Anda di halaman 1dari 26

Book reading

BAB 142
Neurofibromatosis
oleh
Robert Listernick
Joel Charrow

1. Neurofibromatosis tipe 1 (NF-1), suatu kondisi autosomal dominan,


terjadi pada 1 dari 3000 kelahiran hidup. Neurofibromatosis tipe 2 (NF-2),
suatu kelainan autosomal dominan yang terpisah, terjadi pada 1 dari
40.000 kelahiran hidup.

2. NF-1 dapat didiagnosis secara klinis jika terdapat dua dari gejala berikut
ini: enam atau lebih bercakcafe-au-lait ( ukurannyalebih besar dari 0,5
cm pada anak-anak, lebih besar dari 1,5 cm pada orang dewasa),
bintik - bintik intertriginosa, dua atau lebih neurofibroma kutaneous
atau satu neurofibroma plexiformis, glioma saraf optik, lesi tulang
yang khas, nodus iris Lisch, atau ada kerabat tingkat pertama yang
mengalami NF-1.

3. Neurofibroma kulit lebih lunak daripada jaringan ikat di sekitarnya dan


menonjol di atas permukaan kulit atau berada tepat di bawah kulit.
neurofibroma subkutan yang muncul dari saraf perifer, baik di bawah
kulit maupun jauh di dalam jaringan viseral, umumnya jauh lebihkeras.

4. Neurofibroma pleksiformis, umumnya munculsaatlahir ataubeberapa


tahun pertama kehidupan, dapat menyebabkan kerusakan pada
penampilan, kebutaan (sekunder akibat ambliopia, glaukoma, atau
proptosis), hilangnya fungsi anggota gerak, atau disfungsi organ oleh
kompresi struktur vital.

5. Ciri khas NF-2 adalah adanya schwannomas vestibular bilateral.


Individu dengan NF-2 juga berisiko mengalami meningioma multipel,
schwannoma, glioma, dan neurofibroma di seluruh aksis saraf.
6. NF-1Segmental memiliki manifestasi NF-1, biasanya makula cafe-au-lait
dan neurofibroma, terbatas pada satu area tubuh. Hal ini terjadi sebagai
akibat mutasi pasca-konsepsi pada gen NF-1, yang menyebabkan
mosaikisme somatik.

EPIDEMIOLOGI

"Era modern" neurofibromatosis dimulai pada tahun 1981, dimana deskripsi klinis
rinci Riccardi menggambarkan gejala klinis dan perjalanan penyakit von
Recklinghausen dan selanjutnya "neurofibromatosis sentral dengan neuroma
akustik bilateral." Dengan kemampuan Diagnosis berbasis gen, beberapa sindrom
klinis yang khas telah diidentifikasi: (1) neurofibromatosis tipe 1 (NF-1), juga
dikenal sebagai penyakit von Recklinghausen; (2) neurofibromatosis tipe 2 (NF-
2), yang tanda kardinalnya adalah munculnya schwannoma vestibular bilateral;
(3) NF-1 segmental atau mosaik; (4) bercak cafe-au-lait familiar; dan (5)
schwannomatosis. NF-1 dan NF-2 terjadi sama di semua kelompok etnis. NF-1
terjadi pada 1 dari 3000 kelahiran hidup, sedangkan NF-2 sedikit lebih jarang
terjadi, dengan perkiraan kejadian 1 dari 40.000 kelahiran hidup.

ETIOLOGI DAN PATOGENESIS


Genetika
NF-1 diwarisi dalam suatu mode autosomal dominasi. Meskipun ekspresivitas
NF-1 sangat bervariasi, bahkan di antara individu-individu dalam keluarga yang
sama yang secara genotip identik, kelainan ini dianggap 100 persen penetran.
Dengan demikian, loncatan NF-1 di antara generasi mungkin merupakan akibat
dari kesalahan diagnosis, non parternitas, atau terjadinya mutasi baru pada
cucunya. Meskipun sejumlah besar mutasi NF-1 telah dijelaskan, belum ada
korelasi antara fenotipe genotipe kecuali pada individu yang mengalami delesi
gen NF1. Individu-individu ini tampaknya memiliki peningkatan risiko facial
dismorphism, retradasi mental, neurofibroma dini, dan munculnya neurofibroma
plexiform.terdapat bukti bahwa NF-1 lebih beratketika diturunkan dari ibu dari
pada ayah. .
Gen NF1 terletak pada kromosom 17 dan mengkodekan protein yang disebut
dengan neuroflbromin. Alel-alel mutan NF1 Homozygos belum dilaporkan,
mungkin karenapenyakit ini adalah kondisi yang mematikan. NF1 memiliki
tingkat mutasi yang luar biasa tinggi, diperkirakan 2,4 sampai 10 x 10-5.Gamet
bergenerasi salah satu tingkat tertinggi diantara kelainan-kelainan yang
diturunkan. Ini mungkin mencerminkan suatu ukuran gen yang cukup besar, yang
memiliki 350 kb genom DNA dan mengandung 59 ekson yang mengkodekan
suatu peptide yang terdiri dari 2800 asam amino. Suatu hipotesis alternatif adalah
bahwa ada beberapa sifat struktural gen yang membuatnya sangat rentan terhadap
mutasi.Mutasi baru menyumbang sekitar 50 persen kasus dan biasanya pada alel
yang diwarisi secara paternalis. Berbeda dengan kebanyakan gangguan dominan
lainnya, frekuensi mutasi baru tampaknya tidak meningkat seiring dengan usia
ayah.

