Anda di halaman 1dari 2

Perdagangan internasional adalah pertukaran barang dan jasa antara dua atau lebih negara

di pasar dunia. Dewasa ini, hampir tidak ada negara yang mampu memenuhi semua
kebutuhannya sendiri tanpa mengimpor barang/jasa dari negara lain. Begitu pula, suatu negara
yang memiliki surplus dapat mengekspor produknya ke luar negeri. Dalam sistem perdagangan
internasional, biasanya suatu negara yang melakukan impor barang ke luar negeri tidak
terorientasi kepada laba atau keuntungan, akan tetapi pemenuhan kebutuhan akan barang
terhadap masyarakat negara tersebut.
Contoh dari perdagangan internasional misalnya Jepang, sebagai negara yang
ekonominya kuat dan maju, masih mengimpor gas alam cair (liquid natural gas) dari Indonesia.
Sedang Indonesia mengimpor barang-barang modal dari Amerika untuk keperluan pembangunan
industri.
Neraca pembayaran atau yang sering disebut balance of payment (BOP) merupakan suatu
ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk
negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun) termasuk apa yang ada di dalam
transaksi perdagangan internasional suatu negara. Sedangkan menurut IMF (1993), Neraca
pembayaran adalah suatu catatan yang disusun secara sistematis tentang seluruh transaksi
ekonomi yang meliputi perdagangan barang/jasa, transfer keuangan dan moneter antara
penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain untuk suatu periode waktu tertentu.
Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari
individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi;
neraca transaksi berjalan; neraca lalu lintas modal dan finansial; dan item-item finansial. Akan
tetapi, yang termasuk dalam neraca pembayaran internasional hanyalah transaksi ekonomi
internasional saja, sedangkan transaksi bantuan militer tidak termasuk di dalamnya.
Kebijaksanaan neraca pembayaran merupakan bagian integral dari kebijaksanaan
pembangunan dan mempunyai peranan penting dalam pemantapan stabilitas di bidang
ekonomi.Di samping itu, juga diusahakan tercapainya perubahan fundamental dalam struktur
produksi dan perdagangan luar negeri sehingga dapat meningkatkan ketahanan ekonomi
Indonesia terhadap tantangan-tantangan di dalam negeri dan keguncangan-keguncangan ekonomi
dunia, seperti yang digariskan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara.
Di bidang perdagangan, kebijaksanaan neraca pembayaran ditujukan untuk meningkatkan
efisiensi dan produktivitas industri dalam negeri, menunjang pengembangan ekspor nonmigas,
memelihara kestabilan harga dan penyediaan barang-barang yang dibutuhkan di dalam negeri
serta menunjang iklim usaha yang makin menarik bagi penanaman modal. Kebijaksanaan di
bidang pinjaman luar negeri melengkapi kebutuhan pembiayaan pembangunan di dalam negeri
dan diarahkan untuk menjaga kestabilan perkembangan neraca pembayaran secara keseluruhan.
Kebijaksanaan kurs devisa diarahkan untuk mendorong ekspor nonmigas dan mendukung
kebijaksanaan moneter dalam negeri.

Faktor-Faktor Pendorong Adanya Perdagangan Internasional


Setiap negara di penjuru dunia sudah tentu melakuakan ekspor-impor barang ke dan dari negara
lain sebagai bagian dari transaksi perdagangan internasional dalam negara tersebut. Adapun
faktor-faktor yang mendorong adanya perdagangan internasional adalah sebagai berikut:

a. Keanekaragaman Kondisi Produksi


Keanekaragaman kondisi produksi merujuk kepada potensi faktor-faktor produksi yang dimiliki
suatu negara. Dengan kata lain, melalui perdagangan, suatu negara dapat memperoleh barang
yang tidak dapat dihasilkannya di dalam negeri.

b. Penghematan Biaya Produksi/Spesialisasi


Perdagangan internasional memungkinkan suatu negara memproduksi barang dalam jumlah
besar, sehingga menghasilkan increasing returns to scale atau biaya produksi rata-rata yang
semakin menurun ketika jumlah barang yang diproduksi semakin besar.

c. Perbedaan Selera
Sekalipun kondisi produksi di semua negara adalah sama, namun setiap negara mungkin akan
melakukan perdagangan jika selera mereka berbeda.

Neraca pembayaran digunakan oleh pemerintah untuk melihat kondisi perekonomian di


Indonesia terutama eksistensi-nya dalam sistem perekonomian internasional serta dijadikan
sebagai bahan pertimbangan untuk hal-hal terkait praktek hubungan ekonomi dengan negara lain.
Neraca pembayaran juga dapat membantu dalam pengambilan keputusan bidang moneter, fisikal,
perdagangan dan pembayaran internasional, terutama dalam kegiatan ekspor-impor.