Anda di halaman 1dari 11

CARA MENYAJIKAN

“SAFETY TALKS”

PENGERTIAN SAFETY TALK

Safety Talk adalah suatu sesi komunikasi antara supervisor dan


karyawan/krunya untuk memberikan pemahaman tentang sebuah topik
khusus.
Supervisor mempunyai tanggungjawab didalam merencanakan dan
mengkordinasikan pekerjaan dan menyampaikannya kepada pekerja
mengenai potensi bahaya dari pekerjaan itu dan menyampaikan cara kerja
yang aman melalui safety talk.
Pekerja harus mematuhi ketentuan KKLK dan mempunyai kesadaran tentang
penting KKLK (safety awareness) dan juga kewajiban melaporkan potensi
bahaya atau kondisi/tindakan yang tidak aman kepada supervisor.

Safety Talks sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran


masalah Keselamatan, kesehatan dan lingkungan kerja KKLK dan
Mengingatkan para karyawan tentang peraturan-peraturan dan prosedur-
prosedur perusahaan kepada para karyawan.

Cara menyajikan Safety Talk yang efektif yaitu:

 Supervisor atau foreman menyiapkan dan membawakan materi safety


talk
 Dilaksanakan oleh semua regu kerja setiap awal shift
 Dihadiri oleh setiap orang yang akan bekerja di shift itu
 Harus ada topik
 Penyiapan materi/topik berdasarkan kondisi lapangan
 Pelaksanaan safety talk langsung dilokasi kerja
 Buatlah ringkasan/point-poit penting dari topik yang akan
disampaikan.
 Awali dengan pendahuluan yang menarik untuk menarik perhatian
audiece
 Menyampaikan dengan kata-kata sendiri jauh lebih baik dibanding
membaca materi safety talk.
 Waktu safety talk biasanya singkat kurang lebih 10 menit
 Mengulangi pesan-pesan safety dan memberikan ringkasan diakhir
safety talk
 Biasakan kontak mata dengan audience kita
 Disajikan dengan baik dan menarik
 Safety talk harus terecord

1
Safety Talk juga harus mempunyai:
 Topik yang spesifik, tujuan atau tema; dan

 Alasan memilih topik tersebut

Yang menjadi alasan utama mengapa para supervisor gagal menyajikan


Safety Talk yang efektif adalah karena mereka tidak:

Memilih topik yang relevan

Merencanakan informasi yang akan diberikan pada Safety Talk, dan

Memikirkan bagaimana menyajikan informasi tersebut.

MEMILIH TOPIK

Persiapan adalah kunci utama suksesnya sebuah Safety Talks, dan langkah
pertama yang perlu diambil adalah memilih topik yang relevan.
Sayangnya, kadang-kadang para supervisor terjebak dalam memilih topik
karena hanya didasarkan pada:

● Apa yang menarik bagi mereka

● Apa yang mudah disajikan saat itu; atau

● Apa yang muncul dibenak mereka lima menit sebelum pertemuan dengan
karyawan/kru dimulai.

Pemilihan Safety Talks sebaiknya didasarkan pada apa yang perlu karyawan
ketahui dalam menjalankan tugas mereka secara aman.

Pilihlah topik dengan tujuan yang spesifik yang ada dipikiran anda. Safety
Talk bukan hanya sebagai sarana untuk memberikan informasi – tetapi
karyawan/kru anda akan menggunakan informasi ini sehingga mereka dapat
bekerja dengan aman. Anda harus mengetahui dan memutuskan informasi
apa yang dibutuhkan oleh karyawan/kru.

Pada saat memutuskan informasi apa yang dibutuhkan oleh karyawan/kru


anda, cobalah untuk bertanya pada diri anda sendiri pertanyaan-pertanyaan
berikut ini:

Jenis-jenis injury apa yang telah terjadi dalam beberapa waktu


terakhir.

Jenis-jenis Near Miss yang telah terjadi dalam tiga bulan terakhir.

2
Kondisi-kondisi tidak aman yang terlihat pada inspeksi house keeping
bulan-bulan sebelumnya.

Sudahkah saya memperhatikan kebiasaan-kebiasaan atau tindakan-


tindakan tidak aman yang terjadi pada karyawan/kru?

