Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

S DENGAN DIAGNOSA MEDIS


HCV DAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI DI PAVILIUN 5 RSK ST.
VINCENTIUS A PAULO SURABAYA

OLEH

Oktavia Hadi Pratiwi 201704031


Riswanda Wulandari 201704033
Roselina Suita Riada 201704034

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KATOLIK
ST. VINCENTIUS A PAULO SURABAYA
2017
Laporan Kasus

1. PENGKAJIAN

Tanggal Pengkajian : 09 Desember 2017 Jam : 11.00 WIB

Tanggal MRS : 07 September 2017 No RM :170xxxx

Diagnosa Masuk : HCV Chronik + PJK + Febris

A. Identitas Pasien

Nama : Ny. S

Usia : 54 th

Jenis Kelamin : Perempuan

Pendidikan : SMA

Status : Janda

Suku : Jawa

Agama : Katolik

Alamat : Surabaya

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

B. Riwayat Keperawatan
1) Keluhan Utama : pasien mengungkapkan badan lemas dan nyeri di ulu hati
2) Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien mengungkapkan badan panas ± 3 hari dengan suhu 40oC yaitu sejak
tanggal 4 Desember 2017. Saat panas pasien minum obat pereda panas yang
dibeli di apotek. Pada tanggal 7 Desember 2017 pasien berobat ke poli RKZ
dengan keluhan badan panas, badan terasa lemas, sakit kepala dan mual. Di
poli dilakukan pemeriksaan:
Hematologi Normal Hasil
Leukosit 4,6-10,2 19,48 10e3/µL
Eritrosit 4,04-5,48 e6/µL 4,18 10e6/ µL
Hemoglobin 12,2-16,2 g/dL 13,3 g/dL
Hematokrit 37,7-47,9 38,3 %
Trombosit 150-400 x109/L 155 x109/L
Nilai-Nilai MC

2
MCV 80-98 91,6 fL
MCH 27-31 31,8 pg
MCHC 32-35 34,7 g/dL-
Elektrolit
Natrium 135-148 130 mmol/L
Kalium 3,5-5,3 3,6 mmol/L
Imunologi
Infeksi Salmonella
Anti-S.Typhi IgM (Tubex TF) Non reactive: <4 Non reactive <2
Reactive :>4
FAAL HATI
SGOT <32 58 U/L
SGPT <33 108 U/L
FAAL GINJAL
Kreatinin 0,5 – 0,9 mg/dL 0,91 mg/dL
Perkiraan Laju Saring Glomerulus 90-120 mL/min/1.73 m2 76,1 mL/min/1.73 m2
(eGFR)
Asam Urat 2,6-6 mg/dL 5,0 mg/dL
DIABETES
Glukosa Puasa 70-130 mg/dL 105 mg/dL
URINALISIS
MAKROSKOPIS
Warna Kuning muda Kuning
Kejernihan Jernih Agak keruh
Kimia
Berat jemis 1,001-1,035 1,010
Leukosit Negatif 500
Nitrit Negatif Negatif
pH 4,7-8,0 5
protein Negatif Negatif
glukosa Negatif Negatif
keton Negatif Negatif
urobilinogen <1 4
bilirubin Negatif 1
eritrosit Negatif 25
MIKROSKOPIS
Eritrosit 0-1 2-3 /LPB
Leukosit 1-4 10-12 /LPB
Silinder Negatif Negatif
Kristal Negatif Negatif
Epitel 5-15 8-10 /LPK
Bakteri Negatif Positif

Lalu dokter menyarankan untuk rawat inap dan Ny.S MRS di P.5 dengan
keadaan umum pasien tampak lemah, akral panas, tanpa alat medis, tampak
ikterus, TTV: S 39oC, N 92x/menit, RR 22x/menit,TD 110/70 mmHg, SpO2
95%, GCS 4-5-6. Di P.5 pasien mendapatkan terapi paracetamol 500 mg 3x1
PO, Olycid 150 mg 1x1 PO, Sofobuvir 1x1 PO, Tricefin 1 gr 2xIV, Aminofluid
1000/24 jam drip, paracetamol 1 gr IV (kp). Tanggal 8 Desember 2017 pasien
mengungkapkan badan panas dan mencret. Keadaan umum lemah, akral

