Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini kita sering mendengar dan melihat pemberitaan di berbagai
media masa nasional menyatakan banyak dari masyarakat Indonesia pergi
berobat ke luar negeri. Berobat ke luar negeri seperti telah menjadi tren
tersendiri di kalangan masyarakat menengah-atas Indonesia. Alasan seperti
penggunaan teknologi yang lebih canggih, kompetensi tenaga medis yang lebih
baik, serta pelayanan kepada pasien yang lebih ramah dibandingkan di
Indonesia menjadi faktor pendorong masyarakat Indonesia berobat ke luar
negeri. Sebagian besar memilih berobat ke negeri tetangga seperti Malaysia
dan Singapura. Salah satu faktor yang memudahkan adalah jarak kedua negara
tersebut yang cukup dekat. Setiap tahunnya jumlah orang Indonesia yang
berobat di luar negeri semakin meningkat. Kita mungkin bertanya-tanya
mengapa semakin banyak rakyat Indonesia yang berobat ke luar negeri.
Peran Keperawatan dalam Medical Tourism Perawat memiliki peran
ganda dalam wisata medis (Medical Tourism), yaitu untuk membantu klien
menemukan lokasi yang tepat di negara mana untuk mendapatkan perawatan
yang diinginkan dan juga untuk memperingatkan klien kemungkinan
mengalami resiko dan etika/hukum dilema. Melayani sebagai koordinator klien
dapat menjadi peran keperawatan lebih umum dalam wisata medis. Mengingat
pertanyaan etika dan hukum disebutkan di atas, bersama dengan probabilitas
bahwa pariwisata medis akan terus sebagai daerah pertumbuhan kesehatan,
perlu untuk mengajukan pertanyaan penting tentang peran ini.
Hal ini penting untuk menanyakan apakah perawat yang terlibat dalam
pariwisata medis menyadari potensi masalah medis/etika/hukum dikutip
sebelumnya atau apakah mereka hanya percaya bahwa mereka secara aktif
memberikan kontribusi untuk perawatan orang-orang yang tidak akan
menerima perawatan yang diperlukan di negara asal mereka. Program harus
dikembangkan untuk lebih mempersiapkan perawat untuk tanggung jawab yang
terlibat dalam industri pariwisata ini tumbuh medis. Akan masuk akal untuk

1
mengharapkan seperti kursus studi akan mencakup unsur-unsur yang kuat
transkultural, serta bisnis dan manajemen studi, dan diskusi etika dan hukum
yang berkaitan dengan perawatan pasien dalam keadaan seperti Perawat yang
ingin mempelajari lebih lanjut tentang pariwisata medis dapat melakukannya
dalam beberapa cara. Langkah pertama akan meningkatkan basis pengetahuan
dan keterampilan di bidang bisnis dan manajemen karena pariwisata medis pada
dasarnya adalah sebuah bisnis.
Perawat tertarik di bidang ini juga didorong untuk mencari di Internet
untuk mengidentifikasi rumah sakit yang memiliki pusat pariwisata medis dan
untuk menghubungi perawat yang bekerja langsung di pusat-pusat tersebut.
Selain itu, konferensi menghadiri dirancang bagi para profesional kesehatan
tertarik pariwisata medis akan menjadi langkah berharga dalam belajar lebih
banyak tentang bidang ini. Baru-baru ini ada beberapa konferensi yang berfokus
pada pariwisata medis bagi para profesional kesehatan. Perawat dapat
memperoleh informasi berharga dengan mengikuti berbagai kuliah yang
disajikan pada konferensi ini dan juga dengan membuat kontak dengan orang
lain di lapangan untuk belajar langsung dari para profesional yang sudah
berpengalaman dalam pariwisata medis.
1.2 Tujuan
a. Tujuan umum
Mahasiswa diharapkan mampu memahami tentang Konsep dan Praktek
Patient Lassion
b. Tujuan Khusus
 Untuk mengetahui tentang Konsep dan Praktek Patient Lassion
 Agar dapat memahami tentang Konsep dan Praktek Patient Lassion
1.3 Rumusan masalah
1. Apa itu Patient Lassion?
2. Apa itu Konsep dan Praktek Patient Lassion?
3. Bagaimana Layanan Patient Lassion?