Biologi Molekuler
Sebagian besar mutasi NF1 menghasilkan penurunan kadar produk gen NF1
intraselular (neurofibromin). Hal ini tampaknya cukup untuk menyebabkan
sebagian besar manifestasi klinis penyakit ini. Tumorin genesis termasuk
perkembangan neurofibroma kulit jinak, tampaknya bergantung pada inaktivasi
alel NF1 normal pada sel somatik, sebuahproses yang mengacu hilangnya
heterozigositas. Kehilangan heterozigositas merupakan suatu tahap penting dalam
tumorigenesis pada kebanyak sindrom-sindrom predisposisi kanker yang
diturunkan (misalnya retinoblastoma, sindrom Li-Fraumeni), dan gen-gen yang
terlibat disebut gen supresor tumor.Tumorigenesis dimulai saat kedua salinan gen
berhenti berfungsi normal, yang pertama sebagai akibat mutasi yang diwariskan
dan yang kedua sebagai akibat kerusakan somatik yang mengganggu fungsi alel
yang sebelumnya normal.
Neurofibromin ditemukan dalam berbagai tipe sel, termasuk neuron, oligoden-
drocytes, dan sel Schwann.Beberaoa bukti telah berkembang sebagaibukti
perannya neurofibromin sebagai regulator negative. Famili gen RAS yang
mengkodekanprotein-protein pengikat nukleotida guanin yang terkait dengan
membaran dalam regulasi proliferasi, diferensiasi sel. RAS terdapat dalam
keadaan aktif (RAS-guanosine triphosphate) dan inaktif (RAS-guanosine
difosfat). Mendukung konversi RAS dari keadaan aktif ke keadaan tidak aktif,
neurofibromin menyebabkan down regulasi efek pada RAS, yang mencakup
promosi pembelajaran, memori, plastisitas sinaptik, dan proliferasi serta
pertumbuhan sel. Terdapat empat bentuk neurofibromin yang berbeda, yang
dihasilkan dari penggabungan alternatif. Varian tipe II mencakup suatu urutan
21asam aminoyang dikodekan oleh ekson 23a, sedangkan tipe I tidak.Urutan ini
nampaknya penting untuk regulasi dan pembelajaranRAS.Di otak, terdapat tiga
isoform utama RAS. K-RAS telah terbukti menjadi target utamadari aktivitas
neurofibrolin. Aktivasi RAS oleh neurofibromin merangsang aktivitas protein G,
yang berakibat pada aktivasi adenilat siklase.
Adenosin monofosfat siklik dan perantara lainnya tampaknya berperan dalam
pertumbuhan, pembelajaran, dan memori sel. Neurofibromin juga berhubungan
dengan mikrotubulus dan berperan dalam mengatur aktivitas inhibitor neuron
gama amino butirat acid pada hippocampus.
RAS adalah suatu protein membrane dan memerlukan farnesilasi (penambahan
isoprenoid C15 ke residu sistein di dekat C terminal) untuk aktivitasnya, suatu
proses yang dikatalisis oleh farnesyl transferase. Agen-agen yang menghambat
farnesyl transferase menyebabkan inhibisi pada jalur RAS, sama seperti yang
dilakukan neurofibromin. Inhibitor farnesyl transferase membalikan fenotipe
proliferatif pada sel tikus yang mengalamai defisien NF1 dan dapat membalikan
gangguan-gangguanpembelajar spasial pada tikus model NF1 dengan menurunkan
kadar RAS. Pengamatan ini telah mendorong penyelidikan penggunaan inhibitor
farnesyl transferase untuk pengobatan komplikasi yang terkait NF-1, seperti
neurofibromas plexiformform yang berkembang cepat.
Hilangnya heterozigositas gen NF1 pada sel Schwann telah terbukti menjadi suatu
kejadian penting padaperkembangan neurofibroma diskrit. Selanjutnya, sel
Schwann yang mengalami defesiensi neurofibromin mengesekresi suatu substansi
yang merangsang sel mast, yang pada gilirannya akan menstumulasi produksi
matriks ekstra-matriks dan angiogenesis. Astrosit yang memiliki sedikit ekspresi
NF1 tidak membentuk glioma saraf optik mereka sendiri; suatu heterozigositas
lingkungan otak pada NF1 diperlukan untuk pengembangan tumor ini.

TEMUAN KLINIS
Sebuah konferensi pengembangan konsensus diadakan oleh National Institutes of
Health pada tahun 1987 untuk menetapkan kriteria diagnostik untuk menunjang
penelitian klinis yang lebih baik dan pengobatan pasien NF-1 yang lebih baik.
Tujuh tanda diagnostik yang diakui pada konferensi ini (Tabel 142-1),

dan rekomendasi bahwa dua atau lebih dari ketujuh tanda ini harus ada sebelum
ditegakan diagnosis, telah terbukti sangat berguna dan digunakan lebih lanjut
dalam 20 tahun kemudian.
Bercak Cafe-au-Lait
Bercak Cafe-au-lait, yang merupakan makula datar berpigmen adalah suatu
manifestasi awal dari NF-1 (Gambar 142-1).

Sering muncul pada saat lahir, dan semakin banyak seiring dengan pertumbuhan
anak.Terdapat terus berlanjut di sepanjang dekade pertama kehidupan.Bila
diperhatikan, bercak ini cenderung tumbuh dalam ukuran yang sebanding dengan
pertumbuhan keseluruhan anak.Meski jarang ditemukan di wajah, bercak
mungkin dapat muncul dimanapun tumbuh.Ukuran, bentuk, dan kontur bercak
cafe-au-lait tidak memiliki arti diagnostic yang signifikan, walaupun sebagian
besar bercak cafe-au-lait di NF-1 berbentuk oval dan memiliki tepi yang batas
teratur.ungkapan yang sering dikutip bahwa bercak cafe-au-lait memiliki tepi
yang teratur menunjukanNF-1 dan bercak cafe-au-lait yang tidak teratur yang
lebih khas pada sindrom McCune-Albright dapat menjadi salah satu tanda
khas(Kotak 142-1).
Ketika bercak cafe-au-lait tumpang tindih satu sama lain, area tumpang tindih
mungkin lebih gelap dari pada yang tidak tempat. Ketika dijumpai dalam bercak
Mongolia, mereka dikelilingi oleh lingkaran halo yang berpigmen lebih terang.
Individu dengan bercakcafe-au-lait yang berukuran besar belum tentu mengalami
NF-1 yang lebih berat, dan lokasi makula sama sekali tidak memprediksi lokasi
neurofibroma berikutnya.
Bercak Cafe-au-lait mewakili sekumpulan melanosit berpigmen yang berjumlah
besar pada neural crestdalam epidermis. Meskipun sel dapat mengalami
peningkatan jumlah "melano-raksasa" atau makroglobulus melanin, ini tidak khas
untuk NF-1, dan ada atau tidaknya temuan ini dalam biopsi tidak membantu
menegakan diagnosis.

Kriteria diagnostik untuk NF-1 adalah jika ditemui enam atau lebih bercak cafe-
au-lait yang lebih besar dari diameter 5 mm pada individu prepubertas atau lebih
dari1,5 cm pada orang dewasa. Pada semua anak-anak yang akhirnya didiagnosis
dengan NF-1, 53 persen akan memiliki enam atau lebih bercakcafe pada usia 3
tahun dan 97 per tahun pada usia 6 tahun. Makula berwarna coklat terang yang
menyerupai cafe-au-laitjuga terlihat meningkat frekuensinya pada anak berambut
merah, seringkali yang berasal dari Irlandia. Biasanya anak-anak tersebut
memiliki makula yang kurang dari enam dan tidak terdapat stigmata lain dari NF-
1. Individu dengan sindroma lentiginosis multipel dan sindrom LEOPARD (lihat
Bab 73) dapat dijumpaimakula cafe-au-lait pada saat bayi atau saat lahir dan
mungkin tidak berkembangmenajadi lentigines sampai masa usia dini.

