Anda di halaman 1dari 4

 Pidato

o Ceramah
o Ceramah Ramadhan
o Doa Doa
o Khutbah
o Hijriah
 Pendidikan
 Jadwal Puasa Sunnah 2016
 Umum

Home»Pendidikan»Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Senin di Sekolah

Contoh Amanat Pembina Upacara Hari


Senin di Sekolah
Monday, January 4th, 2016 - Pendidikan
Advertisement

Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Senin di Sekolah Sahabat Cerpi pada kesempatan
kali ini Ceramah Pidato akan berbagi artikel mengenai Contoh Pidato Amanat Pembina
Upacara pada Hari senin baik ditingkat SD, SMP maupun ditingkat SMA. Simaklah:

Contoh Amanat Pembina Upacara Ke-1

Assalaamu ‘alaikum Wr, Wb Yang saya hormati Bapak Kepala SMANegeri 22 Jakarta, Bp.
Drs. Humisar Sihite, MM Yang saya hormati Bp. Wakil dan Staf, Bp Ibu Guru dan
Karyawan, serta anak-anak sekalian yang Bapak harapkan. Pertama-tama marilah kita
panjatkan puji dan syukur ke Hadirat Alloh SWT yang telah memberikan kesempatan kepada
kita semua, sehingga pada pagi hari yang cerah ini kita masih dapat melaksanakan Upacara
Bendera. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW Seperti biasanya setiap pelaksanaan Upacara perlu kita evaluasi, agar kita
mengetahui kekurangan –kekurangannya sehingga pelaksanaan upacara yang akan datang
menjadi lebih baik.

Dari segi Petugas Upacara pada pagi hari ini cukup baik , meskipun tadi kita saksikan
bersama, petugas pengibar bendera kurang sempurna dalam pelaksanaannya. Itulah
pentingnya sebelum pelaksanaan upacara, petugas harus berlatih, berlatih dan berlatih, agar
pelaksanaan upacara menjadi lebih baik. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan
materi dengan judul : Pengendalian diri.

Pelaksanaan Upacara Bendera pada setiap hari Senin hendaknya jangan hanya sebagai
seremonial belaka, sebagai rutinitas yang kurang bermakna. Tapi marilah setiap kegiatan
upacara kita gunakan sebagai ajang untuk pengendalian diri kita. Agar selama pelaksanaan
upacara ini kita bisa mengendalikan diri untuk bersikap sempurna. Dalam bahasa ilmiahnya,
kita ini selalu berada dalam ruang dan waktu, berada dalam lingkungan. Kita ini bagian dari
masyarakat pendidikan, berarti ada lingkungan sekolah. Coba, mulai dari masuk pintu
gerbang sekolah, hendaklah kalian sudah mulai bisa mengendalikan diri, misalnya bagaimana
menghormati Bapak, Ibu Guru dan karyawan, bagaimana bisa tampak rapih tanpa ditegur
oleh Bapak / Ibu Guru.

Contoh pengendalian diri yang lain misalnya setiap bel berbunyi untuk ganti pelajaran,
hendaknya anak-anak jangan pada berkeliaran ke luar kelas, keculi kalau memang pada jam
berikutnya harus pindah ruangan misalnya ke LAB atau pelajaran Olah Raga. Kemudian
kalau jam pelajaran terakhir telah usai, jika sudah tidak ada kepentingan lagi di sekolah,
hendaknya anak-anak segera pulang ke rumah masing-masing, karena orang tuamu telah
menunggu-nunggumu di rumah. Jangan sampai diusir-usir diteriaki melalui pengeras suara.
Jangan nongkrong-nongkrong, bergerombol yang tiada gunanya, yang hanya akan
memancing suasana untuk berbuat yang negative.