Sudahkah saya bertanya kepada karyawan/kru tentang sikap mereka


terhadap keselamatan?

Tanyalah diri anda sendiri dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

Pilih topik yang relevan;

Identifikasi informasi jenis apa yang dibutuhkan karyawan/kru.

Contoh, baru-baru ini anda melihat tabung gas bertekanan di tempat


pembuangan sampah disatukan/digabungkan dengan kertas dan bahan-
bahan mudah terbakar lainnya. Hal ini dapat dijadikan bahan diskusi pada
Safety Talk anda selanjutnya.
Sebelum memilih topik, anda harus merencanakan tentang:

Apa yang akan disajikan pada diskusi anda; dan

Bagaimana menyajikannya.

Persiapkan Apa Yang Akan Disajikan

Walaupun departemen anda telah menyiapkan paket untuk Safety Talk


namun tetap perlu untuk mengetahui bagaimana menyiapkan Safety Talk
tersebut.

Ini karena, tidak peduli sebaik apapun teks yang telah disiapkan oleh
perusahaan, anda tetap dianjurkan untuk melakukan persiapan sebelum
menyajikannya. Cara penangkapan materi tiap karyawan/kru berbeda,
olehnya penting untuk menyajikan Safety Talk yang relevan dengan
karyawan/kru anda. Anda tetap harus merubah Safety Talks anda (walaupun
hanya sedikit) untuk penyesuaian cara penyajian dan kebutuhan
karyawan/kru.
Bisa juga anda dihadapkan pada situasi di mana perusahaan anda tidak
punya persiapan Safety Talk yang berisi informasi yang ingin anda berikan ke
karyawan/kru.

Langkah pertama dalam menyiapkan sebuah Safety Talk adalah memilih


informasi-informasi yang akan dimasukkan kedalamnya. Tidak ada aturan
kerja ‘KERAS dan CEPAT’ dalam menyiapkan Safety Talks, tetapi ada
beberapa pedoman yang mungkin berguna untuk anda:

3
Selalu membuat catatan ketika menyiapkan ceramah. Hanya sebagian
kecil orang yang dapat menyiapkan sebuah ceramah efektif tanpa
harus mencatat ide-ide mereka. Hal ini dapat menjadi sebuah
perencanaan yang detail (rinci) atau sebuah seri bullet point dan kata
kunci.

Masukkan informasi yang penting-penting saja ke dalam pesan yang


ingin anda berikan ke karyawan/kru anda.

Buatlah informasi anda sesingkat mungkin. Anda akan lebih mudah


membuat kesalahan jika menyajikan terlalu banyak topik/kasus dalam
sebuah Safety Talk.

Usahakan agar ceramah tidak lebih dari 20 menit. Jika lebih dari 20
menit berarti anda sudah membahasnya panjang lebar atau mencakup
ruang lingkup yang terlalu luas.

Untuk mempersingkat ceramah, gunakan kata-kata dan kalimat


seminimal mungkin, tetapi harus jelas dan tepat(cermat).

Pada bagian ini konsentrasilah pada daftar informasi yang ingin anda sajikan
dalam ceramah. Langkah/bagian selanjutnya adalah buat garis-garis besar
persiapan anda dan bagaimana menyajikannya.

Persiapan Menyajikan Ceramah

Setelah memutuskan topik yang ingin disampaikan, anda harus memikirkan,


menyiapkan dan menulis bagaimana anda akan menyajikannya. Sayangnya,
banyak penceramah yang tidak membuat persiapan terlebih dahulu.

Ceramah anda mungkin saja tidak mempunyai dampak jika penyajiannya


tidak dengan urutan yang tepat.

Masih ada beberapa pedoman dasar yang dapat membantu anda dalam
menyajikan ceramah. Berawal dari catatan singkat yang kemudian
disempurnakan menjadi persiapan sederhana yang terdiri dari pendahuluan,
isi dan ringkasan.

Pendahuluan

Pendahuluan dalam sebuah Safety Talk sangatlah penting, karena


pendahuluan yang baik akan mendapat perhatian pendengar dan secara
otomatis ‘mengontrol suasana’ untuk ceramah bagian berikutnya.

