Anda di halaman 1dari 47

MUTASI GEN & ABERASI KROMOSOM

Dyah Ayu Widyastuti

Mutasi

Meskipun molekul DNA harus dikode, direplikasi, dan diekspresikan secara efektif; namun DNA tersebut seringkali juga termutasi untuk membentuk keanekaragaman genetik saat seleksi alam.

Tanpa mutasi tidak ada evolusi

Terlalu banyak mutasi kematian sel, kematian organisme

Sehingga harus ada keseimbangan antara kondisi yang stabil dan kondisi mutasi

Mutasi

Perubahan yang terjadi pada susunan biokimia gen (DNA) atau kromosom

Mutasi somatis

Mutasi germinal Mutasi gen = point mutation = mutasi noktah = mutasi titik

Mutasi kromosom = cross mutation = aberasi

Mutasi

Perubahan yang terjadi pada kromosom disebut mutasi

kromosom atau aberasi kromosom

Mutasi kromosom dapat dibagi menjadi:

1. Mutasi jumlah kromosom (perubahan jumlah kromosom)

2. Mutasi struktur kromosom (perubahan struktur kromosom)

Mutasi vs. Perubahan Fisiologi

Mutasi:

Perubahan pada bahan genetik yang menyebabkan perubahan

ekspresinya

Terjadi perubahan pada tingkat metabolisme

Perubahan akan diwariskan (jika terjadi pada sel gamet)

Perubahan fisiologi:

Terjadi perubahan pada tingkat metabolisme tanpa merubah bahan genetik

Perubahan tidak diwariskan

Mutagen

Penyebab timbulnya mutasi

Mutasi Spontan

Perubahan tautomerik

Perubahan spontan basa DNA (depurinasi, deaminasi)

Kelebihan dan kekurangan dalam salinan basa

Mutasi akibat rangsangan

Rangsangan fisik

Rangsangan kimia

Berdasarkan penyebabnya:

Fisika radioaktif

Kimia zat pengawet, penyedap, zat warna, pestisida, obat- obatan, dll

Biologi virus, bakteri, dll

Tingkat Mutasi Berdasar Ukurannya

Mutasi Tingkat Gen

- Terjadi perubahan pada basa-basa DNA pada ruas gen

antara promoter dan terminator

basa-basa DNA pada ruas gen antara promoter dan terminator • Mutasi Tingkat Kromosom - Terjadi perubahan

Mutasi Tingkat Kromosom - Terjadi perubahan pada serangkaian basa yang rentangannya melewati ruas antara promoter dan terminator

Tingkat Kromosom - Terjadi perubahan pada serangkaian basa yang rentangannya melewati ruas antara promoter dan terminator

Mutasi Tingkat Gen

Perubahan basa DNA pada gen menyebabkan perubahan

kodon mRNA

Perubahan kodon mRNA menyebabkan perubahan sandi genetik dan asam amino dari protein

Perubahan asam amino menyebabkan perubahan fungsi dan peran protein

sandi genetik dan asam amino dari protein • Perubahan asam amino menyebabkan perubahan fungsi dan peran

Mutasi Tingkat Gen

Mutasi titik (Point Mutation)

Silent

Missense

Nonsense

Frame shift Mutation

Delesi

Insersi

Thymine Dimers: diinduksi oleh paparan sinar UV

Pengulangan trinukleotida (Trinucleotide repeats)

Point Mutation (Mutasi Titik)

Point Mutation (Mutasi Titik)

1. Silent Mutation

Perubahan basa tidak menyebabkan perubahan pada kodon, sehingga asam amino yang dikode tetap sama

5’ ATG GGA GCT CTA TTA ACC TAA 3’ met gly ala leu leu thr stop

Silent mutation ( & transition)
Silent mutation
(
& transition)

5’ ATG GGA GCT CTA TTG ACC TAA 3’ met gly ala leu leu thr stop

2. Missense Mutation

Perubahan pada basa mengakibatkan perubahan kodon, sehingga asam amino yang dikode juga berubah

5’ ATG GGA GCT CTA TTA ACC TAA 3’ met gly ala leu leu thr stop

Missense mutation ( & transversion)
Missense mutation
(
& transversion)

5’ ATG GGA GCT CTA TTT ACC TAA 3’

met gly ala leu phe thr stop

3. Nonsense Mutation

Perubahan pada basa yang mengakibatkan perubahan

kodon menjadi stop codon, sehingga proses translasi

terhenti

5’ ATG GGA GCT CTA TTA ACC TAA 3’

met gly ala leu leu thr stop

Nonsense mutation ( & transversion)
Nonsense mutation
(
& transversion)

5’ ATG GGA GCT CTA TGA ACC TAA 3’ met gly ala leu stop

Frame shift Mutation

Hilangnya satu basa pada urutan kodon mengakibatkan perubahan pembacaan kodon, sehingga asam amino

yang dikode juga berubah

5’ ATG GGA GCT CTA TTA ACC TAA 3’ met gly ala leu leu thr stop

Frameshift mutation

5’ ATG GGG AGC TCT ATT AAC CTA A 3’ met gly ser ser ile asn leu

met gly ala leu leu thr stop Frameshift mutation 5’ ATG GG G AGC TCT ATT

Efek Mutasi Titik (Point Mutation)

Efek Mutasi Titik ( Point Mutation )

Trinucleotide Repeats

Trinucleotide Repeats

Contoh: Huntington Disease

Contoh: Huntington Disease

Contoh Akibat Mutasi Gen

Terjadi akibat perubahan susunan basa pada DNA Contoh: Mutasi gen pada hemoglobin 1. Anemia sel sabit (sickle cell anemia) bentuk eritrosit seperti sabit (HbS)

