratan yang tenggelam dan dasar laut yang
terangkat. Van Bemmelen dalam Bukunya The Geology of Indonesia (1970) menyatakan bahwa
evolusi fisiografi dari zona pulau Buton dan sekitarnya yang intensif terjadi dibuktikan dengan
struktur geologi dari pulau sulawesi dan pulau halmahera dimana struktur patahan memotong-
motong pulau akibat terjadinya tumbukan. Aktivitas tektonik berdampak pada terbentuknya
geantiklin dam geosinklin. Pemetaan Geologi yang dilakukan oleh USGS tahun 2006 dengan
Deep Sea Sensor (DSS) menemukan adanya cekungan-cekungan minyak disekitar zona pulau
buton.

Pembentukan aspal memang ada kemiripan dengan minyakbumi dimana aspal sendiri
sebenarnya adalah minyak bumi kotor atau mungkin dapat dikatakan sebagai pengotor minyak
bumi.

Informasi geologi lainnya secara lengkap termasuk jenis batuan reservoar yang secara umum
adalah batuan sedimen laut dalam di pulau buton dapat dilihat pada:

http://www.mgi.esdm.go.id/Artikel/tabid/92/ctl/Details/mid/446/ItemID/74/Default.aspx

Anhar:
makasih infox mas,,,
saya ada pertanyaan lagi ini tentang minyakbumi yang menurut yg dibahas seblumnya kan aspal
itu merupakan minyakbumi kotor, tapi sampai sekarang di pulau buton itu belum ditemukan
sumber minyak yg dpt bernilai ekonomi, pertanyaan saya :
1) klu di buton itu terdapat aspal yg merupakan minyakbumi kotor berarti harusnya ada juga
minyakbuminya? Koq skrg yg diusahakan cuma spalnya saja? Minyakbuminya kemana? Tlong
penjelasannya?
2) klu kta akan coba memetakan zonasi aspal, baiknya pendekatan yg kta lakukan berdasarkan
apa saja? Apakah kita melihat strukturnya yg berkembang atau litologi/stratigrafi batuannya?

Alva:

Halo mas Anhar,

Kandungan minyak bumi memang ada namun untuk memperkirakan depositnya diperlukan
beberapa tahapan eksplorasi yang tidak murah. Eksploitasi tidak dapat dilakukan begitu saja,
walaupun suatu daerah diketahui memiliki kandungan minyak yang banyak namun perlu
dipertimbangkan letak titik yang akan dieksploitas apakah berada pada kawasan konservasi atau
tidak, untuk melakukan eksploitasi kita perlu mendapatkan ijin juga dari departemen
pertambangan dan energi.

Sebelum melakukan eksploitasi kita juga perlu menghitung tingkat keuntungan yang diperoleh
dengan menghitung biaya eksplorasi, pajak, biaya eksplotasi, dan pendapatan dari deposit
minyak bumi yang ada.

Melalui segi teknik, eksploitasi minyak bumi di daerah itu juga sulit untuk dilakukan dimana
morfologi luatan yang dinamis, kegiatan tektonis yang aktif, serta banyaknya palung membuat
teknik drilling yang dilakukan merupakan teknik yang kompleks.

Pendekatan yang paling baik digunakan sebenarnya adalah dengan melihat litologi atau
stratigrafi batuan, namun biayanya sangat mahal sehingga digunakan pendekatan yang lain yaitu
dengan melihat struktur geologi yang berkembang. Pemetaan aspal dengan melihat litologi atau
stratigrafi sangat mahal dilakukan karena menggunakan banyak data borehole atau bor (satu
borehole dapat menghabiskan biaya hingga 40 jt rupiah)

Pendekatan struktur yang berkembang digunakan dengan mengkorelasikan kondisi stratigrafi


yang ada dengan data bor yang umumnya kurang akurat namun biayanya tidak semahal drilling.

Hardi:

saya mau tanya juga tentang aspal buton, sebelumnya mas telah menjelaskan bahwa untuk
memetakan zonasi endapan aspal buton melalui pendekatan struktur dengan mengkorelasikan
dengan stratigrafi batuannya, setelah saya coba melihat peta geologi buton disitu sangat banyak
sekali berkembang struktur, bagaimana cara yang tepat sehingga kita dapat menginterpretasikan
bahwa suatu struktur yang berkembang dapat menjadi indikator terdapatnya aspal? Apakah ada
persyaratan tertentu untuk menentukan suatu pola struktur dapat menjadi indikator terdapatnya
aspal bila kita menghubungkannya dengan jenis litologi batuannya?

Alva:

Mas Hardi,

Agar interpretasi dapat tepat maka pengenalan sejarah geologis Pulau Buton dan mekanisme
terbentuknya aspal perlu dipahami secara mendalam. Seperti penjelasan saya sebelumnya bahwa
aspal merupakan pengotor minyak bumi bukan dalam artian bahwa aspal adalah suatu inklusi
dari minyak bumi namun aspal merupakan fraksi padat minyak bumi, dimana saat reservoar
bocor temperatur yang tinggi menyebabkan fraksi minyak bumi dengan ikatan karbon yang lebih
banyak tertinggal sementara yang lain menguap..sisa yang tertinggal itulah yang dapat dikatakan
sebagai pengotor (residu) dari minyak bumi.

Pendekatan struktur yang dilakukan untuk pulau buton hendaknya dilakukan secara hati2 karena
proses geologis yang terjadi di pulau buton pada paleogene dan neogene berbeda. Material utama
dari masa paleogen adalah material obduksi akibat tumbukan pulau buton dengan pulau muna
sedangkan material neogen yang utama adalah batuan karbonat dari hasil uplifting zona bagian
timur karena tumbukan dengan pulau disekitarnya dan juga proses neotektonika yang
mengangkat dasar laut di pulau buton.

