Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

“PEMIJAHAN IKAN ARWANA”

ANGGOTA KELOMPOK:
1. Ahmad Fajar
2. Dian L.
3. Ika Setyaningsih
4. Inggit Tia Sari
5. Khofifah
6. Muhrofi
7. Siti Khotijah

KELAS : X MIPA 2

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SMA NEGERI 1 KEDUNGREJA
2018

i
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis
dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “Pemijahan Ikan
Arwana”.
Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai
pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-
persatu yang membantu pembuatan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya
dan penulis pada khususnya. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan
makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis menerima saran dan
kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata
penulis sampaikan terimakasih.

Kedungreja, Februari2018
Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Hal
HALAMAN JUDUL................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................ ii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1
A. Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................... 2
A. Klasifkasi ............................................................................... 2
B. Morfologi ............................................................................... 2
C. Jenis-jenis Ikan Arwana ......................................................... 3
D. Teknik Pemijahan .................................................................. 6
E. Pemeliharaan Larva ............................................................... 7
F. Pemberian Pakan.................................................................... 8
BAB III PENUTUP .................................................................................... 9
A. Kesimpulan ............................................................................ 9
B. Saran ...................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 10

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Arwana banyak disebut-sebut sebagai rajanya ikan hias air tawar. Banyak
alasan yang menjadikan ikan ini sebagai ikan hias nomer satu. Tetapi dibalik
alasan tersebut pastilah juga banyak orang yang mengklaim bahwa arwana
sebagai rajanya ikan hias air tawar.
Arwana adalah ikan yang memiliki bentuk badan kekar. Setiap bagian
tubuh arwana, bahkan ujung siripnya memiliki nilai keindahana tersendiri dan
menjadi kriteria yang tidak boleh dilewatkan. Itu dari sisi keindahan
tubuhnya. Warna arwana, bukan hanya arwana super red tetapi juga arwana
lainnya menjadi kriteria yang menentukan nilai seekor arwana. Sisik-sisik
arwana yang berwarna merah cabai dengan ring (cicin) berwarna keemasan,
menjadi penilaian tersendiri yang menentukan jenis dan harga arwana
tersebut.
Begitu berharganya nilai sisik, maka sisik tersebuk tidak boleh tanggal
sedikit pun. Itu tadi kriteria kedua, lanjut ke kriteria ketiga. Semua orang
sudah banyak yang mengetahui arwana hanya hidup dibeberapa tempat di
dunia. Hampir semua arwana yang berhasil diternakan adalah jenis ikan asli,
bukan hasil persilangan. Arwana Asia (Scleropages formosus), adalah salah
satu spesies ikan air tawar dari Asia Tenggara. Ikan ini memiliki badan yang
panjang; sirip dubur terletak jauh di belakang badan.

B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan klasifikasi dan morfologi ikan arwana ?
2. Sebutkan jenis-jenis ikan arwana ?
3. Jelaskan cara teknik pemijahan ikan arwana?
4. Bagaimana carapemeliharaan larva ?
5. Bagaimana cara pemberian makan larva ikan arwana ?

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Klasifikasi
Berikut Klasifikasi ikan Arwana
 Kerajaan : Animalia
 Filum : Chordata
 Kelas : Actinopterygii
 Ordo : Osteoglossiformes
 Famili : Osteoglossidae
 Genus : Scleropages
 Spesies : S. formosus
 Nama binomial : Scleropages formosus

B. Morfologi
Sclerophagus formosus sekarang dikenal sebagai ikan naga. Secara
morfologi ikan arwana memiliki irri sebagai berikut :
 Tubuh dan kepalanya tampak padat.
 Tubuh berbetuk pipih dan punggungnya agak datar.
 Panjang garis lateral atau gurat sisi yang terletak disamping kanan dan
kiri tubuh 20-24 cm.
 Mulut mengarah keatas dan sepasang sungutnya mengarah kebawah.
 Ukuran mulutnya lebar dan rahangnya cukup kokoh.
 Jumlah gigi 15-17 buah.
 Memiliki tutup insang.
 Letak sirip punggung berdekatan dengan sirip ekor (caudal).
 Sirip anus lebih panjang dari pada sirip punggung, bahkan hampir
mencapai sirip perut,
 Panjang arwana dewasa 30-80 cm.
 Sisik berbentuk bulat, berukuran besar dan permukaannya mengkilap.
.

