Anda di halaman 1dari 4

D.

Proses Manajemen Sarana dan Prasarana pendidikan

Secara sederhana manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah mencakup kegiatan-
kegiatan :

1. Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan


Pengadaan sarana dan prasarana adalah segala kegiatan untuk menyediakan semua
keperluan barang, benda dan jasa bagi keperluan pelaksanaan tugas. Tujuan Pengadaan
perlengkapan pendidikan biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan
perkembangan pendidikan di suatu sekolah menggantikan barang-barang yang rusak, hilang, di
hapuskan, atau sebab-sebab lain yang dapat di pertanggung jawabkan sehingga memerlukan
pergantian, dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun dan anggaran mendatang.
Berkenaan dengan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ada tiga hal yang harus
dipahami :
a. Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana sekolah
Perencanaan sarana dan prasarana dapat didefinisikan sebagai suatu proses memikirkan
dan menetapkan program pengadaan fasilitas sekolah, baik yang berbentuk sarana maupun
prasarana pendidikan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu. Soekarno
(1987) mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan
di sekolah sebagai berikut :
 Menampung semua usulan pengadaan perlengkapan sekolah yang diajukan oleh setiap
unit kerja dan mengiventari kekurangan perlengkapan sekolah
 Mnyusun rencana kebutuhan perlengkapan sekolah untuk periode tertentu
 Memadukan rencana kebutuhan yang telah disusun dengan perlengkapan yang tersedia
sebelumnya
 Memadukan rencana kebutuhan dengan dana atau anggaran sekolah yang tersedia
 Penetapan rencana pengadaan akhir
b. Cara pengadaan sarana dan prasarana pendidikan
Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada hakikatnya merupakan upaya
merealisasikan rencana pengadaan yang telah disusun sebelumnya. Dalam kaitan itu ada
beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan di
sekolah, yaitu sebagai berikut :
 Pengadaan perlengkapan dengan cara membeli, baik secara langsung maupun pemesana
terlebih dahulu
 Pengadaan perlengkapan dengan cara meminta sumbangan kepada orang tua murid,
lembaga-lembaga social tertentu yang tidak mengikat
 Pengadaan perlengkapan dengan cara tukar-menukar barang lebih yang dimiliki sekolah
dengan barang lain yang belum dimiliki sekolah
 Pengadaan perlengkapan dengan cara dengan cara meminjam atau menyewa
c. Administrasi sarana dan prasarana pendidikan
Administrasi sarana dan prasarana pendidikan juga disebut inventarisasi sarana dan
prasarana pendidikan. Adapun kegiatan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan meliputi
dua kegiatan yaitu :
1. Pencatatan sarana dan prasarana sekolag dapat dilakukan di dalam :
 Buku Penerimaan Barang
 Buku Pembeliaan Barang
 Buku Induk Inventaris
 Buku (Kartu) Stok Barang
2. Pembuataan kode khusus untuk perlengkapan yang tergolong barang inventaris
3. Semua kegiatan yang berhubungan dengan perlengkapan pendidikan yang tergolong
barang inventaris harus dilaporkan dengan pembuatan laporan
2. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan
Sarana dan prasarana merupakan penunjang untuk keaktifan proses belajar mengajar.
Barang-barang tersebut kondisinya tidak akan tetap, tetapi lama kelamaan akan mengarah pada
kerusakan, kehancuran bahkan kepunahan. Namun agar sarana dan prasarana tersebut tidak cepat
rusak atau hancur diperlukan usaha pemeliharaan yang baik dari pihak pemakainya. Pemeliharaan
atau maintenanace merupakan suatu kegiatan yang kontinu untuk mengusahakan agar sarana dan
prasarana pendidikan yang ada tetap dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan secara
berdayaguna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan pendidikan.Pemeliharam merupakan
kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang , sehingga barang tersebut
kondisinya baik dan siap digunakan.
a. Tujuan pemeliharaan sarana dan prasaran
 Untuk mengoptimalkan usia pakai alat atau peralatan.Dilihat dari segi aspek biaya
membeli suatu barng itu akan lebih mahal dibandingkan dengan merawat bagian dari
peralatan tersebut
 Untuk menjamin kesiapan opersional peralatan untuk mendukung kelancaran pekerjaan
sehingga diperoleh hasil yang optimal
 Untuk menjamin ketersediaan peralatan yang diperlukan melalui pengecekan secara rutin
dan teratur
 Untuk menjami keselamatan orang atau siswa yang menggunakan alat tersebut
b. Manfaat pemeliharaan sarana dan prasarana
 Jika peralatan terpelihara baik, umurnya akan awet yang berarti tidak perlu mengadakan
pergantian dalam waktu yang sigkat
 Pemeliharaan jarang yang baik mengakibatkan jarang terjadi kerusakan yang berarti
biaya perbaikan dapat ditekan seminim mungkin
 Dengan adanya pemeliharaan yang baik, maka akan lebih terkontrol
c. Macam dan jenis pemeliharaan sarana dan prasarana
Ditinjau dari sifatnya ada empat macam pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di
sekolah :
 Pemeliharaan perlengkapan bersifat penngecekan
 Pemeliharaan yang bersifat pencegahan
 Pemeliharaan yang bersifat perbaikan ringan
 Perbaikan berat
Sedangkan jika ditinjau dar waktu pemeliharaannya ada dua macam sarana dan prasarana di
sekolah antara lain :
 Pemeliharaan sehari-hari seperti, menyapu, mengepel lantai, membersihkan pintu,
penegcekan aliran harus diperhatikan
 Pemeliharaan berkala misalnya pengontrolan genteng, pengapuran tembok
d. Pemeliharaan terencana
Adalah jenis perawatan yang diprogramkan, diorganisir, dijadwal, dianggarkan, dan
dilaksanakan sesuai dengan rencana serta dilakukan monitoring dan evaluasi.Pemeliharaan
terencana di bagi dua :
 Pemeliharaan preventif (pemeliharaan yang bersifat pencegahan) adalah pemeliharaan
sarana dan prasarana pendidikan yang secara sadar dilakukan melalui tahapan
perencanaan, pengorganisasian, dan penggerakan dengan tujuan untuk mencegah
terjdinya gangguan kemacetan atau kerusakan fasilitas sekolah.
 Pemeliharaan korektif adalah pemeliharaan yang bersifat memperbaiki akan berkaitan
dengan deteksi kerusakan, penetuan lokasi kerusakan, dan perbaikan atau pengagntian
bagian yang rusak.

Anda mungkin juga menyukai