Anda di halaman 1dari 5

KAPILARITAS AIR DAN KAPASITAS

LAPANG TANAH

Shintia Oktaviani

Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,


Universitas Riau
Pekanbaru 28293
email: shintiaoktaviani43@yahoo.com

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui bagimana kemampuan tanah mengikat air
dan gerak kapilaritas air pada beberapa tekstur tanah di Laboratorium Alam Pendidikan
Biologi FKIP Universitas Riau pada tanggal 29 Nopember 2014. Penelitian dilakukan
dengan metode eksperimen. Masing-masing data di sajikan dalam bentuk tabel dan
grafik. Data di analisis secara deskriptif. Tabel pertama mengenai Ketinggian air (cm)
kapiler pada tabung ketiga jenis tanah .Tabel kedua dilakukan pecobaan untuk
mengetahui kadar air tanah (g) pada kapasitas lapang terhadap tiga jenis tanah penelitian
dilakukan dengan dua variabel yaitu tanah sebagai variabel manipulasi/bebas dan Air
sebagai variabel respon /terikat.Hasil data menunjukan dari tiga jenis tanah yaitu tanah
pasir, tanah kebun, dan tanah liat, tanah yang memilki kemampuan gerak kapilaritas air
dari tinggi ke rendah secara berurutan adalah tanah pasir, tanah kebun dan tanah liat.
Sedangkan tanah yang memilki kemampuan mengikat air dari tinggi ke rendah secara
berurut adalah tanah liat, tanah kebun dan tanah pasir.