Pola struktur dapat digunakan untuk indikator dengan mempertimbangkan proses yang bekerja
pada struktur tersebut. Ada hal yang menarik dari struktur yang terbentuk di pulau buton yaitu
aspal hanya terdapat di bagian utara pulau buton sedangkan bagian selatannya tidak, hal tersebut
berkaitan dengan proses geologis yang terjadi dimana zona utara mengalami pengangkatan yang
lebih intensif dibandingkan dengan zona selatan sehingga material aspal lebih terekspos ke
permukaan. Beberapa ahli berasumsi bahwa kandungan hidrokarbon dapat ditemukan di wilayah
selatan terutama setelah pengeboran terakhir sedalam kurang lebih 5000 feet dimana hasil uji
geokimia menunjukkan adanya keterdapatan hidrokarbon yang mungkin melimpah di zona yang
lebih dalam.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang faktor apa saja yang dapat berpengaruh terhadap struktur
sehingga dapat dijadikan sebagai indikator keterdapatan aspal maka diperlukan korelasi data
struktur dan litologi secara detail baik di lokasi ditemukannya aspal maupun di zona sekitarnya.
Contoh korelasi yang dilakukan misalnya lokasi X memiliki dengan deposit aspal yang
melimpah ternyata memiliki litologi yang tersusun atas formasi A, B, C, D, yang mengalami
proses Z, dengan teknik yang sama korelasi dilakukan disekitar zona X yang mengalami proses
Z juga. Akan diperoleh suatu karakteristik endapan dari aspal yang terdapat di pulau buton.

Syarat-syaratnya tentunya tidak dapat disebutkan secara umum dan tepat karena kondisi geologis
suatu tempat dengan tempat lain secara umum berbeda. Tambang emas dengan karakteristik
yang khas ternyata sulit untuk diidetifikasi melalui suatu indikator struktur permukaan terlebih
aspal yang dimasing-masing tempat memiliki sejarah pembentukan yang berbeda.

Anhar:
Salam mas,,

Terimakasih atas penjelasannya sebelumnya,,,


Saya ada pertanyaan lagi ini masih berkaitan dengan potensi tambang pulau Buton :
1) Saya minta dijelaskan mengenai bitumen padat dan hubungannya dengan aspal seperti apa?
Adakah kemiripan antara keduanya?
2) Apakan cara terdapatnya bitumen padat itu sama juga dengan aspal?

Alva:

Mas Anhar,

Istilah Bitumen di bidang geologi di UK (Inggris) merupakan suatu material lengket, hitam, dan
sangat kental. Bitumen sering juga disebut sebagai Tarmac atau Tar. Dalam bidang geologi, di
Inggris Bitumen merupakan material pembentuk asphalt dimana asphalt tersusun atas agregat
mineral dan bitumen.

Istilah Bitumen di bidang geologi di US (Amerika Serikat) juga memiliki arti material hitam,
lengket, dan sangat kental. Terdapat perbedaan antara hubungan antara asphalt dengan bitumen
dalam istilah UK dan US dimana BSG (British Geological Survey) menjelaskan bahwa asphalt
merupakan perpaduan antara agregat mineral dan asphalt sedangkan USGS (United States
Geological Survey) menyatakan bahwa asphalt dan bitumen bukan sesuatu yang berbeda.

Mengacu pada konsep bitumen USGS, Bitumen terdiri dari dua macam yaitu bitumen padat dan
cair. Bitumen padat atau natural asphalt terbentuk akibat proses alam yaitu aktivitas tektonika
atau vulkanika yang mengakibatkan bocornya suatu reservoar sehingga tekanan gas dalam
reservoar berkurang dan minyak yang terjebak menguap meninggalkan hidrokarbon residu yang
rantai karbonnya sangat panjang yang menggumpal dan memadat. Bitumen cair atau destilation
asphalt terbentuk dari destilasi minyak bumi yang dilakukan oleh manusia dimana hidrokarbon
penyusun minyak dengan rantai karbon terpanjang akan terfraksikan dalam cairan kental
berwarna hitam pekat.

Thanks atas pertanyaannya Mas Anhar..

Rate this:

patahan geologis minyak bumi terdapat lima tempat di pulau buton merupakan retakan artificial
yang terbentuk secara alami. Kedalaman minyak bumi pada retakan ini kisaran 80 m sampai 170
m saja. Retakan ini tidak pernah tersentuh oleh para geolog dari perusahaan-perusahaan yang
pernah survey minyak di pulau buton sebabmasih terjaga ketat oleh para wali penjaga pulau
buton yang merupakan anak dari nabi adam. Namun demikian bila ada perusahaan yang
berminat bisa kita coba kerja sama demi kepentingan rakyat buton, daerah dan bangsa indonesia.
Potensi minyak di pulau buton merupakan cekungan terbesar di dunia namun letaknya pada
kedalaman di ata6 6.000 meter sehingga tidak bisa dijangkau oleh alat sounding geo seismic
maun geo listrik atrau atomic geo sounding. oleh karna itu survey minyak bumi di pulau buton
gagal selama ini. Pemerintah RepublikIndonesia sangat mengetahui adanya potensi ini dimana
data ada pada Badan Intelijen Negara, namun pemerintah menyadari bahwa eksistensi pulau
buton tidak boleh diolah secara sembarangan tapi ada waktu ditentukan sendiri oleh sebuah
perjanjian intenasional. Mari kita tunggu negara mana yang telah merngikat janji dengan para
leluhur buton pada zamannya. Insya Allah tak lama lagi Buton yang dikenal didunia barat
dengan sebutan button atau butuni akan bangkit dan memuntahkan lahar emasnya ungtuk
kepentingan kemaslahatan ummat manusia di seluruh dunia.