Anda di halaman 1dari 139

TOOLS BASIC

window directory
window layer

snap mode
safe file print reset grafik

move rotate delete add / copy renumber

point adalah titik


segment adalah garis
string adalah titik dan/atau garis yang kita asumsikan sebagai sesuatu
misal :
string 9 adalah boundary / batas
string 1 adalah crest
string 2 adalah toe
dll

pengaturan string
TOOLS DESIGN
join point / segment
break segment
new digitise string digitise close segment display dtm display triangle

math function change direction erase temporary marker properties

display / hide tools

customise
display properties
strings and points
multi bench design
toolbar design untuk membuat beberapa bench sekaligus dengan parameter-parameter tertentu
expand segment by bench height
untuk meng expand segment secara vertikal

expand segment by berm width


untuk meng expand segment secara horisontal

expand segment to dtm surface


untuk mengexpand segment menempel / berhimpit pada dtm

expand segment to elevation


untuk meng expand segment ke elevasi yang diinginkan

expand string
fungsinya sama dengan expand segment
tetapi yang di expand adalah keseluruhan string yang ada pada layer

set slope gradient


untuk men setting kemiringan dalam meng expand
gradient bisa berupa
angel (sudut)
percentage (persentase)
scalling ratio (perbandingan rasio)
fungsi drape
merupakan fungsi untuk men drape atau menempelkan segment dan/atau string se

drape string
men drape seluruh string yang ada pada layer

drape segment
men drape segment yang dipilih

drape string range


men drape string pada range tertentu

line of intersection between dtms


untuk membuat garis perpotongan (intersection) antara dtm satu dengan dtm lainya
normalise segments
untuk menambah titik-titik di dalam segment / garis
menu bar

toolbar

window graphic

command window
display triangle

design tools
parameter-parameter tertentu
g ada pada layer
lkan segment dan/atau string secara vertikal pada bidang dtm

tara dtm satu dengan dtm lainya yang saling berpotongan


EDITING FUNCTION

import points
editing function

menggeser titik
menggeser garis
menggeser string
me rotasi garis
me rotasi string

delete point garis string


add copy point garis string
renumber segment string
format data import points ke surpac

0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0
string northing easting elevation desc 1 desc 2
string northing easting elevation desc 1 desc 2
string northing easting elevation desc 1 desc 2
string northing easting elevation desc 1 desc 2
0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 end

save as menjadi *.csv

di windows explorer / directory window


rename / ubah *.csv menjadi *.str

tarik / drag file tersebut masuk ke window grafik


atau
klik kanan file tersebut, open
snap mode
create string digitasi
digitasi

renumber segment string

edit point properties


memutus garis
menggabungkan points dan/atau garis pada string yang sama
close segment / create poligon
mengubah arah segment

clip / trim

clip by selected segment


memotong dan menghapus data di luar atau di dalam boundary yang sudah dibuat

clip by digitised segment


memotong dan menghapus data di luar atau di dalam boundary yang kita digit
CONTOURING
pilih directory / folder yang akan digunakan sebagai folder tempat bekerja
klik kanan, set as work directory

klik file yang akan dikonturkan


tarik masuk ke graphic window
atau
klik kanan open

buat DTM dari file tersebut


surface, create dtm from layer
muncul window

object id adalah dtm drawing style


perform breakline test
check untuk mengutamakan garis breakline dalam pembuatan dtm
tidak boleh ada garis yang saling berpotongan
uncheck untuk mengabaikan breakline dalam pembuatan dtm

dtm sudah terbentuk

untuk melihat tampilan secara melintang

untuk melihat tampilan dari atas


scroll untuk zoom in / out
klik kiri tahan untuk memutar dtm dengan sumbu putar tertentu
klik kanan tahan untuk zoom in / out
klick scroll tahan atau klik kanan kiri tahan untuk menggeser dtm

check bentuk dtm apakah sudah mendekati dengan bentuk sebenarnya di lapangan
setelah melakukan editing, bentuk dtm nya kembali