4
Pada pendahuluan, anda harus memberitahukan tentang:

Topik yang akan didiskusikan

Mengapa topik tersebut didiskusikan; dan

Topik apa yang akan dimasukkan

Anda dapat melihat contoh pendahuluan sederhana berikut ini:

“Hari ini kita akan membahas tentang tabung gas bertekanan. Beberapa
minggu yang lalu saya melihat banyak tabung yang diangkut dan
ditempatkan secara tidak tepat”

“Saya rasa kita perlu menyegarkan kembali ingatan kita tentang bagaimana
peralatan ini seharusnya digunakan dengan aman, karena kalau tidak maka
kecelakaan serius dapat saja terjadi”

“Saya akan membahas metode-metode/cara-cara penempatan, penanganan


dan pengangkutan tabung gas yang kita gunakan di lapangan”

Buatlah catatan bagaimana anda akan memperkenalkan Safety Talk anda.


Jangan tinggalkan catatan ini sampai saat anda mulai ceramah. Jika anda
tampak tidak siap untuk ceramah, maka pendengar akan tidak siap pula
mendengarkan.

Jika pendahuluan anda jelek, maka anda akan kehilangan perhatian dari
menit pertama ceramah. Jika pendengar sudah tidak konsentrasi lagi, maka
sangat sulit untuk mendapatkan perhatian mereka.

Isi ceramah adalah di mana anda memberikan informasi terpenting yang


telah direncanakan sebelumnya.

Biasanya, ini merupakan bagian termudah dari penyajian ceramah tetapi


tetap potensial untuk membosankan bagi pendengar jika disajikan dengan
tidak tepat.

Ada beberapa teknik-teknik sederhana yang dapat anda gunakan untuk


menghidupkan Safety Talk anda.

Tentukan satu hal/ide yang akan dibahas pada saat itu. Karena
pendengar akan bingung pada ceramah yang membahas hal yang
berbelit-belit.

Gunakan contoh untuk membuat presentase anda lebih menarik dan


untuk menggambarkan suatu hal/kejadian. Bagaimanapun juga,

5
penting untuk memilih contoh yang ada hubungannya dengan
karyawan/kru. Gunakan kejadian-kejadian, situasi-situasi dan
kecelakaan-kecelakaan yang terjadi sebelumnya pada pendengar/kru
sebagai contoh, sehingga mereka dapat mengerti dan mengenal hal-
hal yang anda bicarakan. Perhatikan contoh sederhana berikut:

Ingat tabung asetilen yang terbakar pada bulan Agustus tahun lalu? Baiklah,
itu merupakan contoh dasar yang terjadi jika anda menempatkan tabung
tidak pada tempatnya.

Berikan pertanyaan-pertanyaan dalam presentase anda. Pertanyaan


merupakan salah satu metode yang efektif untuk melibatkan
pendengar/karyawan dalam Safety Talk. Dengan memberikan
pertanyaan-pertanyaan berarti presentase anda lebih mengarah
kediskusi daripada ceramah.

Gunakan bantuan visual untuk membuat ceramah anda lebih menarik.


Anda akan mendapatkan perhatian yang besar dan pemahaman yang
lebih baik jika anda menunjukkan dan memberitahukan orang apa
yang anda bicarakan. Orang dapat mengingat informasi lebih banyak
jika mereka melihat dan mendengar kejadian secara langsung daripada
hanya mendengarkan ceramah saja. Bantuan-bantuan visual dapat
berupa peralatan, foto-foto, grafik dan diagram.

Penggunaan contoh-contoh kejadian sehari-hari, bantuan-bantuan visual dan


pertanyaan akan menambah kualitas ceramah anda.

Tulis dalam catatan anda dimana anda akan memberikan pertanyaan, contoh
atau alat bantu visual.

Ringkasan

Memberikan ringkasan yang efektif diakhir ceramah sama pentingnya dengan


memberikan pendahuluan yang menarik diawal ceramah. Ide ringkasan ini
diharapkan dapat memberi kesan pada karyawan/kru setelah mendengar
ceramah.

