Anda di halaman 1dari 33

LATAR BELAKANG KEBUDAYAAN & ARSITEKTUR

NTB

Nusa Tenggara Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia. Sesuai dengan


namanya, provinsi ini meliputi bagian barat kepulauan Nusa Tenggara. Dua pulau
terbesar di provinsi ini adalah Lombok yang terletak dibarat dan Sumbawa yang
terletak ditimur. Ibukota provinsi ini adalah Kota Mataram yang berada di pulau
Lombok.

Sebagian besar dari penduduk Lombok berasal dari Suku Sasak , sementara Suku
Bima dan Sumbawa merupakan kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa.
Mayoritas penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam (96%).

Provinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai bermacam-macam kebudayaan , baik


itu dalam hal seni tari , kerajinan tangan , pakaian adat , rumah adat , lagu daerah ,
alat musik daerah , upacara adat , makanan khas daerah sampai obyek wisata.

Nusa Tenggara Barat sendiri juga memiliki arsitektur tradisional yang sangat erat
hubungan nya dengan ajaran agama islam,kebudayaan,dan adat istiadat setempat.
dimasing –masing pulau memiliki jenis rumah adat tersendiri. Jadi secara garis
besar, provinsi NTB memiliki dua jenis rumah adat dari dua pulau yang berbeda.

Pulau Sumbawa memiliki rumah adat bernama Dalam Loka Samawa dan Pulau
Lombok memiliki rumah adat suku Sasak yang biasa disebut Bale.

Dari segi kebudayaan Tari daerah Nusa Tenggara Barat memiliki sebuah Tari yaitu
Tari Mpaa Lenggogo dan Tari Batu Nganga. Tari Mpaa Lenggogo merupakan
sebuah tarian untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Tarian ini sering
dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga
raja. Sedangkan Tari Batu Nganga merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita
rakyat yang mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk
batu dan permohonan mereka agar sang putri dapat keluar dari dalam batu. Berikut
ini adalah salah satu gambar Tari Mpaa Lenggogo dan Tari Batu Nganga.

1
Tari-Tarian

Tari Batu Nganga Tari Mpaa Lenggogo

Provinsi Nusa Tenggara Barat juga mempunyai beragam kerajinan tangan.


Diantaranya adalah Gerabah Banyumulek dan Kain Tenun khas Nusa Tenggara
Barat. Kerajinan tangan khas Busa Tenggara Barat ini telah dilakukan secara turun
menurun sejak dahulu kala. Gerabah Banyumulek adalah kerajinan tangan khas
Nusa Tenggara Barat yang dibuat dengan alat berupa lempengan bulat yang dapat
diputar dengan tangan. Gerabah Banyumulek terbuat dari bahan tanah liat dan
tanah liat tersebut dibentuk dengan alat pemutar , setelah jadi tanah liat yang tadi
sudah dibentuk dijemur dan dibakar. Jadilah kerajinan tangan khas Nusa Tenggara
Barat yang bernama Gerabah Banyumulek. Namun ada produk yang unik dan
paling banyak laku di pasaran yakni adalah kendi maling. Kain tenun atau dikenal
dengan kain songket adalah ciri khas dari Pulau Lombok. Kain songket merupakan
kain tenunan yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan, hiasan dibuat
dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang warna di atas benang lungsi.
Terkadang juga ada yang dihiasi dengan manik-manik, kerang atau uang logam.
Selain kain songket yang dikenal saat ini, ada cara pembuatan kain tenun dengan
cara klasik. Pembuatan kain tenun dengan cara klasik ini dimulai dari
mempersiapkan pembuatan benang serta pembuatan zat warna.

Pembuatan benang secara tradisional dengan menggunakan pemberat yang


diputar-putar dengan jari-jari tangan. Pemberat tersebut berbentuk seperti gasing
terbuat dari kayu atau terakota. Bahan membuat benang selain dari kapas, bisa juga
dari kulit kayu, serat pisang, serat nanas, daun palem dan sebagainya. Pembuatan
zat warnanya terdiri dari dua warna yaitu biru dan merah. Warna biru didapatkan
dari indigo atau Mirinda citrifonela atau mengkudu. Selain itu ada juga pewarna
dari tumbuhan lain, seperti kesumba (sono keling). Motif kain songket Lombok
bermacam-macam, ada motif ayam, motif kembang delapan, motif kembang empat
dan masih banyak lagi motif-motif lainnya.

2
Pakaian Adat

Gerabah Banyumulek Kain Songket Motif Ayam

Sarung Tenun Tenun dari Sutra

Pakaian adat Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Pakaian Adat Lombok.
Sedangkan Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Rumah Dalam
Loka.

3
Lagu daerah provinsi Nusa Tenggara Barat antara lain Pai Mura Rame,
Desaku, Tutu Koda, Helele U Ala de Teang, Potong bebek, Anak Kambing Saya,
O Nina Noi, Lereng Wutun, Bole Lebo, O Re Re dan Tebe Ona Na.

Provinsi ini mempunyai alat music khas daerah seperti provinsi yang lainnya. Alat
musik tersebut dinamakan Cungklik.

