Anda di halaman 1dari 8

Jurnal Kesehatan Masyarakat

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PRILAKU REMAJA PUTRI


DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DI KELAS XII SMA
NEGERI I SEUNUDDON KABUPATEN
ACEH UTARA TAHUN 2012

RITA PURNAMA SARI


Mahasiswa STIKes U’Budiyah Banda Aceh

Intisari

Latar Belakang berdasarkan survei awal dengan mewawancarai pada 10 remaja


putri tentang keputihan, yang mengetahui tentang keputihan yaitu 4 orang (40%),
sebanyak 6 orang (60%) tidak mengetahui dengan jelas tentang masalah keputihan.
Tujuan penelitian untuk mengetahui bubungan pengetahuan, prilaku Dengan Kejadian
Keputihan Di Kelas 2 SMA Negeri I Seunuddon Kabupaten Aceh Utara. Metode
Penelitian bersifat analitik dengan Desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian
adalah seluruh remaja putri di kelas 2. Pengambilan sampel dengan cara total sampling
yaitu sebanyak 72 responden. Penelitian di laksanakan di SMA Negeri I Seunuddon
tanggal 16 – 18 juli 2012. Pengumpulan data dengan cara menggunakan kuesioner.
Hasil Penelitian kejadian keputihan pada remaja putri sebanyak 40 orang (55,6%),
remaja putri yang berpengetahuan kurang sebanyak 39 orang (54,2%), dan prilaku
remaja putri pada kategori negatif sebanyak 40 orang (55,6%), Setelah dilakukan uji
Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh nilai p-value 0,000 yang berarti
kurang dari α=0,05. Dengan demikian, ada hubungan antara perilaku, pengetahuan
remaja putri terhadap kejadian keputihan. Kesimpulan Setelah dilakukan penelitian dan
uji statistik tentang hubungan pengetahuan dan prilaku remaja putri dengan kejadian
keputihan terdapat hubungan pengetahuan, prilaku, terhadap kejadian keputihan. Saran
pada petugas kesehatan agar dapat memberikan informasi tentang keputihan dan untuk
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya bagi remaja putri tentang kejadian
keputihan.

Kata kunci : Keputihan, Pengetahuan, Prilaku

PENDAHULUAN Organ intim wanita, seperti


vagina sangat sensitif dengan kondisi
Kesehatan reproduksi menurut lingkungan. Karena letaknya
WHO adalah suatu keadaan fisik, tersembunyi dan tertutup, vagina
mental dan sosial yang utuh, bukan memerlukan suasana kering. Kondisi
hanya bebas dari penyakit atau lembab akan mengundang berkembang
kecacatan dalam segala aspek yang biaknya jamur dan patogen. ini adalah
berhubungan dengan sistem reproduksi, salah satu penyebab keputihan
fungsi serta prosesnya. Atau Suatu (Widyastuti, 2009).
keadaan dimana manusia dapat Keputihan atau floour albus
menikmati kehidupan seksualnya serta merupakan masalah yang cukup serius
mampu menjalankan fungsi dan proses dialami wanita, keputihan tidak
reproduksinya secara sehat dan aman menyebabkan kanker, namun salah satu
(Boyke, 2008). gejala kanker mulut rahim, bisa juga
Jurnal Kesehatan Masyarakat

