Anda di halaman 1dari 5

1.

Apa itu MIKE 21


MIKE 21 adalah program komputer yang mensimulasikan arus, gelombang, sedimen
dan ekologi di sungai, danau, muara, teluk, pesisir dan laut dalam dua dimensi. Perangkat lunak
ini dikembangkan oleh DHI (Danish Hydrodynamic Institute). Dalam pengaplikasiannya,
MIKE 21 dapat digunakan untuk penilaian data desain untuk struktur pesisir dan lepas pantai,
optimalisasi tata letak pelabuhan dan tindakan perlindungan pesisir, analisis air pendingin,
desalinasi dan resirkulasi, penilaian dampak lingkungan terhadap infrastruktur laut, perkiraan
air untuk operasi dan navigasi laut yang aman, banjir pesisir dan peringatan gelombang badai,
banjir pedalaman dan pemodelan aliran darat.
MIKE 21 terdiri dari tiga mesin simulasi:
 Single Grid: persamaan non-linear tergantung waktu kontinuitas dan konservasi
momentum dipecahkan dengan teknik beda hingga implisit dengan variabel-variabel
yang didefinisikan pada kotak persegi panjang
 Multiple Grids: menggunakan mesin simulasi dan pendekatan numerik yang sama
seperti versi single grid. Namun, hal itu memberikan kemungkinan penyulingan bidang
minat khusus di dalam area model (nesting). Semua domain di dalam area model
terhubung secara dinamis.
 Fleksibel Mesh: adalah mesh tidak terstruktur dan menggunakan teknik solusi volume
terbatas yang berpusat pada sel. Jala ini didasarkan pada elemen segitiga linier.

2. Modul dalam MIKE 21

A. Modul Hidrodinamika (HD) MIKE 21

MIKE 21 Flow Model FM Hydrodynamic Module digunakan untuk mensimulasikan


pola pasang surut dan aliran. Modul ini didasarkan pada solusi numerik persamaan perairan
dangkal dua dimensi, kedalaman terintegrasi persamaan Navier-Stokes. Model ini terdiri atas
persamaan kontinuitas dan momentum. Diskritisasi spasial domain model dilakukan dengan
menggunakan metode finite volume, dimana domain komputasi horisontal terbagi atas elemen-
elemen yang non-overlapping.
Modul hidrodinamik dalam MIKE 21 HD meruapakan sistem model numerik secara
umum untuk memodelkan simulasi muka air dan aliran di estuari, teluk dan pantai. Model ini
dapat mensimulasikan aliran dua dimensi tidak langgeng di dalam fluida satu lapisan (secara
vertikal homogen) maupun dalam aliran tiga dimensi. Modul hidrodinamika MIKE 21 (MIKE
21 HD) merupakan modul dasar dalam program MIKE 21 model aliran (flow model).
B. Modul Spectial Wave (SW) MIKE 21
MIKE 21 SW merupakan model generasi baru dari wind-wave model berdasarkan
unstructured mesh. MIKE 21 SW mensimulasikan pertumbuhan, peluruhan dan transformasi
gelombang yang dibangkitkan oleh angin dan swell di offshore dan area pesisir. MIKE 21 SW
memiliki dua formulasi berbeda, yaitu:
 Directional decoupled parametric formulation
 Fully spectral formulation Directional decoupled parametric formulation
Berdasarkan parameterisasi dari persamaan konservasi wave action. Parameterisasi
dilakukan pada frekuensi dominan dengan menjadikan momen ke-nol dan momen ke-satu
sebagai variabel yang bergantung pada variabel lain (Holthuijsen,1989). Fully spectral
formulation berdasarkan persamaan konservasi wave action seperti dijelaskan pada Komen et
al (1994) dan Young (1999), dimana frekuensi tiap arah dari spektrum wave action adalah
variabel yang bergantung pada variabel lain. Fenomena fisis yang dapat disimulasikan oleh
MIKE 21 SW diantaranya:
o Pertumbuhan gelombang yang dibangkitkan angin
o Interaksi gelombang non-linear
o Disipasi akibat white-capping
o Disipasi akibat gesekan dasar
o Disipasi akibat gelombang pecah
o Refraksi dan pendangkalan akibat perubahan kedalaman
o Interaksi gelombang dan arus
o Efek tinggi air yang berubah terhadap waktu
Diskritsasi persamaan pembangun dalam geographical dan ruang spectral
menggunakan metode cellcentered finite volume. Pada domain geographical digunakan
unstructrured mesh. Integrasi waktu dengan pendekatan langkah fractional dengan metode
multi-sequence untuk perhitungan penjalaran wave action.
MIKE 21 SW dapat diaplikasikan untuk desain di offshore, pesisir dan dermaga dengan
perkiraan beban gelombang yang akurat sebagai faktor penting terhadap keamanan dan desain
yang ekonomis dari struktur. Model ini juga dapat digunakan untuk perhitungan transpor
sedimen, yang sebagian besar ditentukan oleh kondisi gelombang dan gelombang yang
dipengaruhi arus. Gelombang yang dipengaruhi arus dibangkitkan oleh perbedaan radiation
stress yang muncul di surf zone.
Modul 21 SW memiliki kemampuan untuk melakukan simulasi pembangkitan
gelombang, penjalaran gelombang dan kehilangan energi gelombang akibat perubahan
kedalaman. MIKE 21 SW menggunakan dua persamaan yang berbeda, yaitu formulasi
directional decoupled parametric dan formulasi fully spectral. Kedua persamaan gelombang
tersebut sama-sama menggunakan persamaan kekekalan gelombang sebagai persamaan
pembangun. Perbedaan dari kedua persamaan tersebut terletak pada solusi yang digunakan
formulasi directional decoupled parametric menggunakan peneyelesian sesuai Holthuijsen
(1989) sedangkan formulasi fully spectral menggunakan penyelesian sesuai dengan yang
dilakukan Komen et al. (1994) dan Young (1999).