 Upacara U’a Pua

Upacara U’a Pua merupakan sebuah tradisi masyarakat Lombok yang


dipengaruhi oleh ajaran Islam. Upacara U’a Pua dilaksanakan bersamaan dengan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang juga dirangkai dengan penampilan
atraksi Seni Budaya masyarakat Suku Mbojo (Bima) yang berlangsung selama 7
hari.Prosesi U’a Pua diawali dengan Pawai dari Istana Bima yang diikuti oleh
semua Laskar Kesultanan, Keluarga Istana, Group Kesenian Tradisional Bima
dengan dua Penari Lenggo yang dilengkapi dengan Upacara Ua Pua. Selama
proses pawai berlangsung Group Kesenian terus memainkan Genda Mbojo, Silu
dan Genda Lenggo. Ketika memasuki Istana, Penunggang Kuda menari dengan
suka ria (Jara Sara’u), Sere, Soka dan lain-lain sampai Ketua Rombongan bertemu
dengan Sultan yang diiringi dengan Penari Lenggo. Pada sa’at itu diserahkan ”Sere
Pua” dan Al-Qur’an kepada Sultan.

 Upacara Perang Topat


Upacara Perang Topat adalah salah satu upacara yang dilakukan oleh orang Sasak.

Perang Topat adalah upacara ritual sebagai perwujudan rasa terima kasih kepada
tuhan atas kemakmuran berupa tanah yang subur, banyak hujan.

4
Upacara Perang Topat ditampilkan di Taman Lingsar oleh Masyarakat Hindu,
Masyarakat Sasak dengan saling melemparkan Topat (Ketupat).

Upacara ini berlangsung setelah selesai “Pedande” memuja yaitu selama periode
“Rokok Kembang Waru” sekitar pukul 17.30. Perang Topat dilaksanakan setiap
tahun pada saat purnama ke 6 menurut Kalender Sasak atau sekitar Bulan
Nopember –Desember.

 Bau Nyale
Upacara tahunan khas Sasak, antara Februari-Maret, di Pantai Seger Kuta, sekitar
65 km dari Mataram.

Menurut legenda, Nyale atau cacing laut merupakan reinkarnasi dari Putri
Mandalika yaitu seorang Putri yang cantik dan berbudi luhur. Ia menceburkan
dirinya ke laut karena tidak ingin mengecewakan para pangeran yang
memperebutkannya.

Kemunculannya di pantai selatan Pulau Lombok hanya terjadi sekali setahun


ditandai dengan keajaiban alam sebagai suatu karunia Tuhan kepada hambanya.
Bagi masyarakat Lombok Selatan banyaknya Nyale yang muncul merupakan
karunia Tuhan sebagai tanda akan mendapatkan hasil panen yang baik.

5
Makanan Daerah

 Provinsi ini memiliki banyak makanan khas. Diantaranya adalah :

1. Sate Bulayak adalah makanan tradisional khasNusa Tenggara


Baratyangterbuat dari daging sapi yang dilumuri dengan bumbu khas
Lombok dandisajikan dengan lontong. Bulayak sendiri ternyata diambil dari
nama lontong khas yang mendampingi hidangan satenya. Bulayak ini mirip
dengan lontong biasa, akan tetapi lebih mungil dengan bentuk mengerucut.
Dibungkusnya pun tidak menggunakandaun pisang tetapi menggunakan
daun aren dengan lilitan berbentuk spiral sehingga untuk membukanya harus
dengan gerakan memutar, teksturnya yang lembut serta gurihnya (yang
katanya karena penggunaan daun arensebagai bungkusnya) , dengan bumbu
kacang yang merupakan bumbusatenya. Satenya sendiri pada umumnya
adalah sate ayam atau sapi, terkadang diberikan jeroan juga. Yang unik
memang ada di bumbunya, bumbu kacangnya tidak biasa. Terbuat dari
kacang tanah sangrai tumbuk yangdirebus bersama santan serta beberapa
bumbu dapur lainnya. Rasanya sekilas jadi seperti bumbu kari. Sate ini
terdapat di kota Mataram

2. Ayam Taliwang adalah makanan berbahan dasar ayam yang


disajikan bersama bumbu-bumbunya berupa cabai merah kering, bawang
merah, bawang putih, tomat merah , terasi goring , kencur , gula Jawa, dan
garam Disebut Ayam Taliwang karena masakan ayam berbumbu ini berasal
dari Kampung Karang Taliwang , Kelurahan Cakra Utara , Kecamatan
Cakranegara , Kota Mataram , Nusa Tenggara Barat (NTB).
6
3. Ada cerita, bumbu ayam dahulu kala ditemukan oleh H Murad(alrmarhum)
dan istrinya, Salmah dari Karang Taliwang, tetapi waktunya tidak dapat
dirunut lagi.

4. Plecing kangkung adalah masakan khas Indonesia yang berasal dariLombok .


Plecing kangkung terdiri dari kangkung yang direbus dan disajikan dalam
keadaan dingin dan segar dengan saus sambal terasi, tomat, toge,kacang, dan
jeruk nipis.

5. Jaje Tunjak Lapis poteng makanan khas Lombok Timur ini selalu hadir
saat Lebaran. Bentuknya mirip penganan Betawi, tapai uli, yakni tapai ketan
yang dimakan bersamaketan kukus. Jaje tunjak dibuat dari ketan bercampur
parutan kelapa, dan dikukus dengan sedikit garam. Sedangkan poteng adalah
tapai ketan yang dalam proses pembuatannya dicampur dengan perasan daun
satu atau daun sager. Rasanya manis dan gurih.