2. Thalassemia umur eritrosit pendek, yaitu

kurang dari 120 hari 3. Hemoglobin lepore terjadi pindah silang antara gen yang menentukan sintesis rantai beta dan rantai delta

Sickle Cell Anemia

Sickle Cell Anemia
Sickle Cell Anemia

Thalassemia

Thalassemia

Hemoglobin Lepore

Hemoglobin Lepore

Mekanisme Mutasi Tingkat Gen

Substitusi satu pasangan basa DNA oleh pasangan lain

(akan mengubah satu kodon)

Transisi: pergantian basa purin oleh purin atau pirimidin oleh pirimidin

Transversi: pergantian purin oleh pirimidin atau pirimidin oleh purin

Penyisipan atau pengurangan satu pasang basa DNA (akan mengubah sederetan kodon)

Mutasi Kromosom

Atau disebut juga Aberasi Kromosom

Merupakan mutasi yang menyebabkan terjadinya perubahan pada jumlah dan struktur kromosom

Penelitian menyatakan bahwa mutasi kromosom lebih sering terjadi dibandingkan mutasi gen

Mutasi Kromosom

Kelainan jumlah kromosom Kelainan struktur kromosom

Perubahan akibat mutasi:

Perubahan struktur gen: menyebabkan perubahan ekspresi gen

Perubahan ekspresi mengakibatkan perubahan metabolisme

Perubahan metabolisme menyebabkan:

- Perubahan morfologi

- Perubahan kandungan kimia

- Perubahan daya adaptasi:

* Organisme lebih kuat

* Organisme lebih lemah

Mutasi Kromosom

Mutasi Kromosom Contoh: Chronic Myeloid Leukaemia (CML)

Contoh: Chronic Myeloid Leukaemia (CML)

Chronic Myeloid Leukaemia (CML)

Ekspansi klonal stem sel hematopoietik yang mengakibatkan translokasi antara kromosom nomor 9

dan 22

Leukaemia (CML) • Ekspansi klonal stem sel hematopoietik yang mengakibatkan translokasi antara kromosom nomor 9 dan

Kelainan Jumlah Kromosom

Poliploidi (euploidi) terjadi perubahan pada seluruh

kromosom

Contoh: monoploidi (haploid = n); diploidi (2n); triploidi (3n); tetraploidi (4n)

Aneuploidi terjadi perubahan pada sebagian (pasangan) kromosom saja Contoh: monosomi (2n-1); disomi (2n); trisomi (2n+1)

Kelainan Jumlah Autosom

Sindrom Patau (1960)

Genotip 47 XX/XY +13 umurnya kurang dari 3 bulan

Sindrom Edward (1960) Genotip 47 XX/XY +18 umurnya kurang dari 6 bulan

Sindrom Down (1844)

diketahui oleh Sequin tahun 1866; tanda klinisnya ditemukan oleh J. Longdown. Dahulu disebut Mongoloid muka pipih, jarak kedua mata relatif jauh, simien crease (hanya satu garis pada telapak tangan Genotip 47 XX/XY +21

Sindrom Down

Sindrom Down Primer (trisomi 21)

Genotip 47 XX/XY +21

Frekuensi 92,5% Dilahirkan dari ibu berumur >35 tahun, satu orang dalam

keluarga, dan tidak diwariskan

Sindrom Down Sekunder (translokasi) Genotip 46 XX/XY t(21-14/15) Diwariskan, dilahirkan dari ibu muda (<30 tahun), biasanya ditemukan >1 anak dalam keluarga

lanjutan

Sindrom Down Tersier (mozaik)

Ditemukan jumlah

kromosomnya 46 atau 47 Penyebabnya belum jelas

… lanjutan • Sindrom Down Tersier (mozaik) Ditemukan jumlah kromosomnya 46 atau 47 Penyebabnya belum jelas

Karyotype Sindrom Patau

Karyotype Sindrom Patau

Karyotype Sindrom Edward

Karyotype Sindrom Edward

Kelainan Gonosom

Sindrom Turner (45 XO)

Wanita, tinggi badan ±120 cm (dewasa), steril, akibat

nondisjunction gamet ibu

Sindrom Klinefelter (47 XXY)

Pria, steril, akibat nondisjunction gamet ibu atau ayah

Sindrom Triple X (47 XXX) Wanita

Sindrom Diplo Y (47 XYY) Pria dengan sikap antisosial

Karyotype Sindrom Turner

Karyotype Sindrom Turner

Karyotype Sindrom Klinefelter

Karyotype Sindrom Klinefelter

Sindrom Triple X

Sindrom Triple X

Sindrom Duplo Y

Sindrom Duplo Y

Kelainan Struktur Kromosom

Delesi

Lengan kromosom hilang sebagian

Misal: Sindrom Cri-Du-Cat 46 XX/XY -5p

Duplikasi

Lengan kromosom bertambah panjang

Inversi Terjadi pindah tempat dari susunan gen dalam kromosom

Translokasi Sebagian kromosom pindah tempat ke kromosom lainnya 46 XX/XY t(21-14/15)

Sindrom Cri-Du-Cat

Sindrom Cri-Du-Cat

Mekanisme Perubahan Kromosom

Patahnya sebagian kromosom, mengakibatkan hilang atau bertambahnya informasi genetik

Delesi hilangnya serangkaian DNA atau kromosom

Duplikasi berlebihnya kopi dari DNA/kromosom yang sama

Patahnya sebuah kromosom sering diikuti oleh berubahnya susunan kromosom

Inversi melekatnya rangkaian DNA dengan orientasi terbalik

Translokasi menggabungkan DNA dari kromosom yang berbeda

Delesi

Delesi