Anda di halaman 1dari 8

a.

Analisa Masalah
1. P : Nyeri
E : proses peradangan
S : pasien mengatakan sakit kepala dan sakit pada seluruh tubuhnya, pasien
tampak meringis, skala nyeri 4 ,TD : 110/70 , N : 70 x/ menit, RR : 20 x/menit,
S : 38oC
Proses Terjadinya : bakteri salmonella thypi masuk ke saluran cerna melalui
makanan dan minuman terjadi peradangan pada saluran cerna
kemudian merangsang pelepasan zat pirogen oleh leukosit ,
zat pirogen masuk ke dalam darah sampai di hipotalamus
merespon dengan meningkatkan suhu tubuh kemudian
terjadilah typus abdominalis, kuman mengadakan infasi pada
usus halus , peradangan pada usus halus , reaksi imflamasi
(nyeri)
Apabila tidak ditangani : pasien akan

2. P : Hipertermi
E : proses peradangan
S : pasien mengatakan badannya panas sejak kurang lebih 7 hari yang lalu,
demamnya naik turun. Pasien mengatakan kalau pagi hari tidak demam tetapi
saat malam lagi demam, pasien tampak menggigil, teraba terasa panas, TD :
110/70 , N : 70 x/ menit, RR : 20 x/menit, S : 38oC
Proses terjadinya : bakteri salmonella thypi masuk ke saluran cerna melalui makanan
dan minuman terjadi peradangan pada saluran cerna kemudian
merangsang pelepasan zat pirogen oleh leukosit , zat pirogen
masuk ke dalam darah sampai di hipotalamus merespon dengan
meningkatkan suhu tubuh terjadiah hipertermi
Apabila tidak ditangani :

3. P : gangguan pola tidur


E : psikologis (suhu tubuh meningkat)
S : pasien mengatakan saat tidur sering terbangun pada malam hari karena suhu
tubuhnya meningkat, pasien tampak mengantuk, pasien tampak lemas, pasien
tampak pucat, TD : 110/70 , N : 70 x/ menit, RR : 20 x/menit, S : 38oC
Proses terjadinya : bakteri salmonella thypi masuk ke saluran cerna melalui makanan
dan minuman terjadi peradangan pada saluran cerna kemudian
merangsang pelepasan zat pirogen oleh leukosit , zat pirogen
masuk ke dalam darah sampai di hipotalamus merespon dengan
meningkatkan suhu tubuh terjadiah hipertermi kemudian pasien
mengalami gangguan pola tidur
Apabila tidak ditangani

4. P : ketidakseimbangan nutrisi
E : asupan yang tidak adekuat
S : pasien mengatakan tidak nafsu makan, pasien merasa mual, pasien tampak
lemas,pasien hanya makan ¼ dari porsi yang diberikan di rumah sakit, pasien
tampak pucat.
Proses terjadinya : bakteri salmonella thypi masuk ke saluran cerna melalui
makanan dan minuman sebagian dimusnahkan di lambung
kemudian peningkatan produksi asam lambung terjadinya
mualdan muntah kemudian akan terjadi penurunan nafsu
makan terjadilah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan
Apabila tidak ditangani :

5. P : resiko kekurangan volume cairan tubuh


E : peningkatan suhu tubuh

Proses terjadinya : bakteri salmonella thypi masuk ke saluran cerna melalui makanan
dan minuman terjadi peradangan pada saluran cerna kemudian
merangsang pelepasan zat pirogen oleh leukosit , zat pirogen
masuk ke dalam darah sampai di hipotalamus merespon dengan
meningkatkan suhu tubuh kemudian terjadilah typus abdominalis,
terjadi penigkatan suhu tubuh , pasien mengalami resiko
kekurangan volume cairan tubuh
Apabila tidak ditangani :
6. P : Kurang pengetahuan
E : kurangnya informasi
S : pasien mengatakan tidak mengetahui informasi secara detail tentang penyakit
yang dialaminya, pasien tidak tahu mengapa dia bisa sakit, dan bagaimana
pencegahannya, pasien tampak kebingunan , TD : 110/70 , N : 70 x/ menit, RR
: 20 x/menit, S : 38oC
Proses terjadinya : kurangnya pemaparan informasi serta kurangnya rasa
keingintahuan pasien mengakibatkan pasien kurang
memperhatikan kesehatannya sehingga pasien tidak
mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah
terjadinya penyakit tersebut.
Apabila tidak ditangani : penyakit pasien semakin menyebar sehingga terjadinya
komplikasi.