7
6. SATE PUSUT

Pulau Lombok yang merupakan salah satu daerah di Porvinsi NusaTenggara Barat
(NTB) memiliki banyak makanan-makanan tradisional yang khas. Salah satu menu
makanan khas daerah setempat adalah sate pusut.Cara masak sate ini layaknya juga
sate pada umumnya , yakni dibakar atau dipanggang. Tapi yang membedakan sate ini
dengan sate lainnya , adalah rasanya. Rasa sate pusut sangat lezat. Menurut para
penjual sate pusut di Lombok , untuk membuat sate sebanyak enam porsi dibutuhkan
bahan berupa 500 gram daging has , enam lembar daun jeruk , 150 mililiter santan ,
satu sendok garam , satu sendok gula merak , setengah sendok lada dan daun jeruk
nipis secukupnya. Sementara itu, bumbu yang terdiri delapan bawang merah, empat
siung bawang putih, enam cabai merah dan ketumbar secukupnya, dihaluskan. Cara
membuat sate pusut, daging diiris tipis selebar sekitar tiga centimeter dan dipukul
sampai melebar. Daging itu kemudian diaduk dengan bumbuhalus, santan, daun jeruk,
garam, dan lada, sampai rata.Setelah didiamkan sekitar seperampat jam, daging
ditusukkan ke tusukansate. Tiap tusuk sekitar 3-4 potong. Jika sudah ditusukkan, maka
daging sudah siap dibakar/dipanggang sampai matang.

6. Sate Tanjung
Sebagian masyarakat menyebut menu masakan sate dengan bahan baku yang
dibuatnya, seperti sate kambing, sate ayam, sate ikan dan lainsebagainya. Tapi, ada
pula sebagian masyarakat menyebut sate dengan cita rasa yang dibawa dari daerah
asal , seperti Sate Madura dan SateTanjung di Lombok. Nah, lain daerah lain pula
citarasanya. Sate Tanjung misalnya, sate berbahan baku ikan ini juga memiliki cita
rasa khas, gurih dan pedas. Nama Tanjung yang merupakan nama salah satu daerah
di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, itu selalu melekat dalam nama
8
menu masakan sate ini. Sebab, selain cita rasanya yang khas, menu ini diyakini
juga asli daerah Tanjung adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lombok Utara ,
sedangkan Kabupaten Lombok Utara sendiri sebelumnya merupakan wilayah
Kabupaten Lombok Barat. Kabupaten Lombok Utara merupakan pemekaran dari
Kabupaten Lombok Barat. Peresmian pemekaran itu berbarengan dengan
pelantikan H Lalu Bakri sebagai Penjabat Bupati pada 30 Desember
2008. Sepanjang jalan dari perempatanPamenang menuju pusat Kota Lombok
Utara, banyak penjual sate ikan. Salah satu yang sudah lama menjanjakan menu
masakan ituadalah di tepi jalan PasarTanjung.Sate Tanjung diantaranya berbahan
baku ikan cakalang, santan , merica , bawang putih dan rempah-rempah. Cara
memasaknya pun relatif mudah. Ikan cakalang yang sudah dipotong-potong
dicampur bumbu dan selanjutnya dipanggang. Sate ikan cakalang khas Tanjung
enak untuk dinikmati dalam keadaan panas bersama lontong atau nasi, sesuai
selera. Rasa gurih dari daging dan santan serta pedas dari merica dan rempah-
rempah sangat terasa.

7. Nasi Terara
Nasi putih, sayur bening komaq, ayam kuah pedas berikut ayam goreng,makanan-
makanan ini bisa kita temukan di Mataram, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat
(NTB) ke Kabupaten Lombok Timur, maka akan melintasi kawasan Kecamatan
Terara. Sayur bening komaq adalah sayur bening yang bahannya dari kacang-
kacangan. Sedangkan ayam kuah pedas berbahan daging ayam muda
dimasak santan dengan cabe yang cukup pedas.Sementara ayam goreng juga
berbahan daging ayam muda tapi digoreng kering dan renyah.

9
Objek Wisata

Sama seperti halnya Provinsi lain, Kepulauan Nusa Tenggara Barat juga memiliki
berbagai obyek wisata yang indah. Tempat wisata alam tersebut antara lain :

* Pantai Senggigi

Pantai senggigi merupakan salah satu pantai yang terkenal di Lombok. Pantai ini
terletak kurang lebih 12 kilometer dari pusat kota Mataram (Ibukota Provinsi
NTB). Pesisir pantai ini masih cukup asri dan pemandangan bawah lautnya cukup
indah, sehingga kita dapat melakukan aktivitas snorkeling atau kano ketika ombak
tidak terlalu besar. Suasana romantis pun dapat kita temukan saat mataari terbenam
dipantai ini. Di sekitar pantai senggigi yang terbentang sepanjang 10 km ini dapat
kita temukan berbagai hotel berbintang serta hotel kelas melati yang harganya
cukup terjangkau. Selain itu, terdapat juga café, night club, serta pasar seni
senggigi yang berada di wilayah jalan raya Senggigi.