2
C. Jenis-jenis Ikan Arwana
Arwana mempunyai bentuk tubuh yang unik, yaitu memanjang dan
ramping menyerupai pisau. Selain itu, arwana juga memiliki ciri khas
tersendiri, yaitu dua buah sungut yang terdapat pada bibir bawahnya. Sungut
tersebut berfungsi sebagai sensor getar untuk mengetahui posisi mangsa.
Berikut ini adalah jenis-jenis arwana yang berkembang di seluruh dunia
1. Arwana Silver

Ikan ini memang paling sering dijumpai dan untuk harganya sendiri
memang paling terjangkau. Ikan yang sering disebut ikan arwana brazil
memang mempunya tubuh yang sangat berbeda jenis dengan ikan arwana
lainnya. Ikan ini memiliki bentuk tubuh dan sirip yang lebih panjang dan
tentu warnanya memang selalu didominasi warna abu-abu yang dilapisi
seperti mutiara sedangkan warna siripnya agak lebih gelap dibandingkan
warna tubuhnya.

3
2. Arwana Banjar

Ikan Arwana Banjar merupakan jenis ikan yang mempunyai bentuk


kepala dan mulut yang membulat. Ikan ini mempunyai warna sirip
berwarna orange pucat dengan ekor yang memiliki warna orange dan
kuning cukup dominan. Secara sekilas ikan arwana jenis banjar ini
memang mirip dengan ikan arwana merah muda.
3. Arwana Golden Pino

Ikan jenis ini banyak ditemukan diberbagai negara Asia Tenggara


(Kalimantan), Malaysia, Kamboja, dan Thailand. Ikan jenis ini memiliki
bentuk kepala dan mulut yang lebih besar dadan membulat jika
dibandingkan dengan jenis ikan arwana laiinnya. Untuk warnanya ikan
jenis ini dominan dengan warna hijau semi perak lalu pada ekornya
mempunyai kombinasi warna abu-abu berpadu kehijau-hijauan.

4
4. Arwana Red/Super Red

Ikan ini sering dijumpai di Indonesia terutama sungai kapuas atau


Dana Sentarum. Ikan ini sudah banyak di kembangbiakkan oleh para
breeder arwana. Saat ini Chilli Red, Orange Red, Blood Red dan Golden
Red. Keempat jenis ikan arwana ini dinamakan Super Red atau ikan
arwana merah tingkat pertama. Disebut Super Red karena arwana
cenderung berwarna merah cabe atau merah darah sedangkan warna
orange merah dan emas merah disebut Super Red tingkat paling rendah.
5. Arwana Afrika

Jenis ikan ini memang berasal dari Afrika Timur tepatnya di


Kamerun, Sinegal dan juga Gambia. Ikan ini hampir menyerupai ikan
arwana silver hanya saja terdapat sedikit perbedaan, dimana ikan afrika
tubuhnya lebih kecil dibandingkan ikan arwana silver.

5
6. Arwana Irian

Ikan ini memang memiliki keunikan warna dibanding ikan warna


lainnya karena biasa disebut Jardini karena memiliki warna dasar
kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik emas dibagian tengah sisiknya.
Ikan arwana ini sebenarnya berasal dari Benua Australia namun beberapa
hasil informasi dari para pecinta Ikan Arwana menyebutkan bahwa ikan
ini sering sekali ditemukan di sungai Merauke provinsi Papua oleh
karena itu nama ikan arwana jenis ini bernama ikan arwana Irian
7. Arwana Black Golden

Ikan ini bisa ditemukan di daerah Malaysia. Ikan jenis ini sulit
ditemukan, oleh karena itu ikan ini berharga paling mahal dibanding jenis
arwana lainnya. Namun kami belum mendapat informasi untuk harga
ikan jenis ini.