Freckling Intertriginous
bercak cafe-au-lait yang lebih kecil dari 5 mm disebut bintik (freckles)biasanya
muncul di aksila, inguinal dan di bawah payudara (Gambar 142-2).

Tidak seperti bintik-bintik biasa pada lokasi ini, lesi ini tidak terkait dengan
paparan sinar matahari dan dianggap sangat patognomonik NF-1 (tanda Crowe).
Dari semua anak yang akhirnya diagnisasi dengan NF-1, 81 persen akan
mengalami bintik intertriginous pada usia 6 tahun.

Neurofibroma diskrit (lihat jugaChap. 127)


Neurofibroma, yang terdiri dari sel Schwann, sel mast, fibroblas, dan sel
perineural, adalah suatu tumor selubung saraf jinak yang muncul sebagai suatu
massa diskrit yang timbul nyeri dari saraf perifer. Neutofibromakulit menonjol
diatas kulit atau berada dibawah kulit dengan warna keunguan.(Gambar 142-3).
Mereka lebih lunak dari pada jaringan ikat di sekitarnya, sering menimbulkan
sensasi "kancing" saat jari digosok dengan lembut di atas permukaannya(Gambar
142-4).

Neurofibroma subkutan yang timbul dari saraf perifer, baik di bawah atau didalam
organ visceral umumnya jauh lebih keras (lihat eFig 142-4.1 dalam edisi on-
line).Jika mereka timbul dari ganglia akar dorsal, mereka dapat tumbuh melalui
foramen saraf, menekan medula spinalis dan menciptakan gambaran
"dambell".Neurofibroma subkutan di leher mungkin terasa seperti "kalung manik-
manik" dan sering sulit dibedakan dengan KGB. Kurang dari 20 persen anak-anak
di bawah usia 10 tahun memiliki neurofibroma kulit. Lesi ini umumnya mulai
muncul setelah pubertas dan bertambah jumlahnya seiring bertambahnya usia
pasien. Wanita dengan NF-1 sering terdapat lesi neurofibroma kulit selama
kehamilan. Meskipun belum diteliti, sebagian besar pasien dewasa dengan NF-1
kemungkinan memiliki neurofibroma dalam (viceral)asimtomatik yang
melibatkan akar dorsal dan saraf yang lebih besarlainnya. Terkadang, pruritus
berat yang berhubungan dengan neurofibroma dapat muncul dan memerlukan
pengobatan dengan antihistamin.

NeurofibromasPlexiformis (lihat jugaChap. 127)


Neurofibroma plexiformis, yang secara histologis mirip dengan neurofibroma
diskrit, adalah tumor selubung saraf perifer yang jinak yang melibatkan beberapa
fasikula saraf, sering muncul dari cabang saraf utama.Mereka mungkin
menimbulkan sensasi seprti "cacing" pada saat di palpasi, karena teraba beberapa
penebalan fasikula saraf.Seringkali terdapat hiperpigmen yang berlebihan
("bercak cafe-au-lait raksasa") atau hyppertrichosis (Gambar 142-5).

Kebanyakan neurofibroma plexiformismuncul saat lahir atau menjadi jelas selama


beberapa tahun pertama kehidupan.Neurofibroma plexiformis yang tampak
jealsdipermukaan kulit mudah dikenali dan dapat menyebabkan kecacatan
penampilan, kebutaan (sekunder akibat ambliopia, glaukoma, atau proptosis), atau
hilangnya fungsi anggota gerak (lihat eFigs 142-5.1, 142-5.2, dan 142-5.3 secara
on-line edisi). Sebaliknya, neurofibroma plexiformis toraks atau badomen
mungkin tidak memiliki manifestasi eksternal namun mungkin memiliki
konsekuesni yang sama buruknya karena invasi atau kompresif struktur vital
(misalnya ureter, usus, medulla spinalis).
Tingkat pertumbuhan neurofibroma plexiform sangat bervariasi.Periode
pertumbuhan yang cepat bergantian dengan periode pertumbuhan lambat sering
terjadi.Tumor berkas sel saraf periferganas, yang umumnya timbul dari
neurofibroma plexiform, dapat berkembangtanpa diketahui pada neurofibroma
plexiformis dalam (visceral) yang tidak menimbulkan gejala sampai metastasis
jauh terjadi.Meskipun hilangnya heterozigositas pada lokus NF-1 dapat
menyebabkan pembentukan neurofibroma jinak, transformasi maligna dari
neurofibroma plexiformis jinak dapat di inisiasi oleh regulator-regulstor siklus sel
di luar ras onkogen.Sebagai contoh, tikus yang memiliki mutasi nol baik pada gen
NF-1 dan p53 secara seragam mengalami perkembangan tumor ganas.Dokter
yang merawat individu dengan NF-1 harus waspada terhadap perkembangan
penyakit keganasan.Biopsi neurofibro plexiformis harus dilakukan jika lesi
menunjukkan pertumbuhan yang cepat atau menyebabkan rasa sakit yang
signifikan sertya disfungsi neurologis fokal.

Jalur Optik Tumor(Optic Pathway Tumor)