* Batu Bolong
Masih berada di wilayah Pantai Senggigi, dapat kita juga tempat yang bernama
Batu Bolong. Tempat ini merupakan batu karang yang terdapat lubang ditengahnya
sehingga dinamakan Batu Bolong. Di tempat ini terdapat sebuah pura yang
dijadikan sebagai tempat sembahyang para umat hidhu. Keunikan batu karang
yang bolong itu menjadikan tempat ini banyak dikunjungi wisatawan. Dan dari sini
pula dapat terlihat pemandangan Gunung Agung yang berada di Bali.

10
* Gili Trawangan
Di Lombok, terdapat pulau-pulau kecil atau sering disebut gili oleh masyarakat
Lombok dan sekitarnya. Ada 3 (tiga) gili yang terkenal di pulau Lombok, yaitu
Gili Trawangan, Gili Meno, serta Gili Air. Gili Trawangan merupakan gili terbesar
dari ketiga gili yang ada dengan panjang 3 km dan lebar 2 km. Tempat ini dapat
ditempuh sekitar setengah jam dari Bangsal (sebuah dermaga yang terletak di
wilayah Senggigi). Pulau ini terkenal dengan julukan ‘Party Island’ karena suasana
pesta dapat kita jumpai setiap malam. Selain itu, panorama bawah laut yang indah
serta gradasi pantainya, membuat pulau ini sering dikunjungi dan dijadikan tempat
diving oleh wisatawan, baik lokal maupun asing. Di pulau ini tidak terdapat
kendaraan bermotor karena sarana transportasi yang biasa digunakan adalah sepeda
serta cidomo (kereta kuda).

* Taman Narmada
Selain pantai, Lombok juga mempunyai tempat wisata yang bernama Taman
Narmada. Tempat ini terkenal karena terdapat sumber air yang dikatakan sebagai
sumber air awet muda karena banyak yang percaya bahwa air tersebut berkhasiat
untuk awet muda. Taman Narmada terletak di 10 kilometer dari pusat kota. Konon
katanya, tempat ini merupakan replika dari Gunung Rinjani dan dibangun oleh
Raja Anak Agung Gde Ngurah Karangasem. Tempat ini dibangun karena raja
tersebut sudah terlalu tua dan tidak dapat melakukan ritual di Gunung Rinjani lagi.
Taman ini terdiri dari beberapa bangunan yang dulu digunakan sebagai tempat
peristirahatan raja. Tempat ini cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi karena
didalamnya juga terdapat kolam renang serta

11
 Gunung Rinjani

Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi ketiga di Indonesia yang terletak di


bagian utara Pulau Lombok. Gunung ini menjadi salah satu gunung terfavorit bagi
para trecking atau pendaki gunung karena keindahan panoramanya serta keindahan
Danau Segara Anak yang terletak di tengah-tengah gunung tersebut. Gunung ini
memiliki ketinggian sekitar 3.762 meter dpl. Untuk menuju kesana, kita dapat
menempuh dua rute, yaitu rute Senaru serta rute Sembalun.

* Air Terjun Sendang Gile

Air Terjun Sendang Gile terletak di desa Senaru dan masih berada dalam kawasan
Gunung Rinjani. Tempat ini dapat ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dari kota
Mataram. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 31 meter, sehingga deburan
airnya cukup deras. Karena masih berada di daerah pegunungan, air di wilayah ini
cukup dingin. Suasana pegunungan serta suhu udara yang dingin dilokasi ini dapat
membuat kita betah untuk menikmati lokasi air terjun tersebut. Namun sayangnya,
untuk menuju dan meninggalkan tempat ini kita harus melewati sekitar 315 anak
tangga yang membuat tenaga kita cukup terkuras. Namun, keindahan
pemandangan yang kita dapatkan di tempat ini akan membayar rasa lelah yang kita
rasakan.

12
* Pura Lingsar

Pura Lingsar adalah salah satu objek wisata historikal dan budaya di daerah
lombok barat,pura ini terletak sekitar 15 km dari mataram, Nusa tenggara Barat.
Menurut cerita yang saya dapat dari warga sekitar, pura ini dibangun sekitar tahun
1759 oleh Anak Agung Ngurah. Anak agung ngurah ini adalahraja dari kerajaan
karang asem pada saat itu.

Dalam Pura ini mengalir sebuah mata air yang dianggap suci oleh sebagian
penduduk karena dipercaya mampu memberikan peruntungan. Di dalam mata air
tersebut, ada ikan julit (ikan yang mirip belut) yang berumur ratusan tahun.
Apabila seorang wisatawan mengunjungi kolam ini dan ikan tersebut kebetulan
keluar, ini menandakan kebaikan bagi wisatawan itu. Karenanya, para wisatawan
biasanya menggunakan berbagai cara agar ikan tersebut bisa keluar, di antaranya
memancingnya dengan sebutir telur.

* Taman Air Mayura

13
Provinsi Nusa Tenggara Barat juga memiliki wisata lain berupa Taman Air
Mayura. Mayura adalah paduan unik dan khas dari konsep taman, kolam
serta pura ibadah. Bangunan yang masih kental dengan corak Bali, Jawa dan
Lombok ini dibangun pada masa ketika Kerajaan Bali masih berkuasa di Pulau
Lombok, tepatnya pada tahun 1744 M. oleh Raja A.A. Made Karangasem.
Bangunan ini pada awalnya bernama Taman Istana Kelepug. Nama tersebut
diambil dari suara yang muncul (kelepug-kelepug) karena derasnya air yang keluar
dari mata air di tengah kolam dalam taman tersebut.