C. Modul Sand Transport (ST) MIKE 21


Modul Sand Transport (ST) merupakan aplikasi model dari angkutan sedimen non
kehesif. MIKE 21 Flow Model FM adalah satu sistem modeling berbasis pada satu pendekatan
mesh fleksibel. Dikembangkan untuk aplikasi di dalam oceanographic, rekayasa pantai dan
alam lingkungan muara sungai. Sand Transport Module menghitung hasil dari pergerakan
material non kohesif berdasarkan kondisi aliran di dalam modul hidrodinamik serta kondisi
gelombang dari perhitungan gelombang (modul spectral wave). Pendekatan formula yang
digunakan dalam sediment transport di modul ini adalah Engelund-Hansen model, Van-Rijn
model, Engelund-Fredsøe model, serta Meyer-Peter-Müller model.

D. Courant Number
Kondisi Courant-Friderich-Lewy (kondisi CFL) adalah kondisi yang diperlukan untuk
konvergen ketika menyelesaikan persamaan difrensial tentu. Hal ini muncul ketika skema
waktu-gerak digunakan dalam perhitungan numerik. Akibatnya, tahapan waktu harus kurang
dari waktu yang digunakan di simulasi komputer dengan skema waktu-gerak, jika tidak
simulasi akan menghasilkan hasil yang tidak stabil dan salah.
Ukuran grid mesh, dikombinasikan dengan kedalaman air dan tahapan waktu digunakan
untuk mengatur nilai courant number dalam pengaturan model. Nilai Courant maksimum harus
kurang dari 1. Jadi waktu simulasi tergantung kepada triangulasi mesh, tidak hanya tergantung
dari jumlah node dalam mesh, tetapi tergantung juga pada nilai courant yang dihasilkan.
Sebagai hasil dari hal tersebut, efeknya pada waktu simulasi pada resolusi grid sedang di air
yang dalam dapat relatif tinggi jika dibandingkan dengan resolusi grid tinggi di air yang
dangkal.

3. Aplikasi MIKE 21 Terhadap Lingkungan


A. Simulasi Arus
Parameter-parameter yang digunakan dalam pemodelan Arus menggunakan bantuan
perangkat lunak MIKE 21 Modul Hydrodynamic yaitu dengan memasukkan data time seris
pasang surut dan data mash bathimetri akan menghasilkan output berupa current speed dan
current direction dalam bentuk area series.

B. Simulasi Gelombang
Parameter-parameter yang digunakan dalam pemodelan gelombang menggunakan
bantuan perangkat lunak MIKE 21 Modul Spatial Wave yaitu dengan memasukkan data time
seris kecepatan angin, data time seris tinggi dan periode gelombang, data area seris dari hasil
permodelan arus dan data mash bathimetri akan menghasilkan output berupa wave hight ,wave
period, wave direction dalam bentuk area series.
C. Simulasi Transport Sediment
Parameter-parameter yang digunakan dalam pemodelan sedimen transport
menggunakan bantuan perangkat lunak MIKE 21 Non Cohesive Sediment Transport yaitu
dengan memasukkan data area seris dari hasil permodelan gelombang, data area seris dari hasil
permodelan arus dan data mash bathimetri akan menghasilkan output berupa bad elevation
change, deapth flow dan total load dalam bentuk area series.

(a) (b)
(a) Perubahan elevasi dasar
(b) Total load transport sediment