Sekitar 15 persen anak-anak dengan NF-1 akan mengembangkan tumor jalur optik
Namun, hanya satu setengah dari pasien ini yang akan mengalami gejala, dengan
kejadian simtomatik keseluruhan OPT sebanyak 7 persen. Rangkaian penelitian
OPT terkait NF-1 telah mengidentifikasi dominasi wanita sekitar 2 : 1 dari seluruh
pasien.serta insiden yang lebih rendah pada anak-anak keturunan AfrikaAmerika.
Pengamatan ini menunjukkan kemungkinan bahwa faktor hormonal atau
modifikasigen dapat mempengaruhi perkembangan OPT.
Periode risiko terbesar untuk perkembangan OPT simtomatik pada NF-1 adalah
selama 6 tahun pertama kehidupan. Perkembangan tumor simtomatik setelah usia
6 tahun sangat jarang terjadi. Dengan demikian, dokter yang merawat anak-anak
dengan NF-1 harus peka terhadap tanda dan gejala OPT pada kelompok usia
muda ini. Sekitar 30 persen anak-anak dengan OPT simtomatik akan
menunjukkan onset proptosis yang cepat, dengan kehilangan penglihatan sedang
sampai berat pada mata yang terkena (lihat edisi 142-5.4 dalam edisi on-line).
Kira-kira 30 persen anak akan menjalani pemeriksaan oftalmologis tanpa adanya
gejala visual, yang menyebabkan penemuan tumor. Karena anak kecil jarang
mengeluhkan kehilangan penglihatan, bahkan dalam keadaanberat, pemeriksaan
mata secara menyeluruh sangat penting dilakukan pada semua anak kecil dengan
NF-1.Tanda-tanda oftalmologi mungkin mencangkup defek papilaris aferen, atrofi
saraf optik, papilledema, strabismus, atau cacat pada penglihatan warna.
Akhirnya, sebanyak 40 persen anak yang mengalami tumor kiasma akan
mengalami pubertas prekoks. Akselerasi pertumbuhan linear akan menjadi tanda
pertama pubertas prekoks, yang akan memperkuat perlunya penilaian
pertumbuhan tahunan menggunakan grafik pertumbuhan standar dengan semua
anak dengan NF-1. Anak-anak dengan tumor chiasmal sering tidak memiliki
gejala atau tanda penyakit oftalmologis.Deteksi awal pubertas prekoks sangat
penting, karena akselerasi pertumbuhan linier dan perkembangan tanda seksual
sekunder dapat dihambat dengan penggunaan agonis long acting luteinizing
hormone.

Nodules Lisch
Nodul Lisch adalah hamartoma melanosit yang berbatas tegas dan meninggi pada
iris yang dianggap patoknomonik NF-1 (Gambar 142-6).

Nodul ini sangat mudah terlihat dengan slit lamp, yang penting untuk
membedakannya dari nevus datar pada iris yang sering dijumpai, yang tidak
terkait dengan NF-1. Nodul ini tidak menyebabkan gangguan fungsional
penglihatan. Frekuensi meningkat seiring bertambahnya usia: Meskipun Nodul
Lisch ditemukan pada lebih dari 90 persen orang dewasa dengan NF-1, hanya 30
persen anak dengan NF-1 yang berusia kurang dari 6 tahun yang memiliki nodul
ini.
Lesi Osseous Khas
Terdapat dua lesi tulang yang cukup khas untuk dimasukkan ke dalam kriteria
diagnostik untuk NF-1.Yang pertama, displasia sayap tulang sphenoid, akibat
gagalnya pembentukan dinding dan / atau lantai orbit (lihat edisi 142-6.1 dalam
edisi on-line).Displasia mesodermal kongenital mungkin terjadi, tapi tidak selalu
terlihat secara klinis, yang menyebabkan terjadinya proptosis (dari herniasi
meninges atau otak ke orbit) atau enophthalmos.
Displasia tulang panjang, ditandai dengan penipisan dan melengkungnya
tulang,mengenai sekitar 2 persen anak-anak dengan NF-1.Meskipun tibia adalah
tulang yang paling sering terkena, femur, humerus, dan tulang panjang lainnya
mungkin juga terlibat.Bahkan ketika tulang utuh, menipis dan membengkoknya
tulang menyebabkan deformitas yang jelas, dan sifat lemah secara mekanik pada
tulang menyebabkan mudahnya fraktur, terutama tulang-tulang penompangberat
badan.Kegagalan penyatuan tulang setelah fraktur mengakibatkan terbentuknya
"sendi palsu", atau pseudarthrosis.

Uji Laboratorium
Meskipun identifikasi gen NF-1 dan urutan lengkap, diagnosis NF-1 tetap
diutamakan dari klinis.Meskipun konfirmasi laboratorium sangat berguna dalam
keadaan tertentu, namun dalam keadaankhusu, namun dalam kebanyakan kasus
hal itu tidak perlu dilakukan. Karena pada umumnya tidak ada mutasi yang
teridentifikasi, diagnosis molekuler hanya dapat didasarkan pada strategi-strategi
yang melakukan screening mutasi pada keseluruhan gen. Beberapa laboratorium
sekarang menawarkan pengujian pada beberapa atau semua ekson dan / atau
pemindaian mutasi dengan sensitivitas hasil setinggi 95 persen. Pengujian ini
tersedia untuk individu presymptomatik dan juga dapat dilakukan untuk diagnosis
NF-1 prenatal ketika mutasi telah diidentifikasi pada orang tuanya yang terkena.
Dokter yang kurang berpengalaman sering melakukan biopsi pada massa di kulit
dalam upaya untuk mengkonfirmasi diagnosis NF-1 pada individu dengan
beberapa bercak cafe-au- lait atau stigmata NF-1 lainnya. Prosedur seperti itu
tidak diperlukan, karena diagnosis klinis NF-1 cukup mudah.Biopsi neurofibroma
plexiformis harus direncanakan pada situasi di mana dokter ingin menyingkirkan
kemungkinan terjadinya keganasan.

Evaluasi Radiografi
Ada banyak perdebatan mengenai peran skrining neuroimaging dalam
penatalaksanaan anak-anak dengan NF-1asimtomatik. Skrining rutin akan menjadi
penting jika mengarah pada deteksi dini OPT dan inisiasi terapi dini yang
mencegah kerusakan visual. Sebuah studi longi-tudinal pada anak-anak dengan
NF-1gagal untuk mengidentifikasi tumor dimana deteksi dini dapat mengubah
perjalanan klinis penyakit. Selain itu, skrining yang ditargetkan pada anak-anak
yang sangat muda dengan NF-1, kelompok berisiko tinggi untuk pengembangan
OPT, gagal karena tiga anak mengalami tumor simtomatik segera setelah
dilakukan MRI yang menunjukan hasil normal. Tumor batang otak pada anak-
anak dan orang dewasa dengan NF-1 secara umum lebih indolen daripada
individu tanpa NF-1, yang menunjukkan bahwa skrining rutin tidak
bermanfaat.Dengan demikian, National Neurofibromatosis Foundation Optical
Pathway Task Force telah merekomendasikan untuk melakukan skrining rutin
neuroimaging pada semua anak dengan NF-1. Meskipun tidak ada data
longitudinal yang sebanding untuk orang dewasa mengenai kinerja pemindaian
MRI rutin kepala dan medulla spinalis, tampaknya masuk akal untuk melakukan
pengujian semacam itu hanya pada orang-orang yang memiliki gejala atau tanda
sugestif dari patologi ssp.
Demikian pula, terdapat perdebatan mengenai apakah pasien dengan NF-1 harus
diskrining karena adanya neurofibromas plexiformis yang tersembunyi.Sebagian
besar penelitian telah menunjukkan sekitar 30 persen angka kejadian.Karena
strategi semacam itu menimbulkan biaya yang besar tanpa menawarkan manfaat
yang terbukti dalam mencegah pertumbuhan neurofibroma plexiformis dan
komplikasi jangka panjang berikutnya, sehingga hal ini tidak disarankan. Namun,
jika percobaan kemoterapi saat ini menunjukkan keberhasilan dalam pengobatan
tumor yang berkembang cepat, identifikasi pada usia dini mungkin lebih penting.