Pada masa Kerajaan Mataram, taman ini mengalami proses renovasi sekitar
tahun 1866 yang dititahkan langsung oleh Raja A.A. Ngurah Karangasem. Tidak
hanya bangunan fisik, nama Istana Kelepugpun diganti menjadi Istana Mayura.
Kata “mayuraâ sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti burung
merak. Konon, pada masa Raja A.A. Ngurah Karangasem, banyak ular berkeliaran
di taman Istana sehingga mengganggu aktivitas kerajaan. Beberapa penasehat
menyarankan agar di sekitar taman ini dipelihara burung merak yang suka
memangsa ular sehingga Istana menjadi aman.

Letaknya yang strategis serta nilai sejarah yang banyak terkandung di dalamnya
menjadikan lokasi wisata ini sering dikunjungi oleh wisatawan baik lokal
maupun mancanegara.

14
Arsitektur NTB & Sejarah

1. Rumah Dalam Loka Samawa

Rumah adat ini juga disebut dengan Rumah Istana Sumbawa. Lokasi dari
rumah adat ini terletak di daerah Sumbawa Besar. Tujuan dari pembangunan
rumah ini adalah memperbaiki bangunan lama yang sudah tidak layak dan juga
terbakar.

Luas Rumah Dalam Loka sekitar 700 meter persegi dengan desain 2 bangunan
yang sama. rumah Dalam Loka terdiri dari dua kata, Dalam dan Loka. Dalam
dalam bahasa NTB artinya adalah istana atu rumah, sedangkan Loka berarti
tempat atau dunia. Sehingga Dalam Loka berarti tempat tinggal raja.Istana Dalam
Loka di bangun pada tahun 1885 pada masa Sultan Muhammad Jalaluddin III
(1883-1931), yang menjadi Sultan ke-16 dari Dinasti Dewa Dalam Bawa.

15
Istana ini selain untuk menempatkan Sultan pada posisi yang agung, juga
sebagai pengganti Istana Bala Sawo yang bangunannya tidak berbeda dengan
rumah rakyat pada umumnya.Pada masanya, Bala Rea yang kini dikenal sebagai
Istana Dalam Loka adalah bangunan utama dari komplek istana (”dalam”)
disamping beberapa bagian istana lainnya yaitu Alang Aji dan Alang Kamutar,
Bala Bulo, Lawang Rare, Sarumung Belo, Bale Pamaning, Jambang Sasir, Pekatik
Kamutar dan Keban Alas. Disebelah barat alun-alun terdapat Masjid Kesultanan,
Masjid Jami' Nurulhuda yang telah mengalami perubahan bentuk secara total.

Bahan baku pembangunan istana ini berasal dari desa di sekitar istana,
khusus kayu jati ukuran besar didatangkan dari hutan Jati Timung. Pada awalnya
atap terbuat dari sirap namun karena dikhawatirkan mudah terbakar kemudian
diganti dengan bahan seng yang dibawa dari Singapura menggunakan kapal
kesultanan bernama Mastora. Konstruksi bangunan istana ini tidak menggunakan
paku besi, melainkan menggunakan pasak kayu. Istana dibangun dua lantai, tiang
lantai satu bersambung dengan tiang lantai dua dimana sambungannya
menggunakan sistem baji yang sangat lentur bila terjadi gempa bumi. Pekerjaan
pembangunan istana ini dipimpin Imam Masjid Kedatuan Taliwang bernama Imam
Haji Hasyim.

Istana Dalam Loka merupakan saksi sejarah yang menggambarkan betapa


agungnya semangat religius Kesultanan Sumbawa pada zaman kolonial Belanda.
Istana dengan arsitektur rumah panggung ini dirancang secara sempurna dengan
setiap detail bentuk, jumlah, letak, ukuran, dan ornament bagian-bagiannya
merupakan simbolisasi ajaran Agama Islam. Bahkan, pemaknaan itu tercermin dari
proses pembangunannya, yakni selama sembilan bulan 10 hari sesuai dengan umur
manusia dalam kandungan. Rancang arsitektur istana berisi pesan filosofis “Adat
barenti ko syara', Syara' barenti ko Kitabullah”, maksudnya bahwa semua aturan
adat istiadat maupun nilai-nilai dalam sendi kehidupan Tau Samawa (masyarakat
Sumbawa) harus berlandaskan pada Syariat Islam. Salah satu perwujudannya yakni
dengan menyatunya bangunan istana dengan Masjid Jami' Nurulhuda.

16
Bangunan utama istana berbentuk rumah panggung disebut Bala Rea berupa
bangunan kembar yang ditopang oleh 99 tiang terdiri dari 98 tiang kayu jati dan 1
buah tiang gantung. Bilangan 99 melambangkan 99 Nama Allah (Asmaul Husna)
dimaksudkan untuk mengingatkan Sultan. Bentuk bangunan beratap kembar
dengan satu tangga yang tidak persis berada di tengah tetapi terletak di bagian
timur merujuk pada salah satu bagian dari rukun sholat yakni “attahiyat”. Bentuk
ini mengingatkan kepada Sultan beserta segenap rakyatnya untuk melaksanakan
sholat 5 waktu sebanyak 17 raka'at sehari semalam. Beberapa bagian lain juga
merupakan simbol-simbol religius, misalnya hiasan ornamen-ornamen yang
berbentuk buah nanas yang menggambarkan Habluminannas (hubungan antar
manusia) sedangkan Bangkung di bagian atap istana menggambarkan Bangunan
Dalam Loka menghadap ke selatan, tidak berhadapan dengan Masjid Kesultanan.
Berdasarkan hukum arah mata angin, selatan diyakini dapat memberikan
suasana senap semu nyaman nyawe (sejuk, damai, nyaman dan tenteram) bagi
penghuni bangunan istana. Posisi tidak berhadapan dengan masjid memberikan
nilai toleransi bagi penghuni istana yang tidak sempat sholat berjamaah di masjid,
itu sebabnya dibuat repan shalat (mushalla) di dalam Bala Rea. Arah selatan juga
bermakna berpijak pada masa lalu, artinya Sultan harus arif mengambil hikmah
dari kejadian masa lalu untuk kebaikan masa kini.