3
hangat, nadi kuat TTV: TD 110/70, N 92x/menit, S 40oC. Dokter menyarankan
cek FL dan tes malaria dengan hasil malaria negatif, FL normal. Pasien
mendapatkan terapi injeksi paracetamol 1 gr IV, infus aminofluid 1000mL/24
jam, injeksi Indexon 3x1 IV, Imodium 3x1 PO (k/p), Crestor 10mg PO 0-0-1.
Pasien menolak kompres dan memotivasi untuk minum banyak, cairan masuk
1000mL, cairan keluar 450 mL, balance cairan +550mL.
Tanggal 9 Desember 2017 jam 08.00 WIB pasien mengungkapkan tidak ada
keluhan, keadaan umum agak lemah, nadi kuat, TTV: Nadi 72x/menit, S 36oC,
TD 120/80 mmHg. Mendapatkan terapi infus aminofluid 1000 mL/24 jam.
3) Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien pernah memiliki riwayat mimisan pada
bulan Mei 2017 dan pernah opname di RSK. Pasien mempunyai riwayat
penyakit HCV, mendapat terapi Olysio 1-0-0 dan Sofobuvir 1-0-0. Pasien
memiliki riwayat Hipertensi sejak 5 tahun yang lalu dan pasien dirumah
mengkonsumsi obat amllodipin.
4) Riwayat Penyakit Keluarga : Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga
yang menderita penyakit hepatitis C maupun diabetes
5) Riwayat Psikososial Spiritual:
Pasien mengetahui penyakit yang dideritanya. Pasien sudah dijelaskan
mengenai terapi dan penyakitnya oleh dokter. Pasien juga mengatakan kalau
sudah mengerti tentang penyakit, dan terapi yang diberikan serta cara
penularan yaitu melalui darah dengan menggunakan jarum suntik yang dipakai
bergantian atau melalui transfusi darah. Pasien mengungkapkan cemas dengan
penyakit yang dialaminya dan mengkhawatirkan anaknya karena takut anaknya
tertular penyakit hepatitis dan pasien tidak ingin merepotkan keluarganya. Saat
sakit pasien dijaga oleh keluarga secara bergantian. Pasien kooperatif saat
dilakukan pengkajian terbukti dari sikap pasien yang selalu menerima dan
pasien mau mengungkapkan masalahnya ke perawat. Pasien beragama Katolik
dan pasien ikut ambil bagian dalam kegiatan yang diadakan di gereja. Selama
berada di rumah sakit, pasien tetap berdoa setiap saat.
6) Riwayat Alergi : pasien mengungkapkan tidak memiliki riwayat alergi obat
ataupun makanan
7) Lingkungan yang mempengaruhi kesehatan :

4
Pasien mengungkapkan di lingkungannya tidak ada yang menderita hepatitis.
Pasien mengungkapkan tidak pernah menggunakan jarum suntik, sikat gigi
maupun barang kebersihan pribadi secara bergantian.
C. Pola Pemenuhan Kebutuhan Dasar
1) Nutrisi
Dirumah :
Pasien makan teratur 3x sehari dengan menu pagi oatmeal campur susu, siang
makan sup, lauk pauk dan buah-buahan tanpa nasi, sore makan nasi merah
dicampur nasi putih dan lauk. Pasien minum 6-8 gelas perhari, pasien makan
dan minum secara mandiri.
Dirumah sakit :
Pasien makan 3x sehari dengan menu nasi lunak, sayur, lauk. Pasien diberikan
diet rendah serat. Pasien hanya bisa menghabiskan 3/4 porsi makan dan pasien
makan secara mandiri. Minum air putih, 6-8 gelas perhari.
2) Eliminasi
Dirumah :
Pasien BAK 6-7 kali sehari, warna kuning jernih. BAB 1x sehari dengan
konsistensi lembek.
Dirumah sakit:
Pasien BAK 6-7 kali sehari dengan warna kuning jernih. Pasien
mengungkapkan BAB 1 kali sehari dengan konsistensi lembek.
3) Aktifitas dan Istirahat
Dirumah :
Pasien merupakan seorang ibu rumah tangga, pasien bangun tidur jam 05.00.
Pasien tidur malam selama 4 jam perhari dari jam 01.00 – 05.00 WIB karena
pasien mengalami insomnia. Tidur siang 1 jam dari jam 13.00-14.00 WIB.
Dirumah pasien biasa membuat rajutan dan pasien mengungkapkan sering
melakukan olahraga atau bepergian dengan temannya.
Dirumah sakit :
Pasien mengungkapkan sering tidur karena tidak ada aktivitas. Pasien tidur
selama 8-9 jam. Pasien mulai tidur pukul 20.00-05.00 WIB. Pasien mampu
melakukan semua aktifitas secara mandiri .