Ringkasan tersebut harus mencakup:

Ikhtisar dari hal-hal umum yang disajikan pada saat ceramah; dan

Pernyataan yang jelas tentang apa yang anda ingin karyawan/kru


lakukan di masa-masa yang akan datang.

6
Perhatikan contoh ringkasan sederhana berikut:

“OK, kita telah melihat bagaimana penempatan, penanganan dan


pengangkutan tabung silinder yang tepat sehingga dapat mencegah
kebakaran dan ledakan”.

“Sekarang, ketika anda berada di lapangan, saya ingin anda memastikan


bahwa semua tabung kita tempatkan ditempat-tempat yang telah
didiskusikan hari ini”.

“Khususnya, saya ingin anda semua berusaha untuk tetap menjaga daerah
penyimpanan tabung agar tetap aman dan rapi setiap saat”.

“Diwaktu-waktu yang akan datang jika anda harus menangani pengangkutan


tadung-tabung, ingat dan ikutilah metode-metode aman yang telah
didiskusikan hari ini”.

Menyajikan Safety Talk

Jika anda telah menyiapkan Safety Talk, anda seharusnya tidak akan
mengalami kesulitan dalam menyajikannya. Pada saat anda menggunakan
sebuah Safety Talk, berarti anda telah mengembangkan salah satu standar
Safety Talk perusahaan, dan seharusnya mengaplikasikan teknik-teknik
berikut:

Baca catatan anda sebelum memulai Safety Talk, tetapi jangan


berusaha untuk menghafalnya.

Usahakan agar peserta Safety Talk tidak lebih dari 12 orang, karena
sulit untuk melibatkan semua orang jika pesertanya terlalu banyak.

Gunakan catatan atau tulisan anda sebagai pedoman, tetapi jangan


membaca terus-menerus.

Sajikan informasi dengan bahasa anda sendiri. Jika anda membaca


catatan akan membuat karyawan/kru seperti orang bodoh.

Libatkan karyawan/kru dalam diskusi dengan memberikan pertanyaan


yang membutuhkan jawaban deskriptif, bukan jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’
saja.

7
Beri karyawan/kru waktu 10 – 20 detik untuk menjawab pertanyaan
tersebut. Waktu ini akan mereka gunakan untuk bertanya tentang
informasi yang dibahas.
Mengetahui jawaban yang tepat untuk pertanyaan yang anda berikan.

Lebih baik memberi pertanyaan perkelompok dari pada perorangan.


Seseorang akan merasa malu jika ia tidak tahu menjawab pertanyaan
anda.

Persilahkan karyawan/kru untuk bertanya pada anda. Jika anda tidak


mengetahui jawabannya, janganlah menggertak. Terbukalah dan
katakan sejujurnya bahwa anda tidak tahu, tetapi akan berusaha untuk
mencari jawabannya segera setelah Safety Talk berakhir.

Ketika anda telah memimpin banyak Safety Talks dengan cara seperti ini,
anda seharusnya mulai sadar bahwa anda tidak melakukan kuliah tetapi lebih
banyak berdiskusi dengan karyawan/kru. karyawan/kru anda akan mulai
belajar lebih banyak dari Safety Talks sebab mereka turut berpartisipasi dan
belajar, baik dari anda maupun orang lain.

Menggunakan Safety Talks Standar Perusahaan

Anda telah mempunyai akses topik-topik Safety Talk yang didesain bagi para
supervisor untuk dibagikan kepada krunya. Setiap Safety Talk mempunyai:

Sebuah skrip yang menjadi pedoman; dan

Seperangkat lembaran hand out berwarna.

Meskipun skrip dan hand out yang lengkap telah tersedia, namun anda tetap
harus merencanakan dan menyiapkan presentase anda. Skrip membantu
anda menyediakan hal-hal yang akan disajikan secara detail, tetapi anda
harus “membiasakannya” untuk penyesuaian anda dengan karyawan/kru.
Perlu diperhatikan:

Bagaimana sebuah topik seharusnya diperkenalkan kepada


karyawan/kru.

Contoh-contoh apa yang dapat dimasukkan.

Pesan singkat apa yang ingin anda berikan kepada karyawan/kru.