klik yes

dtm kembali terbentuk setelah di edit

membuat garis kontur


kontur adalah garis yang menghubungkan nilai-nilai yang sama

surface, contouring, contour dtm in layer


layer name adalah layer dtm yang akan dikonturkan
object id adalah dtm drawing style
trisolation id adalah trisolation yang nanti akan digunakan untuk proses dtm function tahap lan

minimum contour
dibulatkan ke bawah menjadi -2
maximum contour
dibulatkan ke atas menjadi 113
contour interval
diisi sesuai interval yang diinginkan
isi nama layer hasil contour

apply

sampai tahap ini proses contouring sudah selesai

kontur sudah terbentuk sesuai interval yang diinginkan


klik untuk menyembunyikan atau menampilkan layer

klik untuk bekerja pada layer tersebut (layer active)

merubah string kontur mayor dan minor

klik point properties

klik tiap garis kontur sampai ketemu elevasi kontur interval


misal elevasi kontur interval per 5 m
cari garis kontur dengan elevasi 0 5 10 15 20 25 30 dst

misal didapat
String=28 Segment=2 Point=429 Y=9672391.959 X=302181.413 Z=25

elevasi di 25 (elevasi kontur mayor)


dengan string 28

berarti string awal kontur mayor adalah


ambil digit terakhir dari string dikurangi 5 (intervalnya)
karena string 28 maka digit terakhirnya adalah 8
=8-5=3

jadi string awal kontur mayor adalah string 3


klik renumber range of strings

isi string range


3,9999,5
maksudnya adalah
3 adalah string awal kontur mayor
9999 adalah sampai ke string 9999
5 adalah kenaikan tiap string
jadi dari string 3 sampai string 9999 tiap 5 nya akan di renumber string

isi dengan string kontur mayor yang diinginkan


misal kita asumsikan string 12 adalah string untuk kontur mayor

string kontur mayor sudah berubah


aktifkan layer kosong
agar menjadi layer aktif tempat bekerja

klik copy string


klik string kontur mayornya

isi dengan string yang diinginkan

apply
sembunyikan layer asal
agar memastikan string sudah ter copy ke layer aktif

string kontur mayor yang di copy tadi sudah ter copy ke layer aktif

aktifkan kembali layer awal (layer kontur)


sembunyikan layer copy an string tadi

klik delete string

klik string kontur mayor untuk menghapus string tersebut

string kontur mayor sudah terhapus

klik renumber range of strings

isi string range


1,9999

isi dengan string kontur minor yang diinginkan


misal string kontur minor adalah string 11
maksudnya adalah
string 1 sampai 9999 di ubah menjadi string 11

apply

string sudah berubah ke string 11 kontur minor


tampilkan layer tempat string kontur mayor tadi di copy

klik copy string

klik string yang akan di copy (string kontur mayor)

isi dengan string yang diinginkan

apply

string kontur mayor tadi sudah kembali di copy ke layer contour

sembunyikan layer copy an string kontur mayor


untuk memastikan jika string kontur mayor tadi sudah di copy kembali ke layer awal (layer cont

klik save file jika ingin di simpan

isi nama file

apply

file sudah tersimpan


pat bekerja
embuatan dtm
benarnya di lapangan
uk proses dtm function tahap lanjut
302181.413 Z=25
ontur mayor
kembali ke layer awal (layer contour)
VOLUME CALCULATION

data yang dibutuhkan untuk menghitung volume :