5
4) Hygiene perseorangan
Dirumah :
Pasien mandi secara mandiri 2 x sehari, sikat gigi dapat dilakukan sendiri 2 x
sehari, cuci rambut 2-3 kali dalam seminggu. Pasien mengganti pakaiannya 2x
sehari.
Dirumah sakit:
Saat dikaji pasien sudah mandi dan sikat gigi 2 x sehari, pasien mandi dibantu
oleh perawat. Pasien mengungkapkan belum cuci rambut.
D. Pemeriksaan Fisik
1) Keadaan umum:
Pasien agak lemah, tingkat ketergantungan partial care.
2) Sistem Pernapasan
Frekuensi RR 18x/menit, napas pendek dan dangkal, bentuk dada simetris saat
inspirasi, tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan, suara napas vesikuler.
3) Sistem Sirkulasi
Suara jantung S1 dan S2 tunggal di midclavicula sinistra ICS 4-5, irama
jantung reguler, tidak ada sianosis, CRT <2 detik, akral hangat, TD: 110/80
mmHg, konjungtiva pucat, sklera agak kuning, suhu 360C, nadi 84x/menit
4) Sistem Persyarafan
Kesadaran composmentis, GCS 4-5-6, pupil kiri-kanan isokor dengan diameter
3mm/3mm, reaksi cahaya +/+, NRS 4, pasien tampak menyeringai, pasien
mampu membedakan rasa tajam dan tumpul.
5) Sistem Perkemihan
Saat di palpasi kandung kemih teraba lembek
6) Sistem Pencernaan
Mukosa kering, tidak ada sariawan, Abdomen tampak simetris, teraba supel,
tidak ada pembesaran hepar, tidak ada distensi abdomen, bising usus 12
x/menit, nyeri tekan pada perut kanan atas.
7) Sistem Muskoloskeletal dan Integumen
Tidak ada oedem, tidak ada deformitas sendi, terdapat varises di ekstremitas
bawah, tidak ada luka. Skala kekuatan otot:

6
5 5
5 5
Kekuatan otot masing masing 5 pada keempat ektremitas, dimana pasien dapat
menggerakan semua anggota ekstremitasnya tanpa ada kelemahan pada
ekstremitas, turgor kulit elastisitas kenyal, perabaan halus, pasien tampak
ikterus..
E. Pemeriksaan Penunjang
Tanggal 11 Desember 2017
Hematologi Normal Hasil
Leukosit 4,6-10,2 8,68 10e3/µL
Eritrosit 4,04-5,48 e6/µL 4,05 10e6/ µL
Hemoglobin 12,2-16,2 g/dL 12,1 g/dL
Hematokrit 37,7-47,9 37,6 %
Trombosit 150-400 x109/L 218 x109/L
Hitung jenis
Eosinophil 1-2 % 1%
Basophil 0-1 % -
Stab 3-5 % 10 %
Segmen 54-66 % 71 %
Lymposit 25-33 % 12 %
Monosit 3-7 % 6%
LED 12-18 mm/jam 29-59 mm/jam
Nilai-Nilai MC
WBC 4-11 ribu/uL 8,68 ribu/uL
RBC 4,1-5,1 juta/uL *4,05 juta/uL
HGB 11,5-16,5 g/dL 12,1 g/dL
HCT 35-47 % 37,6 %
MCV 80-98 92,8 fL
MCH 27-31 29,9 pg
MCHC 32-35 32,3 g/dL-
MHCM 31-35 *37,0 g/dL
CH 24-35 34 pg
PLT 250-400 218 ribu/uL
HDW 1,9-3 2,49 g/dL
PDW 25-62 57,2 fL
PCT 0,15-0,4 *0,1 %
RDW-CV 11,5-14,5 *15,2 %
MPV 6,3-11 *6,1 fL
Karbohidrat
Gula darah puasa 70-115 mg/dL 111 mg/dL

F. Terapi
1. Paracetamol 3x500 mg PO
Indikasi: digunakan sebagai obat penurun panas (analgesik) dan dapat
digunakan sebagi obat penghilang rasa sakit dari segala jenis seperti sakit