terjadi pada mereka yang belum pernah tidak sehat, ini merupakan salah satu
melakukan hubungan seksual jika penyebab dari keputihan (Maghfiroh,
wanita itu sering merokok. Wanita yang 2010).
merokok memiliki kecanduan 12 kali Berdasarkan data statistik
lebih banyak dibandingkan wanita yang provinsi Aceh tahun 2011 jumlah
tidak merokok untuk menderita remaja putri yaitu 2,9 juta jiwa berusia
penyakit kanker mulut rahim. 15-24 tahun, diantaranya 45% pernah
Keputihan ada yang normal dan ada mengalami keputihan. Data RSUD CM
yang tidak normal. Dalam keadaan Lhokseumawe tahun 2011 menyebutkan
normal, vagina akan menghasilkan bahwa jumlah penderita kanker mulut
cairan yang berwarna putih, tidak rahim (servik) adalah 54 jiwa.
berbau dan dalam jumlah yang tidak Penderita yang sakit dalam keadaan
berlebihan, cairan ini tidak berperan stadium lanjut, kanker mulut rahim ini
sebagai sesuatu sistem perlindungan diawali dengan keputihan yang lama
dimana keputihan dapat mengurangkan yang tidak diobati (Dinkes, 2010).
gesekan antara dinding vagina ketika Berdasarkan data pra survei
berjalan maupun ketika melakukan yang peneliti lakukan pada tanggal 13
hubungan seksual. Wanita tidak Februari 2011 di SMA Negeri 1
seharusnya bimbang dengan masalah Seunuddon dengan wawancarai pada 10
ini, keputihan yang normal berlaku remaja putri, terdapat 7 remaja putri
beberapa hari sebelum datang haid, yang mengalami keputihan, setelah
peningkatan libido ketika hamil atau ditanyakan tentang vulva hygiene, maka
selepas Menopause (Boyke, 2008). 4 orang (40%) selalu menjaga vulva
Menurut (WHO, 2010) bahwa hygiene, dan 3 orang (30%) yang
sekitar 75% perempuan di Dunia pasti membersihkan vagina dengan sabun
akan mengalami keputihan paling tidak sirih dan 3 orang (30%) lainnya tidak
sekali seumur hidup nya, dan sebanyak pernah menjaga vulva hygiene dengan
45% akan mengalami dua kali atau baik. Tingkat pengetahuan remaja
lebih, sedangkan wanita Eropa yang berpengaruh terhadap prilaku remaja
mengalami keputihan sebesar 25% . dalam mencegah terjadinya keputihan,
Di Indonesia sebanyak 75% di SMA Negeri 1 Seunuddon remaja
wanita pernah mengalami keputihan yang mengetahui tentang keputihan
minimal satu kali dalam hidupnya dan yaitu 4 orang (40%), sementara
45% di antaranya mengalami keputihan sebanyak 6 orang (60%) tidak
sebanyak dua kali atau lebih. Kondisi mengetahui dengan jelas tentang
seperti ini bisa dicegah dengan masalah keputihan. Setelah di lakukan
melakukan kebiasaan vulva hygiene wawancara lebih lanjut ternyata
yang baik, sedangkan kebiasaan ini sebagian besar remaja yaitu 5 orang dari
sendiri merupakan perilaku yang harus 7 orang yang mengalami keputihan
dibiasakan oleh setiap individu dan tersebut, memiliki pengetahuan yang
disertai dengan pengetahuan, untuk itu terjadi terhadap masalah keputihan.
tenaga kesehatan mempunyai peranan
penting untuk mendidik masyarakat Rumusan Masalah
tentang pentingnya hygiene yang baik
untuk mencegah keputihan melalui Berdasarkan latar belakang
penyuluhan. Berdasarkan data statistik masalah yang telah diuraikan, maka
Indonesia tahun 2008 dari 43,3 juta jiwa yang menjadi perumusan masalah
remaja berusia 15-24 tahun berperilaku dalam penelitian ini adalah “Apakah
Jurnal Kesehatan Masyarakat

ada hubungan antara pengetahuan dan Variabel Penelitian


perilaku remaja putri dengan kejadian
keputihan di kelas 2 SMA Negeri 1 Dalam penelitan ini definisi
Seunuddon Kabupaten Aceh Utara operasional masing – masing variabel
Tahun 2012” dan pengukurannya dijelaskan sebagai
berikut:
Tujuan Penelitian a. Kejadian Keputihan adala suatu
cairan putih yang keluar dari daerah
Tujuan yang ingin dicapai kemaluan bisa cair atau dalam
dalam penelitian ini adalah untuk keadaan kental. Dalam hal ini dapat
mengetahui hubungan pengetahuan dan di hitung dengan perbandingan Ada :
perilaku remaja putri dengan kejadian jika mengalami keputihan dan Tidak
keputihan di SMA Negeri 1 : jika tidak mengalami keputihan
Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara b. Pengetahuan adalah segala sesuatu
Tahun 2012. yang diketahui Remaja tentang
kejadian keputihan. Dalam hal ini
Manfaat Penelitian dapat di hitung dengan perbandingan
baik > 5 dan kurang < 5
Adapun manfaat dalam c. Perilaku adalah Respon remaja
penelitian ini adalah: tentang pencegahan keputihan Dalam
1. Sebagai sarana penerapan ilmu hal ini dapat di hitung dengan
pengetahuan yang telah diperoleh perbandingan positif ≥ dan
selama mengikuti perkuliahan. negatif <̅
2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
dijadikan sebagai bahan bacaan dan Hipotesa Penelitian
menambah pembendaraan bahan
perpustakaan yang telah ada. 1. Ha. Ada hubungan antara
3. Menambah wawasan dan pengetahuan remaja putri dengan
pengetahuan, bahan informasi dan kejadian keputihan.
masukan tentang sejauh mana Ho . Tidak ada hubungan antara
hubungan antara pengetahuan dan pengetahuan remja putri dengan
Prilaku remaja putri dengan kejadian kejadian keputihan
keputihan Bagi SMA Negeri 1 2. Ha . Ada hubungan antara prilaku
Seunuddon Kabupaten Aceh Utara remaja putri dengan kejadian
dan sebagai masukan tentang keputihan.
manfaat mencegah terjadinya Ho. Tidak ada hubungan prilaku
keputihan. remaja putri dengan kejadian
keputihan
METODELOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
V Independent V Dependent
Penelitian ini menggunakan
Pengetahuan metode analitik dengan pendekatan
Kejadian
Keputihan pada
cross sectional Study dengan tujuan
Remaja untuk mengetahui hubungan
Perilaku pengetahuan dan prilaku remaja putri
dengan kejadian keputihan.
Gambar 3.1 Kerangka Konsep
Jurnal Kesehatan Masyarakat

