Anda di halaman 1dari 8

PENGALAMAN BELAJAR LAPANGAN

PITIRIASIS VERSIKOLOR

Oleh :
Putu Raisha Vishkariana Dewi
1302006243

Pembimbing :
Prof. dr. Made Swastika Adiguna, Sp.KK(K).FINS-DV, FAA-DV

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA


DI BAGIAN/SMF KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2017
PENGALAMAN BELAJAR LAPANGAN

PITIRIASIS VERSIKOLOR

Oleh :
Putu Raisha Vishkariana Dewi
1302006243

Pembimbing :
Prof. dr. Made Swastika Adiguna, Sp.KK(K).FINS-DV, FAA-DV

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA


DI BAGIAN/SMF KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2017

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa karena
atas karunia-Nya, laporan pengalaman belajar lapangan yang berjudul
“PITIRIASIS VERSIKOLOR” ini dapat selesai tepat pada waktunya. Laporan
pengalaman belajar lapangan ini disusun dalam rangka mengikuti Kepaniteraan
Klinik Madya di Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana yang dilaksanakan pada 13 November 2017 – 18 November
2017 bertempat di RSUD Mangusada Kabupaten Badung.
Dalam penyusunan laporan pengalaman belajar lapangan ini, penulis
banyak memperoleh bimbingan, petunjuk serta bantuan dan dukungan dari
berbagai pihak. Melalu kesempatan ini, penulis menyampaikan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
1. Prof. dr. Made Swastika Adiguna, Sp.KK (K), FINSDV, FAADV selaku
Ketua SMF/Bagian Dermatologi dan Venereologi FK Universitas Udayana,
RSUP Sanglah, Denpasar.
2. dr. IGAA Dwi Karmila, Sp.KK selaku Koordinator Pendidikan Dokter SMF
Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah, Denpasar.
3. dr. Tjokorda Istri Amrita Rosvanti, Sp.KK, sebagai konsulen pembimbing
kami di bagian Kulit dan Kelamin RSUD Mangusada Kabupaten Badung.
4. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas dukungan dan
bantuan yang telah diberikan dalam penyelesaian laporan ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Semoga
laporan ini dapat memberikan sumbangan ilmiah dalam masalah kesehatan dan
memberi manfaat bagi masyarakat.

Denpasar, November 2017

Penulis

ii
BLANGKO ISIAN PBL
LAB ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN

1. Nama Mahasiswa : Putu Raisha Vishkariana Dewi


2. No. Mhs : 1302006243
3. Tanggal Kunjungan : 13 November 2017
4. Pekerjaan Kepala Keluarga : Petani
5. Nama Kepala Keluarga : Made Widiarsa
6. Nama Penderita : I Made Yudha Jyotisa
7. Alamat : Br. Tagtag Sibang Gede, Kapal, Badung
8. Diagnosis : Pitiriasis Versikolor
9. Jumlah Anggota Keluarga : 4 orang

Tabel 1. Susunan Anggota Keluarga-Umur-Jenis-Pendidikan-Hubungan


No. Nama Umur Jenis Pendidikan Hubungan
Kelamin Terakhir Keluarga
1. Made Widiarsa 43 tahun Laki-laki SMA Bapak
2. Komang Mahanjani 40 tahun Perempuan SMA Ibu
3. Ni Putu Noviani Widiari 17 tahun Perempuan SMA Anak
Pertama
4. I Made Yudha Jyotisa 14 tahun Laki-laki SMP Anak
Kedua

10. Apakah ada penyakit yang serupa pada anggota keluarga?


a. Ya √ 2. Tidak
11. Bila ya, bagaimana hubungan dengan penderita?
- Suami/istri/ayah/ibu/anak/saudara √
- Jenis penyakitnya: Pitiriasis Versikolor
12. Apakah sudah pernah diobati?
a. Ya 2. Tidak √
13. Bila ya, kemana berobat?
-
14. Bila tidak, apa alasannya?
- Karena belum terlalu parah

3
15. Apakah disekitarnya ada yang menderita penyakit yang serupa?
a. Ya 2. Tidak √
16. Apakah ada penyakit kulit yang lain pada anggota keluarga?
a. Ya 2. Tidak √
17. Dari mana anggota keluarga memperoleh air?

Ledeng/ Sumur Pompa/ Sumur Perigi/ Mata Air/ Sungai/ Air Hujan
Keluarga menggunakan ledeng untuk keperluan MCK sedangkan untuk air
minum menggunakan air ledeng yang dimasak.
18. Berapa kali anggota keluarga mandi?

2 x sehari √ 1 x seminggu
1 x sehari setiap 2 hari lain-lain:
19. Bila mandi, apakah memakai sabun?
a. Ya √ 2. Tidak 3. Kadang-kadang
20. Berapa kali anggota keluarga ganti pakaian?

1 x sehari 1 x seminggu
2 x seminggu tidak tentu lain-lain: 2 x sehari √
21. Apakah pakaian dipakai bersama-sama oleh anggota keluarga?
a. Ya 2. Tidak √
22. Kesan Keadaan Sosial Ekonomi Keluarga:
Melalui kunjungan ke tempat tinggal responden yang telah dilakukan pada
tanggal 13 November 2017, diketahui bahwa responden, I Made Yudha Jyotisha,
14 tahun, sedang menganyam pendidikan di SMP 1 Mengwi, Kelas 2 SMP.
Responden sehari-hari tinggal di rumah satu kamar dengan kakak kandungnya.
Saat dikunjungi responden sedang berada di rumahnya bersama dengan
keluarganya yang terdiri atas bapak, ibu, dan kakak kandungnya. Bapak
responden sehari-harinya bekerja sebagai petani, dan pasien pun ikut
membantunya sehari-hari disawah setelah pulang sekolah.