Komplikasi Neurofibromatosis Tipe 1


Komplikasi Skeletal
Semua anak dengan NF-1 harus diskrining secara teratur, apakah terdapat
scoliosis dimulai pada masa kanak-kanak.Scoliosis adalah manifestasi kerangka
NF-1 yang paling umum, yang mengenai 10 persen sampai 30 persen
pasien.Scoliosis dibagi menjadi tipe distrofiks dan non-distrophiks.Skoliosis
distrofik adalah hasil dari displasia tulang primer dan mungkin muncul sangat dini
pada masa kanak-kanak, biasanya mengakibatkan terbentuknya kelengkungan
tajam pada kurvatura korpus vertebralis.Hal ini sering disertai dengan rotasi
ekstrim, dan melengkungnya pinggir posterior korpus vertebra, kompresi serta
defek pedikel dan pembesaran foramen saraf sertakanalis spinalis.Curvatura dapat
memberat dengan cepat, memerlukan operasi, yang umumnya sulit karena adanya
kurva multiplanar, kualitas tulang yang buruk, dan potensi cedera radiks saraf dan
medulla spinalis, serta adanya neurofibroma intra dan ekstra spinal. Scoliosis tipe
non-distrofik lebih sering terjadi dan serupa dengan skoliosis idiopatik pada
remaja.Pada sebagian besar anak dapat ditangani dengan baik menggunakan alay
bantu brace.
Pertumbuhan tulang local yang berlebihan juga dapat terjadi pada anak-anak
dengan NF-1 dan biasanya terjadi pada daerah neurorofibroma.Berlebih
pertumbuhan ini dapat mengenai hanya pada satu jari atau pada area yang lebih
luas seperti tangan atau ekstremitas, tapi hemihipertrofi sejati jarang
terjadi.Pertumbuhan tulang yang berlebih dapat juga terjadi pada suatu area yang
dikenai oleh neurofibromaplexiformis.

Kanker
Terdapat sedikit keraguan bahwa NF-1 dapat meningkatkan predisposisi terhadap
kanker tertentu. Dalam suatu studi kohort di Swedia terdiri dari 212 probandus
dan keluarganya yang mengalami kondisi ini diikuti lebih dari 40 tahun,
neoplasma ganas atau tumor ssp terjadi pada 45 persen probandus, dengan risiko
relatif 4 kali dibandingkan dengan populasi umum. Namun, ketika keluarga dari
probandus diperiksa, hanya kerabat perempuan dengan NF-1 yang ditemukan
memiliki peningkatan risiko neoplasma. Hal ini menggambarkan bias luar biasa
pada data yang diperoleh melalui medical recods.Ketika catatan Register Kanker
Anak di Jepang diperiksa, kejadian NF-1 adalah 6,45 kali lebih tinggi dari pada
yang di perkiraan.

Keganasan saraf perifer timbul hampir secara eksklusif pada neurofibroma


plexiformis.Ekstimasi resiko seumur hidup untuk pengembangan tumor ini
bervariasi tapi angkanya mungkin setinggi 13 persen. Karena hasil terapi yang
buruk, dokter sebaiknya harus rajin memeriksa gejala awal yang merujuk pada
ini.Termasuk massa yang berkembang cepat,nyeri atau disfungsi yang tidak dapat
dijelaskan. Meskipun studi pencitraan konvensional tidak dapat mengidentifikasi
jaringan ganas dalam neurofibroma plexiformis, modalitas yang terbaru seperti
emisi positron 18-fluorodeoxyglucose mungkin berguna.
Pheochromocytoma jelas dikaitkan dengan NF-1, dengan potensi kejadian
setinggi 1,4 persen. Jadi dalam suatuulasan, rata-rata usia saat presentasi adalah
42 tahun; 84 persen pasien memiliki tumor adrenal soliter, 9,6 persen memiliki
tumor adrenal bilateral, dan 6 persen memiliki tumor ektopik di rantai simpatis
abdomen, organ Zucker kandl, dan kandung kemih.
Gejala dan hipertensi terkait katekolamin keduanya terdapat 61 persen pasien; 22
persen pasien tidak memiliki temuan ini. Pheochromocytomas ganas ditemukan
pada 11,5 persen pasien, seringkali dengan metastasis jauh saat presentasi.
Kehilangan het-erozygosity gen NF-1 telah ditunjukkan baik pada
pheochromocytomas NF-1 dan yangsporadis .
Terdapat peningkatan risiko leukemia myelomonocytic kronis dan leukemia
limfoblastik akut pada anak-anak dengan NF-1.Berbeda dengan dominasi
leukemia limfositik yang secara umum terlihat di masa kanak-kanak, ada
beberapa kasus leukemia mielogenous yang jelas pada anak-anak dengan NF-
1.Inaktifasi homozigotpada gen NF-1 di sel sumsum tulang pada anak-anak
dengan NF-1 dan beberapa kelainan myeloid ganas telah diidentifikasi, yang
menunjukkan bahwa gen NF-1 berperan dalam meregulasi pertumbuhan sel
myeloid yang imatur.
Hubungan yang tidak biasa antara xanthogranuloma juvenile, NF-1, dan
perkembangan leukemia myeloid telah dilaporkan.Meskipun patogenesisnya masi
belum jelas, asosiasi ini juga telah diamati secara independen pada NF-
1.Xanthogranulomas juvenile (lihat Bab 149) adalah papula berwarna kekuningan
yang berdiameter kurang dari 1 cm yang biasanya ditemukan di kepala atau
batang tubuh (lihat eFig 142-6,2 pada edisi etsa).Beberapa penulis telah
merekomendasikan skrining darah rutin individu yang memiliki xanthogranuloma
juvenildan NF-1.Meskipun besarnya risiko tidak diketahui, sangat rendah.
Skrining darah rutin tidak disarankan karena tidak memberikan informasi yang
berguna dan, menurut pengalaman kami, hanya meningkatkan kecemasan orang
tua.
Rhabdomyosarcoma juga terjadi lebih sering pada individu dengan NF-140,41
(lihat Bab 127). Meskipun hubungan antara tumor neuroblastoma , Wilms dan
NF-1 telah dibuktikan, tidak ada data epidemiologis yang kuat yang
menghubungkan tumor ini dengan NF-1. Tumor lain yang tampaknya sering
muncul pada orang dewasa dengan NF-1 adalah somatostatinoma duodenum dan
ampula Vater, dan tumor stroma gastrointestinal. Dibandingkan dengan tumor
yang terlihat pada individu tanpa NF-1,
somatostatinoma pada pasien NF-1 jarang muncul di pankreas, lebih kecil, dan
umumnya tidak terkait dengan gejala hormonal (yaitu diabetes, steatorea, dan
penyakit kandung empedu) .42