7
kepala, sakit gigi, nyeri pasca operasi, nyeri sehubungan dengan pilek,
nyeri otot pasca-trauma, Sakit kepala migrain, dismenore dan nyeri sendi.
Efek samping: Ruam atau pembengkakan, Hipotensi (tekanan darah
rendah) ketika diberikan di rumah sakit dengan infus. Kerusakan hati dan
ginjal, ketika diambil pada dosis lebih tinggi dari yang direkomendasikan
(overdosis), Diare, Keringat berlebihan, Kehilangan nafsu makan, Mual
atau muntah, Kram perut atau nyeri, Pembengkakan atau nyeri di perut atau
perut daerah atas.
2. Olyzio 150 mg PO 1-0-0
Indikasi: obat ini mengandung simeprevir Sodium. Obat ini digunakan
untuk perawatan, kontrol, pencegahan dan perbaikan penyakit hepatitis C
kronis.
Efek samping: beberapa efek samping olyzid antara lain Diare, Pusing,
Sakit kepala, Gatal, Nyeri otot, Mual
3. Sofobuvir 400 mg PO 1-0-0
Indikasi: obat yang digunakan untuk pengobatan hepatitis C. Sofosbuvir
menghambat protein NS5B virus hepatitis C.
Efek samping: Efek samping yang umum adalah kelelahan, sakit kepala,
mual, ruam, lekas marah, pusing, nyeri punggung, dan anemia.
4. Tricefin 2 x 1 gr IV
Indikasi: Tricefin injection 1 g adalah obat yang digunakan untuk
mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih (ISK), infeksi
tulang, infeksi kulit dan sendi, infeksi intra-abdomen, gonore tanpa
komplikasi, septikemia, profilaksis bedah, meningitis, dan berbagai infeksi
lain. Tricefin injection 1 g mengandung Ceftriaxone, antibiotik golongan
cephalosporin generasi ketiga.
Efek samping: Efek samping yang umum seperti diare, mual, muntah,
neutropenia, eosinofilia, anemia, ruam, pruritus, demam, menggigil,
peningkatan konsentrasi serum AST, ALT, BUN, reaksi lokal pada tempat
injeksi (misalnya rasa sakit, indurasi, ecchymosis, dan nyeri).

8
5. Indexon 3x IV
Indikasi : obat golongan kortikosteroid yang bertindak sebagai
antiperadangan (anti inflamasi) dan anti alergi. Obat ini digunakan untuk
segala macam penyakit yang berhubungan dengan proses peradangan.
Efek samping : luka lambung, tulang rapuh (osteoporosis), gemuk air,
rentan infeksi, gangguan elektrolit darah, dan lain-lain.
6. Infus aminofluid 1000 ml/24 jam (14 tetes/menit)
Indikasi : Aminofluid Infusion diindikasikan untuk perawatan Asma,
Hiperkalemia, Gula darah rendah, Dehidrasi, Skizofrenia, Penyembuhan
luka dan kondisi lainnya.
Efek samping: Ruam kulit, nyeri dada, palpiasi edema serebral, pulmoner
dan perifer, hiperkalemia, asidosis, intoksikasi air, nyeri vaskuler, flebitis,
menggigil, demam, rasa hangat, dan sakit kepala.

9
ANALISA DATA

No Tanggal Data Kemungkinan Penyebab Masalah


1 09/12/2017 S:pasien Virus hepatitis Nyeri
mengungkapkan nyeri ↓
ulu hati dan nyeri di Peradangan pada sel-sel
pinggang. hati
O: tensi 110/80 ↓
mmHg, nadi Respons Inflamasi lokal
84x/menit, pasien organ hati
tampak menyeringai, ↓
NRS 4, nyeri tekan Pengeluaran mediator kimia
pada perut kanan atas (bradikinin, histamin,
serotonin) dari sel yang
Hasil Laboratorium rusak
DL: ↓
-Leukosit: Merangsang ujung saraf
19,48x10e3/µL nyeri
- SGOT 58 u/L ↓
- SGPT 108 u/L Hipotalamus lateral

Cortex cerebri

Nyeri

No tanggal DIAGNOSA KEPERAWATAN


1 09/12/2017 Nyeri berhubungan dengan respons inflamasi lokal organ hati yang di tandai
dengan pasien mengungkapkan nyeri ulu hati, tampak menyeringai, NRS 4,
nyeri tekan pada perut kanan atas