1. surface awal ( di dtm kan )
2. surface akhir ( di dtm kan )
3. boundary / batas
4. boundary tidak boleh berada di luar surface pertama dan kedua (boundary outside dtm)

menghitung vol uji petik muatan dump truck


lakukan hal yang sama pada surface akhir (surface kedua)
misal base / pad tumpukan dari dumping material

simpan dtm surface kedua


menghitung vol mine progress (vol kemajuan tambang)

pada prinsipnya cara perhitungan adalah sama


metode perhitungan adalah dengan total to total
maksudnya adalah total vol bulan ini dikurangi dengan total vol bulan kemarin hasinya adalah vol progres

total vol bulan kemarin


first dtm = original
second dtm = progress awal
boundary = boundary progress awal
total vol bulan kemarin adalah 3,182,182.47 bcm
total vol bulan ini
first dtm = original
second dtm = progress terakhir
boundary = boundary progress terakhir
total vol bulan ini adalah 3,307,065.35 bcm

progress vol bulan ini adalah


= (total vol bulan ini) - (total vol bulan kemarin)
= 3307065.35 - 3182182.47
= 124,882.88 bcm
pilih dan aktifkan work directory

buka file surface awal (surface pertama)


misal hasil tembakan uji petik vol muatan dump truck
dtm kan file

klik apply

dtm sudah terbentuk

simpan file dtm tersebut


klik apply

klik yes

surface awal (first dtm)


*.str
*.dtm

surface akhir (second dtm)


*.str
*.dtm
buka boundary file
boundary string harus pada string yang sama antara satu dengan yang lainnya
misal boundary string adalah string 9
boundary harus tertutup (close)
bisa clockwise
bisa anti clockwise

klik segment properties


klik tiap boundary
cek tiap boundary apakah sudah closed atau belum

klik display string segment number


untuk mengetahui urutan segment boundary
9.1
9.2
9.3
dst

menghitung volume

surface, volumes, cut and fill beetwen dtms

why cut and fill between dtms ?


karena perhitungan vol lebih lengkap
ada perhitungan vol cut (potong)
ada perhitungan vol fill (timbun)
klik untuk memilih dtm awal (pertama)

klik untuk memilih dtm akhir (kedua)

klik untuk memilih boundary perhitungan

isi string dengan string boundary

tulis nama file output yang diinginkan

isi dengan desimal yang diinginkan (berapa angka di belakang koma)

isi density yang sudah ditetapkan


density adalah rapat massa jenis

pilih format output hasil hitungan yang diinginkan

check detail report agar hasil hitungan lengkap (luas, vol cut and fill, dll)

klik apply

hasil perhitungan volume

hasil segment 1 untuk perhitungan vol boundary string 9.1


hasil segment 2 untuk perhitungan vol boundary string 9.2
dst

cut vol adalah vol potong


fill vol adalah vol timbun
net vol adalah selisih cut dikurangi fill atau sebaliknya

net tonnage adalah berat setelah dikalikan dengan density


hasinya adalah vol progress bulan ini
an yang lainnya
MINE RESERVE

data yang dibutuhkan untuk menghitung mine reserve (cadangan) :


1. block model tambang next tutorial
2. surface terbaru (update) di dtm kan oke
3. design final tambang (final pit design) di dtm kan oke
4. boundary design final tambang oke

BLOCK MODEL

data yang dibutuhkan untuk membuat block model tambang :


1. data contour stucture batubara per seam nya (diperoleh dari geologi hasil dari interpolasi data pemboran explora
roof per seam di dtm kan
boundary roof per seam nya
floor per seam di dtm kan
boundary floor per seam nya
2. original / surface awal (diperoleh dari survey topografi / terestris, lidar, dll)
3. batas area yang akan dibuat block model nya
4. data minimum dan maksimum dari semua data
easting minimum dan maksimum
northing minimum dan maksimum
elevation minimum dan maksimum

data-data
1. roof floor beserta boundary nya per seam di dtm kan oke
2. original / surface awal di dtm kan oke
3. batas area block model oke
4. data min max next tutorial

mencari data min max


ulangi langkah bm assign value untuk masing-masing seam nya
untuk melihat hasil input data
klik bm nya, display, apply
jika semua seam sudah masuk
MENGHITUNG MINE RESERVE

data yang dibutuhkan untuk menghitung mine reserve (cadangan) :