PENDAHULUAN Air tersimpan didalam pori-pori


Tanah merupakan media bagi tanah. Pori-pori tanah adalah bagian
pertumbuhan tumbuhan serta sebagai yang tidak terisi bahan padat (terisi oleh
penyedia sumber mineral dan bahan udara dan air). Pori-pori tanah dapat
organik yang dibutuhkan oleh tanaman. dibedakan menjadi pori-pori kasar
Pada tanah air berfungsi sebagai pelarut (macro pore) dan pori-pori halus (micro
dan media reaksi kimia. Tanah memliki pore). Pori-pori kasar berisi udara dan air
kemampuan melewatkan ataupun gravitasi (air yang mudah hilang karena
menahan air dan udara yang masuk gaya gravitasi), sedang pori-pori halus
kedalamnya. Menurut Forth dkk (1988), berisi air kapiler atau udara. Tanah-tanah
Pergerakan air didalam tanah bisa secara pasir mempunyai pori-pori kasar lebih
vertical dan horizontal. Pergerakan air banyak daripada tanah liat. (Craig,1991)
secara vertikal dapat berupa pergerakan Tanah dapat mengikat air karena
air ke bawah yang dipengaruhi oleh adanya gaya yang bekerja pada air.
gerak gravitasi melalui infiltrasi dan Gaya tersebut berasal dari adsorbsi
perkolasi sedangkan pergerakan air molekul air oleh padatan tanah,
secara horizontal adalah pergerakan air gaya tarik menarik antara molekul
ke atas melalui gerak kapilaritas air tanah air, adanya larutan garam dan gaya kapiler.
yang dipengaruhi oleh porositas tanah Pola kapilaritas air tanah dipengaruhi
dan temperatur tanah. oleh besarnya pengembangan tegangan
dan daya dalam tanah. Nilai efek 1. Ketiga sampel tanah (pasir,
kapilaritas tidak beraturan pada setiap lempung, liat) dikeringkan
bagian tanah, karena ukuran pori-pori sampai tidak mengandung air.
yang dilewatinya bersifat acak. 2. Salah satu ujung pipa kaca
Hardjowigono (2003) disumbat dengan menggunakan
Kemampuan menahan air pada kain kasa (sebagai alas).
tanah berbeda-beda sesuai dengan 3. Sampel tanah dimasukkan
tekstur dan jumlah pori-porinya. Pada kedalam pipa sebanyak 2/3
umumnya tanah bertekstur tanah liat bagian pipa tersebut.
yang dominan memiliki kemampuan 4. Pipa ditegakkan dengan
menahan dan menyimpan air yang menggunakan statip. Masukkan
tinggi, dikarenakan molekul kedalam beker gelas yang telah
air sangat kuat terjerap pada permukaan tanah. diisi air setinggi 5 cm.
Sedangkan pada tanah bertekstur pasir memiliki 5. Amati perambatan air dalam
kemampuan memegang dan menyimpan air ketiga pipa gelas dari menit ke
sangat rendah (juwono,200). menit dan ukur ketinggian air
Berdasarkan permasalahan diatas setiap 5 menit selama 30 menit.
maka dilakukan penelitian untuk Langkah kerja untuk
mengetahui bagimana kemampuan tanah mengetahui kemampuan tanah dalam
mengikat air dan gerak kapilaritas air mengikat air adalah sebagai berikut :
pada beberapa tekstur tanah. 1. Ketiga sampel tanah (pasir,
Permasalahan yang diangkat lempung, liat) dikeringkan
dalam laporan ini adalah bagimanakah sampai tidak mengandung air.
kemampuan tanah dalam mengikat air 2. Salah satu ujung semprong
dan bagaimanakah gerak kapilaritas air ditutup dengan karet penyumbat
pada beberapa beberapa jenis tekstur yang telah diberi saluran buangan
tanah yang berbeda. air kasa. Lalu ditimbang beratnya.
3. Ketiga sampel tanah dimasukkan
METODELOGI PENELITIAN kedalam masing-masing
Praktikum mengenai Sel dan semprong setinggi 5 cm dari
Lingkungannya dilaksanakan pada dasar kaca. Lalu timbang berat
tanggal 29 Oktober 2014 di nya.
Laboratorium Pendidikan Biologi 4. Itung berat tanah dan juga
Fakultas Keguruan dan Ilmu volumenya
Pendidikan Universitas Riau pukul 5. Masing-masing pipa ditegakkan
13.30 WIB. menggunakan statip didalam
Adapun alat dan bahan yang gelas beker. Dengan waktu
digunakan saat praktikum ini, yaitu alat bersamaan tuangkan air 20-25 ml
berupa pipa gelas, beker gelas, statip melalui mulut pipa. Biarkan air
dan klem, Sedangkan bahan yang meresap kedalam tanah.
digunakan yaitu berupa tiga jenis 6. Amati pada waktu berapakah dan
sampel tanah (pasir, lempung, liat) dan pada pipa dengan jenis sampel
kain kasa. manakah air pertama kali
Langkah kerja untuk menetes.
mengetahui gerak kapilaritas air adalah
sebagai berikut :
7. Selanjunya air dibiarkan terus HASIL DAN PEMBAHASAN
menetes sampai tidak ada lagi air
yang menetes. A. Gerak kapilaritas air
8. Hitung volume air yang
tertampung di dalam beker dan Hasil pengukuran ketinggian air
hitung jumlah air yang tertahan kapiler pada tabung terhadap ketiga jenis
oleh partikel tanah dengan rumus tanah dapat dilihat pada Tabel 1.
volume mula-mula – volume air
yang dilalukan.

Tabel 1. Ketinggian air (cm) kapiler pada tabung ketiga jenis tanah

Menit ke Tanah Pasir Tanah Kebun Tanah Liat


1 (5 menit) 5,0 cm 4,3 cm 3,8 cm
2 (10 menit) 5,3 cm 4,5 cm 4,0 cm
3 (15 menit) 5,5 cm 4,7 cm 4,2 cm
4 (20 menit) 5,7cm 5,0 cm 4,5 cm
5 (25 menit) 6,0cm 5,3 cm 4,7 cm
6 (30 menit) 6,0 cm 5,5 cm 5,0 cm

7
6
ketinggian air (cm)

5
4
tanah pasir
3
2 tanah kebun
1 tanah liat
0
1 2 3 4 5 6
waktu (menit ke)

Grafik 1. Laju kenaikan air kapiler

Dari data diatas dapat dilihat tanah liat memiliki pori mikro
bahwa jenis tanah yang memiliki sehingga kecepatan air untuk merambat
gerakan kapilaritas paling cepat adalah lebih lambat dibanding dengan
pasir . Hal ini disebabkan karena tanah kecepatan rambat air pada tanah kebun
pasir memiliki pori makro sehingga dan tanah pasir. Tanah yang berbeda-
menyebabkan air semakin cepat beda menyebabkan air meresap dengan
merambat pada tanah tersebut, laju yang berbeda-beda. Jenis tanah
sedangkan berpasir umumnya cenderung
mempunyai laju infiltrasi tinggi atau
peresapan air ke dalam tanahnya tinggi. B. Kemampuan tanah mengikat air
Sedangkan tanah liat cenderung
mempunyai laju infiltrasi rendah. Untuk Hasil pengukuran kadar air tanah
satu jenis tanah yang sama dengan pada kapasitas lapang terhadap tiga jenis
kepadatan yang berbeda mempunyai laju tanah dapat dilihat pada Tabel 2.
infiltrasi yang berbeda pula. Makin padat
partikel makin kecil laju infiltrasinya
(Salisbury,1995).