Populasi dan Sampel < 0,05) atau batas kemaknaan (α >


0,05).
Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh remaja putri yang sedang Tabel 1
Distribusi Frekuensi Kejadian Keputihan
duduk di bangku kelas dengan jumlah
Pada Remaja Putri Di SMA Negeri I
populasi 72 orang . Sampel yang Seunuddon Kabupaten Aceh Utara
diambil dalam penelitian ini, dengan Tahun 2012
menggunakan metode (total population)
yaitu semua siswa SMA Negeri I No Kejadian f %
seunuddon kelas II yang berjumlah 72 Keputihan Pada
responden yang ada SMA Negeri I Remaja Putri
seunuddon. 1 Ada 40 55,6
2 Tidak Ada 32 44,4
Tempat dan Waktu Penelitian Jumlah 72 100
Penelitian ini dilaksanakan di Berdasarkan tabel 1 diatas
SMA Negeri 1 Seunuddon dan menunjukkan bahwa dari 72 responden,
penelitian ini dilaksanakan pada yang ada kejadian keputihan pada
tanggal 16 – 18 Juli 2012 di SMA remaja putri sebanyak 40 orang
Negeri 1 Seunuddon Kabupaten Aceh (55,6%).
Utara Tahun 2012.
Tabel 2
Teknik Pengumpulan Data Distribusi Frekuensi Pengetahuan
Remaja Putri Tentang Kejadian
Data yang dikumpulkan adalah data Keputihan Di SMA Negeri I Seunuddon
primer dan data Sekunder Kabupaten Aceh Utara
Tahun 2012
Pengolahan dan Analisa Data
No Pengetahuan f %
Setelah dilakukan pengumpulan data, 1 Baik 33 45,8
maka selanjutnya data tersebut diolah 2 Kurang 39 54,2
dengan cara editing,coding, transfering Jumlah 72 100
dan tabulating. Setelah dilakukan
pengolahan data, maka analisis data Berdasarkan tabel 2 diatas
yang akan dilakukan adala dengan menunjukkan bahwa dari 72 responden
menggunakan program computer yaitu yang berpengetahuan kurang sebanyak
(SPSS) 15. Analisa data yang akan 39 orang (54,2%).
dilakukan meliputi:
a. Analisa Univariat : dilakukan untuk Tabel 3
mengetahui distribusi frekuensi dan Distribusi Frekuensi Perilaku Remaja
variabel independent dan variabel Putri Tentang Kejadian Keputihan Di
dependent. SMA Negeri I Seunuddon Kabupaten
b. Analisis Bivariat : dilakukan untuk Aceh Utara Tahun 2012
mengetahui hubungan antara variabel
independent dengan variabel No Perilaku f %
dependent menggunakan uji statistik 1 Positif 32 44,4
chi – square test pada tingkat 2 Negatif 40 55,6
kemaknaannya adalah 95% (P value Jumlah 72 100
Jurnal Kesehatan Masyarakat

Berdasarkan tabel 3 diatas


menunjukkan bahwa dari 72 responden
yang kategori berprilaku negatif
sebanyak 40 orang (55,5%).

