Anda di halaman 1dari 3

1. Analisis pembagian daerah, otonomi, serta hubungan antara keduanya.

Pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia sudah diselenggarakan lebih dari satu dasawarsa.
Otonomi daerah untuk pertama kalinya mulai diberlakukan di Indonesia melalui Undang-Undang
Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang hingga saat ini telah mengalami
beberapa kali perubahan. Secara konseptual, pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia dilandasi
oleh tiga tujuan utama yaitu :
1. Tujuan politik dalam pelaksanaan otonomi daerah diantaranya adalah upaya untuk
mewujudkan demokratisasi politik melalui partai politik dan Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah.
2. Tujuan administratif yang ingin dicapai melalui pelaksanaan otonomi daerah adalah
adanya pembagian urusan pemerintahan antara pusat dan daerah, termasuk sumber
kuangan, serta pembaharuan manajemen birokrasi pemerintahan di daerah.
3. Tujuan ekonomi yang ingin dicapai dalam pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia
adalah terwujudnya peningkatan Indeks pembangunan manusia sebagai indikator
peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
2. Analisis perbedaan otonomi pada tingkat provinsi dan kabupaten.
Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah
dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya
dalam sistem dan prinsip NKRI sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945.
o Pemerintahan Daerah Provinsi terdiri atas Pemerintah Daerah Provinsi dan DPRD
Provinsi.
o Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kotaterdiri atas Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
dan DPRDKabupaten/Kota
3. Analisis prinsip-prinsip pembiayaan pemerintah daerah.
Struktur pembiayaan daerah mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut.
0. Pembiayaan dirinci menurut Kelompok, Jenis dan Obyek Pembiayaan.
1. Kelompok Pembiayaan terdiri atas: Penerimaan Daerah dan Pengeluaran Daerah.
2. Kelompok Pembiayaan dirinci lebih lanjut ke dalam Jenis Pembiayaan.
3. Jenis Pembiayaan dirinci lebih lanjut ke dalam Obyek Pembiayaan. Misal Jenis
Pembiayaan: penerimaan pinjaman dan obligasi dirinci lebih lanjut dalam obyek
pembiayaan antara lain berupa: pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri.
4. Analisis sumber-sumber potensial pendapatan daerah.
Adapun sumber-sumber pendapatan asli menurut Undang-Undang RI No.32Tahun 2004 yaitu :
Pendapatan asli daerah (PAD) yang terdiri dari :
 Hasil pajak daerah yaitu Pungutan daerah menurut peraturan yang ditetapkan oleh daerah
untuk pembiayaan rumah tangganya sebagai badan hukum publik.
 Hasil retribusi daerah yaitu pungutan yang telah secara sah menjadi pungutan daerah sebagai
pembayaran pemakaian atau karena memperoleh jasa atau karena memperoleh jasa
pekerjaan, usaha atau milik pemerintah daerah bersangkutan.
 Hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
 Lain-lain pendapatan daerah yang sah ialah pendapatan-pendapatan yang tidak termasuk
dalam jenis-jenis pajak daerah, retribusli daerah, pendapatan dinas-dinas.
Dana perimbangan diperoleh melalui bagian pendapatan daerah dari penerimaan pajak bumi
dan bangunan baik dari pedesaan, perkotaan, pertambangan sumber daya alam dan serta bea
perolehan hak atas tanah dan bangunan. Dana perimbangan terdiri atas dana bagi hasil, dana
alokasi umum, dan dana alokasi khusus.
Lain-lain pendapatan daerah yang sah adalah pendapatan daerah dari sumber lain misalnya
sumbangan pihak ketiga kepada daerah yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan-
undangan yang berlaku.

5. Analisis sumber pendapatan daerah yang berasal dari pinjaman.


Pinjaman Daerah bersumber dari:
1. Pemerintah Pusat, berasal dari APBN termasuk dana investasi Pemerintah, penerusan
Pinjaman Dalam Negeri, dan/atau penerusan Pinjaman Luar Negeri.
2. Pemerintah Daerah lain.
3. Lembaga Keuangan Bank, yang berbadan hukum Indonesia dan mempunyai tempat
kedudukan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4. Lembaga Keuangan Bukan Bank, yaitu lembaga pembiayaan yang berbadan hukum
Indonesia dan mempunyai tempat kedudukan dalam wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
5. Masyarakat, berupa Obligasi Daerah yang diterbitkan melalui penawaran umum
kepada masyarakat di pasar modal dalam negeri.
REFERENSI

o http://vithatweet.blogspot.com/2013/05/distribusi-pendapatan-nasional-dan.html
o https://virayuniarch.wordpress.com/2015/03/18/