2
BAB II
PEMBAHASAN

2. 1 Definisi Patient Lassion


Patient Lassion suatu tindakan dimana pasien yang di rawat di rumah sakit
domestik dan sudah mendapat banyak perawatan namun belum kunjung
sembuh, maka terdapat program pelayanan kesehatan ke luar negeri untuk
mendapat perawatan lebih intensif.
Dalam sebuah data disebutkan bahwa sebesar 70% rakyat Indonesia yang
tergolong memiliki finansial mampu (menengah-atas) cenderung untuk
berobat ke luar negeri. Malaysia dan Singapura adalah 2 negara yang paling
sering menjadi destinasi berobat orang Indonesia. Selain kedua negara
tersebut terdapat juga berbagai negara lain pengusung kebijakan Travel
Medicine (wisata kesehatan) yang mulai menargetkan kunjungan berobat
pasien dari luar negeri termasuk Indonesia seperti Thailand, China, dan India.
Setiap tahunnya ada sekitar 500.000 pasien Indonesia yang berobat keluar
negeri dan dari tahun ke tahun jumlahnya cenderung meningkat. Sebuah data
menyebutkan bahwa salah satu rumah sakit milik pemerintah singapura, RS
Tan Tock Seng, pada tahun 2005 terdapat 49.000 pasien luar negeri yang
dirawat. Dari jumlah tersebut 44% atau sekitar 11.000 pasien diantaranya
adalah orang Indonesia dan 50% nya berasal dari jakarta. Tidak hanya warga
ibukota saja yang pergi berobat ke luar negeri, diperkirakan sekitar 1000
orang warga sumatera utara setiap bulannya sering berobat di Penang,
Malaysia. Pada tahun 2006 diperkirakan jumlah devisa yang dikeluarkan
negara untuk pengobatan warganya di luar negeri mencapai USD 600 juta.
Bisa dibayangkan pada saat sekarang berapa jumlah devisa yang ‘tersedot’
hanya untuk biaya kesehatan penduduk Indonesia di luar negeri.
2. 2 Konsep dan Praktek Patient Laytion
Fasilitas diagnostik dan perawatan yang canggih, tenaga medis yang
mencukupi dan berkompeten, serta efisiensi tinggi menjadi daya tarik
tersendiri orang Indonesia untuk berobat keluar negeri. Fasilitas canggih serta
tenaga medis profesional tentu dapat menawarkan paket pelayanan yang lebih

3
baik serta efisiensi yang tinggi menjadikan biaya berobat di negara-negara
travel medicine tidak jauh berbeda dengan negara asal pasien. Lantas apakah
hal-hal tersebut menjadi alasan pasien Indonesia berobat keluar negeri?,
Ternyata faktor yang paling berpengaruh adalah komunikasi dokter-pasien
(KDP). Secara kompetensi atau kemampuan medis, dokter Indonesia tidak
kalah hebat dengan dokter luar negeri. Selain itu secara fasilitas, sudah banyak
layanan kesehatan di Indonesia yang menawarkan peralatan diagnosis
canggih dengan tenaga operator yang amat terlatih meskipun harus diakui
masih ditemukan hambatan di lapangan berupa kuantitas yang belum
mencukupi. Sebuah data menyebutkan, di Singapura, pasien dapat
berkonsultasi hingga kurang lebih satu jam dengan dokternya. Selain itu
dokter bersikap ramah dan bersedia dihubungi baik itu melalui telepon bahkan
SMS. Tentunya hal yang jarang bagi seorang dokter di Indonesia untuk
berkonsultasi dengan pasien lebih lama. Waktu yang singkat untuk
mendengar keluh kesah pasien juga menjadikan pasien tidak dapat
menyampaikan keseluruhan yang ia rasakan kepada dokternya sehingga
komunikasi menjadi satu arah dan persepsi pasien terhadap dokternya
menjadi tidak baik.
2. 3 Layanan Patient Lassion
Pada Layton Family Medicine, dokter keluarga mengembangkan
hubungan jangka panjang dengan pasien dan anggota keluarga pasien. Mereka
merawat pasien mereka untuk hidup, dari bayi sampai dewasa.
Kantor mereka berisi banyak fasilitas diagnostik yang diperlukan untuk
mendiagnosis kondisi umum termasuk x-ray, EKG, berbagai pengujian
laboratorium dan darah. Layanan ini memungkinkan mereka untuk
memberikan diagnosis dalam periode waktu yang lebih singkat.

Mereka menyediakan berbagai layanan untuk keluarga termasuk:


Penyakit akut:
 Batuk
 Sakit tenggorokan
 Demam

4
 Radang pernapasan
 Infeksi telinga
 Asma
 Bronchitis
 Pneumonia
 Infeksi saluran kemih dan ginjal
 Infeksi kulit
 Cellulitis
 Abses
Cedera akut:
 Keseleo
 Luka robek
 Patah tulang
 Kecelakaan
 Cedera kerja
 Cedera olahraga
Perawatan pasien keluarga:
 Obat pencegahan
 Cek anak sehat
 Manajemen Penyakit Kronis
 Imunisasi
 Pemantauan Diabetes dan Glukosa
 Hipertensi (tekanan darah tinggi)
 Geriatrics
 Cek Tekanan Darah
 Spirometri (paru-paru pengujian fungsi)
 Kandungan
 Misionaris / Olahraga / DOT pemeriksaan fisik
Prosedur dan test perawatan:
 Uji Cepat Strep
 Uji Mono

