Anda di halaman 1dari 7

BAB II

PEMBAHASAN

GELOMBANG DI LEBIH DARI SATU DIMENSI

A. Persamaan Gelombang dalam Dua Dimensi

Kita akan mempertimbangkan gelombang yang merambat pada membran pesawat

yang membentang dengan ketebalan yang dapat diabaikan yang memiliki massa P per satuan

luas dan diregangkan dengan tegangan seragam T. ini berarti bahwa jika suatu garis panjang

unit ditarik di permukaan membran, maka metrial pada satu sisi garis ini memeberikan gaya

T (per satuan panjang) pada material disisi lain dalam arah yang tegak lurus terhadap garis.

Jika posisi ekuilibrium membran adalah bidang xy perpindahan getaran tegak lurus

terhadap bidang ini akan diberikan oleh ᶎ dimana ᶎ bergantung pada posisi x,y pada gambar

9.2a dimana elemen persegi panjang kecil ABCD sisi δx dan δy bergetar. Gaya Tδx dan Tδy

ditunjukkan bekerja pada sisi arah yang cenderung menegmbalikan elemen ke posisi

ekuilibriumnya.

Dalam menurunkan persamaan untuk gelombang pada senar kita melihat bahwa

ketegangan T sepanjang elemen melengkung dari string dx panjang menghasilkan gaya yang

tegak lurus terhadap x dari

2 y
T 2 dx
x ………………………………………………………(1)
Gambar 9.2 Elemen Persegi dari Membran Seragam yang Bergetar di Arah-z Tunduk
pada Satu Gaya Pemulihan, Disamping Sisi Panjangnya δy Dan Lainnya,
Tδy, Sepanjang Sisi Panjangnya δx.

dimana y adalah perpindahan yang tegak lurus. Disini pada gambar 9.2b dengan

argumen yang sama persis, kita melihat bahwa gaya dengan bertindak pada elemen membran

dengan dx panjang menghasilkan gaya

2z
Tx 2 x
x …………………………………………………….(2)

Dimana ᶎ adalah perpindahan tegak lurus, sementara gaya lain Tδx yang bekerja pada elemen

membran dengan panjang menghasilkan gaya

2z
Tx y
y 2 …………………………………………………….(3)

Jumlah dari gaya restorasi ini yang bekerja pada arah ᶎ sama dengan massa elemen xy

kali percepatan lurus pada arah-ᶎ sehingga

2z 2z 2 y
T 2 xy  T 2 xy  xy 2 ………………………..(4)
x y t

Memebrikan persamaan gelombang dalam dua dimensi sebagai

2z 2z  2z 1 2z


   …………………………………(5)
x 2 y 2 T t 2 c 2 t 2

Dimana
T
c2  ………………………………………………………….(6)

Perpindahan gelombang pada membran ini akan diberikan oleh

ᶎ  Ae i t k1 x  k 2 y  ………………………………………………..(7)

dimana

k 2  k12  k 22 ……………………………………………………(8)

Pembaca harus memverifikasi bahwa ungkapan ini untuk ᶎ adalah solusi untuk persamaan

gelombang dua dimensi saat   ck .

B. Kasus Dua Dimensi

Dalam memperluas metode ini untuk gelombang dalam dua dimensi, kita

mempertimbangkan persamaan gelombang dalam bentuk

 2  2 1 Ttt
  …………………………………………...(9)
x 2 y 2 c 2 T

Dan kita tulis   X ( x)Y ( y )T (t ) , dimana Y ( y ) adalah fungsi dari y saja.

Diturunkan dua kali dan dimana   XYT diberikan

X xx Y yy 1 T
  2 tt …………………………………………….(10)
X Y c T

Dimana sisi kiri tergantung hanya pada x dan y saja dan sisi kanan bergantung

hanya ada t saja. Karena x, y, dan t adalah variabel independen masing-masing harus sama

dengan konstanta, -k2 katakan. Ini berarti suku sisi kiri dalam x dan y berbeda hanya dengan

konstanta untuk semua x dan y, sehingga setiap suku itu sendiri sama dengan konstanta.