Tabel 4
Hubungan Pengetahuan Terhadap Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di SMA
Negeri I Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2012

Kejadian Keputihan Pada


Remaja Putri
No Pengetahuan Jumlah % p
Ada Tidak Ada
f % f %
1 Baik 2 6,1 31 93,9 33 100
2 Kurang 38 97,4 1 2,6 39 100 0,000
Jumlah 40 55,6 32 44, 72 100

Berdasarkan tabel 4 diketahui orang (97,4%), berdasarkan hasil uji


bahwa dari 33 responden yang statistik dengan menggunakan uji Chi-
berpengetahuan baik dengan tidak Square dengan tingkat kepercayaan 95%
adanya kejadian keputihan pada remaja diperoleh nilai p-value 0,000 yang
putri sebanyak 31 orang (93,9%), berarti kurang dari α=0,05. Dengan
sedangkan dari 39 responden yang demikian, ada hubungan antara
berpengetahuan kurang dengan kejadian pengetahuan terhadap kejadian
keputihan pada remaja sebanyak 38 keputihan pada remaja putri.

Tabel 5
Hubungan Perilaku Terhadap Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di SMA Negeri I
Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2012

Kejadian Keputihan Pada


Remaja Putri Jumla
No Perilaku Ada Tidak Ada h % P
F % F %
1 Positif 2 6,3 30 93,8 32 100
2 Negatif 38 95 2 5 40 100 0,000
Jumlah 40 55,6 32 44,4 72 100

Berdasarkan tabel 5 diatas berdasarkan hasil uji statistik dengan


diketahui bahwa, dari 32 responden menggunakan uji Chi-Square dengan
yang berprilaku positif dengan tidak tingkat kepercayaan 95% diperoleh nilai
adanya kejadian keputihan pada remaja p-value 0,000 yang berarti kurang dari
putri sebanyak 30 orang (93,8%), α=0,05. Dengan demikian, ada
sedangkan dari 32 responden yang hubungan antara perilaku remaja putri
berprilaku yang berprilaku negatif terhadap kejadian keputihan pada remaja
dengan adanya kejadian keputihan pada putri.
remaja putri sebanyak 38 orang (95%),
Jurnal Kesehatan Masyarakat

PEMBAHASAN kesehatan pada remaja, maka dapat


segera di atasi secepat mungkin. Jadi,
Hubungan Pengetahuan Terhadap tingkat pengetahuan sangatlah erat
Kejadian Keputihan Pada Remaja kaitannya.
Putri. Berdasarkan uraian diatas
peneliti berasumsi bahwa pemahaman
Berdasarkan tabel 5.4 siswa terhadap kejadian keputihan serta
menunjukan bahwa, dari 72 responden informasi yang didapatkan akan sangat
yang yang berpengetahuan kurang mempengaruhi pengetahuan siswa.
dengan kejadian keputihan pada remaja Karena semakin banyak ibu siswa
sebanyak 38 orang (97,4%), dan setelah mendapatkan informasi tentang
dilakukan uji statistik didapat bahwa kejadian keputihan maka semakin baik
nilai p-value 0,000 (P<0,05) yang artinya juga pengetahuan siswa, sebaliknya
ada hubungan antara pengetahuan semakin ibu tidak memperoleh
terhadap kejadian keputihan pada remaja informasi maka semakin kurang pula
putri Di SMA Negeri I Seunuddon pengetahuan siswa tentang kejadian
Kabupaten Aceh Utara Tahun 2012. keputihan. Oleh karena itu pencegahan
Hasil penelitian ini sama dengan dan cara mengatasi keputihan sangatlah
hasil penelitian yang dilakukan oleh berpengaruh pada sikap prilaku
(Safriani, 2010) yang berjudul bagaimana mereka mencegah dan
gambaran pengetahuan dan sikap mengatasi keputihan. Hal ini banyak
remaja terhadap pencegahan keputihan remaja yang menyepelekan bahkan
pada remaja putri di SMP N 2 Kuta banyak juga yang tidak peduli akan
Baro Kabupaten Aceh Besar kebersihan alat genetalia, karena banyak
menyatakan bahwa dari 35 responden remaja yang kurang memehami dan
yang berpengetahuan baik dan masih kurangnya infomasi tentang
melakukan pencegahan keputihan kejadian keputihan.
sebanyak 21 (60%), sementara dari 14
responden yang berpengetahuan kurang Hubungan Perilaku Tehadap
dan melakukan pencegahan keputihan Kejadian Keputihan Pada Remaja
sebanyak 3 (21%), dan 1 (100%) orang Putri.
yang melakukan pencegahan keputihan
dengan pengetahuan cukup. Berdasarkan tabel 5.5
Pengetahuan remaja sangat berpengaruh menunjukan bahwa, dari 72 responden
dengan kejadian keputihan, yang berprilaku yang berprilaku negatif
pengetahuan remaja terhadap dengan adanya kejadian keputihan pada
pencengahan keputihan akan memberi remaja putri sebanyak 38 orang (95%),
pemahaman tentang kondisi dan dan setelah dilakukan uji statistik didapat
perubahan tubuh pada saat keputihan bahwa nilai p-value 0,000 (P<0,05) yang
sehingga tidak terjadi salah pengertian artinya ada hubungan antara perilaku
dan kecemasan yang berlebihan remaja putri Terhadap Kejadian
terhadap kondisi tersebut. Keputihan Pada Remaja Putri Di SMA
Menurut Tanuwidjaya (2002), Negeri I Seunuddon Kabupaten Aceh
tingkat pengetahuan remaja Utara Tahun 2012.
berpengaruh terhadap kesehatannya Hasil penelitian ini sama dengan
yang dimiliki oleh remaja jika hasil penelitian yang dilakukan oleh
terjadinya kelainan atau gangguan (Sandra, 2009) yang berjudul hubungan
Jurnal Kesehatan Masyarakat