D. Teknik Pemijahan
Dalam pemijahan arwana maka diperlukan rangsangan agar arwana mau
memijah. Rangsangan tersebut dapat berasal dari luar tubuh atau dari dalam
tubuh. Rangsangan dari dalam tubuh berasal dari telur yang matang dan

6
munculnya hormon gonadotrofin yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa
arwana. Rangsangan dari luar tubuh disebabkan oleh bau amis ikan lain yang
sedang memijah atau bau amis yang sengaja dibuat. Bau amis dapat dibuat
dari telur bebek atau telur ayam yang dikocok dengan air. Perangsang juga
dapat dilakukan dengan mengeluarkan petrichor dari tanah.
Pemijahan arwana secara alami adalah melalui pemijahan massal.
Pemijahan ini umum dilakukan karena adanya kesulitan dalam menentukan
secara pasti jenis kelamin arwana. Arwana dibiarkan pasangannya dan kawin
sendiri secara alami.
Proses pemijahan diawali dengan percumbuan yang ditandai dengan
kedua ikan saling berkejaran. Kedua induk tersebut saling berenang
berdekatan, kemudian meluncur keatas dan secara bersamaan keduanya
mengeluarkan sel kelamin. Dalam proses perkawinan tersebut, arwana betina
mengeluarkan telur dan arwana jantan mengeluarkan sperma. Setelah terjadi
perkawinan, induk betina akan berenang membalik dan menyongsong telur
yang telah dibuahi oleh induk jantan. Arwana betina akan memasukkan telur
tersebut kedalam mulutnya. Telur tersebut akan melalui masa pengeraman
dan penetasan didalam mulut induk betina selama 40-45 hari.

E. Pemeliharaan Larva
Setelah proses pengeraman selama 40-45 hari, jumlah larva yang dapat
dikeluarkan sebanyak 30-50 ekor. Namun, ada juga yang mampu
menghasilkan larva hingga 80-120 ekor.
Larva atau benih yang berumur 30 hari masih dipelihara dalam akuarium,
akuarium yang digunakan biasanya berukuran 100 x 50 x 40 cm atau yang
dapat menampung air sebanyak 100 liter. Akuarium sebaiknya ditempatkan
diruang yang bercahaya redup. Akuarium untuk pemeliharaan arwana berisi
larva sebanyak 15-25 ekor.

7
F. Pemberian Pakan
Larva yang baru menetas tidak perlu diberi pakan karena masih
mempunyai egg yolk (kuning telur) sebagai cadangan makanannya. Larva
baru diberi pakan setelah berumur 45 hari atau setelah kuning telurnya habis.
Larva dapat diberi pakan berupa kuning telur ayam atau bebek yang telah
direbus. Setelah 1 minggu diberi kuning telur, anak arwana dapat diberi
pakan hidup yang jinak. Arwana diberi pakan 3-5 kali sehari. Pakan yang
diberikan untuk satu anakan arwana adalah dua ekor ikan atau udang untuk
setiap pemberian pakan.

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Banyak sekali keunggulan ikan arwana ini di banding dengan ikan
lain,seperti warna yang memukau,bentuk yang unik sehingga di gemari
oleh khalayak ramai’
2. Keberhasilan penangkaran tergantung pada proses yang benar, proses
tersebut mulai dari penjodohkan sebelum dikawinkan, perkawinan,
merawat induk yang sudah bertelur, awasi masa pengeraman dan lakukan
pemanenan tepat waktu, rawat benih dan induk pascapanen, merawat
benih yang cadangan makanannya sudah habis, dan lindungi benih dari
serangan penyakit.
3. Penyakit menjadi salah satu faktor yang menentukan lamanya hidup
seekor arwana. Maka dari itu ketahuilah sebab, pencegahan, dan
penanggulangan terhadap penyakit tersebut. Hal ini juga menjadi salah
satu faktor keberhasilan penangkaran.

B. Saran
Kami mengharapkan saran yang sifatnya membangun dari pembaca agar
terciptanya makalah yang lebih baik dan berguna bagi kita semua.

9
DAFTAR PUSTAKA

http://arieftirtanali3.blogspot.co.id/2013/10/makalah-ikan-arwana.html
tokoternak.com/2016/07/jenis-jenis-ikan-arwana-dan-harganya.html
http://penyuluhankelautanperikanan.blogspot.co.id/2015/08/pemijahan-ikan-
arwana.html

10