Anda di halaman 1dari 4

Karya ilmiah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

menunggu peninjauan.
Akurasi Terperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan
diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah
dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika
keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar
atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu
merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain
yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain
dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Tujuan Karya Ilmiah

 Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil


penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan
metodologis.
 Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya
menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi
penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu
pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
 Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana
transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-
orang yang berminat membacanya.
 Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa
dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya
ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan
pendidikan dari jurusannya.
 Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

[sunting] Manfaat Karya Ilmiah

Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:

 Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;


 Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
 Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
 Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
 Memperoleh kepuasan intelektual;
 Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
 Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

[sunting] Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

[sunting] Bagian Pembuka

 Halaman judul.
 Halaman pengesahan.
 Kata pengantar.
 Daftar isi.
 Ringkasan isi.

[sunting] Bagian Isi

[sunting] Pendahuluan

 Latar belakang masalah.


 Rumusan masalah.
 Pembatasan masalah.
 Tujuan penelitian.
 Manfaat penelitian.

[sunting] Kajian teori atau tinjauan kepustakaan

 Pembahasan teori
 Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
 Pengajuan hipotesis

[sunting] Metodologi penelitian

 Waktu dan tempat penelitian.


 Metode dan rancangan penelitian
 Populasi dan sampel.
 Instrumen penelitian.
 Pengumpulan data dan analisis data.

[sunting] Hasil Penelitian

 Jabaran varibel penelitian.


 Hasil penelitian.
 Pengajuan hipotesis.
 Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang
didapatnya.

 Saran

[sunting] Bagian penunjang

 Daftar pustaka.
 Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
Bab Pendahuluan

Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan


dari satutahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh,
minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurlock, 1998).
Oleh karenanya, remaja sangat rentansekali mengalami masalah psikososial,
yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagaiakibat terjadinya
perubahan sosial (TP-KJM, 2002).Masa remaja merupakan sebuah periode
dalam kehidupan manusia yang batasannya usiamaupun peranannya seringkali
tidak terlalu jelas. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tandaawal
keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk
pengkategorianremaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia
belasan (15-18) kini terjadi padaawal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun.
Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah(atau sedang) mengalami
pubertas namun tidak berarti ia sudah bias dikatakan sebagai remajadan sudah
siap menghadapi dunia orang dewasa. Ia belum siap menghadapi dunia nyata
orangdewasa, meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi.
Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur,
remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. Dalam
perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karenakadang-kadang
diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk
bersikapmandiri dan dewasa. Memang banyak perubahan pada diri seseorang
sebagai tanda keremajaan, namunseringkali perubahan itu hanya merupakan
suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akankeremajaan
seseorang. Namun satu hal yang pasti, konflik yang dihadapi oleh remaja
semakin kompleksseiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan
dalam diri mereka. Untuk dapat memahamiremaja, maka perlu dilihat
berdasarkan perubahan pada dimensi dimensi tersebut.