10
RENCANA KEPERAWATAN
No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi Formatif Evaluasi Sumatif
keperawatan
1 Nyeri Pasien 1) Jelaskan kepada 1) Dengan 1. Jam 08.00 09 Desember 2017 12 Desember 2017
berhubungan menunjukkan pasien tentang memberikan Menjelaskan Jam 11.00 S: Pasien
dengan respons penurunan penyebab nyeri dan pengetahuan pasien kepada pasien S: pasien mengungkapkan
inflamasi lokal nyeri/nyeri hilang tindakan yang akan lebih mengerti dan tentang mengungkapkan sudah tidak nyeri
organ hati yang di setelah dilakukan dilakukan kooperatif terhadap penyebab nyeri nyeri ulu hati dan O:
tandai dengan tindakan tindakan yang yaitu peradangan nyeri di pinggang keadaan umum
pasien keperawatan dilakukan pada hati dan O: baik, tidak lemah,
mengungkapkan selama 3 x 24 tindakan yang tensi 110/80 TD 120/80, N
nyeri ulu hati, jam dengan 2) Berikan pilihan 2) Meningkatkan dilakukan untuk mmHg, nadi 80x/menit, NRS 0,
tampak kriteria hasil: tindakan nyaman, relaksasi dan mengatasinya 84x/menit, pasien wajah tampak
menyeringai, NRS  Nyeri seperti distraksi memampukan adalah dengan tampak rileks, akral hangat
4, nyeri tekan berkurang/ (nonton tv, pasien untuk melakukan menyeringai, NRS A: masalah teratasi
pada perut kanan hilang mendengarkan memfokuskan relaksasai seperti 4, nyeri tekan pada (Pasien KRS)
atas  Nadi normal musik), relaksasi perhatian, dapat menonton tv, perut kanan atas
60-100 napas dalam meningkatkan mendengarkan A:
x/menit, TD koping lagu, menarik Masalah belum
normal 110- napas dalam teratasi
120/70-90 3) Kolaborasi dengan 3) Paracetamol P:
 NRS 0-1 dokter dalam digunakan sebagai 2. Jam 08.10, Intervensi 1,2,3,4,5
 Pasien rileks pemberian terapi: obat penurun panas Mengidentifikasi dilanjutkan
 paracetamol (analgesik) dan keluhan nyeri,
3x500 mg PO dapat digunakan lokasi nyeri, durasi
sebagi obat nyeri
penghilang rasa
sakit dari segala 3. Jam 08.15
jenis seperti sakit Mengajarkan
kepala, sakit gigi, pasien teknik
nyeri pasca operasi, relaksasi dengan
nyeri sehubungan tarik napas panjang
dengan pilek, nyeri 5 detik lalu
otot pasca-trauma, dihembuskan,

11
Sakit kepala menganjurkan
migrain, dismenore melakukan aktivitas
dan nyeri sendi. lain seperti nonton
 olyzio 150 mg  Obat ini obat ini tv untuk
PO 1-0-0 mengandung mengalihkan
simeprevir Sodium perhatian terhadap
yang digunakan nyerinya.
untuk perawatan,
kontrol, pencegahan 4. Jam 10.00
dan perbaikan Memberikan
penyakit hepatitis C Paracetamol 500
kronis. mg 1 tablet, olyzio
 sofosbuvir 400  Sofosbuvir 150 mg, dan
mg PO 1-0-0 menghambat sofosbuvir 400 mg
protein NS5B virus
hepatitis C yang 5. Jam 11.00
digunakan untuk Mengobservasi
pengobatan keluhan pasien,
hepatitis C. NRS, dan TTV
(nadi dan TD)
4) Identifikasi keluhan 4) Nyeri sering
verbal nyeri, lihat menyebar, berat.
lokasi dan intensitas Nyeri berat sering
khusus (skala 0-10) merupakan gejala
utama pada pasien
dengan hepatitis.
Nyeri terlokalisir
menunjukkan
terjadinya abses.

5) Mengobservasi tanda- 5)Tanda-tanda vital


tanda vital terutama merupakan acuan
keluhan pasien dan untuk mengetahui
skala nyeri keadaan pasien.