N Data Standar normal etiologi Masalah


o Keperawatan
1 DS : pasien  Pasien tidak Bakteri salmonella Nyeri
mengatakan merasa sakit thypii
sakit kepala dan kepala dan
sakit pada sakit pada Masuk kesaluran
seluruh tubuhnya seluruh cerna melalui
makanan dan
DO : pasien tampak tubuhnya minuman
meringis, skala  Pasien tidak
nyeri 4 ,TD : tampak
110/70 , N : 70 x/ meringis Peradangan pada
saluran cerna
menit, RR : 20  Skala nyeri 0
o
x/menit, S : 38 C  TD : 120 / 80
Infasi kuman pada
mmHg usus halus
 N : 60-
100x/menit
 Rr : 20-
Reaksi inflamasi
28x/menit
 S : 38oC
Nyeri
2 DS : pasien  Pasien Bakteri salmonella Hipertermi
mengatakan mengataka thypii
badannya n tidak
panas sejak demam Masuk kesaluran
kurang lebih 7 lagi cerna melalui
makanan dan
hari yang lalu,  Pasien minuman
demamnya tidak
naik turun. tampak
Pasien menggil Peradangan pada
saluran cerna
mengatakan  TD : 120 /
kalau pagi hari 80 mmHg
tidak demam  N : 60- Merangsang
tetapi saat 100x/meni pelepasan zat
malam lagi t pirogen oleh
demam.  Rr : 20- leukosit
DO :pasien tampak 28x/menit
menggigil,  S : 38oC
teraba terasa
Zat pirogen
panas, TD :
beredar dalam
110/70 , N : 70
darah
x/ menit, RR :
20 x/menit, S :
Hipotalamaus
38oC

Merespon
denngan
meningkatkan
suhu tubuh

Hipertermi
3 DS : pasien  Pasien tidak Bakteri salmonella Gangguan pola
mengatakan saat tidur terbangun pada thypii tidur
sering terbangun pada malam hari
malam hari karena
suhu tubuhnya  Pasien tidak Masuk kesaluran
cerna melalui
meningkat tampak makanan dan
DO : pasien tampak mengantuk minuman
mengantuk, pasien  Pasien tidak
tampak lemas, pasien tampak lemas
Peradangan pada
tampak pucat, TD :  Pasien tidak saluran cerna
110/70 , N : 70 x/ tampak pucat
menit, RR : 20  TD : 110/70 , N
x/menit, S : 38oC : 70 x/ menit, Merangsang
RR : 20 pelepasan zat

x/menit, S : pirogen oleh

38oC leukosit

Zat pirogen
beredar dalam
darah

Hipotalamaus

Merespon
denngan
meningkatkan
suhu tubuh

Hipertermi

Gangguan pola
tidur
4 DS : pasien  Selera makan Bakteri salmonella Ketidakseimbanga
mengatakan pasien thypii n nutrisi kurang
tidak nafsu meningkat dari kebutuhan
makan, pasien  Pasien tidak Masuk ke saluran
merasa mual. merasa mual cerna melalui
DO : pasien tampak  Pasien dapat makanan dan
lemas,pasien menghabiskan minuan
hanya makan ¼ 1 porsi
dari porsi yang makanan yang Sebagian
diberikan di diberikan dimusnahkan di
rumah sakit,  Pasien tidak lambung
pasien tampak tampak lemas
pucat. Mual

Penurunan nafsu
makan

Ketidakseimbanga
n nutrisi kurang
dari kebutuhan
5 DS : pasien  Pasien bisa Typoid
mengatakan melakukan
untuk makan aktivitas
atau melakukan mandiri Peradangan pada
aktivitas  Pasien tidak saluran cerna
lainnya masih hanya
dibantu oleh berbaring di
keluarganya tempat tidur Pembatasan
DO : pasien tampak saja aktivitas
hanya tidur  Pasien tidak
saja, pasien tampak lemas Intoleransi
tampak lemas aktivitas
6 DS : pasien  Pasien Bakteri salmonella Resiko
mengatakan tidak thypii kekurangan
mual, pasien volume cairan
mengatakan merasa Masuk kesaluran
cerna melalui
badannya mual
makanan dan
terasa panas  Pasien minuman
saat malam mengataka
hari, n tidak
Peradangan pada
DO : pasien tampak demam lagi saluran cerna
pucat, TD :  pasien tidak
110/70 , N : 70 tampak
x/ menit, RR : pucat Merangsang
20 x/menit, S :  TD : 120 / pelepasan zat
38oC 80 mmHg pirogen oleh

 N : 60- leukosit

100x/menit
 Rr : 20-
28x/menit Zat pirogen

 S : 38oC beredar dalam


darah

Hipotalamaus

Merespon
denngan
meningkatkan
suhu tubuh

Hipertermi

Resiko
kekurangan
volume cairan
7 DS : pasien  Pasien Typoid Kurang
mengatakan mengetahui pengetahuan
tidak informasi Kurang informasi
mengetahui tentang
informasi penyakit yang Kurang
secara detail dialaminya pengetahuan
tentang  Pasien terhadap penyakit
penyakit yang mengetahui yang dialami
dialaminya, penyebab
pasien tidak penyakitya
tahu mengapa  Pasien
dia bisa sakit, mengtahui
dan bagaimana
bagaimana pencegahanny
pencegahann a
ya  Pasien tidak
DO : pasien tampak tampak
kebingunan , kebingungan