5
 Uji Influenza
 X-ray
 EKG
 Pengobatan Pernafasan (Nebulizer Therapy)
 IM dan IV Obat
 IV Terapi Cairan
 Laserasi Repair (penjahitan)
 Pengeringan Abses
 Prosedur Kulit
 Ortho Kaca Belat
 Casting Patah Tulang

a. Layanan Medis Internasional (IMS -International Medical Services)


Layanan Medis Internasional (IMS) di National Heart Centre
Singapore menyediakan berbagai ragam bantuan bagi pasien mancanegara
dan juga keluarganya, memastikan masa tinggal mereka lancar dan
nyaman.
Pelayanan mencangkup:
 Mengatur Jadwal Medis
Membantu anda dalam membuat jadwal bertemu dokter dan juga
rujukan konsultasi di Klink Spesialis Rawat Jalan kami.
 Rujukan Dokter
Berdasar dari riwayat medis yang disediakan, kami akan mengatur
jadwal bagi Anda untuk bertemu dengan spesialis yang sesuai.
 Bantuan Sebelum, Saat dan Setelah Rawat Inap
Membantu Anda dalam mengatur proses masuk rumah sakit, termasuk
memberi saran tentang perkiraan biaya dan jangka waktu yang
diperlukan. Saat Anda tiba di rumah sakit, tim kami akan bertemu
dengan Anda dan mendampingi saat pendaftaran dan proses administasi.
Saat Anda keluar dari rumah sakit, kami dapat membantu untuk
mengatur jadwal rutin yang selanjutnya dengan spesialis kami.
 Bantuan untuk Evakuasi Medis

6
Berkerja sama dengan berbagai sarana bantuan medis untuk membantu
evakuasi pasien dari negara asal untuk berobat ke Singapura. Kami pun
membantu dengan evakuasi keluar dari Singapura ke negara asal pasien.
 Penjemputan dari Airport
Jika pasien memerlukan, pengantaran dari rumah sakit menuju airport
atau hotel memakai mobil limosin, ambulans, atau taxi dapat diatur
dengan tambahan biaya.
 Reservasi Hotel /Apartemen
Membantu Anda mengajukan dan mengatur akomodasi di hotel dan
apartemen terdekat dengan harga spesial tergantung dengan anggaran
biaya Anda.
 Pelayanan Lain lain
Untuk memastikan kebutuhan Anda dan anggota keluarga terpenuhi,
kami juga menyediakan pelananan lain seperti:
 Perpanjangan visa
 Informasi umum dalam rumah sakit dan informasi bagi pelancong
 Penerjemah bagi pasien yang tidak fasih dalam bahasa Inggris
 Pertukaran mata usang asing
 Layanan Laundry
b. Pelayanan pasien internasional
Memberikan berbagai macam layanan kepada pasien dari luar negeri
dan anggota keluarganya, memastikan mereka mendapat pengalaman
menyenangkan dan nyaman.
Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan yang umum ditanyakan
oleh pasien internasional:
1. Bagaimana cara saya membuat janji temu dengan spesialis mata di
Singapore National Eye Centre?
Staf Pelayanan Pasien Internasional (IPS) kami akan membantu
menjadwalkan janji temu untuk anda di Singapore National Eye Centre.
Silakan hubungi kami di:
 Email: ips@snec.com.sg
 Tel : +65 6100 9393

7
 Fax : +65 6222 9393
2. Informasi apa yang dibutuhkan untuk membuat janji temu pertama?
Mohon berikan data berikut kepada kami:
 Nama pasien (sesuai paspor)
 Nomor paspor
 Alamat tempat tinggal
 Nomor telepon
 Tanggal Lahir
 Catatan keluhan medis anda
 Tanggal janji temu yang diinginkan
3. Jika saya tidak terpikir dokter tertentu, apakah anda dapat
merekomendasikan seorang dokter?
Dengan senang hati akan merekomendasikan seorang dokter
berdasarkan informasi yang anda berikan mengenai kondisi anda.
4. Dokumen apa yang perlu saya bawa saat janji temu pertama?
Untuk janji temu pertama, mohon membawa resume/catatan medis
anda, x-ray, obat-obatan saat ini, dan semua informasi relevan lainnya
yang berhubungan dengan kondisi medis anda. Jika anda dirujuk oleh
dokter, mohon membawa detil contact dokter yang merujuk.
5. Apakah saya perlu rujukan dokter dari negara asal?
Surat rujukan dari dokter mata yang menangani Anda sebelumnya akan
sangat berguna bagi dokter kami untuk mendapatkan informasi akurat
mengenai penanganan/pengobatan yang telah diberikan pada Anda
sebelumnya. Surat rujukan bukan suatu keharusan.
6. Apakah saya memerlukan visa untuk masuk Singapura guna mendapat
perawatan medis?
Pasien dari Negara ASEAN tidak memerlukan visa untuk masuk
Singapura. Untuk daftar negara yang memerlukan visa untuk masuk
Singapura, silahkan mengunjungi situs Immigration & Checkpoint
Authority (ICA) www.ica.gov.sg
7. Jika pengobatan saya memerlukan saya memasuki Singapura beberapa
kali, apakah saya membutuhkan visa untuk kunjungan berikutnya?