1. block model tambang oke
2. surface terbaru (update) di dtm kan oke
3. design final tambang (final pit design) di dtm kan oke
4. boundary design final tambang oke
erpolasi data pemboran explorasi)

tekan control tahan


klik semua data di directory file
klik kiri tahan
drag ke dalam window graphic tekan control lalu lepas klik mouse

semua file telah menyatu dalam satu layer

ketik "layex" pada command window


enter
muncul informasi min max
misal informasi
Ymin = 9,671,498.78
Ymax = 9,673,198.76
Xmin = 301,587.91
Xmax = 302,587.89
Zmin = -50.00
Zmax = 148.00

reset graphic

buat block model (bm) kosong


block model, block model, new/open

isi dengan nama model yang diinginkan (misal : model_pit_ebl_2015-09)


apply

apply
isi deskripsi block model
boleh di isi boleh tidak

pilih min max coords

isi dengan data min max yang telah diperoleh

isi ukuran block


semakin kecil block semakin teliti perhitungannya
tetapi data akan berat dan proses akan lama

sub blocking pilih standard


maksudnya adalah di dalam block terdapat sub block lagi

pilih minimum block size


semakin kecil block size semakin teliti perhitungannya
tetapi data akan berat dan proses akan lama

apply

klik
create model
block model sudah terbentuk

klik block model nya


klik save

untuk menampilkan block model


klik bm nya
klik display

apply

tampilan display bm
point cloud
input data-data ke dalam bm

block model, attributes, new

input nilai-nilai attribute nya

att name type dec back val desc

grade real 2 0
material character waste
ore integer 5
rock integer 1
seam character ob
sg real 2 0

apply

memasukan nilai-nilai estimasi

block model, estimation, assign value

assign value

att name value

grade 1
material coal
ore 7
rock 2
seam a_low di isi sesuai nama seam yang akan di input
sg 1.3 sg adalah specific grafity didapat dari hasil lab coal

apply
enter constraints

dtm, floor, above check, add


dtm, roof, above uncheck (not above), add
string, boundary, inside check, add
dtm, topo, above uncheck (not above), add

maksudnya adalah area seam a_low berada di


di atas roof
di bawah floor
di dalam boundary
di bawah topo

masukan nama constraint

apply

yes

hasil bm setelah di input


menghapus attributes yang berada di luar bm

block model, attributes, clear/reset to background value

check

apply
dtm, topo, above check, add

maksudnya adalah untuk menghapus nilai yang ada di atas topografi permukaan
karena aktual di atas topo adalah berupa udara bebas (free air)

save constraint name tidak perlu diisi (kosong) agar menyatu dengan keseluruhan bm dan cons

apply

simpan bm
klik bm, save, yes

close
untuk menutup bm
buka bm yang akan digunakan untuk perhitungan cadangan

klik kanan file bm


open

atau

drag file bm ke dalam window graphic

bm active

menghitung cadangan

block model, block model, report

isi nama file output nya


pilih format hasil hitungan

apply

pilih desimal hasil hitungan


semakin banyak angka di belakang koma, proses hitungan semakin lama

memisahkan hasil hitungan di dalam boundary-boundary tertentu


misal jika dalam satu pit terdapat lebih dari satu kp / iup pertambangan
atau batas-batas lainnya seperti pemilik lahan, panel (block strip), dll

attribute pilih sg
hasil hitungan vol batubara sudah dalam tonase

klik kanan, add atau insert


untuk menambah pemisahan hitungan berdasarkan group tertentu

material
untuk memisahkan perhitungan vol berdasarkan material

seam
untuk memisahkan perhitungan vol coal berdasarkan seam nya

dll jika diperlukan, seperti


elevasi, memisahkan hitungan vol untuk tiap penurunan elevasi
easting, memisahkan hitungan vol untuk tiap penambahan nilai easting
dll