Bapak responden memiliki penghasilan yang tidak menentu setiap bulannya.


Bapak responden mengatakan penghasilannya dalam satu bulan kurang lebih Rp
2.500.000,00. Ibu responden pun yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang
sembako di pasar juga memiliki penghasilan yang tidak menentu setiap bulannya.
Keluarga responden dikatakan hidup berkecukupan dengan penghasilan tersebut.

4
Hubungan sosial antara keluarga responden dengan warga di lingkungan sekitar
dikatakan terjalin dengan baik. Di lingkungan tetangga dikatakan tidak ada yang
memiliki penyakit kulit dengan gambaran klinis yang serupa dengan yang dialami
responden.

23. Kesan Keadaan Kesehatan Lingkungan


Tempat tinggal responden merupakan bangunan permanen yang berdiri di atas
tanah seluas kurang lebih 2,5 are. Bangunan rumah penderita terlihat terawat,
beratapkan genteng, tembok batako yang sudah diplester dan dicat warna putih
kebiruan, dan lantai terbuat dari keramik. Bangunan utama terdiri 2 kamar tidur, 1
dapur, dan 1 kamar mandi. Kondisi kamar responden cukup rapi karena tidak
banyak barang-barang yang diletakkan di dalam kamar, namun kamar responden
cukup pengap dan mempunyai ventilasi yang kurang bagus. Dapur terkesan
kurang bersih dan cukup pengap karena kurangnya ventilasi udara yang membuat
asap-asap saat memasak tidak tersirkulasi dengan baik. Kamar mandi terletak di
dekat kamar responden, kondisi kamar mandi cukup bersih disertai bak mandi
dengan air yang bersih. Rumah pasien tidak mempunyai halaman yang cukup luas
karena sebagiannya ditempatkan kendaraan bermotor keluarga pasien. Di
beberapa sudut pada teras rumah, terdapat alat-alat bertani yang digunakan oleh
bapak pasien.
Keluarga responden mandi dua kali sehari menggunakan sabun batang.
Responden mengganti pakaian dua kali dalam sehari, namun responden kerap
berkeringat setelah pulang dari sekolah dan membantu bapaknya di sawah, Selain
itu, responden juga tidak langsung mandi setelah melakukan aktivitas di luar
rumah. Sumber air bersih berasal dari PDAM. Secara umum, keadaan di dalam
rumah responden cukup bersih dan nyaman.
24. Resume Kunjungan
Kunjungan dilakukan pada hari Senin, 13 November 2017 yang bertempat di
tempat tinggal Made Widiarsa di Br. Tagtag, Sibang Gede, Kapal. Kunjungan
diawali dengan memperkenalkan diri kepada anggota keluarga dan menjelaskan
tujuan kedatangan adalah untuk melakukan kunjungan terhadap penderita yaitu
anak kedua dari bapak Made Widiarsa yang bernama I Made Yudha Jyotisa.
Melalui hasil wawancara didapatkan penderita atas nama I Made Yudha Jyotisa,
ayah penderita atas nama Made Widiarsa, dan ibu penderita atas nama Komang

5
Mahanjani. Penderita saat ini masih berusia 14 tahun dan sehari-harinya
menganyam pendidikan di SMA 1 Mengwi kelas 2 SMP. Responden sehari-hari
tinggal di rumahnya dan tidur bersama dengan kakak kandungnya. Dari segi
kebersihan, kamar tidur, kamar mandi dan dapur responden sudah terjaga
kebersihannya. Namun, ventilasi pada ruangan-ruangan tersebut masih kurang dan
terasa pengap berdiam didalamnya.

Secara singkat:

a. Penyakit yang diderita oleh penderita I Made Yudha Jyotisa adalah Pitiriasis
Versikolor.
b. Keadaan ekonomi dari keluarga penderita tergolong cukup dan keadaan
sosialnya pun terjalin baik dengan warga sekitar.
c. Secara umum, kesadaran keluarga penderita tentang kebersihan lingkungan
sudah baik namun untuk kebersihan rumah dan sekitar rumahnya masih harus
diperbaiki kembali.

25. Saran yang diberikan kepada anggota keluarga


Saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut.
a. Memberikan pengertian secara umum kepada responden tentang penyakit
yang diderita oleh pasien yaitu Pitiriasis Versikolor, mengenai penyebab,
gejala klinis, dan pengobatan.
b. Memberikan penjelasan kepada keluarga bahwa penyakit ini merupakan
penyakit menular sehingga responden harus bisa mencegah penularan dengan
cara tidak saling bertukar pakaian dan memakai handuk bersamaan dengan
anggota keluarga lainnya.
c. Memberikan pengertian kepada keluarga agar lebih awas akan keadaan
lingkungan yang membuat pasien merasakan keluhan pada kulitnya sehingga
responden dapat menghindari keadaan tersebut.
d. Menyarankan pasien untuk selalu mematuhi pengobatan dan memberikan obat
topikal sesuai petunjuk dari dokter yakni mengoleskan obat dari dalam lesi
hingga 2cm diluar lesi.
e. Menyarankan pasien untuk menjaga higenitas terutama di kulit untuk
mencegah terjadinya infeksi sekunder.

6
f. Menyarankan responden untuk selalu menjaga kebersihan dan kelembapan di
setiap ruangan dan lingkungan sekitar ruangan.
g. Menyarankan pasien untuk selalu menjaga kesehatan dan menjaga pola
makan.
h. Menyarankan pasien untuk rutin datang ke RSUD Mangusada Kabupaten
Badung untuk memantau keluhan dan perkembangan pengobatan.