17
Dulunya, Istana Dalam Loka berfungsi sebagai pusat pemerintahan sekaligus
kediaman Sultan namun fungsi itu berubah sejak pindahnya Sultan ke Istana Bala
Puti pada tahun 1934. Kini, Dalam Loka menjadi cagar budaya yang mengingatkan
jika dahulu pernah berdiri Kesultanan Sumbawa yang pernah berjaya pada
zamannya. Di sini juga sering dijadikan lokasi penyelenggaraan kegiatan
pariwisata dan kebudayaan baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat.

Istana Dalam Loka berlokasi di Pusat kota Sumbawa Besar, berjarak sekitar
2,5 km ke arah tenggara dari Bandara Sultan Kaharruddin, dapat dicapai dengan
kendaraan umum baik angkot, ojek maupun becak. Bila berlibur ke Sumbawa,
tidak sempurna jika anda belum berkunjung ke istana yang memiliki luas 1.251 m2
dan konon merupakan istana dari kayu berbentuk panggung terbesar di dunia.
Namun bila belum sempat datang dan melihat secara langsung ke Sumbawa, maka
dapat mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dimana model
Istana Dalam Loka dijadikan prototype bangunan adat mewakili Provinsi NTB.

 Fungsi :

penggunaan rumah adat Dalam Loka saat ini difungsikan untuk menyimpan benda
atau artifak bersejarah milik Kabupaten Sumbawa. Di Dalam Loka ini terdapat
ukiran-ukiran yang merupakan ukiran khas daerah Pulau Sumbawa atau disebut
lutuengal yang digunakan untuk ornamen pada kayu bangunannya. Ukiran khas
Pulau Sumbawa ini biasanya motif bunga dan juga motif daun-daunan.

18
19
20
Ciri Khas Rumah Adat Nusa Tenggara Barat, Rumah Dalam Loka

http://www.rumahperumahan.com/2016/08/desain-bentuk-rumah-adat-ntb-dan.html

Salah satu ciri khas yang menjadi simbol kekuatan raja adalah tangga rumah yang
ada tepat di depan Rumah Dalam Loka. Hal ini dapat terlihat dari aturan yang ada
bahwa siapapun harus membungkuk ketika melewati tangga rumah ini. Di sekitar
Rumah Dalam Loka ada dua bangunan yang sama dan disebut Bala Rea.

Bagian depan rumah didesain dengan sebuah ruangan yang disebut Lunyuk Agung.
Ruangan ini digunakan untuk bermusyawarah dan juga tempat acara pernikahan.
Di dekat Lunyuk Agung ada ruangan yang dinamakan Lunyuk Mas.

21
Lunyuk Mas adalah ruangan permaisuri raja, para istri menteri, dan juga pegawai
kerajaan lainnya saat upacara adat sedang berlangsung. Ruangan untuk beribadah
atau sholat ada di sebelah barat, yaitu Ruang Dalam. Ruangan ini hanya dibatasi
dengan kelambu dan di dekatnya merupakan kamar tidur bagi para dayang.

Untuk anak-anak raja yang sudah menikah ditempatkan di sebelah timur dari
Ruang Dalam. Ruang siding ada di bagian belakang dari Bala Rea. Ruangan
terakhir adalah Bala Bulo yang terletak di dekat Lunyuk Mas. Bala Bulo adalah
ruangan bagi raja dan keluarganya duduk untuk menyaksikan dan menikmati acara
kerajaan.

Desain Eksterior Rumah Adat Nusa Tenggara Barat, Rumah Dalam Loka

Rumah Dalam Loka juga didesain dengan kebun beserta pagar atau tembok istana.
Tak ketinggalan sebuah lonceng istana dan rumah jam sebagai penentu waktu.
Desain bangunan untuk lonceng dan rumah jam dibuat dengan kayu jati dan bahan
seng untuk atapnya. Dalam perkembangannya, Rumah Dalam Loka mengalami
beberapa perbaikan sampai saat ini.

Pada tahun 1993, rumah adat ini dijadikan sebuah museum yang disebut dengan
Museum Dalam Loka. Program pemugaran pun tidak hanya dari Indonesia saja,
tapi juga dari Jepang dalam rangka kerjasama melestarikan sejarah yang ada di
Nusa Tenggara Barat.

22
INTERIOR

Pada bagian dalam bangunan terdapat beberapa ruangan yaitu, Lunyuk


Agung, Lunyuk Mas, Ruang Dalam, dan Ruang Sidang. Lunyuk Agung berada
pada bagian depan bangunan yang difungsikan untuk ruang bermusyawarah,
pernikahan, pertemuan atau acara kerajaan. Lunyuk Mas adalah ruangan utama
untuk permaisuri, istri para menteri dan staf penting kerajaan saat upacara adat.