Jangan sampai mau kalau ada pihak yang mencoba untuk mengajak tawuran Selanjutnya,
dalam lingkungan keluarga, tentu saja ada peraturan dalam keluarga, ada orang tua, kakak
atau adik, bagaimana bentuk pengendalian diri ? Yang punya kakak harus menghormati
kakaknya, yang punya adik harus menyayangi adiknya. Kalau ada PR misalnya, , harus
segera dikerjakan jangan membiasakan diri untuk menunda-nunda pekarjaan. Bagaimana kita
harus menghormati kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada.
Melalui mimbar ini saya ingatkan bahwa kepada kedua orang tua, bentuk pengendalian diri
kita adalah bahwa kita harus menghormati, menyayangi kedua orang tua kita, jangan sampai
orang tua kita sakit hati pada kita gara-gara sikap dan perilaku kita, jangan suka membentak.
Pada dasarnya setiap nasihat orang tua wajib kita dengarkan, kita ikuti. Tapi ada satu nasihat/
ajakan orang tua kita yang tidak boleh kita ikuti, kita turuti, yaitu jika orang tua kita
mengajak kita kepada kesyirikan.

Untuk hal yang satu ini, kita boleh menolaknya, tapi juga harus dengan bahasa yang santun,
jangan sampai menyakiti hati orang tua, kita tetap harus menjalin hubungan yang baik kepada
keduanya. Jika kita semua bisa mengendalikan diri dengan baik di mana kita berada,
alangkah indahnya hidup ini, bagaikan planet-planet yang beredar pada lintasannya , tidak
ada benturan-benturan, selaras, serasi dan seimbang. Dalam hidup ini memang banyak
kendala-kendala, tapi hendaknya bisa menjadi kendali untuk memacu kita dalam meraih
sukses.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga ada manfaatnya.

Wabillahittaufiq Wal hidaayah , Wassalaamu’alaikum Wr, Wb.


Contoh Amanat Pembina Upacara Ke-2

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Yang Terhormat Bapak Drs. H. Pattawe.AB selaku kepala SMA Negeri 13 Tompobulu
Maros

Yang kami hormati Bapak/Ibu Guru serta Staf TU

Para Siswa sekalian yang

berbahagia dan kami banggakan

Sebagai awal kata, marilah kita senantiasa bersyukur kehadirat Allah Swt Tuhan Yang Maha
Kuasa, atas perkenan karunia dan ridlo-Nya, pada hari ini, Senin, 11 Agustus 2014 kita dapat
menjalankan upacara bendera tanpa halangan suatu apa. Sholawat dan salam senantiasa kita
curahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, para pengikutnya yang saleh dan salehah
hingga akhir zaman.

Anak anakku siswa siswi SMA Negeri 13 Tompobulu Maros yang kami banggakan

Kami berdiri di sini selaku Pembina upacara, ada dua hal amanat upacara yang akan kami
sampaikan pada kesempatan upacara kali ini :

1. Menyikapi pelaksanaan upacara hari ini,petugas upacara sudah baik dan mudah-
mudahan ini menjadi contoh petugas upacara pada senin yang akan datang shingga
petugas upacara senin depan akan lebih baik. Demikian halnya peserta upacara, kami
menilai juga sudah cukup baik, meskipun jika kami mengamati sekilas masih tetap
saja ada peserta yang masih kurang khidmat dalam mengikuti upacara, misalnya
dalam hal sikap sempurna dan ketika penghormatan bendera. Mudah-mudahan
dengan khidmadnya pelaksanaan upacara, akan menambah semangat patriotisme dan
nasionalisme kita kepada Negara yang kita cintai Indonesia.
2. Menyikapi penyakit KUBER dan KUDIS (alias kurang kebersihan dan kurang
kedisiplinan) di sekolah yang kita cintai, akhir-akhir ini kepedulian para siswa
terhadap kebersihan dan semangat kedisiplinan cenderung ada penurunan.
Kerbersihan dan kedisiplinan adalah tanggung jawab kita semua. Kenapa kebersihan
perlu kita evaluasi? Ini terbukti masih saja ada para siswa yang masih hobby
membuang sampah di sembarang tempat; baik di halaman kelas, ruang kelas maupun
di dalam laci meja kelas. Terkait dengan kedisiplinan; masih kami jumpai siswa yang
terlambat masuk sekolah, rambut yang KURAP alias (kurang rapi). Untuk itu pada
kesempatan ini kami mengajak kepada peserta upacara mari kita jaga kebersihan
sekolah yang kita cintai dan tingkatkan kedisiplinan kita sebagai ciri khas warga
sekolah yang kita cintai.

Anak anakku siswa siswi SMA Negeri 13 Tompobulu Maros yang kami banggakan,
demikian amanat upacara yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk kita semua.
Akhir kata,

Wassalamu’alaikum wr.wb.