8
Anda dapat mengurus multiple entry visa pada Immigration&
Checkpoint Authority (ICA) apabila pengobatan membutuhkan anda
memasuki Singapura beberapa kali. Rumah sakit dapat mengeluarkan
surat yang mendukung aplikasi anda, jika perlu.
8. Apakah saya akan diberi informasi mengeni biaya medis yang
berhubungan dengan pengobatan saya sebelum datang ke Singapura?
Kami akan memberi anda estimasi biaya perawatan medis, berdasarkan
laporan medis yang anda berikan. Kami akan memberi tahu anda
kembali sekiranya ada revisi terhadap estimasi biaya yang kami berikan
sebelumnya, sesuai dengan hasil konsultasi pertama anda dengan
dokter.
9. Apakah ada akomodasi di dekat rumah sakit untuk anggota keluarga
saya?
Kami dapat mengatur akomodasi anda baik di hotel terdekat untuk
jangka waktu singkat atau apartemen untuk jangka yang lebih lama. Klik
di sini untuk daftar hotel.
10. Saya tidak dapat berbahasa Inggris, Mandarin atau Melayu, dapatkan
anda menyediakan pernterjemah?
Kami dapat menyediakan penterjemah untuk anda. Mohon laporkan
kepada staf International Patient Service kami pada saat anda
mendapatkan konfirmasi janji temu anda di rumah sakit. Layanan
penterjemah dikenai biaya.
11. Dapatkan rumah sakit anda menyediakan makanan khusus yang
dibutuhkan?
Kami dapat membuat pengaturan yang sesuai, silahkan beritahu staf
International Patient Service kami ketika anda masuk rawat inap. Dapur
Singapore General Hospital juga bersertifikat halal.

9
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Penyelenggaraan pelayanan keperawatan pariwisata, dapat terwujud dan
berjalan lancar bila didukung oleh berbagai pihak yang sangat kompeten dan
mempunyai minat yang sama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat. Untuk menjangkau pelayanan kesehatan secara lebih aktif dan
global, menjangkau seluruh lapisan masyarakat di tingkat bawah, baik lokal
maupun international, diperlukan adanya praktek inovatif berupa perluasan
jangkauan pelayanan kesehatan berbasis international yang terutama
difokuskan pada layanan di daerah yang menjadi tujuan wisata.

3.2 Saran
Diharapkan agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang
konsep dan praktek patien lassion dan dapat mengaplikasikan kepada
masyarakat.

10
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2013.Peran Keperawatan dalam Medical Tourism


http://www.scribd.com/doc/187149510/Peran-Keperawatan-Dalam-
Medical-Tourism#scribd diakses pada tanggal 03 februari 2018 pukul
11.30 wita

Anonim.2015.Training Healthcare Professional.


http://cpr.heart.org/AHAECC/CPRAndECC/Training/HealthcareProfessio
nal/Pediatric/UCM_476258_PALS.jsp diakses pada tanggal 03 februari
2018 pukul 11.50 wita

Anonim.2012. Layton family http://laytonfamilymedicine.com/patient-center/


diakses pada tanggal 03 Februari 2018 pukul 12.00 wita

Anonim.2014. Medical tourism.


https://www.singhealth.com.sg/PatientCare/Overseas-
Referral/bh/Conditions/Pages/Intracranial-Pressure-Monitor.aspx diakses
pada tanggal 03 Februari 2018 pukul 12.25 wita

Anonim.2015.http://wilayah1.ismki.org/pelayanan-kesehatan-di-indonesia-dan-di-
negara-negara-tetangga-implikasi-terhadap-perbaikan-kualitas-layanan-di-
indonesia/ diakses

Health.2013. Pasien Mancanegara


https://www.nhcs.com.sg/patientcare/internationalpatients/PasienMancane
gara/Pages/Home.aspx diakses pada tanggal 03 Februari 2018 pukul 12.50
wita

11