Ruang Dalam sebelah barat disekat oleh kelambu yang digunakan untuk
tempat sholat, di sebelah utara adalah kamar tidur permaisuri. Ruang Dalam
sebelah timur memiliki empat kamar khusus untuk keturunan raja yang sudah
menikah dan di sebelah utara adalah kamar pengasuh rumah tangga istana. Ruang
sidang terletak di bagian belakang Bala Rea, namun pada malam harinya
digunakan oleh para dayang sebagai kamar tidur. Sedangkan kamar mandi terletak
di luar ruangan utama yang memanjang dari kamar raja hingga kamar permaisuri.

23
Dan yang terakhir adalah Bala Bulo yang memiliki dua tingkat dan berada di
samping Lunyuk Mas. Tingkat pertama adalah tempat permainan keturunan raja
dan tingkat kedua adalah tempat permaisuri dan istri para bangsawan saat
menyaksikan pertunjukan di lapangan istana. Anak tangga menuju tingkat dua
berjumlah 17 anak tangga. Jumlah tersebut mewakili 17 rukun sholat. Di luar
komplek ini terdapat kebun istana (kaban alas), gapura atau tembok istana (bala
buko), rumah jam (bala jam) dan tempat untuk lonceng istana. Lonceng pada istana
ini ukurannya sangat besar dan berasal dari Belanda. Pada masa itu, lonceng ini
dibunyikan oleh seorang petugas setiap waktu, sehingga seluruh penduduk dapat
mengetahui waktu saat itu.

24
2. Rumah Bale
Bale adalah rumah adat dari suku Sasak yang berada di dusun Sade di desa
Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Kehebatan dari dusun Sade adalah
keteguhannya melestarikan rumah adat ini. Suku sasak memiliki aturan-aturan
untuk membangun rumah, yaitu memilih waktu membangun dan juga lokasi
pembangunan karena mereka mempercayai jika tidak mengikuti aturan akan
mendapat nasib buruk saat menempati rumah.

Rumah adat suku Sasak di dusun Sade terdiri dari berbagai macam Bale yang
semuanya beratap jerami atau alang -alang dan memiliki fungsi tersendiri,
diantaranya Bale Lumbung, Bale Tani, Bale Jajar, Berugag/Sekepat, Sekenam,
Bale Bonter, Bale Beleq Bencingah, Bale Tajuk, Bale Gunung Rate, Bale Balaq
dan Bale Kodong.

25
Macam-Macam Bale

a. Bale Lumbung

Bale lumbung ditetapkan sebagai ciri khas rumah adat suku sasak dari pulau
Lombok. Hal ini disebabkan bentuknya yang sangat unik dan menarik yaitu berupa
rumah panggung dengan ujung atap yang runcing kemudian melebar sedikit lalu
lurus ke bawah dan bagian bawahnya melebar kembali dengan jarak atap 1,5 - 2,0
meter dari tanah dan diameter 1,5 – 3,0 meter. Atap dan bubungannya dibuat dari
jerami atau alang – alang, dindingnya terbuat dari anyaman bambu (bedek),
lantainya menggunakan papan kayu dan bale lumbung ini disangga oleh empat
tiang yang terbuat dari tanah dan batu sebagai fondasi. Bagian atap dari bale

26
lumbung merupakan suatu ruangan yang digunakan untuk menaruh padi hasil dari
beberapa kepala. keluarga. Bentuknya berupa rumah panggung dimaksudkan untuk
menghindari hasil panen rusak akibat banjir dan serangan tikus.

b. Bale Tani
Rumah ini dihuni oleh suku Sasak yang memiliki pekerjaan sebagai petani. Bale
Tani ini memiliki satu pintu masuk yang kecil dan tanpa jendela. Atapnya terbuat
dari alang – alang membentuk limasan yang memanjang hingga ujung atapnya
(serambi) mendekati tanah. Dinding dan penyekat setiap ruangan terbuat dari
anyaman bambu (bedek), sedangkan tiang penopang rumah terbuat dari batangan
bambu dan selain itu bambu juga digunakan membuat paku.

27
Bahan Pembuatan Rumah Bale

Bale Tani memiliki lantai yang terbuat dari kombinasi antara tanah liat, batu
bata, abu jerami, getah pohon dan kotoran sapi atau kerbau. Kombinasi antara
tanah liat dan kotoran ternak dilakukan karena dapat membuat lantai tanah
mengeras, selain itu mereka terbiasa melapisi lantai dengan kotoran ternak untuk
menjaga agar lantai tidak retak, rumah menjadi lebih hangat dan pengusir nyamuk.
Walaupun dilapisi oleh kotoran ternak tetapi rumah tidak menjadi bau karena
kotoran sudah dibakar dan dihaluskan terlebih dahulu.

