Anda di halaman 1dari 3

TUGAS TAMBAHAN GSDM PENGGANTI FIELDTRIP

Disusun oleh : Indah Alfi S (15/379934/TK/43199)


STA 1
Pada STA 1 tersusun oleh batuan segar berupa andesit dan breksi tuf yang
dihasilkan dari proses intrusi dan vulkanisme pada masa lampau. dan batuan lapuk
serta teralterasi, dimana kandungan plagioklas yang tinggi pada batuan asal
menyebabkan terbentuknya mineral lempung yang melimpah hasil proses ubahan
dari plagioklas.
Dari material-material yang ada pada STA 1. STA 1 memiliki potensi
sebagai tambang mineral lempung , termasuk dalam kategori bahan galian industri
kelompok V berkaitan dengan proses ubahan hidrotermal, dimana mineral lempung
telah dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai sumber bahan pembuatan gerabah.
Material andesit dapat digunakan sebagai material bahan bangunan, termasuk
dalam kategori bahan galian industri kelompok 2 berkaitan dengan batuan gunung
api. Namun potensi pemanfaatan andesit tidak terlalu signifikan dikarenakan
dominansi batuan yang telah teralterasi sehingga ketersediaan batuan segar tidak
melimpah.
Dari pemanfaatan yang telah dilakukan oleh warga. Seharusnya ketersedian
mineral lempung yang melimpah memiliki potensi lain yang lebih bisa
dikembangkan dan bersifat lebih ekonomis yaitu sebagai isolator atau
pengembangan inovasi nannoclay. Dimana nannoclay dibuat dengan mengubah
material lempung menjadi berukuran nannoscale. Nano-clay ini menjadi
bahan/subtitusi nano-material yang bernilai lebih tinggi dari hanya pemanfaatan
mineral lempung sebagai bahan baku gerabah. Dimana mineral lempung sendiri
melimpah ditemukan dan dalam pengeksplorasian mineral lempung mudah dan
murah, Namun perlu diperhatikan pengembangan inovasi teknologi dalam
pembuatan nano-clay ini, hal ini perlu inovasi dan dukungan secara materil
utamanya dari pemerintah. Nano-clay ini dalam pengaplikasiannya dapat
digunakan dalam bidang kontruksi bangunan dimana nano-clay dapat digunakan
sebagai bahan suntitusi pengisi pori yang dapat menambah kekuatan bahan
konstruksi banguan karena porositasnya berkurang. Nano-clay juga dapat
meningkatkan mechanical properties dan thermal properties bahan
konstruksi.Nano-clay juga dapat digunakan sebagai bahan substitusi dalam indutri
lain dimana teknologi nano sudah banyak berkembang dan dipakai saat ini.
Pembuatan nao-clay ini dengan memasukkan material mineral lempung dengan
senyawa kimia tertentu dalam striter waktu tertentu yang dinilai cukup mudah,
karena hanya memerlukan perubahan fisik berupa ukuran clay itu sendiri.
Juga Ditemukan mineral lempung jenis bentonit, dimana bentonit memiliki
karakteristik mudah menyusut dan mengembang dalam responnya menerima air.
Bentonit ini dapat dimanfaatkan dalam Berperan sebagai fluida pengeboran pada
lapangan minyak,sebagai cat litter dan hasil peternakan hewan, dalam teknik sipil,
untuk menghasilkan penghalang hidraulik (dalam aplikasi pembuangan sampah).
Namun kelimpahan bentonit sendiri pada daerah ini tidak cukup signifikan, perlu
diteliti lebih lanjut untuk membedakan jenis mineral lempung yang ada pada STA1.
Kaolin merupakan jenis mineral lempung lain yang dapat dimanfaatkan sebagai
pelapis dan pengisi kertas, sebagai pengisi plastik, cat dan farmasi.
Pemanfaatan mineral lempung untuk bahan baku indutri yang bersifat
ekonomis memerlukan inovasi teknologi, hal ini menjadi tantangan tersendiri,
utamanya bagi pemerintah dalam memanfaatkan potensi daerahnya. Penambangan
mineral lempung juga beresiko sangat tinggi terhadap adanya gerakan massa,
mengingat penambangan dilakukan oleh warga sekitar yang masih minim
memerhatikan faktor savety. Hal ini perlu diperhatikan pula oleh pemerintah.
STA 2
Pada STA 2 ini ditemukan mineralisasi emas pada urat kuarsa dan litologi
berupa andesit porfiri. Dimana mineralisasi emas ini disebabkan karena adanya
proses alterasi hidrotermal pada zona epithermal sulfidasi rendah berasosiasi
dengan sistem porfiri.
Pada STA 2 ini banyak ditemukan aktivitas pertambangan oleh warga
dimana berdampak terhadap pencemaran lingkungan yang cukup signifikan,
dikarenakan aktivitas penambangan oleh warga ini memakai senyawa kimia
berbahaya namun tidak dilengkapi dengan sistem pengolahan dan penampungan
limbah yang memadai. Juga aktivitas penambangan ini memiliki resiko yang sangat
tinggi namun tidak dibarengi dengan dipenuhinya prosedur keselamatan yang
memadai.
Namun untuk mengubah sektor pertambangan warga menjadi sektor
pertambangan oleh pemerintah memiliki tantangan yang cukup signifikan. Dimana
warga kontra terhadap hal tersebut, juga area pertambangan yang dinilai tidak
cukup ekonomis. Mengingat area pertambangan ini dihasilkan dari zona epithermal
sulfidasi rendah dengan mineralisasi bijih yang tidak cukup signifikan dibanding
mineralisasi sulfidasi tinggi.
Namun terdapat hal lain yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan
keekonomisan aktivitas pertambangan yaitu dengan lebih memanfaatkan hasil
sampingan dari proses penambangan berupa andesit porfiri dan barit. Andesit
porfiri yang melimpah pada daerah ini dapat digunakan untuk bahan bangunan,
utamanya untuk menyokong pembangunan bandara kulon progo.Dan barit dapat
dimanfaatkan untuk salah satunya bahan campuran dalam mud drilling.
STA 3
Pada STA 3 material yang ditemukan berupa endapan pasir besi. Dimana pasir besi
ini telah ditambang oleh warga sekitar untuk dijual dalam bentuk pasir besi saja.
Dalam pemanfaatannya, pasir besi ini dapat diolah lebih lanjut diekstrak untuk
didapatkan bijih besi atau REE yang bernilai jual jauh lebih tinggi. Hal ini perlu
menfdapat perhatian dari pemerintah dalam hal pengolahan pasir besi ini. Dimana
pemerintah berperan dalam penginisiasi dan pengembangan industri pengolahan
pasir besi dengan memanfaatkan warga sebagai tenaga kerja.

DAFTAR PUSTAKA
Asisten Praktikum Geologi Sumber Daya Mineral. 2011. Paduan Praktikum
Geologi Sumber Daya Mineral. Yogyakarta : Departemen Teknik
Geologi FT UGM
Suyono,Yoyon. 2012. Studi Awal Pembuatan Nanokomposit dengan Filler
Organoclay untuk Kemasan. Pontianak : Biopropal Industri Vol 3 No 2
Desember 2012 : 63-69. Diakses dari portalgaruda.org