Anda di halaman 1dari 4

TUGAS ILMIAH

VAKSINASI HEPATITIS A

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas


pada P3D Bagian Ilmu Kesehatan Penyakit Dalam

Disusun Oleh:
Diana Endah Nurul Rachman 12100116229

Preseptor:
dr. Agung F Sumantri, Sp.Pd

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN-RS MUHAMMADIYAH BANDUNG
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2017
VAKSINASI HEPATITIS A

Merupakan Imunisasi aktif yang diberikan berupa vaksin yang dilemahkan, yang
diinaktivasi formalin, dan berupa whole vaccine yang diproduksi dari kultur sel. Metode ini
menggantikan metode pemberian immunoglobulin untuk profilaksis individu yang belum
terpapar. Pemberian imunisasi aktif diberikan kepada orang dengan resiko tinggi terinfeksi virus
hepatitis A sebelum terinfeksi virus hepatitis A, yang belum mempunyai antibodi anti-HAV.
Contoh vaksin yang tersedia dipasaran saat ini adalah vaksin yang diproduksi oleh Glaxo
Smith Kline (Havrix) dan Merck yang memproduksi Vaqta. Pemberian vaksin diberikan dalam
dua dosis secara intramuscular dengan selang waktu 6-18 bulan. Pemberian harvix dosis tunggal
dapat memberikan efek proteksi sampai 1 tahun, tetapi proteksi permanen diperoleh dengan
memberikan vaksin dosis kedua dalam 6-12 bulan.

Indikasi :
 Kontak erat dengan personal yang diduga sedang dalam masa inkubasi hepatitis A
 Individu yang akan pergi ke tempat endemis. Diberikan 2 minggu sebelum
keberangkatan
 Individu yang mempunyai potensi infeksi hepatitis A tinggi yakni sosioekonomi
rendah, kebersihan air dan sanitasi yang buruk.

Kontraindikasi :
 Individu dengan alergi terhadap vaksin atau komponen dari vaksin
 Perhatian khusus perlu dipertimbangkan pada individu dengan penyakit akut derajat
sedang dan berat serta pada ibu hamil (beberapa penelitian menyarankan untuk menunda
vaksin hepatitis A bila individu berada dalam kondisi ini

Efek samping yang dapat timbul meliputi


 nyeri di tempat suntikan
 Sakit kepala.
 anafilaksis dan
 sindrom Guillain-Bare.
Dari data penelitian, booster setelah imunisasi primer tidak diperlukan karena tubuh akan
membuat sel memori terhadap virus hepatitis A.
Yang perlu diperhatikan pada pemberian Vaksin Hepatitis A
 Vaksin hepatitiss A harus disimpan dalam suhu 2-8 derajat celcius dan dapat disimpan
setidaknya dua tahun dalam kondisi tersebut tanpa mengurangi efektivitasnya.
 Penyimpanan vaksin di tempat beku akan merusak vaksin.
 Vaksin hepatitis A inaktif belum disetujui untuk diberikan kepada anak usia dibawah 2
tahun.
 Bila seseorang mengalami keterlambatan dalam pemberian vaksin kedua, maka vaksin
kedua dapat langsung diberikan tanpa mengulang vaksin pertama.

Dosis Rekomendasi Imunisasi Hepatitis A Dewasa


Vaksin Dosis Volume Jadwal
Havrix 1440 ELU 1 ml 0,6-12 bulan
Vaqta 50 U 1 ml 0, 6-18 bulan
Twinrix 720 ELU 1 ml 0,1,6 bulan
DAFTAR PUSTAKA

1. Setiati, Siti. 2014. Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia. Edisi Keenam. Jakarta