Tabel 2. Kadar air tanah (g) pada kapasitas lapang pada tiga jenis tanah

Ulangan Tanah pasir Tanah kebun Tanah liat


Waktu Volume air Waktu Volume air Waktu Volume air
tetes 1 tertahan tetes 1 tertahan tetes 1 tertahan
1 3 det 11 ml 8 det 14ml 3 menit 18 ml

Berdasarkan data tersebut, tampak berbanding terbalik dengan luas


bahwa terdapat perbedaan waktu yang permukaan yang terbentuk, luas
dibutuhkan untuk tetes pertama.dimana permukaan mencerminkan luas situs
pada pasir dibutuhkan waktu 3 detik, yang dapat bersentuhan dengan air,
pada tanah kebun dibutuhkan waktu 8 energi atau bahan lain, sehingga makin
detik dan pada tanah liat dibutuhkan dominan fraksi pasir akan makin kecil
waktu 3 menit. Secara berurutan tetes daya tahannya untuk menahan tanah.
pertama dimulai dari tanah pasir, tanah Walaupun tanah liat dapat
kebun dan tanah liat menyerap air paling banyak, tetapi tanah
Jenis tanah yang memiliki daya liat tidak dapat memberikan ruangan
tampung terbesar adalah tanah liat. untuk akar tanaman agar dapat tumbuh
Karena tanah liat memiliki partikel tanah dengan baik seperti pada tanah pasir dan
yang kecil. Dimana semakin kecil tanah kebun. Tanah pasir tidak cocok
partikel tanah maka semakin banyak air digunakan sebagai media tanam karena
yang diserap oleh tanah tersebut, tanah pasir cepat menyerap air namun
sebaliknya semakin besar partikel tidak dapat menahan air lebih banyak
tanahnya maka semakin sedikit air yang sehingga akan menyebabkan tanaman
diserap oleh tanah tersebut. kekurangan air. Sedangan tanah kebun
Tanah liat mempunyai luas lebih baik untuk dijadikan sebagai media
permukaan yang lebih besar sehingga tanam karena kecepatan penyerapan air
kemampuan menahan air nya juga besar. dan kemampuan tanah menahan air yang
Sedangkan pada tanah pasir menahan air sedang. Selain itu, tanah kebun juga
paling rendah. Menurut Hakim (1986) memiliki unsur hara yang cukup untuk
bahwa tanah yang didominasi pasir akan tanaman.
banyak mempunyai pori-pori makro
sedangkan didominasi liat akan banyak
mempunyai pori-pori mikro. Hal ini
KESIMPULAN Craig, Houston. 1991. Kapilaritas air
(ilmu tanah). Gajah Mada
Berdasarkan praktikum yang
dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dari University Press, Yogyakarta.
tiga jenis tanah yaitu tanah pasir, tanah
Foth, Henry D, 1988, Dasar-dasar Ilmu
kebun, dan tanah liat, tanah yang
memilki kemampuan gerak kapilaritas Tanah, Gajah Mada University
air dari tinggi ke rendah secara berurutan
Press, Yogyakarta.
adalah tanah pasir, tanah kebun dan
tanah liat. Sedangkan tanah yang Salisbury, 1995. Fisiologi tumbuhan
memilki kemampuan mengikat air dari
Hubungan Air Dengan Tanah.
tinggi ke rendah secara berurut adalah
tanah liat, tanah kebun dan tanah pasir. Gajah Mada University Press,
Yogyakarta.
DAFTAR PUSTAKA Hakim, Nurhajati dkk, 1986, Dasar-
dasar Ilmu Tanah, Universitas
Hardjowigono, H.S. 2003. Ilmu Tanah. Negeri Lampung, Lampung
Akademika Pressindo, Jakarta

Juwono dan Zulfa, Ahmad.2000.


BIOLOGI SEL. Penerbit Buku
Kedokteran EGC: Jakarta.