Vaskulopati

Pasien dengan NF-1 mungkin memiliki vaskulopati yang pada dasarnya mengenai
semua pembuluh arteri.Manifestasi klinis dapat meliputi stenosis arteri renalis
dengan hipertensi, infark serebral, perdarahan aneurisma, dan klaudikasio
intermiten ekstremitas. Vaskulopati ini adalah masalah perkembangan yang tidak
terkait dengan kompresi arteriola oleh neurofibroma dan tampaknya didapat
setelah kelahiran, karena munculnya lesi baru dan perkembangan kejadian yang
telah ada sebelumnya telah dijelaskan. Karakteristik Perubahan patologis telah
dijelaskan terjadi di semua lapisan dinding vaskular, yang akhirnya mengarah
pada penyempitan lumen arteri.4

Lesi vaskular yang paling sering diidentifikasi pada pasien dengan NF-1 ada di
arteri ginjal, yang menyebabkan hipertensi renovaskular. vaskulopati arteri harus
dipertimbangkan pada pasien NF-1 dewasa dengan hipertensi yang tidak mudah
dikontrol dengan baik dengan obat antihipertensi tunggal. Semua anak dengan
NF-1 harus dievaluasi untuk komplikasi ini. Aortografi dengan angiografi selektif
arteri ginjal harus digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Jika tekanan darah
tidak terkendali dengan menggunakan obat anti hipertensi oral, angioplasti
transluminal dapat dilakukan dan diulangi jika awalnya tidak berhasil.

Benda Tak Teridentifikasi

MRI otak pada anak-anak dengan NF-1 sering menunjukkan daerah dengan
peningkatan intensitas pada T2, disebut benda tak dikenal atau Umidentified
bright Object / .UBOs dapat ditemukan di kapsula internal, ganglia basal, kortex,
hemisfer serebelum, traktus optikus, atau batang otak. Mereka tidak meningkatkan
dan tidak terkait dengan kompresi jaringan di sekitarnya, ini adalah tanda yang
membedakan mereka dari neoplasma. UBOs hadir pada sekitar 60 persen anak-
anak dengan NF-1 namun hilang seiring bertambahnya usia dan jarang terjadi
pada orang dewasa. Mereka tidak terkait dengan tanda neurologis fokal dan
memiliki signifikansi yang tidak pasti. Studi histopatologis telah menunjukkan
bahwa UBO adalah area vakuolisasi myelin yang mengalami peningkatan kadar
air. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa anak-anak dengan NF-1 yang
memiliki UBO memiliki nilai IQ dan bahasa secara signifikan lebih rendah,
menunjukkan adanya gangguan integrasi visual motorik dan koordinasi motorik
secara signifikan., dan berada pada risiko yang jauh lebih besar untuk gangguan
prestasi akademik dibandingkan dengan pasien NF-1tanpa UBOs.

Kecerdasan dan Keterbatasan Belajar

Berlawanan dengan pernyataan dalam literatur yang lama, IQ rata-rata pasien


dengan NF-1 hanya 5 sampai 10 poin lebih rendah daripada populasi umum dan
saudara kandung yang tidak terkena. Namun, ketidakmampuan belajar,
didefinisikan sebagai ketidaksesuaian antara kemampuan ( intelektual ) dan
kinerjanya sehari - hari, cukup sering, dengan perkiraan prevalensi 30 sampai 60
persen. Meskipun laporan sebelumnya mengemukakan bahwa mungkin ada
"fenotipe kognitif" dalam NF-1 yang ditandai oleh disabilitas berlebihan persepsi
visual, studi yang lebih baru menunjukkan bahwa defisit verbal (misalnya,
membaca) setidaknya sama lazimnya dengan kemampuan nonverbal pada
individu dengan NF-1. Ketidakmampuan belajar ini bersifat seumur hidup dan
dapat mempengaruhi fungsi pada orang dewasa.Banyak anak dengan NF-1 juga
memiliki perhatian dan kontrol impuls yang buruk dan dapat didiagnosis dengan
gangguan defisit atensi / hiperaktif, yang secara signifikan mengganggu kinerja
dan pembelajaran di sekolah. Penggunaan obat stimulan mungkin memiliki efek
menguntungkan pada individu-individu ini agar berhasil secara akademis dan
profesional.

PENGOBATAN NEUROFIBROMATOSIS tipe 1

Individu dengan NF-1 paling baik dirawat di klinik multi-disiplin yang memiliki
akses ke berbagai macam subspesialis. Komposisi dokter yang tepat dari klinik
kurang penting dibanding kemampuan untuk mendapatkan konsultasi
subspesialisasi yang cepat. Semua keluarga / kerabat tingkat pertama harus
diperiksa keberadaan manifestasi kutaneous NF-1 dan harus melakukan
pemeriksaan slit lamp pada kunjungan pertama untuk memastikan adanya nodul
Lisch. Kunjungan tahunan memungkinkan dokter untuk mengidentifikasi
komplikasi NF-1 lebih dini sambil memberikan konseling dan pemberian
informasi mengenai NF-1. Individu dan keluarga dapat memperoleh informasi
lebih lanjut dari situs web, Children's Tumor Foundation (http://www.ctf.org) dan
Neurofibromatosis, Inc. (http://www.nfinc.org).

Semua anak dengan NF-1 yang berusia 10 tahun kebawah harus menjalani
pemeriksaan fisik ophthalmologis setiap tahun untuk mencari tanda-tanda OPT.
Pemeriksaan ini harus mencakup penilaian ketajaman visual, penglihatan warna,
dan lapangan pandang, serta pemeriksaan funduskopi dan slit lamp. Karena
hampir semua OPT muncul pada anak-anak di kelompok usia ini, frekuensi
pemeriksaan oftalmologis dapat dikurangi pada anak-anak di atas usia 10 tahun.
Pengukuran berat dan tinggi setiap tahun harus diplot pada grafik pertumbuhan
standar, karena indikasi awal pubertas prekoks dapat mempercepat pertumbuhan
linier.Pengukuran tekanan darah harus diperhatikan pada setiap kunjungan untuk
mencari tanda-tanda hipertensi renovaskular. Selain itu, tulang belakang harus
diperiksa setiap tahun untuk tanda-tanda awal skoliosis.