pengetahuan dan prilaku remaja PENUTUP


terhadap keputihan di SMA Salatiga
menyatakan bahwa dari 32 responden Kesimpulan
yang berprilaku positif dan melakukan
pencegahan keputihan sebanyak 24 1. Ada hubungan pengetahuan
(75%), sementara dari 26 responden terhadap kejadian keputihan pada
yang berperilaku negatif dan melakukan remaja putri di SMA Negeri I
pencegahan keputihan sebanyak 8
Seunuddon Kabupaten Aceh Utara
(30,76%), prilaku remaja berpengaruh
dengan keputihan. Prilaku yang baik Tahun 2012 dengan nilai P-Value
dalam kehidupan sehari – hari sangat 0,000.
berpengaruh terhadap kejadian 2. Ada hubungan perilaku tehadap
keputihan. kejadian keputihan pada remaja
Notoatmodjo (2003), putri di SMA Negeri I Seunuddon
mengungkapkan bahwa sebelum orang Kabupaten Aceh Utara Tahun 2012
mengadopsi perilaku baru, namun
dengan nilai P-Value 0,000.
demikian dari penelitian selanjutnya
Rogers menyimpulkan bahwa Saran
perubahan perilaku tidak selalu
melewati tahap-tahap tersebut di atas. 1. Bagi Peneliti, dapat menambah
Apabila penerimaan perilaku baru atau wawasan ilmu pengetahuan dan
adopsi perilaku melalui proses seperti pengalaman penulis terkait dengan
ini, di mana didasari oleh pengetahuan, kejadian keputihan pada remaja
kesadaran dan sikap yang positif, maka putri.
perilaku tersebut akan bersifat langgeng 2. Bagi Institusi Pendidikan, dapat
(long lasting). Sebaliknya apabila bacaan di perpustakaan, dapat
perilaku tersebut tidak didasari oleh menambahkan kurikulum yang
pengetahuan dan kesadaran tidak berisi tentang keputihan, dapat
berlangsung lama. menjadi bahan kajian dalam
Berdasarkan uraian diatas meningkatkan pengetahuan
peneliti berasumsi bahwa, jika ibu mahasiswa tentang hal-hal yang
mempunyai pengetahuan yang baik, mempengaruhi remaja putriyang
pendidikan yang tinggi dengan perilaku terkait dengan kejadian keputihan.
yang positif, maka keadaan dan kondisi 3. Bagi Responden, dapat menambah
siswa tidak perlu dikhawatirkan, karena pengetahuan, informasi tentang
siswa berada pada keaadaan yang sehat bahaya keputihan yang harus di
setiap hari. Sedangkan jika siswa ingin hindari dan harus di cegah sehingga
terhindar dari keputihan, maka remaja dapat mencegah kejadian
putri mesti menjaga kebersihan daerah keputihan.
tersebut itu. Kebersihan organ
kewanitaan hendaknya sejak bangun
tidur dan mandi pagi, terutama remaja
putri harus membiasakan perilaku yang
baik.
Jurnal Kesehatan Masyarakat

DAFTAR PUSTAKA Putri Terhadap Kejadian Flour


ALbus Di SMA II jepara.
Boyke, (2008). Tanda Dan Gejala
Kanker Mulut Widyastuti, (2009). Kesehatan
Rahim.http://www.pdpersi.co.id. Reproduksi. Fitramaya.
(diakses tanggal 05 januari Yogyakarta
2012).
Wiknjasastro, (1999). Pengertian
Magfiroh,. (2010). KTI Hubungan Keputihan. Dikutip Tanggal 20
Pengetahuan Dan Sikap Remaja April 2012. http//www.
keputihan.com.