12
CATATAN PERKEMBANGAN

Tanggal Diagnosa Keperawatan SOAPIE


10/12/2017 Nyeri berhubungan dengan S : pasien mengungkapkan masih terasa nyeri di
respons inflamasi lokal organ ulu hati
hati yang di tandai dengan O: pasien tampak lemah, tampak menyeringai,
pasien mengungkapkan nyeri NRS 3 TTV TD: 110/70mmHg, Nadi
ulu hati, tampak menyeringai, 68x/menit.
NRS 4, nyeri tekan pada perut A : masalah teratasi sebagian
kanan atas P : intervensi 1 dihentikan dan intervensi 2, 3,
4, 5 dilanjutkan
I:
Jam 08.00
1. Mengidentifikasi keluhan nyeri, lokasi
nyeri, durasi nyeri

2. Jam 08.15
Mengajarkan pasien teknik relaksasi dengan
tarik napas panjang 5 detik lalu dihembuskan

3. Jam 10.00
Memberikan Paracetamol 500 mg 1 tablet,
olyzio 150 mg, dan sofosbuvir 400 mg

4. Jam 11.00
Mengobservasi keluhan pasien, NRS, dan TTV
(nadi dan TD)
E:
Pasien mengungkapkan badan masih lemas dan
masih terasa nyeri di ulu hati, TD 100/70, N
84x/menit, pasien tampak ikterus, NRS 3
11/12/2017 Nyeri berhubungan dengan S : pasien mengungkapkan kadang masih terasa
respons inflamasi lokal organ nyeri di ulu hati
hati yang di tandai dengan O: pasien tampak lemah, tampak menyeringai,
pasien mengungkapkan nyeri NRS 2, TTV TD: 110/80mmHg, Nadi
ulu hati, tampak menyeringai, 76x/menit.
NRS 4, nyeri tekan pada perut A : masalah teratasi sebagian
kanan atas P : intervensi 2,3, 4, 5 dilanjutkan
I:
1. Jam 08.00
Mengidentifikasi keluhan nyeri, lokasi nyeri,
durasi nyeri

2. Jam 08.15
Menganjurkan melakukan aktivitas lain seperti
nonton tv untuk mengalihkan perhatian
terhadap nyeri.

3. Jam 10.00
Memberikan Paracetamol 500 mg 1 tablet,
olyzio 150 mg, dan sofosbuvir 400 mg

4. Jam 13.00
Mengobservasi keluhan pasien, NRS, dan TTV
(nadi dan TD)
E:
Pasien mengungkapkan kadang masih merasa

13
nyeri, TD 120/80, N 82x/menit, NRS 2, tampak
ikterus
12/12/2017 Nyeri berhubungan dengan S : pasien mengungkapkan sudah tidak ada
respons inflamasi lokal organ nyeri
hati yang di tandai dengan O: pasien tidak lemah, wajah rileks, NRS 1
pasien mengungkapkan nyeri TTV TD: 110/70mmHg, Nadi 80x/menit,
ulu hati, tampak menyeringai, pasien rencana KRS.
NRS 4, nyeri tekan pada perut A : masalah teratasi sebagian
kanan atas P : intervensi dihentikan, mempersiapkan
pasien KRS
I : memberikan pesanan pulang:
Memberikan pendidikan kesehatan tentang cara
mengurangi nyeri dirumah yaitu dengan
melakukan teknik relaksasi menarik napas
panjang selama 5 detik lalu dihembuskan dan
diulangi sampai nyeri berkurang atau hilang,
melakukan aktivitas lain seperti menonton tv
atau mendengarkan musik untuk mengalihkan
perhatian saat nyeri.
Pencegahan penularan yaitu dengan
menghindari penggunaan jarum suntik
bergantian dan berhati-hati saat melakukan
transfusi darah.
Menganjurkan pasien untuk mengkonsumsi
obat-obatannya yaitu olyzio 150 mg 1-0-0 dan
sofosbuvir 400 mg 1-0-0 dengan rutin sesuai
dengan jadwal dan dosis yang benar.
Menganjurkan pasien untuk memperbanyak
istirahat, mengurangi makanan berlemak dan
makanan serta minuman yang mengandung
alkohol, dan menjaga kecukupan nutrisi serta
cairan tubuh.

E:
Pasien mengungkapkan sudah tidak nyeri,
keadaan umum baik, tidak lemah, TD 120/80,
N 80x/menit, NRS 0, akral hangat, pasien KRS
jam 11.00 WIB

14