Bercak Cafe-au-Lait

bercak kafe-au-lait di wajah tidak biasa pada individu dengan NF-1.Terkadang,


hal itu memang terjadi, dan individu yang terkena mungkin berusaha
memperbaiki kecacatan kosmetik ini.Upaya untuk menghilangkan bercak cafe-au-
lait dengan terapi laser telah memberikan hasil yang sangat beragam. Meskipun
pemudaran total dapat tercapai, beberapa penelitian menyebutkan tingkat
kekambuhan setinggi 67 persen. Meskipun hasil dengan penggunaan laser Q-
switched ruby (694 nm) bervariasi, laporan yang menguntungkan pada sejumlah
kasus dengan laser copper vapor (511 nm) atau laser erbium: itrium-aluminium-
garnet (2940 nm) telah dipublikasikan. Beberapa pengobatan pada lesi tunggal
mungkin lebih efektif.

Neurofibroma kulit
Neurofibroma kulit diskret dapat diangkat dengan operasi untuk memperbaiki
keadaan atau untuk mencegah iritasi lokal (mis., akibat menyisir atau dari gesekan
pada sepatu ). Neurofibroma yang dalam mungkin memerlukan operasi
pengangkatan saat mereka menekan struktur vital, seperti neurofibroma dorsal
yang menginfiltrasi foramen saraf dan menekan medulla spinalis. Komplikasi
operasi meliputi pertumbuhan kembali tumor dan kerusakan saraf. Pada individu
yang memiliki pruritus parah akibat neurofibromas kulit yang besar, antihistamin
dapat mengurangi simtomatik. Laporan kasus anekdot yang tidak diketengahkan
menyebutkan bahwa ketotifen, antihistamin dan stabilisator sel mast ( tidak
tersedia di Amerika Serikat ), telah membantu dalam penyembuhan pruritus dan
rasa sakit serta mencegah pertumbuhan neuromibroma baru. Penggunaan laser
CO2 di bawah anestesi umum untuk menghilangkan ratusan neurofibroma kulit
telah menghasilkan peningkatan kualitas hidup pasien dan penurunan rasa sakit
dan pruritus. Residu dari bekas luka yang datar , halus, dan depigmentasi tidak
dirasakan sebagai halangan untuk operasi tersebut pada kebanyakan pasien.

Neurofibroma Plexiformis

Sampai saat ini, pengobatan neurofibroma plexiform terbatas pada bedah baik
untuk memperbaiki kosmetik atau untuk mencegah hilangnya fungsi (mis.,
Obstruksi jalan napas atas, kebutaan). Operasi semacam itu sangat terbatas
manfaatnya.Reseksi sempurn tidak mungkin dilakukan karena sifat tumor ini
sangat infiltratif, dan pertumbuhan kembali tumor sering terjadi. Dengan
demikian, ada minat yang cukup besar dalam pengembangan kemoterapi terbaru
untuk digunakan pada tumor ini.Tidak mengherankan, disain studi untuk menguji
keampuhan agen tersebut sangat penuh dengan komplikasi. Neurofibroma
Plexiformis sangat berbeda secara biologis dari neoplasma padat konvensional
rendahnya pertumbuhan tumor setelah pengobatan mungkin merupakan bagian
dari sifat alami tumor dan bukan respons terapeutik sejati. Selain itu, tumor
mungkin sulit diukur secara radiografi neurofibroma Plexiformis dapat menyebar
di sepanjang akar saraf, menghasilkan beberapa proyeksi mirip jari, yang cukup
berbeda dari satu massa tumor padat tunggal.

Kesulitan yang disebutkan di atas tidak bertahan lama, beberapa percobaan


kemoterapi fase I dan II sedang berlangsung. Agen yang saat ini diteliti meliputi
(1) pirfenidon, agen antifibrotik yang menurunkan proliferasi fibroblas dan
sintesis matriks kolagen; (2) inhibitor farnesyl transferase yang menurunkan
tingkat regulasi ras onkogen; (3) peginterferon alfa-2b; dan (4) kemoterapi
konvensional dengan kombinasi methotrexate dan vinblastine. Jika salah satu dari
penelitian ini menunjukkan potensi kemanjuran, peran skrining pencitraan untuk
mendeteksi neurofibroma plexiformis tersembunyi perlu dibahas
.
Tumor Jalur Optik

Setelah diidentifikasi, OPT harus diikuti dengan pemeriksaan serial MRI dan
pemeriksaan ophthalmologi. Pengobatan harus dimulai hanya setelah ada
gambaran perkembangan radiografi yang jelas atau penurunan penglihatan.
Tujuan pengobatan untuk menjaga penglihatan sementara mengurangi efek
samping terapi., meskipun Terapi radiasi merupakan suatu pengobatan utama
neoplasma sistem saraf pusat progresif yang tidak terkait dengan NF-1, namu
jarang diperlukan pada OPT NF-1 dan dikaitkan dengan efek samping
neurokognitif dan endokrinologis pada anak-anak yang sangat muda. Sebaliknya,
kemoterapi dengan carboplatin dan vincristine telah terbukti efektif dalam
pengelolaan tumor ini.

KONDISI TERKAIT

Neurofibromatosis Tipe 2

NF-2 adalah suatu kondisi dengan karakter pola pewarisan autosomial dominan
dengan schwannomas vestibular bilateral, schwannoma lainnya (akar dorsal
medulla spinalis, saraf perifer, dan saraf kranial), meningioma (intra kranial,
intraspinal, dan selubung syaraf optik), ependimomas dan glioma dari sistem saraf
pusat, dan katarak subkapsular posterior juvenil. Perkiraan kejadian adalah 1 dari
40.000 kelahiran hidup. Meskipun NF-2 jauh lebih jarang terjadi daripada NF-1,
morbiditasnya jauh lebih besar, karena pasien sering mengalami lumpuh dan tuli.
Penggunaan kriteria diagnostik klinis Manchester telah menyebabkan peningkatan
sensitivitas dalam menetapkan diagnosis, terutama pada kasus-kasus tanpa
riwayat keluarga positif (Tabel 142-2).Sekitar 60 persen pasien terjadi di masa
dewasa dengan gangguan pendengaran, tinnitus, atau kehilangan keseimbangan.
Semakin muda usia onset, semakin besar tingkat keparahan penyakit ini. Anak-
anak lebih cenderung muncul dengan meningioma syaraf optik. Temuan
ophtalmologis termasuk katarak subkapsular juvenil ( 60 sampai 80 persen
pasien), hamartoma retina, membran epiretinal, dan meningioma syaraf optik.