apply
material dan seam

check all

apply

dtm, topo/surface, above uncheck (not above), add


dtm, design pit, above check, add
string, boundary design pit, inside, boundary string, add

isi nama file output

apply
hasil hitungan cadangan

vol di dalam boundary 9.1


vol ob (bcm)
vol coal tiap seam nya (ton)

vol di dalam boundary 9.2


vol ob (bcm)
vol coal tiap seam nya (ton)

untuk hitungan total pit


hasil penjumlahan vol boundary 9.1 dan 9.2

sr (stripping ratio) adalah perbandingan vol material buangan (ob soil mud dalam bcm) dengan

vol ob soil mud (bcm)


sr =
vol coal (ton)
hasil lab coal
grafi permukaan

ngan keseluruhan bm dan constraints nya


ungan semakin lama

/ iup pertambangan
el (block strip), dll

n group tertentu

n seam nya

unan elevasi
mbahan nilai easting
b soil mud dalam bcm) dengan material yang ditambang (coal dalam ton)
DESIGN PIT (SEQUENT)

pertimbangan dalam membuat design pit / sequent penambangan


1. kapasitas alat (unit capacity)
pc 400 dengan productivity 180 bcm / hour
effective working hours 17 hours / day
effective working days 30 days
produksi per pc400 per bulan
= (prod'ty) x (eff wh) x (eff wd)
= 180 x 17 x 30
= 91.800 bcm / bulan
2. sr yang diinginkan
3. parameter kestabilan (stability parameters) design
slope sekian derajad
overall slope sekian derajad
lebar bench sekian meter
tinggi bench sekian meter
4. air tambang (drainage)
luas area tangkapan hujan (catchment area)
arah aliran air (water crossfall) / dewatering
posisi sump (lowest point)
5. grade jalan (kemiringan jalan)
6. imajinasi penurunan elevasi design pit

data yang diperlukan


1. design final pit sebagai acuan
2. surface terbaru
3. floor (contour structure) terbaru
DESIGN DISPOSAL

membuat design disposal pada prinsipnya adalah sama dengan membuat design pit

pertimbangan dalam membuat design disposal :


1. rencana volume produksi ob
produksi ob di pit adalah dalam bcm (bank cubic mater)
konversi bcm ke lcm (loose cubic mater)
konversi lcm ke pemadatan material (ccm) (compacted cubic meter)
2. parameter kestabilan (stability parameters) design disposal
slope sekian derajad
overall slope sekian derajad
lebar bench sekian meter
tinggi bench sekian meter
3. arah aliran air (water crossfall) / drainage
4. grade jalan (kemiringan jalan)
5. imajinasi kenaikan elevasi design disposal

data yang diperlukan


1. design final disposal sebagai acuan
2. surface terbaru

cara membuat design disposal sama / hampir mirip dengan membuat design pit
tidak perlu menghitung reserve karena disposal adalah tempat penimbunan material buangan pit
cukup menghitung volume kapasitas disposal saja
jangan lupa perhatikan konversi satuan (bcm lcm ccm)
buka surface terbaru, bisa data string bisa kontur
buka final design

zoom in / out
putar-putar graphic

berimajinasi
buat area yang akan di turunkan elevasinya

misal area 1
luas area 15,300.00 m2
elevasi rata2 aktual -13
rencana penurunan 7m to rl (request level)
estimasi vol 107,100.00 m3

dst
trial and error
sampai total estimasi vol mendekati total kapasitas unit

perhatikan water crossfall nya


arah aliran air, ujungnya nanti menjadi sump (lowest point)

setelah area estimasi tersebut sudah fix


lanjut dengan pembuatan design nya dengan final design sebagai acuan nya

buka file surface terbaru, dtm kan

buka file final design, dtm kan


buat layer baru

buat garis sesuai rencana area


sesuaikan elevasinya dengan rencana rl
garis sejajar mendekati plan area (biasanya tegak lurus strike coal)
elevasi sesual rl (misal -20)