Ruangan pada Bale Tani terdiri dari Bale Luar atau disebut juga Sesangkok
(serambi) yang digunakan sebagai tempat menerima tamu dan kamar tidur dan juga
Bale Dalam yang terbagi lagi menjadi Dalem Bale (kamar) dan Pawon (dapur).
Dalem Bale ini khusus digunakan oleh anggota keluarga perempuan, diantaranya
tempat menaruh harta berharga, ruang tidur anak gadis, ruang persalinan, dan
ruang menaruh jenazah sebelum dikuburkan. Pada dapur terdapat dua tungku untuk
memasak yang menempel pada lantai dan sempare yaitu wadah untuk menaruh
bahan pangan dan peralatan dapur yang terbuat dari bambu.

28
Dalam Bale berada di atas Luar Bale sehingga untuk mencapai Dalem Bale
terdapat tiga anak tangga. Tiga anak tangga ini memiliki arti Wetu Telu yaitu
kepercayaan tiga waktu oleh suku sasak yang terdiri dari lahir, tumbuh dan mati.
Saat Islam mulai memasuki Pulau Lombok, suku sasak melakukan sholat sesuai
adat Wetu Telu yaitu sholat tiga waktu. Namun saat ini warga Sade telah
menunaikan sholat lima waktu atau Wetu Lima yang ditandai dengan tambahan
dua tangga pada bagian muka Bale Luar di Bale Tani. Setelah melewati tangga
teratas terdapat satu pintu masuk untuk memasuki ruang Bale Dalem, cara
membuka pintu dengan cara digeser yang disebut Lawang Kuri.

29
c. Bale Jajar

Bale jajar adalah tempat hunian suku sasak dengan ekonomi menegah ke
atas. Bentuknya serupa dengan Bale Tani, perbedaannya terletak pada ruang
Dalem Bale yang lebih banyak. Bale Jajar memiliki dua Dalem Bale dan satu
serambi (sesangkok) dan ditandai dengan adanya sambi yaitu tempat penyimpanan
bahan makanan dan keperluan rumah tangga. Pada bagian depan Bale Jajar
terdapat sekepat dan pada bagian belakangnya terdapat sekenam yang akan
dijelaskan lebih lanjut di bagian berikutnya.

30
d. Berugaq atau Sekepat

Berugaq sekepat berbentuk seperti saung, yaitu berupa panggung tanpa dinding,
beratap alang – alang dan ditopang oleh empat tiang bambu membentuk segi
empat. Lantai terbuat dari papan kayu atau bilah bambu yang dianyam dengan tali
pintal (Peppit) dan tingginya 40–50 cm dari tanah dan terletak di bagian depan
Bale Jajar.

Sekepat ini biasa digunakan untuk menerima tamu karena tradisi sasak tidak
menerima sembarang orang ke dalam rumah. Bila pemilik rumah memiliki anak
perempuan, sekepat dapat digunakan untuk menerima pemuda yang datang midang
(melamar). Selain itu juga digunakan untuk berkumpul dan beristirahat setelah
kerja di sawah.

31
e. Berugaq Sekenam

Sekenam memiliki bentuk yang serupa dengan berugaq sekepat, perbedaannya


terletak dari jumlah tiangnya yaitu sebanyak enam buah dan berada di bagian
belakang rumah. Sekenam digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar
tata krama, nilai-nilai budaya dan sebagai tempat pertemuan internal keluarga.

f. Bale Bonder
Bale Bonder atau disebut juga Gedeng Pengukuhan memiliki design segi
empat bujur sangkar dan ditopang oleh tiang dengan jumlah minimum 9 tiang dan
maksimum 18 tiang. Dindingnya terbuat dari anyaman bamboo dan bagian
dalamnya seperti ruang serbaguna. Atapnya tidak memakai nock/sun, namun ujung
atapnya menggunakan penutup berbentuk kopyah berwarna hitam.

Bale Bonder biasanya dihuni oleh pejabat desa atau dusun dan terletak di
tengah pemukiman. Fungsinya yaitu sebagai tempat persidangan adat, seperti
tempat diselesaikannya kasus pelanggaran hukum adat. Selain itu Bale Bonder
digunakan sebagai tempat menaruh benda-benda bersejarah atau pusaka warisan
keluarga.
32
g. Bale Beleq Bencingah
Bale Beleq Bencingah biasa digunakan pada masa kerajaan dahulu.
Fungsinya yaitu sebagai tempat acara-acara penting kerajaan, diantaranya
pelantikan pejabat kerajaan, pengukuhan putra mahkota kerajaan dan para Kiai
penghulu kerajaan, tempat penyimpanan benda pusaka kerajaan, dan sebagainya.

h. Bale Tajuk
Bale tajuk memiliki bentuk segi lima dan ditopang oleh lima tiang . Bale
Tajuk adalah sarana pendukung bagi rumah yang memiliki keluarga besar. Tempat
ini digunakan sebagai tempat pertemuan keluarga besar dan pelatihan macapat
takepan, untuk menambah wawasan dan tata krama.

i. Bale Gunung Rate dan Bale Balaq


Bale Gunung Rate dan bale Balaq merupakan jenis hunian yang didirikan
pada daerah dengan kondisi geografis tertentu. Bale Gunung Rate didirikan oleh
warga yang bermukim di lereng pegunungan sedangkan bale Balaq didirikan
berupa rumah panggung untuk menghindari bencana banjir.

j. Bale Kodong
Bale Kodong memiliki ukurann yang sangat kecil dan rendah, tingginya
kira-kira seukuran orang dewasa. Bale ini umumnya digunakan oleh para
pengantin baru atau orang lanjut usia yang tinggal bersama cucu-cucunya.

33