Individu dengan NF-2 mungkin memiliki beberapa bercak cafe-au-lait tapi jarang
memiliki lebih dari enam; bintik intertriginosa tidak dijumpai Lesi kulit khas NF-
2 adalah schwannoma kulit (lihat eFig 142-6.3 pada on-line edition). Lesi ini
mirip plak, sedikit meninggi dengan warna violet yang samar, sesekali dengan
rambut diatasnya. Yang cukup jarang, neurofibroma kulit, yang tidak dapat
dibedakan dari yang terlihat pada NF-1.

NF-2 disebabkan oleh mutasi pada gen pada kromosom 22, yang mengkodekan
protein protein yang berhubungan dengan membran, juga dikenal sebagai
schwannomin. Seperti pada NF-1, gen NF-2 adalah gen supresor tumor yang
mengurangi pertumbuhan seluler. Jalur seluler yang tepat diberikan belum jelas.

Neurofibromatosis Tipe 1 Segmental

Istilah neurofibromatosis segmental mengacu pada NF-1 dengan manifestasi,


biasanya makula cafe-au-lait dan neurofibroma, yang terbatas pada satu area
tubuh. Ruggieri dan Huson telah menerapkan istilah mosaik lokal NF-1 untuk
kasus ini, sebagai pengakuan bahwa patogenesis dari kondisi ini adalah mutasi
pasca-konsepsional pada gen NF-1 yang mengarah pada mosaik somatik. Hal ini
telah dikonfirmasi pada pasien di mana mutasi alel NF-1 hadir dalam pola mosaik
pada kultur fibroblas dari makula cafe-au-lait dan tidak ada di fibroblas dari kulit
normal.

Sebagian besar pasien dengan NF-1 segmental memiliki bercak cafe-au-lait atau
bintik intertrigininosa yang terbatas pada satu area tubuh. Individu-individu ini
berisiko mengalami komplikasi NF-1 di daerah yang terkena, kebanyakan adalah
neurofibroma.manifestasi lokal NF-1 selain bercak cafe au lait, bintik bintik
intertriginosa, atau neurofibroma kulit juga dapat mewakili contoh mosaik
somatik. Telah ada laporan terbaru tentang neurofibromas plexiformis yang
terisolasi, termasuk satu kasus di mana hilangnya heterozigositas gen NF-1 pada
sel Schwann dari tumor . Karena hanya 50 persen kasus pseudarthrosis tibialis
dalam konteks NF-1, yang lain mungkin benar-benar mewakili kasus NF-1
segmental. Pasien dengan contoh lain dari NF-1 segmental termasuk anak yang
mengalami glioma jalur optik unilateral yang bertindak secara biologis seperti
tumor NF-1 dan individu dengan displasia tulang sphenoid yang terisolasi.

Konseling genetik pasien dengan NF-1 segmental masih problematik. Banyak dari
pasien ini salah didiagnosis mengidap NF-1, yang menyebabkan kecemasan yang
tidak perlu dan dukungan genetis yang tidak tepat.Selain itu, mosaik gonad untuk
NF-1 telah ditunjukkan. Pasien - pasien dengan NF-1 segmental memiliki
keturunan dengan NF-1 komplit.

Neurofibromatosis Tipe 1- Sindrom Noonan

Telah diakui bahwa ada individual yang memenuhi kriteria diagnostik untuk NF-
1, namun memiliki banyak gambaran klini dari sindrom Noonan, yang ditandai
oleh hypertelorism, ptosis, fissura palpebra yang menukik ke bawah, dan telinga
yang rotasi ke posterior, web neck, deformitas pectus, dan perawakan pendek.
Lebih dari 50 persen anak-anak dengan sindrom Noonan memiliki penyakit
kardiovaskular, terutama stenosis katup pulmonal. Sindrom noonan disebabkan
oleh mutasi pada gen PTPN11. Pengujian genetik telah menunjukkan bahwa
sebagian besar individu dengan sindrom LEOPARD (lihat Bab 73) juga memiliki
mutasi pada PTPN11. Satu studi mendokumentasikan mutasi gen NF-1 pada 16
dari 17 subjek yang tidak terkait yang secara klasik memiliki fenotipe NF-1
sindrom noonan; tidak memiliki mutasi pada PTPN11. Jadi, tampaknya sebagian
besar kasus sindrom NF-1-Noonan disebabkan oleh mutasi pada NF-1.

Bercak cafe -au-Lait familial

Terjadinya beberapa bercak afe-au-lait tanpa tanda-tanda NF-1 lainnya dapat


diwarisi sebagai sifat dominan autosomal. Kondisi ini dapat didiagnosis dengan
baik hanya bila pasien adalah seorang anak yang lebih tua atau orang dewasa yang
tidak memiliki stigmata NF-1 atau bila ada kerabat / keluarga tingkat pertama
dengan beberapa bercak cafe-au-lait dan tidak ada tanda lain dari NF-1 .Bintik
intertriginosa terjadi pada sebagian besar keluarga, walaupun pengecualian telah
dilaporkan Keterkaitan dengan gen NF-1 dilaporkan dalam satu keluarga dan
tidak ada di dua keluarga lainnya.

Schwannomatosis

Telah dicatat bahwa terkadang ada pasien yang mengalami beberapa schwannoma
(lihat Bab 127) namun gagal dalam pengembangan manfesifikasi NF-2 lainnya,
terutama schwannomas vestibular . Pasien dengan kondisi ini, sekarang disebut
schwannomatosis, mengalami beberapa schwannoma yang menyakitkan di dalam
saraf perifer dan akar saraf paraspinal. Tumor paling sering muncul selama
dekade kedua dan ketiga kehidupan. tindakan bedah seringkali diperlukan untuk
mengatasi rasa sakit yang tidak dapat diatasi. Berbeda dengan individu dengan
NF-2, mereka dengan schwannomatosis memiliki rentang hidup normal. Sebelum
diagnosis schwannomatosis dibuat, sangat penting untuk menyingkirkan
kemungkinan NF-2 dengan pengujian genetik dan pemindaian MRI untuk
mencari schwanno ma vestibular. Meskipun kebanyakan kasus schwannomatosis
bersifat

Anda mungkin juga menyukai