8
Untuk alasan ini, anda harus membaca skrip secara keseluruhan sebelum
memimpin pertemuan, untuk mengenalkan/membiasakan anda dengan
materi yang akan disajikan.

Skrip dapat diperinci lagi menjadi bagian yang lebih kecil yang dimulai dengan
judul seperti ini:

Pemeriksaan Tangga Kayu

Informasi yang dibutuhkan untuk diskusi sebaiknya ditulis dengan kalimat-


kalimat singkat dan hal-hal seperti ini:

Kecelakaan pada saat menggunakan tangga biasanya terjadi karena:

Tangga tidak diperiksa sebelum digunakan.

Menggunakan jenis tangga yang berbeda dengan kebutuhan


pekerjaan.

Posisi yang salah dan keamanan tangga; dan

Tidak menggunakan tangga sebagaimana mestinya.

Ikuti skrip, tapi jangan anda membacanya terus-menerus dari halaman satu
ke halaman selanjutnya. Skrip hanya sebagai panduan, dan akan lebih baik
jika anda menggunakan kata-kata anda sendiri.

Anda dapat menyusun kembali poin-poin utama dengan kata-kata anda


sendiri, tetapi yakinkan bahwa anda tidak mengubah atau melupakan
beberapa informasi.

Pertanyaan yang termasuk dalam skrip yang dapat anda tanyakan adalah:

“Kesalahan-kesalahan apa yang dapat dilakukan orang pada saat


menempatkan tangga?”

Tanyakan hal tersebut sesuai dengan skrip. Hal ini penting dilakukan karena
mereka adalah pembicara pada ceramah selanjutnya.

Anda dapat menyusun kembali pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan cara


anda, tetapi yakinkan bahwa anda tetap bertanya kepada karyawan/kru untuk
informasi yang sama.

Pengaturan nomor hand out berdasarkan bantuan visual untuk membuat


ceramah anda lebih menarik dan mudah untuk dijelaskan.

9
Skrip akan memberitahukan anda saat untuk membagi-bagikan lembaran
informasi, seperti ini:

Hand out lembaran 1 – Pemeriksaan tangga kayu

Bagikan lembaran informasi seperti yang terdapat dalam skrip. Jangan


bagikan semua lembaran informasi pada awal ceramah karena karyawan/kru
akan membaca terus dan tidak mendengarkan hal-hal yang anda sampaikan.

Anda dapat memperkenalkan bantual visual tambahan jika anda


menggunakannya.

Kumpulkan lembaran informasi setelah ceramah berakhir sehingga dapat


digunakan kembali.

Beberapa aktivitas tertentu tetap dilakukan pada saat ceramah sedang


berlangsung. Hal ini dimaksudkan untuk mengikutsertakan dan melibatkan
pendengar.
Skrip akan menunjukkan kapan dimulainya aktivitas tersebut dan ditunjukkan
seperti ini:

Aktivitas 1 – Mintalah peserta untuk memeriksa suatu daerah kerja


yang ditentukan dan mengidentifikasi berbagai kerusakan dan
kesalahan tangga-tangga yang ada di sana.

Kesimpulan

Anda tidak harus menjadi penceramah yang ulung dulu sebelum menyajikan
Safety Talks yang menarik dan informatif.

Kunci keberhasilan suksesnya Safety Talks adalah perencanaan dan


persiapan.

Perencanaan dan Persiapan berarti:

Memilih topik yang sesuai/cocok

Mengetahui apa yang ingin disajikan; dan

Merencanakan bagaimana anda akan menyajikannya.

Tulislah perencanaan anda dan ceramahlah sesuai dengan catatan tersebut.

Sajikanlah pendahuluan yang singkat untuk menarik perhatian pendengar.

10
Gunakanlah contoh-contoh, bantuan-bantuan visual dan pertanyaan-
pertanyaan yang melibatkan peserta yang membuat diskusi menjadi lebih
hidup.

Buatlah ringkasan diakhir ceramah dan katakan kepada karyawan/kru apa


yang anda harapkan dari mereka dimasa yang akan datang.

Ketika anda memilih untuk menggunakan Safety Talk standar perusahaan,


anda tetap harus merencanakan dan menyiapkan presentase anda.

11