Dengan demikian kita bisa menulis

X xx Y yy
 k12 ,  k 22 ……………………………………..(11)
X Y
Dan

1 Ttt
2
 
  k12  k 22  k 2 ……………………………………..(12)
c T

Diberikan

X xx  k12 X  0
Y yy  k 22 Y  0
Ttt  c 2 k 2 T  0
…………………………………………………(13)

Atau

  Ae ik x e  ik y e  ickt ……………………………………………(14)


1 2

Dimana k 2  k12  k 22 , biasanya kita bisa menulis

  A cos
sin
k1 x cossin k 2 y cossin ckt ……………………………………..(15)
C. Modus Normal Dalam Dua Dimensi Pada Membran Persegi Panjang

Misalkan gelombang berputar kearah umum k pada membran segi empat sisi α dan

b tampil dalam gambar 9.5 setiap garis putus-putus dipisahkan oleh jarak λ/2 dan sistem

gelombang berdiri akan ada ketika   n1 AA' dan b  n2 BB , dimana n1 dan n2 adalah

bilangan bulat.

Tetapi

  k  2 1 
AA    
2 cos  2 k1 2  k1 k1 …………………………(16)
Gambar 9.5 Modus Normal pada Membran Persegi Panjang kearah K Memuaskan
Kondisi Batas Perpindahan Nol pada Tepi Panjang   n1 / 2 cos  dan
b  n2  / 2 cos  .

Maka

n1 n
 dan k1  1
k1  …………..……………………………..(17)

Demikian pula

n2
k2 
b …………………….…………………………………(18)

Karenanya

4 2  n12 n22 
k k k 
2 2 2
   2  2 
2

2 
1 2
b  …………………………(19)

Atau

2 n12
n22
 
  2 b 2 ……….………………………………………..(20)

Mendefenisikan frekuensi dari n1th mode di sumbu-x dan n2th mode disumbu-y, itu adalah,

(n1n2) mode normal,

c n12 n22 T
v  2 , dimana c 2 
2  2
b  ……………………………(21)
Jika k tidak normal terhadap arah α atau b kita bisa menuliskan solusi umum untuk

gelombang sebagai

……………………………(22)

Dengan kondisi batas ᶎ=0 pada x=0 dan α; ᶎ=0 ada y=0 dan b.

Kondisi ᶎ=0 pada x=y=0 membutuhkan k1x sin k2y istilah, dan kondisi ᶎ=0 pada x=α

menedefinisikan k1  n1 /  . Kondisi ᶎ=0 pada y=b diberikan k 2  n2 / b , maka

n 1x n2y
z  A sin sin sin ckt
 b …………………………………(23)

Getaran mendasar diberikan oleh n1=1, n2=1, maka

 1 1  T
v  2  2 
 b  4  …………………………………..………(24)

Dalam mode umum (n1n2) perpindahan nol atau garis nodal terjadi pada

 2
x  0, , , .....
n1 n1 ………….………………………………(25)

Dan

b 2b
y  0, , ,.....b
n2 n 2 …………………………………………..(26)

Beberapa mode normal ini ditunjukkan pada gambar 9.6, dimana daerah yang teduh dan

polos memiliki perpidahan yang berlawanan seperti yang ditunjukan.


Gambar 9.6 Beberapa Mode Normal pada Membran Persegi Panjang dengan Bagian yang
Teduh dan Jernih Memiliki Perpindahan Sinusoidal yang Berlawanan Seperti
yang Ditunjukkan

Solusi lengkap untuk perpindahan umum adalah jumlah mode normal individu,

seperti pada kasus gelombang yang lebih sederhana pada senar (lihat bab pada deret fourier)

dimana kondisi batas ruang dan waktu harus dipenuhi. Beberapa mode dengan nilai yang

berbeda (n1n2) mungkin memiliki frekuensi yang sama, misalnya pada membrane persegi

adalah persegi panjang dan α=3b, mode (3,3) dan (9,1) memiliki frekuensi yang sama.

Modus ini kemudian dikatakan merosot, istilah yang digunakan dalam

menggambarkan tingkat energi yang sama untuk elektron dalam atom yang digambarkan

oleh bilangan kuantum yang berbeda.