expand garis

dtm kan

display dtm klik

perpotongan antar dtm

buka file floor coal, dtm kan

perpotongan dtm nya menjadi garis design area highwall


perpotongan dtm nya menjadi garis design area lowwall

untuk membuat garis perpotongannya


surface, clip or intersect dtms, line of intersect between dtms

dtm yang akan dibuat garis perpotonga

isi nama layer output

isi string line intersect nya

apply

digit breakline toe surface

setting design grade nya sesuai yang diinginkan


grade dalam angle (derajad)
expand segment to elevation
klik garis yang akan di expand

isi target elevation (rl)

pilih up atau down

pilih expand atau contract


arah garis hasil di kanan atau kiri garis awal
berhubungan dengan arah digitasi garis (clockwise atau anti-clockwise)

garis hasil expand


slope 60 degree
to rl -20

dtm kan semua layer


dtm dengan drawing style yang berbeda agar gambaran bentuk design terlihat

buat garis-garis perpotongan nya


surface, clip or intersect dtms, line of intersect between dtms
gambaran design pit
design final sebagai acuan area highwall
design final atau floor model update sebagai acuan lowwall
design final atau toe actual yang di expand ke rl diinginkan sebagai sidewall

buka display surface terupdate

zoon in/out
putar-putar graphic

berimajinasi

display dan hide dtm surface


cek area surface yang belum on design dengan final design
buat / digitasi area yang belum on design, kombinasikan dengan garis line intersect betwe

hide dtm display

copy segment-segment yang ada di dalam area design pit


jadikan dalam satu layer

mainkan tool-tool design nya

buat boundary design nya

clip segment outside boundary

langkah di atas adalah langkah sederhana membuat design untuk satu area

next

lanjut untuk area plan selanjutnya


seperti cara-cara sebelumnya
imajinasi
mainkan tool-tool design nya

jika elevasi design masih masih jauh dengan aktual


buat bench dengan memperhatikan faktor2 slope stability nya
slope
berm width
bench height

expand terus ke atas


sampai berpotongan dengan surface aktual

buat line intersect between dtms nya


line intersect tersebut menjadi boundary design

ganti string temporary design nya dengan string design


string crest
string toe
string road / ramp
string coal
string boundary
dll

dtm kan design file


save design file nya

buka design pit yang sudah jadi


buka batas-batas yang sekiranya perlu dipisahkan hitungan volume nya
misal dalam satu pit terdapat dua / lebih konsesi pertambangan / iup

gunakan tool2 editing untuk membuat masing2 boundary


simpan layer boundary nya

hitung reserve design nya


seperti pada tutorial menghitung mine reserve

masukan boundary design pada group geometrical


masukan string boundary nya

pilih group atribute yang ingin dipisahkan hitungan vol nya

apply
dtm, design pit, above check, add
dtm, surface update, above uncheck (not above), add
string, boundary design, inside, string range, add
isi nama constraint output nya
apply

hasil hitungan
reserve design pit

buat print out nya


untuk acuan department produksi di lapangan
buat print out nya
untuk acuan department produksi di lapangan
al buangan pit

buat print out nya


untuk acuan department produksi di lapangan

buat print out nya


untuk acuan department produksi di lapangan
to rl (request level) -20
bagai acuan nya
urus strike coal)
akan dibuat garis perpotongannya

ayer output

ine intersect nya


e atau anti-clockwise)

baran bentuk design terlihat

tween dtms
inginkan sebagai sidewall
gan garis line intersect between dtms

untuk satu area


pertambangan / iup
NOTE :

tutorial ini hanyalah hand made, masih jauh dari sempurna


mohon maaf jika ada kesalahan2 dalam tutorial ini
masih banyak cara2 metode2 tehnik2 lain yang mungkin lebih baik dan effisien
tutorial ini hanya sarana untuk berbagi ilmu
semoga tutorial ini bisa bermanfaat untuk semuanya

practice made perfect

regards,
aditya yan